Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapa yang dapat disebut sebagai anak Allah?
Apa yang menyebabkan orang yang percaya kepada Yesus Kristus, tetapi merasakan berbagai ketakutan?
Roh kita bersama siapa saat bersaksi bahwa kita adalah anak Allah?
Apa yang dijanjikan akan kita warisi sebagai pewaris dari Allah Bapa kita?
Saudara, ketika kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka Bapa menganugerahkan Roh Kudus untuk berdiam di dalam kita.
Hal ini menjadikan kita anak Allah, seperti Yesus Kristus.
Memang sejak semula, rencana Allah Bapa kita adalah menciptakan anak-anak manusia untuk kekal dan hidup seperti Yesus Kristus.
Namun, dosa telah mengubah manusia mengalami maut yaitu kematian.
Efesus 1:4-8“Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.”
Sejak semula, Tuhan telah menetapkan kita agar hidup kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
Dia berkehendak supaya kita hidup kudus tak bercacat seperti Tuhan Allah. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa dan mengalami kematian karena kerjaan maut, maka Iblis, pembohong, penipu, dan pendusta, membawa manusia untuk berbuat dosa.
Tuhan Allah bersiap menghadirkan Juru Selamat bagi manusia ke dalam dunia ini dengan memilih Abraham dan memerintahkan dia keluar dari rumah keluarganya menuju tanah perjanjian yang sama sekali belum diketahuinya.
Abraham menjadi nenek moyang orang percaya, dan kepadanya Tuhan Allah berjanji:
Kejadian 12:1-3 “Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
Abraham, Ishak, dan Yakub menjadi nenek moyang bangsa Israel, yang terdiri dari dua belas suku.
Bangsa ini merupakan keluarga Yesus Kristus karena Yesus lahir dari suku bangsa Israel yang dikenal sebagai suku Yehuda, keturunan raja-raja Israel, dimulai dari Raja Daud karena Raja Saul bukan berasal dari suku Yehuda, melainkan dari suku Benjamin.
Yesus adalah keturunan Abraham yang menjadi berkat bagi semua kaum di muka bumi ini.
Melalui pengorbanan dan kematian-Nya di atas kayu salib, maka semua orang yang percaya kepada Yesus menjadi anak-anak Allah.
Oleh karena iman atau kepercayaan kepada Yesus, Bapa menganugerahkan Roh Kudus kepada setiap orang percaya.
Roh Kudus merupakan inti dari janji Allah kepada Abraham.
Janji inilah yang akan diwarisi oleh semua orang atau semua manusia yang mau percaya kepada keturunan Abraham akan menjadi berkat bagi semua kaum di muka bumi ini.
Roh Kudus dianugerahkan sebagai meterai kepemilikan-Nya kepada anak-anak Allah.
Rasul Paulus menyatakan dalam suratnya kepada jemaat di Efesus:
Efesus 1:14“Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”
Sebagai anak-anak Allah, kita dijanjikan akan mewarisi apa yang Allah Bapa lakukan kepada Yesus Kristus yaitu Dia akan dimuliakan bersama anak-anak Allah yang rela hidup seperti Yesus Kristus:
Roma 8:30“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”
Siapa yang akan mengalami kemuliaan bersama-sama dengan Yesus Kristus?
Roma 8:17“Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk senantiasa hidup terhubung dengan Yesus Kristus melalui Firman dan Roh Kudus dalam setiap kegiatan kita.
Dengan demikian, kita selalu mengikuti arahan Roh Kudus dan tidak lagi hidup menurut keinginan sendiri.
Anak-anak Allah yang mewarisi janji Allah untuk dipermuliakan bersama Kristus adalah mereka yang rela hidup dan menderita bersama Yesus Kristus.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang dicari oleh orang-orang Yahudi, dan apa pula yang dicari oleh orang-orang Yunani?
Apa yang menjadi batu sandungan bagi orang Yahudi, dan mengapa demikian?
Apa yang menjadi kekuatan dan hikmat Allah?
Mengapa Tuhan Allah memilih orang bodoh dan orang lemah dari dunia?
Saudara, orang Yahudi dan orang Yunani memiliki pandangan yang berbeda tentang Mesias dan kebijaksanaan.
Bagi orang Yahudi, Mesias adalah seorang raja yang hebat, sedangkan bagi orang Yunani, Mesias adalah seorang yang terkenal karena kecerdasannya, sehingga layak memimpin dunia.
Namun, ketika Yesus Kristus dinyatakan sebagai Mesias, maka orang-orang Yahudi merasa kecewa karena Yesus berasal dari Nazaret, sebuah kota kecil di Galilea.
Bagi orang-orang bukan Yahudi, Yesus dianggap bukan siapa-siapa, hanya seorang yang sederhana dari daerah yang tidak menjanjikan.
Bahkan Natanael, yang kemudian menjadi murid Yesus, dengan jelas berkata:
Yohanes 1:45-46“Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”
Pandangan Natanael berubah ketika ia bertemu dengan Yesus Kristus, Sang Mesias:
Yohanes 1:47-49 “Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” Kata Natanael kepada-Nya: “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!”
Saudara, Rasul Paulus memberitakan Kristus yang disalibkan, sebuah berita yang menjadi batu sandungan bagi orang Yahudi dan dianggap suatu kebodohan bagi orang bukan Yahudi.
Rasul Paulus dengan tegas mengatakan bahwa:
Roma 1:16-17“Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”
Bagi orang Yahudi, Yesus dianggap seseorang yang tidak memenuhi nubuat para nabi, karena Ia dikenal sebagai Yesus orang Nazaret dari Galilea.
Orang Yahudi memahami bahwa Mesias seharusnya berasal dari suku Yehuda.
Padahal, banyak yang tidak mengetahui bahwa Yesus sebenarnya lahir di Betlehem, wilayah Yehuda, dan berasal dari keturunan Raja Daud, suku Yehuda.
Ia lebih dikenal sebagai seorang yang berasal dari Nazaret di Galilea.
Bagi orang non-Yahudi, maka iman dianggap sebagai sesuatu yang tidak masuk akal dan dipandang sebagai suatu kebodohan besar.
Hidup dengan iman dianggap tidak rasional karena tidak mengandalkan logika berpikir sehingga dianggap rendah dan sangat lemah karena menggunakan emosi atau perasaan.
Padahal, apa pun yang diimani akan menjadi rasional ketika kita benar-benar mempercayainya, sehingga hal itu menjadi masuk akal dan logis oleh orang yang beriman.
Rasul Yakobus dengan jelas mengatakan:
Yakobus 2:18-20 “Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.” Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?”
Iman dapat dibuktikan melalui perbuatan.
Tindakan yang lahir dari iman menjadi logis dan mudah dilakukan sehingga melalui perbuatan itulah iman dinyatakan.
Saudara, Tuhan memilih orang-orang yang tidak terpandang, tidak ternama, dan lemah.
Namun, ketika mereka mengalami perjumpaan dengan Tuhan, maka Tuhan mengubah hidup mereka.
Tuhan mengaruniakan Roh Kudus ke dalam hidup mereka:
1 Korintus 12:7“Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.”
Ketika orang percaya senantiasa terhubung dengan Tuhan, maka Tuhan mengaruniakan karunia Roh Kudus sebagai penyataan Roh Kudus.
Dengan demikian, orang dapat mengetahui bahwa di dalam kita berdiam Roh Kudus yang dianugerahkan agar kita dapat berfungsi dalam membangun Kerajaan Allah dan berperan menolong orang di sekitar kita.
Banyak orang yang dulunya tidak terpandang, tidak terkenal, bahkan sangat lemah dengan kehidupan yang memalukan, namun mengalami perubahan karena iman dan kepercayaannya.
Dengan rajin bersekutu dalam jemaat Tuhan dan menerima karunia-karunia Roh Kudus, mereka menjadi aktif dan berfungsi penuh dalam jemaat.
Melalui Firman dan Roh-Nya, Tuhan mengubah orang-orang lemah itu menjadi pribadi yang hebat karena Roh Kudus mengajar orang-orang yang lemah dan hina melalui pembelajaran Firman Tuhan.
Rasul Paulus menyatakannya dengan jelas:
2 Timotius 3:16-17“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”
Oleh karena itu, marilah kita mendengarkan dan melaksanakan nasihat penulis Kitab Ibrani ini:
Ibrani 10:24-25“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”
Saudara, Tuhan memilih dan memanggil seseorang, lalu mengubahnya sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya.
Tuhan memilih orang yang sangat lemah dan memalukan untuk diubah menjadi alat-Nya, bahkan dipermuliakan-Nya sehingga banyak orang yang tadinya sombong, arogan, dan sering menghina orang lemah itu menjadi malu ketika melihat perubahan hidup orang yang dipilih Tuhan tersebut.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Apa tujuan Tuhan memalukan orang-orang yang berhikmat dan kuat dengan menggunakan orang-orang yang bodoh dan lemah?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Mengapa Tuhan menjanjikan Israel untuk mendapatkan warisan dua kali lipat?
Mengapa Tuhan ingin mengikat perjanjian lagi dengan bangsa Israel?
Keturunan seperti apa yang Tuhan siapkan bagi keturunan bangsa Israel pada masa yang akan datang?
Pakaian seperti apa yang Tuhan berikan sehingga jiwa seseorang bersorak-sorai?
Saudara, ketika Tuhan mendatangkan tahun rahmat bagi suatu bangsa, maka bangsa itu akan memperoleh kelepasan, kebebasan, dan kemerdekaan.
Inilah yang Tuhan janjikan kepada Sion, sekaligus penghiburan bagi Sion yang sedang berkabung.
Hal inilah yang Tuhan lakukan kepada umat pilihan-Nya. Tuhan mengingat sumpah-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, nenek moyang bangsa Israel, serta kepada Daud, seorang raja yang menggenapi nubuat Yakub, nenek moyang bangsa Israel:
Kejadian 49:8-12“Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu. Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur. Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.”
Nubuat Yakub, yaitu nubuat Israel bagi anak-anaknya, digenapi karena Tuhan setia dan menepati janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub (Israel), bapak bangsa Israel.
Demikian juga, Tuhan Allah Israel pernah berjanji kepada Daud, raja yang terkenal di Israel, sesuai dengan nubuat Yakub, bahwa dari suku Yehuda akan selalu ada raja yang memerintah bangsa Yahudi, sampai datang seorang keturunan Yehuda yang dijanjikan akan menjadi Raja bagi seluruh dunia.
Adakah seorang keturunan Yehuda yang akan menjadi Raja atas seluruh dunia?
Ya, Yesus Kristus adalah Mesias yang ditolak oleh orang-orang Yahudi pada zaman-Nya, tetapi sesungguhnya Dialah, Raja Mesias yang dimaksud dalam nubuat Yakub.
Merujuk pada nubuat tersebut, kita dapat melihat bahwa bangsa Israel atau orang Yahudi yang tinggal di tanah Palestina saat ini adalah bangsa yang sangat diberkati sesuai dengan nubuat Nabi Yesaya sesudah terjadi pemulihan Sion.
Lebih lagi, ketika Yesus Kristus kelak memerintah di bumi akan semakin nyata bahwa Israel adalah keturunan yang sangat diberkati.
Bahkan saat ini, menurut teori Replacement Theology, maka gereja atau jemaat Yesus Kristus dipandang sebagai bangsa yang sangat diberkati.
Hal ini banyak disadari, terutama oleh mereka yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
Jemaat Kristus pada saat ini adalah suatu bangsa, yaitu kumpulan orang-orang yang sangat diberkati, karena Allah Bapa setia pada janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, leluhur orang-orang beriman, sesuai dengan apa yang dikatakan atau dinubuatkan oleh Yesaya:
Yesaya 61:8-9“Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu. Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.”
Setiap orang yang menyadari kebenaran ini pasti dapat melihat bahwa nubuat Nabi Yesaya tentang Sion telah digenapi oleh Allah Israel, yang juga menjadi Bapa bagi semua orang percaya, yaitu mereka yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
Oleh karena itu, sebagai orang percaya dan pengikut Yesus Kristus, meskipun kita bukan orang Yahudi dan termasuk bangsa non-Yahudi, maka kita sebagai orang pilihan memiliki kewajiban karena kepada kita telah dianugerahkan kasih karunia Tuhan, yaitu Roh Kudus yang berdiam di dalam hidup kita.
Karena itu, sebagaimana Yesus dan Petrus nyatakan:
Yohanes 15:16 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”
1 Petrus 2:9-10“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.”
Saudara, sebagai umat-Nya, hari ini kita adalah orang-orang yang beruntung karena dipilih Yesus menjadi umat-Nya.
Dengan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, kita adalah keturunan yang sangat diberkati.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Mengapa banyak orang yang mengaku percaya kepada Yesus, tetapi hidup dalam keadaan menyedihkan dan jauh dari sebutan sebagai keturunan yang sangat diberkati?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang disebut sebagai bangsa terpilih dalam Perjanjian Baru atau dalam tulisan ini?
Apa yang dimaksud dengan imamat yang rajani?
Untuk tujuan apa Tuhan memilih orang percaya menjadi umat-Nya?
Apa maksud dari pernyataan bahwa dahulu kita bukan umat Allah?
Saudara, kita adalah orang-orang yang disebut non-Yahudi, yaitu komunitas atau kelompok yang bukan berasal dari Israel ataupun Yahudi.
Sejak dahulu, bangsa Israel telah menyadari bahwa mereka adalah umat pilihan Allah, dan Allah berulang kali menegaskan bahwa Israel adalah milik kepunyaan Allah.
Banyak orang Israel masih tidak percaya kepada Yesus Kristus, Tuhan kita.
Mereka mengatakan bahwa Yesus disalibkan karena dianggap sebagai penjahat, sehingga sampai saat ini banyak dari mereka yang menolak kemesiasan Yesus Kristus.
Namun, melalui pemberitaan Injil, saat ini sudah ada sekelompok orang Yahudi yang percaya kepada Yesus Kristus dan menyebut diri mereka Yahudi Mesianik.
Banyak tulisan menuliskan bahwa pertobatan orang Yahudi dan penerimaan mereka terhadap Yesus Kristus dapat menjadi tanda terakhir sebelum berakhirnya sejarah dunia ini.
Namun, ada pandangan Replacement Theology yang mengatakan bahwa posisi orang Yahudi sebagai umat pilihan, untuk masa kini, telah diberikan kepada gereja atau jemaat Yesus Kristus, sesuai dengan Rasul Petrus nyatakan dalam surat Petrus kepada jemaat yang menjadi dasar renungan ini.
Akan tetapi, Rasul Paulus mengingatkan kita agar tidak menjadi sombong dan merasa lebih mulia daripada orang-orang Yahudi:
Roma 11:18-24“janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu. Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas. Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah! Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga. Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali. Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.”
Karena itu, marilah kita berhati-hati dan jangan sombong. Kita dicangkokkan ke dalam pohon zaitun yang baik oleh karena iman.
Namun, jika suatu hari kita menjadi ragu atau jatuh dalam ketidakpercayaan, maka oleh kuasa Tuhan kita dapat dipotong-Nya, sebab Dia berdaulat dan berkuasa untuk memotong maupun mencangkokkan sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya.
Muncul sebuah pertanyaan: untuk apa Tuhan mencangkokkan kita ke dalam pohon zaitun asli itu?
Petrus menuliskan dengan jelas dalam suratnya yang ditujukan kepada jemaat Tuhan yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, dan Bitinia:
1 Petrus 2:9-12 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.”
Hal yang sama juga dinyatakan oleh Tuhan Yesus melalui firman-Nya yang dituliskan oleh Rasul Yohanes:
Yohanes 15:16-17“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”
Dari kedua ayat Firman Tuhan ini kita belajar bahwa Tuhan telah memilih kita, orang-orang non-Yahudi, untuk memberitakan kebesaran-Nya yang begitu mengasihi dunia ini, serta mewartakan Injil kasih karunia kepada semua orang, supaya mereka dapat bertobat dan diselamatkan sesuai dengan kehendak Tuhan:
Yehezkiel 33:11“Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?”
Tuhan Yesus ingin kita menghasilkan buah yang tetap atau buah yang kekal yaitu jiwa-jiwa manusia yang menerima keselamatan melalui pendengaran akan firman kebenaran, yaitu Injil keselamatan.
Saudara, Tuhan telah memilih dan memanggil kita keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib, supaya kita pergi dan memberitakan betapa besar kasih Tuhan.
Dengan demikian, dunia tahu bahwa Allah Bapa, Tuhan Yesus, begitu mengasihi dunia ini hingga Ia rela menebus dosa manusia demi keadilan-Nya.
Sebab upah dosa adalah maut, namun Tuhan tidak menghendaki kematian orang berdosa, melainkan menginginkan supaya semua orang diselamatkan dengan percaya kepada Yesus sebagai Juru Selamat dan Tuhan.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Apa yang diperintahkan Tuhan ketika Ia akan naik ke surga, dan mengapa perintah itu disebut Amanat Agung Kristus?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang seharusnya kita lakukan terhadap roh-roh yang berada di sekitar kita?
Apa tanda roh yang berasal dari Tuhan Allah?
Apa ciri utama seorang nabi palsu?
Siapa yang sudah dan akan mengalahkan nabi-nabi palsu?
Saudara, Roh Kudus telah menyatakan melalui para rasul dan nabi bahwa akan muncul banyak nabi palsu yang beredar di bumi ini, dengan tujuan menyesatkan orang-orang percaya dan menimbulkan keraguan terhadap kebenaran yang berasal dari Tuhan.
Karena itu, kita perlu berhati-hati dan menguji setiap roh serta setiap pengajaran yang beredar di sekitar kita maupun di tengah masyarakat.
Oleh sebab itu, juga sangat penting bagi kita untuk belajar dan mengerti Firman Tuhan, agar tidak mudah tertipu oleh ajaran-ajaran yang menyesatkan di sekitar kita.
Saudara, Tuhan Allah Bapa, Tuhan kita, Yesus Kristus, telah menganugerahkan Roh Kudus untuk tinggal di dalam hidup setiap orang percaya:
Efesus 3:16-17“Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”
Oleh karena itu, di dalam kita ada kuasa ilahi yang berasal dari Roh Kristus yang tinggal di dalam diri kita. Itulah sebabnya Rasul Paulus pernah berkata:
Galatia 2:19-20“Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”
Saudara, hari ini di dalam setiap orang percaya berdiam Roh Allah, yaitu Roh Kudus yang Mahakudus dan Mahakuasa. Rasul Paulus menyatakannya di dalam:
Roma 8:9-11“Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”
Oleh Roh Kudus yang tinggal di dalam diri orang percaya, maka setiap orang percaya dimampukan untuk hidup mengalahkan kedagingan yang sering membuat orang percaya jatuh dan kembali pada kehidupannya yang lama.
Hal ini dinyatakan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma:
Roma 7:18-20“Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.”
Itulah sebabnya Rasul Paulus menekankan pentingnya menyadari bahwa di dalam setiap orang percaya berdiam Roh Kudus.
Karena itu, mereka tidak lagi dikuasai oleh daging yang selalu cenderung ingin berbuat jahat dan menolak kebenaran.
Saudara, dengan jelas Rasul Paulus menjelaskan bahwa Roh Kudus sudah berdiam di dalam kita. Karena itu, hendaklah kita senantiasa hidup tetap di dalam Kristus:
Kolose 2:6-7“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”
Yesus sendiri pernah menyatakan:
Yohanes 15:5“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
Jadi, sangat jelas apa yang dikatakan Rasul Paulus dan Yesus, bahwa ketika Roh Kudus—Roh Allah yang juga disebut Roh Kristus—tinggal di dalam kita, dan kita tinggal di dalam Yesus Kristus, maka hidup kita akan senantiasa terhubung dengan Roh Kudus.
Dengan demikian, kita dapat mengalahkan kedagingan, sehingga tubuh daging kita tidak bisa lagi mengendalikan kita.
Pada saat itulah, kita dapat berkata seperti yang pernah dinyatakan Rasul Paulus dalam:
Filipi 4:13“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Roh Kudus, Roh Allah, juga disebut oleh Rasul Paulus sebagai Roh Kristus karena Kristus tinggal di dalam hati kita, sehingga kuasa ilahi Kristus pun sesungguhnya tinggal di dalam setiap orang percaya.
Karena itu, sangat penting bagi kita untuk menyadari bahwa Roh yang Mahakuasa itu berdiam di dalam kita, yaitu Kristus yang tinggal di dalam kita.
Roh Kudus itu jauh lebih besar daripada roh-roh yang ada di dunia ini.
Sangatlah penting bagi kita untuk terus terhubung dengan Yesus Kristus melalui tuntunan Roh Kudus dan Firman-Nya, supaya dapat mengalahkan daging dan keduniawian kita.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Mengapa anak-anak Tuhan terus-menerus jatuh bangun dalam dosa, padahal sudah lama mengalami lahir baru dan Roh Kudus berdiam di dalam dirinya?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapa yang dimaksud kaya dan penuh rahmat?
Didalam siapa kita telah dibangkitkan?
Oleh apa kita diselamatkan?
Apakah keselamatan yang kita terima itu gratis dan tanpa syarat?
Kita tahu dosa nenek moyang yang membuat manusia terpisah dengan Allah.
Dengan kata lain hubungan Allah dengan manusia yaitu Adam dan Hawa sejak awal baik, namun sejak mereka memakan buah terlarang, maka Allah tidak bisa lagi bergaul dengan manusia ciptaanNya sendiri.
Upah kejatuhan dosa menjadikan kita binasa, mendapat kutuk dan masuk kedalam neraka yang kekal.
Tetapi oleh karena Allah yang kaya dengan rahmat dan oleh kasihNya yang besar, Dia tahu bahwa manusia ciptaanNya tidak bisa menyelamatkan diri dari murka Allah, maka Dia berinisiatif untuk menyelamatkan seluruh umat ciptaanNya dengan cara Dia rela berinkarnasi menjadi sama seperti manusia, disiksa dan mati di kayu salib demi menanggung dosa dan menyelamatkan seluruh umat manusia.
Hampir semua agama memiliki persyaratan untuk masuk sorga atau memperoleh keselamatan yang kekal.
Seseorang harus berbuat baik terlebih dahulu, banyak bersedekah, atau bahkan menyiksa diri untuk mendapat keselamatan itu.
Intinya semua agama mengajarkan perbuatan atau usaha manusia itu sendirilah yang membuat mereka selamat.
Tidak ada agama lain dimanapun dimuka bumi ini yang bisa menjamin keselamatan yang pasti kecuali di dalam Kristus Tuhan.
Hanya oleh karena kasih karunia dan kemurahan Tuhan Yesus Kristus yang membuat kita diselamatkan.
Bukan hanya hidup yang kekal saja yang kita peroleh, hidup kita juga mengalami pembaharuan budi supaya serupa dengan pikiran Kristus.
Itu bukan hasil dari usaha manusia, tetapi semata-mata karena pemberian Allah, sehingga tidak ada dasar untuk kita menyombongkan diri.
Sekarang setelah kita menerima dengan cuma-cuma keselamatan yang dari Allah itu, apa yang harus kita lakukan?
Jelas kita harus mengucap syukur atas keselamatan yang kita peroleh.
Kita juga dapat menghayati kasih karunia yang kita miliki itu di dalam kehidupan sehari-hari dengan cara sederhana, seperti saling mengasihi orang lain, saling memaafkan dan mengampuni, saling menghormati, saling melayani sesuai dengan talenta, kemampuan dan karunia yang Tuhan berikan.
Kita mau dan rela membagikan kasih Allah kepada orang lain yang belum mendapatkannya dengan cara berani memberitakan kabar baik atau injil keselamatan itu kepada banyak orang, terutama orang yang ada di dekat dan ada di sekitar kita tinggal, di marketplace dimana kita bekerja, di sekolah/kampus, dan dimanapun Tuhan beri kita kesempatan.
Setelah kita memperoleh hidup yang kekal secara cuma-cuma, bagaimana kita menghayati kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana cara membagikan kasih Allah itu kepada orang lain? Diskusikan dengan kelompok PA atau Persekutuan kita.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang Paulus perintahkan kepada jemaat di kota Roma?
Jika kita sudah lahir baru, yaitu menerima Kristus dalam hidup kita, maka apa yang sudah mati dalam hidup kita? Dan Roh siapa yang menghidupkan kita?
Jelaskan dengan sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari, bagaimana mematikan “tubuh dosa”?
Paulus sadar betul bahwa jemaat Roma pada saat itu sudah banyak menjadi orang yang percaya kepada Kristus.
Namun kepercayaan kepada Kristus tidak otomatis menjadikan jemaat Roma hidup menurut Roh Kristus.
Hal itulah yang Paulus ingin tegaskan kepada jemaat Roma dan juga kepada kita sebagai orang percaya masa sekarang ini mengenai perbedaan mereka yang masih hidup “menurut daging” dan mereka yang masih “hidup menurut Roh.”
Pada saat kita sungguh-sungguh percaya kepada Dia dan menerima Kristus dalam hati kita, saat itu juga Roh Kristus tinggal dalam hati kita.
Dan oleh karena kasihNya, kita secara rohani sudah mengalami keselamatan yang kekal.
Namun hal itu tidak berarti otomatis kita pasti hidup di dalam roh, bukan lagi hidup di dalam daging!
Paulus coba menjelaskan, ketika RohNya diam di dalam kita, maka tubuh kita memang “mati karena dosa”, dengan kata lain bahwa orang percaya kepada Kristus tidak lagi hidup di kendalikan daging (sifat manusia yang berdosa).
Apa itu contohnya hidup di dalam daging; percabulan, kecemaran, hawa nafsu, iri hati, permusuhan, perselisihan, amarah, kepentingan diri sendiri, dll (lihat. Galatia 5:19-21).
Dan contoh hidup di dalam roh; Kasih, sukacita, damai Sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, dll (lihat. Galatia 5:22-26).
Dalam realitanya, apakah mudah hidup dipimpin oleh Roh Kristus? Jelas tidak mudah!
Bagaimana caranya supaya hidup kita bisa diarahkan oleh Roh kudus? Jawabannya, kita tidak boleh lagi hidup di dalam keinginan daging!
Kita harus sadar bahwa hidup kita bukan milik kita lagi.
Dia sudah membeli hidup kita dengan lunas, itu artinya Tuhanlah yang menjadi pemilik tunggal sekaligus pengendali hidup kita sepenuhnya.
Jadi kita harus siap dan rela membiarkan Roh kudus mengendalikan hidup kita dimulai dengan; baca Firman Tuhan secara teratur, selidiki, gali serta pahami Firman itu, renungkan dan terima dengan lemah lembut setiap Firman yang kita renungkan, dan lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Firman itu kepada kita secara konsisten dan terus menerus.
Berdoa setiap saat minta tuntunan Roh kudus dan akuilah Dia dalam setiap laku dan langkah kita.
Percayalah bahwa Roh kudus yang ada dalam hati kita, memampukan kita untuk hidup di dalam Roh dengan cara yang berkenan kepada Dia.
Setelah kita lahir baru, sadarkah bahwa rohNya ada dalam hidup kita? Apakah otomatis hidup kita sudah pasti hidup di dalam Roh? Bagaimana caranya agar hidup kita konsisten hidup di dalam roh dan tidak lagi dikuasai oleh keinginan daging? Diskusikan dengan kelompok PA atau Persekutuan kita.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapa yang mengutus kita untuk menyampaikan kabar baik?
Apa saja yang dilakukan oleh oran-orang yang diurapi Tuhan?
Siapa yang disebut “pohon tarbantin kebenaran” dan “tanaman Tuhan”?
Apa maksudnya membangun reruntuhan yang berabad-abad?
Nabi Yesaya menyampaikan nubuat mesianik yang luar biasa: Roh Tuhan Allah ada padanya untuk membawa kabar baik kepada orang sengsara, membebaskan orang tawanan, serta menghibur orang yang berdukacita.
Ayat-ayat ini menubuatkan pelayanan Yesus Kristus yang kelak menggenapinya (Lukas 4:18–19).
Selain itu, Yesaya juga menegaskan bahwa umat Tuhan dipanggil untuk “membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad” (ayat 4).
Konteks nubuat ini adalah janji pemulihan bagi Israel yang mengalami kehancuran akibat pembuangan, di mana Tuhan sendiri akan menjadi sumber kekuatan untuk membangun kembali kehidupan mereka.
Dalam budaya Timur Dekat kuno: Tarbantin (terebinth/oak) adalah pohon besar, berumur panjang, dan berakar kuat, sering menjadi simbol keteguhan dan kekuatan yang tahan lama.
Pohon jenis ini sering dijadikan tempat suci, tanda perjanjian, atau simbol perlindungan (Kejadian 12:6; 35:4; Hakim 6:11).
Bagi bangsa Israel, pohon besar di tanah kering adalah lambang kehidupan dan keberlangsungan.
Bagi kita saat ini, pesan ini berbicara tentang pemulihan yang Allah sediakan di dalam Kristus.
Dunia modern menghadirkan banyak reruntuhan: keluarga yang retak, moralitas yang runtuh, generasi yang kehilangan arah, dan masyarakat yang terbelah karena keserakahan serta egoisme.
Namun, melalui Roh Kudus, gereja dipanggil untuk menjadi agen pemulihan, membawa kabar baik, menghadirkan penghiburan, serta melepaskan orang dari berbagai bentuk perbudakan dosa dan belenggu modern seperti ketergantungan digital, materialisme, maupun rasa putus asa.
Firman ini mengingatkan kita bahwa kita tidak berjalan dengan kekuatan sendiri, tetapi dengan kuasa Roh Tuhan yang melayani melalui kita.
Karena itu, sebagai murid Kristus, kita perlu mempraktekkan panggilan ini secara nyata.
Dalam dunia yang semakin cepat berubah, kita dapat mulai dengan membangun kembali “reruntuhan” di sekitar kita: meneguhkan nilai-nilai iman dalam keluarga, membangun relasi yang penuh kasih di tengah perbedaan, serta melayani mereka yang lemah dan terabaikan.
Kita dipanggil untuk menjadi pembawa kabar baik, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan nyata—menolong, menguatkan, dan menegakkan keadilan.
Dengan hidup dalam kuasa Roh Kudus, kita turut serta dalam karya besar Allah: membangun kembali kehidupan, komunitas, dan bangsa yang runtuh, sehingga nama Tuhan dipermuliakan di generasi ini.
Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan kita, mengenai topik ini dengan lebih mendalam. Bagaimana kita bisa praktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan berkat apa yang didapat dari melakukan Firman Tuhan ini.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang harus diusahakan oleh jemaat di Korintus sesuai pesan Paulus pada perikop ini?
Apa yang harus kita lakukan agar Allah sumber damai sejahtera menyertai kita?
Apakah yang harus kita berikan kepada saudara yang lain?
Kasih karunia dan persekutuan siapa yang menyertai senantiasa murid-murid di Korintus?
Kota Korintus pada abad pertama adalah pusat perdagangan dan budaya Yunani-Romawi.
Kehidupan sosialnya sangat kosmopolitan, tapi juga dikenal dengan moralitas yang rusak, persaingan, dan perpecahan.
Jemaat di sana menghadapi masalah serius: perpecahan antar kelompok (1 Korintus 1:12), ketidakmurnian moral (1 Korintus 5), penyalahgunaan karunia rohani (1 Korintus 12–14), serta kritikan terhadap kerasulan Paulus (2 Korintus 10–13).
Rasul Paulus menutup suratnya kepada jemaat di Korintus dengan sebuah nasihat penuh kasih: “Bersukacitalah, sempurnakanlah dirimu, kuatkanlah hatimu, sehati sepikir, dan hiduplah dalam damai sejahtera.” (ayat 11).
Lalu ia meneguhkan jemaat dengan berkat yang sangat terkenal: kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian (ayat 14).
Konteks ini lahir dari pergumulan jemaat yang penuh perpecahan, ajaran yang menyimpang, serta ketegangan dalam hubungan dengan Paulus.
Namun penutup ini bukan sekadar formalitas, melainkan undangan untuk masuk dalam kehidupan yang ditopang oleh kasih Allah Tritunggal.
Bagi kita pada masa kini, pesan ini sangat relevan.
Dunia modern menawarkan banyak suara yang dapat menggeser kebenaran: relativisme, kesibukan, hingga godaan materi.
Namun firman hari ini menegaskan bahwa murid Kristus dipanggil untuk hidup dalam persekutuan yang nyata dengan Roh Kudus.
Dialah yang menolong kita untuk memiliki sukacita di tengah penderitaan, kesatuan di tengah perbedaan, serta damai sejahtera di tengah kegelisahan dunia.
Persekutuan dengan Roh Kudus bukan sekadar pengalaman emosional, tetapi realitas hidup yang membuat kita sadar akan hadirat Allah, diteguhkan dalam iman, dan diarahkan kepada kebenaran.
Karena itu, hal praktis yang harus dijalani adalah membangun keintiman dengan Roh Kudus setiap hari.
Dalam tantangan dunia modern—dengan arus informasi yang cepat, tekanan hidup, dan kecenderungan individualisme—murid Kristus harus melatih diri untuk peka mendengar suara Roh Kudus melalui doa, perenungan firman, dan ketaatan sehari-hari.
Kita dipanggil untuk menjadi saksi kasih Kristus dengan menjaga kesatuan dalam komunitas, menunjukkan damai sejahtera di lingkungan kerja, serta menghadirkan terang di tengah dunia yang penuh kegelisahan.
Dengan hidup dalam persekutuan Roh Kudus, kita tidak hanya bertahan, tetapi juga memancarkan kasih Allah yang mengubahkan.
Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan kita, mengenai topik ini dengan lebih mendalam. Bagaimana kita bisa praktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan berkat apa yang didapat dari melakukan Firman Tuhan ini.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah seseorang bisa hidup tidak di bawah hukum Taurat?
Apakah perbedaan antara percabulan, kecemaran, dan hawa nafsu?
Menjadi murid Kristus bukan hanya tentang belajar firman dan beribadah, tetapi tentang hidup dalam Roh, menghasilkan kehidupan yang nyata, yang dirasakan oleh orang lain.
Rasul Paulus mengajarkan bahwa hidup seorang murid sejati tidak ditentukan oleh kemampuan manusia, tetapi oleh buah Roh yang dihasilkan saat seseorang hidup dipimpin oleh Roh Kudus.
Dalam diri setiap umat percaya, ada pertentangan antara keinginan daging (keinginan manusia yang berdosa) dan keinginan Roh (keinginan untuk melakukan kehendak Allah).
Keinginan daging adalah keinginan untuk memuaskan ego, nafsu, dan ambisi pribadi.
Keinginan Roh akan memimpin kita kepada kekudusan, kesediaan untuk memikul salib, dan untuk mengasihi dengan kasih Kristus.
Murid yang sejati bukan lah yang hanya tahu mana yang benar, tetapi yang memilih untuk hidup oleh Roh, menolak keinginan daging yang tampak lebih menarik tetapi sesungguhnya akan membawa kita menjadi semakin jauh dari Tuhan.
Keinginan daging yang perlu diwaspadai ada dalam dua kelompok:
Kelompok pertama yang terkait dengan dosa seksual: percabulan, kecemaran, dan hawa nafsu.
Berbeda dengan masa dimana Alkitab diwahyukan, saat ini dosa seksual terpampang dengan sangat jelas melalui alat komunikasi visual dan sedemikian mudah diakses oleh siapapun, termasuk anak-anak.
Sesungguhnya tanpa pertolongan Roh, mustahil seseorang bisa hidup dalam kekudusan dan kebenaran.
Kelompok dosa kedua adalah yang terkait dengan penyembahan berhala.
Di jaman ini berhala bukan berbentuk patung yang disembah, tetapi berbagai hal yang menjadi pusat perhatian manusia, sering dipikirkan, diimpikan dan dicari dengan sekuat tenaga.
Apakah itu: uang, harta benda, aset yang bisa berwujud kendaraan, rumah, perhiasan mahal.
Manusia modern telah dibius dengan kebahagiaan palsu yang ditandai dengan berbagai pencapaian atas kepemilikan dari hal-hal di atas.
Sebaliknya dari hidup dalam kedagingan, Tuhan menghendaki kita sebagai murid Kristus untuk hidup dipimpin oleh Roh, sehingga kita menghasilkan buah-buah Roh Kudus.
Kita berlimpah dalam: Kasih – Yang membuat kita bisa mengasihi orang lain tanpa pamrih, bahkan sekalipun orang tersebut sangat menjengkelkan.
Kita memiliki buah Roh Sukacita – Dan ini bukan kegembiraan duniawi karena kita memiliki banyak uang, harta.
Ini sukacita yang kita peroleh karena hidup di dalam Roh.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, ceritakan pengalamanmu dibaptis Roh, yang umumnya dengan perantaraan para hamba Tuhan.