Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah syarat untuk melihat kerajaan Allah?
Apakah yang dimaksud dengan dilahirkan kembali?
Siapakah yang melahirkan barukan orang berdosa?
“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 7:21).
Matius 7:21-23 yang menjadi renungan kita adalah bagian dari kotbah Yesus paling panjang dan paling berpengaruh, yaitu kita kenal dengan kotbah di Bukit.
Matius mencatat kotbah itu dalam 3 pasal, yaitu pasal 5 sampai dengan pasal 7.
Dalam Kitab Matius, istilah kerajaan Allah hanya ditulis beberapa kali, Matius lebih sering menggunakan istilah kerajaan sorga, walaupun memiliki esensi yang sama.
Matius sebagai seorang Yahudi dan menuliskan Injil Matius untuk orang Yahudi menghindari penggunaan kata Allah.
Buat orang Yahudi, tabu menggunakan kata Allah (YHWH).
Sementara dalam Lukas menggunakan kata Kerajaan Allah, karena memang ditujukan kepada orang-orang Yunani.
Syarat untuk masuk kerajaan Allah adalah ketaatan kepada kehendak Bapa.
Orang-orang yang taat kepada kehendak Bapa adalah orang-orang yang sudah percaya Yesus, dilahirkan kembali dan kemudian bertumbuh dalam ketaatan.
Seseorang yang belum lahir kembali tidak memiliki kekuatan untuk taat kepada kehendak Bapa.
Saudara, sangat mungkin orang yang belum dilahirkan kembali melayani Tuhan dan menggunakan nama Tuhan dalam doa-doanya.
Sejarah mencatat, Flavius Valerius Constantinus lahir pada 27 Februari 280 di Naissus (sekarang Serbia) dan besar di istana Nicomedia (sekarang Turki).
Dia adalah kaisar Romawi pertama yang memeluk agama Kristen sekaligus membuka jalan bagi perkembangan Kristen di Eropa.
Saat itu Kaisar menetapkan Kristen menjadi agama negara, sehingga banyak orang yang menjadi Kristen tanpa percaya kepada Yesus dengan sungguh-sungguh.
Itulah awal kegelapan gereja, dimana tidak perlu lagi ada penginjilan.
Generasi sesudahnya gereja dipimpin orang-orang yang tidak mengenal Yesus.
Yesus tidak lagi menjadi fokus gereja, karena digantikan tradisi agama yang dibangun manusia.
Saudara, ciri orang yang lahir baru adalah mereka suka melakukan kehendak Bapa atau taat kepada firman-Nya.
Dari buahnya-lah kita dapat menilai seseorang apakah percaya Yesus atau hanya sekedar beragama Kristen.
Diskusikan dengan pembimbingmu, apakah hubungan lahir baru dan ketaatan kepada kehendak Bapa.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah syarat untuk melihat kerajaan Allah?
Apakah yang dimaksud dengan dilahirkan kembali?
Siapakah yang melahirkan barukan orang berdosa?
“Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah. Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Yohanes 3:3,5).
Saudara, Nikodemus adalah seorang tokoh agama Yahudi bar-mazab Farisi.
Orang Farisi dalah kelompok yang menganggap diri mereka sebagai orang beragama yang saleh.
Nikodemus adalah orang Farisi yang sudah tua, mendatangi Tuhan Yesus pada malam hari, untuk menghindari rekan-rekannya dan mungkin supaya tidak terlihat umum.
Sebagai seorang yang sudah tua dan memiliki jabatan tinggi dalam agama Yahudi, tentu saja akan menjadi sorotan mendatangi seorang Rabi muda, bernama Yesus.
Rasa ingin tahunya yang sangat besar terhadap pengajaran Yesus yang didukung dengan banyak mujizat, membuat dia rela merendahkan diri bertanya kepada Rabi yang masih muda.
Perjumpaan dengan Tuhan Yesus mengubah sejarah hidup Nikodemus.
Seorang Farisi yang akhirnya percaya kepada Yesus sebagai Mesias.
Yohanes 3:16 yang sangat terkenal itu adalah bagian dari perkataan Yesus yang ditujukan pada Nikodemus saat mereka berdiskusi.
Kepercayaan Nikodemus kepada Tuhan Yesus ditunjukkan juga saat dia terlibat dalam proses penguburan Tuhan Yesus, seperti dicatat dalam Yohanes 19:39 “Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya”.
Saudara, proses dilahirkan kembali atau dilahir-barukan adalah proses yang supernatural dan dikerjakan oleh Roh Kudus pada setiap orang yang percaya kepada berita Injil.
Walaupun ada sebagian orang Kristen yang berpendapat, lahir baru itu terjadi sebelum orang percaya Yesus.
Hanya dengan proses lahir baru atau lahir kembali seseorang akan menjadi bagian dari Kerajaan Allah.
Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah.
Sebagai warga kerajaan Allah, orang-orang Kristen harus memahami cara pemerintahan Allah bekerja.
Sama seperti kita tunduk kepada undang-undang dan seluruh peraturan yang mengatur kehidupan warga negara Indonesia, kita juga harus tunduk kepada peraturan dalam kerajaan Allah.
Jadi, saudara perlu tahu sistem kerajaan Allah dan hidup dalam sistem tersebut.
Semuanya itu ada di dalam Alkitab dan dalam tuntunan Roh Kudus.
Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya supaya memahami sistem kerajaan Allah.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang dilambangkan oleh benih jatuh di pinggir jalan?
Apa yang dilambangkan dengan benih jatuh di tanah berbatu-batu?
Apa yang dilambangkan oleh benih yang jatuh diantara semak duri?
Apa yang dilambangkan oleh benih yang ditaburkan di tanah yang subur?
Saudara yang saya kasihi, Yesus bercerita tentang seorang penabur.
Dia menabur dan benih itu jatuh di berbagai macam tanah.
Ada yang jatuh di tepi jalan, ada yang jatuh di tanah yang berbatu-batu, ada yang jatuh diantara semak-semak, dan ada yang jatuh di tanah yang subur. Apa arti dari perumpamaan ini?
Matius 13:18-23“Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”
Jadi yang baik adalah kita menyiapkan hati kita sebagai tanah yang baik supaya ketika firman itu ditaburkan maka kita bisa menerimanya dan mengerti sehingga kita bisa melakukan firman itu lalu firman itu bisa tumbuh dengan baik dan bisa berbunga dan berbuah sampai berkali-kali lipat yaitu ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, bahkan ada yang bisa berbuah sampai seratus kali lipat.
Haleluya, Puji Tuhan. Amen!
Apa yang dapat kita lakukan supaya tanah hati kita menjadi tanah yang baik supaya bisa berbuah sampai seratus kali lipat!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa sebab Yesus sering mengajar lewat perumpamaan, dan bagi banyak orang sering terdengar istilah isi Alkitab tidak masuk akal, fiksi, dongeng?
Mengapa kepada kita dikaruniakan Roh Kudus, apa fungsinya Roh itu di dalam kita?
Apa yang dimaksud kepada yang mempunyai akan ditambahkan dan dari yang punya sedikit akan diambil?
Mengapa untuk mengetahui rahasia Kerajaan sorga itu mudah-mudah sukar, apa maksudnya?
Saudara, ketika seseorang dengan tulus, haus dan lapar akan kebenaran, maka Tuhan bisa di temui mereka dengan memperhatikan kekuatan dan kuasaNya melalui ciptaan-Nya.
Roma 1:19-24“Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.”
Saudara, ada orang-orang yang dari semula melihat ciptaan Tuhan menjadi kagum dan menghormati penciptaNya sehingga mereka menyembah pencipta langit dan bumi yang disebut dengan sebutan mulia dalam bahasa suku mereka seperti Debata Mulajadi Nabolon, Tuhan pencipta yang besar (mulia), Allah yang maha besar, Yahwe, Gusti nu agung, Tuhan Yang Maha Besar, Gusti Pangeran, dan lain-lain.
Semua sebutan itu karena kekaguman mereka terhadap ciptaan yang mereka lihat atau kekuatan dari kuasa yang mereka lihat di langit, sehingga mereka memuja dan menyembah penciptaNya dan ketika itu terjadi maka Tuhan mau menyatakan diriNya kepada makhluk ciptaan-Nya itu.
Roma 3:10-15“seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.”
Jadi Tuhanlah yang pertama menyatakan diriNya melalui ciptaanNya.
Manusia melihat kuasa dan keajaiban sehingga mereka kagum.
Ketika kekaguman itu, mereka nyatakan dengan menghormati penciptaNya, maka Allah pencipta langit dan bumi itu akan rela menyatakan diriNya melalui kunjungan malaikatNya seperti kepada Abram di Ur-Kasdim.
Kejadian 12:1-3“Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
Tuhan Allah menemui Abram.
Allah memilih Abram karena Tuhan berkenan kepadanya.
Mengapa Abram berkenan kepada Tuhan Allah? Karena ada hormat dan kekaguman kepada Allah yang timbul karena Abram mungkin mendengar cerita tentang Tuhan pencipta dari nenek moyangnya.
Ibrani 11:1“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Ibrani 11:6“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”
Roma 10:17“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Ketika Tuhan menjumpai seseorang maka Tuhan bisa berfirman atau memerintah ataupun berjanji.
Apakah seseorang itu mau percaya? Apakah seseorang itu mau beriman akan apa yang dia dengar itu?
Ketika iman itu datang dan orang itu percaya akan firman atau janji ataupun perintah sehingga seseorang itu mau melakukan perintah Tuhan itu maka orang itu akan dibenarkan oleh Tuhan Allah dan kepercayaannya itu membuat Tuhan Allah berkenan kepadanya sehingga orang itu disebut kebenaran Allah seperti Abram yang kemudian diganti namanya menjadi Abraham.
Inilah rahasia kerajaan Allah yaitu Tuhan Allah membenarkan orang-orang yang beriman, orang-orang yang percaya kepada janji, firman ataupun perintah Tuhan yang dia mengerti.
Tuhan mau rela memperkenalkan diriNya bagi mereka yang haus akan Tuhan.
Dia mengajarkan perumpamaan kepada mereka yang pura-pura haus dan sangat tidak terbuka seperti kepada orang-orang munafik walaupun Tuhan tidak menolak orang yang datang kepadaNya.
Tuhan merahasiakan bahwa Kristus akan hadir di tengah-tengah manusia.
Hal itulah yang menyebabkan mengapa orang-orang Yahudi menolak Yesus.
Yesus dinubuatkan dari suku Yehuda, dan benar Dia lahir di Betlehem, Yehuda, namun dibesarkan di Nazareth, Galilea.
Karena Dia dibesarkan di Nazareth, Galilea, orang Yahudi berpikir bahwa Yesus bukanlah dari suku Yehuda.
Mereka menduga bahwa Yesus bukan dari keturunan Daud dari suku Yehuda karena dibesarkan di Nazareth yang berbeda nubuat tentang Mesias, Raja Israel yang akan datang memerintah Israel kelak.
Orang-orang Yahudi menolak Yesus karena Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat.
Yesus mengecam orang-orang farisi dan para ahli Taurat.
Oleh orang-orang farisi, Yesus disebut penyesat, kuasanya berasal dari belial, dan lain-lain sehingga sampai hari ini orang-orang Yahudi masih menolak Yesus sebagai Mesias.
Mereka masih menunggu kedatangan Mesiasnya mereka.
Yohanes 1:10-12“Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;”
Saudara, kita sangat beruntung bahwa kita telah mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat kita.
Kita mengenal Yesus melalui firman tertulis dan kita mendengar firman itu diberitakan sehingga kita bisa percaya bahwa Yesus Kristus itu telah datang dan Dia telah dikorbankan di atas kayu salib, mati, dikuburkan dan bangkit dari antara orang mati, kembali kepada Bapanya di sorga.
Yesus telah mengutus Roh Kudus sebagai penghibur, penolong, dan juga sebagai pengajar dan pemimpin bagi kita umatNya.
Kristus berada di tengah-tengah manusia. Saat ini Kristus tinggal di dalam hati kita oleh karena iman kita.
Efesus 3:17“sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”
Inilah rahasia kerajaan sorga yang tersembunyi berabad-abad yaitu Kristus ada di tengah-tengah kita yaitu manusia.
Haleluya, Puji Tuhan. Amen!
Apa penyebab banyak orang tidak mengetahui rahasia kerajaan sorga?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa akibatnya bagi bangsa Israel ketika mereka tidak mengindahkan Firman Tuhan yang di sabdakan oleh nabi Musa?
Apa yang terjadi jika tidak mengindahkan firman Tuhan yang disampaikan oleh Yesus dan Roh Kudus?
Apa tujuan Tuhan untuk goncangan dahsyat yang mengoncangkan langit dan bumi?
Apakah Kerajaan yang tak tergoncangkan itu sudah datang atau masih akan datang kelak?
Saudara, ketika Daniel menafsirkan mimpi raja Nebukadnezar, Daniel menyampaikan suatu nubuatan yang akan terjadi pada masa akhir zaman kekaisaran yang menguasai dunia pada zaman itu.
Daniel 2:31-35”Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan. Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat. Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.”
Saudara, nubuatan ini telah terjadi ketika malam natal pertama di Betlehem.
Batu keil itu jatuh dan hadir di Betlehem ketika kekaisaran Roma menjadi penguasa di negeri Israel di Yudea.
Yesus hadir sebagai pemula dari patros.
Yesus hadir untuk menggenapi hukum Taurat agar ditemukan seorang anak manusia yang hidup tidak bercacat sehingga bisa memenuhi hewan kurban yang akan dikorbankan pada waktu paskah untuk memohon pengampunan dosa dunia ini.
Roma 5:18-19“Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”
2 Korintus 5:21“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”
Saudara, Yesus adalah anak domba Allah yang akan dikorbankan sebagai korban penghapus dosa dan korban keselamatan.
Yesus adalah firman Allah yang menjadi manusia.
Yohanes 1:1“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”
Yesus adalah Firman Allah yang menjadi manusia.
Dia adalah Allah, anak manusia benih dari perempuan yang akan bersetru dengan benih ular atau setan.
Kejadian 3:15“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
Jadi Yesus adalah benih perempuan yang juga kemudian lahir dari seorang perawan yaitu gadis yang belum menikah lalu hamil dan melahirkan Yesus.
Malaikat Tuhan mnampakkan diri kepada Maria dan berpesan:
Lukas 1:30-33“Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
Jadi Yesus adalah batu kecil yang jatuh menimpa kaki patung itu.
Batu itu terus membangun Kerajaan Allah di bumi ini dari seorang diri selama 30 tahun.
Yesus membangun dengan mengkampanyekan Kerajaan Allah yang dimulai dengan memuridkan pengikutNya yang di rekrut seorang demi seorang pada mulanya, sehingga pada tiga tahun pelayananNya,
Dia memuridkan 500 orang yang percaya kepada-Nya.
Pada hari Pentakosta murid-muridNya menerima kuasa Roh Kudus dan mengkampanyekan kerajaan Allah dengan mengabarkan Injil keselamatan yaitu Injil Kasih Karunia atau Injil Kerajaan.
Batu kecil itu mulai membesar menjadi bukit, terus membesar dan akan memenuhi seluruh bumi dan Injil Kerajaan sehingga mencapai semua bangsa, suku dan bahasa.
Matius 24:14“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
Yesus sebagai batu kecil itu menjadi suatu Kerajaan Allah di bumi ini, dan inilah yang Yesus katakan:
Matius 16:18-19“Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”
Pengabaran Injil dan pemuridan merupakan perintah agung Kristus:
Matius 28:18-20“Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Pembentukan kerajaan yang tidak tergoncangkan itu sudah di mulai sejak Yesus lahir di Betlehem.
Yesus menggenapi hukum Taurat selama tiga puluh tahun.
Dalam tiga tahun, Dia mulai mengajarkan dan mengkampanyekan Kerajaan Allah, memperagakan kasih kepada BapaNya, meluruskan hukum Taurat dan memperagakan kasih dalam kebenaran juga kebenaran dalam kasih.
Namun Dia mendapatkan penolakan oleh kaum Israel sendiri sehingga Dia, Yesus dianggap penghianat dan penyesat oleh kaum farisi dan ahli Taurat.
Tuduhan itulah yang membawa Yesus ke atas kayu salib.
Dia mati, dikuburkan dan pada hari yang ketiga bangkit dari kematian dan naik ke Sorga.
Dari sorga, Dia mengutus Roh Kudus untuk menyertai murid-muridNya untuk meneruskan pelebaran kerajaan Allah yaitu kerajaan yang tidak tergoncangkan pada hari akhir, dimana Tuhan akan menggoncangkan tidak saja bumi, langitpun akan digoncangkan.
Goncangan itu dibuat oleh Allah supaya Dunia tahu ada kerajaan yang tak tergoncangkan di dunia ini yaitu kerajaan Allah yang akan dipimpin oleh Yesus Kristus.
Haleluya, Puji Tuhan. Amen!
Mengapa banyak orang sering mencela pengabaran Injil dengan Kristenisasi? Apa yang menjadi persoalan sebenarnya dalam pemberitaan Injil? Mengapa jadi banyak orang menolak pengabaran Injil ini?