Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah tugas seorang hamba Tuhan menghadapi mereka yang menentang kebenaran?
Apakah maksud lemah lembut?
Bagaimana menolong orang yang menentang kebenaran?
“sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.” (2 Timotius 2:24-26).
Salah satu kemampuan seorang hamba Tuhan menurut Paulus dalam suratnya kepada Timotius adalah menuntun orang yang suka melawan dengan lemah lembut.
Yang dimaksud suka melawan saat itu adalah orang-orang yang menentang kebenaran (pengajar sesat).
Oleh karena itu di ayat 25 disebutkan kelemahlembutan itu untuk membawa mereka mengenal kebenaran.
Jadi, Paulus meminta Timotius untuk secara aktif dan terus menerus melayani para penentang kebenaran dengan lemah lembut, namun dibarengi dengan disiplin.
Lemah lembut (Bahasa Yunani πρᾳότης) dimulai dengan pengenal akan Tuhan dan diakhiri dengan arahan dan pemberdayaan oleh Tuhan.
Ini adalah kebaikan atau karakter ilahi yang hanya dapat bekerja melalui iman.
Oleh karena itu, Galatia 5:23 menyebutkan kelemahlembutan adalah bagian dari buah Roh.
Lemah lembut bukanlah suara atau intonasi yang lembut, melainkan karakter Ilahi yang lahir dari pengenalan akan Tuhan dan membuat kuasa Allah bekerja memampukan untuk bersikap lembah lembut.
Kelemahlembutan berkaitan pula dengan kerelaan untuk merendahkan diri seperti Kristus rela merendahkan diri.
Kebalikan kelemahlembutan adalah kemarahan.
Saudara, kalau melihat saudaramu ada yang meyimpang dari kebenaran, janganlah marah dan menghakimi dia.
Berdoalah dan tuntun terus dengan lemah lembut.
Sampai suatu saat dia mengenal kebenaran.
Renungkanlah, apakah saudara sudah memiliki karakter lemah lembut yang adalah buah Roh
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah maksudnya menguasai diri?
Bagaimana dapat sabar menderita?
Apakah mungkin dapat sabat menderita?
“Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!” (2 Timotius 4:5).
Rasul Paulus menulis surat kepada anak rohaninya bernama Timotius.
Ini adalah surat terakhir Rasul Paulus.
Pada saat penulisan surat ini, Kaisar Nero sedang melakukan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen.
Saat penulisan surat ini, Paulus ada dalam penjara di Roma.
Tentu saja sebagai tahanan Paulus mengalami penderitaan; kekurangan, ditinggalkan oleh kebanyakan sahabatnya dan Paulus menyadari bahwa dia berada di akhir pertandingan iman.
Paulus menyadari bahwa Timotius masih muda dan akan mengalami banyak tantangan, aniaya dari luar gereja dan munculnya guru-guru palsu.
Oleh karena itu, dia menasihati Timotius agar memelihara Injil, memberitakan firman Allah, dan menanggung penderitaan dalam melaksanakan tugas-tugas pelayannya.
Sebagai seorang murid yang akan ditinggalkan oleh bapa rohaninya, tentu saja dia harus meneruskan pelayanan yang ditinggalkan Paulus, termasuk harus berhadapan dengan penderitaan akibat aniaya.
Sabar menderita adalah kalimat perintah yang bersifat aktif.
Timotius diperintahkan untuk terus menerus sabar.
Sabar sendiri memiliki salah satu pengertian yaitu kemampuan untuk tahan menderita.
Penguasaan diri dan kesabaran harus berjalan seiring karen tanpa penguasaan diri, tidak mungkin sabar.
Orang sabar adalah orang yang menguasai diri.
Saudara, dalam tugas pelayanan tentu kita juga akan menghadapi tantangan.
Mungkin bukan aniaya seperti yang dialami Paulus dan Timotius.
Tantangan harus kita hadapi dengan kesabaran yang berasal dari Tuhan, bukan kesabaran diri sendiri.
Kesabaran diri ada batasnya, tetapi apabila kita menggunakan kesabaran dari Tuhan, maka kita akan mampu bertahan dalam penderitaan.
Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana supaya terus menerus sabat menghadapi penderitaan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Karakter apa yang diperlukan dalam kehidupan bersama?
Apakah artinya sabar?
Bagaimana caranya memiliki karakter sabar?
“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian” (Kolose 3:16).
Panjang sabar adalah sikap yang rela menderita untuk tidak membalas atau menghakimi orang yang berbuat tidak baik kepada kita.
Dapat juga berarti kemampuan untuk lambat menjadi marah atas perilaku buruk orang lain kepada kita.
Seperti Nasehat Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose, kesabaran adalah karakter yang sangat diperlukan untuk mengatasi sikap saling mendendam.
Dendam adalah keinginan untuk membalas perlakuan buruk seseorang, sabar berarti sanggup menahan marah dan tidak membalas.
Sabat berarti bersedia untuk tahan menderita menghadapi perlakuan burung orang lain.
Supaya memiliki kemampuan untuk Sabar Paulus menasehati jemaat di Kolose mengenakan kesabaran: “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran” (Kolose 3:15).
Kata kenakanlah, seperti seseorang memakai pakaian atau baju.
Jadi kesabaran itu bukan berasal dari dirinya, tetapi berasal dari luar yaitu Allah. Kita seharusnya mengenakan kesabaran Allah dalam hidup kita, sebab kesabaran manusia ada batasnya, tetapi kesabaran Allah itu tidak terbatas.
Kata “kenakanlah” adalah perintah Paulus kepada jemaat di Kolose, bukanlah harapan atau anjuran, tetapi perintah.
Sesuatu yang harus dilakukan oleh jemaat dalam menghadapi permasalahan dalam kehidupan bersama karena dalam kehidupan bersama tentu saja akan timbul gesekan atau masalah.
Perintah untuk mengenakan kesabaran juga berlaku untuk kita.
Secara aktif, kita harus mengenakan kesabaran dari Kristus, bukan kesabaran dari manusia atau alamiah, tetapi kesabaran dari Allah.
Tuhan Yesus ada di dalam kita, kita dapat menggunakan kesabaran Tuhan Yesus.
Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana caranya mengenakan kesabaran Tuhan Yesus.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang sedang dialami Daud?
Apakah respon daud atas masalah yang dihadapi?
Apakah pelajaran yang kita dapat dari Mazmur 86 ini?
“Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia.” (Mazmur 86:15).
Perkataan Daud dalam Mazmur tersebut sepertinya bagian doa yang umum diucapkan orang Israel.
Perkataan tersebut diucapkan Allah Ketika datang kepada Musa dalam Keluaran 34:6:“TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya.”
Daud menuliskan Mazmur-nya tentu karena Ilham dari Allah dan pengalamannya dalam bergaul dengan Allah.
Ketika orang-orang jahat bangkit melawan Daud, dia tidak panik namun datang kepada Allah.
Daud mengeluhkan orang-orang yang bangkit melawannya kepada Allah: “Ya Allah, orang-orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku, dan gerombolan orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku, dan tidak mempedulikan Engkau.” (Mazmur 86:14).
Alih-alih mengerahkan pasukannya, Daud berdoa kepada Allah : “Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, berilah kekuatan-Mu kepada hamba-Mu, dan selamatkanlah anak laki-laki hamba-Mu perempuan!
Apa yang dapat kita pelajari dari kisah tersebut.
Daud menyadari bahwa Allah yang dia sembah adalah Allah yang penyayang, pengasih, Panjang sabat dan berlimpah kasih dan setia-Nya.
Ketika menghadapi tantangan, Daud tidak terburu-buru bertindak dan sabar menunggu Allah.
Oleh karena itu, apabila dalam kehidupan kita mengalami tantangan, jangan panik dan sabarlah.
Datanglah kepada Allah yang Panjang sabar itu, sampaikan pergumulan hidup saudara.
Allah sendiri yang akan bertindak.
Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana mengalami Ketika menghadapi tantangan atau pergumulan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang dimaksud dengan Panjang sabar?
Mengapa Musa menyebut Allah Panjang sabar?
Apakah karakter Panjang sabar sudah kita miliki?
“Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,”(Keluaran 34:6).
Saudara, dalam Keluaran 32, bangsa Israel memberontak kepada Allah dengan membuat anak lembu emas untuk mereka sembah, alasannya sederhana saja, mereka mungkin mengira Musa mati di Gunung.
Mereka tidak sabar menunggu Musa 40 hari! Perbuatan bangsa Israel itu sangat menyakiti hati Allah.
Mereka disebut bangsa yang tegar tengkuk.
Keluaran 32:10-11 “Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.” Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: “Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?”. Allah murka atas bangsa Israel dan hendak membinasakan mereka semua. Namun akhirnya Musa berhasil melunakkan hati Allah, akhirnya Allah menyesal telah merencanakan hukuman atas bangsa Israel.
Keluaran 32:14: “Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.”
Allah menyebut dirinya Allah yang panjang sabar ketika bertemu Musa untuk memberikan dua loh batu itu.
Penyesalan Allah setelah diskusi dengan Musa menggambarkan karakter Allah yang panjang sabar.
Allah tahu bahwa bangsa Israel akan terus memberontak kepada-Nya, tetapi kasih setia dan kesabarannya membuat Allah membatalkan rencana menggantikan Israel dengan keturunan Musa saja.
Panjang sabar dalam terjemahan Bahasa Inggris adalah long suffering (tahan menderita) atau slow to anger (lambat untuk marah).
Kita sebagai anak-anak Allah mewarisi karakter Allah yang panjang sabar itu.
Dalam praktik sehari-hari, panjang sabar adalah sikap yang rela menderita untuk tidak membalas atau menghakimi orang yang berbuat tidak baik kepada kita.
Dapat juga berarti kemampuan untuk lambat menjadi marah atas perilaku buruk orang lain kepada kita.
Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya supaya bertumbuh dalam karakter panjang sabar.
KITA ADALAH SAKSI DARI KEMATIAN DAN KEBANGKITANNYA
Penulis : Pdt. Robinson Saragih
Pembacaan Alkitab Hari ini :
LUKAS 24:46-49
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang harus terjadi terhadap Mesias, menurut para nabi dan kitab suci?
Oleh karena itu apa yang dapat diceritakan tentang kuasa nama-Nya?
Siapa yang harus menjadi saksi dan memberitakan kabar baik itu?
Apa yang Bapa janjikan sesuai dengan tugas menjadi saksi itu?
Saudara, ketika Yesus menceritakan penganiayaan yang akan dijalani-Nya maka Petrus menegur Yesus dan mengatakan bahwa Yesus tidak akan dapat dianiaya oleh manusia dan oleh orang-orang yang tidak suka kepada-Nya.
“Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia. Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”(Markus 8:32-33).
Tuhan Allah memilih Yesus untuk menjadi juruselamat kita dan dunia ini sebelum dunia dijadikan.
“Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.”(Efesus 1:4).
Sejak dunia belum dijadikan Allah telah membuat problem solver sebelum kasus dosa ada di dunia ini, mengapa?
Karena Tuhan Allah itu mahatahu.
Tuhan Allah telah menentukan bagaimana caranya persoalan dosa manusia dapat di atasi.
Yesus adalah jalan keluar dunia dari dosa dan lepas dari ikatan kerajaan maut.
Ketika Dia hidup di dunia ini sebagai manusia 100 % juga Dia tetap 100 % Allah.
Dia adalah Tuhan Allah yang menjadi manusia supaya ada anak manusia yang dapat melaksanakan hukum taurat dengan sempurna.
Di dalam Dia tidak ada benih laki-laki dan Dia tidak memiliki benih dosa.
Dengan pertolongan Roh Kudus dan para malaikat Tuhan, Dia bisa menggenapi hukum Taurat dengan sempurna sehingga hukum Taurat tidak lagi menjadi standar hukum Tuhan bagi orang percaya.
Hukum taurat masih berlaku bagi mereka yang di luar Kristus dan bagi mereka yang tidak percaya kepada Kristus Yesus.
Mereka yang percaya dikaruniakan Roh Kudus yang akan memulihkan dan memberi kekuatan untuk hidup benar di depan Allah.
Roh Kudus akan menjadikan kita kudus tak bercacat di hadapan Tuhan Allah.
Untuk itulah, Yesus diutus oleh Tuhan Allah, Bapa-Nya ke dunia ini untuk menyelamatkan manusia.
Keselamatan hanya ada dalam kuasa nama Yesus Kristus yang diperoleh karena pengorbanan Yesus sehingga dosa dunia ini telah diampuni.
Tuhan Allah rela di damaikan dengan manusia yang telah berdosa oleh pengorbanan Yesus Kristus.
Penyaliban Yesus merupakan cara yang telah ditentukan oleh Allah Bapa sebagai jalan keluar bagi dosa dunia ini.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”(Yohanes 3:16).
Karena kasih karunia Tuhan Allah, maka anak manusia bisa diselamatkan bukan karena kesalehan atau usaha atau karena pekerjaan mereka. Dengan jelas rasul Paulus menuliskannya :
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”(Efesus 2:8-9).
Oleh Iman kita kepada Yesus Kristus, kita diselamatkan.
Oleh karena itu, sangatlah perlu ada yang harus menyaksikan Firman Allah sebagai janji Tuhan supaya ada orang yang mendengar sehingga mereka percaya dan diselamatkan.
“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”(Roma 10:17).
Karena Tuhan Allah itu adalah Tuhan dari semua orang yang berseru kepada-Nya.
Sebab barangsiapa yang berseru kepada Tuhan akan di selamatkan.
Barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak akan dipermalukan.
Siapa saja yang berseru kepada Yesus akan diselamatkan.
“Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”(Roma 10:14-15).
Jadi karena itulah, Yesus mengutus murid-muridNya untuk membawa kabar kesukaan bagi dunia ini.
“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”(Markus 16:15-16).
Jadi hari ini, kita yang telah menjadi murid Yesus yang harus pergi untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah yaitu injil Kasih karunia Allah.