Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Bagaimanakah pandangan Imam Besar terhadap Petrus dan Yohanes?
Apakah Petrus dan Yohanes menjadi takut karena sikap Imam Besar dan para pejabat di Bait Allah?
Petrus dan Yohanes adalah orang dengan latar belakang sederhana, seorang nelayan, bukan seperti Paulus yang cerdas dan belajar teologi pada Gamaliei, seorang Ahli Taurat yang sangat dihormati oleh orang banyak.
Bagi Imam Besar dan Ahli Taurat apa yang dilakukan oleh Petrus dan Yohanes, termasuk berbagai mukjizat yang mereka lakukan dalam nama Yesus, sungguh mereka tidak pahami.
Mereka bahkan tidak tertarik dengan mukjizat-mukjizat tersebut.
Memenangkan jiwa orang-orang dengan pendidikan tinggi memang tidak mudah, dulu tidak mudah, sekarang pun tidak mudah.
Diperlukan lebih dari sekedar mukjizat, yaitu lawatan Roh Kudus.
Perjumpaan dengan Roh Kudus akan membuat seseorang mulai melupakan sejenak otak kirinya, yang dipenuhi analisis, telaah dan perhitungan.
Itu yang terjadi misalnya pada seorang Charles Finney, seorang pengacara yang sangat cerdas, dan akhirnya menjadi percaya kepada Tuhan, setelah dia mengalami pergumulan pribadi tentang siapa Allah, hingga akhirnya dalam perjalanan ke kantor, Finney berbelok pergi ke hutan.
Dan disitu Finney menyerahkan hidupnya bagi Kristus.
Petrus dan Yohanes dalam kesederhanaan mereka, Allah memakai mereka untuk menyatakan kuasa supra natural, seperti ketika mereka berjumpa dengan seorang yang lumpuh di dekat Bait Suci, dan menyembuhkan orang lumpuh tersebut.
Paulus yang sangat cerdas, setelah bertobat juga dipakai oleh Tuhan untuk menyatakan berbagai kuasa supra natural.
Kisah Para Rasul 19:11-12 ”Oleh Paulus Allah mengadakan mukjizat-mukjizat yang luar biasa, bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.”
Demikian juga Charles Finney banyak dipakai Roh Kudus untuk menyatakan kuasa supra natural Allah.
Bahkan hampir tanpa campur tangan Finney sama sekali, seperti yang terjadi pada pertengahan abad ke 18 di sebuah gedung pertemuan di kota New York.
Banyak orang yang hadir rebah di depan Finney, fenomena yang disebut sebagai “slain in the Spirit” atau rebah dalam kuasa Roh.
Allah bisa memakai orang dari latar belakang apa saja untuk memanifestasikan kuasa-Nya.
Dulu bisa, sekarang bisa juga.
Karena Allah yang tidak berubah, jadi kalau mukjizat kurang banyak terjadi pada saat ini, mungkin manusianya yang harus berubah agar dapat dipakai Allah untuk melakukan berbagai tanda dan mukjizat.
Saudara, dalam kelompok pemuridan ceritakan apakah engkau pernah mengalami mukjizat atau menjadi pelaku yang dipakai oleh Roh untuk melakukan mukjizat.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apa yang terjadi ketika kita hidup oleh Roh?
Seperti apa saja perbuatan daging itu?
Apa saja buah Roh yang seharusnya menjadi milik orang-orang percaya?
“Keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging”
Pernyataan diatas tentu diketahui oleh banyak orang Kristen.
Kita bukan tidak tahu bahwa keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh.
Kita juga tahu bahwa apa yang berasal dari daging tidak berkenan di hadapan Tuhan.
Namun, masalahnya hari ini kita masih hidup dalam daging dan ada begitu banyak keinginan daging yang ingin kita puaskan.
Apakah Saudara pernah merasa frustasi karena merasa tidak bisa mengikuti keinginan Roh Allah yang begitu sempurna?
Apakah Saudara pernah merasa terintimidasi terus menerus karena tidak mampu mematikan keinginan daging yang terus muncul?
Dalam Roma 7:13-26, Paulus dengan jujur menceritakan pergumulannya. Ia ingin berbuat baik, tapi malah yang jahat yang muncul.
Dari perikop ini kita pun bisa merasakan pergumulannya, karena kebanyakan orang juga mengalami pergumulan yang sama.
Hanya saja ada yang mengakui dan ada yang tidak.
Tapi puji Tuhan di akhir perikop tersebut dan di bacaan kita hari ini, Paulus bisa mengucap syukur.
Dia tahu bahwa pengharapannya ada dalam Tuhan Yesus.
Kita bisa hidup dalam Roh bukan oleh pekerjaan dan kekuatan kita sendiri, tapi karena kasih karunia Allah.
Karena pekerjaan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita.
Ia mengubah hati dan pikiran kita, dan kemudian mempengaruhi tindakan kita.
Mereka yang berusaha berbuat baik dan menghasilkan buah Roh dengan kekuatan sendiri pasti akan frustasi dan terintimidasi, tapi ketika hati kita diubahkan oleh kasihNya, perbuatan baik menjadi sesuatu yang natural.
Diskusikanlah dengan pembimbing Saudara bagaimana mempraktekkan hidup dipimpin Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apa yang Yesus tegur ketika Ia menampakkan diri kepada kesebelas muridNya?
Perintah apa yang Yesus sampaikan setelah Ia menegur murid-muridNya?
Tanda-tanda apa saja yang menyertai orang-orang yang percaya?
Sebelum Tuhan Yesus terangkat ke sorga, Ia menyatakan dengan jelas kepada murid-muridNya bahwa tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya.
Yang dimaksud dengan orang-orang percaya bukan hanya murid-murid di zaman Tuhan Yesus, tapi juga kita yang hidup hari ini dan percaya kepada pemberitaan Injil.
Mari kita rangkum, tanda-tanda yang disebutkan oleh Tuhan Yesus:
Kita akan mengusir setan-setan demi namaNya
Kita akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru
Kita akan memegang ular
Sekalipun kita minum racun maut, kita tidak akan mendapat celaka
Kita akan meletakkan tangan atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh
Wow, bukankah sangat luar biasa tanda-tanda tersebut?
Lalu, apakah hari ini kita mengalami tanda-tanda itu dalam hidup kita?
Jika Ya, puji Tuhan! Mari kita terus mengandalkan Tuhan sehingga tanda-tanda itu senantiasa menyertai kita untuk membawa kemuliaan Tuhan bagi dunia yang gelap ini.
Jika Tidak, mari kita intropeksi diri. Mengapa tidak terjadi dalam hidup kita?
Apakah ada hal-hal yang menghalangi kita untuk mengalami janji Tuhan digenapi?
Sebelum Yesus menyatakan tanda-tanda ini, Ia terlebih dulu mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati murid-muridNya oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitanNya.
Hari ini, adakah ketidakpercayaan dan kedegilan hati yang masih ada?
Adakah kekuatiran, ketakutan, keraguan yang menjadi ciri ketidakpercayaan?
Adakah kedegilan yang terlihat pada hal atau kebiasaan yang kita tau harus ditinggalkan namun masih dijalani?
Adakah pengalaman pahit di masa lalu yang membuat kita sulit percaya kepada PribadiNya?
Adakah kenyataan atau fakta yang dihadapi, begitu kuat menguasai pikiran kita, sehingga sulit untuk lebih mempercayai firmanNya?
Saudaraku, panggilanNya tetap sama dari zaman ke zaman….”Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk.”
Sekalipun Yesus tahu kelemahan dan kekurangan murid-muridNya, Ia tetap mengutus mereka.
Ia tetap memberikan janji akan tanda-tanda yang menyertai mereka yang percaya.
Kita melayani bukan karena kehebatan kita, tapi karena kita mengalami kasih Kristus yang begitu ajaib.
Kasih itu membuatNya merendahkan diriNya dan Dia mau melayani kita.
Mari Saudara, arahkan pandanganmu kepada Yesus.
Alami kuasa Injil, bangun iman Saudara, dan alami janjiNya digenapi dalam hidup Saudara.
Berdoalah Saudara secara pribadi untuk mengalami janji Tuhan digenapi dalam hidup Saudara dan mulailah melangkah dengan iman untuk mempraktekkannya!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Perkataan apa yang diserukan oleh suara di padang gurun menurut nubuat nabi Yesaya?
Menurut Saudara siapakah yang dimaksud dengan suara itu?
Apa yang terjadi ketika seruan tersebut digenapi?
Mempersiapkan jalan untuk Tuhan adalah seruan nabi Yesaya, yang merupakan nubuat dan digenapi oleh Yohanes Pembaptis.
Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan untuk Tuhan dengan menyerukan “Bertobatlah, sebab kerajaan Sorga sudah dekat!”
Apa artinya mempersiapkan jalan bagi Tuhan untuk kita hari ini?
Apakah hanya Yohanes Pembaptis yang mendapatkan tugas tersebut, atau seluruh umat Tuhan patut melakukannya?
Tuhan Yesus menjadi penggenapan Kerajaan Sorga dinyatakan di dunia ini. Karena karyaNya di kayu Salib-lah, maka kerajaanNya bisa dinyatakan di segala zaman.
Namun, karena dunia belum mengalami kesudahannya, maka kita semua yang percaya kepadaNya menjadi alat untuk menyatakan kerajaanNya.
Ini artinya kita ikut menghadirkan pemerintahanNya di muka bumi dengan menegakkan kebenaranNya, hidup dalam kasih dan kuasaNya.
Setiap hal yang kita lakukan untuk menyatakan kerajaan Allah di sekitar kita adalah manifestasi dari menyiapkan jalan bagiNya.
Melalui kasih yang kita tunjukkan kepada sesama kita, maka kasih itu akan membuat mereka tergerak dan menjadi lembut hati untuk akhirnya menerima kasih Kristus.
Kemurahan hati yang kita lakukan dengan tulus menjadi jalan bagi orang lain untuk melihat bahwa masih ada orang yang tidak mementingkan diri di tengah orang-orang yang cenderung egois, sehingga akhirnya mereka mau menerima Roh Allah.
Mempersiapkan jalan bagi Tuhan sesungguhnya sederhana.
Renungkan, lalu praktekkan FirmanNya. Biarkan RohNya bekerja melalui kita dan mengubahkan pribadi kita, dan kemudian juga akan mengubah setiap orang yang terhubung dengan kita.
Apakah Saudara sedang mempersiapkan jalan bagi Tuhan?
Bagaimana Saudara dapat mempersiapkan jalan bagi Tuhan hari ini? Cobalah untuk mempraktekannya khususnya bagi orang-orang yang belum mengenal Tuhan di sekitar Saudara.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apa yang diserukan oleh para Serafim dalam penglihatan nabi Yesaya?
Bagaimana respon nabi Yesaya ketika mendapat penglihatan tersebut?
Bagaimana respon Tuhan terhadap nabi Yesaya dan jawaban Yesaya terhadap respon tersebut?
Yesaya 6:3 berkata “Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaanNya.”
Perkataan ini diucapkan oleh para Serafim dalam suatu penglihatan yang diperoleh oleh Yesaya.
Yesaya adalah nabi yang mengiringi empat raja Yehuda.
Pada saat itu Israel sudah terpecah menjadi dua kerajaan, dikalahkan oleh musuh berkali-kali, dan mereka hidup jauh dari perintahNya.
Saat Tuhan memberikan nyanyian kepada para Serafim tentang bumi penuh kemuliaanNya, Tuhan tahu bahwa nantinya bangsa Israel dan Yehuda akan semakin berubah setia, terbuang, dan diserakkan.
Sejauh mata memandang, bumi tidak penuh dengan kemuliaanNya saat itu.
Sekarang pun, bumi penuh dengan kejahatan manusia, bahkan lebih parah lagi, kejahatan semakin meningkat.
Lalu mengapa Tuhan tetap menyatakan kuduslah Tuhan semesta Alam dan bumi penuh kemuliaanNya?
Karena Ia mau menyatakan bahwa itulah ketetapan dan rencanaNya sejak semula yang digenapi dalam Yesus ketika Ia mati di kayu salib.
Bahkan dengan keadaan bumi yang bagaimanapun, Dia tidak beralih! Dia tetap bekerja….Dia mau menyatakan kekudusan dan kemuliaanNya.
Area manakah dalam hidup Saudara yang sedang mengalami kekelaman?
Sesungguhnya kita semua sama dengan nabi Yesaya.
Ketika berhadapan dengan kekudusan Allah, tidak seorangpun di antara kita yang akan tahan.
Kita najis bibir, hati kita penuh dengan kejahatan. Kita dilayakkan semata-mata karena darah Yesus.
Panggilan Allah bagi Yesaya juga berlaku bagi kita…”Siapakah yang akan Aku utus?”
Maukah kita menanggapi panggilan Tuhan seperti nabi Yesaya “Ini aku, utuslah aku”?
Karena tanggapan kita akan menentukan sekali, dimana kita akan berada dari kemuliaan Tuhan yang dinyatakan pada zaman ini.
Apakah Saudara sudah menjawab panggilanNya? Dapatkah Saudara melihat kemuliaan Tuhan sekalipun di tengah dunia yang rusak?