Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apa yang terjadi apabila kita mengikatkan diri kita pada Tuhan?
Orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap siapa?
Mengapa dikatakan bahwa tubuh kita sejatinya bukan milik kita lagi?
Apa yang harus kita lakukan dengan tubuh kita?
Perikop yang kita baca hari ini mengingatkan kita bahwa pertumbuhan rohani kita tidak hanya fokus mengenai hal rohani yang tidak terlihat namun juga terkait bagaimana kita menggunakan tubuh kita secara keseluruhan untuk menggenapi rencanaNya.
Kehidupan rohani kita juga ditentukan dengan bagaimana kita dapat menguasai tubuh jasmani kita terhadap hal-hal yang dapat menjerumuskan kita dalam dosa.
Roh Kudus mengingatkan kita senantiasa bahwa tubuh kita sejatinya bukan milik kita lagi, jadi apa yang kita makan dan minum, apa yang masuk ke dalam pikiran kita dan akhirnya menjadi tindakan seharusnya sesuai dengan kehendak Allah sebagai pemiliki tubuh kita yang adalah baitNya bukan sesuka hati kita.
Seperti tubuh jasmani kita yang memerlukan makanan sehat agar kita tidak mengalami berbagai macam penyakit, demikian juga pikiran dan roh kita memerlukan makanan yang sehat, bukan bacaan atau tontonan sampah dunia, agar kita bertumbuh secara akal budi dan rohani dengan sehat.
Berapa banyak waktu kita habiskan untuk melihat dan mendengar hal-hal yang sia-sia bahkan sampah dalam bentuk apapun yang ditawarkan oleh dunia, bagaimana mungkin manusia rohani kita bisa sehat.
Sama seperti tubuh jasmani yang sering sakit-sakitan karena pola makan dan pola hidup yang salah dan berlangsung lama, demikian juga dengan manusia rohani kita yang jarang atau bahkan tidak diberikan makanan rohani dari Firman Tuhan.
Friman Tuhan mengingatkan bahwa dunia ini menawarkan keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup, semuanya bersifat merusak tidak hanya bagi tubuh jasmani tetapi juga bagi kesehatan rohani kita.
Sama seperti Tuhan telah menghargai tubuh kita dengan menebusnya menggunakan darah Kristus untuk dijadikan baitNya, demikian juga kita seharusnya menghargai tubuh yang Tuhan percayakan kepada kita.
Mulailah dengan secara rutin membaca Firman Tuhan sebagai makanan rohani yang Tuhan sediakan, melayani Tuhan sesuai dengan panggilan dan talenta akan melatih otot-otot rohani kita berfungsi dengan baik.
Tubuh jasmani kita harus dirawat dengan baik melalui makanan sehat dan pola hidup yang baik, itulah bentuk penghargaan kita kepada baitNya yang telah dipercayakan kepada kita.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apa yang diminta Paulus kepada Tuhan untuk jemaat di Efesus agar mengenal Dia dengan benar?
Apa tujuan doa Paulus meminta Tuhan untuk menjadikan mata hati kita terang?
Apa yang ditentukan bagi orang-orang kudus dan orang-orang percaya?
Apa yang telah diletakkan dibawah kaki Kristus dan Jemaat yang adalah tubuhNya?
Ada beberapa ilustrasi yang menggambarkan posisi kita didalam Tuhan yaitu sebagai rumahNya dan sebagai tubuhNya.
Sebagai bangunan kita adalah baitNya yang dibangun diatas dasar Kristus dan sebagai tubuhNya dimana Kristus adalah kepala dari tubuh tersebut.
Jemaat sebagai baitNya memiliki tanggung jawab tidak hanya membangun tetapi juga memelihara baitNya agar semua bagian tersusun rapi dan berfungsi untuk menggenapi kehendakNya.
Paulus menyadari betapa mulia bagian yang ditentukanNya bagi orang-orang kudus yaitu kita orang-orang percaya sebagai baitNya, oleh karena itu kita tidak dapat sembarangan membangun baitNya dengan pemikiran manusia yang sangat terbatas.
Pada masa Perjanjian Lama ketika membangun baitNya secara fisik, Tuhan memberikan informasi dengan detail seperti apa ukuran dan material yang perlu dibuat untuk bait suci pada waktu itu.
Seluruh ukuran diberikan dengan rinci, material bangunan serta kain yang digunakan juga harus dibuat sesuai kualitas yang Tuhan kehendaki.
Selain itu orang-orang yang mengerjakannya harus benar-benar memang ahli dalam bidangnya dan yang diurapi secara khusus.
Seluruh instruksi diberikan Tuhan melalui pewahyuan sehingga bangsa Israel dapat membangunnya tepat seperti yang dikehendakiNya.
Hari ini kita adalah baitNya yang sedang Tuhan bangun, kita perlu senantiasa berkomunikasi melalui persekutuan kita dengan Tuhan, kita membutuhkan pewahyuan ilahi yang konsisten sehingga baitNya dapat dibangun sesuai dengan waktuNya dengan kualitas yang terbaik seperti yang dikehendakiNya.
Apa yang kita dengar, kita baca, kita lihat dan pikirkan itulah yang masuk ke dalam tubuh kita dan akan menjadi bagian dari material baitNya.
Oleh sebab itu kita harus menjaga pikiran kita dengan FirmanNya sehingga bena-benar sesuatu yang mulia yang masuk dan mempengaruhi kehidupan kita.
Bagaimana dengan Saudara? Apakah kita membiarkan semua makanan masuk ke dalam perut kita atau membiarkan semua yang kita dengar dan lihat masuk dipikiran dan mempengaruhi kehidupan kita?
Kita adalah baitNya, mari kita rawat manusia jasmani dan rohani kita seperti yang dikehendakiNya, sehingga kita tidak hanya sehat secara jasamani tetapi juga bertumbuh dengan kuat manusia rohani kita.
BaitNya yang penuh kemuliaan dan penuh kuasa adalah kehendakNya, mari kita lakukan bagian kita dengan melakukan apa yang sudah diwahyukan kepada kita melalui firmanNya.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Seperti apa dapat disamakan orang yang mendengar perkataan Tuhan dan melakukannya?
Apa yang terjadi dengan rumah orang bijaksana?
Seperti apa yang disebut sebagai orang bodoh sesuai perikop yang kita baca hari ini?
Apa yang terjadi dengan rumah orang bodoh ketika ada hujan dan banjir?
Yesus membagi dua macam orang dalam hal bagaimana seseorang merespon Firman Tuhan yang didengarnya, yaitu seperti orang bijaksana dan orang bodoh.
Saudara, orang bijaksana dan orang bodoh dalam perumpamaan ini rupanya tidak ada hubungannya dengan tingkat pendidikan tetapi sangat berhubungan dengan bagaimana seseorang menanggapi Firman Tuhan yang didengarnya.
Mari kita mulai dengan orang bodoh, seseorang yang mendirikan rumah diatas pasir.
Orang seperti ini bukan berarti tidak tahu kebenaran, mereka tahu tetapi mengabaikannya.
Perkataan Tuhan dianggap sebagai kata-kata yang memberi semangat pada saat didengar tetapi hanya berhenti sampai disitu saja.
Tidak ada tindakan untuk melakukan apa yang telah didengarnya.
Bisa jadi karena merasa bahwa tidak akan pernah ada hujan dan banjir atau merasa pasti kuat bila rumahnya menghadapi banjir, angin dan hujan.
Mereka sejatinya orang-orang yang tidak percaya bahwa perkataan Tuhan memberi kekuatan pada saat ada badai melanda.
Sangat mungkin juga ini adalah orang-orang sombong yang mengandalkan kekuatannya, dan mengabaikan untuk mengikuti apa yang Tuhan perintahkan.
Ketika hari itu tiba orang bodoh baru menyesali keberadaan dirinya yang tidak mengikuti perkataan Tuhan.
Orang bijaksana yang mendengar perkataan Tuhan dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari diumpamakan sebagai orang yang mendirikan rumah diatas batu.
Orang ini mungkin bagi dunia tidak diperhitungkan, tetapi setia mengikuti dan melakukan Firman Tuhan.
Ketika banjir dan angin menerpa rumahnya maka orang akan melihat bagaimana rumah orang bijaksana ini tetap berdiri.
Orang bijaksana mau mendengar dan mengikuti perkataan Tuhan yang disampaikan melalui pemimpin atau saudara seiman lainnya.
Bagaimana dengan kita hari ini? Ada banyak Firman Tuhan yang sudah kita dengar, mulai dari saat teduh, dari hamba Tuhan yang menyampaikan di ibadah atau di media, di dalam kelompok pemuridan dan persekutuan.
Mari kita bersikap sebagai orang yang bijaksana, membangun rumah diatas batu.
Setiap perkataan Tuhan tidak hanya memberi semangat tetapi juga ada bagian kita untuk melakukan apa yang kita dengar.
Kita adalah baitNya, ingatlah untuk membangun baitNya dengan benar diatas batu dengan cara melakukan apa yang menjadi amanatNya.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Pertanyaan apa yang diajukan Yesus kepada murid-muridnya pada ayat 13? Apa jawaban murid-muridNya?
Pertanyaan apa yang diajukan Yesus kepada murid-murid untuk kedua kalinya pada ayat 15?
Apa jawaban Petrus terhadap pertanyaan Yesus pada ayat 15 tadi? (Ayat 16)
Apa yang katakan Yesus tentang Simon Petrus? (Ayat 18)
Kepada siapa kunci Kerajaan Allah diberikan oleh Yesus?
Jika kita membaca dengan teliti Injil Matius 16:13-19, kita bisa bagi menjadi 3 konteks, yaitu:
Konteks tentang pertanyaan Identitas Yesus -Matius 16:13b,15, konteks tentang jawaban Petrus atas pertanyaan Yesus -Matius 16:16c, dan tentang respon Yesus terhadap jawaban Petrus -Matius 16:17-19.
Berdasarkan perikop bacaan diatas kita menemukan, bahwa Petrus adalah murid yang pertama kali mengakui Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.
Yesus mengatakan “Engkau adalah Petrus dan diatas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu”.
Menurut saudara, siapakah yang di maksud “batu karang” di dalam ayat tersebut? Apakah orang yang di maksud ayat tersebut adalah Simon Petrus? Tentu tidak, yang dimaksud dengan “batu karang” itu adalah Yesus sendiri.
Dalam bacaan hari ini ada berbagai jawaban atau pengakuan murid-murid tentang siapa Yesus menurut mereka.
Bagaimana jika pertanyaan yang sama, ditujukan kepada kita, siapa sesungguhnya Yesus menurut saudara dan saya? Tentu jawaban kita akan mayoritas sama, yaitu Yesus adalah Tuhan dan Juruslamat kita.
Jawaban itu tidak salah. Namun kenyataan didalam realitas sehari-hari, tidak jarang diantara kita ragu tentang siapakah Yesus menurut pribadi kita masing-masing.
Bahkan kita pernah bertanya, sewaktu kita mengalami pergumulan hidup, Tuhan dimanakah Engkau? Ketika pergumulan tersebut dijawab oleh Tuhan timbulah pengakuan dari hati yang paling dalam dan dari mulut kita, siapa Yesus itu menurut kita.
Mungkin ada yang menjawab Yesus adalah penolong dalam hidupku, Yesus adalah jalan keluar sewaktu aku dalam keadaan jalan buntu, mungkin ada yang menjawab Yesus adalah dokter dan tabib yang menyembuhkan sakitku, Yesus adalah kekuatanku disaat aku tidak berdaya, dsb.
Dari jawaban-jawaban tadi, percayalah bahwa Tuhan sendiri yang menyatakan itu kepada saudara.
Jawaban itu melalui suatu pengenalan yang dalam tentang Yesus dan juga pengalaman kita bersama dengan Dia.
Jadi pengakuan itu bukan muncul karena kita menghafalkan siapa Yesus itu, atau pengakuan tersebut timbul karena kita copy paste dari pengalaman orang lain.
Di sepanjang tahun 2024 ini, kita tidak tahu apa yang akan terjadi, bahkan banyak orang yang mengatakan kondisi Indonesia sedang tidak baik.
Namun hendaklah kita jemaatNya sadar dan terus di bangun diatas batu karang yang sejati, yaitu Yesus Kristus Tuhan.
Pengakuan kita tentang siapa Yesus itu juga merupakan salah satu bukti, bahwa kita sudah dan terus di bangun diatas “batu karang”.
Kita pasti mampu dan tegar menghadapi setiap tantangan dan pergumulan yang mungkin saja terjadi di tahun 2024 ini.
Ingat bahwa jika hidup jemaat dibangun di atas batu karang, maka pintu gerbang maut tidak akan menguasainya.
Artinya tidak ada kuasa apapun yang dapat menghancurkan Jemaat Tuhan.
Dengan kata lain gereja Tuhan akan terus hidup dan tidak ada satu kuasa apapun yang dapat menghancurkannya.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan yang kita baca hari ini. Sadarkah kita bahwa hidup kita di bangun diatas batu karang, yaitu Yesus situ sendiri? Jika kita mengetahuinya, maka apa yang akan kita lakukan kedepan? Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya!
Apa yang senantiasa harus kita persembahkan?
Apa korban syukur yang memuliakan namaNya?
Apa yang tidak boleh kita lupakan sesuai perikop yang kita baca hari ini?
Korban-korban apa yang berkenan kepada Allah?
Korban syukur adalah bentuk pengorbanan yang memanifestasikan kepercayaan kita kepada Tuhan dalam bentuk ucapan tulus dalam segala kondisi.
Kecenderungan manusia untuk bersyukur biasanya hanya ketika kondisi yang baik atau sesuai harapannya, namun ketika kondisi menjadi tidak baik, semakin buruk atau tidak sesuai dengan harapan akan menjadi sulit untuk bersyukur bahkan tidak sedikit menjadi kecewa dengan Tuhan.
Memberikan korban kepada Tuhan berarti ada sesuatu yang kita korbankan untuk kita berikan kepada Tuhan.
Seperti Abraham mengorbankan anaknya kepada Tuhan pada saat Tuhan meminta untuk dikorbankan, dalam hal ini Abraham harus kehilangan anak satu-satunya karena harus dikembalikan kepada Tuhan.
Abraham siap kehilangan anaknya dan bersiap kembali seperti sediakala tidak memiliki anak, itulah arti berkorban.
Kita tahu bahwa Tuhan menghargai pengorbanan Abraham, sejarah mencatat pada akhirnya keturunannya seperti pasir di laut dan bintang di langit.
Korban syukur berarti kita memilih untuk memiliki hati yang bersyukur sekalipun mungkin doa kita tidak dijawab oleh Tuhan, atau kita mengalami suatu kondisi yang tidak sesuai dengan apa yang kita harap dan doakan.
Korban syukur mungkin tidak mudah kita berikan karena hati kita yang cenderung mengikuti keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup.
Namun kita harus ingat bahwa Roh Kudus ada di dalam hidup kita dan memberikan kekuatan kepada kita untuk kita senantiasa mempersembahkan korban syukur.
Korban syukur berarti juga kita mengorbankan waktu-waktu kita untuk melayani Tuhan dalam berbagai bidang sesuai talenta atau panggilan sekalipun tanpa imbalan.
Kita tetap bersukacita karena mempersembahkan waktu kita untuk gereja lokal dimana kita dan keluarga bertumbuh serta menjadi berkat.
Mari kita melayani dia dengan antusias menggunakan waktu-waktu yang Tuhan sediakan sebagai korban syukur.
“Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya” (Ibrani 13:15).
Renungkan kebenaran Firman Tuhan hari ini, adakah yang Tuhan inginkan untuk Saudara lakukan? Diskusikan dengan kelompok PA dan Persekutuan.