Selasa, 14 April 2026

BERSUKACITA DALAM KETETAPAN TUHAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MAZMUR 119:12-16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang diminta oleh pemazmur kepada Tuhan?
  2. Apa yang dijanjikan oleh pemazmur?
  3. Apa yang menyebabkan pemazmur bergembira seperti atas segala harta?
  4. Apa yang akan membuat pemazmur bergemar?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, pemazmur adalah salah satu orang yang mencintai Tuhan.

Hal itu terlihat dari pernyataannya mengenai pentingnya firman Tuhan, seperti yang dapat kita lihat dalam:

Mazmur 119:1-3 “Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya.”

Berbahagia bukan karena harta benda, melainkan karena memegang firman Tuhan.

Pemazmur menyadari bahwa firman Tuhan sangat berkuasa untuk memberi kebahagiaan, ketenangan, dan hikmat.

Dalam Perjanjian Baru, Rasul Paulus juga menuliskan hal ini dalam suratnya kepada anak rohaninya:

2 Timotius 3:16 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

Jika seseorang terpikat terhadap firman Tuhan, maka ia akan mengalami berbagai kebahagiaan.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan uang.

Melalui firman Tuhan, oleh bimbingan Roh Kudus, kita memperoleh hikmat dan pengertian, seperti yang dinyatakan oleh pemazmur:

Mazmur 119:9-11 “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.”

Begitu rindunya pemazmur akan kuasa firman Tuhan, sehingga ia menghafalkan ayat-ayat firman Tuhan dengan tujuan agar ia selalu mendapatkan arahan yang jelas dari Allah melalui firman-Nya.

Ia berkata, “Aku menyimpan firman-Mu di dalam hatiku supaya aku tidak berdosa terhadap Engkau, ya Tuhan.”

Pemazmur juga rindu agar Tuhan mengajarinya, memberitahukan kesalahannya, serta menunjukkan bagaimana ia dapat memperbaiki kelakuannya.

Selain itu, ia juga rindu untuk mengajar orang lain dalam kebenaran.

Oleh karena itu, ia dengan sengaja menyimpan firman Tuhan di dalam hatinya dengan cara menghafalkannya, supaya ia dapat dengan mudah memperoleh petunjuk atau nasihat dari firman Allah.

Pemazmur dengan tegas mengatakan bahwa ia sangat gemar akan ketetapan-ketetapan Tuhan.

Hal ini sangat berbeda dengan banyak anak-anak Tuhan saat ini yang merasa tidak menyukai ayat-ayat firman Tuhan, karena menurut mereka firman itu terlalu mengekang.

Banyak orang yang mengaku sebagai anak-anak Tuhan merasa bahwa hidup mereka terlalu dicampuri dan diatur, sehingga mereka mengatakan bahwa mereka tidak merasakan kebebasan atau kemerdekaan dalam hidup.

Padahal Tuhan Yesus berkata:

Yohanes 8:31-32 “Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Tuhan Yesus dengan tegas menyatakan bahwa orang berdosa adalah orang yang diperhamba dosa:

Yohanes 8:34 “Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.”

Jadi, orang berdosa bukanlah orang merdeka atau orang bebas.

Mereka adalah orang yang terikat, bukan orang merdeka, melainkan diperbudak oleh dosa.

Pemazmur menuliskan pernyataannya:

Mazmur 119:57-60 “Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu. Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu. Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu. Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang pada perintah-perintah-Mu.”

Pemazmur memperlihatkan bagaimana ia menyenangi firman Tuhan sebagai petunjuk jalan bagi hidupnya, sehingga ia dapat menikmati sukacita dan kebahagiaan dalam hidupnya.

Oleh sebab itu, ia menyatakan bahwa:

Mazmur 119:105 “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

Mazmur 119:111 “Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.”

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa ada orang yang merasa tertekan atau terkekang ketika mengetahui suatu kebenaran?

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Raja-Raja 6-7

Senin, 13 April 2026

FIRMAN YANG MEMBERI HIDUP

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 6:60-63

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Perkataan Yesus yang manakah yang dinyatakan oleh murid-murid-Nya sebagai perkataan yang keras?
  2. Apa penjelasan Yesus mengenai “perkataan keras” yang dikatakan oleh para pengikut-Nya?
  3. Menurut Yesus, apakah yang dapat memberi hidup dan yang tidak berguna?
  4. Apa yang terjadi di antara para pengikut Yesus sehingga banyak dari mereka bersungut-sungut ketika mendengarkan ajaran Yesus Kristus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika Yesus mengatakan bahwa Yesus adalah roti yang turun dari sorga, maka banyak orang Farisi dan orang-orang Yahudi yang mendengarkan serta mengikuti Yesus mulai ribut dan saling bertengkar.

Mereka mulai mempertanyakan Yesus dan ajaran-Nya.

Ketika Yesus mengatakan bahwa diri-Nya adalah benar-benar makanan, maka banyak orang Yahudi mulai bersungut-sungut dan berkata:

Yohanes 6:42 “Kata mereka: “Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?”

Saudara, Yesus melarang mereka bersungut-sungut dan kemudian membuat suatu pernyataan yang semakin membingungkan orang banyak, sehingga mereka semakin mempertanyakan ajaran Yesus Kristus:

Yohanes 6:51 “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Yohanes 6:53-56 “Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.”

Sesudah mendengar pengajaran Yesus itu, banyak murid mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia.

Saudara, kita adalah orang-orang yang beruntung, karena kita adalah orang-orang yang ditarik oleh Bapa untuk datang kepada Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat.

Yohanes 6:44-45 “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.”

Saudara, sudah jelas bagi kita bahwa sebagai orang percaya, kita telah mengalami kelahiran baru, karena Roh Bapa dimeteraikan ke dalam hati kita oleh iman.

Dalam ibadah Perjamuan Kudus, kita makan roti dan minum anggur yang melambangkan tubuh dan darah Yesus.

Oleh karena itu, benarlah apa yang Yesus katakan: “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.”

Saudara, dari kebenaran firman yang kita baca dalam renungan pagi ini, kita mengerti bahwa firman Yesus Kristus memberi kehidupan kepada kita yang mempercayainya.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak orang sulit sekali percaya kepada Yesus, sedangkan saat kita mendengarnya, merenungkannya, lalu percaya?

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Raja-Raja 3-5

Minggu, 12 April 2026

HIDUP OLEH SETIAP FIRMAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 4:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa Roh Kudus membawa Yesus ke padang gurun?
  2. Mengapa Yesus merasa lapar di padang gurun?
  3. Siapakah yang datang untuk mencobai Yesus Kristus?
  4. Apa jawaban Yesus terhadap ajakan iblis untuk mengubah batu menjadi roti?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, setelah Yesus berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam, maka Ia pun merasa lapar.

Ketika Yesus lapar, iblis datang untuk mencobai supaya Yesus menggunakan kuasa-Nya untuk mengubah batu menjadi roti.

Namun Yesus tidak menuruti suruhan atau permintaan iblis itu.

Sebaliknya, Yesus menjawab dengan perkataan: “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Setiap firman yang keluar dari mulut Allah memberi kehidupan bagi manusia.

Menurut Rasul Yohanes, Firman Allah itu adalah Allah sendiri:

Yohanes 1:1-5 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”

Saudara, Firman Allah di sini merupakan bagian dari Allah dalam kesatuan Allah.

Allah adalah Roh, sehingga tidak memiliki wujud yang dapat dilihat.

Firman Allah adalah bagian dari Allah yang berinkarnasi menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus, yang pernah terlihat ketika Ia datang ke dunia sebagai manusia.

Roh Kudus adalah napas Allah yang juga tidak berwujud, karena Ia adalah Roh.

Ketiga oknum ini adalah Allah Tritunggal.

Hal ini sama seperti manusia yang terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh yaitu tiga bagian dalam satu tubuh.

Tubuh manusia memiliki wujud dan bentuk yang dapat dilihat, sedangkan Allah tidak berbentuk.

Namun di dalam kesatuan Allah terdapat Firman sama seperti jiwa, dan Roh Kudus yang sama dengan roh.

Dalam kesatuan atau ketunggalan Allah terdapat Allah Bapa yang tidak berwujud, Yesus Kristus, yaitu Firman yang menjadi manusia; dan Roh Kudus, sebagai napas Allah yang juga tidak berwujud.

Tritunggal tidak hanya berbicara tentang berapa banyak Allah, tetapi tentang bagaimana keberadaan Allah.

Oleh karena itu, Firman Allah sangat berkuasa.

Apabila seseorang menginginkan agar Firman Allah senantiasa mengarahkan hidupnya, maka ia akan mengalami keberhasilan, keberuntungan, dan kesuksesan dalam segala bidang yang dikerjakannya.

Firman Allah sangat penting bagi orang percaya, sebagai petunjuk agar mereka senantiasa hidup dalam bimbingan dan tuntunan Tuhan Allah, sehingga hidup mereka berhasil dan beruntung, seperti yang dinyatakan oleh Tuhan Allah kepada Yosua:

Yosua 1:8 “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

Pesan Tuhan melalui hukum Taurat yang diberikan kepada bangsa Israel melalui Nabi Musa merupakan petunjuk untuk hidup berhasil di tanah Kanaan, yaitu tanah perjanjian yang dianugerahkan Tuhan Allah kepada bangsa Israel.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak anak-anak Tuhan hidup dalam kegagalan, kemiskinan dan kebodohan, sementara firman Tuhan telah dengan jelas dituliskan dan dinyatakan bagi anak-anak Tuhan?

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Raja-Raja 1-2

Sabtu, 11 April 2026

MEMATIKAN DOSA OLEH ROH

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:10-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang terjadi pada tubuh kita ketika Roh Kudus berdiam di dalam diri kita?
  2. Apa yang akan dilakukan Roh Kudus yang diam di dalam kita?
  3. Kepada siapakah kita berhutang?
  4. Apa yang harus kita lakukan supaya kita memperoleh hidup?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika kita percaya kepada berita Injil keselamatan melalui firman kebenaran, maka oleh iman itu Tuhan Allah memeteraikan hidup kita dengan Roh Kudus, dan Roh Allah itu tinggal di dalam batin kita.

Roh Kudus menjadi jaminan bagi kita. Hal ini dituliskan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus:

Efesus 1:13-14 “Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”

Roh Kudus berdiam di dalam batin kita sejak kita percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan kita, seperti yang dituliskan oleh Rasul Paulus:

Efesus 3:16-17 “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.”

Roh Allah yang tinggal di dalam kita akan menolong kita supaya kita dapat berdoa kepada Bapa, karena kita sebenarnya memiliki kesulitan atau tidak tahu cara berdoa yang benar.

Oleh karena itu, Rasul Paulus juga menuliskannya kepada jemaat di Roma:

Roma 8:26-30 “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Roh Kudus menolong kita berdoa dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan atau berdoa dengan bahasa Roh. Kita tidak mengetahui apa yang kita doakan dan tidak memahaminya.

Namun Rasul Paulus mengatakan bahwa dengan demikian kita sedang berdoa bagi orang-orang kudus.

Melalui kita, Roh Kudus pasti berdoa untuk kebaikan kita maupun saudara-saudara kita, yaitu orang-orang kudus Tuhan.

Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk selalu mengucap syukur kepada Tuhan Allah, yang turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi kita maupun saudara-saudara kita.

Bapa mengizinkan segala sesuatu terjadi dalam hidup kita sebagai cara untuk membentuk kita menjadi serupa dan segambar dengan Yesus Kristus.

Untuk itu, marilah kita dengan bantuan Roh Kudus mematikan semua keinginan daging kita, yang sering membawa kita kepada hal-hal kedagingan yang cenderung mengarah kepada dosa, supaya kita terhindar dari berbagai macam pencobaan.

Hal ini juga dituliskan oleh Rasul Yakobus kepada jemaat orang-orang Yahudi yang tersebar di luar Israel:

Yakobus 1:13-15 “Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.”

Oleh karena itu, marilah kita hidup dalam persekutuan yang intim dengan Roh Kudus, supaya Ia menolong kita untuk mematikan kedagingan kita, sehingga kita dapat mengalahkan dosa.

Hal ini juga dituliskan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma:

Roma 8:13 “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.”

Jadi dengan jelas Rasul Paulus menasihatkan supaya kita hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

Ia akan menolong kita mematikan keinginan daging, sehingga kita dapat hidup dalam keintiman dengan Roh Kudus.

Dengan demikian, kita akan terus dimampukan mengalahkan keinginan daging, sehingga kita tidak lagi jatuh bangun dalam dosa.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa ada anak-anak Tuhan yang sudah lahir baru tetapi masih jatuh bangun dalam kebiasaan lamanya?

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Samuel 22-24

Jumat, 10 April 2026

KEMENANGAN ATAS KEMATIAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 KORINTUS 15:10-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Oleh karena apakah kita masih ada sampai sekarang secara rohani?
  2. Apa yang menyebabkan Rasul Paulus bekerja lebih giat daripada rasul-rasul yang lain?
  3. Apakah sumber kekuatan yang membuat hamba-hamba Tuhan rela bekerja keras sepanjang hidup mereka?
  4. Kebangkitan telah terbukti melalui kebangkitan Yesus Kristus. Oleh karena itu, kebangkitan siapakah yang juga akan terjadi kelak?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, kemenangan atas kematian telah terjadi ketika Yesus Kristus dibangkitkan pada hari ketiga, setelah kematian-Nya di atas kayu salib dan penguburan-Nya. Ketika Yesus bangkit dari kubur, Rasul Paulus menuliskan:

Roma 8:11 “Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”

Rasul Paulus juga menulis kepada jemaat di Korintus untuk menjelaskan tentang kebangkitan tubuh, sebagai bukti kemenangan atas kematian:

1 Korintus 15:54-57 “Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”

Rasul Paulus juga menuliskan kepada jemaat di Roma bagaimana kemenangan atas kematian itu dapat kita alami melalui pekerjaan Roh Allah yang telah membangkitkan Yesus Kristus:

Roma 8:13 “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.”

Oleh karena itu, hendaklah kita rela menyerahkan hidup kita untuk dipimpin oleh Roh Kudus, supaya kita dapat bersaksi bahwa orang percaya mengalami kehidupan baru yang tidak lagi dikuasai oleh kedagingan, melainkan dituntun oleh Roh Kudus, sehingga kita dengan berani dapat berkata, “Ya Abba, ya Bapa,” kepada Tuhan Allah, Bapa, Tuhan Yesus Kristus.

Ketika kita tidak lagi hidup dalam kedagingan, maka kita hidup oleh Roh Kudus yang ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa ada manusia Allah yang melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya, yaitu melaksanakan perintah-perintah Tuhan Allah, Bapa kita.

Hal itu menjadi bukti bahwa kita telah hidup dalam kemenangan atas kematian atau kedagingan.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa hidup dalam kedagingan disebut hidup dalam kematian?

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Samuel 19-21

Kamis, 9 April 2026

DISEMBUHKAN OLEH BILURNYA

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 53:4-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang dimaksud dalam bacaan yang kita renungkan hari ini ?
  2. Mengapa Ia dihina dan dihindari orang?
  3. Apa saja yang ditanggung oleh Mesias dalam nubuat yang diberikan nabi Yesaya ini?
  4. Apa yang menyebabkan kita mengalami keselamatan dan kesembuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Nubuat dalam Yesaya 53 merupakan salah satu bagian paling mendalam dalam kitab nabi Yesaya yang menggambarkan tentang “Hamba Tuhan yang menderita.”

Pasal ini ditulis sekitar tujuh abad sebelum kelahiran Yesus Kristus, namun menggambarkan dengan jelas penderitaan Mesias yang akan datang.

Dalam ayat 4–5, nabi Yesaya menyatakan bahwa Sang Hamba memikul penyakit dan menanggung penderitaan umat manusia.

Ia tertikam oleh karena pemberontakan manusia dan diremukkan oleh karena dosa mereka.

Ungkapan “oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh” menunjuk pada penderitaan yang ditanggung oleh Mesias sebagai pengganti manusia berdosa.

Dalam terang Perjanjian Baru, orang percaya memahami bahwa nubuat ini digenapi secara sempurna dalam penderitaan dan penyaliban Yesus Kristus.

“Oleh bilur-bilurNya” kita disembuhkan, kesembuhan yang dimaksud dalam ayat ini tentunya bukan sekedar kesembuhan secara fisik, namun kesembuhan yang sejati dari kerusakan pola pikir karena keberadaan dosa yang memperbudak manusia sejak jatuh dalam dosa.

Kesembuhan secara fisik bersifat sementara, kesembuhan yang Mesias inginkan adalah kesembuhan yang membawa kepada transformasi. 

Kejatuhan manusia dalam dosa tidak hanya mengakibatkan sakit penyakit secara fisik namun manusia menderita karena mental yang tidak disembuhkan dan ditransformasi.

Banyak orang hidup dengan luka batin: rasa bersalah, penyesalan, kepahitan, atau kehampaan yang tidak dapat diobati oleh apa pun di dunia ini.

Ketika Kristus menanggung penderitaan di kayu salib, Ia menanggung seluruh beban dosa dan kerusakan itu.Kesembuhan dari sakit hati, kepahitan, kekecewaan, dendam adalah contoh pemulihan yang diberikan oleh bilur-bilurNya.

Kesembuhan jenis ini memberikan dampak yang luar biasa dalam kehidupan umatNya.

Orang-orang percaya yang mengalami kesembuhan ini akan bertransformasi secara karakter, mereka akan semakin memancarkan karakter Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Kebenaran ini mengundang setiap orang percaya untuk datang kepada Kristus dengan hati yang terbuka.

Ketika kita merasa lemah, terluka, atau terbeban oleh dosa, kita dapat mengingat bahwa Yesus telah menanggung semuanya bagi kita.

Kesembuhan yang Ia berikan memampukan kita hidup dengan harapan baru, meninggalkan kepahitan, kekecewaan, dendam dan berjalan dalam kehidupan yang diperbarui.

Secara praktis, kita dapat mengalami pemulihan itu dengan datang kepada Tuhan dalam doa, menyerahkan luka dan pergumulan kita kepada-Nya, serta belajar hidup dalam kasih dan pengampunan kepada sesama.

Setiap kali kita mengingat salib Kristus, kita diingatkan bahwa melalui bilur-bilur-Nya, Allah telah membuka jalan kesembuhan total bagi hidup kita.

Renungkan kebenaran ini secara pribadi, mungkin kita pernah mengalami pemulihan dari luka batin namun seiring dengan waktu setelah beberapa lama dalam pekerjaan, pelayanan atau dalam pernikahan kita terluka oleh orang-orang terdekat,apa yang Saudara lakukan?

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Samuel 16-18