Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Kisah Para Rasul 9:6.
Apakah yang dialami oleh Saulus ketika ia melakukan perjalanan ke Damsyik?
Siapakah yang dijumpai oleh Saulus ketika dia dalam perjalanan menuju Damsyik?
Coba sebutkan tugas yang harus diperbuat oleh Saulus setelah ia berjumpa dengan Yesus?
Ada kebangunan rohani secara pribadi dan ada pula kebangunan rohani secara massal.
Tetapi yang pasti bahwa pada hakikatnya kebangunan rohani terjadi karena sebuah perjumpaan dengan Tuhan.
Perjumpaan itu diinisiasi oleh Tuhan dan karena kedaulatan Tuhan.
Biasanya hal itu terjadi karena tugas sorgawi yang harus diemban oleh pribadi atau orang banyak.
Hal tersebut dapat kita lihat dari apa yang dialami oleh Rasul Paulus.
Perjumpaan dia dengan Yesus ketika menuju Damsyik membuat dia harus membawa kebangunan rohani.
Pengalaman perjumpaan kita dengan Tuhan membuat kita membawa kebangunan rohani.
“Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.”(Kisah Para Rasul 9:15).
Hal ini juga dialami oleh Musa ketika ada tugas dari Allah bagi dia untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir maka Allah terlebih dahulu menjumpai Musa.
”Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.”(Keluaran 3:2).
Kemudian Tuhan memberikan tugas kepada Musa untuk membawa kebangunan rohani bagi bangsa Israel agar mereka keluar dari perbudakan Mesir.
”Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.”(Keluaran 3:9-10).
Bagi gereja Tuhan di hari-hari yang terakhir ini karena Injil Kerajaan Allah harus diberitakan kepada seluruh dunia maka Tuhan sendiri dalam kedaulatan-Nya akan menjumpai umat-Nya sehingga umat Tuhan dikeluarkan dari rasa tidak berdaya, mencintai diri sendiri dan mencintai dunia ini sehingga keluar dari zona nyaman.
Dan bagian yang harus kita lakukan adalah membangun rasa lapar dan haus akan Tuhan dan berdoa untuk mencari Tuhan.
Dan ketika kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan maka kita akan mengalami kembali aliran air kegerakan dari sorga yang membuat kita mengalami kebangkitan.
”Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.”(Yohanes 7:37-39).
Marilah kita alami perjumpaan dengan Tuhan karena Tuhan pun sedang mencari umat-Nya untuk membawa kehidupan sorgawi bagi dunia yang sedang sekarat dan mati karena dosa dan pekerjaan iblis, dengan demikian Injil Kabar Baik dapat disampaikan ke seluruh dunia ini melalui gereja yang mengalami api Roh Kudus.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana upaya saudara untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan untuk membawa kebangunan rohani bagi dunia ini.
PENCURAHAN ROH KUDUS YANG MEMBAWA KEBANGUNAN ROHANI
Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong
Pembacaan Alkitab Hari ini :
KISAH PARA RASUL 2:1-7
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Kisah Para Rasul 2:4.
Dimanakah murid-murid Yesus berkumpul ketika hari Pentakosta dan apakah yang mereka lakukan?
Apakah yang mereka alami ketika mereka sedang berkumpul dan berdoa bersama?
Apakah yang dialami oleh masyarakat di Yerusalem ketika murid-murid Yesus mengalami kebangunan rohani?
Allah berjanji bahwa pada hari-hari terakhir Ia akan mencurahkan Roh Kudus-Nya, orang-orang akan mengalami kebangunan rohani.
“Akan terjadi pada hari-hari terakhir —demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuanakan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itudan mereka akan bernubuat.”(Kisah Para Rasul 2:17-18).
Janji Allah melalui Nabi Yoel digenapi melalui gereja mula-mula lewat murid-murid Yesus di Yerusalem dalam Kisah Para Rasul 2:17-18.
Lawatan Allah ini terjadi karena ada umat Tuhan yang berdoa serta berbalik dari dosa dan jalan-jalan hidup yang salah.
“Tetapi sekarang juga,” demikianlah firman TUHAN, “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.” Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.” (Yoel 2:12-13).
”Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.”(Kisah Para Rasul 1:14).
”Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”(II Tawarikh 7:14).
Kebangunan rohani yang merupakan lawatan Allah dan curahan Roh Allah itu akan dialami oleh gereja-Nya, umat-Nya dan kebangunan rohani itu juga akan melanda seluruh umat manusia di sekitar kita melalui gereja-Nya.
Oleh sebab itu gereja harus bertobat dan berbalik dari jalan-jalannya yang jahat dan kemudian berdoa untuk mencari wajah Tuhan maka Tuhan akan mencurahkan Roh-Nya bagi gereja-Nya.
Ketika Roh-Nya dicurahkan atas umat-Nya maka peristiwa itu akan membawa kebangunan rohani atas seluruh tempat dimana ada kehadiran gereja Tuhan seperti yang dialami oleh murid-murid Yesus.
”Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.” (Kisah Para Rasul 2:4-6).
Diskusikanlah dalam komunitas saudara hal-hal apa yang perlu saudara lakukan untuk mengalami pencurahan Roh Kudus yang dapat membawa kebangunan rohani.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Roma 10:15.
Apakah yang dialami oleh setiap orang yang berseru kepada Tuhan serta memiliki Tuhan itu sendiri?
Hal-hal apakah yang harus gereja lakukan untuk sebanyak-banyaknya orang berseru kepada Tuhan?
Oleh karena kita ditetapkan untuk membuat orang-orang berseru kepada Tuhan maka pujian apakah yang diberikan kepada kita?
Tuhan telah menyatakan seluruh dunia ini dan bangsa-bangsa akan datang kepada Tuhan dan menyerukan nama Tuhan karena Allah telah menetapkan Yesus adalah satu-satunya jalan kepada sorga.
“Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa.” (Filipi 2:9-11).
“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”(Kisah Para Rasul 4:12).
Namun ada proses yang harus dilalui dan dikerjakan oleh gereja sehingga pada akhirnya orang-orang dapat berseru dan percaya kepada Yesus, diantaranya:
Harus ada umat Tuhan yang pergi untuk menceritakan dan memberitakan nama Yesus kepada dunia ini sehingga mereka dapat mendengar dan percaya kepada Yesus. ”Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?” (Roma 10:14).”Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”(Matius 28:19-20). Dalam hal pergi ini dapat dilakukan melalui berdoa, menyokong dana, menggerakkan umat Tuhan untuk pergi dan bahkan kita yang berangkat untuk pergi.
Harus ada gereja yang mengutus umat Tuhan seperti Bapa telah mengutus Yesus ke dunia ini. “Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus?”(Roma 10:15a).”Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat.”(Markus 6:7).
Kolaborasi antara yang pergi dan yang mengutus membuat banyak orang akan mendengar Kabar Baik dan percaya kepada Yesus sehingga menghasilkan suatu keindahan dari sorga seperti Yesus diutus ke dunia ini untuk menyelamatkan dunia.
”Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa Kabar Baik!”(Roma 10:15b).
Marilah kita bangkit untuk mengupayakan dan mengusahakan untuk pergi dan diutus untuk memberitakan Injil Kabar Baik, menjadikannya sebagai hidup kita.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara menggenapi Firman Tuhan tentang bagaimana begitu indahnya kedatangan saudara yang membawa Kabar Baik.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Yesaya 40:9.
Siapakah yang ditetapkan oleh Tuhan untuk membawa Kabar Baik?
Menurut saudara, siapakah Sion yang Tuhan maksudkan?
Apakah pokok berita yang harus dikabarkan oleh kita kepada dunia ini?
Tuhan telah menetapkan bahwa dari Sion akan keluar pengajaran yang dibutuhkan oleh dunia ini bahkan hal itu merupakan ajaran yang dapat menyelamatkan dunia ini.
“Dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.” (Yesaya 2:3).
Siapakah yang dimaksudkan oleh Tuhan yang adalah Sion itu?
Karena Sion adalah tempat kehadiran Tuhan dan Tuhan hadir dalam kehidupan kita maka Tuhan sendiri menetapkan kita sebagai Sion.
“Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.” (Ibrani 12:22-24).
Sebagai Sion, kita memiliki berita Kabar Baik yaitu Yesus Kristus dan Dia adalah kehidupan ilahi yang ada di dalam kita dan kita harus menceritakan-Nya dan mengabarkan-Nya dengan penuh keyakinan dan wibawa sorga.
“Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”(Roma 8:9-11).
Tuhan juga menetapkan gereja sebagai rumah rohani-Nya sebagai Sion untuk membawa Kabar Baik kepada dunia ini.
“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” (I Petrus 2:9).
Kita harus sadar bahwa kita adalah Sion dan ditetapkan oleh Tuhan untuk menyampaikan Kabar Baik, dan Kabar Baik itu adalah tentang Yesus di dalam kehidupan kita.
Oleh karena itu, kita perlu bersekutu dengan Yesus agar kehidupan Yesus itu senantiasa meluap dan mengalir dalam hidup kita dan kita senantiasa mengalirkan Kabar Baik itu melalui perkataan dan perbuatan kita.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana kehidupan Kristus dalam saudara sebagai Kabar Baik senantiasa diceritakan kepada dunia ini.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang dilakukan Petrus dan Yohanes saat menerima ancaman untuk tidak memberitakan injil?
Apakah yang terjadi ketika mereka berdoa?
Apakah yang dilakukan murid-murid dan orang percaya?
“Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani”. (Kisah Para Rasul 4:31).
Jemaat mula-mula menghadapi ancaman mematikan: Petrus dan Yohanes baru saja dipenjara, dilarang memberitakan Injil, dan diancam hukuman mati (Kisah Para Rasul 4:1-3, 17-18).
Dalam ketakutan, mereka tidak meminta keamanan atau pembebasan, tetapi berdoa memohon keberanian (ayat 29).
Doa mereka didasarkan pada penggenapan Mazmur 2:1-2 di mana pemberontakan bangsa-bangsa terhadap Mesias justru membuktikan kedaulatan Allah.
Ini menjadi pola doa umat Tuhan di tengah penindasan: “Lihatlah ancaman mereka…” (ayat 29a), lalu mintalah apa yang dibutuhkan Kerajaan Allah!
Apakah Sumber Keberanian orang percaya? Kedaulatan Allah dan Janji Firman:
Pengakuan atas kedaulatan Allah: Mereka menyebut Herodes, Pilatus, dan bangsa-bangsa yang bersekongkol melawan Yesus sebagai alat di tangan Tuhan yang berdaulat. Ini menghancurkan mentalitas korban.
Berpegang pada janji Firman (ayat 25-26): Dengan mengutip Mazmur 2, mereka percaya bahwa pemberontakan manusia tidak mampu menggagalkan rencana Allah bagi bangsa-bangsa. Keberanian sejati lahir ketika kita memahami bahwa Allah mengendalikan bahkan perlawanan terkejam sekalipun.
Murid-murid tidak meminta diselamatkan dari aniaya atau tekanan, tetapi mereka meminta kuasa untuk Bersaksi:
“Berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu” (bukan: “hentikan penganiayaan!”).
“Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan…” (permintaan tanda kuasa ilahi).
Keberanian bukan soal keteguhan hati, tetapi pengalaman akan penyertaan Tuhan (ayat 31: “Tempat itu goyang”).
Saudara, apabila sedang menghadapi ancaman, berdoalah dengan pola doa Jemaat mula-mula:
1) Akui kedaulatan Allah atas situasi sulit.
2) Mohon keberanian spesifik, bukan penghindaran masalah.
3) Minta Tuhan menyatakan kuasa-Nya melalui hidupmu (mujizat, hikmat, atau kesaksian yang tak terbantahkan).
4) Hidup sebagai Pembawa Terang di Zaman Gelap: Youth : Berani tolak nyontek meski seluruh kelas melakukannya. Gunakan medsos untuk posting ayat Alkitab + kisah iman, bukan hanya tren.
Orang Tua: Tegakkan kebenaran di RT/RW atau kantor yang korup, dengan bijak dan tanpa kebencian.
Ajak keluarga berdoa untuk bangsa tiap malam.
Keberanian memberitakan Firman adalah kunci merebut warisan bangsa-bangsa (Mazmur 2:8).
Dimulai dari satu langkah iman.
Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana langkah iman merebut bangsa-bangsa?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang dimaksud dengan pergilah?
Apakah beda murid Kristus dan murid denominasi gereja?
Apakah saudara sudah pergi menjalankan amanat agung?
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20).
Setelah kebangkitan-Nya, Yesus mengumpulkan murid-murid-Nya di bukit Galilea.
Dalam otoritas sebagai Sang Penguasa langit dan bumi, Ia memberikan amanat Agung: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku” (ayat 19).
Kata “bangsa” (Yunani: ethnē) merujuk pada kelompok etnis, budaya, dan negara—genap menggenapi janji warisan bangsa-bangsa dalam Mazmur 2:8.
Ini bukan sekadar ajakan berkhotbah, tetapi perintah untuk mentransformasi identitas setiap suku menjadi pengikut Kristus yang taat.
Proses Pemuridan yang Holistik. Tuhan merinci tiga langkah pemuridan:
“Pergilah” (Inisiatif): Allah yang berinisiatif, kini memanggil kita meninggalkan zona nyaman untuk menjangkau “bangsa” di sekitar—mulai dari teman, para tetangga hingga suku terpencil.
“Baptislah mereka” (Identitas): Baptisan adalah peneguhan identitas baru dalam nama Tritunggal. Ini simbol penyerahan seluruh bangsa kepada otoritas Bapa (Pencipta), Anak (Penebus), dan Roh Kudus.
“Ajarlah mereka melakukan… perintah-Ku” (Transformasi): Fokusnya bukan pengetahuan agama, tetapi ketaatan praktis. Seperti Rasul Paulus memuridkan Efesus (Kisah Para Rasul 19:9-10), kita dipanggil membentuk komunitas yang menghidupi nilai Kerajaan Allah di setiap bidang (7 mountains).
Bagaimana Menjadi Agen Pemuridan di Generasimu? Mulailah dengan “Bangsa” Terdekat:
Youth: muridkan teman sekelas melalui kelompok PA kecil. Gunakan game, musik, atau diskusi isu remaja sebagai pintu masuk kebenaran.
Orang Tua: Jadikan keluarga “tempat pemuridan”. Ajarkan anak menghidupi iman di sekolah dan media sosial. Berdoa untuk tetangga, keluarga besar dan kabarkan injil kepada mereka.
Bangun Komunitas yang Mentaati Kristus: Bangun persekutuan-persekutuan sebagai tindak lanjut pemberitaan injil.
Jangkau Suku bangsa Secara Kreatif: Gunakan TikTok/Instagram untuk konten Alkitab kreatif;
Profesional: Jadikan profesi (dokter, guru, pedagang) sebagai platform pemuridan
Pemuridan bangsa dimulai dari ketaatan pribadi.
Seperti kata Dietrich Bonhoeffer: “Hanya dia yang taat yang bisa percaya; hanya dia yang percaya yang bisa taat.”
Ketika kita memuridkan bangsa-bangsa, kita “mengklaim” warisan yang Tuhan janjikan dan menggenapi nubuat bahwa bumi akan dipenuhi pengenal kemuliaan-Nya.
Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya membuka persekutuan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Mengapa perintah memberitakan injil disebut amanat Agung?
Apakah tanda-tanda pemberitaan injil?
Apakah Saudara masih memberitakan Injil?
“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk..” (Markus 16:15).
Setelah kebangkitan-Nya, Yesus mengumpulkan murid-murid yang masih diliputi keraguan (Markus 16:11, 14) dan memberikan mandat tertinggi: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk!”.
Perintah ini bukan untuk para rasul saja, tetapi bagi semua pengikut-Nya, termasuk kita hari ini.
Kata “seluruh dunia” (Yunani: kosmon) menegaskan bahwa warisan bangsa-bangsa (Mazmur 2:8) harus direbut melalui pemberitaan Injil, bukan kekuatan politik atau militer.
Injil adalah Kuasa yang mengubah Bangsa-Bangsa Tuhan tidak hanya memerintahkan pemberitaan, tetapi juga menjanjikan otoritas ilahi yang menyertai;
1) Tanda ajaib (mengusir setan, berbicara bahasa baru, kesembuhan) bukanlah tujuan, tetapi konfirmasi bahwa Kerajaan Allah hadir di tengah bangsa-bangsa.
2) Perlindungan supranatural (ayat 18: tidak celaka oleh racun/serangan) menjamin bahwa misi ini dijamin oleh Sang Penakluk maut.
3) Injil adalah “kekuatan Allah yang menyelamatkan” (Roma 1:16)—kuasa yang mampu mentransformasi budaya, sistem, dan hati manusia.
Saudara, apakah seharusnya respon kita? Ketaatan Tanpa Syarat.
Yesus menggunakan frasa “barangsiapa percaya dan dibaptis akan diselamatkan” sebagai fondasi misi.
Ini menuntut:
1) Percaya tanpa reserve bahwa Injil adalah satu-satunya harapan bangsa-bangsa.
2) Mewujudkan iman dalam tindakan: “Pergi” (ayat 15): Sikap proaktif menjangkau lingkungan yang tidak terjamah.
“Beritakan”: Berani menyuarakan kebenaran, sekalipun bertentangan dengan nilai dunia.
“Dibaptis”: Komitmen hidup yang radikal sebagai warga Kerajaan.
Tanpa ketaatan ini, kita hanya menjadi penonton dalam penggenapan janji warisan bangsa-bangsa.
Menjadi Agen Transformasi di Dunia. Kita mulai dari “Yerusalem”-mu (Kisah Para Rasul 1:8):
Youth: Jadilah misionaris di sekolah/kampus. Gunakan media sosial untuk membagikan pengharapan Injil—bukan hanya tren.
Orang Tua: Bangun “altar” doa, berdoa untuk tetangga dan pemimpin bangsa. Undang tetangga ke persekutuan.
Jalankan otoritas ilahimu: kunjungi yang sakit, doakan mereka yang terbelenggu. Jangan takut pada intimidasi!
Percayai tanda penyertaan Tuhan: Ketika Injil diberitakan, kuasa gelap pasti tersingkir. Fokus pada buah, bukan rasa takut. Jangan berkecil hati jika ada penolakan.
Ingat: Tugas kita memberitakan; hasilnya adalah urusan Roh Kudus).
Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana menjadi menjadikan aku adalah misi, misi adalah aku.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah janji Tuhan untuk Bangsa Israel?
Apakah yang harus dilakukan oleh Yosua?
Apakah saudara sudah masuk negeri perjanjian?
“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.” (Yosua 1:6).
Setelah kematian Musa, Tuhan memanggil Yosua untuk memimpin Israel memasuki Kanaan—”negeri perjanjian” yang diwariskan kepada mereka.
Konteks ini penuh tekanan: Yosua menggantikan pemimpin legendaris, bangsa itu gentar menghadapi musuh, dan janji Tuhan terasa seperti mimpi yang mustahil.
Namun, di tengah ketidakpastian, Tuhan menegaskan: “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu, Kuberikan kepada kamu” (ayat 3).
Ini bukan sekadar janji tanah, melainkan simbol otoritas ilahi untuk menduduki warisan yang sudah disediakan.
Dasar Penggenapan Janji: Firman dan Penyertaan Tuhan Tuhan memberi dua jaminan kepada Yosua:
1) Penyertaan Ilahi: “Aku akan menyertai engkau… tidak akan membiarkan engkau.”
2) Firman yang Hidup; “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini… merenungkannya siang dan malam.”
Kunci keberhasilan bukan terletak pada kehebatan strategi atau jumlah pasukan, melainkan pada ketergantungan mutlak pada Tuhan dan kesetiaan kepada firman-Nya.
Tanpa ini, Israel hanya akan melihat Kanaan dari kejauhan—seperti generasi sebelumnya di padang gurun.
Tiga kali Tuhan berfirman: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu!”. Ini adalah seruan untuk:
1) Berani mengambil langkah iman meski situasi menakutkan.
2) Setia pada prinsip firman di tengah kompromi dunia ( “janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri”).
3) Percaya pada janji Tuhan lebih dari keadaan
4) Iman tanpa keberanian adalah teori; keberanian tanpa kesetiaan adalah kesombongan.
Bagi kita, “negeri perjanjian” adalah bidang pengaruh yang Tuhan percayakan—keluarga, dunia pendidikan, dunia agama, pemerintahan, media, seni, ekonomi (7 mountains).
Bagaimana cara melakukannya?
1) Kalahkan ketakutan dengan iman. Jadilah garam dan terang dengan hidup yang berintegritas dan prestasi atau keahlian.
2) Jadikan firman Tuhan “kompas hidup”. Bangun disiplin baca Alkitab & renungkan tiap hari. Catatlah ayat yang Tuhan tekankan bagimu. Saat ada keputusan sulit, tanyakan: “Apa yang firman Tuhan katakan?”.
3) Percayai penyertaan-Nya. Ketika merasa tidak mampu, ingat: “Bukan oleh keperkasaan, tetapi oleh Roh-Ku!”. “Keberhasilanmu terletak pada ketaatanmu, bukan pada kondisi ideal.”
Saudara, mulailah berdoa untuk satu dari tujuh gunung pengaruh dimana engkau sudah Tuhan tempatkan.
Kalau ada di dunia usaha, biarlah usahamu menjadi contoh bagi pengusaha lain.
Kalau engkau seorang guru, berdoalah supaya lewat hidupmu banyak murid yang menjadi orang hebat.
Bila engkau seorang siswa atau mahasiswa, biarlah kehadiranmu disana membawa perubahan positif.
Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana caranya menjadi pengaruh di salah satu gunung pengaruh (7 mountains).
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang Allah lakukan agar kita dapat menjadi anak bagi Allah Bapa?
Siapa yang menjadi ahli waris dari janji-janji Allah kepada Abraham?
Apa yang dilakukan seseorang yang belum menjadikan Tuhan Allah sebagai Tuhannya?
Mengapa jemaat Kristus mau memperhambakan diri lagi kepada sesuatu yang bukan Allah?
Saudara, ketika kita percaya kepada Yesus, maka terjadi perubahan status pada kita karena Roh Kudus dianugerahkan oleh Bapa kepada kita sebagai meterai kepemilikan-Nya.
Efesus 1:13-14 “Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”
Roh Kudus juga menjadikan kita memiliki identitas baru sebagai anak Allah:
Roma 8:15-16“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.”
Seorang hamba bekerja dengan rasa takut, terikat pada kewajiban dan tidak memiliki hak sebagai ahli waris.
Hal ini sangat berbeda dengan seorang anak yang memiliki kedekatan, kasih dan warisan dari Sang Bapa.
Sebagai anak Allah, Bapa menganugerahkan Roh Kudus untuk menuntun dan mengarahkan kita supaya kita mengerti dan mengenal rencana serta kehendak Bapa dalam kehidupan sehari-hari.
Yesus pernah menyatakan kepada murid-muridNya apa yang menjadi tugas Roh Kudus dalam menolong, menghibur, dan memimpin kita dalam kehidupan sehari-hari:
Yohanes 14:26“tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”
Yohanes 16:13-14“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.”
Sebagai anak Allah, Tuhan ingin kita menjadi gambaran dari Yesus Kristus sehingga banyak orang tertarik melihat kesaksian kita.
Kesaksian ini akan membuat orang-orang di sekitar kita mau menjadi pengikut-Nya, bahkan banyak orang mau menjadi murid-murid Yesus di dunia ini.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Apa sebabnya anak-anak Tuhan merasa cemas, kuatir dan tertekan dalam kehidupan sehari-hari? Mengapa mereka merasakan intimidasi, tekanan dan tidak merdeka sehingga tidak mengalami kebebasan?