Kamis, 18 Desember 2025

MENJADI ANAK-ANAK TERANG

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 12:34-40

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Menurut Yohanes 12:35, apa konsekuensi jika kita berjalan dalam kegelapan?
  2. Bagaimana caranya kita dapat “percaya kepada terang” dalam keputusan sehari-hari?
  3. Area mana dalam hidupmu yang perlu lebih mencerminkan identitas sebagai “anak-anak terang”?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“…Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi”. (Yohanes 12:35b).

Kehidupan kita diwarnai oleh berbagai kesempatan, dan seringkali kita menundanya karena mengira kesempatan itu akan selalu ada.

Dalam bacaan kita hari ini, Yesus berada di puncak ketegangan dengan orang banyak yang mendengar pengajaran-Nya.

Mereka sibuk berdebat  tentang identitas Mesias, tetapi Yesus justru memperingatkan mereka tentang satu hal yang jauh lebih mendesak: waktu untuk berjalan dalam terang-Nya hampir habis.

Ia tidak akan selamanya hadir secara fisik bersama mereka.

Peringatan ini bergema dalam hidup kita: kesempatan untuk mendengar suara-Nya, untuk bertobat, dan untuk hidup dalam kasih karunia-Nya adalah sebuah anugerah yang tidak boleh kita sia-siakan.

Orang banyak itu terpaku pada teka-teki teologis (“Siapakah Anak Manusia itu?”) sehingga mereka lalai untuk merespons kebenaran yang sudah dinyatakan di depan mata mereka.

Yesus tidak menjawab teka-teki mereka, melainkan menuntut sebuah tindakan: “Percayalah kepada terang itu, supaya kamu menjadi anak-anak terang.”

Ini mengajarkan kita sebuah prinsip kebenaran yang penting: Allah lebih menghargai ketaatan iman daripada pemahaman intelektual yang sempurna.

Kita tidak perlu memahami segala sesuatu tentang Yesus dan rencana-Nya sebelum kita mau percaya dan mengikut Dia.

Iman adalah langkah untuk mempercayai Dia, bahkan di tengah hal-hal yang belum kita mengerti sepenuhnya.

Mengapa banyak orang menolak Yesus? Penjelasan Alkitab sungguh menggentarkan: karena hati mereka telah menjadi keras.

Kekerasan hati bukanlah suatu kecelakaan, melainkan konsekuensi dari penolakan yang berulang-ulang terhadap kebenaran.

Setiap kali kita mendengar firman Tuhan tetapi memilih untuk mengabaikannya, setiap kali kita merasakan sentuhan Roh Kudus tetapi memadamkannya, hati kita sedikit demi sedikit mengeras.

Proses ini akhirnya dapat membawa kita pada titik di mana kita “tidak dapat percaya” (ayat 39).

Ini adalah peringatan serius untuk senantiasa memiliki hati yang lembut dan siap untuk diajar, agar kita tidak tertipu oleh dosa yang mengeraskan hati.

Hal-hal praktis untuk melakukan Firman.

Pertama, Bertindaklah Atas Dasar Terang yang Sudah Anda Miliki.

Jangan menunggu sampai semua pertanyaan Anda terjawab.

Lakukan apa yang sudah Anda ketahui sebagai kehendak Tuhan.

Jika Anda tahu Anda harus mengampuni, lakukanlah sekarang.

Jika Anda tahu Anda harus jujur, praktikkanlah hari ini.

Kedua, Jaga Kelembutan Hati dengan Disiplin Rohani.

Rutinlah berdoa meminta Tuhan menyelidiki hati Anda (“Tuhan, adakah kegelapan dalam diriku?”).

Bacalah Firman Tuhan bukan hanya untuk pengetahuan, tetapi untuk ditransformasi olehnya.

Ketiga, Hidupi Identitas Anda sebagai Anak Terang. Sadari bahwa Anda adalah duta dari terang Kristus.

Dalam setiap percakapan, keputusan, dan tindakan, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah ini mencerminkan bahwa saya adalah anak terang?”

Pilihlah untuk berkata-kata dan bertindak yang membawa orang lain kepada kebaikan dan kebenaran Kristus.

Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana caranya mencerminkan terang Kristus dalam komunitas kita.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ibrani 1-6

Rabu, 17 Desember 2025

TIDAK LAGI HIDUP DALAM KEGELAPAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 12:44-50

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa arti praktis “tidak tinggal dalam kegelapan” bagimu?
  2. Bagaimana firman yang akan “menghakimi” itu seharusnya mempengaruhi caramu membaca Alkitab?
  3. Perintah Yesus mana yang paling sulit kamu taati?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan”. (Yohanes 12:46).

Hidup dalam kegelapan adalah gambaran yang suram tentang kehidupan tanpa arah, penuh ketakutan, dan mudah tersandung.

Secara rohani, ini menggambarkan kondisi manusia yang terpisah dari Allah, dibelenggu oleh dosa, dan tidak mengetahui tujuan hidup yang sejati.

Dalam konteks inilah Yesus berseru dengan suara nyaring, menyatakan diri-Nya sebagai Terang yang telah datang ke dalam dunia.

Seruan ini adalah puncak dari seluruh pelayanan publik-Nya, sebuah undangan dan sekaligus pernyataan kebenaran terakhir sebelum Ia berjalan menuju salib.

Bagi kita hari ini, panggilan itu tetap relevan: untuk keluar dari kegelapan kita dan datang kepada Terang itu.

Yesus menegaskan kesatuan-Nya dengan Bapa. Ketika kita memandang Yesus, kita sedang melihat kehendak dan karakter Bapa secara sempurna.

Ini menghilangkan segala keraguan dan ketakutan kita tentang siapa Allah sebenarnya.

Yesus bukanlah perantara yang berdiri sendiri, melainkan perwujudan kasih Bapa bagi dunia.

Oleh karena itu, percaya kepada Yesus berarti kita meletakkan kepercayaan kita sepenuhnya pada Allah Bapa.

Keyakinan ini memberikan dasar yang kokoh bagi iman kita. Kita tidak lagi berjalan dalam kegelapan spekulasi tentang Allah, tetapi dalam terang pewahyuan yang jelas dan pasti melalui Yesus Kristus.

Firman Yesus memiliki otoritas kekal untuk menyelamatkan dan menghakimi. Yesus datang untuk menyelamatkan, tetapi firman-Nya yang kita dengar dan abaikan akan menjadi hakim kita di akhir zaman.

Firman-Nya bukanlah perkataan manusia yang bisa kita remehkan atau tawar-tawar.

Ia adalah perintah Bapa yang membawa pada hidup kekal. Ini berarti, setiap kali kita membaca, mendengar, atau merenungkan Firman Tuhan, kita sedang berhadapan dengan sesuatu yang menentukan nasib kekal kita.

Hidup dalam terang berarti kita menyadari keseriusan ini dan memilih untuk membangun hidup di atas kebenaran firman-Nya, sehingga pada hari terakhir, firman itu tidak menjadi saksi yang memberatkan, melainkan yang membenarkan kita.

Setelah memahami firman, kita perlu melakukannya. Pertama, Lakukan Evaluasi Diri di Bawah Terang Firman.

Secara rutin, bawalah hidup kita—pikiran, perkataan, dan perbuatan—untuk diuji di hadapan Firman Tuhan.

Tanyakan, “Apakah area dalam hidupku ini masih berada dalam kegelapan?” Mintalah Roh Kudus untuk menyingkapkannya dan berikanlah komitmen untuk memperbaikinya.

Kedua, Ambil Keputusan untuk Taat Sekalipun Tidak Mengerti.

Ketiga, Jadilah Saluran Terang dengan Membagikan Kebenaran. Iman yang hidup tidak bisa disimpan untuk diri sendiri.

Bagikanlah penghiburan, teguran, dan kebenaran Firman Tuhan yang telah mengubah hidup Anda kepada orang lain.

Dengan menjadi saluran terang, Anda mengukuhkan kebenaran itu dalam hidup Anda sendiri dan menuntun orang lain untuk keluar dari kegelapan mereka.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya menyatakan terang Kristus di dalam kita kepada komunitas sekitar kita.

Pembacaan Alkitab Setahun

Titus-Filemon

Selasa, 16 Desember 2025

DIPANGGIL KELUAR DARI KEGELAPAN KEPADA TERANGNYA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 PETRUS 2:9-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapa yang disebut sebagai bangsa yang terpilih?
  2. Dari mana orang percaya dipanggil, dan untuk apa Allah melakukan hal itu?
  3. Siapakah kita dahulu, dan siapakah kita setelah percaya kepada Yesus Kristus?
  4. Sebagai pendatang dan perantau, apa yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang Yahudi yang percaya pada masa itu?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara yang kekasih, bagian firman ini menyatakan bagaimana Tuhan Allah memilih kita dari bangsa yang tidak dikasihi, bukan bangsa pilihan, dan bukan umat-Nya.

Namun, Tuhan memilih kita untuk menjadi umat-Nya:

Yohanes 15:16 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”

Firman Tuhan ini adalah tulisan rasul Yohanes yang mengutip perkataan Yesus Kristus.

Sejalan dengan itu, rasul Petrus juga menuliskan suratnya yang dikirimkan kepada jemaat-jemaat di Asia Kecil:

1 Petrus 2:9-10 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.”

Dari kedua ayat firman Tuhan yang ditulis oleh murid-murid Yesus ini, kita memahami bahwa Tuhan Allah menginginkan banyak orang yang berada dalam kegelapan ditarik keluar dan dibawa masuk ke dalam terang-Nya yang ajaib.

Dengan demikian, kita dapat pergi untuk menghasilkan buah melalui pemberitaan kita tentang kemuliaan kasih karunia Allah, supaya banyak orang memperoleh belas kasihan Allah.

Saudara, panggilan atau pemilihan kita adalah untuk memberitakan kebesaran kasih karunia Bapa, dengan tujuan supaya kita berbuah tetap.

Apa itu buah tetap atau buah kekal? Apakah ini buah Roh?

Saudara, hanya ada tiga yang kekal yaitu Kasih, Firman Allah dan Jiwa manusia.

Jadi, Yesus menginginkan supaya kita berbuahkan jiwa manusia.

Amanat Agung, yang berbicara mengenai memuridkan bangsa-bangsa juga berkaitan dengan jiwa manusia.

Perintah Kristus yang utama, yang dikenal sebagai Amanat Agung Kristus, menekankan memuridkan manusia dan menjadikan semua bangsa murid Kristus.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apakah setiap anggota persekutuan kita sudah melayani? Sudahkah setiap dari kita dimuridkan untuk kemudian memuridkan? Jika belum, apa yang seharusnya dilakukan oleh kelompok ini?

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Timotius 1-4

Senin, 15 Desember 2025

KITA ADALAH TERANG DUNIA DI TENGAH KEGELAPAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 5:13-15

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Selain sebagai terang, kita juga sebagai apa di dunia ini?
  2. Apa fungsi kita di dunia ini sesuai dengan fungsi tersebut?
  3. Apa yang dapat kita lakukan sebagai terang dunia?
  4. Apa tujuan Yesus memerintahkan kita untuk berfungsi di dunia ini?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, sebagai garam dan terang dunia, Yesus menghendaki agar kita sungguh-sungguh menjadi alat Tuhan untuk memuliakan Bapa di dunia ini.

Sejak dahulu, pada zaman para nabi, umat Tuhan selalu diperintahkan untuk menjadi sesuatu yang dapat membuat dunia mengenal Tuhan, Allah Bapa kita.

Nabi Yesaya pernah menuliskan:

Yesaya 60:1-2 “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.”

Saudara, marilah kita senantiasa terhubung dengan Bapa dan Yesus Kristus melalui Roh Kudus, supaya kita mengalami pembentukan oleh Tuhan, bertumbuh secara rohani, dan semakin menjadi dewasa.

Dengan demikian, kita dapat berfungsi seperti yang Yesus katakan, yaitu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang pernah Yesus lakukan, bahkan yang lebih besar.

Mungkinkah kita melakukan pekerjaan yang lebih besar daripada apa yang Yesus lakukan?

Saudara, kita dapat melihat bahwa para hamba Tuhan di akhir zaman ini melakukan apa yang pernah Yesus lakukan.

Banyak mujizat masih terjadi karena para hamba Tuhan hidup terhubung dengan Bapa, sehingga Bapa melakukan mujizat-mujizat itu melalui kuasa Roh Kudus yang bekerja melalui orang-orang yang percaya kepada Yesus.

Hal ini sesuai dengan apa yang pernah Yesus katakan:

Yohanes 14:12-14 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

Saudara, ada sebuah fakta yang dapat kita lihat bahwa banyak penginjil berkhotbah di hadapan ratusan ribu orang di Asia, bahkan jutaan orang di Afrika, sesuatu yang tidak terjadi pada zaman Yesus Kristus.

Ada pula hamba Tuhan yang dikabarkan telah membangkitkan sebelas orang mati, sedangkan selama Tuhan Yesus ada di bumi, Dia hanya membangkitkan empat orang.

Karena itu, Yesus sendiri mengizinkan hamba-hamba-Nya melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada yang pernah Dia lakukan, sebab Yesus telah kembali kepada Bapa.

Tuhan Yesus tidak keberatan bila kita, anak-anak-Nya, melakukan apa yang pernah Dia kerjakan.

Allah Bapa pun terus membentuk hamba-hamba-Nya, dan hal itu dapat kita lihat melalui Firman Tuhan:

Roma 8:26-30 “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Tuhan Allah menginginkan agar banyak hamba-hamba-Nya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus.

Karena itu, Tuhan Allah membentuk mereka untuk menjadi serupa dengan Yesus Kristus.

Melalui berbagai proses pembentukan, Tuhan menghadirkan kemuliaan-Nya dan menjadikan orang percaya semakin serupa dengan Yesus Kristus.

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa terhubung dengan Bapa melalui Roh Kudus, supaya Roh Kudus membawa kita mengalami anugerah Bapa.

Dengan demikian, karunia-karunia Roh Kudus dapat terus bekerja di dalam kita, mengajar kita segala sesuatu yang Bapa ingin kita mengerti, sehingga kita dapat melakukan apa yang pernah dilakukan oleh Yesus.

Dengan demikian, terang Tuhan akan menuntun kita kepada pekerjaan-pekerjaan yang memuliakan Bapa, sebagaimana Yesus dahulu selalu memuliakan Bapa-Nya.

Hal itu juga yang Yesus ingin lakukan melalui kita, orang-orang percaya, pada zaman yang penuh kegelapan ini, supaya dunia mengetahui bahwa Tuhan Allah masih bekerja sampai sekarang, dan bahwa Yesus Kristus hidup serta terus melakukan pekerjaan Bapa melalui orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak anak-anak Tuhan tidak lagi mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Yesus, seperti yang Yesus inginkan dan perintahkan?

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Timotius 1-6

Minggu, 14 Desember 2025

KITA MENJADI TERANG KARENA MENGIKUT KRISTUS

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 8:12-16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapa yang mampu memiliki terang dalam hidupnya?
  2. Apa alasan Yesus dalam membenarkan kesaksian-Nya?
  3. Mengapa Yesus mengatakan bahwa mereka tidak tahu Yesus datang dari mana dan kemana Ia pergi?
  4. Penghakiman seharusnya dilakukan berdasarkan apa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika Yesus berada di muka bumi, Yohanes menuliskan bahwa Yesus adalah terang hidup, dan Yesus sendiri menyatakan bahwa Ia adalah terang dunia.

Yohanes 8:12 “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

Dan Yesus juga pernah berkata kepada murid-murid-Nya:

Matius 5:14-16 “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Saudara, Yesus Kristus, Tuhan kita, dengan tegas menyatakan bahwa Dia adalah terang dunia.

Barangsiapa mengikut Dia, tidak akan hidup dalam kegelapan, karena terang hidup yang ada pada Yesus akan dikaruniakan juga kepada setiap orang yang percaya kepada Dia.

Ketika Yesus berada di dunia ini, Da berkata bahwa Dia tidak melakukan segala sesuatu dari diri-Nya sendiri, tetapi melakukan apa yang dilakukan oleh Bapa-Nya.

Yesus selalu terhubung dengan Bapa-Nya dan senantiasa melakukan apa yang Dia lihat Bapa-Nya kerjakan:

Yohanes 5:19-20 “Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.”

Karena Yesus selalu terhubung dengan Bapa, maka Dia melakukan segala sesuatu yang dikerjakan oleh Bapa-Nya.

Demikian juga ketika kita terhubung dengan Yesus Kristus melalui Roh Kudus, kita pun akan melakukan apa yang Yesus kerjakan.

Yesus juga pernah berkata kepada murid-murid-Nya:

Yohanes 14:12-14 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa terhubung dengan Bapa melalui Roh Kristus, supaya kita juga dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang pernah Yesus kerjakan, bahkan melakukan perkara-perkara yang lebih besar seperti yang Yesus katakan.

Dengan demikian, kita pun dapat menjadi terang.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apa yang Yesus maksudkan ketika berkata bahwa orang percaya dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada yang pernah dilakukan oleh Yesus? Mungkinkah hal itu terjadi?

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Tesalonika 1-3

Sabtu, 13 Desember 2025

YESUS YANG DILAHIRKAN BAGI KITA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 9:5-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah Anak yang diperuntukkan bagi kita itu?
  2. Apa sebutan yang diberikan kepada Dia?
  3. Apa yang menjadi dasar kokohnya Kerajaan-Nya?
  4. Apa yang membuat Kerajaan Tuhan dapat berdiri di dunia ini?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, sejak kejatuhan Adam, Tuhan Allah telah memulai suatu permusuhan (peperangan) antara Iblis dan Hawa, yaitu antara keturunan setan dan keturunan perempuan (Hawa).

Kejadian 3:15 “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Firman ini menyatakan bahwa akan lahir seorang Anak sebagai keturunan perempuan.

Sejak semula Tuhan Allah sudah menetapkan bahwa Anak itu akan berasal dari seorang wanita, seorang perawan yang melahirkan seorang Anak.

Hal ini telah ditentukan Allah Bapa sejak manusia jatuh ke dalam dosa di taman Eden.

Dan Yesaya dengan jelas menyatakan bahwa Anak itu adalah:

Yesaya 9:5-6 “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.”

Dan untuk menggenapi kebenaran firman dalam Kitab Kejadian, maka terjadilah masa pengorbanan dan peperangan yang harus dilalui oleh keturunan perempuan itu, yaitu melalui disalibkan, dikuburkan dan dibangkitkan.

Yesus, sebagai Anak Manusia, mengalami pencobaan di padang gurun setelah Ia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis.

Lukas 3:21-22 “Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari Sungai Yordan dan kemudian dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.

Di sana Ia berada selama empat puluh hari dan dicobai oleh Iblis.

Selama berada di padang gurun, Ia tidak makan apapun.

Lukas 4:13 “Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.”

Saudara, mari kita perhatikan apa yang dituliskan dalam kitab Lukas.

Setelah Iblis gagal menjatuhkan Yesus, iblis mengundurkan diri, tetapi terus mencari kesempatan untuk mencobai Yesus kembali.

Iblis sangat ingin membuat Yesus berbuat dosa, agar Yesus tidak layak menjadi Anak Domba Allah yang tidak bercela, yang dipersembahkan sebagai korban pengampunan dosa bagi dunia ini.

Rasul Yohanes menyatakan dalam tulisannya:

Yohanes 1:1-3 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”

Yohanes 1:14 “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”

Efesus 1:3-4 “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.”

Saudara, dari firman Tuhan yang dituliskan oleh rasul Paulus ini, kita mengetahui bahwa Tuhan Allah Bapa telah memilih Kristus.

Dari Kejadian 3:15 yang sudah kita baca, kita melihat bahwa keturunan perempuan itu telah ditetapkan untuk meremukkan kepala Iblis.

Yesus, sebagai keturunan perempuan tersebut, telah ditetapkan oleh Bapa-Nya untuk menumpahkan darah-Nya sebagai penghapus dosa dunia ini.

Rasul Paulus menegaskan bahwa keputusan ini telah ditetapkan oleh Bapa sebelum dunia diciptakan dan Tuhan Allah telah memilih jalan itu.

Melalui Yesus Kristus, keturunan perempuan itu, akan ada pengampunan dosa, sehingga jemaat Tuhan Yesus Kristus yang percaya dosanya ditebus dan dihapus.

Dengan demikian, jemaat Kristus dapat beriman kepada Yesus Kristus, dan melalui iman itu Kristus hidup di dalam hati mereka.

Oleh kuasa darah Yesus, mereka menerima pengampunan dosa, penyucian, dan pengudusan; dan oleh Roh Kudus mereka dimampukan untuk hidup kudus dan tak bercacat di hadapan Allah.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak orang yang mengaku percaya kepada Yesus Kristus, tetapi tetap hidup dalam keterikatan pada dosa-dosa tertentu?

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Tesalonika 1-5

Jumat, 12 Desember 2025

MENYEMBAH SANG TERANG DUNIA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 2:1-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dari mana asal orang-orang Majus, dan di manakah wilayah tersebut berada sekarang?
  2. Apa yang dilihat oleh orang-orang Majus, dan apa yang ingin mereka lakukan sehingga mereka mencari kebenaran dari apa yang mereka lihat?
  3. Mengapa Herodes terkejut atas kedatangan orang-orang Majus?
  4. Apa yang diperintahkan Herodes kepada orang-orang Majus?
  5. Mengapa orang-orang Majus tidak menaati perintah Herodes?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, kelahiran Yesus Kristus ke dalam dunia ditandai oleh peristiwa-peristiwa yang menghebohkan.

Para gembala di padang penggembalaan didatangi oleh malaikat Tuhan.

Raja Herodes didatangi oleh orang-orang Majus, para ahli perbintangan yang melihat sebuah bintang yang menandakan bahwa seorang Raja telah lahir ke dalam dunia.

Orang-orang Majus ini datang ke daerah tempat Sang Raja dilahirkan.

Mereka mengira bahwa Raja yang baru lahir itu adalah anak kandung raja yang sedang memerintah.

Karena itu mereka pergi ke istana Herodes dan bertanya, “Apakah ada seorang anak yang telah dilahirkan?”

Mereka menjelaskan bahwa anak yang lahir itu adalah Raja yang akan berkuasa di masa depan.

Ternyata di istana tidak ada seorang anak yang lahir.

Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi Raja Herodes: siapa, atau anak siapa, yang baru saja dilahirkan dan disebut-sebut akan menggantikan dirinya?

Ia pun menganggap berita itu sebagai ancaman dan melihat anak tersebut sebagai saingannya.

Oleh karena itu, Herodes mengumpulkan para penasihat raja dan ahli-ahli Taurat ke istana, lalu menanyakan di mana kemungkinan Raja yang baru akan dilahirkan.

Para ahli Taurat menjelaskan bahwa menurut kitab Taurat dan kitab para nabi, Raja Israel yang dinubuatkan itu akan lahir di kota Daud, yaitu di Betlehem.

Matius 2:1-8 “Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.”

Saudara, orang-orang Majus dengan ilmu perbintangan yang mereka miliki mengetahui bahwa anak yang baru lahir itu adalah seseorang yang akan menjadi sangat besar dan mulia.

Oleh karena itu, mereka dengan sengaja ingin menjalin hubungan dengan Sang Raja tersebut dengan mendatangi-Nya, dan mereka datang untuk menyembah-Nya.

Saudara, setelah kita membaca Alkitab, apakah kita semakin mengenal Tuhan yang sudah kita kenal sejak di sekolah minggu atau melalui pembacaan Alkitab?

Apakah kita ingin mengenal Yesus lebih dalam lagi?

Dan apakah kita sudah pernah bersujud kepada-Nya seperti para Majus itu?

Sangat jelas bahwa tujuan utama para Majus datang mencari Tuhan Yesus adalah untuk menyembah Dia.

Lalu, apa yang kita lakukan setelah mengenal Yesus?

Apakah kita benar-benar menjadikan Yesus sebagai Raja dalam hidup kita, ataukah kita hanya menganggap-Nya sebagai Juruselamat agar kita masuk surga ketika mati?

Saudara, untuk menjadikan Yesus sebagai Raja dalam hidup kita, apa yang harus kita lakukan agar Yesus benar-benar menjadi raja bagi kita?

Samuel pernah menyatakan: “Jika kita takut akan Tuhan, beribadah kepada Tuhan, mendengarkan firman-Nya, dan tidak menentang titah Tuhan, maka kita menjadikan Tuhan sebagai Raja atas kita.”

Sudahkah kita melakukan apa yang pernah disampaikan oleh nabi Samuel ini?

Ataukah kita hanya sekadar mengakui bahwa Dia adalah Raja, tetapi tidak melakukan apa yang dinasihatkan oleh Nabi Samuel?

Yesus pernah menyatakan:

Yohanes 14:21 “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

Apa yang kita pahami dari pernyataan Yesus sebagai Tuhan?

Sudahkah kita melakukan apa yang Yesus perintahkan?

Sudahkah kita menjadikan Yesus sebagai Raja dalam hidup kita, seperti yang dikatakan Samuel, atau seperti yang dinyatakan sendiri oleh Yesus?

Sudahkah kita mengasihi Yesus sebagaimana yang diajarkan Yesus?

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apakah yang membuat kita tidak menjadikan Yesus sebagai Raja, seperti yang dikatakan Samuel, atau tidak mengasihi Yesus seperti yang dinyatakan oleh Yesus?

Pembacaan Alkitab Setahun

Kolose 1-4

Kamis, 11 Desember 2025

TERANG BAGI PARA GEMBALA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 2:8-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dilakukan para gembala di padang pada waktu malam?
  2. Apa yang membuat padang itu menjadi terang?
  3. Mengapa para gembala menjadi takut?
  4. Apa kabar baik yang disampaikan oleh malaikat Tuhan?
  5. Siapa yang memuji-muji Tuhan Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika para gembala sedang beristirahat pada malam hari sambil menjaga kawanan domba di padang, tiba-tiba seorang malaikat Tuhan muncul di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar di seluruh padang itu, sehingga para gembala menjadi sangat ketakutan.

Malaikat Tuhan berkata kepada para gembala agar mereka tidak takut, sebab ia datang untuk memberitakan kabar baik yaitu kabar kesukaan bagi segala bangsa: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Dan inilah tandanya bagimu: kamu akan menjumpai seorang bayi yang dibungkus dengan kain lampin dan terbaring di dalam palungan.”

Tiba-tiba tampaklah bersama malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah.

Lukas 2:14 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Di padang penggembalaan pada malam hari biasanya tidak tersedia alat penerangan.

Penerangan sederhana yang digunakan hanyalah obor yang dibawa para gembala atau api unggun yang mereka buat untuk menghangatkan tubuh.

Para gembala berada dekat dengan kawanan domba untuk menjaga mereka dari serangan anjing-anjing liar yang ingin memangsa domba-domba tersebut.

Biasanya para gembala mengumpulkan domba-domba itu di dalam gua atau membawanya pulang ke kandang di kampung.

Namun, jika mereka berada di padang penggembalaan, para gembala harus berjaga agar anjing atau hewan-hewan liar maupun pencuri tidak datang mencuri domba-domba itu.

Para gembala juga biasanya membawa anjing untuk membantu menjaga kawanan domba dari serangan anjing liar atau hewan buas lainnya.

Dalam kegelapan malam, para gembala biasanya dibantu anjing penggembala untuk mencegah pencurian domba, baik oleh hewan buas maupun pencuri. Ketika para gembala di padang penggembalaan Betlehem yang sedang berada dalam kegelapan tiba-tiba melihat terang yang besar, mereka pun ketakutan.

Terang besar itu berasal dari cahaya kemuliaan Tuhan.

Saudara, di tengah kegelapan dunia saat ini, kita membutuhkan sebuah sumber terang. Yesus dinyatakan sebagai terang oleh:

Yohanes 1:4-5 “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

Dari ayat-ayat Firman Tuhan ini kita mengetahui bahwa Yesus adalah terang dunia.

Kemuliaan Tuhan pernah menerangi padang penggembalaan di sekitar Betlehem, tempat Yesus dilahirkan.

Malaikat Tuhan yang memancarkan kemuliaan itu menerangi padang penggembalaan dan membawa kabar tentang kelahiran Yesus Kristus sebagai terang dunia. Yesus pernah berkata kepada para murid-Nya:

Matius 5:14-16 “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Saudara, murid-murid Yesus dikatakan oleh Yesus sebagai terang dunia yaitu terang yang seharusnya menerangi orang-orang di sekitar kita.

Kehadiran terang akan mengusir kegelapan, dan kegelapan akan sirna oleh hadirnya terang.

Bahkan terang yang kecil pun tidak dapat dipadamkan oleh kegelapan.

Terang selalu mampu menghalau kegelapan, sepekat apa pun kegelapan itu.

Saudara, jika Yesus adalah terang yang datang ke dalam dunia, maka orang yang percaya kepada-Nya dinyatakan oleh Yesus sebagai terang dunia.

Dunia yang gelap ini membutuhkan terang agar manusia yang hidup di dalamnya tidak tersandung, tidak terjatuh, dan kehidupannya tidak terganggu oleh kegelapan.

Saudara, kita sebagai gereja dan jemaat Kristus adalah terang dunia yang menjaga agar orang-orang di dalamnya tidak tersandung dan terjatuh.

Tuhan menghendaki agar kita menerangi kegelapan dunia ini yaitu kegelapan yang membuat banyak orang hidup dalam kesengsaraan karena dosa menguasai kehidupan manusia.

Tuhan ingin gereja dan jemaat menjadi penerang yang menyatakan kebenaran, sehingga dosa tidak menghancurkan kehidupan manusia.

Dibutuhkan orang-orang percaya yang menjadi terang dunia dan menghalau segala kegelapan akibat dosa.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak anak-anak Tuhan tidak hidup sebagai terang, tetapi ikut terlibat dalam kegelapan dunia ini?

Pembacaan Alkitab Setahun

Filipi 1-4

Rabu, 10 Desember 2025

KRISTUS ADALAH PENGHARAPAN AKAN KEMULIAAN

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 1:25-27

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang menyebabkan Paulus bisa bersukacita, meskipun dia menderita dalam memberitakan Injil?
  2. Rahasia apa yang dimaksudkan oleh Paulus, “rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan”?
  3. Siapakah yang di maksud “pengharapan akan kemuliaan”?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Paulus adalah salah satu Rasul yang istimewa didalam sejarah penulisan alkitab Perjanjian Baru.

Dia menulis banyak surat untuk meneguhkan, menegur setiap jemaat yang ia pernah kunjungi sewaktu dia melakukan pemberitaan Injil Kristus ke perbagai daerah.

Intinya dia terus melakukan follow up ke setiap daerah yang pernah ia pernah kunjungi.

Ia berharap supaya jemaat yang ia pernah datangi tetap memiliki Iman yang kuat didalam Kristus.

Paulus mengetahui bahwa banyak ditemukan pengajar-pangajar yang memberitakan injil yang palsu yang membuat hati jemaat ragu terhadap Injil yang pernah diberitakan oleh Rasul Paulus.

Dalam melakukan pelayanannya ke pelbagai daerah, Rasul Paulus banyak mengalami suka duka dalam memberitakan tentang Yesus.

Namun anehnya dia tetap bersukacita meskipun realitanya Rasul Paulus mengalami banyak penderitaan dalam melaksanakan tugasnya memberitakan Injil keselamatan dalam Kristus.

Paulus menempatkan dirinya secara mutlak di bawah otoritas Kristus sebagai pusat pelayanannya.

Karya keselamatan Kristus merupakan bagian utama dari setiap pemberitaannya, dan semua pertumbuhan warga jemaat diarahkan kepada Kristus.

Paulus tetap konsisten dalam tugas mulia tersebut sehingga berita keselamatan dapat diterima oleh bangsa-bangsa.

Sekalipun mendapat aniaya, Paulus tetap bertekun di dalam menasihati, mengajar, dan memimpin tiap-tiap orang datang kepada Yesus Kristus untuk beroleh keselamatan dan kesempurnaan di dalam Dia.

Rasul Paulus sadar bahwa Kristus yang ada di tengah-tengah jemaat, Kristus itulah yang adalah pengharapan akan kemuliaan bagi orang yang percaya kepadaNya.

Melalui sikap Paulus ini, kita belajar tentang banyak hal yang harus diteladani, yaitu bahwa sebagai seorang pelayan Allah, Paulus tidak melihat pelayanan itu sebagai beban, tetapi melihatnya sebagai hak istimewa (privilege), bahkan dia terlibat dan ambil bagian dalam penderitaan Kristus untuk jemaatNya.

Setiap anak Tuhan juga harus siap untuk menderita, tentu bukan penderitaan yang disebabkan oleh kejahatan yang dilakukan, melainkan penderitaan yang timbul karena seseorang mentaati kebenaran firman Tuhan.

Pandangan umum seringkali didasarkan pada nafsu, kejahatan dan kekejian.

Di sinilah dituntut keberanian kita untuk tampil beda.

Roh Kudus yang sudah ada dalam diri kita, Dialah yang akan memampukan kita untuk menghadapi persoalan dan penderitaan dengan tetap bersyukur.

Jika Kristus yang adalah Pengharapan akan Kemuliaan, kenapa kita orang yang sudah percaya masih saja takut menderita dalam memberitakan Injil ke orang banyak?

Pembacaan Alkitab Setahun

Efesus 4-6

Selasa, 9 Desember 2025

KASIH ALLAH YANG BESAR UNTUK DUNIA

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 3:16-21

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa tanda bukti bahwa Allah mengasihi dunia ini?
  2. Untuk apa Allah mengutus AnakNya yang tunggal ke dunia ini?
  3. Siapakah yang di maksud “terang telah datang ke dalam dunia”?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Suatu hari di dalam khotbah KKR yang dihadiri ribuan orang, seorang pendeta besar, yang memiliki banyak jemaat, dalam khotbahnya ia bertanya ke seluruh orang yang hadir “Apa intisari topik khotbah yang paling utama yang Tuhan Yesus ajarkan selama Dia hidup, terutama di 3,5 tahun pelayanannya di muka bumi ini?”

Dari ribuan jemaat yang hadir, cuman 1-2 orang saja yang menjawab dengan suara lantang, bahwa intisari topik khotbah yang Yesus ajarkan adalah tentang “Kerajaan Allah”.

Dan memang benar itulah intisari dari khotbah Yesus selama Dia melayani 3,5 tahun di muka bumi ini.

Kenapa begitu penting khotbah itu disampaikan Yesus berulang kali ke murid-murid dan semua orang yang mendengar khotbahNya?

Alasannya karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (ayat 16).

Jadi syarat utama untuk masuk dalam Kerajaan Allah, bukan karena perbuatan baik, bukan karena hidup soleh, bukan karena taat dalam mengikuti ajaran agama, tetapi seseorang bisa masuk dalam kerajaan Allah harus mengalami transformasi spiritual atau rohani, dengan kata lain dia harus mengalami kelahiran/hidup yang baru.

Karena Yesus tidak datang untuk menghakimi dunia, tetapi untuk menyelamatkannya, menekankan misiNya yang penuh kasih (Ayat 17).

Hanya Tuhan Yesus, yang sanggup menyelamatkan manusia dari dosa dan hukuman kekal.

Respon seseorang pada karya Yesus dikayu salib akan menentukan apa yang akan ia terima: hidup kekal atau hukuman kekal.

Hukuman kekal akan dialami sebagai konsekuensi manusia berdosa bagi mereka yang menolak kesempatan untuk menerima keselamatan dari Yesus, namun sebaliknya, jika mereka datang kepada terang Yesus maka ia diselamatkan dan beroleh hidup kekal.

Biarlah momentum bulan Desember menjelang akhir tahun 2025 ini, kita dapat mengevaluasi diri, apakah kita sudah merespon karya Yesus dan menerima anugerah keselamatan itu? Jika belum, maka mintalah AnugerahNya yang besar agar kita di selamatkan. Jika kita sudah percaya, maka apa langkah selanjutnya yang akan kita perbuat kepada orang lain yang belum menikmati sang Terang itu?

Pembacaan Alkitab Setahun

Efesus 1-3