Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Bagaimanakah proses penciptaan manusia?
Apakah perintah Allah bagi manusia pertama?
Setelah Allah menciptakan manusia, Allah memberikan perintah kepada mereka: ”Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Manusia pertama diberikan perintah untuk memenuhi bumi dan berkuasa atas hewan-hewan ciptaan.
Saat ini kita hidup di abad ke 21.
Apakah perintah itu masih berlaku?
Jawabnya: masih, tetapi dengan catatan, bahwa Tuhan ingin agar secara rohani, umat Tuhan memenuhi bumi dalam arti menduduki tempat-tempat penting, agar di tempat tersebut nama Tuhan ditinggikan.
Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, (Yesaya 2:2).
Pada tahun 1975 beberapa pemimpin Kristen bertemu dan akhirnya menyepakati visi atau mandat untuk ”menaklukkan tujuh gunung”.
Antara lain: Bisnis, Pemerintahan, Pendidikan, Media, Seni, Agama dan Keluarga.
Tujuannya agar di gunung atau tempat-tempat tersebut nama Tuhan dipermuliakan.
Umat Tuhan diberikan pandangan bahwa Tuhan juga bisa memanggil mereka untuk melayani di tempat-tempat tersebut.
Karena tidak semua orang memiliki panggilan sebagai ”Suku Lewi” yang melayani di gereja sebagai pelayan sepenuh waktu.
Tuhan juga memanggil Daud dari suku Yehuda untuk menjadi raja.
Jauh sebelumnya Yusuf dipanggil untuk menjadi penguasa di Mesir.
Dengan demikian penting bagi kita untuk mengerti apakah karunia rohani kita, bakat dan talenta kita…selanjutnya kita bisa bertanya kepada Tuhan.
Fakultas atau jurusan apa yang harus kita pilih sewaktu kita memilih universitas.
Setelah lulus, pekerjaan apa dan di mana yang Tuhan sediakan bagi kita.
Kita tidak sulit untuk memilih, jika kita belajar untuk mengerti kehendak Tuhan.
Pertama, Tuhan ingin agar melalui hidup kita nama Tuhan ditinggikan, hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang.
Kedua, dengan rendah hati kita datang kepada Tuhan, dengan menanggalkan terlebih dulu keinginan-keinginan kita.
Ketiga, panggilan Tuhan akan memberikan damai sejahtera bagi kita.
Saudara, apa pun profesimu saat ini, datanglah kepada Tuhan.
Apakah hidupmu sudah sesuai dengan panggilan Tuhan.
Di ”gunung” manakah sejatinya Tuhan ingin engkau berada dan melayani Dia.
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
1. Diibaratkan apakah Firman Tuhan yang turun dari langit?
2. Apa yang terjadi setelah Firman Allah turun ke bumi?
Hujan dan salju yang turun ke tanah yang gersang, akan menyebabkan tanah gersang menjadi tanah yang subur.
Dan tanah yang subur akan menyebabkan benih tumbuh menjadi pohon yang rindang yang menghasilkan buah yang lebat.
Demikian pula Firman Allah, jika kita percaya maka kuasa Firman akan bekerja: yang sakit akan disembuhkan, yang berduka akan dihiburkan, yang berdosa akan diampuni, yang mati secara rohani akan memperoleh kehidupan yang kekal.
Kuasa Firman Allah itu nyata, tetapi hanya bagi orang yang percaya.
Di zaman modern ini banyak orang yang mulai meragukan Firman dengan mengatakan:
”Engkau tidak dapat mempercayai seluruh isi Alkitab.”
”Alkitab penuh dengan perbedaan dan kontradiksi.”
Tetapi bagi kita yang percaya, Firman Allah itu sungguh berkuasa.
Firman itu sanggup membangkitkan iman di dalam hati, dan selanjutnya iman kita akan mengerjakan hal-hal ajaib dalam kehidupan.
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Roma 10:17).
Iman timbul oleh karena kita percaya pada Firman, percaya dengan sepenuh hati.
Setelah kita memiliki iman, akan ada damai sejahtera dan pengharapan.
Damai sejahtera yang Roh Kudus berikan, itu akan menghapuskan kekawatiran dan selanjutnya menumbuhkan pengharapan.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1).
Beriman berarti percaya sebelum melihat, dan dasar untuk menjadi percaya akan kuat jika dasarnya adalah janji Tuhan, yang tertulis dalam Firman-Nya.
Saudara, mari abaikan filsafat-filsafat dunia yang kadang bertentangan dengan Firman.
Biarlah Firman Allah saja yang menjadi panduan utama dalam kehidupan kita.
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Setelah kita lahir baru, hal apa saja yang harus kita perjuangkan?
Bagaimana kita memperjuangkannya?
Saat ini pandemi yang melanda Indonesia sudah mulai jauh berkurang dibandingkan bulan Juli yang lalu.
Kalau kita keluar di siang hari, kita bisa melihat lalu lintas mulai macet di mana-mana.
Aktivitas mulai menuju normal, orang bergegas menuju ke tempat kerja.
Setiap orang dewasa akan mulai bekerja dengan normal, yang belum memiliki pekerjaan, mereka akan berusaha untuk mencari pekerjaan atau melakukan pekerjaan mandiri.
Para siswa dan mahasiswa juga memiliki kesibukan tersendiri, sebagian besar memang masih belajar di rumah.
Demikian juga kita orang percaya, apa pun status atau profesi kita saat ini, Alkitab mengajarkan agar kita tidak menjadi orang yang malas, tetapi orang yang rajin.
Sebagai peringatan bagi orang yang pemalas, penulis Kitab Amsal, mengajarkan agar kita belajar kepada semut, yang biar pun tidak ada pemimpinnya, tetapi mereka menyediakan roti di musim panas (Amsal 6:6-8).
Paulus mengatakan agar kita tetap berjuang dalam kehidupan ini, tetapi jangan berjuang secara duniawi, jangan menggunakan senjata-senjata duniawi.
Artinya, kita perlu bergantung dan bersandar kepada Tuhan.
Sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan dalam memperjuangkan apa pun dalam kehidupan ini.
Entah kita sebagai pengusaha, karyawan, pelajar atau ibu rumah tangga.
Jika misalnya kita adalah pegawai di kantor pemerintah, kita bisa memakai cara-cara duniawi agar bisa naik pangkat dengan cepat, misalnya dengan menjelek-jelekkan saingan kita di depan atasan.
Jelas itu adalah cara yang salah, Tuhan ingin kita mengandalkan Dia semata, mohon arahan dan pimpinannya, mohon hikmat Tuhan atas apa yang patut kita lakukan.
Sebenarnya ada banyak kesaksian luar biasa di gereja kita, ketika seseorang berlaku jujur dan sungguh mengandalkan Tuhan, maka Tuhan memberkati mereka dengan kedudukan yang tinggi di tempat kerja, atau pengusaha yang mendapat laba sangat besar, atau pelajar yang memperoleh nilai tinggi sehingga diterima di sekolah atau universitas yang baik.
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. (Yeremia 17:7-8)
Saudara, ada banyak cara untuk menjadi sukses dalam kehidupan.
Tetapi kesuksesan sejati hanya ada ketika kita mengikuti pimpinan Tuhan.
Dan buah dari kesuksesan sejati adalah damai sejahtera dan sukacita dari Roh.
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Seberapa banyak perlengkapan senjata Allah harus dikenakan agar dapat melawan tipu muslihat iblis?
Melawan siapakah perjuangan kita?
Apa saja senjata Allah yang harus dipergunakan?
Kapan kita berdoa dan untuk siapa permohonan yang tidak putus-putusnya?
Menurut referensi, Efesus adalah kota kedua terbesar di Romawi pada masa itu setelah Roma, jadi dapat dibayangkan bahwa Paulus memasuki Efesus seperti memasuki suatu kota besar pada masa kini.
Efesus adalah pusat bisnis/perdagangan pada masa itu dan tentunya terdiri dari berbagai latar belakang masyarakat yang rata-rata berpendidikan baik.
Selayaknya sebuah kota besar pada masa itu tentu tidak terlepas dari gaya hidup materialisme dan juga penyembahan berhalanya hal ini dapat dibuktikan dengan adanya kuil dewi Artemis yang terkenal di kota itu. Pemberitaan injil dan pekerjaan Paulus tentu berhadapan dengan orang-orang yang dikuasai oleh berbagai paham serta penyembahan berhala yang merupakan bagian dari tipu muslihat iblis.
Oleh sebab itu dalam suratnya kepada Jemaat di Efesus Paulus menuliskan untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, dalam melawan tipu muslihat iblis.
Perjuangan Paulus untuk memberitakan Injil Kerajaan pada masa itu setidaknya sama dengan perjuangan kita yang tinggal di kota-kota besar pada masa kini.
Kehidupan kota besar dipenuhi dengan berbagai paham yang dapat membawa orang jauh dari kebenaran dan lebih mementingkan kekuatan sendiri adalah salah satu tipu muslihat iblis.
Cara-cara bisnis yang licik dan mengandalkan kuasa gelap juga pasti terjadi di kota Efesus pada masa itu dan tentunya saat ini iblis masih bekerja dengan prinsip yang sama meskipun kemasannya berbeda.
Saudara, mari kita tetap waspada dan terus mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, karena iblis seperti singa yang terus-menerus mengelilingi kita dengan berbagai tipu dayanya agar kita tanpa sadar dapat dikuasainya.
Tipu daya adalah satu-satunya senjata yang dimiliki iblis saat ini, iblis tidak punya kuasa lagi atas kita, tetapi tipu dayanya telah menyeret banyak anak-anak Tuhan tanpa terasa.
Paulus berhasil membuat kota Efesus mendengar Injil Kerajaan karena dia menggunakan seluruh senjata Allah baik ketika mengajar dan melatih murid-murid Kristus maupun pada saat bekerja sebagai pembuat kemah.
Bagaimana dengan saudara?
Firman Tuhan hari ini mengingatkan untuk menggunakan seluruhnya bukan sebagian senjata Allah, jadi mari kita ikuti apa yang Tuhan katakan.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan?
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang diberitakan ketika menyaksikan kebenaranNya?
Mengapa harta ini kita punyai dalam bejana tanah liat?
Apa yang seharusnya terjadi ketika kita ditindas, habis akal, dianiaya dan dihempaskan?
Bagaimana kehidupan Yesus dapat nyata dalam tubuh kita?
Emas dimurnikan dalam api, segala yang yang merusak dan menggangu kemurnian emas akan dimunculkan ketika api yang panas itu membakar emas.
Seringkali tekanan dan penderitaan digunakan Tuhan untuk memunculkan emas dalam hidup kita, orang-orang dalam penderitaan dan kekecewaan akan memunculkan “sifat asli”nya, pada saat ini ada dua respon yang biasa terjadi.
Pertama orang tersebut membuang “kotoran-kotoran” yang muncul serta bertobat untuk berubah sehingga semakin terlihat kemurnian emas ini.
Respon kedua adalah menolak untuk membuang “kotoran-kotoran” yang muncul sehingga Tuhan memerlukan waktu lagi untuk memurnikan agar emas itu semakin nyata kemuliaannya dan tidak dikotori oleh hal-hal yang menggangu.
Paulus dan tim dalam pelayanannya memberi kesaksian dalam surat yang diberikan kepada jemaat di Korintus.
“Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.”
Paulus menyadari bahwa dari semua penderitaan yang dialaminya tujuannya adalah supaya kehidupan Yesus menjadi nyata dalam hidup mereka.
Kehidupan Yesuslah yang harus nyata dan dimanifestasikan dalam hidup kita orang-orang percaya.
Dunia membutuhkan Yesus, namun Yesus menggunakan hidup kita agar mereka tahu bahwa Yesus mengasihi dunia ini dan Yesus merindukan semua orang tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Ada banyak hal yang sedang dan terus Tuhan murnikan dalam hidup kita, melalui orang terdekat kita (suami, isteri, anak), melalui komunitas di mana kita berada (kantor, bisnis, sekolah), bahkan melalui orang-orang yang tidak percaya yang menolak Yesus dan tentu menghalangi kita bertumbuh, mereka semua Tuhan pakai untuk memurnikan kita agar Yesus nyata dalam kehidupan kita.
Saudara, ada harta berharga dalam kehidupan kita yaitu Yesus, namun seperti emas yang akan muncul kemurniannya ketika dipanaskan, demikian juga Tuhan merindukan bahwa kehidupan Yesus menjadi semakin nyata dalam hidup kita dalam berbagai bidang.
Mari kita renungkan bersama, sejauh mana “emas”dalam hidup kita telah mengalami pemurnian, sudahkan kehidupan Yesus nyata dalam bisnis dan pekerjaan saudara?
Atau nyata dalam rumah tangga saudara?
Bangsa-bangsa tertarik pada Yesus yang ada pada diri kita.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan?
Bacalah Firman Tuhan di atas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahami dan menangkap arti yang dikandungnya.
Permulaan penderitaan seperti apa yang Yesus katakan menjelang zaman baru?
Oleh karena nama Yesus apa yang terjadi dengan murid-murid Kristus pada masa itu?
Siapakah yang akan menyesatkan banyak orang?
Apa yang terjadi dengan orang-orang yang bertahan sampai kesudahannya?
Perjalanan rohani kita sebagai murid-muridNya bukanlah perjalanan yang menyenangkan secara daging, Tuhan menjanjikan berkat dan penyertaan namun kita tahu bahwa sebagai muridNya dan sebagai warga Kerajaan Allah kita juga berhadapan dengan penderitaan karena namaNya.
Dalam kehidupan kita sebagai karyawan atau staf di suatu perusahaan kita berhadapan dengan sistem atau aturan yang mungkin bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan, dalam berbisnis kita bersaing dengan pesaing-pesaing yang seringkali menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan.
Di sekolah atau kampus mungkin kita melihat bagaimana teman-teman kita juga menghalalkan segala cara atau trik untuk mendapatkan nilai yang bagus demi IPK.
“Penderitaan-penderitaan” ini tentu akan mempengaruhi pikiran dan hati kita bila kita tetap bertahan pada prinsip kebenaran di tengah-tengah ajakan atau paksaan untuk mengikuti prinsip yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan ini.
Namun itu belum kesudahannya, pada hari-hari terakhir akan lebih sadis lagi seperti yang dikatakan oleh Yesus pada Matius pasal 24 yang diberi judul “Siksaan yang berat dan Mesias-mesias palsu”.
Menjadi berkat bagi bangsa-bangsa dimulai dari diri kita masing-masing untuk tetap konsisten berjalan dalam prinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan dalam menjalankan bisnis, usaha, pekerjaan atau studi kita.
Prinsip dan keyakinanan akan kebenaran Firman Tuhan yang kita jalani pada hari minggu waktu ibadah tentunya harus sama dengan apa yang kita jalani pada hari senin sampai sabtu. Jangan menjadi anak-anak Tuhan yang bersikap benar pada hari minggu tetapi “berakhir” pada hari senin.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bersama untuk bertahan sampai kesudahan, bukan hanya pada hari minggu saja.
Kita bahkan mungkin belum mengalami penderitaan sampai menumpahkan darah demi kebenaran, oleh sebab itu janganlah kita kompromi dengan hal yang salah demi “keuntungan” yang tidak kekal.
Biarlah kita menjadi rumah kasih bagi bangsa-bangsa untuk mereka dapat meneladani hidup kita dalam segala aspek di setiap waktu.
Seperti Daniel yang tidak didapati kesalahannya dalam profesi dan jabatannya selain dari kebiasaannya berdoa dihadapan Allah, demikianlah Roh Kudus memberi kekuatan kepada kita semua.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk saudara lakukan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.