Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Kisah Para Rasul 4:31.
Bagaimanakah respon dari murid-murid yang lain setelah mendengar berita yang disampaikan oleh Petrus dan Yohanes?
Apakah yang mereka alami ketika mereka sedang berdoa?
Apakah yang mereka lakukan setelah mereka berdoa?
Tuhan ingin agar kita hidup dengan tujuan untuk memberitakan Injil.
Dan Tuhan ingin agar kita memahami cara Tuhan bekerja agar kita bangkit untuk memberitakan Injil.
Dalam Kisah Para Rasul 4:31 dikatakan bahwa ketika mereka sedang berdoa maka tempat mereka berkumpul bergoyang dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus dan akhirnya mereka memberitakan Firman Allah dengan berani.
Hal yang perlu dibangun sebelum kita pergi memberitakan Injil adalah kehidupan doa atau spirit doa.
Dan hal itu dimulai dengan dibangunnya rasa lapar dan haus akan Tuhan dan kebenaran-Nya.
”Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” (Matius 5:6).
Selain dari hal itu, kita harus memiliki roh yang lemah lembut dan terbuka serta senang diajar oleh Firman Tuhan sehingga Tuhan mudah menanamkan kebenaran dalam hati kita karena hati kita menjadi tanah yang subur untuk Firman Tuhan tertanam di dalamnya.
”Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.” (Matius 13:23).
Rasa lapar dan haus akan Tuhan serta terbukanya kita kepada Firman Tuhan akan menghasilkan roh doa yang dikerjakan oleh pertolongan dari Roh Kudus.
”Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” (Roma 8:26).
Dan pekerjaan Roh Kudus dalam roh kita menyebabkan kita mendapatkan arahan dari Tuhan untuk pergi memberitakan Firman Allah dengan berani, penuh kuasa dan disertai dengan tanda-tanda dan mukjizat.
Dan Tuhan sedang menggerakkan kita untuk membawa Kerajaan Allah ke komunitas dimanapun kita berada.
Diskusikan dalam komunitas saudara bagaimana pengalaman saudara ketika membangun roh doa sehingga dapat memberitakan Firman Allah dengan berani.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Matius 6:10.
Kepada siapakah kita berdoa? Dan hal apakah yang Yesus inginkan terhadap nama itu?
Apakah yang harus datang ke bumi ini melalui doa-doa kita?
Siapakah yang diinginkan oleh Tuhan untuk mewujudkan keinginan Bapa diwujudkan di bumi?
Bapa adalah pemilik dunia ini. Dia ingin agar Kerajaan-Nya datang ke bumi dan kehendak-Nya jadi di bumi ini.
Dan Dia ingin agar gereja-Nya mewujudkan kerinduan hati-Nya sehingga kita memiliki tujuan hidup agar membawa Kerajaan-Nya ke bumi ini.
Tidak mungkin kita membawa Kerajaan-Nya di bumi kecuali kita terlebih dahulu memiliki Kerajaan-Nya dan dimiliki Kerajaan-Nya.
Kelahiran baru membuat kita dapat melihat Kerajaan Allah.
”Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” (Yohanes 3:3).
Dan melalui kelahiran kembali ini juga kita dapat masuk Kerajaan Allah.
”Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Yohanes 3:5).
Dan setiap orang yang masuk Kerajaan Allah berarti harus melakukan kehendak Bapa dan tidak ada lagi kehendak pribadi mereka, mereka mati terhadap kehendak diri pribadi mereka.
”Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 7:21).
Dan tidak seperti orang-orang Farisi: ”Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Matius 5:20).
Dan pada akhirnya kita memiliki dan dimiliki oleh Kerajaan Allah, dengan demikian kita memiliki perubahan hidup karena kita dimiliki oleh Tuhan Yesus.
Dan kehidupan yang baru itulah yang kita bawa ke dunia ini yaitu kehidupan Kerajaan Allah dan membawa-Nya ke dunia ini dengan menyatakan kehendak Allah di muka bumi ini, sehingga kita menggenapi kerinduan hati Bapa.
Diskusikan dalam komunitas saudara bagaimana caranya saudara membawa Kerajaan Allah di bumi ini melalui kehidupan saudara sehari-hari.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Matius 6:33.
Siapakah yang mendandani rumput di ladang yang hidupnya hanya sementara?
Jika Allah mendandani rumput di ladang maka bagaimana sikap Allah dalam mendandani saudara?
Dengan demikian sikap apakah yang harus kita buang agar tidak kuatir?
Terhadap hal apakah kita harus fokus agar tidak kuatir?
Allah ingin agar kita tidak hidup dalam kekuatiran, karena orang yang kuatir pasti tidak percaya akan pemeliharaan dan pertolongan Tuhan.
Dan orang-orang kuatir pastilah tidak mungkin bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan dan tidak dapat menggenapi rencana Tuhan.
Itulah sebabnya Tuhan ingin agar kita dapat memahami tentang pemeliharaan Tuhan yang sempurna atas kita, dimana Tuhan mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, namun Allah lebih mendandani kita, sehingga ktia tidak perlu kuatir dan kurang percaya.
Berarti kita harus memahami bahwa Tuhan sangat mengerti dan memahami kebutuhan kita sehingga kita memahami bahwa Tuhanlah yang dapat memenuhi kebutuhan kita dan juga bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang sangat kaya.
”Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:19).
Selain itu kita memahami bahwa Allah dapat menyediakan apapun yang kita perlukan, seperti yang dialami oleh Abraham ketika dia harus mempersembahkan Ishak kepada Tuhan maka Abraham yakin bahwa Allah akan menyediakan korban bakaran untuk dipersembahkannya bagi Tuhan.
”Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” (Kejadian 22:8), sehingga Abraham tahu bahwa Allah adalah Allah yang menyediakan keperluannya.
”Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.” (Kejadian 22:14).
Bahkan dalam kesulitan juga Allah menyediakan segala hal bagi kita.
”Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku;” (Mazmur 23:5a).
Karena Tuhan sangat mengetahui segala kebutuhan kita.
Diskusikan dalam komunitas saudara tentang pengalaman saudara bahwa Bapa sangat mengetahui kebutuhan saudara.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Matius 6:25.
Terhadap hal-hal apakah kita tidak boleh kuatir?
Jika demikian mengapa kita tidak boleh kuatir?
Bagaimana caranya agak kita tidak kuatir akan hidup kita, akan apa yang hendak kita makan, minum dan pakai?
Dalam kehidupan sehari-hari kita sangat membutuhkan makanan, minuman, dan pakaian.
Namun Tuhan mengajarkan kepada kita agar kita tidak boleh kuatir dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.
Sebab jika kita hidup dalam kekuatiran maka kita tidak dapat menjalankan kehidupan sehari-hari dimana akan muncul ketakutan, kecemaran, karena kita tidak percaya kepada kasih dan kuasa Tuhan yang berdaulat atas seluruh kehidupan klta.
Jika demikian bagaimanakah agar kita tidak kuatir akan kebutuhan hidup kita?
Pertama-tama, kita harus fokus kepada Tuhan dan Firman-Nya, dengan demikian kita menjadi senantiasa memiliki kepercayaan yang penuh kepada Tuhan dan tidak berjalan dengan fakta-fakta yang ada tetapi berpegang terguh terhadap Firman Tuhan.
Seperti yang Firman Tuhan katakan dalam Yeremia 29:11”Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Jika kita fokus kepada Tuhan dan Firman-Nya maka kita percaya bahwa Tuhanlah yang senantiasa memelihara kehidupan kita sehingga kita tidak perlu kuatir.
Yang kedua, kita harus menyatakan segala keinginan kita kepada Tuhan dalam doa dan permohonan. ”Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6).
Hal tersebut kita lakukan sampai kita dimerdekakan dari kekuatiran dan dikuasai oleh damai sejahtera Tuhan.
”Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:7).
Tuhan senantiasa memerdekakan kita dari segala bentuk kekuatiran dalam kehidupan kita.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara senantiasa dimerdekakan oleh Tuhan dalam berbagai bentuk kekuatiran.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Roma 14:17.
Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman yang tidak kekal. Jadi soal apakah Kerajaan Allah itu?
Jika kita fokus kepada Kerajaan Allah secara benar maka kepada siapakah kita berkenan?
Dan apakah sikap orang lain terhadap kita jika kita fokus kepada Kerajaan Allah secara benar?
Kerajaan Allah adalah tentang pemerintahan Allah bagi dunia ini juga terhadap hidup kita.
Dimana Allah berdaulat dan memiliki seluruh kehidupan kita sehingga di dalamnya ada kekekalan dan tidak tergoncangkan, itulah sebabnya Tuhan menyatakan bahwa Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman yang tidak kekal sehingga kita tidak boleh fokus kepada makanan dan minuman.
Mengapa Tuhan memberi pernyataan agar kita tidak fokus kepada persoalan makanan dan minuman?
Karena harus kita akui bahwa seluruh manusia di muka bumi sangat membutuhkan kebutuhan kehidupan sehari-hari yaitu makanan dan minuman.
Bahkan ada banyak orang menjadi kuatir dan mengejarnya sehingga manusia mulai mencintai dunia ini dengan segala isinya termasuk di dalamnya adalah uang sehingga terjatuh ke dalam berbagai pencobaan dan dijerat oleh berbagai hawa nafsu yang hampa dan mencelakakan sehingga menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Itulah sebabnya Tuhan mengajarkan agar ktia fokus kepada Kerajaan Allah secara benar, bukan kepada makanan dan minuman dimana hal tersebut tidaklah kekal tetapi kepada kepada hal-hal yang kekal yaitu kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus, jadi kita harus hidup dan tinggal dalam kebenaran, hidup dalam damai sejahtera dan hidup dengan sukacita.
Dengan demikian kita harus hidup fokus kepada Yesus yang adalah kebenaran, sumber damai sejahtera dan sumber sukacita kita, sehingga kita tidak kuatir sedikit pun akan kebutuhan hidup sehari-hari dalam hal makanan dan minuman.
Caranya adalah dengan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan segenap akal budi.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara tetap fokus kepada Kerajaan Allah secara benar.