Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang Firman Tuhan definisikan tentang kasih?
Apakah kita mengasihi ketika kita mencari keuntungan untuk diri sendiri?
Ketika ada yang bersalah kepada kita, apakah kita berhak untuk marah? Dan apakah diperbolehkan menyimpan kesalahan orang yang bersalah pada kita?
Di dalam hal apa kita bersukacita?
Hal apa yang tidak berkesudahan? Hal apa yang akan berakhir? Hal apa yang akan berhenti? Dan hal apa yang akan lenyap?
Saudara-saudari,
Pada zaman Paulus, berbahasa dalam bahasa yang berbeda karena dikuasai oleh Roh menunjukkan status rohani seseorang.
Dengan demikian, tidak mengejutkan untuk jemaat Korintus yang telah diperlengkapi Allah dengan berbagai karunia melalui roh kudusNya terpesona dengan karunia-karunia yang lebih spektakuler.
Oleh karena itu Paulus menulis kepada jemaat di Korintus untuk hidup dalam kasih yang sejati.
Kasih yang murni dan yang sempurna yang berasal dari kasih Allah. Kasih ini memiliki ciri-ciri yang dijabarkan;
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Segala sesuatu didunia ini mungkin akan berlalu; kekayaan, kemuliaan, bahkan pengetahuan kita, tetapi kasih tidak akan pernah berakhir.
Kasih adalah sifat Allah yang kekal, dan kita dipanggil untuk mencerminkan kasih Allah ini dalam kehidupan kita sehari-hari.
Tuhan Yesus memberkati.
Bagaimana mempraktekkan Firman Tuhan hari ini dalam komunitas kita? Ceritakan pengalaman saudara untuk mempraktekkan kasih yang tak berkesudahan?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Seperti apa kita ketahui kasih Kristus?
Jika kita memiliki harta duniawi, apa yang akan kita lakukan jika kita melihat saudara kita mengalami kekurangan?
Apakah kasih Allah ada atas kita ketika kita tidak mau mengasihi saudara kita yang dalam kekurangan?
Bagaimana kasih yang Tuhan mau kita praktekkan dalam hidup kita?
Saudara-saudari,
Pernah mendengar istilah NATO yang singkatannya adalah No Action and Talk Only.
Terjemahannya adalah tidak ada tindakan, hanya bicara saja atau bisa dibilang banyak bicara tanpa melakukan tindakan apapun dari yang dibicarakannya.
Biasanya identik hanya sebagai teori yang diketahui tetapi tidak ada hasil yang didapatkan dari perkataannya.
Gaya hidup Kristiani dapat disingkat dengan satu kata, yaitu “KASIH”.
Perintah untuk saling mengasihi sebagai respon dari hubungan antar manusia.
Kasih Kristiani bukan hanya sekedar kata-kata atau perasaan saja.
Kita dapat mengukur kesungguhan kasih kita kepada Allah dari tekad untuk melaksanakan apa yang difirmankanNya, dengan mengasihi sesama.
Kita sedang menghidupi kebenaran Firman Tuhan dengan mengasihi sesama.
Di dalam kehidupan kita sehari-hari, kita diperhadapkan dengan orang-orang yang memiliki banyak kebutuhan.
Tuhan mengingatkan kepada kita kalau kasih yang sejati itu dimulai dari tindakan nyata kita kepada orang-orang ini dengan menjawab kebutuhan mereka.
Memberikan materi yang kita miliki, menjawab kebutuhan emosional mereka, mengorbankan tenaga kita, memberikan telinga untuk mendengarkan orang yang sedang mengalami kesepian, dan masih banyak hal yang lain yang bisa kita lakukan untuk melihat orang lain mendapatkan jawaban dari kebutuhan mereka.
Ada sukacita yang besar ketika kita bisa menyatakan kasih dalam kebenaran kepada orang lain.
Tuhan Yesus memberkati.
Apakah kita sudah menunjukkan kasih kita kepada orang lain dengan tindakan? Atau hanya kata-kata semata? Bagaimana kita melatih kepekaan untuk menjawab kebutuhan orang-orang di sekitar kita dan dapat menyatakan kasih dengan perbuatan dan dalam kebenaran?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Tidak ada kasih yang lebih besar seperti apa di dunia ini?
Kita disebut apa jikalau kita berbuat apa yang Yesus perintahkan kepada kita?
Kita tidak disebut sebagai apa, jika kita tidak tahu apa yang diperbuat Tuhan kepada kita?
Siapa yang memilih kita? Dan kita ditetapkan untuk apa?
Apa perintah Yesus kepada kita?
Saudara-saudari,
Bangsa Indonesia mengenal bulan November dengan hari Pahlawan, karena biasanya setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia merayakannya sebagai hari Pahlawan.
Hari untuk mengingat pengorbanan yang besar yang dilakukan oleh para pejuang bangsa yang sudah mengorbankan dirinya bahkan nyawanya, rela mati untuk kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia.
Yesus melebihi para pahlawan Indonesia.
Yesus menunjukkan kasih yang sejati, kasih yang rela berkorban untuk seluruh umat manusia yang berdosa.
Yesus mengorbankan dirinya sendiri dan nyawanya, taat bahkan sampai harus mati di kayu salib untuk seluruh umat manusia yang berdosa.
Alkitab berkata di Yohanes 15:13, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”
Yesus memberikan teladan kasih sempurna kepada kita.
Yesus tidak hanya bicara tentang kasih, tapi Yesus mempraktekkan kasih-Nya.
Kita sebagai murid-Nya dipanggil untuk mengikuti teladan kasih-Nya.
Yesus juga menyebut kita sebagai sahabat-sahabatNya dan bukan lagi sebagai hamba.
Hal ini merupakan sebuah kehormatan yang besar. Karena dengan demikian kita dapat melakukan yang sahabat kita bisa lakukan, seperti seorang sahabat yang mau rela berkorban dan memberikan nyawa seperti Yesus.
Sebab bukan kita yang memilih Yesus, tetapi Yesus yang memilih kita.
Pemilihan ini memiliki tujuan untuk pergi dan menghasilkan buah, menghasilkan buah yang tetap.
Buah ini adalah perbuatan yang nyata dari kasih dan pelayanan kita kepada Tuhan dan sesama sebagai bukti kita mengasihiNya.
Oleh karena itu, Yesus memberikan perintah yang sangat jelas, Yohanes 15:17“Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”
Kasih yang memberikan nyawa, mengorbankan diri seperti yang dilakukan oleh Yesus.
Kasih yang memberikan nyawa tidak selalu diidentikkan dengan mati secara fisik, tetapi juga untuk zaman sekarang bisa berarti mengorbankan kenyamanan, memberikan hal yang lebih dari yang diminta, memberikan tenaga, yang pada akhirnya melepaskan ego pribadi demi kepentingan orang lain.
Tuhan Yesus memberkati.
Apakah ketika kita mengasihi, kita dengan rela mengorbankan diri atau ego kita demi kepentingan orang lain? Bagaimana hal ini dipraktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Bagaimana kita menyucikan diri kita?
Apa hasil penyucian diri kita?
Bagaimana mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas?
Dengan benih apa kita dilahirkan kembali?
Apa yang menjadi tetap untuk selama-lamanya?
Saudara-saudari, pernah mendengar lagu rohani:
Cinta itu lemah lembut sabar sederhana
Cinta itu murah hati rela menderita
Ajarilah kami bahasa cinta-Mu
Agar kami dekat pada-Mu, ya Tuhanku
Ajarilah kami bahasa cinta-Mu.
Agar kami dekat pada-Mu.
Dunia ini mengajarkan setidaknya ada 5 bahasa kasih (love language).
Diantaranya kata-kata pujian, waktu yang berkualitas, pemberian hadiah, sentuhan fisik, dan memberikan bantuan.
Bahasa kasihNya Tuhan mencakup ke-5 bahasa kasih ini dan bahkan melebihi semuanya, bahasa kasihNya Tuhan sampai memberikan diriNya sendiri, rela menderita, dan disalib, sebagai bukti kasihNya yang tulus dan ikhlas kepada seluruh umat manusia.
Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita bahwa melalui ketaatan kita kepada kebenaran, hidup kita telah disucikan.
Oleh karenanya kita diberikan kemampuan untuk mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas kepada saudara saudari kita.
Kasih persaudaraan yang bukan hanya sekedar perasaan atau perkataan saja, tetapi ada tindakan yang nyata atau bahasa kasih yang bisa dimengerti oleh sesama kita yang lahir dari kebenaran Firman Tuhan yang kita hidupi.
Kasih persaudaraan yang tulus ikhlas yang kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu tidak lagi memperhatikan hanya kepentingan diri sendiri, tetapi juga belajar peduli dengan kebutuhan orang lain di sekitar kita yang Tuhan taruhkan di dalam hati kita.
Mengasihi dengan sepenuh hati kita, tidak dengan setengah hati, tapi dengan bersungguh-sungguh sepenuh hati kita.
Setiap kita yang telah dilahirkan kembali, yang dilahirkan dari benih yang tidak fana yaitu melalui Firman Allah yang hidup dan yang kekal (bukan dari benih yang fana), kita dimampukan untuk mengasihi dengan kasih yang kita terima dari kebenaran Firman Tuhan.
Dan kasih yang kita berikan dalam kebenaran Firman, tidak akan pernah menjadi layu seperti rumput, tetapi akan hidup kekal seperti Firman dan akan bersinar di dalam kehidupan kita.
Kasih yang tulus ikhlas yang akan dapat dirasakan oleh orang yang menikmatinya.
Dan lewat hai ini lah nama Allah dipermuliakan.
Tuhan Yesus memberkati.
Berikan praktek nyata mengamalkan kasih persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari lewat waktu dan tenaga dalam sepanjang minggu ini.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang dipermuliakan di dalam Anak Manusia?
Siapa juga kah yang dipermuliakan di dalam Allah?
Apa perintah baru yang diberikan oleh Tuhan Yesus?
Apa yang diketahui oleh semua orang jika kita saling mengasihi?
Saudara-saudari,
Akhir bulan September lalu, Surabaya dihebohkan dengan seorang anak muda berusia 18 tahun yang melakukan tindakan bunuh diri, dikarenakan tindakan bullying yang dialami semasa sekolah yang dilakukan oleh teman-teman sekolahnya.
Hari-hari ini dunia punya standar yang berbeda untuk menghargai seseorang.
Dunia pakai kepintaran, kekayaan, jabatan, popularitas untuk jadi standar penghargaan terhadap seseorang.
Dan ketika seseorang mempunyai salah satunya sebagai standar, ada banyak orang akan datang menjadi sahabat dan rekan yang menjadi komunitasnya.
Kasih yang diberikan menjadi punya syarat dan ketentuan yang berlaku (skb).
Di dalam Firman Tuhan hari ini Yesus memberikan perintah yang sangat penting kepada murid-muridnya untuk saling mengasihi.
Mengasihi bukan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku (skb), mengasihi bukan hanya perkataan saja, tapi mengasihi dengan perbuatan yang nyata.
Yesus memberikan contoh dirinya sendiri yang berkorban di kayu salib, merendahkan dirinya serendah-rendahnya, mati untuk menebus umat manusia yang berdosa.
Kasih Yesus yang tidak bersyarat, kasih yang rela berkorban, kasih dengan tindakan nyata, dan lewat kasihNya yang besar atas seluruh umat manusia, nama Allah dipermuliakan dan Yesus pun dipermuliakan oleh Allah.
Perintah yang sama juga diberikan kepada kita sebagai murid-muridnya.
Di tengah kondisi dunia yang semakin bertambah jahat, dan kasih kebanyakan orang akan semakin dingin, Yesus mengajar kita untuk saling mengasihi, karena kita sudah terlebih dahulu dikasihi oleh Yesus.
Yesus mengasihi kita dengan kasih yang sempurna, dan dengan kasih Yesus yang kita nikmati, kasih itu juga yang kita berikan kepada orang-orang disekitar kita.
Dan kasih dengan mutu yang sama yang diberikan oleh Yesus yang dicari oleh Yesus dari kita sebagai murid-muridnya.
Ketika kita saling mengasihi, kita memancarkan terang kasih Kristus di dunia ini.
Dunia ini akan penuh dengan kasih Kristus dan dunia ini akan mengenal kasih Kristus.
Kasih inilah yang menjadi cerminan Yesus hadir ditengah dunia ini dan lewat ini nama Allah dipermuliakan.
Tuhan Yesus memberkati.
Apakah kita sudah mengasihi saudara yang mengecewakan kita? Bagaimana prakteknya mengasihi mereka dengan kasih Kristus? Mari, sharing pengalaman kita tentang hal ini.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah 1 Yohanes 4:12.
Apakah bukti bahwa Allah sangat mengasihi manusia di dunia ini termasuk kita?
Apakah dampak dan pemahaman kita tentang Allah yang sangat mengasihi kita?
Siapakah yang hidup di dalam kita ketika kita senantiasa hidup mengasihi orang lain dan senantiasa hidup saling mengasihi?
Allah telah menunjukkan dan membuktikan kepada dunia ini bahwa Dia sangat mengasihi dunia ini dengan mengirimkan anak-Nya yaitu Yesus untuk menyelamatkan dunia ini.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).
Bagi setiap orang yang percaya akan kasih Allah maka dipastikan bahwa Allah di dalam mereka dan mereka tinggal di dalam Allah.
“Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.” (I Yohanes 4:14-15).
”Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”(Yohanes 15:4).
Karena Allah adalah kasih maka bukti bahwa Allah tinggal di dalam kita dan kita tinggal di dalam Dia maka kita harus hidup saling mengasihi.
”Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” (I Yohanes 4:16).
”Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.”(I Yohanes 4:11-12).
Karena sesungguhnya bukti keberadaan Tuhan di dalam kita maka kita melakukan perintah Tuhan dan perintah Tuhan yang utama adalah agar kita hidup saling mengasihi.
“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”(Yohanes 15:9,12).
Oleh karena itu marilah kita senantiasa tinggal tetap di dalam Dia karena Dia tetap tinggal di dalam kita dengan cara hidup saling mengasihi.”Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”(Yohanes 15:17).
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana pengalaman saudara tentang ketika saudara menyadari akan keberadaan Tuhan di dalam saudara maka saudara dapat mengasihi orang lain.