Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Matius 24:14.
Coba sebutkan hal-hal yang terjadi dan dialami oleh dunia ini pada hari-hari terakhir?
Apakah yang harus disampaikan kepada dunia ini agar mereka dapat diselamatkan dan dunia ini dapat diubahkan?
Siapakah yang dapat diselamatkan pada masa kekacauan di akhir zaman ini? Mengapa?
Firman Tuhan telah menuliskan bahwa pada akhir zaman, kasih kebanyakan orang menjadi berkurang karena kedurhakaan terjadi di mana-mana sehingga banyak orang menjadi murtad, saling menyerahkan dan saling membenci, munculnya nabi-nabi palsu yang menyesatkan banyak orang, dan bagi kita yang percaya kepada Tuhan akan mengalami penyiksaan, akan dibenci dan akan dibunuh karena iman kita kepada-Nya.
Keadaan dunia ini semakin kacau karena iblis mencoba untuk menguasai dunia ini dan mencoba untuk memanifestasikan dirinya lewat manusia sehingga manusia mencintai diri sendiri, menjadi hamba uang, membual dan menyombongkan diri, suka memfitnah, memberontak terhadap orangtua, tidak tahu berterimakasih dan tidak mempedulikan agama, bahkan tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang dan tidak dapat mengekang diri, garang dan tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menurut Allah.
Namun Tuhan telah berjanji bahwa bumi ini akan penuh dengan kemuliaan-Nya.
”Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.” (Habakuk 2:14).
“Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”(Yesaya 6:3).
”Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.” (Yesaya 11:9).
Dan jawaban agar bumi penuh kemuliaan-Nya adalah Injil Kerajaan Allah, itulah sebabnya Injil Kerajaan Allah harus diberitakan ke seluruh dunia agar bangsa-bangsa penuh dengan pengenalan akan Tuhan.
Dan hal inilah yang menjadi pekerjaan dan tugas kita dari Bapa surgawi.
Diskusikan dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengupayakan Injil Kerajaan Allah diberitakan ke seluruh dunia!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah I Korintus 15:3.
Apakah yang dialami oleh setiap orang yang percaya dan menerima Injil yang adalah Kabar Baik?
Menurut saudara mengapa Injil disebutkan sebagai Kabar Baik?
Tentang siapakah Kabar Baik di dalam Injil tersebut?
Sikap apakah yang harus dibangun terhadap Injil yang kita dengar agar tidak menjadi sia-sia kepercayaan setiap orang kepada-Nya?
Injil adalah Kabar Baik dari Allah untuk dunia ini supaya manusia yang berdosa tidak mengalami maut.
Dosa telah membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah dan akibatnya menjadikan manusia menuju maut.
”Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” (Roma 6:23).
Dan Kabar Baiknya adalah bahwa Allah sangat mengasihi kita melalui Anak-Nya Yesus Kristus yang telah ditetapkan oleh Allah untuk menanggung semua dosa dan kelemahan manusia sehingga manusia dapat diselamatkan.
”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).
”Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” (Roma 3:24).
”Tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23b).
Kabar baik itu adalah tentang Yesus dan karya-Nya bagi seluruh umat manusia.
”Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.” (Roma 3:25-26).
Yesus telah menebus kita dari maut dengan cara mengampuni dosa-dosa kita, juga membebaskan manusia dari kuasa si jahat, dari kelemahan dan sakit penyakit serta kutuk-kutuk, sehingga manusia dapat diselamatkan.
Itulah sebabnya dikatakan bahwa Kabar Baik adalah berita tentang Yesus.
”Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.” (Matius 4:24).
Diskusikanlah di dalam komunitas saudara apa yang saudara alami setelah menerima Kabar Baik yaitu tentang Yesus dan komitmen saudara unutk menceritakan nama itu!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Roma 1:16.
Menurut saudara mengapa Paulus merasa berhutang terhadap orang Yunani maupun orang bukan Yunani juga orang terpelajar maupun bukan orang terpelajar?
Apakah upaya Rasul Paulus untuk membayar hutang tersebut?
Keyakinan apakah yang dimiliki oleh Rasul Paulus terhadap Injil yang dapat membayar hutangnya?
Rasul Paulus merasa berhutang terhadap orang Yunani maupun orang bukan Yunani juga orang terpelajar dan bukan orang terpelajar.
Hal tersebut terjadi karena semua suku dan golongan manusia harus mendengarkan Injil karena Injil-lah yang dapat menyelamatkan setiap orang.
”Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.”(Roma 10:1-3).
Dasar keyakinan yang benar yang dimiliki oleh Rasul Paulus bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya dan kebenaran Allah itu akan dapat memimpin setiap orang yang percaya untuk diselamatkan, siapapun dan apapun latar belakang mereka.
Dan karena dasar keyakinan itulah maka Injil harus diberitakan.
Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan karena Injil adalah merupakan karya Yesus melalui kematian-Nya dan kebangkitan-Nya untuk menebus manusia dari kuasa dosa dan kuasa si jahat serta kuasa maut.
Sehingga setiap orang yang percaya dan menerima karya Yesus, maka mereka dapat diselamatkan.
Tuhan ingin upaya Rasul Paulus agar Injil dapat diberitakan bagi setiap orang adalah merupakan upaya kita juga yaitu dengan cara berdoa bagi setiap orang supaya hati mereka terbuka terhadap Injil dan kemudian kita memberitakan Injil agar mereka dapat mendengar, percaya dan menerima Injil dan diselamatkan, sehingga kita pun tidak berhutang kepada setiap orang yang belum mendengarkan Kabar Baik melalui Injil.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara tentang keyakinan di dalam Injil sehingga membuat saudara digerakkan untuk memberitakan Injil tersebut!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah maksud seperti untuk Tuhan?
Apakah bedanya bekerja seperti untuk Tuhan dengan bekerja untuk mencari uang?
Mengapa kita harus mengerjakan segala sesuatu seperti untuk Tuhan?
Pada masa gereja mula-mula sekitar abad pertama perbudakan adalah hal yang lumrah.
Kekayaan seseorang ditunjukkan dari budak-budak yang dimilikinya.
Budak atau hamba dapat dipastikan tidak memiliki hak untuk upah atas pekerjaan yang dilakukan untuk tuannya.
Bahkan budak dapat saja dibunuh oleh tuannya.
Jadi, budak adalah kasta terendah pada masa itu yang tidak memiliki masa depan.
Dalam jemaat di Kolose ada juga yang statusnya budak.
Bisa jadi budak tersebut bekerja pada tuan yang adalah sesama anak Tuhan.
Rupanya para budak ini merasa setara dengan tuannya sehingga kurang sungguh-sungguh bekerja dan kurang menghormati tuannya.
Secara rohani mereka setara, tetapi secara hukum yang berlaku saat itu, budak sekalipun sudah lahir baru, tetaplah budak.
Sehingga Paulus perlu menasihati mereka.
Dalam KOLOSE 3:22-23 BIS “Saudara-saudara yang menjadi hamba! Dalam segala hal, hendaklah kalian taat kepada tuanmu yang di dunia ini. Janganlah taat kepada mereka hanya pada waktu mereka sedang mengawasi kalian, karena kalian ingin dipuji. Taatilah mereka dengan hati yang ikhlas, karena kalian menghormati Tuhan. Pekerjaan apa saja yang diberikan kepadamu, hendaklah kalian mengerjakannya dengan sepenuh hati, seolah-olah Tuhanlah yang kalian layani, dan bukan hanya manusia.”
Saudara, kita semua ada dalam sistem sosial, di mana kita kadang berperan sebagai bawahan, kadang kala kita berperan sebagai atasan.
Sebagai seorang bawahan, Alkitab mengajarkan kita untuk bersungguh-sungguh bekerja bukan karena ada atasan yang mengawasi dan ingin dipuji atau dipromosikan segera.
Kita sungguh-sungguh bekerja karena Tuhan.
Kita bersungguh-sungguh karena dari Tuhanlah otoritas itu berasal.
Tuhan yang menempatkan pimpinan di atas kita, Dialah yang kita hormati.
Jadi, ada atau tidak ada pengawasan dari atasan, kita patut sungguh-sungguh bekerja.
Lebih tegas lagi Paulus meminta kita bekerja seperti untuk Tuhan.
Jadi, tidak ada alasan bermalas-malasan lagi.
Renungkanlah, apakah kita sudah sungguh-sungguh bekerja/berbisnis/belajar seperti untuk Tuhan?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Bagaimana caranya perkataan Tuhan Yesus diam di antara kita?
Apakah akibat perkataan Tuhan Yesus diam di antara kita?
Mungkinkah kita mengucap syukur senantiasa?
Surat Paulus kepada jemaat di Kolose dilatarbelakangi laporan dari salah satu pemimpin jemaat bernama Epafras.
Saat bertemu Paulus, Epafras melaporkan bahwa di Kolose telah berkembang sebuah ajaran bidat, yang mencampurkan ajaran Kristen, tradisi-tradisi Yahudi dan filsafat kafir.
Oleh karena itu tujuan surat Kolose adalah untuk memberantas ajaran palsu dan mengajarkan sifat sebenarnya dari hidup baru dalam Kristus serta tuntunan hidup orang percaya.
Rasul Paulus memerintahkan supaya perkataan Tuhan Yesus dengan segala kekayaannya diam diantara jemaat Kolose.
Paulus menggunakan kata kerja perintah kini aktif, artinya ini adalah perintah yang harus segera dilaksanakan dan tidak boleh ditunda-tunda.
Ini hal yang sangat penting untuk jemaat di Kolose supaya kuat menghadapi berbagai macam penyesatan.
Firman Tuhan yang berdiam di antara jemaat pada akhirnya memampukan jemaat untuk saling mengajar dan menegur.
Selain itu, jemaat memiliki kemampuan untuk menaikan ucapan syukur sambil menyanyikan mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani Paulus juga menasihatkan jemaat untuk melakukan segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus dan ucapan syukur.
Ucapan syukur adalah bentuk penyerahan diri kepada otoritas atau kehendak Tuhan.
Ketika kita melakukan sesuatu dalam nama Tuhan Yesus, apapun hasilnya tidak menjadi penghalang untuk mengucap syukur, karena kita tahu bahwa Tuhan pasti melakukan yang terbaik untuk anak-anak-Nya.
Mengucap syukur juga adalah bentuk iman bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala hal dalam kehidupan kita.
Ucapan syukur juga adalah bagian dari penyembahan kita dan bukti pengenalan akan Tuhan.
Semakin kita mengenal Allah, semakin limpah ucapan syukur kita.
Marilah kita terus belajar mengenal Allah, niscaya ucapan syukur mengalir dari lidah kita.
Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana supaya dapat bersyukur senantiasa.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang dimaksud dengan hidup / manusia baru?
Apakah yang dilakukan Allah supaya kita semakin memanifestasikan Kristus?
Apakah tujuan pembaruan yang dilakukan Allah?
Kalian sekarang sudah diberi hidup yang baru.
Kalian adalah manusia baru, yang sedang diperbarui terus-menerus oleh Penciptanya, yaitu Allah, menurut rupa-Nya sendiri.
Maksudnya ialah supaya kalian mengenal Allah dengan sempurna.
Kolose 3:10 BIS.
Setiap orang yang percaya kepada karya Salib Kristus, dilahirbarukan oleh Allah.
Kita diberikan hidup yang baru, benar-benar baru. Kata baru memiliki arti sebelumnya tidak ada, baru ditemukan.
Bukan hasil renovasi yang lama atau modifikasi manusia lama. Hidup kita benar-benar baru.
Oleh karena itu, sebagai orang yang sudah dilahirbarukan, kita juga disebut ciptaan baru (2 Korintus 5:17).
Saudara, sebagai ciptaan baru, manusia yang benar-benar baru tidak berarti sudah sempurna dalam karakter.
Secara roh kita manusia yang sempurna, tetapi Allah menghendaki hidup kita sempurna secara utuh, termasuk karakter atau gaya hidup.
Oleh karena itu, Allah terus berkarya dengan memperbarui hidup kita setiap hari.
Kita mengalami proses setiap hari supaya karakter Kristus semakin terlihat jelas, baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan.
Ada dua jenis kekudusan.
Pertama kudus sekali selamanya, terjadi pada roh kita.
Tetapi juga ada kekudusan progresif, di mana hidup kita (perbuatan) semakin hari semakin kudus.
Semakin hari semakin memancarkan karakter Kristus.
Proses pengudusan secara progresif, atau proses perubahan karakter menjadi semakin seperti Kristus berkaitan langsung dengan pengenal akan Allah.
Semakin kita mengenal Allah, semakin hidup kita berubah.
Mengenal Allah bukan hanya pengetahuan tentang Allah saja, tetapi juga mengalami perjumpaan dengan Allah.
Kita mengalami perjalanan hidup bersama dengan Allah setiap hari.
Henokh adalah contoh.
Dia setiap hari berjalan bersama Allah.
Dia mendedikasikan hari-hari hidupnya hanya untuk Allah.
Henokh pada akhirnya dimuliakan Allah.
Dia diangkat ke surga tanpa mengalami proses kematian seperti manusia umumnya.
Sebagai manusia baru, ijinkan Tuhan membarui hidup kita setiap hari.
Taati tuntunannya.
Hidup kita semakin memancarkan karakter Kristus.
Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana mengikuti proses pembaruan yang dilakukan Tuhan.