Minggu, 1 Juni 2025

DIUTUS UNTUK MEMURIDKAN

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 28:18-20

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang diberi segala kuasa di sorga dan di bumi?
  2. Apa sajakah perintah atau amanat Allah bagi kita yang percaya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yesus ketika Dia ada di bumi, Yesus memberitakan Injil kepada banyak orang.

Dia pergi dari desa ke desa, memberitakan Injil, menyembuhkan yang sakit dan juga berkhotbah kepada banyak orang.

Beberapa kali Alkitab mencatat bahwa Yesus berkhotbah kepada ribuan orang sekaligus.

Tetapi ada hal yang secara terus menerus Yesus lakukan kepada sejumlah kecil orang, tepatnya kepada dua belas orang.

Yesus memberikan perhatian khusus kepada mereka yang Alkitab menyebutnya sebagai murid-murid Kristus.

Kepada mereka Yesus memberikan perhatian khusus, memberikan waktu khusus untuk mengajar dan memberikan teladan.

Yang Yesus lakukan adalah sebuah proses untuk memuridkan orang-orang yang Yesus pilih.

Yesus tentu mengerti bahwa Dia akan disalib, mati, dikuburkan dan bangkit.

Setelah bangkit empat puluh hari kemudian Yesus naik ke sorga.

Lalu siapa yang akan melanjutkan pelayanannya, tentu murid-murid-Nya, mereka yang sudah dipersiapkan selama kurang dari tiga setengah tahun.

Tiga setengah tahun bukanlah waktu yang panjang, tetapi ketika waktu tersebut digunakan secara efektif, dimana Yesus bukan hanya mengajar tetapi juga memberikan contoh, memberikan nasehat, bahkan menegur juga ketika ada murid-Nya yang berbuat salah, maka hasilnya luar biasa.

Setelah Yesus naik ke sorga, kemudian tiba hari pentakosta dimana Roh Kudus dicurahkan kepada umat percaya.

Maka para murid, baik yang dua belas orang maupun murid yang lain, mereka dibaptis oleh Roh Kudus sehingga mereka pun menjadi semakin teguh, berani dan memiliki hikmat dan pengurapan yang luar biasa.

Sehingga Petrus misalnya, yang tadinya sempat menyangkal bahwa dia adalah murid Yesus, menjadi Petrus yang sekuat batu karang.

Alkitab mencatat bagaimana ketika Petrus berkhotbah maka ada tiga ribu orang yang memberi diri dibaptis (Kisah Para Rasul 2:14-41).

Di masa kini, perintah yang sama diberikan kepada kita yang percaya, karena Injil tetap harus diberitakan, orang perlu mendengar Injil, dibaptis dan dimuridkan.

Kita orang-orang yang telah menjadi percaya, Tuhan tidak ingin kita menjadi orang yang egois, hidup untuk diri sendiri.

Tetapi agar kita juga memiliki beban bagi jiwa-jiwa yang terhilang tanpa Kristus.

Mereka ada di sekitar kita, mungkin ada anggota keluarga yang belum menjadi percaya.

Atau teman sekolah, teman di kampus, teman di tempat kerja.

Tanpa Yesus mereka semua akan binasa.

Setelah seseorang menjadi orang percaya, maka mereka juga perlu diajar agar bertumbuh semakin dewasa, artinya mereka diajar untuk menjadi seorang murid.

Jadi kita semua dipanggil untuk menjadi pemurid.

Saudara, diskusikan dalam kelompok di persekutuan, apakah engkau sudah menjadi seorang murid? Kalau sudah apakah engkau sudah menjadi seorang pemurid?

Pembacaan Alkitab Setahun

Ayub 1-4

Sabtu, 31 Mei 2025

PERJAMUAN YANG MEMBUKA MATA MURID-MURID

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 24:30-35

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang Yesus lakukan dengan roti di tangannya?
  2. Apa yang terjadi dengan mata mereka setelah Yesus memecah roti? 
  3. Apa pula yang terjadi dengan hati mereka?
  4. Hal apa yang dilakukan oleh mereka setelah berjumpa dengan Yesus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara saudari..

Di tengah kesunyian pagi hari ketika Paskah, berita yang luar biasa itu lambat laun tersiar.

Hari semakin cerah. Kubur itu kosong. Yesus hidup!

Ketika pagi mulai merekah hari minggu itu, para pengikut Yesus masih dirundung duka serta perasaan takut dan tidak memiliki pengharapan.

Petrus yang berjiwa pemimpin, telah hancur luluh hatinya karena menyadari bahwa ia menyangkal Yesus.

Dua murid yang berjalan ke Emaus juga dalam kebingungan dan kekecewaan, sehingga tidak mengenali Yesus walaupun Yesus berjalan bersama mereka.

Namun demikian, dalam waktu dua belas jam segala sesuatunya berubah.

Kubur itu tidak saja kosong, tetapi Tuhan Yesus sendiri telah dilihat oleh murid-murid.

Saat Yesus makan bersama-sama dengan mereka dan memecah-mecahkan roti, mata mereka terbuka dan mereka mengenal Dia.

Petrus menjadi seorang manusia baru kemurungan dan perkabungannya berlalu.

Ketakutannya lenyap dan sebagai gantinya ada sukacita yang tidak terlukiskan.

Dua murid yang berjalan ke Emaus juga mengalami hati yang berkobar-kobar dan sukacita yang melimpah. 

Pada perjamuan Kudus, Tuhan sering kali menyatakan diri-Nya dengan cara yang nyata.

Lewat roti dan anggur kita diingatkan akan kasih terbesar di kayu salib untuk hidup kita.

Mata kita terbuka untuk semakin mengenal Kristus dan kita semakin diwahyukan siapa Kristus dalam hidup kita; Dia penebus, sahabat dan sumber kekuatan dalam hidup kita.

Saat itu mata iman kita terbuka; kita merasakan diampuni, dicintai dan dilayakkan untuk menikmati semua kasih karunia-Nya dalam hidup kita untuk kita bisa menjadi saksi-Nya sampai Ia datang kedua kalinya. 

Tuhan Yesus memberkati.

Ambil waktu untuk menceritakan kepada saudara/saudari lainnya, apa hal baru yang Tuhan buka dalam hidupmu pada saat melakukan perjamuan Kudus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ester 6-10

Jumat, 30 Mei 2025

MELAKUKAN PERJAMUAN DENGAN CARA YANG LAYAK

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 KORINTUS 11:26-27

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Setiap kali kita makan roti dan minum cawan dalam perjamuan, apa yang kita beritakan?
  2. Sampai kapan kita beritakan kematian Tuhan?
  3. Bagaimana keadaan kita yang seharusnya ketika kita mengambil bagian dalam perjamuan kudus?
  4. Kalau kita dengan cara tidak layak makan roti dan minum cawan, kita berdosa terhadap apa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara Saudari..  

Pada zaman gereja mula-mula, Perjamuan Kudus diadakan dalam suatu acara makan bersama.

Semua orang membawa makanan menurut kemampuan masing-masing, untuk dibagikan dan dimakan bersama. 

Namun tidak demikian halnya di Korintus. 

Di sana mereka bahkan tidak sabar menunggu sampai semua orang datang berkumpul untuk makan bersama-sama.

Malah beberapa orang minum-minum sampai mabuk, sementara yang lainnya kelaparan.

Tidak heran Paulus tidak mau memuji mereka, karena hal itu sungguh memalukan.

Paulus segera menegur dengan mengingatkan mereka pada peristiwa perjamuan Tuhan yang pertama kali, yang diadakan Tuhan Yesus sendiri.

Perbuatan mereka sangat tidak layak.

Rasul Paulus menegaskan kita, dalam melakukan Perjamuan Kudus harus melakukannya dengan cara yang layak (bukan asal-asalan, tanpa introspeksi, tanpa pengertian).

Sebenarnya tidak ada satupun orang Kristen yang “layak” memasuki hadirat Allah. 

Yudas Iskariot duduk bersama Yesus dalam perjamuan terakhir. Tetapi hatinya sudah jauh.

Ia berpura-pura mengambil bagian tetapi akhirnya mengkhianati Tuhan Yesus. 

Ini menjadi peringatan kepada kita. Jangan sampai kita hadir secara fisik dalam perjamuan kudus tetapi jauh secara rohani.

Kita ikut ambil bagian, tapi hati kita sedang sibuk dengan handphone, tugas, menyimpan dosa, luka atau kepahitan yang belum dibereskan dengan Tuhan dan sesama.

Jadi, mari selalu luangkan waktu untuk menyiapkan diri sebelum melakukan perjamuan kudus.

Ambil doa pribadi minta Roh Kudus menyelidiki hati kita, tidak asal ambil roti dan anggur.

Kita sedang memperingati kematian dan kebangkitan Tuhan sampai Tuhan Yesus datang.

Tuhan Yesus memberkati.

Mari diskusikan bersama, persiapan rohani apa yang perlu dilakukan sebelum melakukan perjamuan kudus? Bagaimana meng-edukasi teman-teman seiman bahwa perjamuan kudus bukan budaya yang kosong dan tidak bermakna.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ester 1-5

Kamis, 29 Mei 2025

MENGINGAT AKAN KEMATIAN YESUS

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 KORINTUS 11:23-25

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Pada malam waktu Yesus diserahkan, Yesus mengambil apa?
  2. Setelah itu apa yang Yesus lakukan? Dan apa yang dilakukan dengan roti itu?
  3. Apa yang Yesus katakan dengan roti itu?
  4. Lalu Yesus mengambil apa?
  5. Dan apa yang Yesus katakan dengan cawan itu?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara-saudari..

Perjamuan Kudus bukan mengenai ritual yang dilakukan di dalam gereja sebulan sekali, momen yang sangat berharga ini untuk mengingat apa yang Yesus kerjakan bagi kita yaitu pengorbananNya di kayu salib untuk keselamatan kita.

Kata-kata dalam ayat hari ini menunjuk kepada tubuh Kristus yang diserahkan dalam kematian-Nya dan darah-Nya yang dicurahkan sebagai korban di kayu salib. Ketika Yesus berkata tentang roti “inilah tubuhku”.

Yesus bermaksud bahwa roti itu melambangkan tubuh-Nya.

“Cawan” melambangkan darah Kristus yang dicurahkan untuk mengesahkan “perjanjian baru”.

Makan roti dan minum cawan itu berarti mengumumkan dan menerima keuntungan dari korban kematian Yesus.

Rasul Paulus menekankan bahwa setiap kali kita makan roti dan minum cawan ini, kita sedang “mengingat kematian Kristus dan memberitakannya” sampai ia datang kembali.

Hal ini juga berarti panggilan untuk hidup dalam kesadaran bahwa kita ditebus dengan darah yang mahal.

Pada waktu terjadinya perjamuan kudus, murid-murid tidak sepenuhnya mengerti apa yang sedang terjadi ketika Yesus mengadakan perjamuan kudus.

Tetapi setelah kebangkitan-Nya, murid-murid menyadari betapa dalam makna dari roti dan anggur.

Sehingga sejak saat itu, murid-murid menjadi saksi yang radikal karena mereka mengingat akan pengorbanan Yesus.

Mari membangun budaya perjamuan kudus yang mengerti makna yang benar, sehingga kita menjadi saksi-Nya yang efektif di generasi ini sampai Tuhan Yesus datang untuk yang kedua kalinya. 

Tuhan Yesus memberkati.

Apakah di kelompok PA, kelompok Pemuridan atau komunitas saudara, saudara terbiasa untuk berbicara tentang salib, pengorbanan dan kasih Kristus? Bagaimana membangun budaya Perjamuan Kudus dalam komunitas saudara? 

Pembacaan Alkitab Setahun

Nehemia 12-13

Rabu, 28 Mei 2025

PERSEKUTUAN DENGAN TUBUH DAN DARAH KRISTUS

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 KORINTUS 10:14-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal apakah yang harus dijauhi oleh orang percaya?
  2. Cawan pengucapan syukur melambangkan apa?
  3. Roti yang kita pecah-pecahkan melambangkan apa?
  4. Karena roti adalah satu, maka siapakah kita dan mendapatkan apakah kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara saudari..

Orang percaya harus memilih antara Tuhan dan berhala (hal yang sebenarnya kosong, tidak ada apa-apanya, tetapi di belakangnya terdapat kekuatan iblis yang nyata).

Ikut serta mempersembahkan kurban kepada berhala sama seperti bermain api.

Paulus menegaskan kepada jemaat di Korintus supaya menjadi bijaksana dengan memilih Tuhan dan mempertimbangkan semua hal dalam kebenaran.

Secara khusus bahwa saat mereka makan roti dan minum anggur, mereka sedang masuk dalam persekutuan dengan tubuh dan darah Kristus.

Hal ini bukan hanya hal yang rutinitas  yang dilakukan dan menjadi biasa, melainkan menjadi tindakan iman yang membentuk kasih dan kesatuan sebagai tubuh Kristus. 

Dalam Kisah Rasul 2:46, jemaat mula-mula hidup dalam persekutuan yang erat.

Mereka bertekun dan dengan sehati kumpul tiap hari, tekun dalam pengajaran rasul-rasul, memecahkan roti dan berdoa bersama-sama.

Gaya hidup yang dihasilkan jemaat mula-mula ini adalah gaya hidup yang berpusat kepada Kristus dan saling peduli dengan tulus hati.

Jadi, mengakui bahwa kita adalah bagian dari tubuh Kristus yang lain membuat kita bisa menghormati perjamuan kudus.

Tubuh dan darah Kristus menyatukan kita. Yang artinya termasuk di dalamnya saling memiliki gaya hidup yang berpusat kepada Kristus yang saling menerima, mengasihi, dan mengampuni seperti Kristus.

Sehingga kita mengalami persekutuan yang erat dalam tubuh dan darah Kristus.

Tuhan Yesus memberkati.

Apakah kita menganggap perjamuan kudus adalah hal yang biasa dilakukan? Atau apakah perjamuan kudus menjadi suatu panggilan untuk bersekutu dengan tubuh dan darah Kristus? Berikan alasanmu untuk pertanyaan di atas.

Pembacaan Alkitab Setahun

Nehemia 10-11

Selasa, 27 Mei 2025

MENGAMPUNI ORANG LAIN

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 6:12-15

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah hasil ketika kita mengampuni orang yang bersalah pada kita?
  2. Apa yang menjadi doa kita untuk hal pencobaan dan yang jahat?
  3. Siapa yang memiliki kerajaan, kuasa dan kemuliaan?
  4. Apa yang dilakukan oleh Bapa di surga ketika kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita?
  5. Apa yang dilakukan oleh Bapa di surga ketika kita “tidak” mengampuni orang yang bersalah pada kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara saudari..

Motif, pikiran, tujuan, atau apapun yang terkandung di dalam hati seseorang adalah penting.

Dalam kisah Yusuf, Ia memiliki hati yang mengampuni saudara-saudaranya yang menjual dia sebagai budak.

Dia bisa saja membalas tapi ia sendiri memilih mengasihi mereka. Tuhan Yesus dalam penderitaan-Nya memiliki hati yang mau mengampuni -Lukas 23:34.

Tuhan Yesus mengajar kita mengingat pengorbanan dan memberitakan kematian-Nya sampai Ia datang melalui perjamuan kudus.

Perjamuan kudus bukan hanya soal roti dan anggur, termasuk di dalamnya adalah mengenai hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.

Perjamuan kudus di dalamnya juga memperhatikan dosa dan ketersediaan manusia mengampuni mereka yang telah bersalah kepada sesama.

Jika tidak, semua orang yang percaya merupakan sasaran empuk iblis dalam maksudnya yang jahat.

Oleh karena itu kita sekali-kali tidak boleh lupa berdoa agar kita dibebaskan dari kuasa dan rencana jahatnya dengan tidak mengampuni.

Jadi, ketersediaan mengampuni orang yang bersalah kepada kepada kita adalah pengajaran yang Yesus berikan karena kita juga sudah diampuni oleh Bapa.

rinsip kerajaan Allah ini harus mengalir bukan hanya diterima.

Sebagai manusia kita mungkin disakiti oleh teman, keluarga, bahkan juga orang gereja.

Mungkin juga kita pernah dikhianati, difitnah, atau bahkan dilupakan.

Tetapi ketika kita menolak mengampuni, maka hati kita akan terasa pahit, dan kita memutus jalur komunikasi dengan Allah.

Saat kita ambil bagian dalam perjamuan kudus, kita mengingat darah Kristus yang menebus dosa kita dan kita diajak juga untuk punya relasi dengan Allah dan sesama yang semakin lebih baik lagi. 

Tuhan Yesus memberkati. 

Apakah kita sudah mengampuni sesama seperti Kristus mengampuni kita? Adakah relasi yang perlu dipulihkan? Sharingkan dengan kelompok PA atau persekutuan saudara.

Pembacaan Alkitab Setahun

Nehemia 8-9