Sabtu, 4 Oktober 2025

KETURUNAN YANG DIBERKATI TUHAN

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 61:6-11

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana hidup kita mencerminkan sebagai pelayan Allah di tengah masyarakat saat ini?
  2. Apa yang dimaksud dengan “keturunan yang diberkati TUHAN”? Apakah ini berbicara tentang keturunan biologis atau rohani?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yesaya 61, adalah pasal yang berisi nubuat tentang pemulihan besar yang akan Tuhan kerjakan bagi umat-Nya.

Ayat-ayat ini menggambarkan akan adanya perubahan luar biasa: akan datangnya tahun rahmat Tuhan yang akan menghibur orang yang berkabung, akan dipulihkannya reruntuhan menjadi kota yang makmur.

“Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.” (Yesaya 61:9).

Janji ini bukan hanya untuk bangsa Israel secara fisik, tetapi juga untuk kita umat Allah yang telah ditebus oleh darah Kristus.

Lalu apa artinya menjadi keturunan yang diberkati Tuhan?

Bagaimana hal itu memengaruhi kehidupan kita dan generasi-generasi berikutnya?

“Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita. Kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta benda mereka.” (Yesaya 61:6).

Kemuliaan pertama dari keturunan yang diberkati Tuhan adalah pribadi kita yang diubahkan.

Kita bukan lagi orang yang terbuang, melainkan disebut sebagai imam-imam Tuhan, itu artinya kita sebagai perantara antara Allah dan dunia.

Dalam Perjanjian Baru, hal ini diteguhkan:

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri…” (1 Petrus 2:9a).

Kita bukan hanya umat yang diselamatkan, tetapi diangkat menjadi imamat yang rajani, orang-orang yang oleh karena anugerah Tuhan diberi kuasa atau otoritas untuk turut ambil bagian dalam pemerintahan Allah di muka bumi.

“…kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu.” (Yesaya 61:7b).

Tuhan menjanjikan pemulihan yang berlipat ganda atas luka, kehancuran, dan penghinaan yang pernah dialami umat-Nya.

Tuhan tidak hanya menyembuhkan luka, tetapi menggantikannya dengan sukacita abadi.

Sehingga keturunan yang diberkati Tuhan adalah mereka yang mengalami pemulihan ilahi, yang tidak hanya memulihkan masa lalu, tetapi juga mempersiapkan masa depan yang penuh kemuliaan.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan bagaimana wujud dari kemuliaan yang Tuhan berikan kepada kita itu dapat kita nikmati?

Pembacaan Alkitab Setahun

Matius 7-8

Jumat, 3 Oktober 2025

KEMULIAAN YANG DIBERIKAN YESUS KEPADA MURIDNYA

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 17:22-26

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kemuliaan seperti apakah yang Tuhan berikan kepada para murid-Nya?
  2. Apakah yang Tuhan kehendaki tentang kesatuan umat Tuhan dan berikan contoh konkret apa yang bisa dilakukan di masa kini?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yohanes pasal 17 dikenal sebagai Doa Tuhan Yesus untuk murid-murid-Nya.

Dan dalam bagian terakhir doa ini, Yesus menyatakan satu kebenaran menakjubkan: bahwa Ia telah memberikan kemuliaan yang diterima dari Bapa kepada murid-murid-Nya.

Ini adalah pernyataan yang sangat mendalam:

“Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku.” (Yohanes 17:22a).

Sebenarnya apa arti kemuliaan ini? Bagaimana bentuknya?

Dan bagaimana hal ini mengubah identitas dan hidup para murid, termasuk kita umat percaya di masa kini?

Dalam Perjanjian Lama, kemuliaan Allah adalah manifestasi kehadiran-Nya yang kudus dan tak tertandingi.

Itu terlihat dalam tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari yang tampak di atas Kemah Suci.

Namun dalam Kitab Yohanes, kemuliaan itu diperlihatkan bukan lewat kilau terang, tetapi dalam pengorbanan kasih dan ketaatan sempurna Yesus kepada Bapa.

“Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.” (Yohanes 17:4).

Kemuliaan Yesus bukan sekadar kuasa, tetapi karakter Allah yang dinyatakan dalam kasih, kekudusan, kerendahan hati, dan pengorbanan.

Dan inilah kemuliaan yang Ia berikan kepada murid-murid-Nya.

Yohanes 17:22b  “…, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu”

Kemuliaan yang diberikan Yesus tidak dimaksudkan untuk individualisme atau kemegahan pribadi, melainkan untuk menciptakan kesatuan kita umat percaya.

Kemuliaan sejati akan selalu membawa orang percaya pada persekutuan yang dalam dengan Allah dan dengan sesama.

Dan kesatuan ini bukan keseragaman, tetapi kesatuan dalam kasih dan tujuan, hidup dalam misi Kristus, mencerminkan kasih Bapa, dan berjalan dalam kebenaran Roh.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan bagaimana kemuliaan yang Tuhan berikan kepada umat percaya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Pembacaan Alkitab Setahun

Matius 5-6

Kamis, 2 Oktober 2025

KEMULIAAN DALAM BAIT-NYA YAITU TUBUH KITA

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 KORINTUS 6:17-20

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang menjadi satu roh dengan Allah?
  2. Bagaimanakah status tubuh jasmani kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Dalam pemahaman masa kini, tubuh manusia seringkali dipandang hanya sebagai objek fisik untuk dilihat, dipuja, atau bahkan dieksploitasi.

Namun Alkitab mengajarkan suatu pandangan yang jauh lebih dalam dan mulia: tubuh kita adalah bait Allah.

Ini bukan sekadar hal yang abstrak, melainkan realitas rohani yang kudus.

Karena “siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” (1 Korintus 6:17).

Untuk lebih memahami konteks dari ayat Firman yang kita baca, perlu kita memahami seperti apakah kota Korintus pada jaman gereja yang mula-mula.

Pada zaman itu Korintus adalah kota besar, makmur, dan bersifat metropolitan.

Terletak di Yunani, di jalur strategis dekat dengan pelabuhan besar yang menjadikan Korintus menjadi pusat perdagangan internasional.

Karena kekayaan dan campuran dari berbagai budaya, kota Korintus menjadi kota yang penuh dengan gaya hidup hedonisme, keangkuhan, dan banyak terdapat hal yang asusila dilakukan oleh warganya.

Itu sebabnya Paulus menulis secara khusus kepada orang-orang percaya di Korintus tentang gaya hidup bebas dan moralitas yang rusak.

Ia mengingatkan mereka bahwa hidup orang percaya tidak lagi milik orang tersebut secara pribadi, sebab mereka telah dibeli dan dibayar lunas oleh darah Kristus.

Karena itu, tubuh mereka tidak bisa diperlakukan seenaknya, tetapi harus dihormati sebagai tempat kediaman Roh Kudus.

Sebagai umat Allah, tubuh kita juga adalah Bait Allah dan ini tentu memiliki konsekuensi akan apa yang sepatutnya kita lakukan dengan tubuh jasmani kita.

Pertama, penting untuk kita hidup dalam kekudusan.

Paulus secara tegas berkata, “Jauhkanlah dirimu dari percabulan.” Dosa seksual disebut sebagai dosa yang berdampak langsung terhadap tubuh.

Ketika kita sadar bahwa tubuh kita adalah bait-Nya, maka kita tidak akan sembarangan dalam menggunakannya.

Kedua, kita akan menjaga diri dari pencemaran dunia.

Dunia menawarkan banyak hal yang mencemari pikiran, tubuh, dan roh.

Tetapi sebagai bait Allah, kita dipanggil untuk hidup berbeda: menjaga kesucian, kesehatan, dan integritas hidup.

Ketiga, kita menggunakan tubuh untuk kemuliaan Tuhan.

Segala aktivitas kita, baik makan, minum, bekerja, berbicara, bahkan istirahat, dapat menjadi bentuk penyembahan kepada Tuhan jika dilakukan dalam kesadaran bahwa tubuh ini milik-Nya.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan tentang bahaya yang bisa menyebabkan pencemaran rohani yang berasal dari tubuh jasmani kita.

Pembacaan Alkitab Setahun

Matius 1-4

Rabu, 1 Oktober 2025

KEMULIAAN DI TENGAH DUNIA YANG RUSAK

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2  TIMOTIUS 3:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah ciri-ciri orang yang tidak mengenal Allah pada jaman akhir?
  2. Apakah ciri-ciri tersebut hanya berlaku bagi orang yang belum mengenal Kristus atau juga akan ada pada orang yang sudah mengenal Kristus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Surat Paulus kepada Timotius yang telah kita baca, ini memberikan gambaran mengerikan tentang kondisi manusia di hari-hari terakhir.

Dunia digambarkan sebagai tempat yang semakin jauh dari Tuhan.

Nilai-nilai  Firman Allah yang ada dalam Alkitab, digantikan dengan perilaku yang hanya mementingkan diri sendiri, keserakahan, kesombongan, dan kekerasan hati.

Gambaran ini bukan hanya nubuat masa depan, ini adalah kenyataan yang sedang kita saksikan hari-hari ini.

Bukankah media massa, media sosial dipenuhi berita tentang kekerasan, tindak kejahatan yang semakin mencekam, dan perilaku korupsi pun tampak sudah sukar untuk ditiadakan.

Dalam hubungan pribadi, kita melihat keretakan dalam keluarga, pertengkaran antar teman, dan semangat persaingan yang mengabaikan kasih.

Bahkan dalam konteks pelayanan pun, banyak yang hanya beribadah secara lahiriah atau hanya bersifat agamawi, tanpa mengalami keintiman persekutuan dengan Tuhan.

Namun, justru di tengah-tengah dunia yang rusak inilah umat Tuhan dipanggil untuk bersinar semakin terang. Terang karena kemuliaan Tuhan ada pada kita.

Saudara, kemuliaan Tuhan bukanlah hanya sesuatu yang terlihat secara fisik atau spektakuler.

Dalam Alkitab, kemuliaan sering kali dikaitkan dengan kehadiran Tuhan, karakter-Nya yang mulia, dan pekerjaan-Nya yang menyelamatkan dan mengubahkan.

Ketika dunia berjalan dalam kegelapan, anak-anak Tuhan dipanggil untuk menjadi terang.

Saat kebanyakan orang hidup dalam tipu daya, egoisme, dan kemunafikan, kita dipanggil untuk hidup dalam kasih, kebenaran, dan kuasa Roh Kudus.

Inilah bentuk nyata dari kemuliaan di tengah dunia yang rusak.

Tuhan Yesus menghendaki agar “terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (lihat. Matius 5:16)

Dengan kata lain, hidup orang percaya yang benar, kudus, dan penuh kasih adalah cerminan dari kemuliaan Tuhan yang sejati.

Kemuliaan Allah tidak pernah padam, bahkan di dunia yang rusak dan penuh kegelapan.

Justru kemuliaan Allah itu seperti bintang yang sangat terang di langit malam, kemuliaan itu bersinar dengan cemerlang di tengah situasi yang paling kelam.

Mari kita memilih untuk tidak menjadi bagian dari kerusakan dunia, tetapi menjadi pembawa kemuliaan Tuhan.

Jadilah terang, hiduplah dalam kasih, dan tunjukkan kuasa Allah melalui kehidupan yang diubahkan.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan tentang situasi sosial saat ini apakah hal itu berdampak pada kehidupan pribadi dan dalam pelayanan di gereja.

Pembacaan Alkitab Setahun

Maleakhi 1-4

Selasa, 30 September 2025

DIUBAH MENJADI SERUPA DENGAN GAMBAR-NYA

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 KORINTUS 3:16-18

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang terjadi jika hati seseorang berbalik kepada Tuhan?
  2. Tuhan adalah Roh. Apa yang terjadi ketika Roh Allah ada?
  3. Kita semua mencerminkan apa? 
  4. Kita diubah menjadi apa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara Saudari..

Paulus menulis bahwa ketika hati kita berbalik kepada Tuhan, selubung akan diangkat.

Selubung ini bisa berupa dosa, kemarahan, kepahitan, rasa takut, atau kebutaan rohani.

Banyak orang yang hari ini memiliki selubung dalam hidupnya, ingin terlihat sempurna, padahal hatinya kosong. 

Setiap orang yang percaya kepada Kristus akan menemukan kemerdekaan yang sejati di dalam Kristus.

Setiap kita tidak lagi akan dipengaruhi oleh standar dunia ini, melainkan kita dimampukan untuk hidup sesuai dengan standar Allah yaitu rancangan Allah.

Paulus berkata: kita diubah menjadi serupa dengan Kristus, dalam kemuliaan yang semakin besar, dari kemuliaan kepada kemuliaan.

Perubahan yang Paulus maksudkan bukanlah perubahan yang bersifat instan.

Perubahan yang terjadi adalah proses yang terus menerus, hari demi hari, waktu ke waktu untuk meninggalkan manusia lama dan hidup dalam hidup yang baru yang dipimpin oleh Roh Kudus.

Hidup dalam karakter yang baru.

Seperti seorang pemain bola yang setiap hari latihan untuk semakin mirip dengan idolanya.

Begitu juga dengan kita, semakin kita mengenal Kristus membuat kita semakin dekat dengan Kristus, dan membuat kita semakin serupa Kristus dan memancarkan Kristus dalam hidup kita.

Tuhan ubahkan Yusuf dari menjadi budak di Mesir menjadi pemimpin yang luar biasa di Mesir.

Hidupnya Yusuf bahkan memberi dampak bukan hanya bagi Mesir, juga menjadi berkat bagi keluarganya.

Keluarga Yakub diselamatkan dari kelaparan besar yang melanda pada masa itu.

Mari berani membuka hati kepada Tuhan untuk selubung diangkat dari hidup kita.

Dan mari memiliki komitmen untuk melatih hidup rohani kita setiap hari.

Sama seperti latihan fisik, kita juga perlu melatih hidup kita dengan doa, membaca firman dan melayani untuk terus diubah oleh Kristus dan dan masuk dalam panggilan hidup yang semakin besar.

Tuhan siapkan kita untuk menjadi dampak dan berkat bagi bangsa-bangsa.

Tuhan Yesus memberkati.

Menurut saudara, masih adakah selubung yang saat ini membuat saudara tidak dapat melihat kemuliaan Tuhan?  Maukah saudara menyerahkannya kepada Tuhan untuk masuk ke dalam rencana-Nya yang besar? Apakah panggilan Tuhan dalam hidup saudara?

Pembacaan Alkitab Setahun

Zakharia 8-14

Senin, 29 September 2025

KRISTUS YANG ADALAH PENGHARAPAN AKAN KEMULIAAN

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 1:24-28

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang menjadi sukacita Paulus?
  2. Apa tugas pelayanan Paulus?
  3. Apa yang menjadi rahasia abad ke abad dan turunan ke turunan yang dinyatakan kepada orang kudus-Nya?
  4. Siapa yang diberitakan Paulus, tentang siapakah?
  5. Bagaimana cara Paulus menyampaikan berita itu kepada tiap-tiap orang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Setiap kita pasti punya pengharapan.

Ada yang mau sukses, memiliki financial freedom, punya masa depan cerah, terkenal, dan banyak lagi lainnya.

Tapi seringkali standar yang dimiliki dunia ini terlalu tinggi sehingga pengharapan kita mengecewakan.

Merasa belum berlimpah secara materi, gagal tes, ditolak orang, masa depan yang terlihat suram, dan lain sebagainya. 

Paulus mengingatkan jemaat di Kolose bahwa harapan terbesar bukan ada di dunia, tetapi dalam Kristus yang hidup di dalam hidup kita.

Kristuslah satu-satunya pengharapan sejati bukan hanya di dunia ini saja tetapi di kehidupan yang akan datang nanti.

Pengharapan ini bukan hanya untuk kita pribadi, tapi juga untuk bangsa-bangsa.

Selama ribuan tahun bangsa-bangsa menantikan jawaban atas kerinduan terdalam mereka.

Dan Kristus adalah jawaban itu. 

Tugas rasul adalah memberitakan pesan Allah.

Para ahli filsafat menerka adanya rahasia, hal-hal yang dalam yang hanya diketahui oleh orang-orang yang diurapi.

Inilah rahasia Allah itu yang kini terbuka: Yesus Kristus tinggal di dalam diri setiap orang Kristen, mempersiapkannya bagi masa depan yang penuh dengan kemuliaan.

Dan Tuhan Yesus merupakan “rahasia yang berharga” yang layak untuk diketahui. 

Kalau Kristus ada di dalam kita, kita dipanggil bukan hanya hidup untuk diri sendiri, tapi untuk menjadi berkat untuk banyak orang dan sampai kepada bangsa-bangsa.

Kristus yang tinggal di dalam diri kita yang adalah harapan untuk dunia ini.

Ada orang yang mengalami pemulihan dan perubahan hidup karena berjumpa dengan Kristus yang ada dalam diri kita.

Hidup yang berubah karena Kristus ini akan terus menyebar kepada semakin banyak orang.

Sehingga pengharapan akan kemuliaan dialami oleh semakin banyak orang, tersebar ke seluruh suku, kaum, bangsa dan bahasa melalui hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Sebagai anak Tuhan kita memiliki Kristus yang menjadi rahasia bagi dunia ini. Maukah kita membuka rahasia ini kepada banyak orang di  sekitar kita untuk mereka mengalami pengharapan akan kemuliaan Kristus? Berikan langkah praktis yang akan Saudara lakukan hari ini untuk hal ini. 

Pembacaan Alkitab Setahun

Zakharia 1-7

Minggu, 28 September 2025

BUMI YANG PENUH PENGENALAN AKAN TUHAN

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 11:7-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dimakan oleh lembu, beruang dan singa?
  2. Apa yang akan dilakukan oleh anak yang sedang menyusu?
  3. Apa yang akan dilakukan oleh anak yang cerai susu?
  4. Seperti apa seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan?
  5. Pada waktu kapan taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi segala bangsa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara Saudari..

Berita hari-hari ini baik yang kita lihat maupun lewat yang kita dengar dari berbagai sumber yang ada, berisi tentang peperangan, konflik, perpecahan, kondisi ekonomi yang tidak stabil, dan hal yang lainnya lagi.

Yesaya menubuatkan suatu masa depan yang luar biasa yaitu dunia di mana tidak ada lagi kejahatan, di mana bumi yang penuh dengan pengenalan akan Tuhan.

Nubuatan yang diberikan oleh Yesaya sangat luar biasa.

Beruang dan lembu hidup bersama.

Anak kecil yang sedang menyusui dan yang berhenti menyusui hidup aman dari bahaya.

Dan seluruh bangsa datang untuk mencari Tuhan.

Nubuatan ini memberikan pengharapan. Sehingga ada damai sejahtera di dalamnya.

Setelah Yesus bangkit, berita Injil di mulai di Yerusalem, menyebar ke Yudea, Samaria, hingga ke ujung bumi.

Ini menjadi langkah awal bumi dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan.

Janji Allah yang dinubuatkan pada Yesaya digenapi oleh Allah sendiri melalui kedatangan Yesus Kristus ke bumi ini.

Yesus yang menjadi tanda ajaib bagi bangsa-bangsa dan kedatangan Yesus menjadi pusat harapan bagi banyak bangsa.

Yesus yang membawa kedamaian bagi semua orang. Semua suku, kaum, bangsa dan bahasa menantikan saatnya Yesus dinyatakan.

Tugas kita sebagai orang yang percaya untuk menjadi pembawa kabar baik dimanapun kita Tuhan tempatkan.

Injil yang adalah kekuatan Allah yang kita sampaikan akan membawa pengenalan akan Tuhan dimana-mana sehingga bumi ini akan penuh dengan pengenalan akan Allah.

Ada kebesaran-kebesaran Allah yang dilihat, didengar dan dialami di berbagai tempat oleh semakin banyak orang yang mendengar kabar baik.

Panji-panji-Nya ditegakkan di setiap tempat yang kita injak dan bumi ini penuh dengan kemuliaan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

Sudahkah saudara menjadi agen perubahan bagi tempat di mana saudara ditempatkan Tuhan? Berikan kesaksian saudara terlibat menjadi agen Kristus sepanjang minggu ini, memberitakan Injil di tempat saudara berada. 

Pembacaan Alkitab Setahun

Hagai 1-2

Sabtu, 27 September 2025

TANDA-TANDA AJAIB YANG MENYERTAI KEBANGUNAN ROHANI

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 8:5-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kemana Filipus pergi dan apa yang Filipus lakukan di kota itu?
  2. Apa yang menjadi respon orang-orang di kota itu dengan hal yang dilakukan oleh Filipus?
  3. Tanda-tanda apa yang diadakan oleh Filipus?
  4. Siapakah Simon di mata rakyat Samaria?
  5. Apa yang terjadi dengan Simon setelah mendengar pemberitaan Filipus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara Saudari..

Filipus datang ke satu kota yang penuh dengan kuasa gelap, sihir dan penipuan.

Hasil dari perjalanan perginya Filipus dan memberitakan Injil adalah orang-orang di Samaria menyaksikan tanda-tanda ajaib menyertai pemberitaan Filipus.

Banyak orang disembuhkan, roh jahat diusir, dan mereka percaya kepada Yesus.

Kebangunan rohani terjadi di Samaria.

Ketika Injil diberitakan, Roh Kudus bekerja bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga diteguhkan oleh tanda-tanda ajaib yang dialami oleh orang-orang di Samaria.

Filipus tidak hanya berbicara, tetapi kuasa Allah nyata melalui mukjizat yang terjadi.

Hal inilah yang membuat orang-orang Samaria menjadi percaya bahwa Injil yang adalah kekuatan Allah benar-benar hidup.

Mukjizat yang dialami oleh orang-orang di Samaria bukanlah tujuan utama dari pemberitaan Injil Filipus.

Mukjizat adalah sarana supaya orang percaya kepada Yesus. Yang menjadi pusat pemberitaan Filipus adalah Yesus.

Tanda-tanda ajaib menguatkan kesaksian Filipus.

Kota Samaria yang dahulu dianggap musuh orang Yahudi, mengalami kebangunan Rohani.

Hal ini menjadi bukti bahwa hati Tuhan tertuju kepada semua bangsa.

Warisan rohani diberikan kepada kita; sampai semua suku, kaum, bangsa dan bahasa percaya kepada Yesus. 

Orang Samaria yang selama ini dipengaruhi oleh Simon si penyihir akhirnya berbalik percaya pada Kristus, setelah melihat kuasa Injil yang sejati.

Bahkan Simon juga menjadi percaya dan senantiasa bersama Filipus.

Kebangunan rohani juga terjadi dalam hidupnya Simon.

Mari kita hari ini hidup bukan hanya sebagai pendengar Firman, tetapi berani melangkah memberitakan Firman dalam kuasa Roh Kudus.

Percaya bahwa Tuhan terus bekerja di dalam diri orang percaya untuk menghadirkan kerajaan Allah dan melakukan tanda-tanda ajaib untuk meneguhkan pemberitaan Injil kita.

Sehingga kita menjadi saluran kebangunan rohani dimanapun Tuhan tempatkan kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Bagaimana cara kita menjangkau bangsa-bangsa sebagai warisan rohani kita? Buatkan 1-2 hal yang bisa dilakukan supaya kita bisa membawa kebangunan rohani kepada orang lain?

Pembacaan Alkitab Setahun

Habakuk-Zefanya 3

Jumat, 26 September 2025

PENGANIAYAAN YANG MEMBUAT INJIL TERSEBAR

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 8:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana cara mati-nya Stefanus?
  2. Apa yang dialami oleh jemaat di Yerusalem?
  3. Apa yang dilakukan oleh Saulus terhadap jemaat di Yerusalem?
  4. Pada saat itu, rasul-rasul tersebar kemana?
  5. Apa yang dilakukan oleh rasul-rasul pada saat tersebar?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara Saudari..

Penganiayaan membuat injil tersebar.

Bisa kita bayangkan jika gereja mula-mula tidak pernah mengalami penganiayaan, kemungkinan besar Injil hanya tersebar di Yerusalem.

Tetapi saat Stefanus diseret, dilempari, dirajam dan penganiayaan melanda, murid-murid dibawa keluar dari zona nyaman mereka.

Mereka lari sambil memberitakan injil.

Apa yang awalnya menjadi hal yang buruk bagi murid-murid akhirnya membawa hal yang baik.

Baik bukan hanya bagi murid-murid, juga bagi banyak orang sampai pada hari ini. Kemenangan besar terjadi.

Banyak orang yang mendengar tentang Tuhan.

Injil mulai menjangkau Samaria dan akhirnya ke ujung bumi.

Ini adalah cara Tuhan untuk memperluas jangkauannya sampai ke bangsa-bangsa.

Tuhan bisa memakai setiap kondisi untuk membuat kita bisa menceritakan kabar baik, bahkan ketika kita mengalami kondisi yang tertekan.

Karena Tuhan merindukan bumi ini penuh dengan kemuliaan Tuhan, bumi penuh dengan pengenalan akan kemuliaan Tuhan, setiap mulut boleh mengaku dan setiap lutut boleh bertelut bahwa Yesus adalah Tuhan. 

Saat ini mungkin kita tidak mengalami “aniaya” secara fisik.

Saat ini dunia sedang mengalami krisis dan kesukaran yang besar.

Di momen inilah Tuhan ingin kita menyampaikan kabar baik. Bukan diam.

Setiap kesulitan yang ada dipakai untuk menjangkau jiwa. Kita memerlukan tuntunan Roh Kudus untuk menolong kita memiliki keberanian untuk menyampaikan injil yang adalah kekuatan Allah, karena bangsa-bangsa adalah warisan kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Apa yang menjadi peran kita sebagai anak Tuhan saat penganiayaan terjadi? Apakah kita perlu takut saat penganiayaan terjadi? Mengapa?

Pembacaan Alkitab Setahun

Nahum 1-3

Kamis, 25 September 2025

PENYERTAAN DAN PENGUTUSAN TUHAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KELUARAN 3:11-15

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Keluaran 3:12.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal apakah yang dirasakan oleh Musa ketika Allah mengutus dia untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir?
  2. Apakah jaminan dari Allah ketika Ia mengutus Musa untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir?
  3. Hal apakah yang Allah lakukan bagi Musa untuk membuktikan bahwa Ia menyertai Musa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ketika Allah mengutus Musa untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir maka Allah menyertai Musa.

Penyertaan itu dibuktikan dengan keberadaan Allah yang menjaga dan melindungi Musa.

Ada beberapa hal yang membuktikan bahwa Allah menyertai Musa di dalam keragu-raguan dan kebimbangannya:

  1. Allah menyatakan Dia adalah benar-benar Allah yang mengutus Musa. “Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? — apakah yang harus kujawab kepada mereka?” Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.” (Keluaran 3:13-14);
  2. Allah menyertai Musa dengan kuasa yang tidak terbatas. “Lalu sahut Musa: “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?” TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.” Firman TUHAN: “Lemparkanlah itu ke tanah.” Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya.” (Keluaran 4:1-3);
  3. Allah menyertai Musa dengan menolong dia ketika dia tidak mampu berbicara dan berkata-kata. “Lalu kata Musa kepada TUHAN: “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.” Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: “Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN?” (Keluaran 4:10-11).

Penyertaan Tuhan yang telah mengutus Musa membuat dia keluar dari ketakutan, keragu-raguan dan tidak percaya diri.

Namun Musa menjadi memahami jati dirinya sehingga dia berani melangkah untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir.

Hal yang sama juga bagi kita yang diutus oleh Tuhan untuk menyampaikan Kabar Baik maka kita harus penuh keyakinan bahwa Allah pasti menyertai kita dalam segala hal untuk membawa Kabar Baik dan membawa kebangunan rohani bagi dunia ini.

“Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:20b).

Hal ini terjadi ketika kita mulai melangkah untuk mau diutus untuk membawa Kerajaan Allah bagi dunia ini sehingga kita tidak takut.

Diskusikanlah pengalaman saudara dalam penyertaan Tuhan ketika saudara mau diutus untuk melayani Tuhan dan menyampaikan Kabar Baik.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mikha 1-7