MEMPERHATIKAN BAGAIMANA HARUS DIBANGUN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 KORINTUS 3:10-16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dimaksud dengan emas, perak, batu permata, kayu, jerami?
  2. Apakah maksudnya Yesus sebagai dasar bangunan?
  3. Apakah saudara sedang membangun kehidupan rohani dengan emas atau yang lain?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.” (1 Korintus 3:12-15).

Jemaat di Korintus sedang mengalami berbagai persoalan, pengajaran palsu, perpecahan, perzinahan dan masalah hukum antar jemaat.

Paulus menggunakan analogi terkait pengajaran yang baik dalam gereja di Korintus dengan emas, perak, dan batu-batu berharga.

Ini adalah doktrin-doktrin yang murni dan bermanfaat.

Sedangkan yang dimaksud dengan kayu, jerami, dan jerami, adalah doktrin-doktrin palsu; seperti yang pada waktu itu berlaku di Gereja Korintus; misalnya, tidak percaya ada kebangkitan tubuh; bahwa seorang laki-laki boleh secara sah menikahi ibu tirinya setelah ayahnya meninggal; bahwa penting untuk memasukkan sebagian besar hukum Musa ke dalam Injil; dan, mungkin hal-hal lain, yang juga merupakan pengecualian, sehubungan dengan pernikahan, pergundikan, percabulan, menghadiri festival-festival kafir, dan memakan daging yang telah dipersembahkan sebagai kurban kepada berhala; dan masih banyak hal lainnya.

Saudara, supaya kita bertumbuh dengan sehat, maka kita perlu mendapatkan pengajaran yang benar atau Alkitabiah.

Seluruh aspek kehidupan kita harus didasarkan pengajaran di dalam Alkitab.

Aspek kehidupan seperti pengelolaan keuangan, pergaulan, rumah tangga, cara bekerja dan lain sebagainya harus berlandaskan pengajaran Alkitab atau firman Allah.

Itulah bangunan yang dibangun dengan emas, perak dan permata.

Saudara, salah satu nilai dari GKKD BP adalah Alkitabiah.

Setiap jemaat perlu memahami bagaimana cara memahami atau menafsirkan Alkitab.

Tentu saja harus bergantung kepada Roh Kudus dan menggunakan akal budi yang Tuhan sudah berikan.

Alkitab ditulis dalam kurun waktu 1500 tahun, dari tahun 1500 oleh 35 penulis selama lebih dari 35 generasi, dari segala lapisan masyarakat.

Alkitab ditulis di berbagai tempat yang berbeda dalam waktu yang berbeda-beda. Alkitab ditulis dalam dua bahasa yang berbeda.

Oleh karena itu, diperlukan keterampilan dasar untuk memahami alkitab, dimulai dari pemahaman latar belakang penulisan (sejarah dan budaya setempat), tujuan penulisan, jenis tulisan, bahasa asli dan lain sebagainya.

Dalam era digital, sudah banyak alat bantu berbentuk aplikasi Handphone yang memudahkan kita belajar Alkitab secara bertanggung jawab.

Semuanya bisa ada  dalam genggaman kita.

Untuk mengetahui latar belakang dan tujuan penulisan, saudara dapat menggunakan aplikasi “AlkitabPEDIA”.

Untuk mengetahui tafsiran para teolog, kita dapat men-download aplikasi “Tafsiran”, bagi yang memahami bahasa Ingggris dapat juga menggunakan aplikasi alkitab lengkap “E-Sword”.

Masih banyak sumber-sumber pembelajaran lain yang dapat menolong kita belajar Alkitab dengan bertanggung jawab.

Mari kita maksimalkan handphone kita untuk belajar Alkitab dengan tekun.

Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana belajar Alkitab dengan baik dan bertanggung jawab.

Pembacaan Alkitab Setahun

Hakim-hakim 3-5