Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Bagaimana hubungan antara Yesus dan Bapa?
Apa yang terjadi bagi mereka yang percaya kepada Yesus?
Apa janji Yesus bagi mereka yang meminta sesuatu kepadaNya?
Yesus berkata kepada murid-muridNya “Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.”
Jika kita mencoba menempatkan diri kita di posisi murid-murid, kalimat tersebut bukanlah kalimat yang mudah untuk dimengerti dan diterima.
Kita mungkin akan berkata, ”Saya percaya Engkau Guru, tapi sampai bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Kau lakukan? Gimana caranya? Dan…dan apa maksudnya Engkau akan pergi? Saya ga mau ditinggal…”
Tapi Yesus terus berusaha menyiapkan murid-muridNya untuk saat tersebut.
Ia tahu bahwa suatu saat murid-muridNya akan paham dan sungguh-sungguh mengerjakan pekerjaan-pekerjaanNya.
Seringkali kita juga tidak memahami peristiwa hidup yang terjadi.
Kita tidak paham maksud Tuhan dan rencanaNya secara utuh.
Kita tidak bisa membayangkan melakukan pekerjaan Yesus itu seperti apa di zaman sekarang?
Lukas 4:43 menyatakan bahwa Yesus diutus ke dunia untuk memberitakan INJIL KERAJAAN ALLAH.
Mujizat yang dilakukanNya, pengajaran dan teladan hidup yang diberikanNya sampai kepada kematian dan kebangkitanNya, semua dilakukan untuk menyatakan kerajaan Allah di bumi.
Sebagai murid-muridNya, kita pun dapat menyatakan kerajaan Allah di bumi dengan jalan memberitakan Injil serta menjadi terang dan garam dimanapun kita berada.
Mulailah dengan menaati perintahNya satu demi satu dalam setiap situasi yang dihadapi.
Menyatakan kasih Bapa kepada orang-orang di sekitar kita.
Dimana kerajaan Allah dinyatakan, di situ kemurahan dan mujizatNya bekerja.
Diskusikanlah dengan rekan-rekan persekutuan Saudara bagaimana melakukan pekerjaan-pekerjaan Yesus di tempat di mana Saudara berada?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Lukas 2:52.
Apakah dilakukan oleh Yesus ketika Ia berada di Bait Allah dan berjumpa dengan alim ulama disana?
Apakah respon dan tanggapan dari orang-orang yang mendengar ajaran dari Yesus?
Mengapa Yesus semakin dikasihi oleh Allah dan manusia?
Tuhan ingin agar kita mengalami pertumbuhan seperti yang dialami oleh Yesus, baik secara rohani, jasmani, emosi maupun mental.
”Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.”(Lukas 2:52).
Alkitab telah mengajarkan kepada kita bahwa pertumbuhan yang Tuhan inginkan adalah ke arah Yesus dalam pengenalan yang benar sehingga kita mengalami kepenuhan Kristus.
”tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.”(Efesus 4:15).
”Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.”(2 Petrus 3:18).
Untuk kita mengalami pertumbuhan dalam hikmat maka kita harus memahami bahwa ketika kita mengalami kelahiran kembali maka kita telah menerima hikmat Allah yaitu Yesus Kristus.
”Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.”(1 Korintus 2:7).
”tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.”(1 Korintus 1:24).
Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal.
Tuhan ingin agar kita semakin bertambah hikmatnya dan seperti hikmat yang dimiliki oleh Yesus.
Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus kita lakukan diantaranya:
Kita harus meminta hikmat dari Allah dengan rasa haus dan lapar serta dengan kerendahan hati. ”Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, –yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit–,maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.”(Yakobus 1:8-9).
Kita harus membangun diri dengan persekutuan yang sangat mendalam dengan Roh Kudus dan firman Tuhan. Karena persekutuan dengan Roh Kudus dan firman Tuhan akan memenuhi kita dengan hikmat-hikmat Allah, sehingga pikiran kita semakin diperbaharui yang mengakibatkan respon kita terhadap masalah, orang-orang disekitar kita dan keputusan yang kita ambil seperti yang dilakukan oleh Yesus dan kita senantiasa dipenuhi oleh hikmat yang dari atas.
Diskusikanlah dalam komunitas Saudara bagaimana persekutuan Saudara dengan Roh Kudus dan firman Tuhan membuat Saudara semakin bertumbuh dalam hikmat.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Yosua 1:7.
Hal-hal apakah yang harus kita lakukan agar dalam perjalanan hidup kita mengikut Tuhan selalu beruntung?
Hal-hal apakah yang harus kita perkatakan dan renungkan agar perjalanan rohani kita selalu berhasil?
Coba sebutkan peranan firman Tuhan dalam hidup kita agar kita tidak tawar hati dan memiliki keteguhan hati?
Kita harus meyakini bahwa Allah memiliki rancangan damai sejahtera dalam perjalanan hidup kita dan bukan rancangan kesalahan.
”Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”(Yeremia 29:11).
Namun untuk memahami rancangan Tuhan buat kita harus kita pahami dan pemahaman tersebut dapat kita ketahui ketika kita selalu membangun persekutuan pribadi atau secret room dengan Tuhan.
”Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati”(Yeremia 29:12-13).
Hal-hal tersebut harus kita lakukan dengan taat sampai akhirnya kita dapat memahami rancangan Tuhan serta hari-hari yang akan kita jalani.
”Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.”(Mazmur 139:14-16).
Kita juga harus meyakini bahwa hal-hal yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan rancangan Tuhan adalah membuat kebaikan dan jalan-jalan Tuhan semakin kita pahami.
”Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”(Roma 8:28).
Agar kita dapat mewujudkan seluruh rancangan Tuhan bagi hidup kita, maka kita harus berjalan dengan kebenaran firman Tuhan dan mengandalkan Dia sehingga kita menjadi orang-orang yang bertindak hati-hati dan berhasil.
”Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”(Yosua 1:8).
”Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”(Yeremia 17:7).
Diskusikanlah dalam komunitas Saudara bagaimana Saudara membangun kehidupan yang mengandalkan Tuhan sehingga Saudara bertindak hati-hati dan berhasil.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Roma 16:19.
Terhadap ajaran apakah yang harus kita waspada dan hindari sehingga tidak terjadi perpecahan dan penipuan?
Bagaimanakah sikap kita terhadap ajaran kebenaran sehingga kita bersih dan bijaksana terhadap hal-hal yang jahat?
Apakah akibat dari ketaatan kita terhadap ajaran dari jalan-jalan Tuhan?
Pada hari-hari terakhir di akhir zaman ini dunia sedang mengalami masa-masa sukar, dimana hadirnya kehidupan duniawi di berbagai bangsa dimana mereka takluk kepada roh-roh dunia ini yang membuat dunia ini dikuasai oleh yang jahat.
”Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”(2 Timotius 3:1-5).
Roh-roh dunia yang sedang bekerja itu dapat mempengaruhi kehidupan kita jika kita tidak menyadarinya sehingga geng dapat bersikap yang sama seperti dunia ini.
Nasehat Tuhan agar kita menjauhi mereka.
Beberapa hal yang harus kita lakukan sehingga kita menang terhadap roh-roh dunia ini yang dapat membuat kita menjadi duniawi:
Kita harus mau menderita dan memikul salib karena iman kita kepada Yesus Kristus. ”Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.”(2 Timotius 3:12-13).
Kita harus berpegang dan berjalan dalam kebenaran firman Tuhan agar kita beroleh hikmat untuk menghadapi serta menaklukkan dunia ini. ”Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.”(2 Timotius 3:15).
Kita harus hidup dalam ketaatan kepada Tuhan agar memiliki hidup saleh dan dapat menaklukkan dunia ini karena ketaatan kita seperti Yesus taat kepada Bapa. ”Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.”(2 Korintus 10:5-6).
Diskusikanlah dalam komunitas Saudara bagaimana Saudara senantiasa hidup dalam ketaatan kepada Tuhan dalam segala hal untuk menaklukkan dunia ini.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah 1 Korintus 2:4.
Apakah hal yang dirasakan oleh Rasul Paulus ketika datang kepada jemaat di Korintus?
Dengan hikmat dan perkataan dari siapakah yang digunakan oleh Rasul Paulus untuk menghadapi jemaat Korintus?
Kekuatan siapakah yang bekerja dan diandalkan oleh Rasul Paulus dalam menyampaikan kesaksian Allah kepada jemaat Korintus?
Tuhan sedang membawa kita untuk menjadi kepala dan bukan menjadi ekor namun untuk mewujudkannya bukan karena kekuatan kita tetapi oleh kekuatan Roh Kudus.
Sebab kita harus menghadapi roh-roh dunia ini yang ingin menghambat kita dalam merealisasikannya.
Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus kita pahami untuk mewujudkannya:
Kita harus bergerak dengan keyakinan bahwa didalam diri kita ada Roh Kristus yang posisinya lebih besar dari roh-roh di dunia ini sehingga kita dapat menyingkirkan kekuatan dunia ini, rasa tidak berdaya, tidak mampu, tidak mungkin dan tidak bisa. ”Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.”(Roma 8:9-10). ”Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.”(Yohanes 4:4).
Roh Kristus yang ada di dalam kita membuat kita dapat berjalan dalam kebenaran yang dapat membuat kita dapat bergerak dengan Imannya anak Allah. ”namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”(Galatia 2:20). ”Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17:20).
Kita berjalan, berkata-kata dan bertindak dengan kekuatan Roh yang senantiasa menyertai kehidupan kita. ”Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.”(2 Korintus 3:6).
Kita sudah memiliki Roh Kristus, Firman hidup untuk bergerak mewujudkan menjadi kepala bukan ekor namun marilah kita andalkan kekuatan Roh Allah untuk semua ketetapan Allah digenapi dalam hidup kita.
Diskusikanlah dalam komunitas Saudara bagaimana pengendalian Saudara terhadap kekuatan Roh Kudus untuk terwujudnya janji-janji Allah dalam hidup Saudara.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah 1 Yohanes 2:15.
Mengapa Allah melarang kita untuk mengasihi dunia dengan segala apa yang ada didalamnya?
Berasal dari siapakah semua yang ada di dalam dunia ini, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup?
Apakah yang akan dialami oleh orang-orang yang hidupnya melakukan kehendak Allah?
Dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya.
Oleh sebab itu, Tuhan melarang kita untuk mengasihi dunia ini dengan segala yang ada di dalamnya supaya kita tetap hidup selama-lamanya.
”Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”(1 Yohanes 2:15-17).
Agar kita tidak mengasihi dunia ini maka kita harus dipenuhi oleh pemahaman tentang bahwa Allah mengasihi kita.
Dengan dipenuhi oleh Kasih Allah maka kita tidak memerlukan kasih dari dunia ini dan juga tidak mengasihi dunia ini namun dipenuhi oleh pengenalan akan kasih Allah yang sempurna.
”Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.”(2 Tesalonika 2:16-17).
”Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.”(Efesus 3:18-19).
Pemahaman akan kasih Allah kepada kita membuat kita tahu bahwa ketika kita lahir baru memiliki kemampuan ilahi yang membuat hati dapat mengasihi Allah dan luput dari hawa nafsu dunia ini.
”Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.”(Yehezkiel 36:27).
”Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.”(2 Petrus 1:3-4).
Pemahaman ini membuat kita senantiasa terhubung dengan Roh Kristus yang membuat kita terus mencintai Tuhan dan membenci dunia ini dengan yang ada di dalamnya yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup.
”namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”(Galatia 2:20).
Diskusikanlah dalam komunitas Saudara bagaimana Saudara tetap teguh dan konsisten tidak mengasihi dunia ini karena memahami tentang kehidupan Kristus dalam batin Saudara.