Kamis, 31 Agustus 2023

KEMENANGAN YANG MENGALAHKAN DUNIA

Penulis : Aris Handoko & Team

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 5:2-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah tandanya bahwa kita mengasihi anak-anak Allah?
  2. Apakah tandanya bahwa kita mengasihi Allah?
  3. Apakah yang mengalahkan dunia?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ketika kita mengikut Kristus, penderitaan dan penganiayaan tidak dapat kita hindari.

Saat itu terjadi, dari manakah kekuatan kita untuk bertahan? Bukan dari kemampuan kita, tapi dari Roh Kudus lewat iman kita kepada Allah.

Iman timbul dari pendengaran akan Firman Allah.

Matius 28:20 berkata bahwa Yesus menyertai kita murid-muridNya sampai kepada akhir zaman.

Artinya, tidak ada sedetik pun Tuhan meninggalkan kita, termasuk dalam masa-masa kesukaran ketika kita dianiaya karena namaNya.

Oleh karena itu, kita percaya bahwa selalu ada kekuatan dan pertolongan dari Tuhan ketika kita dianiaya karena Kristus.

Kita bisa belajar dari Petrus dan Yohanes bagaimana mereka menghadapi berbagai kesulitan dengan iman yang luar biasa ketika memberitakan Injil.

Petrus dan Yohanes mampu untuk tetap bersaksi di hadapan orang banyak, terlebih di hadapan imam-imam, kepala pengawal Bait Allah dan orang-orang Saduki.

Sekalipun mereka ditangkap dan ditahan, mereka beriman bahwa Allah menyertai dan akan menolong serta melepaskan mereka dari kesesakan -Kisah Para Rasul 4.

Paulus sangat sering mengalami penganiayaan dan penderitaan (dipukul, dipenjara, dilempari batu, karam kapal, dan lain-lain) dalam pemberitaan Injil, namun ia tetap kuat dan terus memberitakan Injil sampai akhirnya banyak orang percaya non Yahudi di Asia kecil (Mediterania) karena imannya bahwa Allah selalu menyertai dan menolongnya -2 Korintus 11.

Stefanus, dengan kuasa dan karunia Allah, mengadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak serta mampu untuk tetap bersaksi dan memegang teguh imannya dalam Kristus ketika di hadapan sidang Mahkamah Agama, bahkan sampai mati dirajam, karena ia percaya bahwa Yesus Kristus adalah anak Allah, dan ia pun menerima kehormatan untuk menyaksikan kemuliaan Allah di langit sebelum ia mati -Kisah Para Rasul 7.

Dan masih banyak lagi pahlawan iman yang luar biasa yang bisa kita teladani hidup dan imannya, termasuk dari masa perjanjian lama seperti Abraham, Musa, dan lain-lain.

Melalui teladan para rasul kita dapat melihat bahwa iman mereka kepada Allah tidak pernah sia-sia.

Allah tidak pernah lalai akan janjiNya. Dia pasti akan menepatinya.

Apapun penganiayaan dan penderitaan oleh karena Kristus yang kita alami hari-hari ini, ketahuilah, Saudara, itu sepadan dengan janji Tuhan kepada kita.

Allah akan selalu menyertai kita, menolong kita, bahkan membukakan jalan ketika semuanya tampak seperti jalan buntu. Tetap bergerak beritakan Injil bagi banyak orang sekalipun banyak penganiayaan dan penderitaan.

Lihatlah bagaimana Tuhan berkarya dan memakai hidup kita di masa kini. Amin.

Bagaimanakah Saudara dapat hidup berkemenangan dengan iman saudara? Diskusikanlah dengan rekan pemuridan saudara.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 5-8

Rabu, 30 Agustus 2023

DINISTA KARENA NAMA KRISTUS

Penulis : Aris Handoko & Team

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 PETRUS 4:14-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa kita disebut berbahagia ketika dinista karena nama Kristus?
  2. Apakah alasan seharusnya kita menderita?
  3. Dari mana penghakiman dimulai?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, menjadi seorang Kristen yang sejati itu sesungguhnya berpadanan dengan penderitaan.

Jika hari-hari ini kita kekristenan terlihat mewah dan keren dengan gedung-gedung gereja yang megah, konser praise and worship yang meriah, dan lain-lain, itu semua boleh kita nikmati hari ini karena penderitaan dan penganiayaan yang dialami rasul-rasul Kristus di generasi-generasi awal ketika mereka memberitakan Injil.

Kita harus berterima kasih kepada Petrus, Paulus, dan semua murid Kristus lainnya yang telah menderita dan menyerahkan nyawanya agar kita beroleh keselamatan dan menjadi murid Kristus juga.

Namun, dengan semua kenyamanan beribadah hari-hari ini, apakah kita tidak perlu lagi menderita karena nama Tuhan?

Justru pada hari-hari ini penderitaan akan lebih menyakitkan karena dosa semakin bertambah hari demi hari dan sejatinya, itu akan semakin berlawanan dengan kita anak-anak Tuhan yang terus hidup dalam kekudusan Allah.

Dua kutub yang saling berlawanan.

Itulah sebabnya Tuhan berkata “sangkal diri, pikul salib, ikut Aku”.

Mengikut Kristus berarti kita harus mematikan keinginan daging kita yang selalu ingin berbuat dosa dan memilih hidup di luar kebenaran Firman Tuhan.

Selain itu, kita juga harus menghadapi penganiayaan yang berasal dari luar, yaitu dunia yang menolak kita karena kita memilih ikut Kristus.

Lambang salib pada masa kini seringkali diidentikkan dengan kekristenan.

Namun, pada masa Yesus hidup di bumi, salib berarti kematian.

Jika seseorang memikul salib, maka sudah dipastikan dia akan mati pada salib itu.

Pikul salib dan ikut Yesus berarti memikul penderitaan dan kematian karena mengikut Kristus.

Dunia tidak suka dengan Kristus, karya penebusanNya, kekudusan, dan kebenaran FirmanNya.

Jadi ketika kita hidup sesuai Firman Tuhan, adalah wajar orang tidak akan menyukai kita, bahkan seringkali itu dimulai dari lingkungan terdekat kita seperti keluarga, teman, tetangga, dan lain-lain.

Penganiayaan itu tetap ada bagi kita anak-anak Tuhan karena nama Kristus.

Namun, kita tidak sendiri. Para rasul di masa-masa awal pun mengalaminya.

Tetapi kita tidak perlu takut, karena Allah selalu mengaruniakan kekuatanNya melalui Roh Kudus kepada kita sehingga kita tetap kuat ketika dianiaya dan menderita karena namaNya.

Dan kita pun akan bersukacita karena memahami bahwa menderita karena Kristus adalah suatu kehormatan dari Tuhan, sebab kita “telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus” seperti yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 5:41. Amin.

Renungkanlah apakah saudara mengalami penderitaan karena nama Kristus atau saudara selama ini berkompromi sehingga tidak perlu menderita? Diskusikanlah dengan pembimbing saudara!

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 1-4

Selasa, 29 Agustus 2023

MENDERITA SENDIRIAN

Penulis : Aris Handoko & Team

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 PETRUS 5:7-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa kita perlu menyerahkan segala kekuatiran kita kepada Tuhan?
  2. Mengapa kita perlu sadar dan berjaga-jaga?
  3. Bagimana kita bisa melawan iblis dengan iman yang teguh?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Setiap orang punya masalah dan penderitannya sendiri.

Tapi seberat apapun masalah tersebut, seringkali kita masih bisa dikuatkan kalau memiliki sistem pendukung (support system) di sekitar kita.

Support system itu bisa keluarga, sahabat, teman persekutuan, kakak pembimbing, dan lain-lain.

Mereka adalah orang-orang yang mendukung kita, sekalipun mungkin mereka tidak bisa langsung memberikan jalan keluar atau menggantikan kita menanggung masalah tersebut.

Namun, ketika kita mulai merasa sendirian dan tidak ada orang yang mengerti, di situlah benih depresi muncul dan menggerogoti kita.

Kita mulai bermental korban, menutup diri, dan semakin terpuruk.

Kadang-kadang perasaan kesendirian ini bahkan menjadi lebih berat masalahnya daripada masalah semula yang dihadapi.

Nabi Elia mengalami hal ini.

Dikisahkan bagaimana Elia melawan para baal dengan kuasa Allah yang ajaib -1 Raja-raja 18-19, namun tidak lama setelah ia jatuh ke dalam depresi berat sampai ingin mati.

Dalam keputusasan, Elia berkata kepada Tuhan bahwa Ia sudah giat bekerja bagi Tuhan, tapi sekarang ia sendirian dan ketakutan karena ancaman pembunuhan oleh Izebel.

Saudara, bukan tidak mungkin kita pun mengalami hal ini.

Sekalipun kita sudah melihat kuasa Tuhan di masa lalu, sudah pernah menang dalam peperangan rohani, namun kita terpuruk karena pandangan kita tidak lagi tertuju kepadaNya di saat ini.

Elia tidak tahu bahwa masih ada nabi-nabi lain yang hidup.

Ia terlalu fokus kepada kesendiriannya dan ancaman akan dibunuh, padahal sebelumnya baru saja ia melawan dan membunuh 450 nabi baal!

1 Petrus 5:8-9 berkata “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.”

Melalui kisah Elia dan nasihat Rasul Petrus, kita diingatkan bahwa sesungguhnya kita tidak sendirian dalam mempertahankan kebenaran.

Ada banyak Saudara-saudara kita di seluruh dunia yang menanggung penderitaan yang sama.

Kita belajar bahwa memahami hal ini akan menolong kita dari mental korban dan keputusasaan.

Saudaraku, bacalah dan dengarlah kisah-kisah kesaksian mereka yang bertahan dalam iman mereka agar itu menjadi kekuatan bagi Saudara.

Berdoalah agar saudara dipertemukan dengan orang-orang yang tepat, yang juga pernah atau sedang mengalami penderitaan yang sama dengan saudara, sehingga saudara bisa berbagi dan meminta nasihat dari mereka.

Mari Saudara, berjuanglah dalam pertandingan iman.

Lawanlah iblis dengan iman yang teguh. Allah sumber segala kasih karunia akan melengkapi, meneguhkan, mengokohkan, dan menguatkan saudara.

Carilah kesaksian orang-orang yang mengalami penderitaan karena imannya, tariklah pelajaran dari kesaksian tersebut dan bagikanlah dengan sahabat saudara.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ratapan 3:37-5:22

Senin, 28 Agustus 2023

BERBAHAGIA KETIKA DIANIAYA

Penulis : Aris Handoko & Team

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 5:10-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa Yesus berkata orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran itu berbahagia?
  2. Karena siapakah kita bisa berbahagia sekalipun kita dicela, dianiaya dan difitnah?
  3. Apakah perintah, janji, dan hal yang Tuhan mau kita ingat ketika kita dianiaya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebetulnya ada yang aneh dari khotbah Yesus di bukit dalam Matius 5 disebut dengan “Ucapan Bahagia”.

Karena, kalau kita perhatikan antara judul Bahagia dengan isinya sepertinya nggak nyambung.

Bagaimana bisa orang yang sedang miskin, berdukacita, lapar, dianiaya bisa berbahagia?

Bukankah mereka yang bermurah hati, lemah lembut, membawa damai, dan menjaga kesucian pun seringkali menanggung penderitaan karena dimanfaatkan oleh orang lain dan dianggap lemah.

Kali ini kita akan fokus kepada ucapan Yesus tentang “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga.”

Ada beberapa hal penting yang bisa kita pelajari:

  1. Kita hanya akan bisa berbahagia jika memang penyebab kita dianiaya adalah karena kebenaran. Artinya jika penyebab kita dianiaya adalah karena kebodohan dan kesalahan kita sendiri, maka janji ini tidak berlaku. Karena itu, jangan sampai kita menganggap sedang menderita bagi kebenaran padahal yang kita lakukan adalah ketidakbenaran. Contohnya ketika kita berusaha menginjili orang hanya dengan kata-kata tapi tidak menunjukkan perbuatan. Ada anak-anak yang berusaha mengkhotbahi orang tuanya, sementara di rumah tidak pernah membantu dan berkomunikasi dengan baik. Ada para isteri yang berusaha menasihati suaminya agar pergi ke gereja, tapi cara mengajaknya tidak dengan hormat. Ada karyawan yang seringkali izin ke perusahaan untuk kegiatan rohani, tapi kinerjanya buruk.
  2. Kita perlu memahami bahwa ada resiko kita disalahpahami dan dianiaya ketika melakukan kebenaran. Tidak ada jaminan bahwa kalau kita taat pada Firman Tuhan, maka hidup kita akan bebas dari masalah. Yang Tuhan janjikan adalah kita bisa tetap berbahagia di tengah masalah. Inilah yang perlu kita perhatikan sehingga kita tidak kecewa ketika menghadapi penderitaan.
  3. Yesus berkata bahwa kita yang melakukan kebenaran memiliki kerajaan sorga. Kerajaan Sorga tidak berbicara tempat, tapi pemerintahan. Dimana Yesus memerintah, disitu ada kuasa, damai sejahtera, sukacita, dan buah Roh. Ini bukanlah janji di masa yang akan datang saja ketika kita meninggal, tapi di masa sekarang dan saat ini juga dimanapun kita berada.

Saudara, adakah penderitaan yang sedang kau alami? Dapatkah Saudara memeriksa apakah penderitaan itu karena kebenaran? Dan apakah saudara dapat berbahagia?

Evaluasilah hidup saudara saat ini berdasarkan ketiga hal dalam renungan ini. Apakah ada hal yang perlu Saudara ubah atau justru Saudara dikuatkan untuk tetap melakukan kebenaran? Bagikanlah dengan rekan persekutuan saudara.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ratapan 1:1-3:36

Minggu, 27 Agustus 2023

PENDERITAAN PAHLAWAN IMAN

Penulis : Aris Handoko & Team

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

IBRANI 11:24-40

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah sesungguhnya iman itu?
  2. Menurut Saudara mengapa tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah?
  3. Bagaimana contoh iman dari para pahlawan iman di Ibrani menginspirasi Saudara?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Mungkin kita pernah bertanya-tanya, mengapa ada orang yang sudah beriman tapi hidupnya begitu menderita, atau bahkan merasa kecewa karena merasa sudah beriman tapi nyatanya apa yang diimani belum juga terjadi, bahkan semakin jauh dari yang diharapkan.

Bila saudara pernah berpikir seperti itu, maka saudara tidak sendiri. Alkitab mencatat bagaimana para saksi iman juga mengalami penderitaan.

Jika kita baca dan perhatikan satu per satu, kita akan menemukan bahwa para pahlawan iman itu mengalami banyak hal yang berbeda oleh karena iman mereka.

Ada yang mengalami mujizat, ada juga yang disiksa, bahkan menderita sampai mati.

Hasil yang berbeda, namun komitmen, pengharapan, iman, dan upah mereka sama karena Allah memberikan kekuatan kepada setiap orang yang berseru kepadaNya.

Jadi, ternyata kita tidak bisa mengukur iman seseorang hanya dari peristiwa yang sedang dialaminya.

Oh, kalau doanya terjawab berarti lebih beriman.

Oh kalau dia diberkati secara finansial berarti lebih beriman. Oh, dia sakit-sakitan terus, mungkin karena kurang beriman.

Namun kita bisa belajar dari ayat 34 yang berkata, ”Mereka telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan.”

Dari situ kita bisa belajar, bahwa bukan hak kita untuk menentukan seseorang beriman atau tidak.

Bahkan kita perlu belajar kalau bagaimana seseorang berproses dalam penderitaannya itulah yang terpenting.

Apapun penderitaan yang hari ini Saudara sedang alami, berfokuslah kepada karya Salib Kristus.

Yesus menderita bagimu, dan Dia menderita bersamamu.

Berikan dirimu untuk menjalani proses bersamaNya, dan kemudian lihatlah karyaNya yang mulia dalam hidup Saudara.

Diskusikanlah renungan hari ini dengan pembimbing saudara bagaimana Saudara bisa berproses dalam penderitaan yang dialami dengan memandang salib Kristus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yeremia 51-52

Sabtu, 26 Agustus 2023

JANGAN KAMU MENJADI LEMAH DAN PUTUS ASA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

IBRANI 12:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Ibrani 12:3.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal-hal apa sajakah yang harus kita tanggalkan agar kita menang dalam perlombaan iman setiap hari?
  2. Kepada siapakah mata kita tertuju agar dapat berkemenangan dalam kesulitan yang kita hadapi?
  3. Apakah yang Yesus lakukan bagi kita ketika hati kita selalu tertuju kepada Dia?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Dalam pertumbuhan rohani yang kita lalui Tuhan akan membawa kita mengalami perlombaan iman agar kita dapat naik level secara rohani.

Demikian juga memiliki kapasitas rohani yang semakin meningkat yang sama dengan kapasitas Yesus karena Tuhan sendiri yang memimpin kita dalam iman dan membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.

Itulah sebabnya seringkali Tuhan membawa kita melalui penderitaan, baik secara jiwa maupun fisik, baik pergumulan-pergumulan dan masalah-masalah yang harus kita hadapi namun Tuhan telah menyediakan jalan keluar sehingga kita tidak putus asa dan menjadi lemah dan akhirnya kita hidup mati terhadap dosa karena penderitaan yang kita alami.

Untuk mencapai kemenangan tersebut maka ada beberapa hal yang harus kita pahami, diantaranya: pertama, kita harus menanggalkan semua beban dan dosa yang merintangi jalan kehidupan rohani kita sehingga tidak ada beban menghalangi kita untuk berlomba dalam iman.

”Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” (Ibrani 12:1).

Yang kedua adalah bahwa mata kita selalu tertuju kepada Yesus karena Dia sudang memenangkan setiap pertandingan iman dan berkemenangan.

”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28).

Yang ketiga, kita terus belajar kepada Yesus dan mengambil beban untuk melayani Tuhan dan bukan beban dosa. ”Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Matius 11:29-30).

Dengan demikian, dalam penderitaan yang Tuhan izinkan, kita tidak menjadi lemah dan putus asa tetapi kita semakin naik level dan berkemenangan dalam setiap perlombaan iman.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana dalam perlombaan iman yang diwajibkan bagi saudara, tidak ada putus asa dan menjadi lemah.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yeremia 49-50