Sabtu, 28 Februari 2026

BUAH ROH SEBAGAI REALITA KRISTUS

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

GALATIA 5:22-26

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Sebutkanlah daftar buah Roh dan cobalah untuk menghafallkannya!
  2. Apa yang seharusnya terjadi ketika kita menjadi milik Kristus Yesus?
  3. Bagaimana sikap kita kalau hidup oleh Roh?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“REAL”?

Istilah ini banyak dipakai oleh gen Z yang masih usia pelajar untuk menyatakan kepastian atau kesungguhan akan sesuatu.

Sesungguhnya istilah tersebut tidak terlalu baru, karena bicara tentang realita.

Istilah REALITA KRISTUS sudah lama dipakai oleh banyak hamba Tuhan.

Namun, apa sesungguhnya arti dari REALITA KRISTUS?

Sama dengan istilah REAL, Realita bicara tentang sesuatu yang benar-benar terjadi, bisa dirasakan oleh kelima panca indera kita, bukan sesuatu yang khayalan dan mengawang-awang.

Kekristenan banyak berbicara tentang pribadi Tuhan yang ga kelihatan, tentang Surga yang indah tapi juga belum bisa dipahami dan jelas tidak terlihat saat ini di bumi.

Hari ini, melalui kemajuan teknologi apa yang tidak real bahkan menjadi real, seperti foto zaman dahulu yang bisa “dihidupkan” menjadi video, lalu AI yang begitu mendekati asli sampai tidak bisa dibedakan apakah itu real atau hanya buatan.

Di tengah dunia yang menuntut bukti dan berusaha membuat real segala sesuatunya, iman menjadi sesuatu yang sangat menantang.

Tahukah Saudara apa yang bisa membuat kasih Tuhan dan iman menjadi sesuatu yang REAL di tengah dunia yang seperti ini? Ya, buah ROH!

Orang mungkin tidak bisa melihat Roh Kudus, tapi karyaNya yang kelihatan akan menunjukkan dengan jelas bahwa Dia ada.

Jika hidup kita sungguh mengalami realita Kristus, maka buah Roh akan menjadi sesuatu yang tampak jelas dalam hidup kita dan bisa dinikmati oleh orang lain.

Tidak ada kekuatan manusia dan AI yang sanggup membuat kita memiliki buah Roh dalam keseharian kita.

Cobalah renungkan kembali kesembilan buah Roh tersebut, bahkan tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu karena hal tersebut terlalu luar biasa dan ajaib jika terjadi dalam hidup seseorang.  

Hanya pribadi Roh Kuduslah yang memampukan kita untuk memilikinya.

Dari kesembilan buah Roh, manakah yang Saudara sangat rindukan terjadi dalam kehidupan Saudara? Diskusikanlah dengan rekan persekutuan Saudara bagaimana agar realita Kristus menjadi semakin nyata dan dinyatakan melalui buah Roh tersebut.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ulangan 3-4

Jumat, 27 Februari 2026

PERINGATAN TERHADAP PERBUATAN DAGING

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

GALATIA 5:19-21

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa saja perbuatan daging yang dinyatakan di perikop ini?
  2. Apakah ada perbuatan daging dalam daftar tersebut yang menjadi godaan bagi Saudara?
  3. Apa yang terjadi ketika kita melakukan perbuatan daging tersebut?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Kebanyakan orang Kristen memahami bahwa sebagai pengikut Kristus, kita seharusnya tidak mengikuti perbuatan daging dan hidup dalam ketaatan.

Kebanyakan orang pun tahu bahwa perbuatan daging tidak membawa kebaikan.

Namun yang menjadi masalah adalah: Sekalipun kita tahu bahwa perbuatan daging tidak baik, kita masih tergoda dan mengalami pergumulan untuk tidak mengikutinya.

Ada jarak yang terbentang antara pengetahuan dan keinginan.

Jarak yang Paulus pahami karena ia pun mengalami pergumulan yang sama ketika ia dengan jujur mengungkapkan perasaan dan pemikirannya di Roma 7:13-25.

Hari-hari ini perbuatan daging menjadi lebih berbahaya dan mematikan karena dibungkus dalam sesuatu yang tidak tampak berbahaya serta rohani, belum lagi akses untuk mendapatkan hal-hal yang mendukung kedagingan menjadi jauh lebih mudah.

Penyembahan berhala tidak hanya dalam bentuk patung, tapi dalam semua kenyamanan yang kita kejar.

Iri hati dan perselisihan tidak harus terjadi lewat pertemuan, tapi bisa dilakukan melalui sosial media.

Percabulan, kecemaran, dan hawa nafsu bahkan dilegalkan melalui gerakan LGBTQ dan pejuang hak asasi atas nama kemanusiaan.

Daftar perbuatan daging akan menjadi sangat panjang jika kita harus membuatnya.

Mengatasinya bukanlah dengan menghafalkan apa saja yang tidak boleh, tapi dengan memberi diri dipimpin oleh Roh Allah yang tinggal dalam kita.

Bertanyalah dan izinkan Dia menuntun kita dalam setiap langkah hidup kita, setiap saat.

Mari kita menyadari bahwa ketika kita membiarkan kedagingan menguasai, kita tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Bukan sekedar tidak masuk surga, tapi juga tidak bisa menikmati kerajaan Allah di bumi ini.

Seluruh berkat, kebenaran dan kebaikan yang disediakanNya tidak bisa dinikmati ketika kita lebih memilih untuk hidup dalam daging, bukankah ini adalah kesedihan terbesar yang bisa dirasakan oleh seorang anak Tuhan?

Diskusikanlah dengan pembimbing Saudara 2 perbuatan daging yang masih Saudara gumuli. Apa langkah untuk mengatasinya?

Pembacaan Alkitab Setahun

Ulangan 1-2

Kamis, 26 Februari 2026

DIDAMAIKAN UNTUK HIDUP DALAM KEKUDUSAN

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 1:19-23

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana keadaan kita sebelum diperdamaikan?
  2. Untuk apa kita diperdamaikan dengan Allah?
  3. Apa yang harus kita lakukan setelah diperdamaikan denganNya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, bagaimana kehidupan Saudara sebelum mengalami  kelahiran baru dan didamaikan denganNya?

Apapun latar belakang kita, baik hidup sangat bertentangan denganNya maupun hidup yang tampak baik-baik saja, sesungguhnya kita jauh dari Allah.

Namun, Yesus datang untuk mengadakan perdamaian dengan Allah melalui salibNya.

Ia rindu menempatkan kita kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapanNya, suatu kondisi yang mustahil untuk terjadi di tengah keterbatasan dan keinginan manusiawi kita.

Puji Tuhan, keadaan kudus, tak bercela dan tak bercacat menjadi mungkin karena karya Yesus. Bukan oleh kuat dan gagah kita bisa hidup kudus. Bagian kita adalah bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang.

Namun walaupun kita tahu Injil adalah kabar baik yang luar biasa, bukankah masih banyak manusia yang tidak hidup seturut Injil?

Mungkin kita tidak langsung menentang Injil, tapi bagaimana kalau kita bergeser? Hanya sekali berbohong, hanya sekali mencuri, hanya sekali melihat film porno, hanya sekali tidak ke gereja karena malas, dan seterusnya.

Tahukah Saudara pergeseran 1 mm akan menjadi sangat berarti jika diteruskan ? Awalnya tidak kelihatan, namun semakin panjang akan terlihat betapa jauhnya titik tujuan sudah bergeser.

Inilah strategi iblis untuk membuat kita hidup diluar kuasa Injil!

Itu sebabnya, penting bagi kita untuk menjaga kemurnian hati.

Hidup dalam kekudusan karena kasih dan kuasa Roh Kudus yang menguatkan kita. Hidup senantiasa dalam perdamaian denganNya.

Mari Saudara, jangan mau digeser dari pengharapan Injil yang telah kita dengar!

Diskusikanlah dengan rekan pemuridan Saudara bagaimana langkah praktis untuk hidup kudus dan bertekun dalam iman?

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 35-36

Rabu, 25 Februari 2026

KRISTUS YANG TERUTAMA

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 1:15-18

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah Kristus menurut perikop ini?
  2. Bagaimana kita perlu memandang segala sesuatu?
  3. Siapakah yang sudah ada terlebih dahulu dari segala sesuatu?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu…segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”

Pernyataan rasul Paulus ini adalah sebuah pengakuan yang luar biasa tentang keutamaan Kristus, betapa Yesus Kristus adalah Allah yang menguasai segalanya.

Kita dengan segala keterbatasan kita mungkin tidak akan pernah bisa memahaminya kalau tidak diwahyukan oleh RohNya sendiri.

Lalu, apa artinya kalau segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia? 

Hal ini akan menjadi berarti jika disertai kepercayaan bahwa Ia adalah Allah yang baik dan selamanya baik.

Segala sesuatu diciptakan oleh Dia, Ya, tapi segala sesuatu yang BAIK. Jadi jika sesuatu itu tidak baik, maka bukan Allah sumbernya.

Segala sesuatu diciptakan untuk Dia, Ya, artinya Dia layak untuk menerima segala sesuatu yang kita miliki dan perjuangkan.

Tidak mudah untuk mengingat ini karena sebagai manusia daging, kita cenderung memikirkan apa yang baik menurut kita, segala sesuatu adalah tentang aku dan aku..

Namun, ketika Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat kita, Ia mau mentransformasi kita untuk menyadari bahwa Ia adalah yang terutama dalam hidup dan bahwa segala sesuatu adalah bukan tentang kita, melainkan tentang Dia.

Hari ini, kita punya pilihan apakah mau mengutamakan Kristus dalam segala sesuatu atau mengutamakan yang lainnya?

Mari berhati-hati dengan jawaban pertanyaan ini, karena kalau bukan Kristus yang terutama, maka mustahil untuk mengalami perdamaian sejati denganNya dan memahami segala sesuatu.

Diskusikanlah dengan rekan persekutuan atau pemuridan Saudara bagaimana bisa menjadikan Kristus yang terutama dan apa yang mencegah Saudara untuk menjadikan Dia yang utama?

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 33-34

Selasa, 24 Februari 2026

GEREJA SEBAGAI KEPENUHAN KRISTUS

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

EFESUS 1:18-23

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Efesus 1:23.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Coba sebutkan berapa hal yang diberikan oleh Yesus kepada setiap orang yang percaya?
  2. Hal-hal apa sajakah yang sudah diletakkan di bawah kaki Yesus dan sebagai apakah Yesus bagi kita?
  3. Apakah posisi kita setelah kita memahami bahwa Yesus adalah Kepala Gereja?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ketaatan Yesus kepada Bapa melalui kematian-Nya di kayu salib menyebabkan segala kekuasaan iblis atas manusia telah dihancurkan, sehingga maut telah dipatahkan atas manusia termasuk di dalamnya kuasa dosa, kutuk kemiskinan dan kegagalan, kutuk-kutuk kelemahan dan sakit penyakit, termasuk kuasa si jahat. Dan manusia dimerdekakan dari kuasa maut.

“Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” (I Korintus 15:55-57).

Allah telah memberikan segala kuasa atas segala pemerintahan dunia ini dan Yesus telah diberikan kepada kita sebagai Kepala. Dan kita adalah tubuh Yesus yang akan merepresentasikan kepenuhan Kristus itu sendiri.

”Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.” (I Korintus 15:24-25).

”Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” (Matius 28:18).

”Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.” (Efesus 1:22).

”Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.” (Kolose 1:18).

Hal yang utama yang Bapa inginkan ketika kita memahami bahwa gereja adalah kepenuhan Kristus, diantaranya:

  1. Allah ingin kita memiliki pikiran dan perasaan Kristus sehingga perkataan, perbuatan serta tindakan kita menjadi seperti perbuatan Kristus;
  2. Kita mengalami keserupaan dengan Kristus. ”Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.” (Roma 8:29);
  3. Kita mengalami kebersatuan yang dalam dengan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. ”Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 17:21).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara memahami sebagai gereja yang adalah kepenuhan Kristus dan dampaknya dalam kehidupan saudara.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 31-32

Senin, 23 Februari 2026

TUBUH SEBAGAI MILIK ALLAH

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

I KORINTUS 6:15-20

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah I Korintus 6:19.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kepada siapakah kita mengikatkan diri sehingga kita menjadi satu roh dengan Dia?
  2. Sebagai apakah status diri kita karena mengikatkan diri dengan Roh Kristus?
  3. Menjadi milik siapakah tubuh kita setelah mengikatkan diri kepada Roh Tuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ketika kita mengalami kelahiran kembali kita harus memahami bahwa kita telah mengikatkan diri kepada Tuhan dan kita menjadi satu roh dengan Dia.

“Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” (I Korintus 6:17).

Akibatnya hidup kita bukan milik kita lagi melainkan milik Allah dan tubuh kita dijadikan sebagai bait Roh Kudus. Hal itu terjadi karena kematian Yesus di kayu salib telah membeli dan menebus kita dari dosa dan kuasa iblis.

”Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (I Korintus 6:19-20).

”Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.” (Ibrani 2:14-15).

Dengan pemahaman yang benar bahwa tubuh kita adalah milik Allah maka Tuhan ingin agar kita memberi respon yang benar terhadap kebenaran ini, yaitu:

  1. Kita harus menjauhkan diri dari mencintai dunia ini dan menjauhkan diri dari dosa percabulan, yang membuat kita dapat diikat oleh dunia ini. ”Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” (I Yohanes 2:15-16);
  2. Karena kita adalah milik Allah maka kita telah mati terhadap dosa. ”Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.” (Roma 6:11);
  3. Kita harus menyerahkan tubuh kita bagi Allah untuk memuliakan Allah dengan tubuh kita. ”Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.” (Roma 6:13). ”Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (I Korintus 6:20).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara apa yang saudara lakukan ketika menyadari bahwa tubuh saudara adalah milik Allah.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 28-30

Minggu, 22 Februari 2026

KITA SEBAGAI TEMPAT HADIRAT-NYA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

I KORINTUS 3:11-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah I Korintus 3:16.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang harus menjadi dasar kehidupan kita dan dari bahan apakah kita membangunnya?
  2. Mengapa harus dibangun dengan dasar Yesus Kristus dan bahan-bahannya emas, perak dan batu permata?
  3. Sebagai apakah kita ketika membangun kehidupan kita diatas dasar Yesus Kristus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan berkata bahwa Dia akan menggoncangkan bumi tetapi di masa yang akan datang Tuhan juga akan menggoncangkan langit juga.

Hal itu terjadi untuk membuktikan bahwa hanya yang dibangun dalam Kerajaan Allah yang tidak akan tergoncangkan.

“Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.” (Ibrani 12:26-27).

Oleh karena itu kita harus meletakkan dasarnya sebelum membangunnya.

Dan dasar yang utama adalah Yesus Kristus karena dasar-dasar yang lain pastilah tergoncangkan.

Dasar utamanya adalah Yesus Kristus dan bukti bahwa kita memiliki dasar Yesus Kristus adalah kita selalu mendengar dan melakukan perkataan-perkataan Kristus dimana kita membangunnya diatas dasar batu, tidak tergoncangkan.

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.” (Matius 7:24-25).

Kemudian kita juga harus memperhatikan bahan-bahan yang harus dipakai untuk membangunnya, haruslah emas, perak dan batu permata dan bukan kayu, rumput kering atau jerami supaya tidak hangus oleh api yaitu karakter dan kasih.

”Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.” (II Petrus 1:5-8).

Ketika kita membangun dengan benar dan sesuai dengan pola Tuhan, maka kita dijadikan rumah atau tempat kehadiran Tuhan baik secara pribadi maupun tubuh Kristus.

”Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.” (Keluaran 25:8).

”Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.” (Wahyu 21:3).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara membangun kehidupan rohani yang membuat saudara dapat merasakan bahwa saudara adalah tempat kehadiran Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 26-27

Sabtu, 21 Februari 2026

HATI YANG LURUS DIHADAPAN ALLAH

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 8:18-25

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Kisah Para Rasul 8:22.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dialami oleh orang-orang di Samaria ketika rasul-rasul menumpangkan tangan?
  2. Sikap hati yang bagaimanakah yang dimiliki oleh Simon sehingga dia ditegur oleh Rasul Paulus?
  3. Coba sebutkan kejahatan dari hati Simon sehingga disebutkan bahwa hatinya tidak lurus dihadapan Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Allah mencurahkan Roh Kudus kepada orang-orang yang ada di Samaria melalui pemberitaan Injil oleh Filipus dan penumpangan tangan oleh Petrus dan Yohanes.

Namun Simon yang sudah percaya dan dibaptis ingin memiliki kuasa Roh Kudus dengan cara menawarkan uang kepada rasul-rasul dan dia tidak mengalaminya karena memiliki hati yang tidak lurus dihadapan Tuhan dan memiliki hati yang jahat dan motivasi yang salah dalam bergerak bersama dengan Roh Kudus.

Sikap yang demikian dapat membuat Roh Kudus berduka dan bahkan melawan Tuhan seperti yang dialami oleh Ananias dan Safira dimana mereka mendustai rasul-rasul dalam hal penjualan tanah sehingga karena mereka juga mendustai Roh Kudus sehingga berakibat kepada kematian Ananias dan Safira.

Ketika kita bergerak dengan kuasa Roh Kudus maka Allah ingin agar kita juga bergerak dengan kekudusan Allah di dalam hati kita dimana kita tidak menyimpan dosa dan kejahatan dan memiliki hati nurani yang murni.

“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” (Matius 5:8).

“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.” (Mazmur 24:3-4).

”Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.” (Mazmur 66:18).

Agar kita memiliki hati yang lurus dan tidak menyimpan kejahatan dalam bergerak dengan kuasa Roh Kudus maka kita harus memperhatikan hal-hal:

  1. Kuasa Roh Kudus bukan untuk kepentingan memuliakan diri kita dan meninggikan diri kita dan pamer kemampuan kita tetapi hanya untuk memuliakan Allah karena hal tersebut diberikan kepada kita sebagai kasih karunia saja;
  2. Milikilah motivasi yang benar dimana ketika kuasa Roh Kudus dinyatakan hanya untuk kepentingan Tuhan dimana Tuhan memakai kita sebagai anugerah untuk orang-orang mengalami perjumpaan dengan Tuhan;
  3. Kita harus memahami bahwa demonstrasi kuasa Roh Kudus untuk membuat orang-orang dan jemaat Tuhan semakin memiliki rasa takut akan Tuhan dan semakin mengagumi Tuhan serta semakin banyak orang yang percaya kepada Tuhan.

”Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.” (Kisah Para Rasul 5:11).

”Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan.” (Kisah Para Rasul 5:14).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara senantiasa memiliki sikap hati yang lurus dalam bergerak dengan kuasa Roh Kudus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 23-25

Jumat, 20 Februari 2026

KEPENUHAN ROH KUDUS

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 8:14-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Kisah Para Rasul 8:17.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang didengar oleh rasul-rasul di Yerusalem sehingga mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke Samaria?
  2. Hal apakah yang dilakukan oleh Petrus dan Yohanes agar orang-orang Samaria beroleh Roh Kudus?
  3. Dengan cara bagaimanakah rasul Petrus dan Yohanes sehingga orang-orang di Samaria beroleh Roh Kudus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan sedang membawa setiap orang untuk mengalami keserupaan Kristus dan mengalami realita Kristus dan janji-janji Tuhan telah menunjukkan bahwa hal itu akan segera terjadi, mulai dari pemilihan-Nya bagi kita untuk menjadi anak-anak-Nya serta hidup yang dikuduskan-Nya sehingga tidak bercacat cela.

“Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.” (Efesus 1:4-5).

Orang-orang harus menerima Firman itu sebagai janji dari Allah dan mengalami kelahiran kembali.

Namun janji Tuhan tidak sampai memberikan Firman-Nya saja tetapi Allah juga memberikan Roh Kudus agar kita mengalami kepenuhan-Nya melalui kepenuhan Roh Kudus.

Itulah sebabnya orang-orang perlu mengalami pekerjaan Roh Kudus dan tidak hanya pekerjaan Firman Tuhan.

”Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.” (Kisah Para Rasul 2:17-18).

”Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” (II Korintus 3:17-18).

Dan Roh Kudus itu yang akan membawa kita terus menerus mengalami kepenuhan Kristus dan kepenuhan Allah.

Oleh sebab itu kita harus memulainya dengan bergaul dengan Firman Tuhan dan kemudian bergaul dengan Roh Kudus.

”Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” (II Korintus 13:14).

”Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.” (Efesus 1:14).

Oleh karena itu marilah kita senantiasa bersekutu dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus sehingga selalu mengalami kepenuhan Roh Kudus untuk mengalami hari-hari hidup yang penuh dengan kemenangan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara senantiasa mengalami kepenuhan Kristus dan Roh Kudus melalui persekutuan dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 21-22

Kamis, 19 Februari 2026

KUASA ALLAH MENGALAHKAN KUASA GELAP

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 4:9-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa perbedaan antara cara Simon menggunakan “kuasa”-nya (ayat 9-11) dengan cara Filipus menggunakan kuasa Allah (ayat 12-13)?
  2. Mengapa orang Samaria yang sebelumnya mengagungkan Simon (ayat 10) dapat beralih percaya kepada pemberitaan Filipus?
  3. Menurut pengamatanmu, “kuasa palsu” seperti apa yang masih “memesona” orang-orang di sekitarmu saat ini, dan bagaimana Injil dapat menjawabnya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan” (Kisah Para Rasul 8:12).

Sebelum Injil datang, kota Samaria telah lama hidup dalam pesona.

Simon, dengan sihirnya, telah menciptakan ilusi kuasa yang membuat orang takjub dan menyembahnya.

Ini adalah gambaran sempurna tentang dunia kita—banyak hal dan orang mengklaim memiliki “kuasa besar” untuk memberikan kepuasan, kesuksesan, atau pengalaman spiritual (kuasa uang, okultisme, ilmu gaib, kultus individu).

Kuasa-kuasa ini memesona tetapi pada akhirnya membelenggu.

Latar belakang ini mengingatkan kita bahwa pertempuran rohani bukanlah dongeng. Ia nyata dan hadir di tengah masyarakat.

Namun, kisah ini juga memberi kita pengharapan: di mana kuasa kegelapan berkuasa, di situlah Injil Kerajaan Allah paling dibutuhkan dan paling berkuasa untuk menerobos.

Perbedaan mendasar antara kuasa kegelapan dan Kuasa Allah.

Kuasa Simon (sihir) bertujuan untuk “memesona” (ayat 9, 11)—membuat orang terpukau, terhipnotis, tetapi tetap dalam kendalinya.

Hasilnya adalah kultus kepribadian (ayat 10).

Sebaliknya, Kuasa yang dibawa Filipus melalui pemberitaan Injil bertujuan untuk “membebaskan dan mengubah”.

Ia menyembuhkan yang sakit, mengusir roh jahat, dan membawa orang kepada iman dan baptisan—sebuah tindakan publik untuk memutuskan ikatan dengan masa lalu.

Kuasa Injil tidak membuat orang terkagum-kagum pada sang pemberita, tetapi membawa mereka kepada “nama Yesus Kristus” (ayat 12).

Kuasa Allah memerdekakan dan memusatkan penyembahan kepada Kristus, bukan kepada manusia.

Kuasa Allah tidak menghindari konfrontasi.

Filipus tidak berkhotbah di pinggiran kota; ia langsung masuk ke pusat pengaruh Simon.

Ketika Kuasa Kerajaan Allah yang sejati hadir dengan tanda-tanda otentik, kuasa palsu itu terbongkar dengan sendirinya.

Orang-orang yang tadinya terpesona oleh Simon, kini melihat sesuatu yang lebih besar: kuasa yang tidak hanya memukau, tetapi menyembuhkan dan menyelamatkan.

Hasilnya adalah pertobatan massal, termasuk Simon sendiri (meski nanti terungkap motivasinya belum tulus).

Terang tidak perlu berdebat dengan kegelapan; ia hanya perlu menyinari.

Kehadiran hidup yang dipenuhi Kuasa Allah dan pemberitaan Injil yang jelas akan secara alami mengungkapkan kesia-siaan kuasa palsu dan menarik orang kepada kebenaran.

Hal-hal Praktis untuk Melakukan Firman. Pertama, Kenali dan Tolak Segala “Pesona” Kuasa Palsu di Sekitarmu.

Evaluasi hidupmu: adakah hal-hal yang “memesona” dan mengklaim kuasa atas hidupmu selain Kristus?

Itu bisa berupa praktik spiritual yang tidak alkitabiah, ketergantungan pada ramalan, atau kultus terhadap pemimpin tertentu.

Ambil keputusan untuk menolaknya dan berpegang hanya pada Kristus.

Kedua, Beritakan Injil dengan Keyakinan akan Kuasa yang Menyertainya.

Saat membagikan iman, jangan takut atau merasa inferior.

Percayalah bahwa “Injil adalah kekuatan Allah” (Roma 1:16).

Berdoalah agar Tuhan menyertai pemberitaanmu dengan konfirmasi kuasa-Nya, baik melalui kata-kata hikmat, doa kesembuhan, atau perubahan hidup yang nyata.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana supaya dapat menyatakan kuasa Allah dalam penginjilan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 18-20