Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong Editor : Ervinna Graceful
Pembacaan Alkitab Hari ini :
ROMA 8:25-30
Bacalah Firman Tuhan diatas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Roma 8:30!
Siapakah yang menolong kita dalam kelemahan-kelemahan kita untuk berdoa dan apakah isi doa dari Roh Kudus melalui kita?
Menurut saudara apakah tujuan dari Roh Kudus menolong kita untuk berdoa?
Apakah rencana Allah bagi orang-orang kudusNya?
Tuhan sedang membangkitkan umat-Nya yaitu gereja-Nya untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya di muka bumi.
“Tongkat kekuatanmu akan diulurkan Tuhan dari Sion: memerintahlah diatas musuhmu! Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.”(Mazmur 110:2-3).
Itulah sebabnya Tuhan memilih kita untuk mewujudkannya dengan cara memanggil dan memilih kita dari antara suku-suku bangsa melalui Kristus Yesus.
“Sebab didalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat dihadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,”(Efesus 1:4-5).
Gereja yang dimaksudkan oleh Tuhan adalah gereja yang memiliki pikiran dan perasaan Kristus serta memiliki tujuan dan hati dari Yesus.
Itulah sebabnya, Roh Kudus memiliki peranan penting dalam hidup kita agar menolong kita serta membawa kita untuk mengalami keserupaan dengan Yesus, sehingga digenapilah Roma 8:29 : “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu menjadi yang sulung diantara banyak saudara.”
Oleh sebab itu, kita harus meresponi panggilan Tuhan dengan menaklukkan keinginan dan tujuan hidup kita kepada Dia sehingga kita bukan saja masuk dalam panggilan-Nya tetapi juga menjadi orang-orang yang dipilih oleh Dia untuk masuk lebih dalam pada rencana-Nya yang pada akhirnya akan dimuliakan oleh Tuhan.
“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”(Roma 8:30).
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana proses panggilan, dibenarkan, dimuliakan oleh Tuhan dapat saudara alami dengan penuh kemenangan!
SELURUH MAHLUK MENANTIKAN SAAT ANAK-ANAK ALLAH DINYATAKAN
Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson Editor : Ervinna Graceful
Pembacaan Alkitab Hari ini :
ROMA 8:19-24
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Mengapa segala makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan?
Apakah maksudnya anak-anak Allah dinyatakan?
Kapan saat anak-anak Allah dinyatakan?
Roma pasal 8 secara garis besar membahas hubungan orang percaya dengan Roh Kudus, di mana Roh Kudus memberikan jaminan kemenangan dalam kehidupan anak-anak Tuhan.
Tema-tema dalam pasal 8 mencakup :
1. Kemerdekaan orang percaya dalam Kristus (1-11),
2. Tanggung jawab orang percaya dalam Kristus, dilarang hidup dalam daging (12-17),
3. Tanggung jawab orang percaya dalam Kristus, orang percaya sanggup bertahan dalam penderitaan (18-30).
4. Perlindungan orang percaya dalam Kristus (31-34), dan
5. Tidak ada penderitaan yang sanggup memisahkan orang percaya dari kasih Kristus (35-39).
Orang percaya sanggup bertahan dalam penderitaan apabila memandang kemuliaan yang disediakan Tuhan.
Prinsipnya sangat jelas, penderitaan mendahului kemuliaan.
Roma 8:18 : “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita”.
Demikian juga para tokoh iman dalam perjanjian lama, mereka bertahan dalam penderitaan, bahkan sekalipun mereka tidak memperoleh apa yang dijanjikan, karena melihat kemuliaan yang tersedia di masa yang akan datang.
Allah menjanjikan bahwa akan datang masanya anak-anak Allah dinyatakan (dimanifestasikan/ disingkapkan).
Ini seperti sebuah mahakarya patung yang akan dipamerkan, sebelum dipamerkan mahakarya patung ini ditutupi / diselubungi kain.
Saat pameran dimulai, maka selubung itu disingkapkan.
Saat ini kemuliaan itu masih tertutup kemah yang berasal dari dunia ini, saat kedatangan Tuhan Yesus, maka kemah itu akan digantikan dengan tubuh kemuliaan.
Seluruh ciptaan sedang menunggu penyingkapan mereka pada kedatangan Kristus, karena mereka terhubung dengan Kristus, satu dengan Dia, dan akan dimuliakan dengan Dia pada saat kedatangan-Nya.
Renungkanlah, apakah saudara sedang mengalami penderitaan karena nama-Nya, pandanglah kepada kemuliaan yang dijanjikan-Nya.
Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson Editor : Ervinna Graceful
Pembacaan Alkitab Hari ini :
1 TESALONIKA 5:16-22
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah perintah Paulus kepada jemaat di Tesalonika?
Apakah alasan untuk tetap berdoa tanpa putus?
Apakah maksud berdoa tanpa putus?
Saudara, jemaat di Tesalonika dirintis oleh Rasul Paulus.
Rasul Paulus tidak bisa tinggal lama di Tesalonika, seperti ketika dia merintis jemaat di Efesus.
Hal tersebut terjadi karena adanya penganiayaan yang bertujuan untuk menghentikan pelayanan Paulus.
Namun demikian jemaat Tesalonika menjadi jemaat yang kuat.
1 Tesalonika 1:60-7 “ Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus, sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya”.
Bahkan jemaat Tesalonika, sekalipun sangat miskin karena penganiayaan, berpartisipasi dalam pelayanan kasih, memberi bantuan kepada jemaat di Yerusalem yang sedang menderita.
Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Tesalonika untuk mengajarkan banyak hal yang tidak sempat diajarkan saat Paulus tinggal sesaat di Tesalonika.
Salah satu bagian dari surat itu adalah instruksi untuk bersukacita senantiasa dan tetaplah berdoa.
Dua ayat terpendek dalam Alkitab ini adalah bagian dari instruksi Paulus untuk segera dilaksanakan.
Jemaat yang sedang berada dalam aniaya diperintahkan Paulus untuk bersukacita senantiasa.
Ini jenis sukacita yang berbeda dengan sukacita dari dunia.
Ini adalah sukacita yang dikerjakan Roh Kudus (buah Roh).
Mereka teraniaya dan sangat miskin, tetapi sukacita mereka melimpah; 2 Korintus 8:2 “Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan”.
Berdoa tanpa henti adalah perintah Paulus berikutnya setelah sukacita.
Berdoa tanpa henti bukan berarti sepanjang waktu kita berdoa, tetapi ketergantungan kepada Allah senantiasa.
Sama seperti ranting yang menempel pada pokok anggur, demikian kita harus bergantung kepada Allah senantiasa.
Apalagi jemaat di Tesalonika yang nyawanya selalu terancam, perintah Paulus untuk berdoa mendorong jemaat bergantung kepada perlindungan Tuhan.
Berdoa tanpa henti, adalah sikap hati yang terus berpaut kepada Allah melalui Roh Kudus dan menyediakan diri untuk terus dipimpin oleh Roh Kudus.
Berdoa tanpa henti, berarti kesediaan untuk mengungkapkan isi hati kita kepada Tuhan dan bergaul intim, entah kita ada di kamar doa, di Gedung gereja, di perjalanan, di sekolah atau kantor.
Di mana saja kita berada, kita terus bergaul dengan Allah.
Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana supaya mengalami hidup yang bergaul intim dengan Tuhan.
Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson Editor : Ervinna Graceful
Pembacaan Alkitab Hari ini :
KISAH PARA RASUL 2:1-4
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang dimaksud hari raya Pentakosta?
Mengapa Roh Kudus dicurahkan ada hari raya Pentakosta?
Apakah yang terjadi saat roh Kudus dicurahkan?
Saudara, hari pentakosta dalam Perjanjian Baru sering disebut hari pencurahan Roh Kudus, terjadi tepat lima puluh hari setelah kebangkitan Yesus.
Sedangkan dalam Perjanjian Lama, bangsa Israel menyebut pentakosta sebagai hari pengucapan syukur atas pembebasan dari perbudakan Mesir bagi umat Israel.
Pentakosta perjanjian lama adalah tipologi dari pentakosta Perjanjian Baru.
Apakah kebetulan?
Tentu saja tidak, semua terencana dengan baik.
Pencurahan Roh Kudus yang bersamaan dengan hari raya pentakosta Yahudi, karena Tuhan ingin orang Yahudi dari berbagai bangsa.
Pertama, mengetahui mereka dapat mengalami pembebasan dari penjajahan dosa dan maut melalui Tuhan Yesus Kristus.
Kedua, Tuhan memakai mereka untuk pergi ke berbagai bangsa membawa berita injil. (ayat 5 : “Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit).
Saudara, saat Roh Kudus dicurahkan, murid-murid mengalami perubahan hidup yang luar biasa, dipenuhi kuasa dan keberanian untuk memberitakan Injil.
Kotbah Petrus dipakai Tuhan untuk menyelamatkan 3000 jiwa sekaligus.
Inilah permulaan terbentuknya Jemaat Tuhan.
Tanpa panitia, tanpa dana, tanpa Gedung, tanpa sound system, tanpa flyer, revival terjadi saat Roh Kudus tercurah.
Di antara jemaat yang baru ini ada yang datang dari berbagai bangsa-bangsa, Kisah Para Rasul 2:9-10 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma.
Mereka inilah yang nantinya pergi ke berbagai bangsa membawa Injil.
Saudara, Roh Kudus yang sama, yang membuat murid-murid dipenuhi kuasa dan keberanian, Roh Kudus yang mempertobatkan 3000 orang, Roh Kudus itu juga yang disediakan bagi kita semua yang dipanggil-Nya.
Roh Kudus dijanjikan Oleh Tuhan Yesus untuk menyertai kita dengan kuasa-Nya.
Oleh karena itu, jangan lewatkan satu hari pun tanpa engkau meminta dipenuhi Roh Kudus.
Peristiwa pentakosta adalah awal dari pekerjaan Roh Kudus di bumi, bagian kita adalah terus hidup dipenuhi Roh Kudus.
Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana memberikan diri untuk selalu dipenuhi Roh Kudus.
Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson Editor : Ervinna Graceful
Pembacaan Alkitab Hari ini :
MAZMUR 24:3-6
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan?
Mengapa hanya orang-orang yang kudus bisa naik?
Apakah yang akan diterima orang-orang yang naik ke gunung Tuhan (berdoa)?
Gunung Tuhan atau tempat kudus Tuhan yang digambarkan dengan indah oleh pemazmur Daud, menggambarkan takhta kasih karunia Allah dalam Perjanjian Baru (bdk. Ibrani 6:14).
Hanya orang-orang kudus yang dapat menghampiri takhta kasih karunia Allah (ayat 4 : “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu”).
Saudara, kita semuanya sudah dikuduskan satu kali untuk selamanya (Ibrani 10:10), sehingga kita dapat menghadap takhta kasih karunia Allah.
Kekudusan dimaksud adalah status rohani, namun Kekudusan secara status rohani tersebut juga harus terlihat dalam kehidupan kita.
Semakin hari hidup kita (perbuatan) semakin kudus, itu yang disebut kekudusan progresif, bertumbuh dalam kekudusan.
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Ibrani 4:16.
Sekarang kita dapat menghadap takhta kasih karunia, karena status kita kudus.
Namun kita perlu menambahkan kekudusan perbuatan, karena kita harus menghadap takhta kasih karunia dengan penuh keberanian.
Hanya orang-orang yang menjaga kelakuannya bersih memiliki “keberanian”.
Sebab mereka yang kelakuannya bersih tidak ada tuduhan dari hati nuraninya, mereka berani untuk percaya, seperti dicatat dalam 1 Yohanes 3:21 : “Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah”.
Orang-orang yang tidak menjaga kelakuannya bersih, akan kesulitan menghadap takhta kasih karunia karena bergumul dengan tuduhan hati Nurani dan setan, sekalipun di hadapan Tuhan dia tetap layak.
Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana membangun keberanian percaya menghadap takhta kasih karunia Allah.
Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson Editor : Ervinna Graceful
Pembacaan Alkitab Hari ini :
LUKAS 18:1-7
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah tujuan Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang hakim yang lalim dan janda yang terus memohon?
Kalau hakim yang lalim terpaksa membantu perkara seorang janda, apakah Allah juga seperti itu?
Mengapa kita harus tekun berdoa?
Saudara, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan yang kontras (ekstrim), yaitu membandingkan tanggapan seorang hakim yang lalim dengan tanggapan Bapa di surga.
Tanggapan atas permohonan yang tidak putus-putusnya.
Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan tersebut untuk mengajarkan orang-orang yang mengikuti-Nya untuk selalu berdoa dan tidak berputus asa menunggu jawaban doa.
Hakim yang lalim mengabulkan permintaan janda untuk membela perkaranya, bukan karena belas kasihan, tetapi karena tidak tahan dengan “gangguan” si janda.
Sebaliknya Allah menjawab doa orang-orang yang terus berseru kepada-Nya karena belas kasihan.
Setelah perumpamaan Hakim dan Janda, Tuhan Yesus melanjutkan dengan perumpamaan doa seorang farisi dan pemungut cukai.
Orang Farisi berdoa dengan menyodorkan ketaatan melakukan ritual-ritual ibadah, sedang pemungut cukai berdoa dengan kesadaran sebagai orang berdosa yang membutuhkan belas kasihan.
Tuhan membenarkan pemungut cukai.
Saudara, Ketika kita berdoa kepada Tuhan, datanglah dengan membawa “korban” darah Yesus, bukan perbuatan-perbuatan baik kita.
Berdoalah dengan tekun, sekalipun berdasarkan fakta yang kita lihat, Tuhan belum menjawab.
Jangan berputus asa, sebab Tuhan tidak mungkin menutup telinga kepada doa-doa kita.
Kalau belum terjawab, mungkin Tuhan sedang memproses kita.
Atau Tuhan sudah menjawab, tetapi dengan cara yang tidak kita sadari.
Kalaupun sepertinya tidak terjawab, percayalah bahwa itu sudah dijawab Tuhan.
Teladani Abraham, dan para tokoh Alkitab, mereka tidak melihat semua janji Tuhan dalam masa hidup mereka tergenapi, tetapi mereka tetap percaya.
“Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Ibrani 11:39.
Diskusikan dalam kelompok PA, apa yang harus dilakukan saat doa-doa kita sepertinya tidak ada jawaban.