Rabu, 24 Juni 2026

KARAKTER KASIH YANG DEWASA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

I KORINTUS 13:4-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah I Korintus 13:8.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Coba sebutkan beberapa karakter sebagai wujud dari kasih, mulai dari hati, perkataan dan perbuatan?
  2. Menurut saudara dalam perkataan dan perbuatan kasih darimanakah sebenarnya kasih itu harus dimulai?
  3. Apakah pengertian dan maksudnya bahwa kasih itu tidak berkesudahan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan ingin agar hidup kita memiliki karakter yang serupa dengan Kristus dan tentunya karakter Kristus itu merupakan wujud sifat Allah yang ada didalam kita, karena Allah adalah kasih.

“Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” (I Yohanes 4:15-16).

Namun kita perlu juga mengalami pewahyuan tentang kasih Allah bagi kita agar kita bertumbuh dalam kasih sehingga kita dapat mengalami kedewasaan akan kasih Allah.

“Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.”  (Efesus 3:16-19).

Pemahaman yang benar akan Kristus yang ada dalam kita, bahwa Dia adalah kasih maka Allah akan membuat kita untuk mengalami dan mengalirkan karakter kasih yang dewasa sehingga kita menjadi sabar untuk menghadapi orang lain juga pencobaan yang kita alami.

Demikian juga kita selalu murah hati untuk memberikan segala sesuatu untuk orang lain bahkan cepat mengampuni orang lain, serta tidak cemburu dan iri hati terhadap orang lain.

Kita pun tidak sombong dan memegahkan diri terhadap orang lain karena harta dan kedudukan kita.

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak mencari keuntungan untuk diri sendiri dan tidak menyimpan kesalahan orang lain termasuk tidak menggosipkan dan menjelekkan orang lain sehingga kita selalu melakukan yang sopan terhadap orang lain, sehingga kita tidak menjadi pemarah terhadap orang lain.

Dalam memahami kebenaran maka kita tidak bersukacita karena ketidakadilan tetapi senang dan mencintai kebenaran sehingga hidup dalam kesucian dan dalam iman kita selalu percaya akan segala sesuatu serta memiliki pengharapan yang benar akan segala sesuatu, sehingga kita selalu sabar menanggung segala sesuatu termasuk penderitaan karena kita mengikut Yesus sebagai konsekuensi bagi kita untuk memikul salib.

Kita menjadi pribadi yang merepresentasikan kasih Kristus dalam perkataan dan perbuatan.

Diskusikanlah di dalam komunitas saudara bagaimana saudara menjadi pribadi yang memiliki karakter kasih yang dewasa karena memiliki Yesus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 58-65

Selasa, 23 Juni 2026

MENYALIBKAN DAGING SETIAP HARI

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

GALATIA 5:19-24

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Galatia 5:24.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Coba sebutkan perbuatan-perbuatan daging yang mana jika kita melakukannya maka kita tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah?
  2. Apakah konsekuensi dari jika kita menjadi milik Kristus?
  3. Coba sebutkan buah Roh yang merupakan hasil jika kita hidup selalu menyalibkan daging setiap hari?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan telah menang atas kuasa iblis melalui karya Yesus di kayu salib sehingga kuasa dosa telah dihancurkan sehingga bagi setiap orang percaya mereka berhak menang atas dosa. Beberapa hal yang perlu kita pahami diantaranya:

  1. Ketika kita dilahirkan kembali bahwa kita telah dibaptis dalam kematian-Nya sehingga kita telah mati atas dosa sehingga kita sepenuhnya menjadi milik Kristus.
    ”Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.” (Roma 6:3,11).
    Hal ini sepenuhnya karena karya Kristus di kayu salib dan kita percaya bahwa kita menerimanya sebagai anugerah;
  2. Kita harus memahami bahwa bagian kita adalah senantiasa menyalibkan keinginan daging yang selalu ingin dibangkitkan serta digoda oleh iblis.
    “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” (Galatia 5:24).
    “Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.” (Roma 7:5).

Dengan pemahaman diatas maka kita tidak lagi memiliki manusia lama dan kita juga dimampukan untuk senantiasa menyalibkan keinginan daging.

Kita tidak lagi memiliki benih percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan segala bentuk kejahatan-kejahatan lainnya.

Dan karena kita telah memiliki Kristus, maka bersama dengan kuasa Roh Kudus kita memancarkan buah Roh dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri.

“Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.” (Roma 8:11).

Dengan pemahaman bahwa kita telah mati bagi dosa oleh karya Yesus di kayu salib dan dengan bekerjanya kuasa Roh Kudus dalam kita, maka kita dapat menyalibkan keinginan daging setiap hari dan membuat kita mengalirkan kehidupan yang berkemenangan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara hidup berkemenangan karena menyalibkan keinginan daging setiap hari.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 51-57

Senin, 22 Juni 2026

HIDUP BARU YANG DIPENUHI KASIH

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 3:3-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Kolose 3:10.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang selalu nampak ketika kita memiliki pemahaman bahwa hidup kita telah mati dan tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah?
  2. Terhadap hal-hal apakah kita telah mati?
  3. Coba sebutkan hal-hal yang harus kita kenakan karena kita telah mengalami hidup baru yaitu hidup Yesus sendiri?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan ingin agar kita memiliki pemahaman yang benar tentang kelahiran kembali dimana Yesus ada di dalam hati kita sehingga hidup kita tersembunyi bersama dengan Kristus, dimana kita telah mati dan Yesus yang hidup di dalam kita.

“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20).

Akibatnya kita harus mematikan segala sesuatu yang menjadi manusia lama kita yang duniawi yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, keserakahan dimana hal-hal tersebut merupakan berhala bagi hidup kita sehingga kita dibebaskan dari kehidupan amarah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor dan perkataan dusta.

Untuk kita dapat senantiasa hidup dalam kehidupan yang baru maka kita harus senantiasa mengenakan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” (Kolose 3:12-14).

Untuk hidup di dalam kasih maka kita harus hidup senantiasa di dalam Firman Tuhan dan dalam perkataan Kristus, dengan demikian dari perkataan dan perbuatan kita akan mengalirkan kehidupan Kristus dimana diantaranya: istri tunduk kepada suami, suami akan mengasihi istri, anak-anak mentaati orangtua dan orangtua tidak akan menyakiti anak-anak, hamba-hamba akan mentaati tuan-tuannya.

“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” (Kolose 3:16).

Dengan demikian kita bertindak hati-hati terhadap dunia ini dan senantiasa diselimuti oleh kasih Kristus dan selalu mengalami kehidupan yang selalu dibaharui.

“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara pengalaman saudara tentang bagaimana hidup baru saudara betul-betul dipenuhi oleh kasih.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 46-50

Minggu, 21 Juni 2026

TANPA KASIH SEMUA SIA-SIA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

I KORINTUS 13:1-3

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah I Korintus 13:1.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Disamakan seperti apakah kita jika dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat tetapi tidak mempunyai kasih?
  2. Apakah kita berguna jika memiliki karunia untuk bernubuat dan memiliki seluruh pengetahuan dan memiliki iman yang sempurna tetapi tidak mempunyai kasih?
  3. Apakah faedahnya jika kita membagi-bagikan segala sesuatu bahkan menyerahkan tubuh untuk dibakar tetapi tidak mempunyai kasih?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan menyatakan bahwa tanpa kasih semua yang kita lakukan adalah sia-sia, tidak berguna dan tidak ada faedahnya. Karena yang terutama dalam kehidupan di dalam Tuhan adalah kasih.

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” (I Korintus 13:13).

Beberapa hal di dalam Alkitab penyebab mengapa Allah mengutamakan kasih diatas yang lain, diantaranya adalah:

  1. Karena Allah adalah kasih sehingga hal-hal apapun yang kita lakukan merupakan realisasi kehidupan Allah sendiri, sehingga semua yang kita lakukan adalah dimulai karena kasih.
    ”Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (I Yohanes 4:7-8).
    ”Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.”Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” (I Yohanes 4:16,19);
  2. Hukum Allah yang utama adalah mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama termasuk musuh kita.
    ”Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Markus 12:29-31).
    ”Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” (Matius 5:43-45).

Itulah sebabnya segala hal yang kita lakukan haruslah dimulai dari kasih yang kita miliki yaitu kasih Allah dan dengan kasih itulah kita bergerak untuk melakukan segala sesuatu sehingga tanpa kasih semuanya sia-sia, tidak ada faedah dan gunanya.

Ketika segala sesuatu kita memulainya dengan kasih maka kita akan mengalami realita Kristus sebab kasih itu merupakan wujud dari realita Kristus.

Oleh sebab itu marilah kita mulai menyadari bahwa segala perkataan, perbuatan dan pikiran kita harus dimulai dari kasih Allah sehingga kita dapat mengasihi orang lain dan mengalirkan kasih.

Diskusikanlah pengalaman saudara dalam komunitas bagaimana pengalaman saudara bahwa tanpa kasih semua yang saudara lakukan menjadi sia-sia.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 40-45

Sabtu, 20 Juni 2026

MELAKUKAN SEGALA SESUATU SEPERTI UNTUK TUHAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 3:22-24

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa perbedaan antara bekerja “hanya di hadapan manusia” dengan bekerja “dengan tulus hati karena takut akan Tuhan” (ayat 22)?
  2. Mengapa Paulus menyuruh kita bekerja “seperti untuk Tuhan, bukan untuk manusia” (ayat 23)? Apa untungnya?
  3. Upah seperti apa yang dijanjikan Tuhan bagi orang yang bekerja dengan segenap hati untuk-Nya (ayat 24)?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”. (Kolose 3:23).

Pernahkah kamu merasa malas bekerja karena atasan tidak melihat? Atau merasa tidak semangat karena pekerjaanmu tidak dihargai? Atau mungkin kamu melakukan tugas hanya karena takut dimarahi, tapi hati tidak ikhlas? Situasi seperti ini sudah ada sejak zaman Paulus.

Para hamba (budak) saat itu sering diperlakukan semena-mena.

Mereka bisa saja bekerja asal-asalan jika tuannya tidak mengawasi.

Tapi Paulus mengajarkan standar yang jauh lebih tinggi: “Hendaklah kamu taat dalam segala hal kepada tuanmu di dunia, bukan hanya di hadapan mereka seperti orang yang mencari muka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.”

Ini adalah nasihat revolusioner: pekerjaan kita bukan untuk menyenangkan manusia semata, tetapi untuk menyenangkan Tuhan.

Kita harus bekerja dengan tulus hati, bukan hanya ketika diawasi.

Paulus membedakan antara “sebagai orang yang mencari muka” (hanya rajin saat dilihat) dengan “tulus hati karena takut akan Tuhan.”

Orang yang takut akan Tuhan tidak butuh pengawas; ia bekerja dengan integritas karena sadar Tuhan melihat segalanya.

Ini berarti, ketika kamu membersihkan rumah, menyelesaikan tugas kantor, atau melayani di gereja, lakukan dengan sepenuh hati, bukan setengah-setengah.

Apakah atasanmu sedang mengawasi atau tidak, Tuhan selalu melihat.

Kualitas pekerjaanmu adalah cerminan karakter Kristus dalam dirimu.

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Karena kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah.”

Ini adalah perubahan perspektif yang radikal.

Jika kita bekerja hanya untuk menyenangkan atasan, kita bisa kecewa ketika tidak dipuji atau tidak mendapat kenaikan gaji.

Tapi jika kita bekerja untuk Tuhan, maka upah kita berasal dari Dia.

Dan upah Tuhan jauh lebih berharga: bukan hanya materi, tetapi juga kepuasan batin, damai sejahtera, dan suatu hari nanti warisan dalam Kerajaan-Nya.

Jadi, jangan pernah merasa rugi berbuat baik atau bekerja keras, karena Tuhan tidak buta.

Ia melihat setiap jerih lelahmu.

Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman.

Pertama, Ganti Motivasi Kerjamu.

Mulai besok pagi, sebelum memulai aktivitas, berdoalah: “Tuhan, aku melakukan pekerjaan ini untuk-Mu.

Tolong aku melakukannya dengan segenap hati, bukan untuk pujian manusia, tetapi untuk kemuliaan-Mu.”

Ketika rasa malas datang, ingatkan dirimu: “Tuhan melihat. Aku bekerja seperti untuk Tuhan.”

Dengan mengubah motivasi, pekerjaan yang membosankan pun bisa menjadi ibadah.

Kedua, Lakukan dengan Standar Terbaikmu, Boleh Saja Tidak Sempurna.

Bekerja untuk Tuhan tidak berarti harus sempurna tanpa kesalahan.

Tapi lakukan yang terbaik sesuai kemampuanmu.

Jika kamu seorang pelajar, belajarlah dengan sungguh-sungguh.

Jika kamu karyawan, selesaikan tugas dengan tanggung jawab.

Jika ibu rumah tangga, layani keluarga dengan sukacita.

Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain; Tuhan melihat ketulusan hatimu.

Upah dari Tuhan pasti datang pada waktu-Nya.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana mengubah motivasi belajar atau bekerja hanya untuk Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 36-39

Jumat, 19 Juni 2026

PERKATAAN YANG MEMULIAKAN TUHAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 3:15-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dimaksud dengan “perkataan Kristus diam dengan limpah” dalam hati seseorang? Apakah cukup dengan membaca Alkitab sekali sehari?
  2. Apa hubungannya antara hati yang dipenuhi firman dengan kemampuan untuk “saling mengajar dan menegur” sesama (ayat 16)?
  3. Mengapa ucapan syukur disebutkan dua kali (ayat 15 dan 17) sebagai bagian dari hidup yang memuliakan Tuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” (Kolose 3:17).

Coba bayangkan sebuah botol yang penuh dengan air jernih.

Jika botol itu goyah atau terjatuh, yang keluar adalah air jernih.

Sebaliknya, botol yang berisi air kotor akan mengeluarkan air kotor saat diguncang.

Demikian juga dengan hati kita. Yesus sendiri berkata bahwa dari kelimpahan hati, mulut berbicara (Matius 12:34).

Paulus mengajarkan jemaat Kolose bahwa hati mereka harus dipenuhi dengan perkataan Kristus.

Bukan hanya dibaca sekali-sekali, tetapi “diam” – tinggal, menetap, menjadi penghuni tetap.

Ketika firman Tuhan memenuhi hati, secara alami perkataan kita akan menjadi perkataan yang memuliakan Tuhan.

Sebaliknya, jika hati kosong atau diisi dengan hal-hal duniawi, perkataan kita akan mudah menjadi kasar, sia-sia, atau bahkan melukai.

Perkataan kita adalah cermin dari apa yang mengisi hati kita.

Paulus berkata: “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu.”

Ada dua kata penting: diam (menetap) dan limpah (kekayaan, kelimpahan).

Artinya, firman Tuhan tidak boleh hanya singgah sebentar lalu pergi.

Ia harus menjadi tuan rumah di hati kita.

Ia hadir dalam segala kekayaannya: kebenaran, kasih, hikmat, pengharapan, dan pengampunan.

Ketika hati dipenuhi dengan kekayaan firman, maka perkataan yang keluar akan kaya juga: penuh hikmat untuk mengajar dan menegur sesama, serta meluap dalam nyanyian pujian dan ucapan syukur kepada Tuhan.

Orang yang hatinya penuh firman tidak akan mudah mengeluarkan kata-kata kotor atau sia-sia, karena lidahnya dikendalikan oleh apa yang memenuhi hati.

Perkataan yang memuliakan Tuhan tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga membangun orang lain.

Paulus menyebut dua hal: “saling mengajar dan menegur dalam segala hikmat” dan “bernyanyi bagi Tuhan dalam hati.”

Artinya, persekutuan orang percaya harus saling membangun melalui perkataan.

Ketika kita melihat saudara seiman melakukan kesalahan, kita bisa menegur dengan lembut berdasarkan firman, bukan berdasarkan emosi.

Ketika kita melihat saudara yang sedang lemah, kita bisa menguatkan dengan kata-kata penghiburan dari Alkitab.

Dan nyanyian rohani (baik di gereja maupun di rumah) adalah cara untuk memuliakan Tuhan dengan suara dan hati.

Semua ini terjadi karena firman Tuhan benar-benar “diam” di tengah-tengah persekutuan.

Dua hal Praktis melakukan firman.

Pertama, Isi Hatimu dengan Firman Setiap Hari.

Luangkan waktu khusus untuk membaca dan merenungkan Alkitab, jangan terburu-buru.

Pilih satu atau dua ayat, lalu renungkan sepanjang hari. Tanyakan: “Apa yang ayat ini ajarkan tentang Tuhan? Apa yang mau Dia katakan kepadaku?” Hafalkan ayat-ayat yang menguatkan.

Dengan rutin mengisi hati dengan firman, secara alami perkataanmu akan berubah menjadi lebih bijaksana dan membangun.

Kedua, Latih Lidah untuk Mengucapkan Syukur dan Pujian.

Setiap kali kamu hendak mengeluh atau berkata negatif, hentikan dan ganti dengan ucapan syukur.

Misalnya, daripada berkata “Aku capek sekali,” coba ucapkan “Terima kasih Tuhan, Engkau memberiku kekuatan hari ini.”

Jika terbiasa mengucap syukur dalam segala hal, perkataanmu akan menjadi kesaksian yang memuliakan Tuhan di hadapan orang-orang di sekitarmu.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana memiliki hati yang melimpah dengan perkataan Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 32-35