Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Mengapa kita dinasihati agar tidak mudah percaya akan setiap roh?
Bagaimana kita bisa mengenal Roh Allah?
Bagaimana kita bisa mengalahkan nabi-nabi palsu?
Firman Tuhan memperingatkan kita agar menguji setiap roh sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
Beberapa waktu lalu kita dikagetkan oleh berita di Kenya, bagaimana seorang pendeta mengajarkan pengikutnya untuk mati kelaparan demi bertemu Yesus.
Korbannya mencapai lebih dari 100 orang dan terus bertambah.
Sepanjang zaman kisah-kisah aliran sesat mewarnai gereja.
Mungkin kita heran bagaimana mungkin ada orang yang mau menjadi pengikutnya bahkan memberi diri untuk mempraktekkan ajarannya yang tidak masuk akal.
Namun kenyataannya, banyak pengikut adalah orang-orang yang pintar dan punya kekayaan.
Mereka bukan orang-orang yang tidak berpendidikan.
Hal ini sepatutnya membuat kita waspada dan bertanya-tanya bagaimana agar kita tidak ikut tersesat.
Tidak semua nabi palsu dengan ajaran sesatnya terlihat jelas, beberapa tampak sangat “masuk akal” dan menjadi jebakan yang berbahaya.
Contohnya ajaran tentang kemakmuran atau gerakan LGTBQ yang hari-hari ini sangat populer di seluruh dunia.
Ada banyak gereja yang sangat terbuka dan mau menikahkan sesame gender dengan alasan “Kasih dan toleransi”.
Yohanes mengingatkan kita bahwa kita berasal dari Roh Allah dan Roh yang ada dalam kita lebih besar dari roh yang ada dalam dunia.
Pertanyaannya adalah apakah kita menyadari hal tersebut dan mengenali suaraNya yang tinggal dalam kita?
Ataukah kita lebih sering mengabaikan suara Roh Kudus dan memilih jalan kita sendiri?
Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan seberapa teguh kita dapat berjalan dalam kebenaran dan tidak diombang-ambingkan oleh pengajaran dunia.
“…tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.” (Daniel 11:32).
Jangan sampai kita menjadi umat yang memiliki Roh Allah tapi hidup sama seperti dunia.
Jika kita tidak membaca dan merenungkan firmanNya, kita tentu tidak akan mengenali suaraNya.
Jika kita tidak mengenali suaraNya, respon yang kita berikan pun tidak akan ada bedanya dengan orang yang tidak memiliki Roh Allah.
Jika demikian halnya, sangat mungkin untuk kita bisa tersesat di suatu waktu.
Mari kita menyelidiki hidup kita. “Apakah saya menyadari dan mengenali Roh Allah yang tinggal dalam diri saya?”
Karena ini adalah mujizat terbesar yang bisa dimiliki oleh seorang manusia!
Diskusikanlah renungan hari ini dengan rekan persekutuan saudara. Bagaimana caranya agar saudara bisa terus mengingat dan mengenali Roh Allah dalam diri saudara?
Bacalah Firman Tuhan diatas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Matius 8:32!
Apakah reaksi dari dua orang yang kerasukan setan ketika mereka menemui Yesus?
Apakah yang dilakukan oleh Yesus terhadap setan-setan yang menguasai orang yang kerasukan itu?
Bagaimanakah respon orang-orang yang melihat hal pengusiran setan dari dua orang di Gerasa?
Ketika dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus maka setan yang menguasai dua orang itu berteriak karena setan-setan tersebut merasa bahwa kehadiran Tuhan Yesus mengganggu keberadaan mereka.
Dan ketika Tuhan Yesus menghardik setan-setan tersebut maka mereka keluar dan masuk ke dalam babi-babi dan seluruh kawanan babi itu terjun dan masuk ke dalam danau yang ada di tepi jurang dan matilah babi-babi itu.
Hal itu terjadi karena iblis dan segala keberadaannya tunduk kepada Yesus.
Orang yang dirasuki oleh setan itu menjadi sembuh dan waras serta mengalami keselamatan.
Dan orang yang kerasukan setan tersebut kemudian pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya -Lukas 8:36,39.
Iblis tunduk kepada Tuhan Yesus karena segala kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepada-Nya sehingga Dia dapat mengalahkan iblis.
”Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Matius 28:18).
Dan tentang Yesus itu telah dikatakan bahwa Dia menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis sebab Allah menyertai Dia -Kisah Para Rasul 10:38.
Sama seperti Bapa mengutus dan menyertai Yesus, kita pun disertai dan diberikan kuasa yang sama untuk mengusir roh jahat.
”Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.” (Markus 3:14-15).
Dan sebelum Yesus naik ke sorga, dia berpesan agar kita pergi dan menggunakan kuasa tersebut untuk mengusir setan.
”Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka.” (Markus 16:17).
Dan kuasa itu adalah kuasa nama Yesus.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara menggunakan kuasa nama Yesus untuk mengusir setan-setan.
Bacalah Firman Tuhan diatas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Yeremia 17:7!
Apakah yang dialami oleh orang-orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri?
Seperti apakah mereka disamakan yaitu orang-orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri?
Apakah yang dialami oleh orang-orang yang mengandalkan Tuhan dan seperti apakah mereka dapat disamakan?
Kita sedang berada pada hari-hari terakhir dari kesudahan dunia.
Dan pada hari-hari terakhir ini juga kita masuk pada masa-masa yang sukar, baik secara ekonomi, ketahanan pangan juga iklim dan cuaca yang saling berpengaruh satu dengan yang lain.
Akibatnya orang-orang dipaksa untuk memilih apakah harus mengandalkan Tuhan atau kekuatan sendiri atau dunia ini.
Namun Tuhan telah menyatakan bahwa kita harus mengambil keputusan untuk mengandalkan Tuhan, karena Tuhanlah yang memegang kendali dunia ini dalam segala zaman dan berkuasa atas dunia ini.
”Hanya Engkau adalah TUHAN! Engkau telah menjadikan langit, ya langit segala langit dengan segala bala tentaranya, dan bumi dengan segala yang ada di atasnya, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Engkau memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentara langit sujud menyembah kepada-Mu.” (Nehemia 9:6).
Tuhan berjanji bahwa ketika kita mengandalkan dan menaruh harapan kepada Dia maka kita akan diberkati dan berbahagia.
Dan digambarkan seperti pohon yang tumbuh di tepi sungai, yang akarnya mencapai air, pohon yang tidak takut panas dan tidak kuatir akan musim kering yang panjang.
Daun-daunnya tetap hijau dan terus menerus menghasilkan buah yang baik.
Namun Tuhan juga berfirman bahwa bagi orang-orang yang tidak mengandalkan Tuhan, mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri maka ia seperti semak yang kurus dan kerdil di padang gurun, tanpa harapan untuk masa depan.
Ia tinggal di padang-padang gurun, di gurun tandus yang tidak berpenghuni.
Kita akan mengalami kehidupan yang berkemenangan dan berkelimpahan dalam segala hal dan mengalami perkenanan Tuhan.
”Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.” (Amsal 4:18).
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami berkat dan kebahagiaan dari Tuhan ketika saudara senantiasa mengandalkan Tuhan.
Bacalah Firman Tuhan diatas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahaminya dan secara khusus hafalkanlah 2 Korintus 9:10!
Apa yang Allah lakukan bagi kita ketika kita menabur sesuai dengan prinsip Kerajaan Allah dan untuk kepentingan Kerajaan Allah?
Apakah dampak dari pemberian yang kita lakukan bagi orang-orang kudus dalam pelayanan?
Apakah yang orang-orang kudus lakukan bagi kita yang mau menabur bagi Kerajaan Allah?
Ketika kita menabur bagi Kerajaan Allah maka Allah menyediakan benih untuk kita tabur bahkan melipatgandakan benih tersebut sehingga kita dapat menabur lebih banyak dan menuai lebih banyak lagi, bahkan Tuhan menyediakan roti untuk kita makan saat kita menantikan tuaian dari sebuah taburan yang kia lakukan sehingga kita tidak pernah kekurangan dan meminta-minta.
“Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan.”(Yesaya 55:10).
Dan orang -orang yang menabur dengan pola Kerajaan Allah maka mereka bukan lagi mengalami pemeliharaan Tuhan tetapi mereka memberikan dampak yang besar kepada orang-orang kudus dimana melalui pelayanan mereka orang-orang kudus akan memuliakan Tuhan, membangkitkan syukur mereka kepada Tuhan oleh karena taburan kita kepada mereka.
Bahkan orang-orang kudus senantiasa berdoa kepada Tuhan untuk kepentingan kita.
Jadi bukan hanya kita diberkati tetapi orang-orang lain juga mengalami kebaikan Tuhan dan membangkitkan cinta mereka kepada Tuhan.
Selain itu kita juga diperkaya dalam segala kemurahan hati artinya kita menjadi umat Tuhan yang suka memberi, membantu, menyenangkan dan peduli terhadap orang lain yang merupakan gambaran kehidupan Allah sendiri.
Akibatnya semakin banyak orang-orang yang berjumpa dan mengasihi Tuhan.
Marilah kita melakukannya dengan tidak jemu-jemunya sehingga kita senantiasa mengalami mukjizat kebaikan Tuhan.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana Tuhan menyediakan benih bagi saudara ketika saudara hidup dalam memberi bagi Kerajaan Allah.
Bacalah Firman Tuhan diatas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahaminya dan secara khusus hafalkanlah 2 Korintus 9:7!
Bagaimanakah prinsip Kerajaan Allah tentang menabur dan menuai yang harus kita pahami?
Bagaimanakah sikap hati kita dalam hal memberi?
Terobosan apakah yang kita perlukan dari Tuhan ketika kita memberi sesuai dengan prinsip Kerajaan Allah?
Tuhan ingin agar kita mengalami terobosan dalam hal keuangan dan ekonomi.
Itulah sebabnya Dia mengajar kita untuk memberi atau menabur sesuai dengan prinsip Kerajaan Allah.
Memberi namun tidak berkekurangan tapi berkelimpahan.
”Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin;kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.” (Mazmur 112:9).”Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”(Matius 13:11-12).
Beberapa prinsip dalam hal memberi yang sesuai dengan prinsip Kerajaan Allah adalah:
Kita harus senantiasa menabur dan dalam hal menabur kita harus menabur banyak karena kita akan menuai banyak. Dan ketika kita menabur harus di tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat. ”Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:38).”Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.” (Kejadian 26:12-13).
Kita harus memberi dengan motif dan sikap hati yang benar. Memberi dengan rela hati, tidak karena terpaksa atau dipaksa atau sedih hati tetapi penuh sukacita. ”Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.” (Matius 6:3).
Tuhan ingin agar kita memberi dengan penuh sukacita dan Allah sanggup memenuhi keperluan kita secara berkelimpahan.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana kelimpahan dari Tuhan dicurahkan ketika saudara memberi dengan sukacita.
Bacalah Firman Tuhan diatas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Maleakhi 3:10!
Dalam hal apakah bangsa Israel telah menipu Allah?
Kemanakah seharusnya perpuluhan harus dibawa? Dan apakah tujuannya?
Apakah yang Tuhan lakukan bagi kita jika kita melakukan persepuluhan dengan benar?
Tuhan menegur bangsa Israel karena mereka menipu Allah dalam hal persembahan persepuluhan dan persembahan khusus, sehingga mereka tidak mengalami berkat dari Tuhan.
Dalam terjemahan lain dikatakan bahwa bangsa Israel telah merampok Allah.
Karena sebenarnya persepuluhan dan persembahan khusus tersebut adalah milik Allah.
”Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.” (Imamat 27:30).
Karena persembahan persepuluhan adalah milik Tuhan maka persepuluhan tersebut harus dibawa ke perbendaharaan rumah Tuhan dan bukan untuk yayasan, badan amal, keluarga, tempat bisnis, orang-orang tertentu.
Tujuannya adalah agar di dalam rumah Tuhan persepuluhan dapat dikelola untuk persediaan makanan di dalam rumah Tuhan, salah satunya adalah untuk membalas pekerjaan orang-orang yang bekerja dalam rumah Tuhan.
”Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan.”(Bilangan 18:21), sehingga aktivitas dan kehidupan di dalam rumah Tuhan dapat berjalan dengan baik.
Tuhan berjanji bahwa ketika kita melakukan dengan benar maka Ia akan membukakan tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat secara berlimpah-limpah.
Kita tidak pernah kekurangan dalam segala hal, baik keuangan dan ekonomi, kesehatan termasuk hikmat demi hikmat untuk mengenal jalan-jalan Tuhan.
”TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”(Mazmur 23:1).”Sebab TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini; keempat puluh tahun ini TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, dan engkau tidak kekurangan apa pun.” (Ulangan 2:7).
Bahkan bangsa-bangsa lain akan menyebut kita adalah umat yang penuh bahagia karena kita tinggal dalam perlindungan Tuhan.
Oleh karena itu marilah kita memberikan persembahan persepuluhan dengan setia.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana Allah membuka tingkap langit serta memberkati saudara ketika setia dalam memberikan persepuluhan.