Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apakah yang akan terjadi pada hari-hari akhir?
Apakah yang harus dilakukan orang Kristen?
Apakah masa yang sukar itu?
“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama”. (2 Timotius 3:1-2).
Di bagian pertama Paulus mengingat duka mendalam Timotius saat berpisah, imannya dan keluarganya, dan karunia rohani yang dianugerahkan kepadanya pada saat penahbisannya.
Dalam pasal kedua, ia meminta Timotius untuk bersedia menanggung kesulitan bersamanya, dan mengajarinya bagaimana berperilaku dalam berbagai kesulitan yang dihadapinya saat ini.
Dan dalam pasal ketiga dia melanjutkan untuk memperingatkan dan mempersenjatai dia terhadap bahaya dan masalah yang dia perkirakan di masa depan.
Paulus menyebutnya masa yang sukar.
Masa yang sukar ditandai dengan perilaku manusia yang semakin jahat.
Paulus menasehatkan Timotius untuk menjauhi orang-orang tersebut.
Saudara, apakah saat ini merasakan masa yang sukar itu? Kalau saudara tidak merasakannya, perlu berhati-hati.
Kalau tidak menyadarinya, kita sedang ada dalam bahaya besar.
Kita hidup dalam masa post truth, dimana kebenaran diputar balik sehingga banyak orang tidak tahu lagi kebenaran yang sesungguhnya.
Media sosial berbasis internet menjadi sarana untuk menyampaikan kebohongan-kebohongan.
Kita sedang dianiaya secara mental.
Kejahatan pornografi merajalela dalam genggaman (handphone).
Nilai-nilai yang jahat memenuhi media, mempengaruhi anak-anak Tuhan untuk meninggalkan nilai-nilai Alkitab.
Saudara, sesuai nasehat Paulus kita harus menjauhi budaya yang jahat.
Kita harus berani meninggalkan media-media sosial yang jauh dari nilai-nilai Alkitab.
Di lain pihak, kita harus memperkuat persekutuan pribadi dengan Tuhan dan pemahaman Alkitab yang dalam.
Renungkanlah, apakah kita sudah tegas menjauhi media-media yang jauh dari nilai-nilai Alkitab.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apakah yang dilakukan Paulus di rumah ibadah yahudi?
Apakah yang dilakukan Paulus di ruang Kuliah Tiranus?
Apakah dampak pelajaran Paulus di ruang kuliah Tiranus?
“Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus. Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.” (Kisah Para Rasul 19:9b-10).
Efesus pada masa itu adalah kota Pelabuhan yang besar, dengan penduduk mencapai lebih 300.000.
Efesus menjadi kota penghubung ke kota-kota lain di Asia pada masa itu.
Efesus juga dikenal dengan kuil Dewi Artemis.
Pemberitaan injil menyebabkan menurunnya pengikut Dewa Artemis, dan menyebabkan turunnya penjualan perak patung Artemis.
Inilah yang menimbulkan huru-hara di Efesus.
Ada dua strategi misi yang dilakukan Paulus di Efesus, yaitu di 3 bulan awal Paulus mengunjungi rumah ibadah Yahudi dan mengajar disana.
Paulus merasa bertanggung jawab atas orang-orang Yahudi, saudara sebangsanya.
Ketika sebagian mereka menolak ajaran Paulus, maka Paulus memisahkan orang-orang yang sudah percaya dan membuka kelas di ruang kuliah Tiranus.
Selama 2 tahun Paulus mengajar di ruang Kuliah Tiranus.
Inilah strategi Paulus yang kedua dan ternyata sangat efektif.
Dampak dari strategi ini adalah penduduk Asia yang dikenal pada masa itu mendengar injil.
Saudara, kita dapat belajar dari kesungguhan Paulus dalam memberitakan injil dan membangun jemaat.
Kuncinya adalah kesediaan Paulus untuk mengikuti tuntunan Roh Kudus.
Di Efesus Paulus membuka kelas dan mengajar selama 2 tahun, sebagai akibatnya Asia dijangkau.
Di Kota-kota lain Paulus tidak menggunakan strategi ini.
Kelas Tiranus dibuka Paulus saat kota Efesus beristirahat (tidur siang).
Pada masa itu, pukul 11.00-16.00 penduduk Efesus biasanya tidur.
Paulus menggunakan waktu tersebut untuk mengajar murid-muridnya dan memperlengkapi mereka.
Murid-murid Paulus inilah yang akhirnya pergi ke berbagai kota di Asia.
Saudara, mungkin kita tidak bisa pergi ke berbagai kota dan bangsa.
Tetapi apabila kita memiliki murid-murid atau anak-anak rohani, kita dapat mengajar mereka seperti Paulus.
Merekalah yang akan pergi ke berbagai kota dan bangsa.
Kita investasikan waktu dan tenaga untuk anak-anak rohani kita.
Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana menemukan strategi yang tepat untuk pelayanan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apakah yang sedang dialami jemaat-jemaat di Makedonia?
Mengapa mereka dapat bersukacita dalam penderitaan?
Mengapa jemaat-jemaat makedoniai mau membantu jemaat Yerusalem?
“Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.” (2 Korintus 8:1-5).
Jemaat-jemaat Makedonia terdiri dari jemaat Filipi, Tesalonika dan Berea.
Jemaat ini didirikan oleh pelayanan Paulus. Saat Paulus diberikan penglihatan oleh Tuhan, Kisah para Rasul 16:9-10 “Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.”
Jemaat-jemaat ini kemudian menjadi jemaat yang luar biasa seperti dicatat dalam 2 Korintus 8:2 “Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan”.
Salah satu kelebihan jemaat di Makedonia adalah kemurahan hati dalam hal memberi.
Sekalipun mereka sangat miskin, tetapi mereka terus mendesak Paulus untuk diperkenankan memberikan bantuan untuk jemaat Yerusalem yang sedang mengalami bencana kelaparan.
Mereka ingin ambil bagian dalam pelayanan untuk jemaat Yerusalem.
Saudara, kemiskinan dan penganiayaan yang dialami tidak membuat jemaat-jemaat Makedonia kehilangan sukacita dan kemurahan hati.
Sepertinya mereka telah mengalami kekayaan Kristus dan sukacita Kristus.
Mereka rela menjadi lebih miskin lagi supaya dapat membantu kesulitan jemaat Yerusalem.
Saudara, marilah kita belajar dari jemaat-jemaat Makedonia.
Marilah kita melibatkan diri dalam pelayanan sekecil apapun peranan kita dalam pelayanan.
Tidak perlu menunggu kondisi ekonomi lebih baik, tidak perlu menunggu kondisi stabil.
Kalau Kristus di dalam kita dan kuasanya nyata dalam kita, kita siap terlibat melayani. Jangan tunda-tunda lagi, marilah melayani Tuhan.
Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana terlibat dalam melayani dengan sungguh-sungguh.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apakah yang menjadi beban hati Nehemia saat mendegar kondisi Yerusalem?
Apakah yang dilakukan Nehemia?
Apakah tekad nehemia?
“Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: “Kami siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.” (Nehemia 2:18).
Bulan ketujuh bertepatan dengan bulan Maret atau April, sehingga empat bulan telah berlalu sejak Nehemia berdoa secara khusus.
Di antara pertanyaan raja dan jawaban Nehemia, pembawa anggur Raja yang berhati sederhana itu meluangkan waktu untuk berdoa kepada Allah di surga.
Kemudian, dengan keyakinan bahwa Allah menyertainya, dia tidak segan-segan meminta hal-hal besar: agar dia dapat diutus ke kota nenek moyangnya untuk membangunnya, dan agar dia dapat menerima semua bahan yang diperlukan untuk pembangunannya.
Nehemia dengan hati-hati mencatat bahwa permohonannya dikabulkan, bukan atas izin raja, melainkan atas izin tangan Allah.
Apakah kita cukup mengenali tangan Allah yang mengizinkan Nehemia? Di sini kita melihat sekilas cara kerja hati orang ini.
Ia merasa bahwa Tuhan telah menaruh tujuan suci-Nya di sana.
Dia tidak ragu-ragu untuk mengakui hal ini kepada orang-orang Yahudi dan di tengah pertentangan dan cemoohan dari musuh-musuh mereka; dia menguatkan dirinya dalam Tuhannya, yakin bahwa Dia tidak akan membawanya sejauh ini untuk mempermalukannya.
Saudara, kalau kita berada di pihak Tuhan, dan tidak ada yang mustahil bagi kita.
Ketika kita diberikan beban (visi) dalam hati kita untuk melakukan pemulihan atas pribadi tertentu atau sebuah komunitas, lakukanlah dengan bersungguh-sungguh sama seperti Nehemia.
Lakukan dengan sekuat tenaga.
Tantangan pasti ada, tetapi bersama dengan Tuhan, pasti kita dapat mengatasinya.
Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana caranya supaya dapat mengatasi tantangan dalam pelayanan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Siapakah yang ditunjuk (disiapkan Allah) untuk membangun kemah suci?
Apakah yang dilakukan Allah supaya Bezaleel dapat membantu Musa membangun Kemah suci?
Keahlian dan pengertian Bezaleel bersumber dari mana?
“Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan.” (Keluaran 31:2-3).
Kemah Suci dibuat atas perintah Allah melalui Musa agar Allah diam di tengah-tengah bangsa Israel dan sebagai tempat mereka beribadah serta dibuat dari berbagai bahan-bahan yang dipersembahkan oleh bangsa Israel secara sukarela -Keluaran 25:1-9.
Allah menunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur dari suku Yehuda dan Aholiab bin Ahisamakh dari suku Dan untuk melaksanakan pembangunan Kemah Suci serta mereka juga dibantu oleh pengerja-pengerja ahli lainnya -Keluaran 31:1-6; Keluaran. 35:30-36:1.
Di dalam Kemah Suci terdapat Ruang Kudus dan Ruang Mahakudus yang dipisahkan oleh tabir -Keluaran 26:33-34; Ibrani 9:2-7.
Di dalam Ruang Kudus terdapat kaki dian dan meja roti sajian sedangkan di Ruang Mahakudus terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas dan Tabut Perjanjian -Ibrani 9:2-4.
Kapan pun ada pekerjaan khusus yang harus dilakukan, Tuhan akan menemukan dan memberkati orang-orang yang harus melakukannya.
“Aku telah memanggil,… Aku telah memenuhi,… Aku telah menetapkan,” dan seterusnya.
Ada tempat khusus bagi kita masing-masing dalam pelayanan kepada Tuhan, kepada masing-masing kita diberikan pekerjaan khusus; dan untuk masing-masing talenta itu diberikan, yang diperlukan dan memadai.
“Diciptakan untuk melakukan perbuatan baik,” kata Rasul, “yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya agar kita dapat berjalan di dalamnya,”(Efesus 2:10).
Bakat untuk bidang dan bidang untuk talenta-panggilan Tuhan mengikat keduanya dengan jepitan emas.
Saudara, Kemah Suci yang dibangun pada zaman Musa adalah tipologi kehadiran Allah, baik adalah pribadi orang Kristen maupun dalam gereja secara lokal dan universal.
Alkitab menyebut Tubuh Kita bait Allah dan Jemaat-Nya disebut tubuh Kristus. Sama seperti Kemah suci dibangun orang-orang yang dipenuhi Roh Allah dan keahlian membangun, demikian juga kita membutuhkan orang-orang yang ditentukan Tuhan untuk memperlengkapi kita.
Efesus 4:11-12“Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus”.
Tuhan telah menyiapkan orang-orang yang membantu kita bertumbuh.
Oleh karena itu, berikan diri kita dengan sungguh-sungguh untuk diperlengkapi.
Kita tidak dapat bertumbuh secara sehat apabila mengandalkan pertumbuhan dari upaya diri sendiri.
Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya diperlengkapi dalam gereja lokal.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Dimana kita berada setelah kita dibangkitkan bersama Kristus?
Kapan Allah memperlihatkan kepada kita kasih karunia-Nya yang berlimpah-limpah?
Apa yang menyebabkan kita beroleh keselamatan?
Mengapa kita tidak boleh sombong karena keselamatan?
Apa alasan Tuhan memperlengkapi kita dengan talenta dan karunia rohani?
Saudara, rasul Paulus mengatakan dengan jelas kepada jemaat Efesus:
Efesus 2:10”Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Firman ini menjelaskan kepada kita, bahwa sebagai orang percaya yang telah mengalami kelahiran kembali, maka kita telah memiliki bakat atau talenta yang kita bawa sejak kita dilahirkan.
Bakat atau talenta ini merupakan bawaan yang khas dari daging kita pada setiap manusia yang lahir dari seorang ibu.
Bakat atau talenta ini tidaklah sama bagi semua orang.
Setiap orang memiliki bakatnya masing-masing dan berbeda.
Ada yang suka matematika, namun banyak juga yang tidak suka sama sekali dengan matematika.
Begitu juga dengan sejarah, banyak yang tidak suka dengan sejarah.
Masing-masing anak bisa sangat berbeda satu dengan yang lain dan sangat menonjol ketika kita belum lahir baru.
Efesus 2:1-2”Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.”
Hal ini menceritakan kehidupan orang-orang sebelum dilahirkan kembali yaitu ketika mereka belum berada di dalam Kristus.
Namun bagi kita yang dilahirkan kembali dalam Kristus, maka kita memiliki yang dibawa oleh Roh Kudus.
Rasul Paulus dengan jelas menuliskan hal ini kepada jemaat di Korintus:
1 Korintus 12:7 ”Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.”
Ketika seseorang dilahirkan kembali, maka kepadanya dianugerahkan karunia Rohani sebagai bukti bahwa di dalam orang itu telah berdiam Roh Kudus yang mengaruniakan karunia Roh kepadanya.
Oleh karunia-karunia rohani ini, seseorang diperlengkapi supaya dimudahkan untuk melakukan pekerjaan baik yang Allah telah siapkan dan rencanakan yaitu melakukan amanat agung Kristus untuk memuridkan bangsa-bangsa.
Bapa ingin kerajaan Allah itu nyata di bumi ini.
Oleh karena itu, Juruselamat dunia, Kristus diutus ke dunia ini untuk melakukan misi Deo yaitu misi Allah Bapa untuk menghancurkan kepala ular itu:
Kejadian 3:15 ”Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
Rencana Allah ini telah dilaksanakan ketika putra tunggalNya datang ke dunia ini untuk hidup sebagai manusia dan melakukan misi keadilan BapaNya:
Roma 5:19”Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”
Oleh dosa Adam, maka semua orang menjadi berdosa.
Karena semua orang telah berbuat dosa dan selalu ada keinginan kedagingan manusia dalam hati untuk melakukan dosa, maka Juruselamat manusia, Yesus Kristus datang untuk menebus manusia dan menganugerahkan Roh Kudus agar semua orang memiliki kuasa untuk hidup benar.
Bapa berkehendak supaya manusia kembali pada kehendakNya semula yaitu manusia berkuasa atas semesta dan melakukan rencana Bapa untuk menciptakan dunia yang baru.
Dunia yang sudah rusak ini akan lenyap dan Allah Bapa akan menggantikannya dengan langit dan bumi yang baru.
Untuk menjalankan pekerjaan baik inilah, maka Tuhan Allah, Bapa, Tuhan kita Yesus Kristus mengutus Juruselamat itu yang memulai kerajaan Allah dengan Natal dan memulai kerajaan Allah di dunia ini.
Rasul Paulus menuliskannya:
Efesus 2:10”Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Pekerjaan itu adalah melaksanakan amanat agung Kristus yaitu memuridkan bangsa-bangsa, membaptis mereka dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus supaya keinginan Bapa dilaksanakan oleh Kristus dan rencana Bapa diteruskan melalui umat pilihan Bapa yang telah ditebus oleh Yesus Kristus.
Haleluya, segala pujian hanya bagi Allah Bapa, bagi Yesus Kristus dan bagi Roh Kudus, ketiga yang Esa. Amen.
Mengapa ada banyak anak-anak Tuhan tidak ingin terlibat dalam pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya?