Minggu, 30 Juni 2024

HIDUP DIPIMPIN OLEH ROH

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

GALATIA 5:16-25

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang terjadi ketika kita hidup oleh Roh?
  2. Seperti apa saja perbuatan daging itu?
  3. Apa saja buah Roh yang seharusnya menjadi milik orang-orang percaya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging”

Pernyataan diatas tentu diketahui oleh banyak orang Kristen.

Kita bukan tidak tahu bahwa keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh.

Kita juga tahu bahwa apa yang berasal dari daging tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Namun, masalahnya hari ini kita masih hidup dalam daging dan ada begitu banyak keinginan daging yang ingin kita puaskan.

Apakah Saudara pernah merasa frustasi karena merasa tidak bisa mengikuti keinginan Roh Allah yang begitu sempurna?

Apakah Saudara pernah merasa terintimidasi terus menerus karena tidak mampu mematikan keinginan daging yang terus muncul?

Dalam Roma 7:13-26, Paulus dengan jujur menceritakan pergumulannya. Ia ingin berbuat baik, tapi malah yang jahat yang muncul.

Dari perikop ini kita pun bisa merasakan pergumulannya, karena kebanyakan orang juga mengalami pergumulan yang sama.

Hanya saja ada yang mengakui dan ada yang tidak.

Tapi puji Tuhan di akhir perikop tersebut dan di bacaan kita hari ini, Paulus bisa mengucap syukur.

Dia tahu bahwa pengharapannya ada dalam Tuhan Yesus.

Kita bisa hidup dalam Roh bukan oleh pekerjaan dan kekuatan kita sendiri, tapi karena kasih karunia Allah.

Karena pekerjaan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita.

Ia mengubah hati dan pikiran kita, dan kemudian mempengaruhi tindakan kita.

Mereka yang berusaha berbuat baik dan menghasilkan buah Roh dengan kekuatan sendiri pasti akan frustasi dan terintimidasi, tapi ketika hati kita diubahkan oleh kasihNya, perbuatan baik menjadi sesuatu yang natural.

Diskusikanlah dengan pembimbing Saudara bagaimana mempraktekkan hidup dipimpin Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari!

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 86-89

Sabtu, 29 Juni 2024

TANDA-TANDA YANG MENYERTAI ORANG PERCAYA

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MARKUS 16:14-18

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang Yesus tegur ketika Ia menampakkan diri kepada kesebelas muridNya?
  2. Perintah apa yang Yesus sampaikan setelah Ia menegur murid-muridNya?
  3. Tanda-tanda apa saja yang menyertai orang-orang yang percaya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebelum Tuhan Yesus terangkat ke sorga, Ia menyatakan dengan jelas kepada murid-muridNya bahwa tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya.

Yang dimaksud dengan orang-orang percaya bukan hanya murid-murid di zaman Tuhan Yesus, tapi juga kita yang hidup hari ini dan percaya kepada pemberitaan Injil.

Mari kita rangkum, tanda-tanda yang disebutkan oleh Tuhan Yesus:

  • Kita akan mengusir setan-setan demi namaNya
  • Kita akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru
  • Kita akan memegang ular
  • Sekalipun kita minum racun maut, kita tidak akan mendapat celaka
  • Kita akan meletakkan tangan atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh

Wow, bukankah sangat luar biasa tanda-tanda tersebut?

Lalu, apakah hari ini kita mengalami tanda-tanda itu dalam hidup kita?

Jika Ya, puji Tuhan! Mari kita terus mengandalkan Tuhan sehingga tanda-tanda itu senantiasa menyertai kita untuk membawa kemuliaan Tuhan bagi dunia yang gelap ini.

Jika Tidak, mari kita intropeksi diri. Mengapa tidak terjadi dalam hidup kita?

Apakah  ada hal-hal yang menghalangi kita untuk mengalami janji Tuhan digenapi?

Sebelum Yesus menyatakan tanda-tanda ini, Ia terlebih dulu mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati murid-muridNya oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitanNya.

Hari ini, adakah ketidakpercayaan dan kedegilan hati yang masih ada?

Adakah kekuatiran, ketakutan, keraguan yang menjadi ciri ketidakpercayaan?

Adakah kedegilan yang terlihat pada hal atau kebiasaan yang kita tau harus ditinggalkan namun masih dijalani?

Adakah pengalaman pahit di masa lalu yang membuat kita sulit percaya kepada PribadiNya?

Adakah kenyataan atau fakta yang dihadapi, begitu kuat menguasai pikiran kita, sehingga sulit untuk lebih mempercayai firmanNya?

Saudaraku, panggilanNya tetap sama dari zaman ke zaman….”Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk.”

Sekalipun Yesus tahu kelemahan dan kekurangan murid-muridNya, Ia tetap mengutus mereka.

Ia tetap memberikan janji akan tanda-tanda yang menyertai mereka yang percaya.

Kita melayani bukan karena kehebatan kita, tapi karena kita mengalami kasih Kristus yang begitu ajaib.

Kasih itu membuatNya merendahkan diriNya dan Dia mau melayani kita.

Mari Saudara, arahkan pandanganmu kepada Yesus.

Alami kuasa Injil, bangun iman Saudara, dan alami janjiNya digenapi dalam hidup Saudara.

Berdoalah Saudara secara pribadi untuk mengalami janji Tuhan digenapi dalam hidup Saudara dan mulailah melangkah dengan iman untuk mempraktekkannya!

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 80-85

Jumat, 28 Juni 2024

MEMPERSIAPKAN JALAN UNTUK TUHAN

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 40:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Perkataan apa yang diserukan oleh suara di padang gurun menurut nubuat nabi Yesaya?
  2. Menurut Saudara siapakah yang dimaksud dengan suara itu?
  3. Apa yang terjadi ketika seruan tersebut digenapi?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Mempersiapkan jalan untuk Tuhan adalah seruan nabi Yesaya, yang merupakan nubuat dan digenapi oleh Yohanes Pembaptis.

Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan untuk Tuhan dengan menyerukan “Bertobatlah, sebab kerajaan Sorga sudah dekat!”

Apa artinya mempersiapkan jalan bagi Tuhan untuk kita hari ini?

Apakah hanya Yohanes Pembaptis yang mendapatkan tugas tersebut, atau seluruh umat Tuhan patut melakukannya?

Tuhan Yesus menjadi penggenapan Kerajaan Sorga dinyatakan di dunia ini. Karena karyaNya di kayu Salib-lah, maka kerajaanNya bisa dinyatakan di segala zaman.

Namun, karena dunia belum mengalami kesudahannya, maka kita semua yang percaya kepadaNya menjadi alat untuk menyatakan kerajaanNya.

Ini artinya kita ikut menghadirkan pemerintahanNya di muka bumi dengan menegakkan kebenaranNya, hidup dalam kasih dan kuasaNya.

Setiap hal yang kita lakukan untuk menyatakan kerajaan Allah di sekitar kita adalah manifestasi dari menyiapkan jalan bagiNya.

Melalui kasih yang kita tunjukkan kepada sesama kita, maka kasih itu akan membuat mereka tergerak dan menjadi lembut hati untuk akhirnya menerima kasih Kristus.

Kemurahan hati yang kita lakukan dengan tulus menjadi jalan bagi orang lain untuk melihat bahwa masih ada orang yang tidak mementingkan diri di tengah orang-orang yang cenderung egois, sehingga akhirnya mereka mau menerima Roh Allah.

Mempersiapkan jalan bagi Tuhan sesungguhnya sederhana.

Renungkan, lalu praktekkan FirmanNya. Biarkan RohNya bekerja melalui kita dan mengubahkan pribadi kita, dan kemudian juga akan mengubah setiap orang yang terhubung dengan kita.

Apakah Saudara sedang mempersiapkan jalan bagi Tuhan?

Bagaimana Saudara dapat mempersiapkan jalan bagi Tuhan hari ini? Cobalah untuk mempraktekannya khususnya bagi orang-orang yang belum mengenal Tuhan di sekitar Saudara.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 78-79

Kamis, 27 Juni 2024

BUMI PENUH DENGAN KEMULIAAN TUHAN

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 6:1-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang diserukan oleh para Serafim dalam penglihatan nabi Yesaya?
  2. Bagaimana respon nabi Yesaya ketika mendapat penglihatan tersebut?
  3. Bagaimana respon Tuhan terhadap nabi Yesaya dan jawaban Yesaya terhadap respon tersebut?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yesaya 6:3 berkata “Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaanNya.”

Perkataan ini diucapkan oleh para Serafim dalam suatu penglihatan yang diperoleh oleh Yesaya.

Yesaya adalah nabi yang mengiringi empat raja Yehuda.

Pada saat itu Israel sudah terpecah menjadi dua kerajaan, dikalahkan oleh musuh berkali-kali, dan mereka hidup jauh dari perintahNya.

Saat Tuhan memberikan nyanyian kepada para Serafim tentang bumi penuh kemuliaanNya, Tuhan tahu bahwa nantinya bangsa Israel dan Yehuda akan semakin berubah setia, terbuang, dan diserakkan.

Sejauh mata memandang, bumi tidak penuh dengan kemuliaanNya saat itu.

Sekarang pun, bumi penuh dengan kejahatan manusia, bahkan lebih parah lagi, kejahatan semakin meningkat.

Lalu mengapa Tuhan tetap menyatakan kuduslah Tuhan semesta Alam dan bumi penuh kemuliaanNya?

Karena Ia mau menyatakan bahwa itulah ketetapan dan rencanaNya sejak semula yang digenapi dalam Yesus ketika Ia mati di kayu salib.

Bahkan dengan keadaan bumi yang bagaimanapun, Dia tidak beralih! Dia tetap bekerja….Dia mau menyatakan kekudusan dan kemuliaanNya.

Area manakah dalam hidup Saudara yang sedang mengalami kekelaman?

Sesungguhnya kita semua sama dengan nabi Yesaya.

Ketika berhadapan dengan kekudusan Allah, tidak seorangpun di antara kita yang akan tahan.

Kita najis bibir, hati kita penuh dengan kejahatan. Kita dilayakkan semata-mata karena darah Yesus.

Panggilan Allah bagi Yesaya juga berlaku bagi kita…”Siapakah yang akan Aku utus?”

Maukah kita menanggapi panggilan Tuhan seperti nabi Yesaya “Ini aku, utuslah aku”?

Karena tanggapan kita akan menentukan sekali, dimana kita akan berada dari kemuliaan Tuhan yang dinyatakan pada zaman ini.

Apakah Saudara sudah menjawab panggilanNya? Dapatkah Saudara melihat kemuliaan Tuhan sekalipun di tengah dunia yang rusak?

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 74-77

Rabu, 26 Juni 2024

MENJADI GARAM DAN TERANG DUNIA

Penulis : Aris Handoko & Team

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 5:13-16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dengan apakah kita diumpamakan?
  2. Apa yang terjadi jika garam itu menjadi tawar?
  3. Apa gunanya terang kita bercahaya di depan orang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, melalui Firman Tuhan hari ini, Tuhan Yesus ingin menekankan agar kita anak–anak Tuhan tidak kehilangan hakikat kita: menjadi dampak bagi dunia ini.

Garam, selain diperlukan untuk melezatkan makanan, juga berfungsi sebagai pengawet untuk memperlambat pembusukan.

Begitu pula peran kita sebagai anak – anak Tuhan di dunia ini.

Dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya, banyak area kompromi (abu-abu) dan bahkan tidak ada standar moral dan kebenaran yang jelas.

Tuhan ingin agar kehadiran kita di dunia ini berfungsi layaknya GARAM, yaitu memperlambat pembusukan moral yang menghancurkan dunia.

Kita tidak seharusnya sama dengan dunia.

Karena jika kita tidak ada bedanya lagi dengan dunia yang semakin bobrok ini, kita sama seperti garam yang menjadi tawar: kehilangan jati diri dan menjadi tidak berguna.

Tuhan juga ingin agar kita menjadi TERANG.

Tujuannya jelas, untuk menyingkapkan kegelapan sehingga dapat menuntun orang berada pada jalan yang benar.

Allah menempatkan kita di tengah-tengah dunia yang gelap ini untuk menjadi terang bagi banyak orang, sehingga mereka melihat kebenaran Kristus dan diselamatkan.

Di mana ada terang, kegelapan pasti sirna. Teranglah yang mengatasi kegelapan, bukan sebaliknya.

Di mana ada orang Kristen, di sana harus ada kebenaran dan keadilan.

Harus nyata batas yang jelas antara benar dan salah, dosa dan kekudusan, tidak ada area blur (abu-abu, remang-remang, kompromi terhadap dosa).

Jadi, itulah sebabnya kita anak-anak Tuhan harus menjadi terang yang terlihat bagi banyak orang.

Seperti terang yang mengatasi kegelapan, kehadiran anak-anak Tuhan harus melenyapkan dosa dan kejahatan.

Dengan demikian, kekudusan dan kebaikan Tuhan nyata bagi semua orang dan nama Tuhan semakin dipermuliakan.

Saudara, kita adalah garam dan terang yang Tuhan tempatkan bagi dunia ini untuk membawa semakin banyak orang kepada Tuhan dan diselamatkan.

Tuhan ingin agar semua orang mendengar Injil dan menerima keselamatan yang sudah Dia sediakan melalui karya salib-Nya yang luar biasa hebat.

Oleh karena itu, mari kita menjadi garam yang mengasinkan dan terang yang mengatasi kegelapan, agar semakin banyak orang diselamatkan dan nama Tuhan Yesus Kristus pun semakin dipermuliakan di tengah-tengah dunia ini.

Amin.

Diskusikanlah dengan rekan persekutuan atau pemuridan Saudara bagaimana Saudara bisa mempraktekkan menjadi garam dan terang di lingkungan di mana Saudara berada.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 70-73