Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang melakukan tanda-tanda dan Mukkjizat?
Apakah tujuan dari tanda-tanda dan Mukjizat?
Orang-orang sakit yang dibawa kepada rasul-rasul apakah ada yang tidak sembuh?
“Bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.”Kisah Para Rasul 5:15-16.
Rasul-rasul memberitakan Injil dengan didukung tanda-tanda dan Mujizat, sehingga kota-kota diguncangkan.
Orang-orang sakit dan dikuasai roh jahat semuanya disembuhkan.
Tidak ada yang tidak sembuh.
Saudara, ada 3 yang diperlukan dalam pemberitaan Injil: perkataan, perbuatan dan Mukjizat.
Perkataan, berisi Injil/ kabar baik yang harus disampaikan kepada mereka yang belum percaya.
Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan.
Perbuatan, kita juga harus memiliki kesaksian yang baik dan disaksikan orang-orang dunia.
Cara hidup kita sebagai pribadi dan sebagai jemaat harus mencerminkan Injil.
Ketiga, dalam pemberitaan Injil juga diperlukan tanda-tanda dan Mukjizat untuk meneguhkan pemberitaan Injil.
Saudara, Roh Kudus yang bekerja dalam diri para Rasul juga bekerja dalam diri setiap orang percaya.
Kuasa yang bekerja dalam pemberitaan Injil para Rasul juga akan bekerja saat kita mau memberitakan Injil.
Mulailah berdoa meminta tuntunan Tuhan supaya dapat melihat tuaian yang sudah menguning, kemudian lakukanlah pemberitaan Injil.
Tuhan pasti meneguhkan pemberitaan Injil dengan tanda-tanda dan Mukjizat.
Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana supaya merencanakan pemberitaan injil yang baik.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang terjadi saat kemah suci selesai dibangun?
Apakah yang dialami Musa saat itu?
Apakah yang dilakukan bangsa Israel Ketika Awan kemuliaan Tuhan naik?
“Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah”Keluaran 40:38.
Sebagian dari kita mungkin menginginkan mengalami peristiwa yang dialami bangsa Israel saat itu.
Mereka melihat awan Tuhan di atas kemah pertemuan pada siang hari dan api pada malam hari.
Tentu saja itu peristiwa yang sangat luar biasa.
Pemandangan yang luar biasa itu tentu saja disaksikan juga oleh bangsa-bangsa lain, dan pastinya mereka gemetar menyaksikan penyertaan Allah Israel yang luar biasa itu.
Banyak orang Kristen yang juga merasa ingin mengalami peristiwa dalam kitab Keluaran tersebut.
Perjalanan orang Israel menuju tanah perjanjian dipimpin oleh awan Tuhan.
Apabila awan itu naik, maka segera segenap bangsa Israel bergerak mengikuti awan itu.
Saat awan itu turun ke atas kemah pertemuan, maka bangsa Israel akan berhenti dan membangun perkemahan sampai awan itu naik lagi menuntun mereka.
Saudara, awan yang menggambarkan penyertaan Tuhan (hadirat Tuhan) sebenarnya hadir juga dalam kehidupan orang percaya perjanjian Baru.
Seperti tertulis dalam 1 Korintus 6:1“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri“.
Dalam era perjanjian baru, kemah suci tempat hadirnya Allah adalah tubuh orang-orang percaya.
Saudara, seperti bangsa Israel berjalan menuju tanah perjanjian dengan dituntun awan Tuhan, kita pun harus berjalan dalam pimpinan Tuhan.
Setiap tindakan kita, sepatutnya dilakukan berdasarkan tuntunan Roh Kudus yang diam dalam kita.
Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana Cara Tuhan Yesus memimpin perjalanan hidup kita.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang dilihat dan dirasakan oleh Petrus, Yakobus dan Yohanes?
Apakah yang dilakukan oleh Petrus, Yakobus dan Yohanes saat melihat terang dan suara Tuhan?
Apakah yang dikatakan Tuhan pada Petrus, Yakobus dan Yohanes?
Tiga orang murid, Petrus, Yakobus dan Yohanes dibawa Tuhan Yesus naik ke gunung yang tinggi.
Di Gunung itu, mereka melihat peristiwa yang luar biasa, Yesus mengalami transfigurasi (perubahan), wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
Selain Yesus mengalami perubahan wujud, mereka juga melihat Musa dan Elia.
Ketiganya bercakap-cakap.
Pemandangan yang luar biasa itu membuat murid-murid sangat senang, mereka pasti merasakan indahnya hadirat Tuhan bahkan murid-murid itu ingin membuatkan kemah untuk Tuhan Yesus, Musa dan Elia.
Saudara, saat Tuhan Yesus mengalami perubahan, Allah berbicara tentang Tuhan Yesus : “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
Perkataan Allah saat itu mirip dengan perkataan saat Tuhan Yesus selesai dibaptis.
Namun kali ini ada penekanan tambahan “dengarkanlah Dia” Ketika murid-murid mendengar suara Allah dan merasakan hadirat Allah yang luar biasa, mereka tersungkur dan sangat ketakutan.
Saudara, Tuhan Yesus hadir dalam hidup kita masing-masing.
Kita hidup dalam perjanjian baru, dimana hadirat Allah hadir dalam hidup kita.
Bukankah kita disebut bait Allah, tempat kehadiran Roh kudus?
Saudara, milikilah sikap seperti murid-murid, yang tersungkur saat mendengar dan merasakan kehadiran Allah.
Setiap hari hati kita harus “tersungkur” merendahkan diri di hadapan Allah.
Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana sikap kita di hadapan hadirat Allah
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang terjadi dengan Paulus saat ingin bergabung dengan murid-murid?
Apakah yang dilakukan Paulus saat itu di Yerusalem?
Apakah yang terjadi dengan jemaat di Yudea, Samaria dan Galilea?
Perjumpaan Saulus dengan Tuhan Yesus dalam perjalanannya ke Damsyik mengubah sejarah dunia ini.
Saulus yang hendak menganiaya jemaat Tuhan dipanggil untuk melayani pemberitaan injil kepada bangsa-bangsa.
Tuhan juga memakai Paulus untuk menuliskan lebih dari 50 persen isi kitab Perjanjian Baru.
Pertobatan Saulus juga menghentikan sementara penganiayaan kepada Jemaat.
Pemimpin penganiaya jemaat menjadi pengikut Kristus, tentu saja mengguncangkan kaum pembenci Jemaat Kristen mula-mula.
Pemimpin mereka yang begitu keras memburang orang Kristen telah menjadi Kristen.
Saudara, kondisi tenang tanpa aniaya tidak menjadikan jemaat santai.
Mereka dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan.
Kata dibangun memiliki arti pembangunan karakter.
Dalam Bahasa Yunani memiliki gramatikal kata kerja present participle middle, yang berarti mereka melibatkan diri saat itu dan terus menerus untuk dibangun dalam takut akan Tuhan.
Jemaat secara aktif memberikan diri dibangun setiap hari untuk memiliki karakter Kristus.
Sedangkan, kata hidup dalam Bahasa Yunani memiliki arti berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan juga memiliki gramatikal yang sama dengan kata dibangun.
Dapat disimpulkan, jemaat secara sukarela memberikan diri untuk terus menerus dibangun karakternya sehingga mereka bertumbuh dari kemuliaan kepada kemuliaan lain.
Takut akan Tuhan dalam Alkitab umumnya bersifat negatif, yaitu terpisah dari Allah, menarik diri dari Allah karena ketakutan.
Namun dalam ayat ini bersifat positif, yaitu dalam hubungan dengan Tuhan.
Takut akan Tuhan berarti sikap yang merasa sangat membutuhkan Tuhan dalam segala hal.
Merasa tidak memiliki apa-apa, oleh karena itu sangat membutuhkan Tuhan.
Saudara, berilah diri secara aktif dibangun (diajar) oleh Tuhan melalui para pembimbing rohani.
Lakukan itu secara konsisten.
Kejarlah pertumbuhan rohani sebagai target memberi diri dibangun.
Kemudian belajar bergantunglah sepenuhnya kepada Tuhan.
Diskusikan dalam kelompok PA, apakah kita sudah sungguh-sungguh memberikan diri secara aktif dan konsisten untuk dibangun?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang Musa perintahkan kepada orang Israel ketika hari raya Pondok Daun?
Apa tujuan membacakan HUKUM TAURAT?
Apa yang mereka pelajari dari takut akan TUHAN itu?
Mengapa anak-anak orang Israel juga musti mendengar HUKUM TAURAT itu dibacakan?
Saudara, pada PERJANJIAN LAMA, HUKUM TAURAT itu dengan jelas mengatakan :
ULANGAN 28:1-2“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:”
ULANGAN 28:15-16 ”Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau: Terkutuklah engkau di kota dan terkutuklah engkau di ladang.”
Jadi mengapa orang Israel TAKUT AKAN TUHAN?
Karena rajin dan tekun belajar hukum Taurat, sangat berbeda dengan PERJANJIAN BARU, RASUL Paulus dengan jelas dan tegas menuliskan dalam surat-suratnya kepada jemaat-jemaat mula-mula :
GALATIA 3:13-14”Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ”Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.”
ROMA 8:15-16”Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. OlehRoh itu kita berseru :”ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersma-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.”
Jadi jelaslah bahwa kita tidak lagi dikuasai oleh KETAKUTAN.
NAMUN sebagai anak-anak TUHAN ALLAH, kita di beri RASA HORMAT, SEGAN dan KAGUM kepada BAPA yang sangat BAIK dan yang sangat SETIA PADA JANJINYA.
Kalau dalam Perjanjian Lama, orang-orang Israel TAKUT kepada Tuhan KARENA KUTUK HUKUM TAURAT.
Dalam PERJANJIAN BARU, kutuk itu sudah ditiadakan dan TUHAN menjanjikan :
YOHANES 10:10 ”Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
YESUS datang untuk menebus kita dari hukum Taurat karena Hukum Taurat merupakan usaha manusia dan perbuatan-perbuatan manusia tidak MENYELAMATKAN, KARENA MANUSIA hanya dapat diselamatkan oleh IMAN.
EFESUS 2:8-9”Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”
Oleh karena itu, mari bertekun MEMBACA dan MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN, ataupun mendengarkan firman TUHAN yang diajarkan seseorang yang diurapi TUHAN supaya Iman kita bisa bertumbuh, sehingga kita banyak mengalami KEBENARAN FIRMAN TUHAN, dan kita bisa melihat JANJI-JANJI TUHAN terlaksana dalam hidup kita, sehingga HIDUP KITA, dipulihkan, disucikan, dibenarkan bahkan disempurnakan oleh ROH KUDUS.
HALELUYA, PUJI TUHAN.
AMEN!
Mengapa ada banyak orang mengaku anak TUHAN, tapi tidak memperlihatkan WATAK KRISTUS?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang dimaksudkan oleh penulis kitab Ibrani, jangan sampai kita menolak Dia?
Apa yang pernah dijanjikan mengenai keriuhan ketika Allah menyampaikan Hukum Taurat di gunung Sinai pada masa lalu, bagaimana dengan yang akan datang?
Apa yang kita terima sebagai anak-anak TUHAN dalam Perjanjian Baru?
Bagaimana seharusnya kita beribadah kepada Tuhan dalam masa anugerah ini atau pada masa kasih karunia ini?
Saudara, suasana dan iklim rohani sangat berbeda ketika Israel di bawah Hukum Taurat dengan masa kini, gereja TUHAN pada masa zaman anugerah atau zaman Kasih Karunia.
Pada masa lalu, suasana yang benar-benar mencengkeram karena ketika bangsa itu tidak taat, maka kutuk akan ditimpakan kepada mereka.
Suasana yang sangat berbeda dengan sekarang, dimana kutuk hukum Taurat itu sudah tidak diberlakukan lagi bagi kita, karena YESUS KRISTUS TELAH MATI TERKUTUK UNTUK MENANGGUNG KUTUK BAGI GEREJANYA.
Kalau dahulu, selalu harus menaati dan dalam ketakutan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban.
Saat ini segala sesuatu berjalan bukan lagi sebagai suatu keharusan atau kewajiban, namun karena KASIH kepada BAPA YANG SUDAH TERLEBIH DAHULU MENGASIHI KITA DENGAN kasih yang tidak berbatas.
EFESUS 3:18-19”Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.”
Karena KASIH ANUGERAH ALLAH menyebabkan rasul Paulus dapat melakukan dan mencoba mengasihi TUHAN dengan BEKERJA LEBIH KERAS DARI PARA RASUL lainnya :
I KORINTUS 15:10-11”Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.”
Jadi hubungan relasi antara anak-anak Tuhan saat ini dengan TUHAN ALLAH adalah relasi atau hubungan SALING MENGASIHI.
KITA MENGASIHI ALLAH karena DIA sudah lebih dahulu mengasihi kita. Dalam KASIH TIDAK ada KETAKUTAN, jadi marilah kita beribadah kepada TUHAN ALLAH dalam KASIH, rasa HORMAT, rasa segan serta dengan rasa KAGUM YANG SANGAT LUAR BIASA.
SAYA sering berpikir, mengapa TUHAN MEMILIH saya jadi anak-Nya, saya saja tidak merasa KAGUM HORMAT ATAU PERCAYA pada diri saya, karena saya sangat MENGENAL DIRI SAYA.
NAMUN mengapa YESUS MAU MATI BUAT SAYA dan TUHAN ALLAH BAPA itu rela memilih saya, karena itu saya MENGASIHI TUHAN ALLAH, kagum dan HORMAT kepada DIA, sang PENEBUS dan JURU SELAMAT KITA ITU.
HALELUYA, PUJI TUHAN, AMEN!
Mengapa ada banyak anak-anak TUHAN, tidak mau terlibat dalam pelayanan?