Jumat, 5 Januari 2024

NYANYIKAN BAGI TUHAN NYANYIAN BARU

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MAZMUR 149:1-9

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa Tuhan menginginkan umat-Nya untuk menyanyikan nyanyian baru?
  2. Alat musik apa saja yang bisa digunakan untuk memuji Tuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Bernyanyi bagi Tuhan mungkin hal yang sudah biasa kita lakukan sehari-hari.

Ada nyanyian dengan nada gembira, ada pula yang bernada sendu seperti nyanyian ratapan.

Bob Kauflin mengatakan bahwa Alkitab mempunyai lebih dari empat ratus referensi tidak langsung tentang nyanyian dan setidaknya lima puluh perintah langsung untuk bernyanyi.

Dan jika kita membaca Kitab Mazmur, maka kita akan melihat bahwa paragraf-paragraf dalam kitab tersebut disusun selayaknya sebuah nyanyian.

Itu sebabnya banyak nyanyian pujian yang diinspirasi dari Kitab Mazmur.

Mazmur 149:1  ”Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh.”

Secara khusus, Tuhan ingin agar umat-Nya menyanyikan nyanyian baru. Mengapa?

Karena Tuhan ingin agar ketika kita menyanyi, kita menyanyi dengan segenap hati, dengan pengertian yang baru, dengan rasa atau emosi yang baru.

Jangan karena sudah begitu hafal dengan lagu atau nyanyian yang kita lantunkan, maka kita menyanyi dengan tidak lagi menghayati nyanyian tersebut.

Mazmur 22:4  ”Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.”

Tuhan bersemayam, bertakhta di atas puji-pujian. Ini adalah yang akan terjadi jika kita memuji Tuhan dengan benar, kita seperti menghadirkan hadirat Tuhan di depan kita.

Hadirat-Nya yang akan menguatkan, menghiburkan, menyembuhkan kita.

Jadi marilah kita lebih banyak, lebih sering menyanyi, memuji, menyembah Tuhan.

Jangan ragu untuk mendengarkan dan mencoba menyanyikan lagu-lagu yang baru.

Mazmur 96:1-4  ”Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa. Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.”

Ada banyak alasan untuk kita bernyanyi dan memuji serta menyembah Tuhan, lebih sering, karena Tuhan menyukai pujian kita dan Dia layak untuk menerima sembah dan pujian kita.

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang perbedaan pujian dan penyembahan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 16-18

Kamis, 4 Januari 2024

MEMULIAKAN TUHAN DENGAN TUBUH KITA

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 KORINTUS 6:17-20

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang terjadi jika seseorang mengikatkan diri dengan Tuhan?
  2. Apakah dosa-dosa percabulan di masa kini?
  3. Apakah yang sepatutnya kita lakukan dengan tubuh kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Setelah seseorang menerima Kristus sebagai Juru Selamat, sesungguhnya ada perubahan besar yang terjadi secara rohani.

Kita tidak hanya dijanjikan untuk memperoleh keselamatan kekal, tetapi Tuhan juga memberikan benih baru dalam diri kita, yang memungkinkan kita untuk menjadi manusia baru.

Roh kita telah diperbarui karena kita turut menjadi bait Roh.

Oleh anugerah Tuhan, jiwa kita juga akan diperbarui, jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan atau emosi dan tekad atau kehendak itu semua akan diperbarui.

Pembaruan jiwa ini membutuhkan respon dari kita, ketika Roh Kudus mengingatkan kita—melalui pikiran kita—untuk kita melakukan hal-hal yang Tuhan kehendaki.

Misalnya, ketika kita menjadi sombong dengan memamerkan usaha (kedagingan) kita dan Roh mengingatkan.

Dan jika kita menyadari bahwa hal itu adalah teguran dari Tuhan dan kita mau bertobat, maka kita sedang memperbarui jiwa kita untuk menjadi semakin serupa Kristus.

Lalu bagaimana dengan tubuh kita? Tubuh adalah bagian yang paling rawan untuk dicobai oleh Setan.

Tubuh memiliki panca indera: mata untuk melihat; telinga untuk mendengar; kulit untuk meraba; hidung untuk mencium bebauan dan lidah untuk berbicara dan mencecap rasa.

Mata kita bisa digunakan untuk melihat hal-hal yang mulia, tetapi mata yang sama juga dapat digunakan untuk melihat hal-hal yang najis.

Hal yang najis seperti pornografi, atau melihat perilaku yang asusila.

Telinga bisa digunakan untuk mendengarkan hal-hal yang mulia seperti musik dan pujian yang memuliakan Tuhan.

Telinga juga bisa digunakan untuk mendengar dengan sabar keluhan orang dalam sesi konseling, kemudian kita mohon hikmat Tuhan untuk memberikan kata-kata penguatan dan penghiburan.

Tetapi telinga yang sama juga dapat digunakan untuk mendengarkan perkataan kotor, gosip.

Lidah bisa digunakan untuk mengucapkan hal-hal yang baik dan mulia: berdoa, memuji Tuhan, mengucapkan kata-kata yang positif untuk menasehati, menguatkan orang lain.

Tetapi lidah yang sama juga dapat digunakan untuk mengucapkan kata-kata negatif.

Itu sebabnya Rasul Yakobus mengatakan: “Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.” (Yakobus 3:5-6).

Mari kita muliakan Tuhan dengan tubuh kita dan segenap panca indera kita.

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang hal-hal praktis untuk memuliakan Tuhan dengan panca indera kita.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 12-15

Rabu, 3 Januari 2024

BERSUKACITA KARENA KELAHIRAN YESUS 

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 2:10-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang datang melihat bayi Yesus?
  2. Dan apa yang mereka lakukan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Selain kepada para gembala, berita tentang kelahiran Yesus juga disampaikan kepada orang majus.

Lalu siapakah yang dimaksud dengan orang majus? Alkitab mencatat bahwa orang majus berasal dari Timur Yerusalem, mungkin dari Persia atau Iran di masa kini.

Disebut orang majus karena mereka adalah orang yang bijaksana, orang pandai.

Dan orang majus ini melihat dari kejauhan, bintang yang akhirnya menuntun mereka hingga tiba di Betlehem.

Tetapi sebelum mereka tiba di Betlehem, mereka bertanya-tanya kepada penduduk Yerusalem tentang seorang raja yang baru lahir.

Pertanyaan orang majus ini menjadi viral hingga didengar oleh seluruh penduduk Yerusalem, termasuk raja Herodes.

Herodes yang merasa tersaingi dengan kelahiran seorang raja dengan tanda-tanda yang begitu ajaib, berusaha untuk mencari dan membunuh bayi Yesus.

Tetapi malaikat Tuhan yang mengetahui niat jahat Herodes, segera meminta Yusuf, Maria dan bayi Yesus untuk mengungsi ke Mesir.

Bagi Herodes, berita kelahiran Yesus menyebabkan ketakutan dan kekawatiran.

Tetapi bagi orang majus, kelahiran Yesus memberikan sukacita besar.

Karena sukacita, ketika bertemu dengan Yesus, merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Saat ini, berita atau kabar baik yang disampaikan Kristus akan disambut dengan sukacita besar bagi mereka yang haus dan lapar akan kebenaran.

Tetapi bagi mereka yang masih dibutakan oleh si Jahat, kabar baik atau Injil keselamatan itu akan mereka cibir, ejek atau bahkan hina.

Sehingga adalah tugas kita orang yang sudah percaya, agar lebih banyak lagi orang yang dapat mendengar Injil Keselamatan dan menjadi percaya.

Ketika seseorang menjadi percaya, maka akan nada sukacita sejati yang mereka rasakan.

Sukacita yang hanya dapat dipahami dan dirasakan oleh mereka yang secara pribadi dipindahkan dari maut kepada hidup yang kekal.

Peter Wagner menyatakan bahwa ada sepuluh gradasi orang yang menolak Injil hingga mereka siap untuk menerima Injil.

Orang yang atheis, mereka yang sama sekali tidak percaya akan Allah berada pada posisi minus sepuluh (-10).

Dan mereka yang siap untuk menerima Injil ada pada posisi nol (0).

Ketika kita memberitakan Injil, mungkin mereka tidak langsung menerima Kristus sebagai Juru Selamat, tetapi sangat mungkin mereka sudah mulai terbuka, itu artinya mereka sudah berpindah dari minus yang besar ke minus yang semakin kecil.

Jadi tidak ada usaha pemberitaan Injil yang sia-sia. Harapan kita adalah agar semakin banyak orang yang mendengar Injil keselamatan dan mengalami kelahiran baru.

Mereka dipindahkan dari nol ke positif satu (+1).

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang hal-hal praktis untuk memberitakan Injil Keselamatan kepada mereka yang kita kenal atau pun orang asing.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 8-11

Selasa, 2 Januari 2024

TUHAN ALLAH ADA DIANTARA KITA  

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ZEFANYA 3:16-19

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kepada siapa Allah berjanji akan tinggal di antara mereka?
  2. Apa yang Allah akan lakukan ketika Allah ada di antara mereka?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Zefanya 3:16Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: “Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.”

Firman Tuhan ini secara spesifik memang ditujukan kepada Yerusalem, lebih spesifik kepada Sion sebagai penghuni Yerusalem.

Dengan demikian Sion juga bisa berarti manusia penduduk Yerusalem.

Dan kita sebagai umat percaya di Perjanjian Baru, kita juga bisa mempercayai bahwa kita juga adalah Sion-Sion rohani, yaitu umat yang sudah ditebus oleh darah Kristus.

Menurut Firman di atas, Tuhan mengatakan agar tangan kita jangan menjadi lemah lesu, mengapa? Jawabannya ada di ayat 17-20.

Zefanya 3:17 “TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,…”

Ya, kita tidak perlu lemah dan lesu oleh karena Tuhan ada bersama dengan kita.

Dan karena Tuhan ada bersama dengan kita, maka sesuai ayat 17 hingga 20, Ia menjanjikan:

  • Memberi kita kemenangan
  • Ia bergirang karena kita
  • Ia memperbarui kita dengan kasih-Nya
  • Ia bersorak karena kita
  • Ia akan mengangkat malapetaka dari kita
  • Ia akan bertindak kepada orang yang menindas kita
  • Ia akan menyelamatkan yang pincang
  • Jika ada yang mendapat malu, maka Tuhan akan ubahkan itu menjadi kepujian
  • Ia akan membuat kita menjadi kepujian dan menjadi ternama.

Semua janji itu tentu tidak berlaku secara otomatis, janji Tuhan itu akan terwujud jika kita menerimanya dengan iman dan selanjutnya kita bertindak sesuai tuntunan dan arahan Tuhan.

Lalu darimana kita tahu tuntunan dan arahan Tuhan? Kita akan semakin peka untuk mengenali tuntunan Tuhan jika kita memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan.

Hubungan dengan Tuhan bisa terwujud jika kita memiliki persekutuan pribadi dengan Tuhan yang bisa kita wujudkan melalui doa, pujian dan penyembahan, melalui pembacaan dan perenungan Firman Tuhan.

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang hal-hal praktis untuk mengenal suara Tuhan, pimpinan Roh dalam kehidupan sehari-hari.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 4-7

Senin, 1 Januari 2024

KESUKAAN BESAR UNTUK SELURUH BANGSA

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 2:8-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang berbicara kepada para gembala?
  2. Apakah pesan utama yang disampaikan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebelum Yesus lahir di bumi, Allah memberikan petunjuk tentang rencana kedatangan-Nya.

Dan Alkitab mencatat dengan jelas bahwa pesan itu disampaikan oleh malaikat dan disampaikan kepada para gembala.

Dan apa yang disampaikan oleh malaikat kepada para gembala, sesungguhnya itu adalah penegasan atas apa yang dinubuatkan oleh para nabi di Perjanjian Lama.

Misalnya apa yang disampaikan oleh nabi Yesaya.

“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yesaya 7:14).

Atau apa yang dinubuatkan oleh nabi Mikha.

“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” (Mikha 5:1).

Yang menjadi pertanyaan, mengapa ketika Yesus sudah lahir, malaikat menyatakannya kepada para gembala, bukan kepada para imam, nabi atau raja?

Mengapa bukan kepada raja, karena raja juga berfungsi sebagai tokoh politik dan Yesus datang sama sekali tidak ada hubungan dengan politik.

Mengapa bukan kepada imam dan nabi, karena berita yang disampaikan adalah peristiwa yang sudah terjadi, bukan yang akan terjadi, jadi ini bukan nubuatan.

Lalu mengapa kepada para gembala?

Pertama, karena gembala adalah orang yang biasa bertanggung jawab dengan tugasnya, yaitu menggembalakan hewan.

Dan gembala adalah salah satu pekerjaan yang paling awal dicatat di Alkitab.

Kita tentu ingat bahwa Habel mempersembahkan kambing domba kepada Allah, itu karena dia adalah seorang gembala.

Alasan kedua, Yesus sendiri kelak akan menjadi seorang gembala, bukan gembala hewan, tetapi sebagai Gembala umat manusia seperti ditulis dalam Yohanes 10:11  “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”

Berita tentang kelahiran Yesus disebut sebagai kesukaan yang besar.

Karena Yesus datang, bukan hanya memberikan janji tetapi Dia juga adalah bukti tentang kasih Allah kan dunia.

Yohanes 3:16  ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.

Yesus adalah penggenapan dari kasih Allah.

Dan kepada mereka yang percaya pada perkataan-Nya, maka jiwanya akan diselamatkan, hidupnya akan diubahkan.

Bukankah itu berita yang sangat luar biasa? Berita yang menjadi kesukaan besar bagi seluruh orang yang percaya.

Saudara, dalam kelompok pemuridan ceritakan pengalamanmu ketika pertama kali engkau mendengar berita Injil Keselamatan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 1-3