Senin, 26 Oktober 2026

DIUTUS UNTUK MEMBAWA BERITA KESEMBUHAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 10:5-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Matius 10:8!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah perintah dari Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya ketika mengutus mereka kepada domba-domba yang terhilang?
  2. Selain memberitakan Kerajaan Allah hal-hal apakah yang harus mereka lakukan kepada domba-domba yang terhilang?
  3. Mengapa harus memberitakan hal-hal diatas dengan cuma-cuma?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah maka Allah menyatakan kasih-Nya yang besar kepada dunia ini dengan cara mengutus anak-Nya yang tunggal datang ke dunia ini.

Yesus datang dan mati di kayu salib untuk menebus manusia yang karena dosa menuju maut sehingga manusia dibebaskan dari dosa dan maut.

Oleh sebab itu Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk menjadi saksi bahwa Yesus telah mati di kayu salib dan menanggung dosa manusia, sehingga murid-murid harus menceritakan tentang perbuatan Yesus bagi orang-orang yang berdosa sehingga orang berdosa berhak dengan pengampunan dosa.

“Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.” (Lukas 24:46-48).

Bahkan Tuhan Yesus ingin agar berita keselamatan tersebut dipahami oleh bangsa-bangsa bukan hanya pengampunan atau dosa saja tetapi akibat-akibat dosa manusia juga dimerdekakan oleh Tuhan Yesus yaitu sakit penyakit, kuasa setan dan segala kutuk-kutuk.

Hal tersebut juga harus diberitakan kepada bangsa-bangsa.

”Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Markus 16:15-18).

Oleh karena itu kita harus mengupayakan dan mengusahakan agar berita pengampunan dosa dan kesembuhan jasmani dan rohani sampai kepada dunia ini, bahkan bukan hanya mereka disembuhkan tetapi juga dimuridkan agar mereka mengalami kesempurnaan di dalam Kristus yaitu sehat-sehat dalam segala hal.

Dan Tuhan telah memberi kuasa kepada kita untuk mengerjakannya.

”Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.” (Kolose 1:28-29).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami kuasa Tuhan untuk memberitakan berita kesembuhan bagi dunia ini!

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 6-7

Minggu, 25 Oktober 2026

YESUS DATANG MEMBAWA KESEMBUHAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 8:14-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Matius 8:17!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang menyembuhkan ibu mertua Petrus dan bagaimanakah caranya disembuhkan?
  2. Apakah yang dialami orang-orang yang dibawa kepada Yesus?
  3. Hal apakah yang telah dilakukan oleh Yesus ketika Ia mati di kayu salib?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebelum kedatangan Yesus ke dunia ini telah dinubuatkan tentang hal-hal yang akan dikerjakan oleh Yesus melalui nabi Yesaya dimana hal ini tidak dipahami oleh banyak orang.

“Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” (Yesaya 53:3-5).

Bahkan dalam Perjanjian Baru rasul Petrus juga menjelaskan kepada kita tentang kesembuhan yang dibawa oleh Yesus yang membuat dunia dan kita dapat mengalami kesembuhan.

“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (I Petrus 2:24).

Dan ketika Yesus ada di muka bumi selama 33 ½ tahun, ada banyak kesembuhan yang dilakukan oleh Yesus diantaranya perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun, ibu mertua dari Petrus, bahkan orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang tuli dapat mendengar.

Hal ini terjadi karena merupakan ketetapan dari Tuhan bahwa Yesus datang ke dunia untuk menyembuhkan sakit penyakit dan kelemahan kita.

“Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” (Matius 8:17).

Agar kita mengalami kesembuhan yang telah diberi oleh Yesus melalui kematian-Nya di kayu salib maka bagian kita adalah percaya kepada Dia, percaya terhadap apa yang telah Yesus kerjakan melalui karya-Nya di kayu salib, kemudian perkatakan dengan iman seluruh janji Allah kepada kita tentang kesembuhan maka Allah akan mewujudkan mukjizat kesembuhan itu.

“Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” (Yohanes 11:40).

Oleh sebab itu marilah kita berjalan dalam kebenaran Firman Tuhan supaya kita senantiasa menikmati kesembuhan yang sudah diberikan oleh Yesus melalui korban-Nya di kayu salib.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana dalam saudara mengalami kesembuhan oleh karena Yesus telah datang membawa kesembuhan!

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 4-5

Sabtu, 24 Oktober 2026

IMAN KEPADA OTORITAS FIRMAN YANG MENYEMBUHKAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 7:6-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Lukas 7:7!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Karena perwira tersebut merasa tidak layak untuk menerima Yesus ke rumahnya, maka hal apakah permintaan perwira itu kepada Yesus agar hamba-Nya sembuh?
  2. Apakah pujian dari Tuhan Yesus kepada sikap dan perbuatannya untuk kesembuhan terjadi?
  3. Apakah yang dialami oleh hamba perwira tersebut ketika ia datang kepada Yesus dengan iman yang benar?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Hamba perwira di Kapernaum mengalami mukjizat kesembuhan oleh karena kepercayaan perwira tersebut kepada perkataan dari Tuhan Yesus, walaupun hamba tersebut tidak atau belum berjumpa dengan Yesus.

Perwira tersebut hanya mengiyakan perkataan Yesus bagi dia untuk kesembuhan hambanya dan Yesus memuji sikap dari perwira ini dengan mengatakan bahwa “Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai.”

Hal semacam ini pun akan terjadi bagi kehidupan kita karena kita mengalami otoritas Firman Tuhan untuk kehidupan kita dan kehidupan orang lain di sekitar kita.

Oleh sebab itu beberapa hal yang harus kita pahami adalah:

  1. Firman Tuhan adalah kehidupan dari Allah sendiri yang memiliki otoritas untuk menghidupkan manusia. ”Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” (Yohanes 6:63);
  2. Firman Tuhan memiliki otoritas penuh atas hidup kita dan dunia ini, yang membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12);
  3. Firman Tuhan yang keluar dari mulut Allah bagi kita tidak pernah kembali kepada Tuhan dengan sia-sia tetapi akan mengerjakan sesuai dengan maksud Firman Tuhan tersebut. “Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yesaya 55:11).

Bagian kita adalah terus senantiasa menanti-nantikan Tuhan sampai Dia berfirman kepada kita di tempat tersembunyi yaitu secret place.

Dan ketika Dia berfirman, dengarkanlah dan renungkanlah hal tersebut sampai menjadikan iman yang hidup di dalam kita.

Kemudian bertindaklah dan perkatakanlah Firman tersebut sehingga Tuhan menjadikan Firman tersebut menjadi nyata dan terwujud dalam kehidupan kita sehingga kita mengalami otoritas dari Firman Tuhan, sehingga kita mengalami mukjizat, kemenangan, kelepasan dan kelegaan serta mengalami kebangunan rohani seperti murid-murid yang berjalan menuju Emaus (Lukas 24:32).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami otoritas Firman Tuhan sehingga mengalami mukjizat kesembuhan!

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 2-3

Jumat, 23 Oktober 2026

IMAN YANG HIDUP SELALU BERTINDAK

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YAKOBUS 2:17-20

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Yakobus 2:17!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dimaksudkan oleh Tuhan tentang iman yang mati?
  2. Hal-hal apakah yang harus kita lakukan agar kita tidak hidup dalam iman yang mati?
  3. Coba sebutkan dalam hal apa sajakah dalam kehidupan saudara yang masih menunjukkan bahwa saudara masih memiliki iman yang mati?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan berkata bahwa segala sesuatu dalam hidup kita harus didasarkan pada iman.

Dan Tuhan sangat menghargai iman kita kepada Dia.

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1).

”Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibrani 11:6).

Munculnya iman di dalam kehidupan kita adalah saat kita mendengar Firman Tuhan dan kita percaya kepada Firman Tuhan.

Oleh sebab itu kita harus senantiasa mendengar dan merenungkan Firman Tuhan setiap saat.

”Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17).

Namun Tuhan ingin agar kita tidak hanya memiliki iman tetapi ada tindakan dari iman kita sehingga kita tidak memiliki iman yang mati.

Kita harus bertindak karena kepercayaan kita kepada Firman Tuhan baik melalui perkataan dan perbuatan kita.

”Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17:19-20).

”Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” (Yakobus 2:17).

Oleh sebab itu Tuhan ingin agar iman yang kita peroleh dari keyakinan akan Firman Tuhan harus disertai dengan tindakan melalui perkataan dan perbuatan sehingga terjadilah mukjizat, seperti yang dialami oleh perempuan yang menderita sakit pendarahan selama 12 tahun.

Dia telah mendengar tentang Yesus yang membuat dia beriman kepada Yesus, namun imannya tidak mati itulah sebabnya ia bertindak dengan cara mendekati Yesus walaupun dihalangi orang banyak dan dia juga berseru dan berkata-kata sehingga dia menjamah Yesus dan Yesus pun melihat dia, sampai pada akhirnya perempuan itu disembuhkan oleh Yesus (Markus 5:25-34).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami mukjizat Tuhan melalui iman yang bertindak!

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 1

Kamis, 22 Oktober 2026

PERCAYA TANPA BIMBANG KEPADA JANJI ALLAH

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 4:18-22

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Roma 4:20!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal apakah yang menjadi janji Tuhan kepada Abraham sehingga membuat Abraham tetap percaya?
  2. Bagaimanakah sikap dan respon Abraham terhadap janji Allah walaupun secara fakta bahwa banyak hal sepertinya janji Allah sulit untuk digenapi?
  3. Bagaimanakah sikap Allah terhadap respon dari Abraham untuk tetap percaya kepada janji Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Dalam pertumbuhan rohani kita ketika kita ingin berjalan bersama Tuhan maka antara janji Tuhan sering berbeda dengan apa yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh sebab itu kita tidak boleh berjalan dengan apa yang kita lihat tetapi kita harus meneguhkan hati kita untuk berjalan dengan janji-janji Tuhan.

“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” (II Korintus 4:18).

Tujuannya adalah agar kita tidak menjadi kecewa, panik, kuatir dan ketakutan yang membuat kita menjadi lemah dan mundur secara rohani.

Oleh karena itu beberapa hal yang harus kita pahami adalah:

  1. Kita harus berjalan dengan janji-janji Tuhan yang Tuhan berikan kepada kita secara spesifik dan percaya bahwa Tuhan sanggup menggenapi janji-janji-Nya. “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?” (Bilangan 23:19). Ketika kita percaya kepada janji-janji Tuhan maka mata dan pikiran kita selalu tertuju kepada Tuhan dan Firman-Nya supaya kita tidak mendengar intimidasi dan suara si jahat yang membuat kita bergeser dari janji Allah ketika janji Allah berbeda dengan fakta yang kita alami;
  2. Jangan berjalan dengan fakta yang kita lihat tetapi teguhkan hati kita untuk tetap percaya kepada Tuhan seperti yang dialami oleh Abraham dimana dia tidak melihat fisiknya yang sudah lemah, juga keberadaan Sara, istrinya, yang sudah tertutup rahimnya. “Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah.” (Roma 4:20);
  3. Biarlah pada akhirnya Tuhan memperhitungkan kepercayaan kita sebagai suatu kebenaran yaitu dibenarkan oleh Tuhan, sehingga kita mengalami mukjizat dan kuasa Firman Tuhan dan Tuhan berkata: “Jadilah seperti yang engkau percaya” (Lukas 18:7-8).

Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.” (Lukas 17:19).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami mukjizat Tuhan karena tidak bimbang tetapi tetap percaya kepada janji Allah!

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 15-16

Rabu, 21 Oktober 2026

HIDUP ARIF DAN PENUH ROH

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

EFESUS 5:15-19

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa artinya “mempergunakan waktu” dalam kehidupan sehari-hari?
  2. Apa bedanya mabuk anggur dengan penuh Roh Kudus?
  3. Bagaimana kita bisa memenuhi pikiran dan hati dengan Roh setiap hari?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,” (Efesus 5:15).

Kita hidup di zaman yang mirip dengan Efesus: ramai, penuh tawaran, hiburan, dan kesibukan.

anpa sadar, banyak orang hidup mengikuti arus—bangun, bekerja, scroll media sosial, tidur, lalu ulang lagi.

Paulus mengingatkan kita untuk “memperhatikan dengan saksama” bagaimana kita hidup.

Artinya, hidup orang percaya tidak boleh asal jalan. Kita dipanggil untuk hidup dengan sadar, sengaja, dan bijak.

Tuhan tidak ingin kita menjadi orang bebal yang menyia-nyiakan waktu, tetapi orang arif yang tahu bahwa setiap hari adalah kesempatan dari Tuhan.

Hidup arif berarti mengerti kehendak Tuhan dan mempergunakan waktu dengan bijak.

Kata “waktu” di sini bukan sekadar jam atau menit, tetapi kairos—kesempatan yang Tuhan berikan.

Hari-hari ini jahat, penuh distraksi dan tipuan, sehingga mudah bagi kita menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tidak kekal.

Orang arif bertanya: “Apakah yang aku lakukan ini menyenangkan Tuhan? Apakah ini membangun hidupku dan orang lain?” Ia tidak hanya tahu kehendak Tuhan, tetapi melakukannya.

Hidup arif bukan tentang pintar bicara, tetapi tentang memilih dengan benar di hadapan Tuhan.

Hidup penuh Roh Kudus adalah sumber kekuatan, sukacita, dan pengendalian diri yang sejati.

Paulus membandingkan mabuk anggur dengan penuh Roh.

Mabuk membuat orang dikendalikan oleh zat, kehilangan kontrol, dan melakukan hal yang memalukan.

Sebaliknya, penuh Roh membuat orang dikendalikan oleh Tuhan, sehingga hidupnya menghasilkan mazmur, kidung pujian, nyanyian rohani, dan ucapan syukur.

Bukti penuh Roh bukan hanya perasaan emosional, tetapi hati yang menyanyi bagi Tuhan, perkataan yang membangun, dan hidup yang bersyukur.

Orang yang penuh Roh akan makin mencintai firman, makin mengasihi sesama, dan makin taat kepada Tuhan.

Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman.

Pertama, Rencanakan dan Gunakan Waktumu dengan Sadar.

Buat jadwal harian yang mencakup waktu untuk Tuhan, keluarga, pekerjaan, dan istirahat.

Evaluasi kegiatan yang menghabiskan banyak waktu tetapi tidak membangun.

Sebelum melakukan sesuatu, tanyakan: “Apakah ini kehendak Tuhan? Apakah ini mempergunakan kesempatan dengan baik?”

Kedua, Isi Hidupmu dengan Roh Setiap Hari.

Bacalah firman Tuhan, berdoalah, pujilah Tuhan dengan nyanyian, dan ucapkan syukur dalam segala hal.

Jauhkan diri dari hal-hal yang membuatmu kehilangan kontrol, seperti hiburan berlebihan, atau kebiasaan yang menguasai.

Carilah komunitas yang suka memuji Tuhan, agar hatimu terus dipenuhi Roh.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana menggunakan waktu secara efektif setiap hari.

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 14