Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Bagaimanakah kita harus beribadah kepada Tuhan menurut perikop yang kita baca hari ini?
Apakah yang menjadi pilihan Yosua dan seisi rumahnya ?
Apakah yang menjadi pilihan bangsa Israel yang mendengar perkataan Yosua?
Apa saja yang telah dilakukan oleh Tuhan bagi bangsa ini?
Beribadah kepada Tuhan atau kepada allah asing adalah pilihan yang diberikan kepada bangsa Israel pada waktu mereka memperbarui perjanjian kepada Tuhan.
Perjalanan yang telah dilakukan sejak keluar dari tanah Mesir hingga masuk tanah perjanjian mengingatkan kembali mengenai bagaimana Tuhan menolong dan memimpin mereka.
Perubahan jaman dan kehidupan mereka bisa mengubah komitmen awal untuk senantiasa setia kepada perjanjian dengan Tuhan, namun kita melihat catatan sejarah bagaimana akhirnya bangsa ini mengingkari perjanjian untuk tetap menyembah Allah yang hidup justru ketika mereka dalam kondisi yang semakin makmur.
Keluarga merupakan komunitas terkecil di mana secara rohani kita bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan di bawah naungan otoritas kepala keluarga, keluarga yang senantiasa menyediakan waktu mengambil komitmen untuk senantiasa bergantung kepada Tuhan merupakan dasar yang kuat untuk suatu komunitas tetap menyembah dan beribadah dengan benar kepada Tuhan.
Mezbah keluarga merupakan sarana di mana kita menyatakan komitmen untuk tetap bergantung dan berharap kepada Tuhan.
Bila kita senantiasa berdoa untuk menjadi berkat bagi bangsa ini dan memberkati melalui doa-doa yang kita naikkan untuk bangsa ini melalui persekutuan doa, maka seharusnya itu bisa dimulai dari diri kita dan keluarga kecil di mana kita tinggal.
Yosua memberikan pilihan bagi bangsa Israel tetapi bagi keluarganya sendiri ia telah mengambil ketetapan dengan bulat : “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”(Yosua 24:15).
Yosua tidak hanya memimpin bangsa ini untuk tetap beribadah kepada Tuhan namun ia memastikan bahwa seisi rumahnya telah mengambil komitmen untuk tetap beribadah kepada Tuhan.
Bagaimana dengan keluarga di mana saudara bertumbuh?
Adakah mezbah keluarga di mana suatu keluarga bersama-sama membaca janji Tuhan dan berdoa untuk tetap mengandalkan Tuhan serta memberikan tempat kepada Tuhan senantiasa bertahta dalam keluarga.
Marilah kita senantiasa mengingat kembali seluruh kebaikan Tuhan dalam keluarga kecil di mana kita berada melalui doa keluarga, kita mulai memberkati bangsa ini dengan memulainya dari keluarga kita sendiri.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan?
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah janji Tuhan mengenai setiap orang yang meminta dalam doa?
Adakah seorang bapa memberikan batu kepada anaknya yang meminta roti?
Apakah Bapa di surga lebih tahu kebutuhan kita ?
Pemberian seperti apa yang diberikan oleh Bapa kita di surga?
Bapa yang kita sembah adalah Bapa yang senantiasa ingin memberikan yang baik kepada anak-anakNya, bahkan sejak kita berdosa pun Bapa telah memberikan apa yang paling dibutuhkan oleh kita sebagai manusia berdosa yaitu keselamatan, kehidupan kekal dan persekutuan dengan Dia.
Saat ini sebagai orang percaya kita telah diangkat menjadi anakNya oleh karena pengorbanan Yesus di atas kayu salib, posisi kita berbeda dengan orang-orang berdosa yang belum menerima anugerahNya.
Bapa ingin agar kita meminta kepadaNya apapun yang diinginkan hati kita, sekalipun mungkin itu tidak sesuai dengan kehendakNya Bapa di surga mengetahui bagaimana Dia menjawab permohonan kita.
Saudara, bapa kita secara jasmani mungkin punya banyak kelemahan, mungkin saja otoriter ataupun mungkin tidak ada perhatian kepada kita, sehingga kita menjadi takut untuk menyampaikan segala sesuatu kepada ayah kita.
Bapa di surga tidaklah demikian, perikop yang kita baca hari ini mengingatkan kepada kita semua bahwa yang utama adalah Bapa ingin berkomunikasi dengan kita melalui doa yang kita naikkan, apapun itu Bapa pasti akan menerima permohonan kita, sekalipun itu permohonan yang tidak tepat bahkan mungkin salah, saudara tidak perlu takut untuk menyampaikan kepada Bapa.
Bapa kita adalah Bapa yang tahu isi hati kita terdalam, Dia tahu keterbatasan kita, Dia tahu kelemahan kita, Dia tahu bagaimana menjawab permintaan kita dengan tepat sesuai kebutuhan kita. Mungkin ayah kita secara jasmani bisa membentak atau menyalahkan kita bila kita meminta yang salah menurut pandangannya, tetapi Bapa di surga tidaklah demikian, Dia jauh lebih baik dari pada bapa jasmani kita.
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”(Matius 7:7-8).
Saudara, Bapa ingin kita datang lebih dulu kepadaNya dan mengandalkan Dia untuk segala permohonan kita, bukan datang kepada manusia karena mengandalkan kekuatan dan kekuasaannya.
Apakah hari ini saudara mengalami banyak pergumulan?
Teruslah bersekutu dan berdoa kepada Bapa, curahkanlah segala isi hati saudara untuk apapun pergumulan saudara, Bapa di surga menerima dan mendengar itu semua, Dia pasti memberikan jalan keluar untuk pergumulan dan permohonan saudara.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan?
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang Tuhan lantik sebagai raja di Sion?
Siapakah yang Allah peranakkan pada waktu itu?
Firman Tuhan yang kita baca ini adalah tentang Tuhan yang melantik Daud sebagai raja di Sion, tetapi juga tentang nubuat kelahiran Kristus, “Anak-Ku engkau!
Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.”
Lalu di ayat 8 dan 9, Allah memberikan janji kepada Daud, bahwa Daud dapat meminta kepada Tuhan dan Tuhan akan memberikan hal-hal yang besar pada Daud.
Dan Daud tahu, bahwa dia bukan siapa-siapa kalau bukan Tuhan yang memberikan anugerah kemenangan-kemenangan dalam pertempuran yang silih berganti dia jalani sepanjang hidupnya.
Daud belajar untuk senantiasa bersandar kepada Tuhan dalam menghadapi kesulitan.
Seperti ketika dia dikejar raja Saul, dia berseru, ”Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu.” (Mazmur 57:2)
Di masa kini, tantangan dalam hidup kita tentu tidak seperti yang Daud alami.
Pelajar atau mahasiswa tantangannya adalah bagaimana dapat menyelesaikan studi tepat waktu, dengan hasil yang baik dan dengan proses yang benar, misalnya tidak nyontek…
Seorang pegawai, tantangannya adalah bagaimana dapat bekerja dengan berintegritas tetapi dapat memperoleh promosi-promosi yang membuat dia cepat naik ke level yang lebih tinggi.
Ya, tiap-tiap orang memiliki tantangannya sendiri, ada pergumulan, ada target yang ingin dicapai, ada visi yang ingin diraih.
Pertanyaanya adalah bagaimana kita menghadapi itu semua dengan benar.
Ayat 8 menyatakan: ”Mintalah kepada-Ku!” Ya, Tuhan tidak ingin Daud mengandalkan kecakapannya untuk menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya.
Tuhan juga tidak menghendaki kita untuk mengandalkan kecakapan kita, kepandaian, pengalaman, kekuatan kita.
Ya, semua itu kalau kita miliki, itu adalah anugerah Tuhan bagi kita.
Tetapi Allah ingin agar kita mengandalkan Dia, di tempat yang terutama.
Yeremia 17:5 Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Yeremia 17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Saudara, marilah kita tidak mengandalkan apa yang ada pada kita dalam kehidupan kita, lebih dari kita mengandalkan Tuhan.
Mari berserulah kepada Tuhan dan mengandalkan Tuhan di tempat yang pertama dan utama!
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Bagaimana Roh membantu umat percaya dalam berhubungan dengan Tuhan?
Bagi siapa Allah bekerja untuk mendatangkan kebaikan?
Saudara, setelah kita dilahirkan baru maka kita hidup dalam alam rohani yang tidak sepenuhnya kasat mata.
Sejak kita menjadi bait Roh oleh karena Roh Kudus tinggal di dalam kita, maka sejak saat itu pula kita memiliki Penghibur, yang membantu kita dalam kelemahan kita.
Roma 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Ya, kadang kita tidak tahu persis kita ini sedang menghadapi persoalan apa.
Misalnya dalam menghadapi pandemi, kita tidak tahu kapan ini berakhir, apakah akan ada lagi virus yang lebih ganas?
Maka dalam situasi seperti ini, bagi kita yang percaya, Roh Kudus sedang berdoa kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Roh Kudus bisa saja kemudian menggeser halangan-halangan yang ada di depan kita, sehingga kita tidak perlu melaluinya.
Misalnya rekan sekerja kita terkena covid, tetapi kita tidak terkena.
Dan penghalang-penghalang itu bukan hanya covid atau sakit penyakit, tapi juga kesulitan dalam perekonomian.
Roh bisa menggeser kesulitan itu atau pun memberikan kepada kita hikmat dan pengertian untuk mengatasinya.
Roma 8:28Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Jadi, bagi kita yang mengasihi Tuhan, yang bersedia untuk dipimpin dan diarahkan oleh Tuhan, maka Roh akan turut bekerja sedemikian rupa, sehingga bahkan musibah atau kemalangan akan diubah Tuhan menjadi kebaikan bagi kita.
Ingat bagaimana Yusuf yang dibuang oleh saudara-saudaranya, difitnah oleh isteri Potifar yang menyebabkan dia dipenjara.
Itu semua tampak sebagai musibah yang beruntun.
Tetapi ternyata Allah sedang menyiapkan Yusuf untuk menjadi berkat bagi bangsa Mesir dan juga keluarga besarnya, yang menjadi cikal bakal bangsa Israel.
Saudara, bagi yang memiliki karunia berbahasa lidah, gunakan itu sesering mungkin.
Ini salah satu cara dimana kita dengan sadar mengijinkan Roh untuk berdoa bagi kita dan berdoa untuk apa pun yang tidak kita pahami.
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang terjadi ketika seorang melakukan percabulan?
Siapakah yang memiliki tubuh kita?
TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup (Kejadian 2:7).
Ya, manusia diciptakan dari debu tanah, dan ketika dia meninggal, tubuhnya kembali kepada tanah (Pengkhotbah 12:7).
Tubuh kita itu fana, nasibnya akan berakhir ketika kita dipanggil Tuhan.
Tetapi roh kita adalah kekal, kelak kita akan dibangkitkan kembali dengan mengenakan tubuh yang baru.
Hal yang istimewa adalah, ketika seseorang dilahirkan baru, maka tubuhnya tidak lagi menjadi miliknya.
1 Korintus 6:19,20 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Karena Roh Kudus tinggal dalam kita, maka Allah menghendaki agar kita memuliakan Tuhan dengan tubuh kita.
Mengingat tubuh itu dekat hubungannya dengan keinginan daging, maka satu-satunya jalan agar umat Allah dapat memuliakan Allah dengan tubuhnya, yaitu dengan jalan hidup dipimpin oleh Roh Allah.
Kita tahu apa itu keinginan daging, seperti yang tertulis dalam Galatia 5:19-21, seperti percabulan, perselisihan, amarah, dan sebagainya.
Bagaimana supaya kita menang mengatasi hal-hal itu?
Roma 8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
Ya, mulailah dengan memikirkan hal-hal yang dari Roh.Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Saudara, marilah kita praktikkan bersama-sama, dimulai dengan disiplin untuk memikirkan hal-hal yang mulia dan patut dipuji.
Disiplin untuk segera menghentikan pikiran yang buruk dan najis.
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Orang-orang asing yang bagaimana, yang akan memperoleh janji Tuhan?
Kemana Tuhan akan membawa umat pilihan-Nya itu pergi?
Yesaya 56:6, 7a Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku.
Allah dalam kedaulatan-Nya telah memilih Israel sebagai umat pilihan-Nya.
Diawali dengan memanggil Abraham dari Ur, kemudian di masa tua, Abraham melahirkan Ishak.
Selanjutnya Ishak melahirkan Esau dan Yakub.
Tetapi Allah menetapkan Yakublah yang akan diberkati hingga keturunannya melahirkan Juru Selamat.
Setelah melalui masa pembentukan yang lama, akhirnya Allah mengubah nama Yakub menjadi Israel.
Israel inilah yang kemudian menjadi bangsa istimewa, bahkan hingga saat ini.
Tetapi janji keselamatan itu bukan hanya diwartakan bagi umat Israel, Allah justru mengutus Rasul Paulus untuk pergi ke orang-orang asing, non-Yahudi, agar mereka juga mendengar kabar baik, Injil Keselamatan.
Kita yang saat ini adalah bagian kecil dari ”orang-orang asing” yang akhirnya memperoleh pengampunan dosa.
Allah ingin agar kita menjadi orang-orang yang memuliakan Allah dalam hidup kita.
Kita dapat memuliakan Allah, jika kita juga beroleh anugerah untuk dibawa ke gunung-Nya yang kudus.
Dan di gunung itu Tuhan akan memberi kesukaan pada kita.
Bukan kesukaan atau kegembiraan atas hal-hal yang duniawi dan sementara.
Tetapi kesukaan untuk berdoa!
Pada jaman modern seperti sekarang ini, mungkin hal itu bukanlah kesukaan atau hobi yang dicari orang.
Ya, banyak orang lebih menyukai rekreasi, browsing di internet, update status di media sosial, atau yang lainnya, dibandingkan dengan kesukaan berdialog dengan Tuhan di rumah doa-Nya.
Tetapi sukacita sejati adalah ketika kita dapat bersekutu dengan akrab, intim, bersama dengan Tuhan di ruang doa kita.
Itulah sebabnya Pemazmur menyatakan, ”Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.” (Mazmur 84:11)
Saudara, marilah kita perbarui kesukaan kita dengan lebih banyak waktu yang kita luangkan untuk bersekutu dengan Tuhan sang Pencipta.
Dengarkan suara-Nya yang lembut, dengarkan arahan-Nya memimpin hidup kita sepanjang tahun yang baru ini.