Sabtu, 5 Februari 2022 – HAMBA DOSA

Renungan Harian Kita
Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : YOHANES 8:31-34

Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang benar-benar disebut murid Kristus?
  2. Apakah yang akan memerdekakan kita?
  3. Siapa yang disebut sebagai hamba dosa?
  4. Siapakah yang tetap tinggal dalam rumah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Dosa merupakan perkara yang harus kita singkirkan bila kita ingin mengalami kuasa doa dalam kehidupan kita. 

Setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa, Bapa telah mengangangkat kita orang percaya sebagai anak-anakNya, kita dapat memanggil Dia sebagai Bapa karena anugerahNya berlaku atas hidup kita, oleh sebab itu tidak selayaknya kita menjadi hamba dosa.

Roh Kudus diberikan kepada kita sebagai penolong dan kuasa diberikan agar kita memiliki otoritas mengatasi setiap tipu muslihat dan godaan iblis, sehingga dapat berdoa dengan efektif.

Yesus telah memberikan teladan bagaimana berdoa dengan efektif ketika melayani, pada saat berdoa secara pribadi Yesus bisa berlama-lama dengan Bapa, namun pada saat pelayanan ketika menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dan membangkitkan orang mati Alkitab tidak mencatat doa-doa yang panjang dari Yesus.

Yesus hanya mengucapkan beberapa kalimat bahkan beberapa patah kata dan itu cukup untuk meyembuhkan orang sakit.

Mengapa Yesus dapat melakukan demikian?

Karena Yesus bukanlah hamba dosa, Yesus memiliki keyakinan akan tugas yang diberikan Bapa kepadaNya.  

Bagaimana dengan kita?

Adakah penghalang yang membuat kita tidak efektif dan tidak benar dalam berdoa sehingga tidak mengalami apa yang kita doakan?

Menjadi hamba dosa adalah salah satu “sarang penyamun” dalam hidup yang harus kita singkirkan.

Kita bisa melihat dalam hidup kita masing-masing, adakah kita tetap menjadi hamba dosa sekalipun sudah bertobat dan mengalami kelahiran baru dalam hidup kita?

Yesus berkata : “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku  dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” 

Kita mengalami kemerdekaan karena mengetahui kebenaran, kita mengetahui kebenaran karena kita adalah murid-muridNya, kita adalah murid-muridNya bila kita tetap dalam firman Tuhan.

Marilah kita tetap dalam firmanNya, tetap dalam firmanNya berarti kita konsisten dan setia melakukan kebenaran dalam kondisi apapun, sehingga kita menjadi murid-muridNya yang sejati.

Tuhan merindukan kita sebagai murid-muridNya dapat berdoa dengan benar dan efektif sama seperti yang pernah Dia lakukan ketika melayani dan menggenapi rencana Bapa pada saat di dunia.

This image has an empty alt attribute; its file name is D4.png

Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan?

Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.

Jumat, 4 Februari 2022 – MOTIVASI BERDOA YANG SALAH

Renungan Harian Kita
Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : YAKOBUS 4:1-4

Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dari mana asal pertengkaran di antara anggota keluarga atau saudara seiman?
  2. Apakah yang menyebabkan doa kita tidak dijawab?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yakobus 4:3  Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Saudara, seseorang bisa berdoa dan permohonan dalam doanya itu sepenuhnya hanya untuk memuaskan dirinya sendiri.

Misalnya seorang pegawai berdoa untuk dipromosikan dalam pekerjaannya, supaya dia bisa memamerkan kehebatannya kepada keluarganya, tetangganya…. Motif doa yang salah, itu yang sering menyebabkan doa tidak dijawab.

Saudara, karena kita adalah orang percaya, maka Tuhan ingin agar Dia saja yang ditinggikan dan dimuliakan melalui hidup kita.

Jadi Ketika kita menaikkan permohonan doa, dan motif doa kita  supaya kita bisa memamerkannya kepada sesama, setelah doa kita terjawab.

Itu artinya kita sedang berniat untuk memuliakan diri sendiri.

Jadi sangat penting bagi kita untuk memeriksa motif kita dalam berdoa.

Motif yang benar akan memimpin kita untuk tidak ragu dan akhirnya kita memiliki iman, bahwa apa yang kita doakan itu akan Tuhan jawab.

Motif yang benar juga akan menolong kita menjalani proses yang benar.

Misalnya, kita berdoa agar bisnis kita bisa menghasilkan keuntungan yang besar, agar dengan keuntungan tersebut kita bisa menyalurkan kepada banyak orang yang membutuhkan.

Maka kita akan berupaya untuk menjalankan bisnis dengan benar.

Dengan tujuan agar Tuhan dipermuliakan melalui keberhasilan bisnis kita.

Sehingga dalam prosesnya, sekali pun bisnis belum menghasilkan keuntungan yang besar, tetapi kita setia dengan memberikan persepuluhan dari pendapatan kita.

Hingga akhirnya Tuhan memberkati kita dengan keberhasilan, dan nama Tuhan dimuliakan.

This image has an empty alt attribute; its file name is D4.png

Saudara, Tuhan adalah Bapa yang sangat mengasihi kita umat tebusan-Nya.

Bapa yang ingin melihat anaknya bertumbuh semakin dewasa, Dia juga Bapa yang mendengar doa dan permohonan kita.

Sehingga, selama motif atau alasan dan tujuan kita memohon sesuatu adalah untuk memuliakan nama-Nya.

Maka akan mudah bagi kita untuk percaya, bahwa doa kita akan Tuhan jawab.

Kamis, 3 Februari 2022 – MENDUA HATI

Renungan Harian Kita
Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : YAKOBUS 1:6-8

Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Diibaratkan apakah orang yang berdoa meminta sesuatu kepada Tuhan, tetapi tidak dengan iman?
  2. Apakah doa tanpa iman akan memperoleh jawaban Tuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Berdoa umumnya adalah hal yang paling awal diajarkan kepada umat percaya.

Dan tentu saja ini benar dan sangat penting diajarkan kepada mereka yang baru percaya kepada Tuhan.

Tergantung dari kehidupan orang tersebut sebelum dia dilahirkan kembali.

Kalau sebelumnya dia dibesarkan di lingkungan Kristen, maka berdoa bukan lagi hal yang asing karena itu termasuk aktivitas agamawi yang biasa dilakukan.

Terlalu biasa dilakukan, bahkan orang kadang tidak peduli apakah doanya dijawab Tuhan atau tidak.

Setelah kita menjadi umat percaya, penting untuk kita memahami bahwa doa itu bersifat dua arah.

Doa bukan monolog, tetapi dialog, ya kita berkata-kata kepada Tuhan dan kita mendengar apa yang Tuhan katakan kepada kita.

Tentu yang dimaksud tidak harus kita mendengar secara verbal Tuhan berbicara kepada kita, tetapi kita mendengar melalui Roh Kudus yang berbicara dalam hati, memberikan kesan, arahan, pimpinan, konfirmasi atau teguran.

Ya, Roh Kudus juga bisa menegur kita kalau apa yang kita doakan itu semata-mata untuk memuaskan hawa nafsu kita.

Dalam doa permohonan, maka unsur yang penting adalah : iman. Iman adalah tahapan lanjut setelah kita percaya Allah mampu melakukan.

Dengan iman, kita percaya bahwa Allah bukan sekedar mampu, tetapi akan menjawab permohonan kita.

Iman, adalah percaya tanpa keraguan. Iman adalah percaya tanpa mendua hati. Iman adalah percaya tanpa kebimbangan.

Yakobus 1:6  Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

Iman dapat kita latih dengan belajar mendengar suara Roh Kudus.

Kemampuan mendengar suara Roh, akan semakin peka, jika kita terbiasa memiliki hubungan pribadi yang intim atau erat dengan Roh Kudus.

Hubungan yang intim dengan Roh Kudus akan terbentuk, jika kita biasa atau membiasakan diri untuk melatihnya setiap hari dalam doa dan penyembahan yang menyertai waktu teduh kita bersama dengan Tuhan.

This image has an empty alt attribute; its file name is D4.png

Saudara, memiliki kehidupan iman yang berkelanjutan bukan hal yang datang tiba-tiba.

Itu perlu diupayakan dengan konsisten.

Membangun hubungan pribadi yang erat dengan Tuhan melalui waktu teduh pribadi adalah salah satu hal yang akan membantumu dalam memiliki kehidupan kekristenan yang sejati.

Rabu, 2 Februari 2022 – KURANG PERCAYA

Renungan Harian Kita
Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : MATIUS 17:14-21

Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Keluhan apa yang diucapkan ayah anak yang sakit itu kepada Yesus?
  2. Teguran seperti apa yang Yesus ucapkan kepada sang ayah yang mengeluh?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Matius 26:41  Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.

Kata ”daging” dalam bahasa Yunani adalah ”sarx” yang artinya tubuh atau badan manusia atau hewan.

Tetapi ”daging” juga memiliki makna yang berbeda, ini seperti yang ditulis oleh Rasul Paulus: Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia (that is, in my flesh-KJV), tidak ada sesuatu yang baik.

Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik (Roma 7:18)

Setelah kita menerima Kristus, maka kita dilahirkan kembali menjadi ciptaan yang baru.

Roh kita menjadi baru, kita (roh kita) menjadi bait Roh Kudus.

Tetapi tubuh kita secara fisik, tentu tidak berganti baru, kelak dalam kekekalan kita akan memiliki tubuh yang baru.

Dengan demikian yang dimaksud flesh atau daging dalam Roma 7:18 dan Matius 26:41, adalah sifat-sifat kedagingan dari manusia lama, yang tidak secara otomatis berubah.

Melihat contoh di Alkitab, Petrus yang sekian lama mengikut Yesus tetapi menyangkal Yesus.

Setelah Roh Kudus dicurahkan dan Petrus kemudian menjadi manusia yang berbeda, menjadi seorang yang penuh iman dan berani bertindak dalam kebenaran.

Paulus setelah mengenal Yesus, terjadi perubahan dahsyat dalam kehidupannya, dari seorang penentang Kristus menjadi seorang pengikut Yesus yang setia dan militan.

Tokoh-tokoh Alkitab yang lain, ada yang mengalami perubahan karakter yang sangat cepat, dan ada juga yang lebih lambat.

Prinsip kebenaran dalam Firman Allah adalah sama bagi setiap orang percaya, tetapi respon orang percaya adalah berbeda.

Ketika mengetahui kebenaran, ada yang merespon dengan haus dan lapar, dengan antusias dan melakukannya dengan setia.

Maka buah rohani, buah Roh Kudus dengan cepat mengubah karakternya yang lama menjadi karakter atau sifat yang semakin menyerupai Kristus.

Tetapi ada orang yang lebih lambat, atau bahkan sangat lambat berubah….

This image has an empty alt attribute; its file name is D4.png

Saudara, andalkan Tuhan dalam segenap langkahmu.

Kesulitan dalam belajar di sekolah, kesulitan dan hambatan dalam bisnis atau pekerjaan.

Belajar beriman, dengan menaruh harapan hanya kepada Tuhan.

Hadapi kesulitan dengan iman dan pengharapan kepada pertolongan Allah saja.

Selasa, 1 Februari 2022 – DAGING YANG LEMAH

Renungan Harian Kita
Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : MATIUS 26:37-43

Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapa saja murid Tuhan Yesus yang bersama-Nya di taman Getsemani?
  2. Apa yang Yesus minta kepada para murid-Nya?
  3. Lalu apa yang dilakukan para murid?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Matius 26:41  Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.

Kata ”daging” dalam bahasa Yunani adalah ”sarx” yang artinya tubuh atau badan manusia atau hewan.

Tetapi ”daging” juga memiliki makna yang berbeda, ini seperti yang ditulis oleh Rasul Paulus: Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia (that is, in my flesh-KJV), tidak ada sesuatu yang baik.

Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik (Roma 7:18)

Setelah kita menerima Kristus, maka kita dilahirkan kembali menjadi ciptaan yang baru.

Roh kita menjadi baru, kita (roh kita) menjadi bait Roh Kudus.

Tetapi tubuh kita secara fisik, tentu tidak berganti baru, kelak dalam kekekalan kita akan memiliki tubuh yang baru.

Dengan demikian yang dimaksud flesh atau daging dalam Roma 7:18 dan Matius 26:41, adalah sifat-sifat kedagingan dari manusia lama, yang tidak secara otomatis berubah.

Melihat contoh di Alkitab, Petrus yang sekian lama mengikut Yesus tetapi menyangkal Yesus.

Setelah Roh Kudus dicurahkan dan Petrus kemudian menjadi manusia yang berbeda, menjadi seorang yang penuh iman dan berani bertindak dalam kebenaran.

Paulus setelah mengenal Yesus, terjadi perubahan dahsyat dalam kehidupannya, dari seorang penentang Kristus menjadi seorang pengikut Yesus yang setia dan militan.

Tokoh-tokoh Alkitab yang lain, ada yang mengalami perubahan karakter yang sangat cepat, dan ada juga yang lebih lambat.

Prinsip kebenaran dalam Firman Allah adalah sama bagi setiap orang percaya, tetapi respon orang percaya adalah berbeda.

Ketika mengetahui kebenaran, ada yang merespon dengan haus dan lapar, dengan antusias dan melakukannya dengan setia.

Maka buah rohani, buah Roh Kudus dengan cepat mengubah karakternya yang lama menjadi karakter atau sifat yang semakin menyerupai Kristus.

Tetapi ada orang yang lebih lambat, atau bahkan sangat lambat berubah….

This image has an empty alt attribute; its file name is D4.png

Saudara, apakah engkau termasuk orang yang haus dan lapar untuk mengetahui kebenaran dan dengan giat menerapkannya dalam hidupmu, setelah engkau mengetahuinya.

Ataukah engkau yang kerap menunda untuk melakukan, sekalipun kebenaran Alkitab sudah jelas kau ketahui?

Senin, 31 Januari 2022 – SARANG PENYAMUN DI RUMAH YANG ATASNYA NAMA TUHAN DISEBUT

Renungan Harian Kita
Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : YEREMIA 7:9-11

Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dilakukan oleh bangsa Israel sebelum datang ke baitNya?
  2. Bagaimana Allah mempertanyakan bangsa Israel tentang sikap mereka terhadap baitNya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Nabi Yeremia hidup di masa pemerintahan raja Yosia sampai bait Allah dihancurkan dan kemudian orang Yahudi dibuang ke Babilonia.

Ia melihat dan mengalami secara langsung pemberontakan bangsa Israel terhadap hukum-hukum Allah.

Walaupun jelas-jelas Yeremia menyampaikan pesan Allah, memperingatkan dan mengarahkan namun tetap saja bangsa Israel tidak taat.

Mereka meminta petunjuk Tuhan, tapi pada saat yang sama mereka tidak mau menaatiNya.

Banyak di antara kita yang membaca kisah perjalanan bangsa Israel bertanya-tanya dan bahkan tidak sedikit di antara kita yang menghakimi mereka dengan berpikir betapa bebalnya bangsa Israel, sudah diperingatkan begitu jelas tapi tetap saja tidak taat.

Tapi mari kita merenungkan, seandainya kita hidup di zaman tersebut apakah sikap kita akan berbeda?

Saudaraku, bangsa Israel tidaklah meninggalkan Tuhan sepenuhnya, namun mereka MENDUAKAN Tuhan.

Mereka membakar korban kepada Baal sekaligus tetap datang ke bait Suci.

Mereka mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, sekaligus mempersembahkan korban bakaran kepada Allah.

Mereka menanyakan petunjuk Tuhan kepada nabi, sekaligus tidak taat.

Nampaknya tindakan ini dapat dirangkum dengan satu kata, yaitu PENYAMUN.

Mereka yang menduakan Tuhan adalah penyamun, dan ketika mereka berkumpul di bait Allah maka mereka menjadikannya sarang penyamun.

Betapa sebuah tindakan tidak hormat yang luar biasa ketika tempat yang begitu  kudus dijadikan sarang penyamun.

Menduakan Tuhan adalah tindakan yang terjadi dari masa lalu sampai sekarang.

Bukankah tidak sedikit di antara orang percaya yang beribadah sambil membawa sakit hati?

Atau yang berdoa meminta petunjuk Tuhan tapi tidak mau taat juga?

Saudaraku, Roh Allah tinggal dalam kita.

Maukah saudara menjadikan hidupmu tempat yang kudus seperti seharusnya?

This image has an empty alt attribute; its file name is D4.png

Apakah masih ada sikap menduakan Allah dalam hidup saudara?

Mari akui dan bertobat!