Jumat, 20 Oktober 2023

BERSUNGUT-SUNGUT

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

BILANGAN 14:1-9

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa orang Israel bersungut-sungut?
  2. Cara orang Israel bersungut-sungut?
  3. Apakah bersungut-sungut termasuk sifat memberontak?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: “Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!” (Bilangan 14:2).

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, arti kata bersungut-sungut adalah menggerutu.

Bangsa Israel menggerutu kepada Musa dan Harun karena kabar buruk yang di bawa 10 pengintai.

Padahal mereka sudah melihat banyak mujizat saat mereka dibawa Tuhan ke luar dari Mesir, tetapi mereka tidak percaya kepada janji Tuhan.

Semua orang yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku(Bilangan 14:22).

Bangsa Israel tercatat 10 kali mencobai Tuhan, puncaknya saat mereka ingin kembali ke Mesir karena terpengaruh kabar buruk yang di bawa 10 pengintai.

Saudara, lawan kata bersungut-sungut adalah senang hati.

Bersungut-sungut lahir karena kurang percaya atau tidak percaya kepada janji Tuhan, sebaliknya orang yang percaya kepada janji Tuhan akan mengalami hati yang senang atau sukacita.

Kita harus merenungkan dan menyimpan janji Tuhan, sekalipun janji-Nya belum digenapi.

Sekalipun fakta yang kita lihat berbeda dengan janji Tuhan, tetapi apabila janji itu tertanam dalam hati kita, kita akan tetap bersukacita.

Kadangkala kita lupa ada proses untuk menghasilkan buah. Kita ingin buah yang instan atau segera.

Ketika kita tidak mendapatkannya, kita menjadi kecewa dan bersungut.

Saudara, benih firman Tuhan itu harus di tabur di hati yang subur, jagalah supaya tidak dicuri setan melalui banyak kekuatiran.

Sirami benih firman itu dengan sesering mungkin merenungkannya.

Maka firman itu akan menghasilakan buah dalam kehidupan kita.

Saudara, jagalah lidah kita dari sungut-sungut.

Ketika melihat fakta tidak sesuai dengan janji tetaplah naikkan ucapan syukur, karena Tuhan tahu waktu yang paling tepat.

Tuhan tidak mungkin terlambat menggenapi janji-Nya, kita yang seringkali tidak sabar menantikan waktunya Tuhan.

Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana tetap bersukacita saat janji-Nya belum tergenapi.

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 12-13

Kamis, 19 Oktober 2023

MENGEKANG LIDAH

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YAKOBUS 1:25-27

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang berbahagia menurut ayat 25?
  2. Mengapa ibadah dapat menjadi sia-sia dihadapan Tuhan?
  3. Apakah ibadah yang murni itu?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.” (Yakobus 1:26).

Dalam ayat ini lidah diibaratkan hewan yang perlu dikendalikan (dikekang).

Dalam Bahasa Yunani, mengekang adalah upaya secara aktif dan terus menerus yang melibatkan diri seseorang.

Jadi mengekang lidah bukanlah kegiatan yang tergantung keadaan sekitar atau perasaan, tetapi upaya orang Kristen untuk secara aktif, dan bersifat terus menerus mengendalikan lidahnya.

Saudara,  lidah atau perkataan kita adalah komponen utama dalam berkomunikasi dan bersosialisasi dengan sesama.

Melalui lidah atau perkataan kita dapat membuat orang bersemangat atau orang menjadi putus asa.

Perkataan kita dapat membuat orang bahagia atau sedih.

Perkataan kita dapat membuat orang marah atau bersukacita. 

Oleh karena itu, kita harus belajar menundukkan lidah kita supaya tidak membuat kekacauan.

Salah satu senjata untuk mengendalikan lidah adalah kesabaran.

Kesabaran  adalah buah Roh, buah dari keintiman dengan Tuhan.

Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi (Amsal 10:19).

Ayat ini mengingatkan kita supaya jangan terlalu banyak bicara dan berbicara dengan berpikir lebih dahulu. 

Pergunakan akal budi, bukan hanya perasaan.

Tentu saja ini bukan hal yang mudah.

Kita perlu belajar setiap hari.

Belajarlah untuk mendengarkan dengan sabar lawan bicara, kemudian pikirkan perkataan-perkataan yang tepat sebagai responnya.

Mungkin saudara dianggap lamban dalam berkomunikasi, tetapi itu lebih baik daripada cepat dana banyak bicara tetapi didalamnya ada pelanggaran.

Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana berlatih mengekang lidah.

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 10-11

Rabu, 18 Oktober 2023

BICARA KURANG AJAR TENTANG TUHAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MALEAKHI 3:13-15

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mungkinkah seorang anak Tuhan menghina Tuhan?
  2. Adakah contoh bentuk penghinaan kepada Tuhan?
  3. Siapakah yang dirugikan karena penghinaan itu?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

 TUHAN berkata, “Kata-katamu sungguh menghina Aku.” “Tetapi kamu bertanya, ‘Apa yang kami katakan tentang Engkau?’ Kamu berkata, ‘Percuma saja berbakti kepada Allah. Apa gunanya melakukan kewajiban kita terhadap TUHAN Yang Mahakuasa, atau menunjukkan kepada-Nya bahwa kita menyesali kesalahan kita? Kita lihat sendiri bahwa orang-orang sombong bahagia. Orang jahat tidak hanya bertambah makmur, tetapi kalau mereka menguji kesabaran Allah dengan berbuat jahat, mereka luput juga.” (Maleakhi 3:13-15 BIS).

Ayat-ayat di atas sering terjadi kepada anak-anak Tuhan.

Ketika sedang mengalami penderitaan, apakah itu sakit penyakit atau kekurangan, kadang kita membandingkan kehidupan dengan mereka yang bukan anak Tuhan.

Kita merasa bahwa hidup kita lebih sulit dari mereka yang tidak mengenal Tuhan. Mazmur 73 juga mencatat hal yang sama:

Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik. Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain. Sebab itu mereka berkalungkan kecongkakan dan berpakaian kekerasan. Karena kegemukan, kesalahan mereka menyolok, hati mereka meluap-luap dengan sangkaan. Mereka menyindir dan mengata-ngatai dengan jahatnya, hal pemerasan dibicarakan mereka dengan tinggi hati.(Mazmur 73:3-8).

Sekalipun kita sedang mengalami kesulitan, jangan pernah bandingkan hidupmu dengan kondisi mereka yang tidak mengenal Tuhan.

Ingatlah, akhir hidup mereka berbeda dengan kita.

Sekalipun mereka memiliki kekayaan berlimpah dan sepertinya mereka sukses, tetapi akhir hidup mereka di tempat kegelapan yang kekal.

Sedangkan kita, sekalipun selama di bumi ini mungkin mengalami banyak persoalan, tetapi akhir hidupnya jelas, hidup dalam surga yang mulia.

Ketika kita membandingkan kondisi kita dengan mereka yang di luar Tuhan, dan merasa Tuhan tidak adil, kita sedang menghina Tuhan.

Saudara, Ketika  kita dalam persekutuan dengan Tuhan, kita akan menyadari kenyataan, bahwa mereka yang kita anggap mujur, akhir hidupnya sungguh menyakitkan, seperti dicatat dalam Mazmur 73:

“Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal itu menjadi kesulitan di mataku, sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka. Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!” (Mazmur 73:16-19).

Saudara, dalam kesulitan tetaplah berdoa dan terus mengucapkan syukur.

Melalui doa, kita menyerahkan hidup kepada Tuhan dan melalui pengucapan syukur kita sedang mengakui bahwa Dia adalah Allah yang berdaulat.

Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana menghindari sikap hidup yang menghinakan Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 8-9

Selasa, 17 Oktober 2023

KABAR BERITA YANG MELEMAHKAN IMAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

BILANGAN 13:28-33

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kabar apa yang diberitakan oleh 10 orang pengintai?
  2. Apakah akibat kabar negatif yang dibawa 10 pengintai?
  3. Apakah kabar yang dibawa oleh Kaleb dan Yosua?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.” (Bilangan 13:31).

Terkadang suara mayoritas belum tentu benar.

Kisah 12 pengintai yang kita baca dan renungkan adalah salah satunya.

10 orang pengintai itu lebih percaya kepada penglihatan mereka daripada  percaya kepada janji Allah.

Sebaliknya Kaleb dan Yosua lebih percaya kepada janji Allah daripada kepada penglihatan mereka.

Mereka menceritakan kondisi yang dialami selama pengintaian dan menyimpulkan sendiri tanpa peduli kepada janji Tuhan.

Sebagai akibatnya, 10 orang ini mencemari seluruh bangsa Israel. Bangsa Israel memberontak kepada Allah.

Saudara, akibat pemberitaan 10 orang ini fatal.

Allah menghukum bangsa Israel selama 40 tahun berkeliling di padang gurun, dan mereka tidak pernah masuk ke tanah perjanjian, kecuali keturunan mereka dan 2 orang pengintai yang benar, Kaleb dan Yosua.

Sungguh menyedihkan, bangsa Israel memilih suara mayoritas dari pada mendengar penjelasan Kaleb dan Yosua.

Janji Tuhan mereka abaikan karena mendengar berita dari 10 orang ini.

Saudara, dalam era pasca modern saat ini dunia mengalami juga era post-truth, dimana kebenaran dipelintir sedemikian rupa, sehingga orang tidak menyadarinya sudah disesatkan.

Kebohongan terus menerus diviralkan, sampai masyarakat percaya kepada bahwa itulah kebenaran.

Orang-orang jahat berupaya membangun opini menggunakan media sosial, untuk mengambil keuntungan dari masyarakat.

Saudara, kalau ada kabar-kabar yang melemahkan iman, berhati-hatilah.

Iblis adalah bapa segala pendusta saat ini gencar menyerang iman Kristen.

Iblis ingin mencuri damai sejahtera dan membuat kita tidak hidup dalam panggilan Allah.

Jangan mudah ikut mengirimkan kabar-kabar yang tidak jelas sumbernya.

Janganlah hidup seperti 10 pengintai, tetapi teladanilah Kaleb dan Yosua.

Mereka menempatkan firman Tuhan di atas fakta yang mereka lihat secara fisik.  

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya kabar buruk yang dibawa 10 pengintai itu melemahkan iman bangsa Israel.

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 6-7

Senin, 16 Oktober 2023

SAKSI YANG SETIA TIDAK BERDUSTA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

AMSAL 14:5-7

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang disaksikan oleh seorang saksi yang setia?
  2. Siapakah yang disebut saksi dusta?
  3. Mengapa si pencemooh disebut sia-sia ketika dia mencari hikmat?
  4. Apa yang mudah diperoleh orang yang berpengertian?
  5. Mengapa harus menjauhi orang bebal?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika Roh Kudus turun atas hidup kita, maka kita diberi kuasa untuk menjadi saksi Kristus.

Dan kita memiliki tugas dan panggilan sebagai saksi Kristus.

Saksi Kristus adalah orang-orang yang telah mengalami Tuhan dalam hidupnya.

1 Yohanes 1:1-4 ”Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup–itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.”

Saudara, sebagai saksi yang setia, maka hendaklah kesaksian kita merupakan pengalaman ketika kita bersama Dia, Yesus Kristus yang telah ada di dalam hidup kita, Dia hidup dalam hati kita dan karena itu kita menjadi bahagian tubuh Kristus.

Sebagai tubuh Kristus maka kita mengalami kehidupan bersama dengan Yesus Kristus.

Pengalaman inilah yang patut kita ceritakan dan beritakan kepada orang yang belum ikut bersekutu dengan Bapa, Anak-Nya dan Roh Kudus-Nya.

Sudah sepatutnya kita menyaksikan atau bersaksi tentang Dia kepada orang-orang yang di luar persekutuan dengan Bapa, Anak-Nya Yesus Kristus.

Apa yang seharusnya kita saksikan tentang Kristus kepada orang-orang yang belum bersekutu dengan Bapa dan Yesus?

Yang perlu kita saksikan adalah tentang kasih Bapa yang telah kita rasakan, kita alami dan beberapa hal yang kita dengar atau baca dari Kitab Suci.

Bersaksi tidak perlu membesar-besarkan fakta yang telah kita alami, rasakan dan nikmati.

Membesarkan atau mengecilkan fakta-fakta yang kita alami merupakan kebohongan, sesuatu yang tidak boleh dilakukan oleh seorang saksi Kristus.

Jika itu terjadi, maka hal itu bisa disebut kesaksian palsu, saksi dusta dan bisa disebut saksi yang tidak setia, sehingga sepatutnya itu tidak kita lakukan.

Hal itu terjadi ketika kita tidak dipimpin oleh Roh Kudus. Itu bisa terjadi ketika kita ingin membesarkan diri karena kesombongan, ingin dianggap besar oleh orang lain yaitu sikap duniawi yang sepetutnya sudah tidak ada lagi dalam hidup orang percaya yang telah lahir kembali.

Roh Kudus tidak mengajar kita untuk berdusta karena iblislah bapak dusta.

Jika ada anak Tuhan yang berdusta, hal itu mungkin terjadi karena kebodohannya terpengaruh oleh roh dusta iblis dan setan-setan pengikutnya.

Oleh karena itu, rendahkanlah dirimu dan jangan congkak supaya jangan di pengaruhi roh-roh jahat pendusta dan roh kesombongan, sehingga kita berdusta dalam kesaksian-kesaksian kita.

Roh Kudus ingin memimpin orang percaya bersaksi dan Roh Kudus akan mengajarkan bagaimana kita memuliakan Bapa, Yesus Kristus, dengan tidak menambahkan sesuatu yang tidak ada, sesuatu yang tidak terjadi, sesuatu yang imajiner dan wacana serta keinginan sebagai sesuatu yang nyata.

Itu adalah kebohongan, sesuatu yang tidak pantas lagi kita lakukan.

Marilah kita menyaksikan apa yang kita lihat dengan mata kepala kita, dengarkan dan rasakan apa yang kita alami dalam hidup kita, supaya apa yang kita alami setelah kita lahir kembali yaitu pengalaman dalam pelayanan kita sehingga tidak perlu atau membesar-besarkan keadaan yang sebenarnya.

Haleluya, Puji Tuhan, Amen.

Apa penyebab ada anak Tuhan bahkan para pengkhotbah yang bercerita melebih-lebihkan fakta yang sebenarnya? Adakah itu, mengapa itu terjadi?

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 4-5