Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang dimaksud dengan Firman?
Siapakah yang dimaksud dengan anak-anak Allah?
Injil Yohanes dibuka dengan filosofi yang sangat dalam. Kalimat yang tampak sederhana, tetapi sesungguhnya memiliki makna yang sangat dalam.
Setelah menegaskan bahwa Firman itu ada pada mulanya (ayat 1a), kemudian Yohanes menyatakan bahwa Firman itu bersama-sama dengan Allah di ayat 1b, sebelum kemudian mengidentifikasi Firman sebagai Allah dengan frasa terakhir dari ayat 1, “dan Firman itu adalah Allah.”
Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Secara tidak langsung, Yohanes sedang menjelaskan tentang kemuliaan Allah Tritunggal.
Bahwa mereka adalah satu, setara, tetapi berbeda.
Tentang Firman, Yohanes mengidentifikasi dengan jelas bahwa Dia adalah Yesus di ayat 14: “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yohanes 14:1).
Firman adalah Allah yang berkomunikasi dengan manusia.
Di masa Perjanjian Lama, Allah berkomunikasi dengan manusia melalui para nabi.
Tetapi pada awal masa Perjanjian Baru, Allah berkomunikasi secara langsung dengan manusia, melalui kelahiran Yesus di Betlehem.
Ya, Yesus mencoba untuk berkomunikasi sebagai Allah yang menjadi Manusia.
Setelah Yesus naik ke sorga, maka ada Pribadi Allah yang kemudian menjadi Penolong bagi umat percaya, yaitu Roh Kudus.
Seperti yang Yesus pesankan kepada murid-murid-Nya, agar mereka menunggu di Yerusalem.
Dan peristiwa turunnya Roh Kudus, kita kenal sebagai hari Pentakosta -Kisah Para Rasul 2:1.
Jika Yesus adalah Firman, kata “Firman” dalam Bahasa Yunani adalah logos.
Lalu apakah definisi dari kata logos? Kamus Alkitab Lexham mendefinisikan logos sebagai “sebuah kata konsep dalam Alkitab yang melambangkan sifat dan fungsi Yesus Kristus.
Kata ini juga digunakan untuk merujuk pada wahyu Allah di dunia.”
Jadi bagi kita yang percaya, Logos dapat digunakan untuk merujuk kepada Alkitab.
Artinya Alkitab adalah Firman Allah, itu adalah Allah yang berkomunikasi dengan manusia.
Melalui Alkitab kita bisa mengetahui tentang bagaimana dunia diciptakan, tentang sejarah raja-raja Israel, tentang kisah kehidupan murid-murid Yesus.
Itu semua adalah pengetahuan.
Tetapi Allah menghendaki agar kita tidak sekedar tahu tentang hal-hal itu semua, tetapi kita mempercayai dan melakukan apa yang tertulis dalam Firman. Kita bisa menjadi percaya, jika kebenaran Firman itu “diwahyukan” kepada kita.
Aspek “diwahyukan” memang bukan konsep yang sederhana.
Tetapi bagi kita yang percaya, kita memahami itu, yaitu ketika makna “Logos” berubah menjadi makna “Rhema”.
Jadi saat ini, Allah berkomunikasi dengan manusia melalui Roh Kudus dan juga melalui Firman atau Logos atau Rhema, yaitu Firman Allah yang diwahyukan kepada kita yang percaya.
Saudara, dalam kelompok kecil ceritakan pengalamanmu memperoleh Rhema.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang Firman Tuhan definisikan tentang kasih?
Apakah kita mengasihi ketika kita mencari keuntungan untuk diri sendiri?
Ketika ada yang bersalah kepada kita, apakah kita berhak untuk marah? Dan apakah diperbolehkan menyimpan kesalahan orang yang bersalah pada kita?
Di dalam hal apa kita bersukacita?
Hal apa yang tidak berkesudahan? Hal apa yang akan berakhir? Hal apa yang akan berhenti? Dan hal apa yang akan lenyap?
Saudara-saudari,
Pada zaman Paulus, berbahasa dalam bahasa yang berbeda karena dikuasai oleh Roh menunjukkan status rohani seseorang.
Dengan demikian, tidak mengejutkan untuk jemaat Korintus yang telah diperlengkapi Allah dengan berbagai karunia melalui roh kudusNya terpesona dengan karunia-karunia yang lebih spektakuler.
Oleh karena itu Paulus menulis kepada jemaat di Korintus untuk hidup dalam kasih yang sejati.
Kasih yang murni dan yang sempurna yang berasal dari kasih Allah. Kasih ini memiliki ciri-ciri yang dijabarkan;
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Segala sesuatu didunia ini mungkin akan berlalu; kekayaan, kemuliaan, bahkan pengetahuan kita, tetapi kasih tidak akan pernah berakhir.
Kasih adalah sifat Allah yang kekal, dan kita dipanggil untuk mencerminkan kasih Allah ini dalam kehidupan kita sehari-hari.
Tuhan Yesus memberkati.
Bagaimana mempraktekkan Firman Tuhan hari ini dalam komunitas kita? Ceritakan pengalaman saudara untuk mempraktekkan kasih yang tak berkesudahan?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Seperti apa kita ketahui kasih Kristus?
Jika kita memiliki harta duniawi, apa yang akan kita lakukan jika kita melihat saudara kita mengalami kekurangan?
Apakah kasih Allah ada atas kita ketika kita tidak mau mengasihi saudara kita yang dalam kekurangan?
Bagaimana kasih yang Tuhan mau kita praktekkan dalam hidup kita?
Saudara-saudari,
Pernah mendengar istilah NATO yang singkatannya adalah No Action and Talk Only.
Terjemahannya adalah tidak ada tindakan, hanya bicara saja atau bisa dibilang banyak bicara tanpa melakukan tindakan apapun dari yang dibicarakannya.
Biasanya identik hanya sebagai teori yang diketahui tetapi tidak ada hasil yang didapatkan dari perkataannya.
Gaya hidup Kristiani dapat disingkat dengan satu kata, yaitu “KASIH”.
Perintah untuk saling mengasihi sebagai respon dari hubungan antar manusia.
Kasih Kristiani bukan hanya sekedar kata-kata atau perasaan saja.
Kita dapat mengukur kesungguhan kasih kita kepada Allah dari tekad untuk melaksanakan apa yang difirmankanNya, dengan mengasihi sesama.
Kita sedang menghidupi kebenaran Firman Tuhan dengan mengasihi sesama.
Di dalam kehidupan kita sehari-hari, kita diperhadapkan dengan orang-orang yang memiliki banyak kebutuhan.
Tuhan mengingatkan kepada kita kalau kasih yang sejati itu dimulai dari tindakan nyata kita kepada orang-orang ini dengan menjawab kebutuhan mereka.
Memberikan materi yang kita miliki, menjawab kebutuhan emosional mereka, mengorbankan tenaga kita, memberikan telinga untuk mendengarkan orang yang sedang mengalami kesepian, dan masih banyak hal yang lain yang bisa kita lakukan untuk melihat orang lain mendapatkan jawaban dari kebutuhan mereka.
Ada sukacita yang besar ketika kita bisa menyatakan kasih dalam kebenaran kepada orang lain.
Tuhan Yesus memberkati.
Apakah kita sudah menunjukkan kasih kita kepada orang lain dengan tindakan? Atau hanya kata-kata semata? Bagaimana kita melatih kepekaan untuk menjawab kebutuhan orang-orang di sekitar kita dan dapat menyatakan kasih dengan perbuatan dan dalam kebenaran?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Tidak ada kasih yang lebih besar seperti apa di dunia ini?
Kita disebut apa jikalau kita berbuat apa yang Yesus perintahkan kepada kita?
Kita tidak disebut sebagai apa, jika kita tidak tahu apa yang diperbuat Tuhan kepada kita?
Siapa yang memilih kita? Dan kita ditetapkan untuk apa?
Apa perintah Yesus kepada kita?
Saudara-saudari,
Bangsa Indonesia mengenal bulan November dengan hari Pahlawan, karena biasanya setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia merayakannya sebagai hari Pahlawan.
Hari untuk mengingat pengorbanan yang besar yang dilakukan oleh para pejuang bangsa yang sudah mengorbankan dirinya bahkan nyawanya, rela mati untuk kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia.
Yesus melebihi para pahlawan Indonesia.
Yesus menunjukkan kasih yang sejati, kasih yang rela berkorban untuk seluruh umat manusia yang berdosa.
Yesus mengorbankan dirinya sendiri dan nyawanya, taat bahkan sampai harus mati di kayu salib untuk seluruh umat manusia yang berdosa.
Alkitab berkata di Yohanes 15:13, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”
Yesus memberikan teladan kasih sempurna kepada kita.
Yesus tidak hanya bicara tentang kasih, tapi Yesus mempraktekkan kasih-Nya.
Kita sebagai murid-Nya dipanggil untuk mengikuti teladan kasih-Nya.
Yesus juga menyebut kita sebagai sahabat-sahabatNya dan bukan lagi sebagai hamba.
Hal ini merupakan sebuah kehormatan yang besar. Karena dengan demikian kita dapat melakukan yang sahabat kita bisa lakukan, seperti seorang sahabat yang mau rela berkorban dan memberikan nyawa seperti Yesus.
Sebab bukan kita yang memilih Yesus, tetapi Yesus yang memilih kita.
Pemilihan ini memiliki tujuan untuk pergi dan menghasilkan buah, menghasilkan buah yang tetap.
Buah ini adalah perbuatan yang nyata dari kasih dan pelayanan kita kepada Tuhan dan sesama sebagai bukti kita mengasihiNya.
Oleh karena itu, Yesus memberikan perintah yang sangat jelas, Yohanes 15:17“Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”
Kasih yang memberikan nyawa, mengorbankan diri seperti yang dilakukan oleh Yesus.
Kasih yang memberikan nyawa tidak selalu diidentikkan dengan mati secara fisik, tetapi juga untuk zaman sekarang bisa berarti mengorbankan kenyamanan, memberikan hal yang lebih dari yang diminta, memberikan tenaga, yang pada akhirnya melepaskan ego pribadi demi kepentingan orang lain.
Tuhan Yesus memberkati.
Apakah ketika kita mengasihi, kita dengan rela mengorbankan diri atau ego kita demi kepentingan orang lain? Bagaimana hal ini dipraktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Bagaimana kita menyucikan diri kita?
Apa hasil penyucian diri kita?
Bagaimana mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas?
Dengan benih apa kita dilahirkan kembali?
Apa yang menjadi tetap untuk selama-lamanya?
Saudara-saudari, pernah mendengar lagu rohani:
Cinta itu lemah lembut sabar sederhana
Cinta itu murah hati rela menderita
Ajarilah kami bahasa cinta-Mu
Agar kami dekat pada-Mu, ya Tuhanku
Ajarilah kami bahasa cinta-Mu.
Agar kami dekat pada-Mu.
Dunia ini mengajarkan setidaknya ada 5 bahasa kasih (love language).
Diantaranya kata-kata pujian, waktu yang berkualitas, pemberian hadiah, sentuhan fisik, dan memberikan bantuan.
Bahasa kasihNya Tuhan mencakup ke-5 bahasa kasih ini dan bahkan melebihi semuanya, bahasa kasihNya Tuhan sampai memberikan diriNya sendiri, rela menderita, dan disalib, sebagai bukti kasihNya yang tulus dan ikhlas kepada seluruh umat manusia.
Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita bahwa melalui ketaatan kita kepada kebenaran, hidup kita telah disucikan.
Oleh karenanya kita diberikan kemampuan untuk mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas kepada saudara saudari kita.
Kasih persaudaraan yang bukan hanya sekedar perasaan atau perkataan saja, tetapi ada tindakan yang nyata atau bahasa kasih yang bisa dimengerti oleh sesama kita yang lahir dari kebenaran Firman Tuhan yang kita hidupi.
Kasih persaudaraan yang tulus ikhlas yang kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu tidak lagi memperhatikan hanya kepentingan diri sendiri, tetapi juga belajar peduli dengan kebutuhan orang lain di sekitar kita yang Tuhan taruhkan di dalam hati kita.
Mengasihi dengan sepenuh hati kita, tidak dengan setengah hati, tapi dengan bersungguh-sungguh sepenuh hati kita.
Setiap kita yang telah dilahirkan kembali, yang dilahirkan dari benih yang tidak fana yaitu melalui Firman Allah yang hidup dan yang kekal (bukan dari benih yang fana), kita dimampukan untuk mengasihi dengan kasih yang kita terima dari kebenaran Firman Tuhan.
Dan kasih yang kita berikan dalam kebenaran Firman, tidak akan pernah menjadi layu seperti rumput, tetapi akan hidup kekal seperti Firman dan akan bersinar di dalam kehidupan kita.
Kasih yang tulus ikhlas yang akan dapat dirasakan oleh orang yang menikmatinya.
Dan lewat hai ini lah nama Allah dipermuliakan.
Tuhan Yesus memberkati.
Berikan praktek nyata mengamalkan kasih persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari lewat waktu dan tenaga dalam sepanjang minggu ini.