Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa yang Tuhan janjikan kepada Yosua dalam ayat 3-4, dan apa syaratnya?
Apa artinya “merenungkan firman siang dan malam” dalam kehidupan sehari-hari yang sibuk?
Menurut ayat 7-8, apa ukuran keberhasilan yang Tuhan tetapkan bagi Yosua? Apakah sama dengan ukuran dunia?
“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam,…” (Yosua 1:8).
Yosua baru saja kehilangan mentornya, Musa, seorang pemimpin besar yang berbicara langsung dengan Tuhan.
Kini ia harus memimpin bangsa yang besar dan sering keras kepala, masuk ke negeri yang penuh musuh.
Pasti ada rasa takut dan ragu di hatinya. Tapi Tuhan tidak membiarkan Yosua bergumul sendiri. Tuhan datang dengan janji dan perintah yang jelas.
Janji-Nya: “Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu.”
Tapi janji itu disertai syarat: “Hanya kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai seluruh hukum yang diperintahkan Musa.”
Artinya, keberhasilan Yosua bergantung pada hubungannya dengan firman Tuhan. Ini pelajaran penting bagi kita: saat beban hidup terasa berat, Tuhan tidak hanya memberi janji, tapi juga memberi petunjuk jalan menuju keberhasilan, yaitu firman-Nya.
Kekuatan dan keteguhan hati sejati datang dari merenungkan firman Tuhan. Tuhan menyuruh Yosua kuat dan teguh sampai empat kali dalam percakapan ini (ayat 6, 7, 9, 18).
Tapi kekuatan itu tidak bisa dihasilkan sendiri. Yosua harus melakukan sesuatu: merenungkan Taurat siang dan malam.
Kata “merenungkan” di sini berarti membaca dengan suara perlahan, memikirkan dalam-dalam, dan melakukannya dalam hidup. Ini bukan sekadar baca Alkitab lima menit sebelum tidur.
Ini adalah gaya hidup: firman Tuhan menjadi bahan pemikiran sepanjang hari.
Saat kita merenungkan firman, Roh Kudus menerangi hati kita, memberi kita hikmat, dan menguatkan iman kita.
Di tengah tekanan dan ketidakpastian, firman Tuhan menjadi sauh yang kokoh bagi jiwa kita.
Keberhasilan sejati bukan hanya soal mencapai tujuan, tetapi melakukan firman Tuhan.
Tuhan berkata, “Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung kemanapun engkau pergi.”
Artinya, keberhasilan Yosua tidak diukur dari seberapa banyak musuh yang dikalahkan, tetapi dari seberapa setia ia melakukan firman Tuhan.
Ini mengubah cara pandang kita tentang sukses.
Dunia mengukur sukses dari hasil: uang, jabatan, pengakuan. Tuhan mengukur sukses dari proses: ketaatan pada firman-Nya.
Kalau kita taat, Tuhan sendiri yang akan mengurus hasilnya.
Yosua mungkin tidak membayangkan bagaimana bisa mengalahkan Yerikho, tapi karena ia taat pada petunjuk Tuhan yang aneh (berkeliling kota tujuh kali), tembok itu runtuh.
Ketaatan membuka jalan bagi mujizat.
Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman. Pertama, Jadwalkan Waktu Khusus untuk Merenungkan Firman Setiap Hari.
Bukan sekadar membaca cepat, tapi membaca sambil bertanya: “Apa yang firman ini katakan tentang Allah? Apa yang mau Dia ajarkan padaku hari ini? Bagaimana aku bisa melakukannya?” Lakukan di pagi hari agar firman itu menuntun langkahmu sepanjang hari.
Kedua, Terapkan Satu Hal Kecil Setiap Hari.
Pilih satu ayat atau satu prinsip dari bacaanmu, lalu coba lakukan secara konkret.
Misalnya, hari ini kamu membaca tentang kesabaran, maka cobalah bersabar dengan orang yang membuatmu kesal.
Atau hari ini tentang kejujuran, maka katakan hal yang benar meskipun berat.
Dengan melakukan firman sedikit demi sedikit, hidupmu akan dibangun di atas dasar yang kokoh, dan Tuhan sendiri yang akan memberi keberhasilan pada waktu-Nya.
Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya dapat konsisten merenungkan firman.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Nasihat siapakah yang tidak boleh diikuti?
Siapakah yang diibaratkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air?
Siapakah yang senantiasa berhasil dalam segala perbuatannya?
Siapakah yang tidak tahan dalam penghakiman?
Saudara, pemazmur menggambarkan sekelompok orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik dan tidak duduk dalam kumpulan pencemooh dan yang kesukaannya adalah membaca dan merenungkan firman Tuhan siang dan malam.
Orang-orang seperti itu disebut berbahagia, karena mereka diibaratkan seperti sebatang pohon yang ditanam di tepi aliran air, sehingga daunnya selalu hijau dan tidak layu.
Pada musimnya, pohon itu berbuah dengan lebat.
Ibarat atau perumpamaan ini menggambarkan bagaimana kehidupan dapat mencapai kebahagiaan.
Kebahagiaan itu diperoleh karena seseorang senantiasa merenungkan firman Tuhan siang dan malam, sehingga hidupnya diibaratkan seperti pohon yang selalu menghasilkan buah pada musimnya.
Tuhan Yesus juga mengibaratkan orang percaya seperti ranting pada pohon anggur:
Yohanes 15:4-6“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.”
Oleh karena itu, bangunlah hubungan dengan Yesus Kristus melalui persekutuan yang intim dengan Roh Kudus, supaya kita senantiasa menghasilkan buah pada musimnya.
Sama seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air dan mendapatkan makanannya dari aliran tersebut, demikian juga ranting pohon anggur yang selalu mendapatkan makanannya dari pokok anggur induknya.
Ranting pokok anggur harus selalu menempel pada pokok anggur untuk memperoleh makanan.
Jika ranting tidak menempel pada pokok anggur itu, maka ranting tersebut akan mati kekeringan, karena tidak ada aliran makanan dari pokok kepada ranting-rantingnya.
Di luar pokoknya, ranting pohon anggur tidak dapat hidup. Namun jika ranting itu tetap menempel pada pokok anggur induknya, maka ranting tersebut akan menghasilkan buah yang lebat.
Demikianlah seharusnya hubungan kita dengan Yesus Kristus.
Melalui Roh Kudus, kita berhubungan dengan Tuhan Allah, Bapa kita, Tuhan Yesus Kristus.
Melalui doa, pujian, dan penyembahan, kita membaca dan merenungkan firman Tuhan, sehingga kita menikmati pertumbuhan rohani.
Dengan menikmati dan merenungkan firman Tuhan, kita memperoleh hikmat dan pertumbuhan iman, serta mengalami hubungan yang indah dan intim dengan Bapa dan Yesus Kristus melalui tuntunan Roh Kudus.
Roh Kudus juga membentuk kita dan menganugerahkan hikmat, pengetahuan, serta pengertian.
Roh Kudus yang ada di dalam kita mengajarkan apa yang Kristus kehendaki untuk kita lakukan dalam hidup ini, sehingga orang lain dapat melihat kesaksian hidup kita.
Dengan demikian, semakin banyak buah kehidupan yang dihasilkan melalui hidup kita.
Ketika kita kekurangan hikmat dalam hidup, Rasul Yakobus pernah berpesan:
Yakobus 1:5“Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, –yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit–,maka hal itu akan diberikan kepadanya.”
Karena itu, sebenarnya tidak mungkin anak-anak Tuhan tidak memiliki hikmat untuk hidup bersama dengan sesama.
Jika seseorang menyadari bahwa ia kekurangan hikmat, ia dapat memintanya kepada Tuhan.
Namun banyak orang tidak menyadari bahwa mereka hidup tanpa hikmat.
Hal itu sering terjadi karena mereka tidak dengar-dengaran kepada Roh Kudus yang hidup di dalam mereka atau mereka sedang mendukakan Roh Kudus, sehingga Roh Kudus berdiam diri karena mereka sering tidak menghiraukan-Nya.
Saudara, marilah kita dengan sadar membangun hubungan yang mesra dengan Roh Allah yang sudah berdiam di dalam batin kita.
Melalui pujian, penyembahan serta membaca dan merenungkan firman Tuhan, Roh Kudus akan berbicara kepada kita, mengajar kita, menyatakan kesalahan kita, menuntun kita untuk memperbaiki kelakuan kita serta kita bisa belajar bagaimana mengajar orang lain dalam kebenaran.
Hal ini juga dituliskan oleh Rasul Paulus kepada anak rohaninya, Timotius:
2 Timotius 3:16-17“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”
Dengan membaca dan merenungkan firman Tuhan, makan Roh Kudus mengajar dan memperlengkapi kita untuk hidup dalam jemaat Tuhan.
Melalui hal itu, jemaat dapat bertumbuh dan berkembang mengikuti kepenuhan Kristus.
Ketika masyarakat melihat bagaimana jemaat hidup dalam kepenuhan Kristus, mereka akan tertarik dan dapat melihat kemuliaan Kristus.
Jemaat yang hidup dalam kesatuan, keharmonisan, dan damai sejahtera akan menjadi kesaksian yang menarik bagi masyarakat.
Kesaksian seperti inilah yang menjadi terang bagi dunia yang sedang dilanda kegelapan pada akhir zaman ini.
Dunia sangat merindukan bagaimana:
Mazmur 133:1-3“Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.”
Saudara, hal ini telah dibuktikan dalam jemaat mula-mula. Lukas menuliskannya dalam:
Kisah Para Rasul 2:44-47“Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”
Ketika jemaat mula-mula melakukan apa yang Tuhan Allah perintahkan, maka orang-orang di sekitar mereka melihat sukacita yang mereka alami bersama.
Hal itu membuat banyak orang menyaksikan bahwa kehidupan ilahi nyata terjadi di tengah jemaat mula-mula.
Masyarakat melihat bagaimana kehidupan yang dipimpin oleh firman yang hidup dan kehadiran Allah membuat gaya hidup jemaat mula-mula bagaikan pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang daunnya selalu hijau dan tidak layu serta menghasilkan buah yang lebat.
Karena itu, banyak orang dari luar jemaat mula-mula tertarik untuk bergabung, dan mereka pun diselamatkan.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Kegiatan apakah yang menyebabkan masyarakat Yerusalem tertarik bergabung dengan jemaat mula-mula, sehingga mereka diselamatkan?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa yang diminta oleh pemazmur kepada Tuhan?
Apa yang dijanjikan oleh pemazmur?
Apa yang menyebabkan pemazmur bergembira seperti atas segala harta?
Apa yang akan membuat pemazmur bergemar?
Saudara, pemazmur adalah salah satu orang yang mencintai Tuhan.
Hal itu terlihat dari pernyataannya mengenai pentingnya firman Tuhan, seperti yang dapat kita lihat dalam:
Mazmur 119:1-3“Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya.”
Berbahagia bukan karena harta benda, melainkan karena memegang firman Tuhan.
Pemazmur menyadari bahwa firman Tuhan sangat berkuasa untuk memberi kebahagiaan, ketenangan, dan hikmat.
Dalam Perjanjian Baru, Rasul Paulus juga menuliskan hal ini dalam suratnya kepada anak rohaninya:
2 Timotius 3:16“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”
Jika seseorang terpikat terhadap firman Tuhan, maka ia akan mengalami berbagai kebahagiaan.
Kebahagiaan adalah sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan uang.
Melalui firman Tuhan, oleh bimbingan Roh Kudus, kita memperoleh hikmat dan pengertian, seperti yang dinyatakan oleh pemazmur:
Mazmur 119:9-11“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.”
Begitu rindunya pemazmur akan kuasa firman Tuhan, sehingga ia menghafalkan ayat-ayat firman Tuhan dengan tujuan agar ia selalu mendapatkan arahan yang jelas dari Allah melalui firman-Nya.
Ia berkata, “Aku menyimpan firman-Mu di dalam hatiku supaya aku tidak berdosa terhadap Engkau, ya Tuhan.”
Pemazmur juga rindu agar Tuhan mengajarinya, memberitahukan kesalahannya, serta menunjukkan bagaimana ia dapat memperbaiki kelakuannya.
Selain itu, ia juga rindu untuk mengajar orang lain dalam kebenaran.
Oleh karena itu, ia dengan sengaja menyimpan firman Tuhan di dalam hatinya dengan cara menghafalkannya, supaya ia dapat dengan mudah memperoleh petunjuk atau nasihat dari firman Allah.
Pemazmur dengan tegas mengatakan bahwa ia sangat gemar akan ketetapan-ketetapan Tuhan.
Hal ini sangat berbeda dengan banyak anak-anak Tuhan saat ini yang merasa tidak menyukai ayat-ayat firman Tuhan, karena menurut mereka firman itu terlalu mengekang.
Banyak orang yang mengaku sebagai anak-anak Tuhan merasa bahwa hidup mereka terlalu dicampuri dan diatur, sehingga mereka mengatakan bahwa mereka tidak merasakan kebebasan atau kemerdekaan dalam hidup.
Padahal Tuhan Yesus berkata:
Yohanes 8:31-32“Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
Tuhan Yesus dengan tegas menyatakan bahwa orang berdosa adalah orang yang diperhamba dosa:
Yohanes 8:34“Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.”
Jadi, orang berdosa bukanlah orang merdeka atau orang bebas.
Mereka adalah orang yang terikat, bukan orang merdeka, melainkan diperbudak oleh dosa.
Pemazmur menuliskan pernyataannya:
Mazmur 119:57-60“Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu. Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu. Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu. Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang pada perintah-perintah-Mu.”
Pemazmur memperlihatkan bagaimana ia menyenangi firman Tuhan sebagai petunjuk jalan bagi hidupnya, sehingga ia dapat menikmati sukacita dan kebahagiaan dalam hidupnya.
Oleh sebab itu, ia menyatakan bahwa:
Mazmur 119:105“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Mazmur 119:111“Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.”
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Mengapa ada orang yang merasa tertekan atau terkekang ketika mengetahui suatu kebenaran?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Perkataan Yesus yang manakah yang dinyatakan oleh murid-murid-Nya sebagai perkataan yang keras?
Apa penjelasan Yesus mengenai “perkataan keras” yang dikatakan oleh para pengikut-Nya?
Menurut Yesus, apakah yang dapat memberi hidup dan yang tidak berguna?
Apa yang terjadi di antara para pengikut Yesus sehingga banyak dari mereka bersungut-sungut ketika mendengarkan ajaran Yesus Kristus?
Saudara, ketika Yesus mengatakan bahwa Yesus adalah roti yang turun dari sorga, maka banyak orang Farisi dan orang-orang Yahudi yang mendengarkan serta mengikuti Yesus mulai ribut dan saling bertengkar.
Mereka mulai mempertanyakan Yesus dan ajaran-Nya.
Ketika Yesus mengatakan bahwa diri-Nya adalah benar-benar makanan, maka banyak orang Yahudi mulai bersungut-sungut dan berkata:
Yohanes 6:42“Kata mereka: “Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?”
Saudara, Yesus melarang mereka bersungut-sungut dan kemudian membuat suatu pernyataan yang semakin membingungkan orang banyak, sehingga mereka semakin mempertanyakan ajaran Yesus Kristus:
Yohanes 6:51“Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”
Yohanes 6:53-56 “Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.”
Sesudah mendengar pengajaran Yesus itu, banyak murid mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia.
Saudara, kita adalah orang-orang yang beruntung, karena kita adalah orang-orang yang ditarik oleh Bapa untuk datang kepada Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat.
Yohanes 6:44-45“Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.”
Saudara, sudah jelas bagi kita bahwa sebagai orang percaya, kita telah mengalami kelahiran baru, karena Roh Bapa dimeteraikan ke dalam hati kita oleh iman.
Dalam ibadah Perjamuan Kudus, kita makan roti dan minum anggur yang melambangkan tubuh dan darah Yesus.
Oleh karena itu, benarlah apa yang Yesus katakan: “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.”
Saudara, dari kebenaran firman yang kita baca dalam renungan pagi ini, kita mengerti bahwa firman Yesus Kristus memberi kehidupan kepada kita yang mempercayainya.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Mengapa banyak orang sulit sekali percaya kepada Yesus, sedangkan saat kita mendengarnya, merenungkannya, lalu percaya?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Mengapa Roh Kudus membawa Yesus ke padang gurun?
Mengapa Yesus merasa lapar di padang gurun?
Siapakah yang datang untuk mencobai Yesus Kristus?
Apa jawaban Yesus terhadap ajakan iblis untuk mengubah batu menjadi roti?
Saudara, setelah Yesus berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam, maka Ia pun merasa lapar.
Ketika Yesus lapar, iblis datang untuk mencobai supaya Yesus menggunakan kuasa-Nya untuk mengubah batu menjadi roti.
Namun Yesus tidak menuruti suruhan atau permintaan iblis itu.
Sebaliknya, Yesus menjawab dengan perkataan: “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
Setiap firman yang keluar dari mulut Allah memberi kehidupan bagi manusia.
Menurut Rasul Yohanes, Firman Allah itu adalah Allah sendiri:
Yohanes 1:1-5“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”
Saudara, Firman Allah di sini merupakan bagian dari Allah dalam kesatuan Allah.
Allah adalah Roh, sehingga tidak memiliki wujud yang dapat dilihat.
Firman Allah adalah bagian dari Allah yang berinkarnasi menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus, yang pernah terlihat ketika Ia datang ke dunia sebagai manusia.
Roh Kudus adalah napas Allah yang juga tidak berwujud, karena Ia adalah Roh.
Ketiga oknum ini adalah Allah Tritunggal.
Hal ini sama seperti manusia yang terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh yaitu tiga bagian dalam satu tubuh.
Tubuh manusia memiliki wujud dan bentuk yang dapat dilihat, sedangkan Allah tidak berbentuk.
Namun di dalam kesatuan Allah terdapat Firman sama seperti jiwa, dan Roh Kudus yang sama dengan roh.
Dalam kesatuan atau ketunggalan Allah terdapat Allah Bapa yang tidak berwujud, Yesus Kristus, yaitu Firman yang menjadi manusia; dan Roh Kudus, sebagai napas Allah yang juga tidak berwujud.
Tritunggal tidak hanya berbicara tentang berapa banyak Allah, tetapi tentang bagaimana keberadaan Allah.
Oleh karena itu, Firman Allah sangat berkuasa.
Apabila seseorang menginginkan agar Firman Allah senantiasa mengarahkan hidupnya, maka ia akan mengalami keberhasilan, keberuntungan, dan kesuksesan dalam segala bidang yang dikerjakannya.
Firman Allah sangat penting bagi orang percaya, sebagai petunjuk agar mereka senantiasa hidup dalam bimbingan dan tuntunan Tuhan Allah, sehingga hidup mereka berhasil dan beruntung, seperti yang dinyatakan oleh Tuhan Allah kepada Yosua:
Yosua 1:8“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”
Pesan Tuhan melalui hukum Taurat yang diberikan kepada bangsa Israel melalui Nabi Musa merupakan petunjuk untuk hidup berhasil di tanah Kanaan, yaitu tanah perjanjian yang dianugerahkan Tuhan Allah kepada bangsa Israel.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Mengapa banyak anak-anak Tuhan hidup dalam kegagalan, kemiskinan dan kebodohan, sementara firman Tuhan telah dengan jelas dituliskan dan dinyatakan bagi anak-anak Tuhan?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa yang terjadi pada tubuh kita ketika Roh Kudus berdiam di dalam diri kita?
Apa yang akan dilakukan Roh Kudus yang diam di dalam kita?
Kepada siapakah kita berhutang?
Apa yang harus kita lakukan supaya kita memperoleh hidup?
Saudara, ketika kita percaya kepada berita Injil keselamatan melalui firman kebenaran, maka oleh iman itu Tuhan Allah memeteraikan hidup kita dengan Roh Kudus, dan Roh Allah itu tinggal di dalam batin kita.
Roh Kudus menjadi jaminan bagi kita. Hal ini dituliskan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus:
Efesus 1:13-14“Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”
Roh Kudus berdiam di dalam batin kita sejak kita percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan kita, seperti yang dituliskan oleh Rasul Paulus:
Efesus 3:16-17“Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”
Roh Allah yang tinggal di dalam kita akan menolong kita supaya kita dapat berdoa kepada Bapa, karena kita sebenarnya memiliki kesulitan atau tidak tahu cara berdoa yang benar.
Oleh karena itu, Rasul Paulus juga menuliskannya kepada jemaat di Roma:
Roma 8:26-30“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”
Roh Kudus menolong kita berdoa dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan atau berdoa dengan bahasa Roh. Kita tidak mengetahui apa yang kita doakan dan tidak memahaminya.
Namun Rasul Paulus mengatakan bahwa dengan demikian kita sedang berdoa bagi orang-orang kudus.
Melalui kita, Roh Kudus pasti berdoa untuk kebaikan kita maupun saudara-saudara kita, yaitu orang-orang kudus Tuhan.
Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk selalu mengucap syukur kepada Tuhan Allah, yang turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi kita maupun saudara-saudara kita.
Bapa mengizinkan segala sesuatu terjadi dalam hidup kita sebagai cara untuk membentuk kita menjadi serupa dan segambar dengan Yesus Kristus.
Untuk itu, marilah kita dengan bantuan Roh Kudus mematikan semua keinginan daging kita, yang sering membawa kita kepada hal-hal kedagingan yang cenderung mengarah kepada dosa, supaya kita terhindar dari berbagai macam pencobaan.
Hal ini juga dituliskan oleh Rasul Yakobus kepada jemaat orang-orang Yahudi yang tersebar di luar Israel:
Yakobus 1:13-15“Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.”
Oleh karena itu, marilah kita hidup dalam persekutuan yang intim dengan Roh Kudus, supaya Ia menolong kita untuk mematikan kedagingan kita, sehingga kita dapat mengalahkan dosa.
Hal ini juga dituliskan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma:
Roma 8:13“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.”
Jadi dengan jelas Rasul Paulus menasihatkan supaya kita hidup dipimpin oleh Roh Kudus.
Ia akan menolong kita mematikan keinginan daging, sehingga kita dapat hidup dalam keintiman dengan Roh Kudus.
Dengan demikian, kita akan terus dimampukan mengalahkan keinginan daging, sehingga kita tidak lagi jatuh bangun dalam dosa.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Mengapa ada anak-anak Tuhan yang sudah lahir baru tetapi masih jatuh bangun dalam kebiasaan lamanya?