Sabtu, 6 Mei 2023

MENERIMA BALASAN KEBAIKAN DARI TUHAN

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

EFESUS 6:5-9

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapa yang harus taat kepada tuannya?
  2. Apakah cukup dihadapan tuannya saja seorang hamba harus taat?
  3. Jika kita telah berbuat sesuatu yg baik, adakah upah yg akan kita terima? Dan dari siapa upah itu kita dapatkan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Suatu ketika seorang pemuda mulai bekerja di sebuah kantor dengan tidak memilik jabatan apapun, pemuda ini dikenal sebagai orang yang baik, patuh dan tulus terhadap pimpinan.

Dia bekerja dengan giat mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan perusahaan.

Lewat waktu setelah sekian lama bekerja dengan baik dan keras pemuda ini merasa bahwa hasil yang didapatkan tidak setimpal, tidak ada perubahan dalam karier dan gajinya.

Hal ini dia rasakan karena teman-teman kantornya yang bekerja dengan seadanya, kerja tidak perlu ekstra, jika pimpinan mereka masuk kantor, maka mereka terlihat pekerja yang baik, tetapi kenyataannya mereka sering telat datang ke kantor dan pulang “tepat waktu” justru naik dalam karir maupun gajinya.

Pemuda tersebut sempat terpikir di benaknya, untuk apa selama ini saya bekerja keras dan patuh atau taat dengan tulus kepada pimpinan dan juga perusahaan, tetapi hal-hal yang baik yang selama ini saya lakukan, tidak diperhitungkan sebagai suatu hal yang positif dimata pimpinan, sebaliknya orang yang bekerja apa adanya justru naik karirnya.

Apakah dengan kejadian tersebut membuat dia tidak perlu lagi berbuat hal-hal yang baik, bekerja dengan maksimal?

Apakah motivasinya dalam berbuat baik, patuh terhadap pimpinan, taat kepada aturan dan bekerja dengan maksimal yang dilakukan selama ini hanyalah semata-mata untuk dilihat pimpinannya?

Saudara, marilah kita kembali kepada ayat firman yang kita baca diatas, bahwa seorang hamba harus taat kepada tuannya dengan tulus hati, sama seperti kita taat kepada Kristus.

Dan dengan rela melakukan pekerjaan kita seperti orang yang sedang melayani Tuhan dan bukan manusia.

Memang tidak gampang untuk berbuat baik dan taat kepada pimpinan yang kita rasakan tidak adil terhadap kita.

Tetapi ingatlah setiap kebaikan yang kita lakukan tanpa melihat dan menilai hidupnya atau juga mengharapkan balasan dari orang tersebut, maka Tuhan sendirilah yang membalas kebaikan itu bagi kita sesuai dengan cara-Nya dan pada waktu-Nya.

Teruslah hidup memancarkan kebaikan bagi banyak orang.

Apakah kita merasa jauh lebih baik daripada orang lain, sehingga sering menilai seseorang dari tindakannya, yang membuat kita tidak tulus hati dalam berbuat baik, apalagi untuk taat bila itu pemimpin kita?

atau sudahkan kita melakukan hal-hal yang baik, taat dan tulus hati secara konsisten untuk pemimpin sama seperti kita lakukan untuk Kristus?

Diskusikan dengan saudara seiman kita, apa yang harus kita perbaiki

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Tawarikh 15-17

Jumat, 5 Mei 2023

MENJADI KAYA DALAM KEBAJIKAN

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 TIMOTIUS 6:17-19

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Peringatan apa yang Tuhan berikan bagi orang-orang kaya?
  2. Dan anjuran apa yang Tuhan berikan bagi mereka, orang-orang kaya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Menjadi seorang kaya, dengan banyak uang dan harta adalah keinginan banyak orang.

Mengapa? karena menjadi kaya akan menyebabkan mereka keluar dari kesukaran dalam memperoleh uang.

Kedua, karena dengan uang mereka akan mampu membeli barang yang mereka inginkan, atau misalnya pergi ke tempat-tempat yang jauh, yang selama ini hanya mampu diimpikan.

Ya, banyak uang adalah banyak kesenangan.

Tetapi apakah ini yang Tuhan inginkan bagi umat-Nya.

Tuhan memang tidak melarang seseorang untuk menjadi kaya, tetapi Tuhan memberikan peringatan bagi orang yang ingin kaya dan orang yang sudah menjadi orang kaya.

1 Timotius 6:10: “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”

Karena gambaran yang indah dan menyenangkan tentang orang yang memiliki banyak uang, ini mendorong orang untuk memburu uang, bekerja keras dengan tujuan utama: mendapatkan uang sebanyak-banyaknya.

Sejarah telah membuktikan betapa banyak kejahatan dan penyimpangan yang terjadi oleh karena CINTA uang.

Uang nya sendiri tentu bukanlah dosa, tetapi cinta akan uang telah menyebabkan banyak orang termasuk umat Tuhan menjadi menyimpang dari jalan Tuhan.

Jadi yang salah adalah motif seseorang dalam mengumpulkan uang.

Motif yang benar adalah: “carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. (Matius 6:33).

Artinya ketika kita bekerja untuk mendapatkan uang, maka motif yang utama adalah untuk memuliakan Tuhan, dengan demikian kita akan menjalani proses mendapatkan uang dengan benar.

1 Timotius 6:17: “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.”

Bagi mereka yang sudah menjadi kaya, Tuhan memberikan peringatan agar mereka tidak sombong, mengandalkan kekayaan sehingga merasa bahwa mereka bisa melakukan segala-galanya tanpa pertolongan Tuhan.

Dan bukankah banyak orang kaya yang bersikap demikian? Mereka merasa bisa berbuat apa saja, termasuk mengeksploitasi orang lain untuk kesenangan mereka.

Dan Tuhan memberikan peringatan yang keras bagi mereka yang bersikap demikan.

Yeremia 17:5: “Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!”

Jadi menjadi kaya seperti apa yang Tuhan inginkan? 1 Timotius 6:18: “Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi”.

Tuhan ingin agar kita menjadi kaya dalam kebajikan, senang memberi dan berbagi!

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang keinginan menjadi kaya, dan bagaimana hal itu bisa menyebabkan penyimpangan perilaku.

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Tawarikh 12-14

Kamis, 4 Mei 2023

KEBAIKAN HATI YANG DIKETAHUI SEMUA ORANG

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

FILIPI 4:4-7

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Tuhan memberikan perintah agar umat-Nya bersukacita, apakah alasannya?
  2. Mengapa Tuhan meminta agar kebaikan hati kita diketahui semua orang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan menghendaki agar umat Tuhan bersukacita, bergembira oleh karena kita mengenal dan dikenal oleh Tuhan.

Kita bersukacita karena kita telah mengalami dan merasakan kasih-Nya, anugerah-Nya, kebaikan-Nya.

Dan bersukacita bahkan ditengah situasi yang sulit ini besar kuasanya.

Perasaan bahagia, hati yang gembira ini akan memicu hormon doparmin, oksitosin, serotonin, dan endorfin.

Dan efek dari zat kimiawi ini antara lain akan menyebabkan suasana hati yang positif, membangkitkan optimisme dan gairah.

Jika ini terus berlangsung, bukankah hal ini akan meningkatkan daya tahan tubuh.

Itulah sebabnya Salomo dengan hikmat yang Tuhan berikan dapat mengatakan: “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang”. (Amsal 17:22).

Orang yang berbahagia, terlebih dalam situasi yang sukar, juga akan membuat orang bertanya-tanya.

Dan bukankah hal ini adalah kesempatan yang baik untuk kita bersaksi.

Karena Tuhan juga menghendaki agar kebaikan kita diketahui oleh semua orang.

Tujuannya tentu bukan supaya kita pamer kebaikan, pamer bahwa kita diberkati Tuhan, khususnya berkat-berkat finansial.

Tuhan ingin agar kita mengabarkan, menceritakan kasih dan anugerah Tuhan yang telah kita alami.

Anugerah Tuhan yang telah membuat kita menjadi ciptaan baru dengan perilaku yang sudah Tuhan ubahkan dan yang sedang Tuhan ubahkan.

1 Timotius 3:7: “Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.”

Ayat ini memang ditujukan sebagai kriteria seorang penilik jemaat.

Artinya ini memang kriteria untuk para pemimpin, khususnya bagi penatua, gembala jemaat, pengkhotbah, pemimpin jemaat.

Tetapi secara umum, sangat baik jika kita juga mempunyai nama baik di luar jemaat.

Artinya kita bukan dikenal sebagai orang yang: pemalas, pemarah, kikir, pembohong dan sifat buruk lainnya.

Tetapi teman kita di kampus atau rekan di kantor atau tetangga, jika ada yang bertanya, maka mereka akan mengatakan bahwa kita adalah orang yang baik, misalnya: suka menolong, murah hati, rajin, di tempat kerja tidak pernah melakukan hal yang tercela.

Jadi, marilah kita berlomba dalam berbuat baik, bukan supaya kita terkenal dan orang memuji kita.

Tetapi supaya kita menjadi berkat bagi orang lain dan nama Tuhan dimuliakan. Sekali lagi, agar nama Tuhan yang ditinggikan, bukan kita yang dipuji.

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang arti dari: mencuri kemuliaan Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Tawarikh 9-11

Rabu, 3 Mei 2023

BERBUAT BAIK BERASAL DARI ALLAH

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

3 YOHANES 1:9-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dilakukan oleh Diotrefes sehingga dia dipandang sebagai orang yang jahat?
  2. Apa tanda orang yang dikenal Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuntutan menjadi orang yang baik tidak begitu sering dilontarkan oleh pemimpin Kristen.

Karena menjadi orang yang “baik” juga merupakan anjuran umum dari banyak orang, yang berlaku juga secara umum, untuk semua orang, tanpa memandang agama dan latar belakang.

Lalu kebaikan apa yang membedakan umat Tuhan dengan kebaikan universal yang biasa dipahami oleh masyarakat luas?

Umat Tuhan selayaknya memiliki kebaikan universal yang dipahami oleh masyarakat umum dan yang berpadanan dengan nilai-nilai Alkitab.

Misalnya: rajin, sopan, jujur, disiplin, ulet dalam bekerja, tidak mudah menyerah, ringan tangan dalam menolong sesama yang membutuhkan, berintegritas (apa yang diucapkan sama dengan apa yang dikerjakan).

Lalu sifat-sifat baik apakah yang dapat ditemukan dalam Firman Tuhan, antara lain:

  1. Kisah Para Rasul 11:24: “karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.” Orang baik adalah orang yang penuh dengan Roh Kudus, artinya yang hidupnya dipimpin oleh Roh dan yang bertindak dengan iman. Bukan orang sembrono yang bertindak sembarangan.
  2. Efesus 5:8-9: “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.” Orang yang baik adalah orang yang hidup di dalam terang, tidak suka menyembunyikan perbuatan dosa, tidak bersikap munafik atau memakai topeng untuk menyembunyikan kesalahannya.
  3. Titus 2:12: “Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini.” Orang baik adalah orang yang tidak hidup dengan nilai-nilai duniawi, misalnya mengejar kekayaan dan kesenangan duniawi. Orang baik dalam pandangan Tuhan, akan memprioritaskan untuk mencari apa yang Tuhan suka, bukan apa yang dia suka. Mereka juga akan hidup bijaksana, bersikap adil, senang beribadah atau bersekutu dengan saudara seiman.
  4. Galatia 6:10: “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” Tuhan juga menginginkan agar kita menaruh perhatian khusus kepada saudara seiman, memperhatikan kebutuhan mereka, berdoa bagi mereka.

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang pengalamanmu dalam melakukan berbagai kebaikan. Baik di rumah, di gereja, di sekolah/kampus dan di tempat kerja

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Tawarikh 7-8

Selasa, 2 Mei 2023

KEHENDAK ALLAH AGAR KITA BERBUAT BAIK

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 PETRUS 2:13-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Selama kita hidup bermasyarakat, kepada siapakah kita harus tunduk dan hormat?
  2. Apa tujuan Allah sehingga kita perlu berbuat baik?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Allah adalah Allah yang Baik, Allah yang berlimpah kebaikan-Nya.

Dan Dia menginginkan agar umat tebusan-Nya pun menjadi umat yang baik.

Dan kita tentu tidak bisa mengatakan bahwa kita adalah orang yang baik, tanpa ada konfirmasi dari lingkungan dimana kita tinggal, bekerja dan beraktivitas.

1 Petrus 2:13-14 “Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.”

Tuhan menghendaki agar kita menjadi warga negara yang baik: tunduk kepada pemerintah, yang memegang kekuasaan eksekutif.

Tunduk kepada aparat penegak hukum: kepolisian, kejaksaan dan semua lembaga yudikatif.

Sekali pun tidak ada lembaga yang ideal, tetapi Tuhan lah yang menetapkan pemerintahan di sebuah negara.

Roma 13:1 “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.”

Jadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kita jangan ragu untuk menghormati pemerintah, aparat penegak hukum.

Misalnya, jika sudah bekerja maka kita taat dalam membayar pajak.

Di jalan raya kita taat pada peraturan lalu lintas.

Misalnya tidak menjalankan kendaraan ketika lampu lalu lintas pada posisi Merah, sekali pun lalu lintas sepi di malam hari.

Di sekolah atau di kampus kita menghormati guru dan dosen yang mengajar kita.

Di tempat kerja kita menghormati atasan kita atau pemilik perusahaan dimana kita bekerja.

Efesus 6:5-6 “Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah.”

Dan kita tidak boleh lupa untuk menghormati dan mentaati orang tua kita, berbuat baik bagi mereka.

Efesus 6:1-3 “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.”

Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang pengalamanmu dalam ketaatan terhadap pemerintah dan semua lembaga sekuler: sekolah, kampus, dan sebagainya.

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Tawarikh 6