Rabu, 21 Juni 2023

MEMBUKA TINGKAP LANGIT DAN MENCURAHKAN BERKAT

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MALEAKHI 3:8-12

Bacalah Firman Tuhan diatas dan ulangi beberapa kali sampai saudara dapat memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Maleakhi 3:10!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dalam hal apakah bangsa Israel telah menipu Allah?
  2. Kemanakah seharusnya perpuluhan harus dibawa? Dan apakah tujuannya?
  3. Apakah yang Tuhan lakukan bagi kita jika kita melakukan persepuluhan dengan benar?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan menegur bangsa Israel karena mereka menipu Allah dalam hal persembahan persepuluhan dan persembahan khusus, sehingga mereka tidak mengalami berkat dari Tuhan.

Dalam terjemahan lain dikatakan bahwa bangsa Israel telah merampok Allah.

Karena sebenarnya persepuluhan dan persembahan khusus tersebut adalah milik Allah.

Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.” (Imamat 27:30).

Karena persembahan persepuluhan adalah milik Tuhan maka persepuluhan tersebut harus dibawa ke perbendaharaan rumah Tuhan dan bukan untuk yayasan, badan amal, keluarga, tempat bisnis, orang-orang tertentu.

Tujuannya adalah agar di dalam rumah Tuhan persepuluhan dapat dikelola untuk persediaan makanan di dalam rumah Tuhan, salah satunya adalah untuk membalas pekerjaan orang-orang yang bekerja dalam rumah Tuhan.

”Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan.” (Bilangan 18:21), sehingga aktivitas dan kehidupan di dalam rumah Tuhan dapat berjalan dengan baik.

Tuhan berjanji bahwa ketika kita melakukan dengan benar maka Ia akan membukakan tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat secara berlimpah-limpah.

Kita tidak pernah kekurangan dalam segala hal, baik keuangan dan ekonomi, kesehatan termasuk hikmat demi hikmat untuk mengenal jalan-jalan Tuhan.

”TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”(Mazmur 23:1).”Sebab TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini; keempat puluh tahun ini TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, dan engkau tidak kekurangan apa pun.” (Ulangan 2:7).

Bahkan bangsa-bangsa lain akan menyebut kita adalah umat yang penuh bahagia karena kita tinggal dalam perlindungan Tuhan.

Oleh karena itu marilah kita memberikan persembahan persepuluhan dengan setia.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana Allah membuka tingkap langit serta memberkati saudara ketika setia dalam memberikan persepuluhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 40-45

Selasa, 20 Juni 2023

CUKUPKAN DIRIMU DENGAN GAJIMU

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 3:11-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang diperintahkan Yohanes kepada para pemungut cukai yang bertobat?
  2. Apakah yang diperintahkan Yohanes kepada para prajurit yang bertobat?
  3. Bagaimana cara mencukupkan kebutuhan hidup dengan gaji yang terbatas?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.” (Lukas 3:14).

Saudara, seorang pemungut cukai pada masa itu punya kesempatan melakukan korupsi dengan menambahkan nilai cukai dari yang seharusnya.

Sedangkan seorang prajurit dengan otoritasnya dapat melakukan kejahatan dengan merampas milik rakyat jelata.

Jadi mereka punya kesempatan untuk menggunakan pekerjaannya untuk memperkaya diri.

Salah satu penyebab korupsi adalah keinginan untuk kaya.

Akar kejahatan adalah cinta akan uang.

Kita tidak boleh diperhamba oleh uang, sebaliknya kita harus memperhamba uang.

Kita harus mengatur uang, jangan di atur oleh uang.

Nasehat Yohanes kepada para prajurit yang bertobat adalah supaya mencukupkan diri dengan gaji yang ada.

Nasehat ini masih relevan untuk masa kini. Bagaimana caranya? Caranya sebagai berikut:

  1. Berdoa meminta hikmat kepada Tuhan supaya dapat mengelola gaji dengan baik.
  2. Bersyukurlah seberapa pun gaji yang kita terima.
  3. Buat perencanaan keuangan yang baik, rencanakan pengeluaran yang lebih kecil dari gaji, sehingga ada sisa untuk ditabung. Perhatikan skala prioritas pengeluaran sesuai kebutuhan.
  4. Disiplin melaksanakan rencana pengeluaran yang telah dibuat.
  5. Jangan bandingkan pengeluaranmu dengan pengeluaran orang lain yang gajinya lebih besar.

Saudara, Tuhan adalah gembala kita.

Kita tidak menginginkan apa-apa lagi.

Dia yang melayani kita domba-dombanya.

Oleh karena itu, seberapa gaji yang kita peroleh saat ini, Dia pasti memelihara kita.

Renungkanlah, Tuhan Yesus sebagai Gembala Agung, pasti memelihara hidup kita.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 36-39

Senin, 19 Juni 2023

TIDAK MENCINTAI UANG DAN HARTA

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 TIMOTIUS 6:1-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Ibadah seperti apa yang mendatangkan keuntungan?
  2. Apakah akar segala kejahatan?
  3. Apakah boleh bila ingin kaya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1 Timotius 6:10).

Apakah yang dimaksud “mereka yang ingin kaya”?

Ini merujuk pada orang yang bertekad untuk mendapatkan kekayaan yaitu yang menjadikan ini objek dan tujuan hidup mereka, yang hidup untuk mendapatkan uang, yang mendapatkan semua yang mereka bisa, menyimpan semua yang mereka bisa, dan menyimpan semua yang mereka dapatkan.

Ketika kekayaan menjadi tujuan hidup, maka dapat berakibat mereka mencintai uang dan melakukan kejahatan untuk mendapatkan uang.  

Saudara, Paulus menasihatkan muridnya yang bernama Timotius, supaya belajar memiliki mental “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah”.

Apakah mungkin orang dapat puas dengan hanya ada makanan dan pakaian? Orang-orang yang memiliki keintiman dengan Tuhan dan puas dengan Tuhan Yesus sebenarnya tidak akan menginginkan apapun lagi di dunia.

Seperti kata pemazmur Daud, “selain Kau tiada yang lain yang ku ingini di bumi.”

Sebaliknya orang yang tidak memiliki keintiman dengan Tuhan, akan memuaskan dirinya dengan segala yang ada di bumi, dan tentunya semua bermuara kepada uang.

Orang-orang seperti ini selalu haus kepada materi.

Lihatlah para pejabat yang ditangkap KPK, bukankah mereka itu sebagian besar adalah orang-orang kaya?

Saudara, orang yang mencintai Tuhan tidak akan mencintai uang dan harta.

Kejarlah hubungan dengan Tuhan sebagai yang utama (cari dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya).

Jangan risaukan uang dan harta, sebab engkau memiliki Tuhan Yesus yang berkuasa atas dunia ini.

Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana supaya puas dengan Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 32-35

Minggu, 18 Juni 2023

TERBEBAS DARI LILITAN UTANG

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 RAJA-RAJA 4:1-7

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah masalah yang dihadapi janda dari seorang nabi?
  2. Bagaimana cara Elisa menolong janda tersebut?
  3. Seandainya masih banyak bejana, apakah minyak masih akan terus mengalir?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: “Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.” (2 Raja-Raja 4:7).

Janda seorang nabi sedang mengalami masalah yang berat, dia berhutang dengan jaminan kedua anaknya.

Gagal bayar berarti anak-anaknya diambil debt collector untuk dijadikan budak.

Hati siapa yang tidak hancur akan kehilangan anak-anaknya dan melihat anak-anaknya menjadi budak. 

Rupanya sekalipun suaminya dulu seorang nabi, tidak ada jaminan bahwa keluarga mereka mampu mengelola keuangan dengan baik.

Terbukti setelah suaminya meninggal, hutang bertumpuk.

Beruntung janda ini mengenal nabi Elisa.

Dia menceritakan masalahnya kepada orang yang tepat.

Nabi Elisa melakukan mujizat dengan melipatgandakan sisa minyak yang dimiliki sang janda.

Dari buli-buli yang kecil, memenuhi bejana-bejana yang di dipinjam dari para tetangga.

Dari kisah diatas, dapat diambil pelajaran penting untuk kita lakukan.

Pertama, apabila mengalami persoalan hidup, datanglah kepada orang yang tepat.

Datanglah kepada pembimbing rohanimu dan berdoalah bersama kepada Tuhan.

Kedua, Tuhan menggunakan apa yang ada pada kita untuk membuat mujizat.

Sekecil apapun yang tersida dari milik kita, Tuhan sanggup mengubahnya dan melipatgandakannya. 

Ketiga, pertolongan Tuhan terkadang datang melalui pertolongan dari orang-orang di sekitar kita.

Keempat, kita harus hidup bijaksana dalam mengelola keuangan, supaya tidak terjerat hutang.  

Diskusikan dalam kelompok PA saudara, mengapa Allah menggunakan apa yang tersisa dari kita untuk melakukan mukjizat.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 26-31

Sabtu, 17 Juni 2023

PEKERJAAN ALLAH DALAM KESEMBUHAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 9:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah Tuhan Yesus kebetulan melewati orang buta yang sejak lahir tersebut?
  2. Apakah yang dilakukan Tuhan Yesus kepada orang buta tersebut?
  3. Mengapa orang buta tersebut sembuh?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.(Yohanes 9:3).

Berbeda dengan kisah dua orang buta dalam Matius 9, yang berteriak meminta Tuhan Yesus menyembuhkan mereka, orang buta ini ditemukan Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya saat mereka lewat.

Orang buta itu sedang mengemis.

Murid-murid menyimpulkan bahwa orang itu buta karena dosa, sekalipun mereka ragu apakah dosa pribadinya atau dosa orang tuanya.

Oleh karena itu,  mereka bertanya kepada Tuhan Yesus.

Ternyata jawaban Tuhan Yesus berbeda dari kesimpulan mereka yaitu “…karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.”

Orang buta tersebut sembuh setelah Yesus mengoleskan tanah yang dicampur ludah-Nya dan menyuruhnya membasuh di kolam Siloam.

Orang buta itu sembuh.

Kesembuhan yang dialaminya akhirnya membawa dia harus bersaksi di antara tetangga-tetangganya dan orang Farisi.

Kesaksian dia sangat tegas, “Jawabnya: “…tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat.” (Yohanes 9:25).

Saudara, orang buta yang mengemis tersebut menerima anugerah.

Dia tidak sedang berusaha sembuh,  tetapi Tuhan Yesus menyatakan pekerjaan-Nya melalui kesembuhan orang buta ini. 

Terkadang kita juga menerima anugerah seperti orang buta tersebut.

Kita tidak sedang berusaha  untuk mengalami pertolongan Tuhan, tetapi tiba-tiba Tuhan melawat kita. 

Apakah pelajaran penting dari kisah pengemis buta tersebut? Cara Allah menolong itu berbeda-beda.

Terkadang Tuhan menolong saat kita berseru kepada-Nya.

Di waktu lain, Tuhan menolong saat kita tidak berseru kepada-Nya. Tuhan selalu punya cara untuk menolong kita.

Diskusikan dengan pembimbingmu, pekerjaan-pekerjaan Tuhan apa yang tidak disadari ternyata terjadi dalam kehidupan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 21-25

Jumat, 16 Juni 2023

KESEMBUHAN YANG MEMASYURKAN NAMANYA

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 9:27-31

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dimaksud “jadilah kepadamu menurut imanmu”?
  2. Apakah perintah Tuhan Yesus kepada dua orang buta yang disembuhkan-Nya?
  3. Apakah yang dilakukan kedua orang buta tersebut?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.”  (Matius 9:29).

Dua orang buta ini sepertinya sudah sering mendengar tentang Yesus Sang Mesias.

Ketika mereka menyerukan Anak Daud, Ini sama seperti jika mereka memanggilnya Mesias. 

Saat itu pendapat yang diterima secara umum saat ini di Yudea, bahwa Mesias haruslah anak Daud -Yohanes 7:42.

Bahwa Yesus Kristus diakui secara umum dan tak terbantahkan berasal dari keturunan Daud -Matius 12:23.

Orang buta itu menyadari bahwa mereka tidak pantas.

Bahwa seruannya harus menjadi seruan untuk belas kasihan, bahwa dia harus bersungguh-sungguh, dan bahwa dalam berdoa dia harus mengikuti Yesus Kristus sebagai Mesias sejati, anak Daud, yang diharapkan dari sorga.

Kedua orang buta tersebut menerima pengetahuan tentang Yesus dan kuasa-Nya yang diperoleh dengan mendengar dari orang-orang di sekitarnya.

Iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan.

Perjumpaan dengan Tuhan Yesus membuat mereka akhirnya mengalami kesembuhan.

Mereka menerima kesembuhan karena iman yang mereka miliki dan karena perjumpaan dengan Tuhan Yesus.

Kisahnya mirip seperti seorang perwira Romawi yang kepadanya Tuhan Yesus juga pernah berkata: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.” (Matius 8:13).

Setelah mereka sembuh, Tuhan Yesus melarang mereka untuk menceritakan kisah kesembuhan mereka.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kemungkinan rakyat memproklamirkan Dia menjadi Raja dan menghalangi pelayan-Nya lebih luas.

Namun kedua orang buta tersebut melanggar perintah Tuhan Yesus.

Saudara, ada dua pelajaran penting dari kisah tersebut.

Pertama, iman timbul dari pendengaran kepada kisah tentang Tuhan Yesus.

Perbanyaknya mendengar kisah-kisah tentang Tuhan Yesus yang melakukan berbagai Mujizat.

Kedua, sebelum bersaksi berdoalah dahulu supaya kesaksian kita sampai kepada orang yang tepat.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya supaya timbul iman untuk mengalami kesembuhan atau terobosan rohani.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 17-20