Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Mengapa harus menyembah dalam roh dan kebenaran?
Apakah yang dimaksud dengan menyembah dalam roh dan kebenaran?
Mengapa Allah mencari penyembah yang menyembah dalam roh dan kebenaran?
“Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran”. (Yohanes 4:24).
Bagi perempuan Samaria dan orang-orang Samaria, penyembahan adalah di gunung Gerizim.
Gunung Gerizim, tidak jauh dari Sikhar.
Di gunung ini mereka telah membangun sebuah kuil yang agak mirip dengan bait Allah di Yerusalem.
Ini adalah salah satu pokok utama perselisihan antara orang Samaria dan orang-orang Yahudi.
Yesus memberitahu perempuan Samaria, bahwa penyembahan yang benar bukan di gunung atau tempat tertentu.
Setelah kematian, kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus, Roh Kudus dicurahkan.
Orang dapat menyembah Allah dimana saja dan kapan saja, tidak lagi harus ke bait Allah di Yerusalem.
Allah mencari penyembah-penyembah yang menyembah dalam roh dan kebenaran.
Penyembahan itu berasal dari seseorang yang memiliki kehidupan rohani karena kelahiran baru yang telah dipengaruhi oleh Roh Kudus.
Penyembahan yang sejati adalah 24 jam, bukan saat-saat tertentu.
Kita dapat dan harus menyembah Tuhan 24 jam sehari saat kita menyisihkan (menyucikan) setiap aktivitas sebagai ungkapan kasih dan pelayanan kita kepada Tuhan.
Itulah penyembahan yang benar-benar rohani.
Dalam Roma 12:1 dijelaskan bahwa ibadah yang sejati adalah persembahan hidup kita kepada Dia.
Bagi orang Yahudi, kata menyembah dan bekerja adalah kosa kata yang sama.
Bagi Orang Yahudi, bekerja adalah penyembahan, sama seperti ketika mereka pergi ke bait Allah untuk menyembah Allah.
Bagi kita yang ada dalam perjanjian baru, tentu saja penyembahan adalah seluruh hidup kita yang dipersembahkan kepada Allah.
Kita bekerja untuk menyembah Allah, kita pergi seolah/belajar untuk menyembah Allah, kita pergi ibadah untuk menyembah Allah, kita rekreasi juga untuk menyembah Allah, segenap kegiatan kita untuk memuliakan Allah.
Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana bekerja atau belajar yang disebut penyembahan?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang dituliskan oleh Yohanes terkait Firman Yang Hidup?
Apakah tujuan Yohanes menceritakan apa yang telah dilihat dan didengarnya”
Apakah maksud dari persekutuan dengan Bapa?
“Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.” (1 Yohanes 1:3).
Panggilan tertinggi orang Kristen adalah untuk mengalami persekutuan dengan Bapa dan Tuhan Yesus.
Panggilan orang Kristen semuanya sama. Tidak ada yang berbeda.
Namun dalam panggilan itu terdapat tanggung jawab atau tugas yang harus dikerjakan.
Dalam istilah lain, Great Commandement haruslah mendasari dari Great Commision.
Perintah agung harus mendahului amanat agung.
Perintah agung adalah untuk mengasihi -Matius 22:37-39 sedangkan amanat agung perintah untuk memuridkan -Matius 28:18-20.
Saudara, persekutuan dengan Bapa itu sangat penting.
Ketika Adam dan Hawa jatuh di dalam dosa, manusia kehilangan persekutuan dengan Allah.
Pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib memulihkan persekutuan manusia dengan Allah.
Tanpa Yesus, tidak ada seorang pun yang dapat berhubungan dengan Bapa.
Tidak ada seorang pun sampai kepada Bapa tanpa melalui Tuhan Yesus -Yohanes 14:6.
Oleh karena itu, kita harus mengisi kehidupan baru kita dalam Tuhan dengan terus membangun persekutuan dengan Bapa.
Bapa sudah membayar mahal supaya dapat bersekutu dengan kita.
Bapa rela mengorbankan anak-Nya yang tunggal supaya dapat bersekutu kembali dengan manusia.
Kalau Bapa sudah membayar mahal, maka sepatutnya kita menggenapi kerinduan Bapa.
Persekutuan dalam arti lain adalah bergaul.
Dalam pergaulan, yang kuat akan mempengaruhi yang lemah.
Dalam pergaulan dengan Bapa, hidup kita akan dipengaruhi Bapa.
Ada impartasi dari Bapa untuk kita saat bergaul dengan Dia.
Dalam perjanjian lama terdapat contoh pergaulan dengan Bapa.
Kejadian 5:24“Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah”.
Pergaulan dengan Bapa berdampak pada hidup kita, Allah akan mengangkat kita.
Allah akan membawa kita dalam pengalaman-pengalaman yang luar biasa bersama Dia.
Kita akan melihat dan mengalami mujizat demi mujizat dari Dia.
Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana belajar bersekutu dengan Bapa.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Mengapa doa bersama perlu kesepakatan?
Apakah yang terjadi bila doa bersama tidak sepakat?
Apakah artinya dua atau tiga orang berkumpul Tuhan hadir? Bagaimana bila doa sendiri?
“Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.”(Matius 18:19).
Doa sepakat itu sangat penting. Sepakat artinya seia sekata atau sependapat.
Saat kita berdoa dalam sebuah komunitas, mulai dari keluarga, kelompok PA atau komunitas gereja, kesepakatan adalah satu syarat doa kita dijawab Bapa.
Dalam Filipi 2:2 Rasul Paulus memerintahkan jemaat di Filipi untuk sehati sepikir, satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan.
Kalau disingkat, jemaat harus memiliki kesepakatan.
Untuk membangun kesepakatan diperlukan kerendahan hati satu dengan yang lain dan memiliki pandangan bahwa kepentingan orang lain lebih penting dari kepentingan pribadi kita.
Ini hanya dapat terjadi apabila kita belajar rendah hati seperti Tuhan Yesus yang rela mengosongkan diri-Nya dan taat sampai mati di kayu salib.
Dalam doa bersama atau doa korporat, setiap orang yang ikut berdoa harus memahami tujuan dari pokok doa yang akan didoakan.
Dengan memahami tujuan, kita akan dapat ikut mendoakan atau minimal mengaminkan saat ada yang berdoa.
Salah satu contoh doa sepakat terdapat dalam Kisah para Rasul 4.
Ketika Petrus dan Yohanes ditangkap dan ditahan para imam Yahudi kemudian mereka dilepaskan, dan menceritakan pengalaman mereka dipaksa untuk tidak mengabarkan injil oleh para imam Yahudi.
Perhatikan dalam ayat 24 sebagai berikut: “Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah….”.
Itu adalah contoh doa sepakat.
Dan sebagai akibat dari doa sepakat, diceritakan dalam ayat 31: “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani”.
Saudara, doa sepakat memiliki dampak yang sangat luar biasa.
Allah menjawab dari surga doa-doa yang didoakan dalam kesepakatan.
Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana membangun kesepakatan dalam berdoa.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang dimaksud doa seperti doa orang munafik?
Apakah yang dimaksud dengan masuk kamar dan tutup pintu saat mau berdoa?
Mengapa doa seharusnya tidak bertele-tele?
“Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu”. (Matius 6:6).
Pada zaman Yesus hadir secara fisik di bumi ini, rupanya banyak imam-imam Yahudi, ahli Taurat atau orang farisi yang berdoa dengan tempat-tempat terbuka, untuk menunjukkan status mereka kepada orang banyak.
Tujuan mereka berdoa bukan untuk berdoa tetapi untuk dilihat orang banyak.
Motivasi doa mereka salah. Mereka tidak berdoa Allah, tetapi sekedar menunjukkan dirinya berdoa.
Tuhan Yesus mengajarkan cara berdoa yang benar. Pertama, doa ditujukan kepada Allah yang dipanggil Bapa.
Tuhan Yesus mengajarkan bahwa Allah adalah Bapa, dengan demikian menempatkan murid-murid sebagai anak-anak Bapa.
Menempatkan hubungan yang intim antara anak dengan Bapa.
Kedua, doa adalah hubungan pribadi yang tidak perlu dipertontonkan kepada banyak orang.
Saat berdoa kepada Bapa, kita menggunakan tempat yang tidak terganggu oleh kondisi sekitarnya.
Bapa ingin hubungannya dengan anak-anak-Nya spesial, tidak terganggu apapun.
Saudara, saat berdoa kepada Bapa, tidak perlu bertele-tele.
Sebab Bapa tahu isi hati dan pikiran kita bahkan sebelum kita ucapkan dalam doa.
Bagi orang yang tidak mengenal Allah, semakin panjang doa, semakin besar kemungkinan Allah menjawab.
Bagi orang percaya, doa yang dijawab adalah doa yang disampaikan dengan keyakinan iman dan tidak bertele-tele.
Tuhan Yesus mengajarkan doa dengan awal “Bapa Kami…” bukan hanya Bapa.
Kalau secara pribadi kita berdoa dengan memanggil Bapa-ku.
Bapa kami atau Bapa-ku, menggambarkan adanya hubungan kepemilikan.
Contoh, arti kata rumah dan rumah-ku berbeda arti.
Rumah-ku artinya rumah kepunyaanku.
Bapa-ku artinya, Bapa yang memiliki aku, atau aku memiliki Bapa.
Mulai sekarang berdoalah kepada Bapa dengan menyebut Bapa-ku.
Itu akan memberikan pengalaman yang berbeda, karena ada keintiman dalam penyebutan Bapa-ku.
Diskusikan dengan pembimbingmu, perbedaan berdoa kepada Bapa dengan kepada Bapa-ku.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Selain memuji Tuhan, apakah yang dilakukan oleh Daud?
Apakah ada dosa yang disimpan Daud saat itu?
Mengapa Allah tidak menolak doa Daud?
“Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.” (Mazmur 66:18).
Kitab Mazmur ditulis bukan hanya oleh Daud.
Beberapa bagian ditulis Asaf, Musa dan anak-anak Korah.
Dalam Mazmur 66 adalah sebuah nyanyian pujian Daud kepada Allah dan mengajak seluruh bumi untuk bersorak dan menyanyikan pujian bagi nama-Nya.
Seperti nama-nama orang Israel lainnya, nama Daud juga memiliki arti.
Kadang-kadang nama Orang Israel bersifat nubuatan.
Contoh Abraham berarti bapa banyak orang (bangsa), diberikan kepada Abram yang artinya bapa yang tinggi.
Nama Daud sendiri memiliki arti yang dikasihi, penuh kasih.
Sejak mudanya sudah mengenal Allah.
Dia membangun hubungan dengan Allah, dan sangat mengasihi dan dikasihi Allah.
Ketika Israel dihina oleh Goliat, Daud begitu marah karena bagi Daud Israel adalah umat-Nya Allah.
Saudara, pada ayat 18, Daud menggunakan kata “seandainya” untuk menggambarkan pada saat berdoa dan memuji Tuhan, Daud sebenarnya tidak memiliki niat jahat atau dosa.
Mazmur adalah bagian Alkitab yang memiliki genre penulisan dalam bentuk puisi (sastra), kalimat-kalimat yang disusun memiliki keindahan.
Puisi Daud ini menggambarkan bahwa dosa dapat menjadi penghalang apabila disimpan dan tidak diselesaikan (diakui dan memohon pengampunan Tuhan).
Selain itu, doa-doa dengan motivasi yang salah tentu tidak akan di dengar Tuhan.
Saudara, bila ada dosa di dalam hati kita yang belum dibereskan dengan Tuhan, akan sangat mengganggu.
Kita tidak akan memiliki keyakinan atau iman sebab hati nurani menuduh kita tidak pantas menerimanya.
Bila ada dosa, kita tidak berani meminta perkara-perkara besar kepada Tuhan.
Ingat, doa orang yang benar besar kuasanya -Yakobus 5:16.
Orang benar adalah orang yang telah menerima pengampunan dosa dan menjadi kudus dan layak di hadapan Allah.
Diskusikan dalam kelompok PA, apakah ciri-cirinya bisa masih menyimpan dosa.