Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang dilakukan murid-murid Kristus yang telah dibaptis Roh Kudus?
Apakah yang diperlukan dalam pemberitaan Injil?
Apakah saudara sudah memberitakan injil disertai tanda dan mujizat?
“Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda” (Kisah Para Rasul 2:43).
Pemberitaan injil disertai tanda-tanda dan mujizat.
“Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”(Markus 16:17-18).
Kehadiran Roh Kudus di dalam diri kita, adalah kuasa yang diberikan Allah untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat.
Saudara, kalau membaca kisah para rasul, maka kita akan temukan cerita yang luar biasa perjalanan para rasul dalam memberitakan Injil, baik kepada orang Yahudi, orang Yunani maupun kepada bangsa-bangsa lain.
Kisah Para Rasul diakhiri pasal 28, namun bentuknya tidak seperti kitab lainnya yang berisi penutup.
Dua ayat terakhir dalam Kisah Para Rasul, “Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus” (Kisah Para Rasul 28:30-31).
Saudara, penulis Kisah Para Rasul tidak menutup kisahnya karena kelanjutannya masih ada, yaitu pemberitaan Injil yang dilakukan para murid Kristus di seluruh dunia hingga hari ini, termasuk pemberitaan Injil yang kita lakukan.
Pemberitaan Injil dengan disertai tanda-tanda dan mujizat adalah tugas kita.
Apapun pekerjaan kita saat ini, membawa jiwa-jiwa kepada Kristus adalah tanggung jawab kita bersama.
Tanggung jawab murid-murid Kristus di seluruh dunia. Jumlah orang Kristen di dunia sekitar 30%.
Jikalau ada 10 orang berdiri, 3 orang di antaranya pastilah Kristen.
Jika orang Kristen di dunia ini masing-masing memberitakan Injil kepada 2 atau 3 orang, maka selesailah Injil diberitakan dan Tuhan Yesus datang kedua kalinya.
Bila di Indonesia ada 10% orang Kristen, maka seluruh orang Kristen memberitakan Injil kepada 9 orang, maka Indonesia selesai mendengar Injil.
Oleh karena ini, mulailah berdoa untuk dipertemukan dengan jiwa-jiwa yang sudah suap dituai.
Beritakanlah Injil dengan tanda-tanda dan mujizat.
Pemberitaan Injil itu tugas kita semua.
Jikalau semua orang Kristen di seluruh dunia mengambil tanggung jawabnya maka dunia akan mendengar Injil.
Semua denominasi harus memiliki visi yang sama, dan bekerja sama untuk bangsa-bangsa penuh kemuliaan-Nya.
Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana memberitakan Injil dengan tanda dan mujizat.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang dimaksud dengan bersaksi?
Saat saudara bersaksi, apakah peranan Roh Kudus?
Apakah yang dimaksud dengan kuasa Roh Kudus?
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”. (Kisah Para Rasul 1:8).
“Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.” Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa” (Kisah Para Rasul 2:40-41).
Janji Allah untuk mencurahkan Roh Kudus digenapi saat hari raya Yahudi yang disebut Pentakosta.
Pentakosta, juga dikenal sebagai Shavuot, adalah festival besar Yahudi yang dirayakan lima puluh hari setelah Paskah, untuk memperingati pemberian Taurat kepada orang Israel.
Pencurahan Roh Kudus terjadi 50 hari setelah kebangkitan Tuhan Yesus, yang adalah domba paskah.
Oleh karena itu, saat pencurahan Roh Kudus, banyak orang Yahudi dari berbagai bangsa ada di Yerusalem.
Mereka mendengar bahasa yang mereka gunakan dari daerah asalnya digunakan murid-murid Yesus saat mereka dibaptis Roh Kudus.
“Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:” (Kisah Para Rasul 2:8).
Salah satu tugas kehadiran Roh Kudus adalah menginsafkan orang berdosa.
Oleh karena itu, peristiwa pencurahan Roh Kudus kepada murid-murid pada hari pentakosta Yahudi membawa mereka untuk mendengarkan kotbah Petrus tentang karya salib Kristus.
Saat itu 3000 orang menyerahkan diri kepada Tuhan Yesus. Roh Kudus membuat 3000 orang bertobat melalui khotbah Petrus.
Saudara, Tuhan Yesus sendiri menjanjikan bahwa kuasa yang diterima oleh murid adalah kuasa yang akan menyertai pemberitaan Injil atau kesaksian.
Kuasa yang kita terima saat dibaptis Roh Kudus, adalah kuasa yang akan menolong kita dalam pemberitaan Injil.
Saudara, tanpa kuasa dari Roh Kudus, kesaksian yang kita sampaikan tidak ada gunanya, seperti tong kosong yang nyaring.
Dengan Kuasa Roh Kudus, pemberitaan Injil yang kita lakukan sangat besar pengaruhnya.
Dalam pemberitaan Injil, tidak boleh mengandalkan kefasihan, pengetahuan Alkitab yang banyak atau pengalaman.
Kita harus bergantung kepada Roh Kudus.
Diskusikan dengan pembimbingmu, bagaimana memberitakan Injil dengan kuasa Roh Kudus.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Mengapa lebih berguna untuk murid-murid apabila Yesus pergi ke sorga?
Apakah tugas Roh Kudus untuk orang berdosa?
Apakah tugas Roh Kudus untuk orang benar?
“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi” (Yohanes 16:7-10).
Kehadiran Roh Kudus sangat penting untuk murid-murid (anak-anak Tuhan).
Tuhan Yesus sendiri yang menegaskannya “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi.
Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu”.Kalau Tuhan Yesus menganggap kehadiran Roh Kudus sangat penting, seharusnya kita juga.
Roh Kudus yang adalah Allah, akan menyertai kita, di dalam kita bersama kita dimanapun kita berada.
Tugas atau pekerjaan Roh Kudus terbagi dua.
Pekerjaan Roh Kudus untuk orang percaya dan pekerjaan Roh Kudus untuk dunia (orang berdosa).
Untuk orang percaya, Roh Kudus akan menjadi penolong, penghibur, pembela, pensyafaat, penasihat, pemberi kekuatan, dan penjaga.
Roh Kudus juga mengingatkan apa yang diajarkan Tuhan Yesus (firman Tuhan), menuntun kita kepada seluruh kebenaran dan mengajarkan kita segala sesuatu.
Secara khusus, Roh Kudus akan menyadarkan kita selalu bahwa kita adalah orang-orang yang sudah diterima oleh Allah sebagai orang yang menyenangkan hati Allah (orang yang sudah dikuduskan oleh darah Yesus).
Pekerjaan Roh Kudus atas orang berdosa adalah menginsafkan mereka atas dosa.
Sampai hari ini Roh Kudus akan terus bekerja di seluruh dunia, supaya orang-orang berdosa bertobat.
Dalam Lukas pasal 15:4, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan gembala yang mencari satu domba yang hilang.
“Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?” (Lukas 15:4).
Allah adalah gembala yang kehilangan domba, kemudian mencari dan pasti menemukannya.
Roh Kudus terus bekerja untuk mencari dan menemukan orang-orang yang terhilang.
Saudara, tugas kita adalah bekerja bersama Roh Kudus untuk menemukan yang hilang dan membawanya kepada Tuhan Yesus.
Berdoalah supaya dipertemukan dengan orang-orang yang sudah ditemukan Roh Kudus, tugas kita adalah membagikan injil kepada mereka.
Orang-orang yang sudah ditemukan Roh Kudus adalah tuaian yang sudah menguning.
Roh Kuduslah yang membuat tuaian itu menguning, tugas kita adalah menuainya.
Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana cara menemukan orang yang Roh Kudus sudah insafkan atas dosa?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang terjadi ketika hati seseorang berbalik kepada Tuhan?
Apa yang terjadi jika Roh Kudus hadir?
Apa yang sedang kita cerminkan?
Kita sedang mengalami perubahan oleh Roh Allah, kepada gambar siapa kita akan menjadi serupa?
Saudara, ketika seseorang mendengar Injil keselamatan, mempercayai dan menerimanya sebagai kebenaran, maka ketika seseorang itu percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, Bapa akan menganugerahkan Roh Kudus kepadanya sebagai meterai kepemilikan Allah.
Dengan demikian, orang itu diterima oleh Bapa sebagai anak-Nya dan menjadi anak Tuhan.
Efesus 1:13-14”Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”
Oleh Roh Kudus, maka kita menjadi ciptaan baru.
2 Korintus 5:17”Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
Kehadiran Roh Allah di dalam batin kita membuat kita memiliki hati yang taat.
Hati yang keras diubah oleh Roh Kudus menjadi hati yang penurut membuat kita menyukai firman Tuhan dan senang melakukannya sehingga kita menjadi seorang yang taat kepada firman Tuhan.
Nabi Yehezkiel pernah menubuatkan bahwa Tuhan Allah akan melakukan pemulihan manusia melalui pertolongan Tuhan:
Yehezkiel 36:25-27”Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.”
Saudara, membaca apa yang dituliskan nabi Yehezkiel, kita dapat merasakan betapa baiknya Allah Bapa kita.
Tuhan melakukan segala pemulihan dalam kehidupan kita, dimulai dari dalam batin kita.
Dari ayat firman Tuhan ini, kita bisa mengerti betapa baiknya Bapa kita.
Rasul Paulus menuliskan tulisan yang diilhamkan oleh Allah:
Efesus 3:18-19”Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.”
Saudara, kita akan mengalami perubahan dalam kehidupan kita oleh Roh Kudus.
Roh Kudus adalah Roh Penolong, Roh Penghibur, Roh yang Mengajar, Roh yang Memimpin, dan Roh Kebenaran.
Yohanes 14:16”Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya”
Yohanes 14:26-27”tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
Ketika seorang anak Tuhan rela menyerahkan dirinya kepada Allah dan merelakan sepenuh hidupnya dikendalikan oleh Roh Kudus, maka orang itu akan mengalami kehidupan adikodrati yang membuat hidupnya semakin menyerupai Yesus Kristus.
Hal ini dinyatakan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Roma:
Roma 8:28-30”Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”
Tuhan Allah sendiri yang menentukan dan menginginkan sejak semula agar orang percaya yang telah dianugerahi Roh Kudus akan menjadi serupa dengan Yesus Kristus.
Dengan demikian, semua anak-anak Allah menjadi serupa dan segambar dengan Yesus sebagai gambar Allah yang tidak kelihatan.
Mereka juga memiliki karakter Yesus Kristus karena Roh Allah yang menjadikan mereka serupa dengan Yesus Kristus.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin!
Apa yang menyebabkan banyak anak-anak Allah yang tidak memiliki karakter Yesus Kristus?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang diberikan Yesus kepada murid-muridNya sebelum mengutus mereka pergi memberitakan Kerajaan Allah?
Apa saja yang tidak boleh dibawa oleh para murid itu?
Jika mereka sudah diterima di satu tempat, apa yang tidak boleh dilakukan?
Apa yang dilakukan oleh para murid itu ketika mereka pergi berkeliling di segala desa?
Saudara, Yesus Kristus mempersiapkan para murid untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Yesus memberi mereka kuasa untuk mengusir setan dan menyembuhkan berbagai penyakit.
Lukas 9:1-6”Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, kata-Nya kepada mereka: “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.” Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.”
Ketika para murid melakukan tugas mereka, maka dilaporkan bahwa para murid merasa sukacita karena setan-setan takut kepada mereka, dan mereka menyembuhkan orang sakit di berbagai tempat.
Kemudian Yesus mengutus lagi murid-muridNya yaitu tujuh puluh murid yang diutus berdua-dua.
Mereka diutus ke kota yang akan dikunjungi oleh Yesus pada waktu yang akan datang.
Mereka seperti mempersiapkan orang-orang di kota itu untuk kedatangan Yesus Kristus dengan melakukan pengabaran Injil Kerajaan Allah pada waktu kemudian.
Lukas 10:1-12”Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.”
Maka berangkatlah mereka ke kota-kota yang telah ditentukan, dan mereka melakukan apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus sebelum mengutus mereka.
Ketika memberitakan Injil Kerajaan, mereka juga mengusir setan-setan dan menyembuhkan berbagai penyakit yang diderita oleh masyarakat yang mereka temui.
Saudara, setelah mereka kembali dari pengutusan itu, maka mereka menemui Yesus dan melaporkan apa yang telah mereka lakukan serta apa yang mereka alami sebagai hasil dari pelayanan mereka.
Lukas 10:17-20”Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.”
Saudara, mendengar laporan para murid, Yesus sangat bersukacita.
Lukas 10:21-24”Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”
Saudara, suatu kehormatan bagi kita pada masa ini bisa memberitakan Injil Kerajaan Allah, seperti yang diperintahkan oleh Yesus Kristus dalam perintah Agung-Nya, yang dikenal sebagai Amanat Agung Kristus.
Mari Saudara, kita berdoa supaya Roh Kudus memberikan kita beban untuk berbelas kasihan kepada banyak orang yang belum mengenal Tuhan Yesus Kristus karena masih sangat banyak juga orang yang belum percaya kepada Yesus Kristus.
Saudara, persiapkan dan perlengkapi dirimu dengan berbagai metode penginjilan supaya kuasa Roh Kudus semakin mudah bekerja dalam dirimu.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin!
Mengapa banyak anak-anak Tuhan yang belum pernah sekalipun pergi untuk memberitakan Injil Yesus Kristus?