Sabtu, 3 Januari 2026

KRISTUS YANG DINANTIKAN PULAU-PULAU

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 60:9-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah peran Tuhan dalam memulihkan dan mengangkat umat-Nya, meskipun sebelumnya mereka telah memperoleh murka dan mengalami hajaran Tuhan?
  2. Bagaimana seharusnya sikap hidup kita ketika Tuhan membuka banyak kesempatan untuk memberkati dan bagaimana supaya kita tetap setia kepada-Nya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Kitab Yesaya pasal 60 dikenal sebagai kitab yang menceritakan bagaimana Allah akan bertindak memulihkan umat-Nya.

Bahwa Allah akan menyatakan kemuliaan-Nya, dan menarik bangsa-bangsa datang kepada terang-Nya.

Yesaya 60:9  ”Sungguh, Akulah yang dinanti-nantikan pulau-pulau yang jauh; kapal-kapal Tarsis berlayar di depan untuk membawa anak-anakmu laki-laki dari jauh, perak dan emasnya dibawa serta, untuk nama TUHAN, Allahmu, dan oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, sebab Ia mengagungkan engkau.”

Ada masa dimana pulau-pulau menantikan Tuhan, dalam hal ini tentu bukan pulau yang adalah benda mati yang sedang menantikan Tuhan, tetapi penduduk pulau-pulau sedang dan akan terjadi di masa depan, dan dengan intensitas yang lebih masif, mereka menantikan Tuhan.

Lalu apakah Tuhan akan datang dan menampakkan diri di pulau-pulau, mungkin saja Tuhan akan memperlihatkan diri kepada manusia dalam penglihatan seperti ketika Tuhan menampakkan diri kepada Saulus.

Tetapi bukankah Tuhan memiliki Tubuh di bumi ini, yaitu kita orang percaya yang adalah bagian dari tubuh Kristus.

1 Korintus 12:27  “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.”

Kita semua umat percaya adalah bagian dari tubuh Kristus yang Tuhan gunakan untuk melaksanakan pekerjaan-Nya di muka bumi.

Jadi siapakah yang dinantikan di pulau-pulau? Kita!

Sebagai anggota tubuh Kristus dan yang memiliki peran berbeda-beda sesuai dengan talenta, karunia yang Tuhan anugerahkan.

Ada orang yang mendapatkan panggilan untuk pergi keluar kota atau pulau sebagai utusan misi.

Banyak dari antara mereka yang awalnya karena berpindah kerja, misalnya sebagai pegawai negeri atau pegawai swasta mereka ditempatkan di Kalimantan, atau di pulau kecil seperti pulau Ternate di Maluku.

Jika seseorang tetap terbuka kepada pimpinan dan arahan Tuhan, maka Tuhan bisa memakai mereka menjadi pemberita Injil di kota dimana dia ditempatkan.

Dan bukankah cerita ini bukan sesuatu yang baru? Di gereja kita maupun di banyak gereja yang lain, Tuhan telah memakai mereka yang berpindah kerja untuk menjadi saksi Tuhan di tempat dia bekerja, khususnya di pulau-pulau yang jauh dari tempat asalnya.

Allah juga sudah dan sedang memanggil orang untuk melayani sebagai utusan misi sepenuh waktu, yang didukung oleh gereja pengutus.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang bisa kita mulai agar kita bisa memahami arahan dan pimpinan Tuhan, khususnya untuk melayani di ladang misi?

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 8-11

Jumat, 2 Januari 2026

INDAHNYA PEMBAWA BERITA KABAR BAIK

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 52:7-9

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Jika pembawa kabar baik disebut “indah” karena pesan yang ia bawa, sejauh mana hidup dan langkah kita hari ini benar-benar menjadi kesaksian yang baik bagi orang di sekitar kita?
  2. Ketika kita melihat pekerjaan Tuhan yang memulihkan dan menebus, apakah respon yang sepatutnya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Dunia saat ini dipenuhi dengan berita buruk: bencana banjir, gempa bumi, perang, krisis ekonomi, ketidak percayaan pada pemerintah, dan berbagai ramalan tentang buruknya ekonomi di tahun 2026.

Dan berita itu, terutama yang beredar di media sosial, tentu tidak semuanya benar.

Tetapi akibat dari berita tersebut telah menyebabkan banyak orang termasuk orang percaya menjadi kehilangan harapan dan motivasi untuk masa depan.

Itulah sebabnya dibutuhkan pembawa kabar baik, yaitu orang yang dapat memberikan harapan yang baik bagi masa depan.

Kabar baik yang paling utama adalah Injil keselamatan.

Janji pengampunan dosa dan keselamatan kekal melalui karya Kristus di kayu salib.

Injil keselamatan ini dibutuhkan bagi orang yang belum percaya.

Lalu bagi orang yang sudah percaya, mereka juga membutuhkan kabar baik yang mereka butuhkan di tengah berbagai kabar-kabar yang kurang baik yang beredar terutama di media sosial.

Tetapi yang kita butuhkan sebagai umat percaya, bukan sekedar kabar baik misalnya tentang pertumbuhan ekonomi yang meningkat tajam sehingga banyak membuka kesempatan kerja, atau tentang ditemukannya vaksin baru yang bisa mengobati penyakit kronis.

Hal-hal tersebut adalah kabar baik yang menolong fungsi hidup, tetapi tidak menyelesaikan persoalan dosa dan hubungan dengan Allah.

Kabar baik yang berasal dari manusia bisa memperbaiki hidup, tetapi hanya Firman Allah yang mengubah manusia dari dalam.

Kabar baik yang sejati tidak lahir dari dunia, tetapi datang dari surga.

Ia bukan buatan manusia, tetapi anugerah Allah. Kabar baik bukan mengubah dari luar, tetapi mengubah kita dan dimulai dari dalam hati kita.

Dan hari ini, kabar baik itu dipercayakan kepada kita umat percaya untuk disampaikan kepada dunia.

Jika kita terlebih dulu menghidupi atau melakukan Firman dalam kehidupan sehari-hari, maka Firman itu akan memampukan kita untuk menjadi pemberita kabar baik.

Kehidupan kita yang berubah oleh karena Firman, adalah dasar yang kuat untuk kita menjadi pembawa kabar baik.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang bisa kita mulai agar kita bisa menjadi seorang saksi yang efektif dalam menyampaikan kebenaran Firman.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 4-7

Kamis, 1 Januari 2026

SELURUH MAKHLUK MENANTIKAN TERANG KRISTUS NYATA

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:18-25

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang Rasul Paulus maksudkan dengan penderitaan jaman sekarang?
  2. Siapakah yang dimaksud dengan anak-anak Allah yang akan dinyatakan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Roma 8:18  ”Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.”

Dari masa ke masa Allah mengizinkan umat manusia dan secara khusus umat Allah mengalami penderitaan.

Ada perang, bencana banjir, gempa yang dialami oleh masyarakat di seluruh dunia.

Tetapi ada penderitaan yang khusus dialami oleh karena kita sebagai pengikut Kristus, seperti juga yang dialami oleh rasul Paulus.

“tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.” (2 Korintus 11:25).

Hari ini adalah hari pertama di tahun 2026.

Dan sepanjang tahun 2025 kita semua melihat, mengalami dan merasakan bagaimana bencana terjadi, mungkin ada kehilangan anggota keluarga karena telah dipanggil Tuhan.

Itu adalah sebagian dari jenis penderitaan yang Tuhan izinkan.

Itulah sebab sehingga kita diingatkan agar kita menantikan terang Kristus dalam kehidupan kita.

Sehingga ketika kita Tuhan ijinkan mengalami penderitaan yang sama dengan orang yang belum mengenal Kristus, tetapi kita bisa merespon berbeda karena Kristus ada dan tinggal bersama dan di dalam kita.

Jika kita menyatakan bahwa kita menantikan terang Kristus, itu berarti kita merindukan Kristus mewujudkan kasih dan anugerah-Nya dalam hidup kita, termasuk ketika kita sedang mengalami musibah dan kedukaan.

Roma 8:19  ”Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.”

Oleh karena kejatuhan Adam, maka seluruh dunia ikut mengalami penderitaan.

Seluruh makhluk ikut mengalami penderitaan.

Ibu mengalami sakit bersalin ketika melahirkan, para bapak harus bekerja keras untuk mendapatkan bahan makanan.

Hewan menjadi buas sehingga mereka saling memangsa. Akan ada masanya semua itu akan dipulihkan.

Saat ini dunia sedang menunggu saat orang percaya dinyatakan, mereka tidak hanya disebut anak Allah, tetapi memiliki gaya hidup yang sungguh-sungguh selaras dengan Kristus, hidup seperti Kristus hidup. 

Mereka memiliki karakter Kristus yang nyata; memiliki otoritas rohani untuk memamerkan kuasa dan kasih Allah, mereka hidup kudus dan sungguh berdampak.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang patut kita lakukan agar hidup kita semakin berdampak bagi sesama.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 1-3

Rabu, 31 Desember 2025

TERANG BAGI SEMUA MANUSIA

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 2:8-18

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah berita yang disampaikan oleh para malaikat kepada para gembala?
  2. Apa tanda dari berita kesukaan besar itu?
  3. Bagaimana para gembala meresponi pernyataan malaikat-malaikat?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2025. Hari yang sangat spesial.

Betapa cepatnya waktu berlalu sehingga kita sudah sampai ke ujung tahun dan siap memasuki tahun yang baru.

Ambillah waktu sejenak untuk mengenang tahun ini.

Mungkin ada berbagai suka dan duka yang dilewati?

Dan dengan suasana hati seperti apa kita hendak mengakhiri tahun ini?

Apa yang membuat kita bisa mengakhiri tahun 2025 ini dengan ucapan syukur dan menyambut tahun 2026 dengan pengharapan?

Sama seperti para gembala yang sedang mengerjakan pekerjaannya di padang seperti biasa, namun bersukacita ketika mendapatkan pernyataan Allah dan melihat sendiri bayi Yesus.

Demikianlah kita perlu mengalami sukacita di tengah keseharian kita.

Para gembala kembali sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan lihat.

Mereka mendapati bahwa semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan para malaikat kepada mereka.

Semua tugas dan tanggung jawab kita tidak akan menjadi terlalu berat ketika kita menyadari bahwa Yesus senantiasa menjadi terang abadi bagi kita. FirmanNya menjadi terang bagi jalan kita dan akan menuntun kita ke jalan kehidupan.

Saudara, mari kita mengakhiri tahun 2025 dengan memandang kepada Yesus.

Apapun yang sedang Saudara alami hari ini, percayalah bahwa tidak ada yang tersembunyi atau di luar kendali Allah.

Jalan mungkin tampak gelap, tapi tidak akan gelap selamanya.

TerangNya akan bersinar di suatu tempat dan kita hanya perlu mengikuti terang tersebut.

Puji Tuhan untuk kasih karuniaNya sepanjang tahun ini.

Puji Tuhan karena Ia tidak pernah meninggalkan kita.

Puji Tuhan karena Ia senantiasa mempunyai rancangan terbaik bagi kita.

Tuhan Yesus memberkati

Bagikanlah kepada anggota keluarga dan rekan-rekan persekutuan Saudara bagaimana terang Tuhan bersinar sepanjang tahun ini bagi hidup Saudara.

Pembacaan Alkitab Setahun

Wahyu 20-22

Selasa, 30 Desember 2025

MENERUSKAN RAHASIA BESAR

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 1:25-29

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah pemberi tugas untuk meneruskan firman Tuhan?
  2. Seperti apakah firman yang diberikanNya untuk kita teruskan?
  3. Menurut Saudara mengapa Paulus sampai mau mengusahakan dan menggumulkan dengan sekuat tenaga untuk tugas ini?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Pernahkah Saudara mendapatkan berita viral di media, dan kemudian bertanya-tanya, kok bisa sampai tersebar begitu luas?

Padahal mestinya berita itu adalah konsumsi pribadi atau rahasia.

Setidaknya ada dua jenis rahasia.

Rahasia yang pertama, berhubungan dengan sesuatu yang tidak boleh diketahui umum dan tidak seharusnya diceritakan kembali kepada orang lain.

Rahasia yang kedua adalah sesuatu yang dicari-cari, namun sangat sulit ditemukan.

Paulus berkata, ada rahasia yang sudah tersimpan berabad-abad dan dari keturunan kepada keturunan yang sekarang disingkapkan kepada orang-orang kudusNya.

Rahasia ini adalah rahasia jenis kedua, tidak terungkap di masa zaman Perjanjian Lama karena Yesus belum datang.

Rahasia yang dimaksud adalah “Kristus ada di tengah-tengah kita. Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan.”

Mengapa rahasia ini begitu besar dan tersembunyi?

Karena ada begitu banyak orang mencari-cari jalan keselamatan dan ingin terhubung dengan Allah pencipta alam semesta, tetapi tidak menemukan jalannya.

Manusia melakukan berbagai usaha, mencoba membuat patung-patung, berusaha mencapai Allah dengan pengetahuan dan kebaikan, membuat berbagai peraturan agama, tapi tidak satupun yang mampu memberikan jalan keluar, sampai Yesus datang.

Namun, bahkan setelah Yesus datang dan sampai saat ini, masih banyak orang yang tidak bisa percaya indahnya anugerah keselamatan.

Tuhan ingin kabar keselamatan menjadi sesuatu yang viral dan mengubahkan.

Jalan keselamatan bukan lagi rahasia.

Kristus ada di tengah-tengah kita, di dalam hidup Saudara dan dimana ada Kristus, ada pengharapan dan kemerdekaan.

Bukankah ini adalah berita yang sangat luar biasa dan patut kita bagikan kepada sebanyak mungkin orang?

Rasul Paulus memperjuangkannya dengan sekuat tenaga, apakah Saudara juga mau memperjuangkannya?

Diskusikanlah dengan pembimbing Saudara bagaimana Saudara bisa meneruskan rahasia besar yang bukan lagi rahasia hari ini kepada sebanyak mungkin orang di sekitar Saudara?

Pembacaan Alkitab Setahun

Wahyu 17-19

Senin, 29 Desember 2025

MENJADI TERANG BAGI BANGSA-BANGSA

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 49:5-7

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Sejak kapan kita dipanggil untuk menjadi hambaNya?
  2. Apa yang dikatakan Allah tentang panggilan tersebut?
  3. Apa yang terjadi ketika raja-raja dan pembesar-pembesar melihat perbuatan Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Apa yang kita pikirkan sangat jauh daripada apa yang Tuhan pikirkan. Itu yang seringkali terjadi.

Dengan keterbatasan kita sebagai manusia, kita tidak mampu memahami panggilan Tuhan.

Tetapi dengan kuasa Roh Kudus, Ia memampukan kita untuk menanggapi dan melihat rencanaNya satu langkah demi satu langkah.

Nabi Yesaya yang pada awalnya merasa berat ketika dipanggil sebagai hamba Allah, mengalami transformasi.

Ketika Ia mulai bersepakat dengan Tuhan, ia beroleh pengertian bahwa ternyata panggilannya bukan hanya menjadi hamba Allah, tapi juga menjadi terang bagi bangsa-bangsa.

Saudara, untuk bisa meresponi panggilan Tuhan kita juga perlu mengalami transformasi.

Tidak perlu memikirkan terlalu jauh dan rumit, tapi responi saja satu langkah yang ada di depan kita.

Mengizinkan Tuhan menjadi sumber kekuatan dalam melakukan apa yang perlu kita lakukan hari ini.

Apa yang hari ini ada di tangan Saudara?

Mari kerjakan tanggung jawab di pelayanan, keluarga, dan pekerjaan atau studi dengan segenap hati dan segenap kekuatan.

Kerjakan seperti untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23)

Ketika kita melakukan bagian kita dan terus meresponi panggilanNya, Ia akan mengangkat kita dan membukakan hal-hal baru yang tidak terpikirkan.

Menjadi terang adalah HASIL dari hubungan pribadi kita dengan Allah, HASIL dari pembentukan dan proses yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita.

Saudara, Mari kita mengalami transformasi hidup yang menjadikan terang kita semakin bercahaya dalam Tuhan.

Bagaimana Saudara dapat mengerjakan tanggung jawab Saudara hari ini dengan lebih baik lagi? Mari buatlah satu komitmen untuk melakukannya.

Pembacaan Alkitab Setahun

Wahyu 13-16

Minggu, 28 Desember 2025

DIPANGGIL MENJADI HAMBANYA

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 49:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa firman Tuhan kepada nabi Yesaya saat Ia memanggilnya?
  2. Bagaimana respon nabi Yesaya saat Tuhan memanggilnya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Bayangkan jika suatu hari seorang penguasa memanggil Saudara dan memberi kepercayaan untuk mengerjakan suatu tugas penting, bagaimana Saudara akan berespon?

Pada umumnya, orang akan bersukacita saat dipercaya oleh seorang penguasa, tapi tergantung juga bagaimana penguasanya.

Jika kita percaya penguasa tersebut baik, kita akan menyambut gembira.

Tetapi jika kita percaya penguasa tersebut tidak baik, kita akan menyambut dengan berat hati dan terpaksa.

Pertanyaannya:

Bagaimana kita memandang Penguasa hidup kita? Apakah kita sungguh percaya Dia adalah Allah yang baik? Apakah menerima tugas dariNya adalah suatu beban atau kehormatan?

Bahkan Nabi Yesaya di awal panggilannya, berespon secara manusiawi dengan berkata bahwa “Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna.”

Di titik terendah Yesaya. Saat ia merasa gagal, tidak berdaya dan tidak punya kekuatan. Saat ia merasa sia-sia dalam banyak hal.

Di titik itulah Allah memanggilNya untuk menjadi hambaNya yang hendak menyatakan keagunganNya.

Yesaya menguatkan hatinya dengan mengingat bahwa hak-nya terjamin pada Tuhan dan upahnya ada pada Allahnya.

Bagaimana dengan Saudara? Bagaimana Saudara menanggapi panggilanNya?

Panggilan untuk menjadi hambaNya tetap berlaku.

Kita punya pilihan, mau fokus hanya kepada apa yang kita rasakan dan pikirkan, atau fokus kepada pribadiNya yang setia dan menolong kita.

Bagikanlah dengan pembimbing Saudara, apa yang seringkali menjadi penghalang untuk meresponi panggilan Tuhan?

Pembacaan Alkitab Setahun

Wahyu 9-12

Sabtu, 27 Desember 2025

KEHIDUPAN YESUS MENJADI NYATA

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 KORINTUS 4:6-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Menurut Saudara apa maksudnya firman Allah “Dari dalam gelap akan terbit terang?”
  2. Harta apa yang dimiliki oleh orang percaya?
  3. Apa yang perlu kita lakukan agar kehidupan Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Terang hanya bersinar dalam kegelapan. Saudara, coba renungkan sejenak kalimat tersebut.

Nyala lilin dan senter tidak begitu berarti di siang hari atau di sebuah tempat yang penuh cahaya, tetapi di kegelapan malam, nyala itu begitu berarti dan bercahaya.

Sadarkah kita, bahwa segala hal yang baik dan luar biasa yang disediakanNya tidak akan mampu kita pahami tanpa adanya hal-hal sulit, penderitaan dan “kematian” yang menyertainya?

Kita mendengar bahwa di dalam Yesus ada kasih, sukacita, damai sejahtera dan kehidupan yang sejati.

Memang benar, itulah yang disediakan Allah bagi kita dan dikerjakanNya melalui karya penebusan Yesus di kayu salib.

Lalu bagaimana kita mengenal kasih yang sejati?

Seringkali saat kita mengalami kesulitan untuk merasakan dan memberikan kasih.  

Bagaimana kita mengenal sukacita yang sejati?

Seringkali saat kita mengalami kesedihan luar biasa.

Bagaimana kita mengenal pengharapan yang sejati?

Seringkali saat kita merasa putus asa dan tidak melihat jalan keluar.

Paulus berkata “kami ditindas, namun tidak terjepit. Kami habis akal, namun tidak putus asa. Kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian. Kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata”

Sungguh sebuah paradoks (tampak bertentangan, namun benar adanya) yang hanya bisa dikerjakan oleh Tuhan sendiri.

Kehidupan Yesus akan menjadi nyata dalam kita ketika kita mengizinkan diri kita untuk mati secara daging dan menempatkan Kristus di posisi yang utama dalam hati, pikiran, perkataan, dan tindakan kita.

Bukan apa yang kita rasakan dan pikirkan yang paling penting, tapi apa yang dirasakan dan dipikirkan Tuhan yang paling penting.

Proses ini adalah proses kematian yang tidak mudah, karena kita perlu menyalibkan daging kita.

Namun, proses ini juga membawa kehidupan Yesus menjadi nyata karena kita mulai belajar meresponi setiap keadaan seperti Kristus merespon.

Di situlah terang Kristus bercahaya dan Allah dengan bebas memperkenalkan segala sesuatu yang sejati dariNya untuk kita nikmati di dunia yang fana ini.

Mari Saudara, kita berproses dalam kematian dan kehidupan Yesus sepanjang hidup kita dan terus mengalami kuasa anugerahNya dinyatakan dalam setiap keadaan.

Diskusikanlah dengan rekan persekutuan atau pemuridan Saudara proses kematian apa yang sedang Saudara alami hari ini? Bagian manakah yang paling sulit? Bagaimana Saudara bisa melihat kehidupan Yesus menjadi nyata di tengah kematian tersebut?

Pembacaan Alkitab Setahun

Wahyu 4-8

Jumat, 26 Desember 2025

MENJADI TERANG MELALUI DOA DAN PUASA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 58:10-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Yesaya 58:10.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang harus kita lakukan dalam doa dan puasa agar kita mengalami terang dan terang itu bercahaya ketika kita berdoa dan berpuasa?
  2. Apakah yang Tuhan lakukan bagi kita ketika kita melakukan doa dan puasa seperti yang Tuhan inginkan?
  3. Apakah yang kita alami sebagai dampak dari doa dan puasa yang benar?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan mengajarkan kepada kita untuk berdoa dan berpuasa dengan cara yang benar, agar kita mengalami dampak ilahi dalam berdoa dan berpuasa dimana terang yang ada pada kita semakin bercahaya.

Hal-hal yang harus kita pahami adalah:

  1. Berdoa dan berpuasa adalah ditujukan hanya kepada Bapa dan bukan untuk dipuji atau dilihat orang.
    “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:16-18).
  2. Berpuasa adalah hari merendahkan diri di hadapan Bapa dan juga mengasihi orang lain dengan belas kasihan.
    “Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.” (Yesaya 58:6-8).

Ketika kita membangun kehidupan doa dan puasa yang benar maka terang Kristus akan semakin bercahaya dan kita akan mengalami api Tuhan untuk membawa bangsa-bangsa kepada Tuhan.

“Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni”.(Yesaya 58:12).

Karena bangsa-bangsa sedang ditutupi oleh kegelapan dan mereka sangat membutuhkan terang Tuhan yang terbit atas kita melalui kehidupan doa dan puasa yang kita bangun.

Itulah sebabnya gereja harus membangun kehidupan doa dan puasa agar gereja mengalami pemulihan, belas kasihan, bebas dari kedagingan dan keduniawian sehingga sangat memudahkan bagi Tuhan untuk menyatakan terang-Nya melalui kita karena setiap kedagingan serta keduniawian sudah tersingkir dari dalam hidup gereja Tuhan.

“Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” (Yesaya 60:2-3).

Marilah kita membangun kehidupan doa dan puasa sampai terang Kristus semakin bercahaya melalui kehidupan kita.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana pemahaman saudara dalam hal terang Kristus yang semakin bercahaya melalui kehidupan doa dan puasa.

Pembacaan Alkitab Setahun

Wahyu 1-3

Kamis, 25 Desember 2025

HIDUP YANG SEMAKIN BERKENAN DAN SEMPURNA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 12:1-2

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Roma 12:2.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal apakah yang harus kita lakukan agar kita hidup dalam ibadah yang sejati?
  2. Hal apakah yang harus kita lakukan agar dalam melakukan ibadah yang sejati kita memiliki hidup yang berkenan dan sempurna?
  3. Menurut Saudara, apakah yang dimaksudkan dengan ibadah atau hidup yang berkenan dan sempurna di hadapan Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Allah menginginkan agar kita melakukan dan memiliki ibadah yang sejati, karena ibadah yang sejati akan membuahkan hidup yang berkenan dan sempurna di hadapan Allah.

”Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (1 Timotius 4:8).

Untuk memiliki dan melakukan ibadah yang sejati, ada beberapa hal yang harus kita pahami diantaranya:

  1. Kita harus mempersembahkan tubuh kita kepada Tuhan agar tubuh kita mau diubahkan dan tidak menentang kepada kehendak Allah sehingga mudah untuk taat dan mematuhi keinginan Tuhan.
    ”Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.” (1 Petrus 2:5).
  2. Kita harus mengalami pembaharuan dalam pikiran agar membuahkan ibadah yang sejati dengan hidup yang berkenan dan sempurna di hadapan Allah.
    ”Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2).

Pembaharuan budi dapat dilakukan dan terjadi ketika kita mengubah pikiran kita yang lama yang duniawi dengan pikiran Kristus melalui perenungan firman Tuhan.

Gantikan pikiran lama kita dengan pikiran Allah yaitu firman Tuhan sehingga konsep-konsep dunia yang telah membentuk hidup kita disingkirkan sehingga kita memiliki kehidupan yang berkenan dan sempurna seperti pikiran dan pemahaman Allah.

Harus konsisten dan bertekun dan taat untuk melakukan firman Tuhan dan mengusahakan dengan sungguh-sungguh.

”Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!” (2 Korintus 13:11).

Tubuh yang dipersembahkan kepada Tuhan dan pikiran serta perasaan yang diubahkan oleh firman Tuhan menyebabkan kita memiliki ibadah yang sejati yang berkenan dan sempurna dihadapan Tuhan, yang pada akhirnya hal tersebut menyenangkan dan menyukai hati Tuhan seperti hidup Yesus yang menyenangkan hati Bapa.

Diskusikanlah dalam komunitas Saudara bagaimana Saudara membangun kehidupan yang semakin berkenan dan sempurna di hadapan Allah.

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Yohanes-Yudas