Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang menumpangkan tangan ke Timotius?
Dan apa tujuannya?
Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua. (1 Timotius 4:14)
Timotius adalah anak rohani Paulus, dengan kata lain Pauluslah yang menjadi bapa rohani bagi Timotius.
Tetapi terkait dengan pelayanan di gereja lokal, maka para penatualah yang menumpangkan tangan atas Timotius.
Penumpangan tangan bukanlah tindakan basa-basi.
Makna penumpangan tangan antara lain tindakan yang menyatakan ketundukan.
Dalam hal ini Timotius tunduk pada sidang dewan penatua, yang memberikan tugas pelayanan kepada Timotius.
Dalam penumpangan tangan, maka yang menumpangkan tangan mengurapi, agar yang diurapi mendapatkan kekuatan dari Roh Kudus untuk menjalankan pelayanan.
Penumpangan tangan juga untuk mengalirkan berkat dari yang menumpangkan tangan, dalam hal ini sidang dewan penatua kepada Timotius.
Jadi ini bukanlah upacara pentahbisan seseorang, tetapi begitu banyak makna rohani yang ada di dalamnya.
Yang jika dilakukan dalam kebenaran dan iman, maka ada kuasa Allah yang menyertai.
Sebagai seorang yang masih muda, Timotius diingatkan agar dia tidak lalai menggunakan karunia yang dia miliki, melalui nubuat dan penumpangan tangan.
Beruntung bagi Timotius yang memperoleh nubuatan dan dilanjutkan dengan penumpangan tangan.
Di masa kini, untuk mengetahui apa karunia yang Tuhan berikan kepada kita, tidak harus dengan nubuatan.
Ada berbagai macam asesmen yang dapat kita jalani sehingga kita bisa mengetahui karunia rohani yang kita miliki.
Asesmen tersebut semacam quiz yang berisi pertanyaan dan di akhir quiz kita bisa membaca potret karunia rohani yang kita miliki.
Rick Warren penulis buku The Purpose Driven Life, membuat asesmen yang dapat menolong orang menemukan karunianya, nama asesmennya: S.H.A.P.E (Spiritual Gifts, Heart, Abilities, Personality, Experience).
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Dari mana Timotius belajar hingga memiliki iman yang teguh?
Apa yang dilakukan Paulus untuk mengobarkan karunia Timotius?
Mungkin sebagian besar dari kita pernah mengikuti tes psikologi, baik ketika masih di sekolah atau di tempat kerja.
Tujuan tes psikologi itu umumnya untuk mencari tahu minat dan bakat seseorang agar dapat memilih pendidikan yang sesuai atau kalau di tempat kerja, agar dapat bekerja di posisi yang tepat.
Bagi pejabat dibagian urusan HRD atau Sumber Daya Manusia, sangat penting untuk mengetahui potensi pegawai di perusahaan, agar mereka tidak menempatkan pegawai di tempat atau di bidang yang salah.
Karena kalau hal ini terjadi, maka akan ada kerugian baik pada perusahaan maupun si pegawai yang bersangkutan.
Jikalau perusahaan menganggap begitu penting untuk mengetahui bakat dan minat pegawai, agar dengan demikian mereka dapat mengembangkan pegawai sesuai dengan potensinya.
Terlebih di dalam pelayanan. Itu sebabnya Paulus meminta Timotius agar dapat mengobarkan karunia yang dia miliki.
Paulus tentu tahu dengan akurat, seperti apa Timotius, anak rohaninya.
Dan dia ingin agar potensi Timotius dapat dikembangkan.
Mazmur 139:15 Waktu tulang-tulangku dijadikan, dengan cermat dirangkaikan dalam rahim ibuku, sedang aku tumbuh di sana secara rahasia, aku tidak tersembunyi bagi-Mu.
Sejak di kandungan ibu kita, Allah telah membentuk kita berbeda antara satu dengan yang lain, dan itu termasuk bakat, sifat, karakter.
Setelah kita lahir dan diasuh oleh orang tua, belajar di sekolah hingga kita dilahirkan kembali secara roh, ketika kita memperoleh keselamatan kekal.
Ada serangkaian talenta yang kita miliki, dan Allah akan mengaruniakan kepada kita karunia rohani — yang saya percaya– akan sesuai dengan bakat, talenta yang sudah terakumulasi sejak kita belum dilahirkan.
Saya, sejak kecil sangat sulit untuk membedakan nada, jadi ketika saya mencoba untuk mencari tahu karunia rohani saya, pastilah bukan hal-hal yang membutuhkan kemampuan tersebut.
Tetapi jika misalnya saudara memiliki bakat dan talenta dalam memainkan alat musik, kemungkinan besar bahwa itu adalah karunia rohani yang Tuhan ingin saudara kembangkan.
Melayani Tuhan di bidang musik, mulai dari kelompok pemuridan, persekutuan, ibadah di gereja hingga mungkin rekaman di studio profesional.
Dalam perumpamaan tentang talenta, Tuhan memberikan kepada semua orang minimal satu talenta.
Demikian juga dalam karunia rohani, Tuhan memberikan minimal satu karunia rohani.
Jadi temukan itu dan kembangkan!
Saudara, diskusikan dalam kelompok pemuridan, tanyakan kepada yang lain, apakah karunia rohani yang saudara miliki.
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Tentang apakah tubuh manusia yang ditulis dalam paragraf Firman Tuhan yang kita telah baca?
Bagaimana penerapan hal ini di dalam Gereja Tuhan?
Analogi tentang tubuh manusia yang terdiri dari anggota tubuh.
Ini adalah gambaran dari Gereja dengan Yesus sebagai kepala dan umat percaya sebagai anggota-anggotanya.
Yesus adalah Tuhan dan Ia kekal selama-lamanya, Ia tidak pernah berubah dahulu sekarang dan yang akan datang.
Saat ini bersama dengan Allah Bapa, Yesus ada di surga.
Tetapi Dia meninggalkan ”tubuhNya”, yaitu kita umat percaya untuk melaksanakan kehendak Bapa.
Secara individu kita berbeda satu dengan yang lain, secara korporat atau kelompok atau komunitas, kita juga berbeda satu dengan yang lain.
Tetapi sekali pun berbeda, tujuan utama dari setiap orang atau komunitas, haruslah sama, yaitu: melakukan kehendak Bapa.
Persis seperti apa yang Yesus lakukan dahulu di bumi.
Apa pun yang Dia lakukan, semata-mata adalah untuk mengerjakan apa yang Bapa inginkan.
Umat Tuhan berbeda dalam karakter, latar belakang, kepribadian, cita-cita atau pun tujuan hidup.
Dan dalam pelayanan bersama, memang dibutuhkan perbedaan-perbedaan itu, tujuannya supaya umat Tuhan bisa saling melengkapi satu dengan yang lain.
Bakat, talenta dan karunia rohani yang berbeda justru dibutuhkan agar terbentuk orkestrasi yang harmonis dalam pelayanan.
Orkestrasi dalam pelayanan akan menjadi harmoni jika tiap-tiap anggota berperan sesuai dengan karunia rohaninya dan semua bergerak dalam satu arah dan tujuan yang sama.
Persis seperti anggota tubuh kita: mata berperan sebagai mata, telinga berperan sebagai telinga, tangan berperan sebagai tangan.
Dan semua bergerak sesuai dengan perintah dari otak yang disalurkan melalui jaringan syaraf.
Bayangkan ketika mata melihat api dan otak memerintahkan untuk berlari menjauh, tetapi kaki menolak karena merasa lebih penting dari mata.
Akibatnya akan terjadi hal yang mengenaskan.
Di dalam Gereja Tuhan atau Tubuh Kristus.
Tuhan akan memberikan perintah kepada para pemimpin dan segenap anggota Tubuh.
Sangat penting bagi tiap-tiap anggota untuk memiliki kepekaan untuk mendengar perintah Tuhan.
Jika belum memahami sepenuhnya perintah Tuhan, maka menuruti perintah pemimpin adalah hal yang patut dilakukan.
Dengan demikian akan terjadi harmoni yang ilahi.
Saudara, diskusikan dalam kelompok pemuridan, peran masing-masing dalam pelayanan, Gereja atau komunitas-komunitas rohani lainnya.
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
1. Siapakah yang memberikan karunia bagi orang percaya? 2. Apakah semua orang percaya memiliki paling tidak satu karunia?
“Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.” (Efesus 4:7)
Firman Allah dengan tegas menyatakan bahwa kepada tiap-tiap orang percaya, telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
Menurut para ahli teologia, kasih karunia di sini menunjuk kepada karunia-karunia rohani yang Roh Kudus berikan kepada orang-orang percaya.
Karunia rohani dalam bahasa asli kitab Perjanjian Baru ditulis, yaitu bahasa Yunani: kharismata, yang adalah bentuk jamak dari kata ”kharis”.
Di Alkitab ajaran tentang karunia-karunia rohani ditemukan dalam kitab Roma 12, 1 Korintus 12 dan Efesus 4.
Dan kapan karunia rohani itu pertama kali dikaruniakan kepada orang percaya, terdapat dalam kisah Pentakosta, atau turunnya Roh Kudus kepada para murid yang ditulis oleh Lukas di Kisah Para Rasul 2.
Karunia rohani yang terdapat di dalam Roma 12:6-8 adalah karunia bernubuat, melayani, mengajar, menasihati, membagi-bagikan sesuatu (memberi), memimpin dan menunjukkan kemurahan.
Yang termasuk dalam 1 Korintus 12:8-11 adalah karunia berkata-kata dengan hikmat, berkata-kata dengan pengetahuan, iman, menyembuhkan, mengadakan mujizat, bernubuat, membedakan bermacam-macam roh, berbahasa roh dan menafsirkan bahasa roh.
Sedangkan yang termasuk dalam daftar di 1 Korintus 12:28 adalah karunia mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, melayani (menolong), memimpin dan berkata-kata dalam bahasa roh.
Karunia-karunia rohani tersebut adalah karunia-karunia utama yang jika dipelajari dengan seksama bisa diperoleh makna yang jauh lebih luas.
Misalnya karunia melayani atau menolong dalam 1 Korintus 12:28 yang dalam bahasa asli ditulis ”an-til-ape-sis”, artinya adalah menolong atau ”Helps” dalam kitab King James Version.
Dalam pelayanan, karunia menolong atau Helps ini bisa diterapkan dalam berbagai bidang. Intinya adalah karunia untuk menolong orang lain, menolong aktivitas pelayanan agar dapat berlangsung dengan baik.
Sehingga mereka yang ada di balik layar dalam aktivitas pelayanan dapat diwadahi dalam jenis pelayanan Helps ini.
Misalnya operator sound system, operator multimedia, atau mereka yang membantu mengatur meja, kursi, panggung, bahkan mereka yang membersihkan ruangan atau sopir yang mengantar jemput para pelayan.
Ya, mereka adalah juga pelayan yang memiliki karunia Helps!
Saudara, diskusikan dalam kelompok pemuridan, tanyakan pada rekanmu, menurut mereka, apakah karunia rohani yang engkau miliki.
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah dengan adanya berbagai karunia berarti juga banyak Roh?
Apakah dengan adanya berbagai pelayanan berarti banyak Tuhan?
Apa tujuan kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh?
Ada banyak karunia dan pelayanan tetapi dikerjakan oleh Roh yang sama, hal ini menjadi dasar bahwa seharusnya tidak ada perpecahan di antara orang-orang percaya yang memiliki karunia roh atau pelayanan yang berbeda-beda.
Jemaat Tuhan seharusnya menyadari bahwa sebagai Tubuh Kristus di mana Kristus sebagai Kepala merindukan seluruh bagian anggota-anggota tubuhNya yang memiliki fungsi yang berbeda-beda dapat bersatu dan bekerja sama dengan baik.
Karunia rohani yang berbeda-beda merupakan kekuatan yang luar biasa bila dapat disatukan untuk menggenapi panggilan Tuhan yang istimewa dalam suatu jemaat lokal.
Rupa-rupa karunia tetapi satu Roh juga dapat diartikan bahwa Roh Kuduslah yang menjadi pemimpin utama dalam penggunaan karunia-karunia yang Tuhan percayakan.
Tuhan tidak menginginkan satu karunia yang menonjol menjadi diutamakan, sementara karunia yang tidak menonjol diabaikan perannya.
Selalu ada kerugian ketika satu karunia tidak berfungsi dengan semestinya pada suatu komunitas, sama seperti suatu tubuh yang mengabaikan bagian terkecil dari anggota tubuh yang sebenarnya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan.
Bagaimana dengan kondisi saudara saat ini?
Apakah karunia rohani yang Tuhan percayakan kepada saudara?
Sudahkah itu berfungsi dalam jemaat atau komunitas di mana saudara biasa bersekutu?
Tidak ada karunia yang tidak berarti, juga tidak ada karunia yang lebih kecil dari yang lain, selama karunia itu digunakan di bawah pimpinan Roh Kudus maka karunia tersebut berfungsi sangat efektif membangun tubuh Kristus untuk menggenapi rencana Tuhan.
Jadi mari kita kobarkan dan gunakan karunia rohani yang Tuhan percayakan kepada kita, hadiri persekutuan atau komunitas terkecil di manapun saudara berada dan ditempatkan.
Ingatlah bahwa karunia ini berfungsi ketika kita berada dalam komunitas di mana Tuhan bertahta bukan ketika kita sendiri.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.
Pembacaan Alkitab Hari ini : KISAH PARA RASUL 10:44-48
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang terjadi dengan Roh Kudus atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan Petrus?
Mengapa semua orang percaya yang bersunat tercengang-cengang?
Setelah orang-orang itu menerima Roh Kudus apa yang Petrus suruh kerjakan bagi orang-orang tersebut?
Pada perikop ini kita membaca catatan sejarah bagaimana Roh Kudus tidak hanya dicurahkan bagi orang-orang Yahudi yang bersunat, tetapi juga ke atas bangsa-bangsa lain juga.
Orang-orang percaya pada waktu itu menjadi tercengang-cengang karena tidak menyangka bahwa ternyata Roh Kudus tidak hanya diberikan hanya kepada mereka saja.
Sebenarnya pada Perjanjian Lama sudah dinubuatkan bahwa Allah akan mencurahkan RohNya kepada bangsa-bangsa namun pada masa Perjanjian Baru janji tersebut digenapi.
Dalam pandangan orang-orang percaya pada masa itu, kita orang-orang percaya saat ini termasuk bangsa-bangsa lain yang menerima karunia Roh Kudus.
Kita bersyukur bahwa janji Alllah mengenai Roh Kudus tidak berlaku hanya bagi bangsa Yahudi saja tetapi bagi siapa saja yang mendapat anugerah dan percaya kepada Yesus. Saat ini karunia Roh terus bekerja di antara bangsa-bangsa, kita menjadi bagian dari rencana Tuhan sebagai saluran kuasa Roh Kudus bekerja dan dicurahkan bagi bangsa-bangsa.
Bagaimana kita bisa ikut ambil bagian dalam pekerjaanNya?
Menjadikan bangsa murid-murid Kristus adalah strategi yang Tuhan kehendaki bagi kita.
Orang-orang yang Tuhan percayakan untuk dimuridkan pada akhirnya juga diutus menjangkau bangsa-bangsa melalui berbagai cara yang Tuhan ijinkan terjadi.
Mari kita persiapkan dan bimbing murid-murid yang Tuhan percayakan kepada kita, seperti apapun kondisi mereka saat ini, Tuhan rindu supaya melalui hidup kita pada akhirnya mereka dapat diutus untuk menjadi saluran agar kuasa Roh Kudus dicurahkan atas bangsa-bangsa.
Kita harus menyadari bahwa kehadiran murid-murid Kristus dinantikan oleh banyak bangsa-bangsa, dan Tuhan memberikan mandat kepada kita agar Injil KerajaanNya sampai kepada mereka.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan