Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apakah yang dimaksud dengan batu hidup?
Mengapa batu itu dibuang manusia?
Apakah saudara sudah menjadi batu hidup juga?
“Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.” (1 Petrus 2:4-5).
Kristus di sini, seperti sering kali di tempat lain, diumpamakan dengan sebuah “batu”.
Rasul Petrus, menggunakan metafora ini, untuk menunjukkan bahwa dia bukanlah batu karang biasa, tetapi Kristus adalah batu karang yang di atasnya gereja dibangun, dan dialah batu fondasi yang di atasnya setiap orang percaya diletakkan; dan terutama sehubungan dengan kegunaan batu dalam bangunan, Kristus disamakan dengan Dia, yang menjadi fondasi dan batu penjuru, serta dalam hal kekuatan dan ketahanan; dan ia disebut yang “hidup”, karena ia mempunyai kehidupan di dalam dirinya, sebagai Tuhan.
Tuhan Yesus diletakkan sebagai fondasi, dan bahwa ia adalah satu-satunya landasan, dan oleh karena itu mereka meletakkan seluruh dasar keselamatan mereka, dan membangun semua harapan kebahagiaan mereka di atasnya; dan sebagai batu hidup, memperoleh rahmat, kehidupan, dan kekuatan darinya; menjalankan iman kepada-Nya atas segala kemurahan, berkat, dan penghiburan dalam kehidupan rohani, dan mengharapkan belas kasihan-Nya untuk kehidupan kekal.
Yesus adalah batu hidup yang dibuang atau ditolak bangsa Israel.
Mereka menolak Dia sebagai Mesias yang dijanjikan Allah sampai hari ini.
Orang Kristen di Israel kurang dari 200.000 orang atau sekitar 2,1 % dari total populasi penduduk Israel.
Bayangkan dengan jumlah orang Kristen di Indonesia sekitar 20 juta orang.
Penolakan Israel menjadi berkat bagi bangsa-bangsa dunia, termasuk kita di Indonesia.
Saudara, sama seperti Tuhan Yesus sebagai batu hidup, tetapi Dia menjadi fondasi dan penjuru, kita juga harus menjadi batu hidup yang disusun secara rapi bersama batu-batu hidup lain menjadi bangunan yang megah sehingga dunia melihat Kristus nyata.
Kita seperti sekumpulan batu bata yang harus disusun dan direkatkan oleh tukang, menjadi bagian dari bangunan. Tuhan memakai para rasul, para penatua, para hamba Tuhan untuk membangun sesuai dengan rancangan-Nya.
Sebagai batu hidup, kita tidak dapat memilih dimana akan ditempatkan dalam sebuah bangunan, itu sepenuhnya hal pemilik bangunan, yaitu Tuhan.
Bagian kita adalah tunduk pada kehendak Dia, dimana Dia akan memakai kita dalam gereja lokal.
Tuhan sudah memberikan kita talenta dan karunia-karunia Roh Kudus yang akan membuat kita berfungsi dalam gereja lokal.
Saudara, janganlah jadi batu hidup yang tergeletak tanpa ada fungsi.
Izinkanlah direkatkan dengan batu-batu hidup lainnya oleh para pemimpin yang diurapi Tuhan.
Berfungsilah dalam gereja lokal, sekecil apapun fungsinya. Jadilah batu hidup seperti Tuhan Yesus.
Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana membangun pola pikir alkitabiah.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apakah yang dimaksud dengan emas, perak, batu permata, kayu, jerami?
Apakah maksudnya Yesus sebagai dasar bangunan?
Apakah saudara sedang membangun kehidupan rohani dengan emas atau yang lain?
“Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.” (1 Korintus 3:12-15).
Jemaat di Korintus sedang mengalami berbagai persoalan, pengajaran palsu, perpecahan, perzinahan dan masalah hukum antar jemaat.
Paulus menggunakan analogi terkait pengajaran yang baik dalam gereja di Korintus dengan emas, perak, dan batu-batu berharga.
Ini adalah doktrin-doktrin yang murni dan bermanfaat.
Sedangkan yang dimaksud dengan kayu, jerami, dan jerami, adalah doktrin-doktrin palsu; seperti yang pada waktu itu berlaku di Gereja Korintus; misalnya, tidak percaya ada kebangkitan tubuh; bahwa seorang laki-laki boleh secara sah menikahi ibu tirinya setelah ayahnya meninggal; bahwa penting untuk memasukkan sebagian besar hukum Musa ke dalam Injil; dan, mungkin hal-hal lain, yang juga merupakan pengecualian, sehubungan dengan pernikahan, pergundikan, percabulan, menghadiri festival-festival kafir, dan memakan daging yang telah dipersembahkan sebagai kurban kepada berhala; dan masih banyak hal lainnya.
Saudara, supaya kita bertumbuh dengan sehat, maka kita perlu mendapatkan pengajaran yang benar atau Alkitabiah.
Seluruh aspek kehidupan kita harus didasarkan pengajaran di dalam Alkitab.
Aspek kehidupan seperti pengelolaan keuangan, pergaulan, rumah tangga, cara bekerja dan lain sebagainya harus berlandaskan pengajaran Alkitab atau firman Allah.
Itulah bangunan yang dibangun dengan emas, perak dan permata.
Saudara, salah satu nilai dari GKKD BP adalah Alkitabiah.
Setiap jemaat perlu memahami bagaimana cara memahami atau menafsirkan Alkitab.
Tentu saja harus bergantung kepada Roh Kudus dan menggunakan akal budi yang Tuhan sudah berikan.
Alkitab ditulis dalam kurun waktu 1500 tahun, dari tahun 1500 oleh 35 penulis selama lebih dari 35 generasi, dari segala lapisan masyarakat.
Alkitab ditulis di berbagai tempat yang berbeda dalam waktu yang berbeda-beda. Alkitab ditulis dalam dua bahasa yang berbeda.
Oleh karena itu, diperlukan keterampilan dasar untuk memahami alkitab, dimulai dari pemahaman latar belakang penulisan (sejarah dan budaya setempat), tujuan penulisan, jenis tulisan, bahasa asli dan lain sebagainya.
Dalam era digital, sudah banyak alat bantu berbentuk aplikasi Handphone yang memudahkan kita belajar Alkitab secara bertanggung jawab.
Semuanya bisa ada dalam genggaman kita.
Untuk mengetahui latar belakang dan tujuan penulisan, saudara dapat menggunakan aplikasi “AlkitabPEDIA”.
Untuk mengetahui tafsiran para teolog, kita dapat men-download aplikasi “Tafsiran”, bagi yang memahami bahasa Ingggris dapat juga menggunakan aplikasi alkitab lengkap “E-Sword”.
Masih banyak sumber-sumber pembelajaran lain yang dapat menolong kita belajar Alkitab dengan bertanggung jawab.
Mari kita maksimalkan handphone kita untuk belajar Alkitab dengan tekun.
Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana belajar Alkitab dengan baik dan bertanggung jawab.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apakah yang dimaksud dengan kawan sewarga dari orang-orang kudus?
Apakah yang dimaksud dengan batu penjuru?
Apakah saat membangun kehidupan rohani memperhatikan batu penjuru?
“Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan” (Efesus 2:19-22).
Dalam Alkitab, istilah “batu penjuru” digunakan secara metaforis untuk mewakili elemen dasar atau penting. Konsep batu penjuru sering dikaitkan dengan Yesus Kristus, yang disebut sebagai “batu penjuru” dalam Perjanjian Baru.
Di sini, Yesus digambarkan sebagai batu penjuru di mana gereja dibangun, melambangkan peran sentral dan penting yang dimainkan Yesus dalam iman Kristen.
Batu penjuru adalah batu pertama yang dipasang dalam konstruksi suatu bangunan, dan menentukan posisi semua batu lainnya dalam struktur tersebut.
Dalam pengertian rohani, Yesus dipandang sebagai landasan dan kekuatan pemersatu gereja.
Secara keseluruhan, konsep batu penjuru dalam Alkitab mewakili pentingnya Yesus Kristus dalam iman Kristen dan keyakinan bahwa Dialah tokoh sentral yang menjadi landasan segala sesuatu..
Yesus sebagai batu penjuru dari rumah rohani atau gereja lokal, oleh karena itu seluruh proses pembangunannya/program gereja lokal harus mengacu kepada Sang Batu Penjuru.
Kita tidak boleh membangun gereja lokal berdasarkan rancangan pribadi atau mencontoh rancangan yang lain.
Fokus kepada Tuhan Yesus.
Saudara, sebagai bagian dari gereja lokal atau sering juga disebut batu hidup, seharusnya memberikan diri dibangun sesuai dengan kehendak Tuhan Yesus.
Batu penjuru dalam kepercayaan kuno sering dianggap dapat mendatangkan berkat dan perlindungan.
Batu tersebut diletakkan di penjuru ruangan.
Bagi kita Yesuslah batu penjuru kita, sebagai dasar dan pusat kehidupan kita, yang mengarahkan arah pertumbuhan rohani kita, sekaligus sebagai sumber berkat dan sumber perlindungan kita.
Diskusikan dengan pembimbingmu, apakah kehidupan rohanimu sudah dibangun sesuai dengan Batu Penjuru.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Mengapa tubuh kita disebut bait Roh Kudus?
Mengapa Roh Kudus mau tinggal dalam tubuh kita yang rentan terhadap dosa?
Apakah dampak kehadiran Roh Kudus dalam tubuh kita?
“Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!” (1 Korintus 6:15).
Ketika Paulus menulis surat kepada jemaat di Korintus, mereka sedang mengalami masalah-masalah yang serius.
Masalah tersebut mencakup perpercahan di dalam jemaat, masalah moral terutama perzinahan, dan permasalahan hukum di antara jemaat.
Oleh karena itu, Paulus perlu mengingatkan jemaat, bahwa tubuh tidak boleh digunakan untuk perzinahan, karena tubuh adalah bait Roh Kudus.
Saudara, pada masa itu Bait Allah di Yerusalem masih berdiri kokoh, sekalipun tabirnya sudah terbelah saat Tuhan Yesus mati di kayu salib.
Sebagian orang Kristen Yahudi mungkin masih ada yang beranggapan bahwa Bait Allah sebagai pusat penyembahan, sehingga mereka tidak merasa perlu menjaga kesucian tubuhnya.
Padahal pusat penyembahan sudah berubah dari bangunan yang dibuat oleh manusia, menjadi dalam roh dan kebenaran.
Kita dapat menyembah Tuhan dimana saja, sebab kita adalah bait Allah, tempat kehadiran Allah.
Saudara, sebagai akibat dari tubuh kita sekarang adalah bait Roh Kudus, ada dua perkara yang sangat penting.
Pertama, kita perlu menjaga kesucian tubuh kita, dengan menjauhi segala bentuk dosa perzinahan dan dosa-dosa lainnya.
Kedua, kehadiran Roh Kudus dalam tubuh kita ternyata ada dampak yang luar biasa.
Kita mendapatkan berkat kesehatan dan panjang umur, karena Roh Kudus bekerja menghidupkan tubuh kita yang fana.
Roh Kudus di dalam kita akan mengatasi dampak dosa pada tubuh, yaitu kelemahan tubuh. Kita akan menerima kesehatan Ilahi.
“Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.” (Roma 8:11).
Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya mengetahui karunia rohani.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Mengapa Tuhan memanggil kembali mempelai-Nya yang telah diceraikan-Nya?
Mengapa Tuhan menyembunyikan wajah-Nya?
Apa yang Tuhan janjikan pada zaman Nuh?
Apa yang Tuhan janjikan bagi mempelai-Nya pada saat ini?
Saudara, pernyataan Yesaya tentang Tuhan Allah:
Yesaya 54:5-10”Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi. Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu. Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali. Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu. Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.”
Tuhan Allah disebut sebagai Tuhan yang Maha Kasih, Tuhan yang Maha Tahu, dan Tuhan yang Setia.
Kesetiaan Tuhan itu nyata sekali dari apa yang Tuhan nyatakan dan dituliskan oleh Yesaya.
Yesaya 55:10-11”Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”
Tuhan yang setia akan melaksanakan semua janji-Nya.
Dia akan melaksanakan janji itu sesuai dengan maksud Tuhan Allah.
Dalam Perjanjian Baru, Tuhan berjanji:
Ibrani 13:5b”Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”
Tuhan Allah dikenal karena kasih-Nya, kebaikan-Nya, dan kesetiaan-Nya. Tuhan Yesus pernah berkata:
Yohanes 14:18-20”Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.”
Bapa, Anak-Nya Yesus Kristus, dan kita sebagai jemaat-Nya adalah kesatuan dalam tubuh-Nya.
Bapa, Anak-Nya dan Roh Allah diam di dalam tubuh kita sebagai orang percaya.
Tuhan berjanji bahwa Dia tidak akan meninggalkan kita. Dia menyertai kita sampai akhir zaman.
Tuhan telah berjanji bahwa Dia akan menyertai gerejanya sampai akhir zaman.
Dia akan tetap setia, dan kesetiaan-Nya tidak akan beranjak sampai selama-lamanya.
Roma 8:37-39”Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
Dan Tuhan Allah yang Maha Kasih dan Maha Baik akan terus menyertai gereja-Nya, jemaat-Nya yang disebut juga Tubuh-Nya.
Haleluya, puji Tuhan, Amin!
Apakah bisa bagi seseorang untuk keluar dari Yesus Kristus? Bagaimana caranya?