Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Kuasa ilahiNya menganugerahkan apa pada kita orang percaya?
Bagaimana kita dapat mengambil bagian dalam kodrat ilahi dan luput dari hawa nafsu dunia?
Apa yang harus kita tambahkan dari iman kita?
Kasih kepada siapa pada akhirnya harus kita berikan sesuai dengan ayat yang kita baca hari ini?
Firman Tuhan hari ini mengingatkan dan memberikan pengertian kepada kita bahwa Allah telah menganugerahkan dua hal penting kepada kita sebagai orang percaya.
Anugerah pertama adalah bahwa Dia memberikan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh.
Anugerah kedua adalah anugerah janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya dengan janji itu kita boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan.
Mari kita renungkan kedua anugerah yang Tuhan berikan ini.
Allah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna bagi kita untuk hidup saleh.
Kehidupan yang saleh adalah kerinduan Tuhan bagi umatNya, dan kita tahu bahwa tanpa anugerahNya kita tidak akan mampu menjalani kehidupan saleh seperti yang Tuhan kehendaki.
Iman yang sejati dimanifestasikan melalui perkembangan karakter yang semakin mneyerupai Kristus.
Petrus melalui suratnya mengingatkan untuk sungguh-sungguh berusaha menambahkan iman dengan berbagai hal, kehidupan yang saleh melalui manifestasi karakter Yesus membutuhkan upaya dan disiplin yang keras.
Allah sudah menganugerahkan kekuatan dan kita seharusnya melakukan bagian kita menggunakan kekuatan ilahi untuk berupaya.
Setidaknya ada 6 hal yang harus kita upayakan dengan sungguh-sungguh, yaitu: kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, dan kasih.
Kata kebajikan dalam bahasa aslinya mengacu pada kualitas moral yang unggul, dalam konteks ini adalah karakter Kristus.
Pengetahuan dalam konteks ini adalah pengetahuan tentang Allah dan kehendakNya, pengetahuan yang menghasilkan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.
Penguasaan diri merupakan disiplin diri dalam berbagai aspek untuk mengatasi keinginan daging dan dunia.
Ketekunan adalah kemampuan untuk bertahan dalam penderitaan, ketekunan ini tidak pasif melainkan aktif dalam pengharapan.
Kesalehan mencakup kesetiaan dan hormat kepada kekudusan Allah.
Kasih menunjukkan persaudaraan yang erat antara saudara seiman dan pada akhirnya kepada orang berdosa, sama seperti Yesus mengasihi kita ketika kita masih berdosa.
Pada saat kita konsisten dan sungguh-sungguh kita upayakan enam hal diatas maka kita sedang memanifestasikan kodrat ilahi dalam kehidupan sehari-hari dan kita pasti luput dari hawa nafsu dunia yang membinasakan sesuai janjiNya.
Sebagai perenungan, mari kita pikirkan, sudahkah kita berupaya sungguh-sungguh melakukan keenam hal tersebut.
Renungkan kebenaran Firman Tuhan yang kita baca hari ini. Pelajaran apa yang kita dapatkan dan komitmen apa yang akan kita lakukan di waktu dekat ini? Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan?
Siapakah yang ditentukanNya dari semula untuk menjadi serupa dengan Kristus? (ayat29)
Surat Roma 8:28 adalah ayat yang tidak asing kita dengar dan ayat ini sering digunakan di saat kita mengalami sesuatu keadaan yang “kita tidak harapkan”, ayat ini kita pegang sebagai ayat yang meneguhkan kita bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.
Ayat ini benar adanya, namun di sisi lain yaitu orang yang sedang mengalami sesuatu yang “tidak diharapkannya” maka ayat ini bisa diterima dengan lapang dada, bahkan diteguhkan, tetapi ada pula orang yang merasa bahwa ayat ini ini sulit untuk diterima.
Tetapi apapun keadaan yang kita alami, Firman Tuhan ini tidak bisa dibatalkan.
Roma 8 28-30 ini menegaskan beberapa hal kepada kita:
Allah turut bekerja dalam segala sesuatu yang akan mendatangkan kebaikan dari segala peristiwa. Baik itu “peristiwa yang menurut kita baik ataupun peristiwa yang kita tidak harapkan.” Dan hal ini berlaku kepada orang yang mengasihi Dia
Bahwa Allah yang sudah menentukan sejak dari semula atau sebelum dunia dijadikan, siapa yang ditentukan berada dalam Kristus. Atau dengan kata lain, Allah yang menentukan pilihanNya kepada setiap orang yang mengasihi Dia dan menerima Kristus sebagai keselamatan. Pilihan Allah itu tidak salah dan tidak dapat di ganggu gugat oleh siapapun.
Allah yang menentukan orang-orang menjadi serupa dengan gambar anakNya yaitu Kristus Yesus.
Selanjutnya mereka yang ditentukanNya, mereka juga dipanggil dan dibenarkanNya pada akhirnya dalam kedatangan Yesus yang kedua kalinya mereka akan menerima kemulianNya.
Dengan demikian biarlah karena AnugrahNya kita termasuk orang-orang yang menjadi pilihanNya sejak dari semula yang ditentukanNya menjadi serupa dengan Kristus.
Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan kita apakah kita sudah menjadi orang yang sudah dipanggil dan dibenarkanNya sejak dari semula? Apa tandanya bahwa kita adalah orang yang sudah ditentukan untuk menjadi serupa dengan Kristus?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang telah membenarkan kita?
Adakah kita, manusia yang tidak pernah berbuat dosa?
Dengan apa kita dibenarkan? (ayat 24)
Siapa yang di tentukan Allah menjadi jalan pendamaian kita? (ayat 25)
Jika kita membaca ayat sebelumya yaitu Roma 3:9-20, maka semua manusia yang berdosa pasti berada dibawah murka Allah dan semua manusia tidak akan mengalami keselamatan yang daripada Tuhan.
Tetapi Puji Tuhan, Allah tidak membiarkan manusia tanpa harapan dan di ayat selanjutnya yaitu Roma 3:21-31 di jelaskan bahwa Yesuslah yang menjadi pendamai manusia dengan Allah.
Saudara, seperti yang kita ketahui tidak ada orang yang kebal terhadap dosa.
Tidak mungkin manusia itu tidak pernah jatuh kedalam dosa, karena standar kebaikan yang di tuntut Allah kepada manusia itu sangat tinggi dan dipastikan tidak ada seorang manusia yang dapat mencapai standar Allah itu.
Apakah dia masih anak kecil, anak pendeta maupun pendeta hebat dan terkenal, seorang nabi, atau manusia yang paling saleh sekalipun tidak akan mungkin bisa mencapai standar Allah.
Karena akibat dosa yang dilakukan nenek moyang kita yaitu Adam dan Hawa, sehingga kita manusia keturunan Adam juga sudah turut ikut jatuh kedalam dosa yang menyebabkan semua manusia telah kehilangan kemuliaan Allah.
Yesus yang adalah Allah sendiri, turun berinkarnasi menjadi manusia yang akhir hidupNya harus mati di atas kayu salib semata-mata bertujuan untuk menebus seluruh dosa umat manusia.
Oleh karena kematianNya itulah sehingga kita telah ditebus dari dosa dan dibenarkanNya dengan cuma-cuma.
Kristus Yesus ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman.
Dengan kata lain, tidak ada seorangpun yang menjadi perantara manusia dengan Allah, selain Kristus Yesus yang sudah ditentukan oleh Allah sendiri.
Jadi karya penebusan dosa diatas kayu salib yang dilakukan oleh Yesus itu tidak bisa dibeli oleh apapun, bukan karena kehebatan kita atau kebaikan/kesalehan hidup kita atau pendidikan juga kekayaan kita, dll.
Tetapi penebusan dosa itu diberi secara cuma-cuma kepada semua umat manusia yang percaya dan beriman kepada karya penebusan itu sendiri.
Sebagai refleksi kita di awal tahun 2025 ini, percayakah kita bahwa kematianNya dikayu salib menebus dosa kita?
Benarkah kita percaya dengan sungguh-sungguh atas karya penebusan Dia diatas kayu salib?
Renungkan ulang keputusan dan tindakan yang telah kita lewati pada masa lalu, buat komitmen melakukan apa yang kita percayai.
Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan kita, bahwa adakah manusia yang tidak pernah berbuat dosa? Siapakah yang sanggup menebus dosa kita? Dan diskusikan hal apa yang harus kita lakukan agar dosa kita di tebus dan kita beroleh keselamatan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang Allah ciptakan pada hari ke enam?
Apakah yang menjadi makanan manusia?
Allah menciptakan manusia pada hari penciptaan terakhir, yaitu hari ke enam, ketika langit dan bumi sudah siap untuk dihuni, ketika tumbuhan dan hewan sudah terlebih dulu ada.
Dan yang membuat manusia menjadi sangat istimewa adalah karena manusia diciptakan menurut gambar-Nya, seperti diri-Nya.
Jika dikatakan seperti, artinya dalam beberapa aspek, manusia diciptakan memiliki kemiripan dengan Allah Pencipta.
Ada yang mirip, ada yang berbeda.
Yang berbeda misalnya, Allah adalah Roh sedangkan manusia terdiri dari darah dan daging.
Adam diciptakan dengan tubuh yang sempurna, dan dia juga memiliki jiwa yang membuat Adam berbeda dengan ciptaan Allah sebelumnya.
Adam diciptakan sebagai manusia cerdas yang memiliki kemampuan bernalar.
Kecerdasan Adam yang memampukan Adam untuk memberi nama pada tiap-tiap hewan -Kejadian 2:19.
Adam juga memiliki emosi atau perasaan sehingga dia mampu merasa dan merespon dengan emosinya,
Adam juga memiliki tekad dan kehendak sehingga dia mampu untuk mengambil keputusan.
Dan kehendak yang Allah berikan adalah kehendak bebas, sehingga Adam bukanlah robot yang diprogram hanya untuk keperluan tertentu.
Kehendak bebas ini juga yang akhirnya membawa Adam dan Hawa untuk memilih tidak taat pada arahan Allah, dan dalam hal ini adalah larangan untuk tidak memakan buah dari pohon tentang pengetahuan yang baik dan yang jahat -Kejadian 2:17.
Adam memiliki perasaan dan karena dorongan perasaannya lah sehingga ketika Hawa memberikan buah yang sudah dilarang untuk dimakan. Adam seperti lupa pada larangan Allah.
Dan pada akhirnya sejak saat itu Adam dan Hawa bersama-sama mereka tidak mentaati perintah Allah.
Dan akibatnya adalah mata mereka terbuka, mereka menyadari bahwa mereka telanjang, dan menganggap itu sebagai hal yang tidak pantas.
Oleh karena perbuatan mereka, Adam dan Hawa menjadi berdosa, mereka diusir dari Eden, keturunan mereka pun menjadi manusia yang berdosa.
Manusia yang memiliki hati nurani, sehingga bisa memahami apa yang baik dan yang jahat.
Sekaligus manusia yang memiliki kehendak bebas, untuk memutuskan apa yang akan mereka lakukan, apakah itu melakukan yang baik atau melakukan yang jahat.
Dan itu terbukti ketika Kain yang cemburu karena korban persembahan adiknya, Habel diterima oleh Tuhan sedang korban persembahan dia tidak diterima, dan Kain memutuskan untuk membunuh adiknya.
Bersyukur kepada Tuhan karena oleh karena anugerah-Nya, sehingga oleh kematian Kristus di kayu salib, maka kita sebagai keturunan Adam yang berdosa, kita yang percaya oleh karya keselamatan Kristus, maka kita dipulihkan, diampuni, dipindahkan dari maut ke dalam hidup yang kekal -Yohanes 5:24.
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan, kapan engkau pertama kali mendengar Injil keselamatan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Ada berapakah buah Roh?
Apakah syarat buah Roh yang ada pada seseorang bertumbuh dalam dengan lebat?
Seseorang yang telah menerima Kristus, akan ada perbedaan yang signifikan dalam dirinya, salah satunya adalah karena Tuhan memberikan benih yang baru di dalam hatinya.
“Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.” (1 Petrus 1:23).
Benih yang baru, artinya memang benih ini Tuhan berikan kepada orang yang telah dilahirkan kembali.
Benih ini pula yang akan memampukan seseorang untuk bertumbuh dengan sifat-sifat, karakter bahkan arah hidup yang berbeda dari sebelum dia menerima benih.
Orang yang pemarah menjadi orang yang lemah lembut, orang yang pendendam menjadi orang yang penuh kasih, dan seterusnya.
Itu semua dikerjakan oleh Roh Kudus yang membuat kita mampu untuk memiliki buah Roh Kudus, yaitu: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.
Tiga diantaranya:
Buah Roh sukacita bukanlah kegembiraan karena kita mendapat undian berhadiah misalnya, sukacita yang dari Roh tidak bergantung pada apa yang terjadi di sekeliling. Ketika seseorang mengalami tekanan dalam kehidupan, misalnya kesulitan ekonomi, buah Roh sukacita, akan membuat dia tetap tegar dan memiliki pengharapan di dalam Kristus.
Buah Roh damai sejahtera itu laksana seseorang yang sedang menumpang kapal dengan Kristus sebagai Nahkoda. Di tengah gelombang yang dahsyat pun kita akan tetap memiliki damai sejahtera. Sukacita dan damai sejahtera yang dari Roh itulah yang kan memberikan kepada kita kebahagian yang sejati, bukan kebahagian yang semu karena hal-hal yang berasal dari dunia. Misalnya kekayaan, kenaikan jabatan dan sebagainya.
Buah Roh kesabaran, betapa kita membutuhkan hal ini. Karena kita hidup di jaman yang serba cepat, instan dan ini bisa kita saksikan di lingkungan sekitar kita, khususnya di kota besar seperti di Jakarta atau Bandung. Di jalan, semua orang ingin paling cepat, bahkan di perlintasan kereta api pun orang tidak sabar untuk sekedar menunggu. Kesabaran juga kita butuhkan, ketika kita sedang bersekutu dengan Tuhan, kita tidak terburu-buru untuk segera selesai, kita juga sabar untuk menantikan jawaban dari doa dan permohonan kita kepada Tuhan.
Buah Roh ketika itu berkembang dengan lebat, itu juga tanda kedewasaan rohani seseorang.
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan, dari ke sembilan buah Roh, buah Roh manakah yang lebih menonjol dan buah Roh manakah yang bahkan belum tampak dalam kehidupan?