Selasa, 29 November 2022

ANAK DOMBA YANG LAYAK MENERIMA KEMULIAAN

Penulis : Aris Handoko
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

WAHYU 5:9-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa Yesus layak menerima gulungan kitab dan membukanya?
  2. Siapakah yang telah dibeli bagi Allah dan diberi kuasa untuk menjadi imam dan raja?
  3. Apa yang diserukan dengan nyaring oleh para malaikat, mahluk dan tua-tua?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yesus dikenal juga sebagai “Anak Domba Allah”.

Yohanes pembaptis menyerukan dalam Yohanes 1:29 “Lihatlah, Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia.”

Anak domba merujuk kepada “Korban”.

Pada saat bangsa Israel keluar dari Mesir, darah anak domba yang dioleskan di pintu meluputkan mereka dari kematian.

Domba juga menjadi korban penghapus dosa yang dipersembahkan setiap tahun di zaman dahulu.

Yesus adalah korban yang sempurna karena darahNya yang tertumpah menghapus dosa dunia.

Dengan darahNya Ia membayar lunas setiap suku bangsa untuk menjadi umatNya yang dikuduskan dan dilayakkan menghadap tahta Allah.

Akan terjadi pada waktunya di mana kemuliaan dinyatakan, maka seluruh penghuni Surga berseru, ”Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!”

Hari itu akan menjadi hari yang luar biasa agung dan penuh kemenangan.

Namun, sampai hari itu datang, mari kita bertekun untuk mengenal Dia dan menaatiNya karena Dia layak untuk menerima kemuliaan bukan hanya nanti tapi juga sekarang.

Lalu bagaimanakah kita bisa memberikan kemuliaan bagiNya dalam hidup sehari-hari kita?

Itu bisa terjadi ketika kita tidak lagi mencari pujian bagi diri sendiri, tapi menjadikan Dia sumber motivasi melakukan segala sesuatu.

Kita bekerja untuk Tuhan, belajar untuk Tuhan, mengurus anak untuk Tuhan, melayani untuk Tuhan, mengampuni karena Tuhan, berbuat baik karena Tuhan, dan segala aktivitas lainnya.

Menjadikan Yesus sebagai pusat hidup kita adalah suatu proses.

Kita perlu memastikan bahwa kita memulai langkah ini, yaitu proses memberikan segala kemuliaan bagiNya.

Mari berdoa agar selalu berada dalam anugerah untuk mengenal Dia lebih lagi setiap hari, hingga kemuliaan Tuhan dinyatakan dengan sempurna.

Diskusikanlah dengan pembimbing saudara bagaimana saudara bisa mempraktikkan hidup yang memuliakan Anak Domba Allah dalam sehari-hari?

Senin, 28 November 2022

HAKIM DI ANTARA BANGSA-BANGSA

Penulis : Aris Handoko
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 2:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang terjadi pada hari-hari terakhir?
  2. Mengapa segala bangsa datang berduyun-duyun ke rumah Tuhan?
  3. Siapa yang menjadi hakim antara bangsa-bangsa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Banyak orang tidak suka ketika mendengar kata “Penghakiman”.

Kita meragukan bahwa di dunia ini sungguh-sungguh ada penghakiman yang adil karena begitu banyak penyelewengan dan kepentingan diri sendiri.

Tetapi sekalipun penghakiman di dunia tidak selalu benar, ada satu HAKIM yang selalu benar dan penilaiannya dapat dipercaya.

KeadilanNya tidaklah relatif seperti keadilan menurut manusia.

Ada ajaran keliru yang menyatakan bahwa karena Allah adalah kasih, maka Ia tidak menghukum atau menghakimi.

Bayangkan, bagaimana jika seorang ibu yang mengasihi anaknya, tidak pernah menghukum mereka saat mereka berbuat salah karena “kasih”?

Bagaimana jika seorang guru melihat bullying yang dilakukan oleh murid-muridnya, tidak melakukan apapun karena “kasih”?

Kita perlu melihat penghakiman sebagai bentuk kasih Allah.

Ya, Yesus mati di kayu salib adalah untuk menggenapi hukum dan mengajar kita jalan-jalanNya supaya kita berjalan menempuhnya.

Yesaya menyatakan bahwa Allah menjadi hakim dan wasit di antara bangsa-bangsa.

Ia akan menyatakan siapa yang salah dan siapa yang benar. Ia akan mengungkapkan apa yang tersembunyi dalam hati manusia.

Jika kita mau belajar akan jalan-jalanNya dan hidup dalam anugrahNya, kita justru akan mencintai penghakimanNya bukan hanya nanti saat hari penghakiman akhir, tapi juga di saat sekarang kita menjalani hidup sehari-hari karena sesungguhnya penghakimanNya terus berlangsung.

Apakah saudara seringkali merasa kecewa ketika melihat atau mengalami ketidakadilan?

Mari kita mengingat bahwa Allah, Hakim yang adil itu bertahta.

Ia akan menyatakan keadilanNya pada waktunya.

Jangan biarkan kekecewaan merusak kita dan membuat kita penuh penghakiman terhadap orang lain.

Mari kita terus berjalan dalam kebenaran apapun yang terjadi.

Segala sesuatu akan dinyatakanNya pada waktunya.

Apakah ada ketidakadilan yang saudara rasakan hari ini?

Ceritakanlah dan diskusikan dengan rekan persekutuan saudara, lalu ingatlah janji dan perintah Tuhan yang berhubungan dengan hal tersebut!

Minggu, 27 November 2022

SEGALA LIDAH MENGAKU YESUS KRISTUS TUHAN

Penulis : Aris Handoko
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

FILIPI 2:8-11

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dilakukan oleh Yesus sebagai manusia?
  2. Mengapa Allah sangat meninggikan Yesus?
  3. Apa yang terjadi ketika nama Yesus ditinggikan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika kita berusaha menerangkan suatu hal kepada seseorang yang belum mengerti akan hal tersebut, kita seringkali melakukannya dengan cara “menurunkan” tingkat pemahaman atau pemikiran kita terlebih dahulu agar sama dengan orang tersebut, barulah kemudian dari sana kita bisa menjelaskannya dengan cara yang lebih mudah sesuai dengan tingkat pemahaman orang tersebut.

Hal ini sering terjadi saat kita mengajar anak-anak.

Kita berusaha memahami tingkat pemahaman mereka terlebih dahulu, barulah kemudian dari sana kita menjelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.

Intinya, kita harus “merendahkan diri” kita terlebih dahulu agar orang lain boleh mengerti.

Kira-kira seperti itulah yang Kristus lakukan bagi kita.

Tuhan semesta alam itu merendahkan diriNya serendah-rendahnya bagi kita, yaitu menjadi manusia.

Tuhan sampai menurunkan levelNya begitu jauh dengan mengosongkan diri, menjadi manusia bahkan menjadi hamba, dan mati, bahkan mati terhina di kayu salib.

Ia menanggalkan statusNya sebagai Tuhan untuk turun dan menjadi sama dengan kita.

Semuanya Ia lakukan semata-mata untuk menyelamatkan kita.

Saudara, saat kita memberitakan kabar baik itu kepada banyak orang, dimulai dari orang-orang terdekat kita dan berdoa agar Roh Kudus bekerja atas mereka, maka kemuliaanNya dinyatakan dan pada akhirnya, Filipi 2:11 itu tergenapi : “dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!” Amin.

Maukah saudara mulai berdoa bagi orang-orang yang berdekatan dengan hidupmu?

Berikan dirimu untuk dipakai untuk memberitakan kasih dan pengampunanNya kepada mereka, dan menuntun mereka kepada Kristus.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami urapan Tuhan dalam menyampaikan kabar baik!

Sabtu, 26 November 2022

IMAM TUHAN DAN PELAYAN ALLAH

Penulis : Aris Handoko
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 61:5-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang disebut sebagai imam Tuhan dan pelayan Allah?
  2. Apa yang dinikmati oleh imam Tuhan dan pelayan Allah?
  3. Mengapa Tuhan mengikat perjanjian abadi dengan umatNya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, saat perkataan Yesaya disampaikan, keadaan bangsa Israel sedang dibuang dan dijajah oleh bangsa Babel.

Bait Allah yang mereka banggakan hancur, mereka menjadi budak dalam kondisi yang menyedihkan dan memalukan.

Namun, Allah tidak melupakan umatNya.

Sekalipun bangsa Israel tegar tengkuk, Tuhan tetap mau memakai bangsa Israel untuk mengalirkan berkat dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain yang belum mengenal Alah.

Untuk menjadi berkat, maka bangsa Israel perlu menjadi imam Tuhan dan pelayan Allah.

Sekalipun pemulihan seperti itu terasa mustahil bagi bangsa Israel, tetapi itulah Allah kita yang sanggup melintasi kemustahilan.

Ia sanggup mengerjakan hal-hal yang mustahil.

Adakah hal kemustahilan yang sedang saudara hadapi saat ini?

Maukah saudara membawa hal itu ke hadapan Allah dan bertanya kepada dirimu sendiri, apakah itu mustahil bagiNya?

Entah itu adalah persoalan keuangan, hubungan, maupun masa depan, dan harapan-harapan lainnya, ingatlah selalu Allah terlebih besar dari semua itu. 

Saudara, mari kita mempercayai janji firman Allah dan memberikan hidup kita kepada Allah untuk menjadi imam dan pelayanNya bagi semua bangsa.

Supaya melalui hidup kita mengalir berkat Ilahi bagi bangsa-bangsa – bukan karena kebaikan dan kehebatan kita melainkan karena maksudNya yang dinyatakan dalam hidup kita.

Diskusikanlah dengan rekan persekutuan saudara bagaimana praktik menjadi imam dan pelayan Allah dilakukan.

Jumat, 25 November 2022

DIURAPI UNTUK MENYAMPAIKAN KABAR BAIK

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 61:1-4

Bacalah Firman Tuhan diatas dan ulangi beberapa kali sampai Saudara dapat memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Yesaya 61:1!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang mengurapi kita?
  2. Untuk tujuan apakah Tuhan mengurapi kita dengan kuasa Roh Kudus-Nya?
  3. Selain menyampaikan kabar baik, hal-hal apa sajakah yang lainnya harus kita kerjakan?
  4. Siapakah yang akan membangun reruntuhan yang berabad-abad?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sama seperti Yesus diurapi oleh Bapa, demikian juga Bapa mengurapi kita untuk menyampaikan kabar baik, kabar sukacita, kabar damai sejahtera karena hanya kabar baiklah yang dapat mengubah dunia ini.

Kabar baik itu adalah Injil Kerajaan Allah yang isinya adalah Allah telah mengasihi dunia ini dengan mengutus anak-Nya, mati dan dibangkitkan untuk menebus manusia dari dosa dan kuasa maut sehingga setiap orang yang percaya diselamatkan, orang-orang dilepaskan dari penjara dosa, dibebaskan dari ikatan dan belenggu iblis serta mengalami belas kasihan dan kasih karunia dari Tuhan.

Orang-orang yang berduka diberikan sukacita sehingga setiap orang yang percaya dipindahkan dari orang yang berdosa menjadi orang yang dibenarkan.

Itulah sebabnya Tuhan mau agar kabar baik itu diberitakan bagi bangsa-bangsa.

Pengurapan itu merupakan kuasa dari Roh Kudus sehingga kabar baik yang kita sampaikan disertai dengan tanda-tanda dan mukjizat di mana orang sakit disembuhkan, orang mati dibangkitkan dan belenggu si jahat dihancurkan.

Selain itu, pengurapan Roh Kudus dan mengalirnya hikmat Tuhan membuat kita berani untuk memberitakan Injil dan juga tidak adanya ketakutan yang berasal dari intimidasi si jahat yang membuat kita tidak takut menderita karena Injil.

Pada akhirnya, Tuhan menginginkan dalam penyampaian kabar baik bahwa setiap orang yang mendengar dan percaya kepada Injil mengalami perubahan hidup karena Injil tersebut sehingga mereka juga bersama-sama bergandengan tangan dengan kita untuk memberitakan kabar baik sehingga kota, pulau, bangsa di mana kita berada dipulihkan oleh Tuhan.

Mereka akan membangun reruntuhan berabad-abad, mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dulu menjadi sunyi dan membarui kota-kota yang runtuh dan sunyi sepi.

Puji Tuhan, inilah yang akan kita kerjakan bersama.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami urapan Tuhan dalam menyampaikan kabar baik!

Kamis, 24 November 2022

KELEGAAN BAGI MEREKA YANG LELAH DAN BERBEBAN BERAT

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong
Editor : Ervinna Graceful

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 11:28-30

Bacalah Firman Tuhan diatas dan ulangi beberapa kali sampai Saudara dapat memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Matius 11:28!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang diajak oleh Tuhan untuk datang kepada-Nya?
  2. Apakah yang akan dialami mereka?
  3. Apakah yang harus kita lakukan agar jiwa kita mengalami ketenangan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Firman Tuhan dalam Yesaya 40:30-31 berkata bahwa: “Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” adalah hal yang bertolak belakang.

Jika orang-orang muda lelah dan lesu sementara orang muda pastilah memiliki tubuh yang kuat untuk beraktivitas.

Namun hal ini dinyatakan oleh Tuhan supaya kita mengerti kekuatan dan semangat yang kita miliki itu tidak berdasarkan usia dan keberadaan manusia tetapi bergantung kepada hubungan setiap orang kepada Tuhan.

Itulah sebabnya dikatakan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru sehingga mereka berlari, berjalan tidak letih lesu.

Tuhan Yesus menghendaki kita memiliki kehidupan yang menanti-nantikan Tuhan yaitu kehidupan yang selalu datang kepada Tuhan.

Bentuknya adalah senantiasa membangun keintiman dengan Tuhan dalam doa, pujian dan penyembahan disertai dengan perenungan Firman Tuhan maka kita pasti mendapat kelegaan.

Selain itu, segala beban-beban dunia ini harus ditinggalkan sehingga kita dapat memikul kuk yang dari Tuhan karena beban dari Tuhan itu enak yaitu melakukan dan menyelesaikan pekerjaan Tuhan.

Kemudian, kita harus senantiasa belajar kepada Tuhan dengan cara mengikut Dia, sangkal diri dan pikul salib sehingga jiwa kita mendapat ketenangan.

Tujuannya adalah agar kita dapat berjalan bersama Tuhan serta bergerak bersama Dia agar rencana-Nya digenapi dalam hidup kita.

Justru di tengah masa sulit dan sukar saat ini, kita harus datang pada Yesus, memikul kuk dari Yesus dan belajar kepada Yesus dengan pertolongan dari Roh Kudus sehingga kita selalu berkemenangan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara senantiasa beroleh kelegaan karena senantiasa datang kepada Yesus!