Minggu, 6 September 2026

DIBEBASKAN DARI KUTUK, HIDUP DALAM BERKAT

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

GALATIA 3:13-16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Untuk apa tujuan Kristus harus menanggung kutuk hukum Taurat bagi kita?
  2. Siapa yang menerima berkat Abraham melalui Kristus?
  3. Apa arti “dibebaskan dari kutuk dan hidup dalam berkat” dalam Galatia 3:13–16?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Surat Galatia ditulis Paulus kepada jemaat di Galatia yang sedang diganggu oleh pengajar-pengajar palsu yang mengajarkan bahwa iman kepada Kristus harus ditambah dengan ketaatan melakukan hukum Taurat agar manusia dapat dibenarkan di hadapan Allah.

Karena itu, Paulus menegaskan bahwa manusia dibenarkan hanya melalui iman kepada Kristus, bukan melalui usaha dan perbuatan berdasarkan hukum Taurat.

Dalam Galatia 3, Paulus menunjukkan bahwa janji Allah kepada Abraham telah lebih dahulu diberikan berdasarkan iman, sehingga keselamatan tidak pernah bergantung pada kemampuan manusia.

Paulus juga mengingatkan bahwa dalam Perjanjian Lama, ketika seseorang dieksekusi karena melanggar perjanjian, mayatnya dapat digantung pada sebuah pohon sebagai tanda bahwa orang tersebut berada di bawah kutuk (Ulangan 21:23).

Paulus kemudian menghubungkan gambaran tersebut dengan kematian Kristus di kayu salib.

Melalui bagian ini, Paulus hendak menjaga jemaat tetap berpegang pada Injil yang murni dan tidak kembali kepada perhambaan hukum Taurat.

“Dibebaskan dari kutuk, hidup dalam berkat” berarti bahwa Kristus mengambil tempat orang berdosa untuk menanggung hukuman yang seharusnya kita terima.

Galatia 3:13 mencatat bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan menjadi kutuk karena kita.

Kata “menebus” berasal dari kata Yunani exēgorasen, dari kata exagorazō, yang menunjuk pada tindakan membeli atau membebaskan seseorang dari suatu keadaan dengan membayar harga.

Kristus menanggung kutuk yang seharusnya kita terima, sehingga melalui Dia kita memperoleh berkat Abraham.

Berkat tersebut bukan terutama kekayaan atau keberhasilan duniawi, melainkan berkat keselamatan dan janji Allah yang diterima melalui iman.

Paulus menjelaskan tujuan penebusan Kristus: “supaya oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.”

Dengan demikian, inti berkat Abraham adalah keselamatan di dalam Kristus, yaitu manusia dibenarkan oleh iman, diperdamaikan dengan Allah, dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan.

Ayat 16 menegaskan bahwa janji tersebut pada akhirnya berpusat pada Kristus.

Jadi, berkat yang kita terima bukan terutama kekayaan duniawi, tetapi pembenaran, pengampunan, Roh Kudus, dan hubungan yang benar dengan Allah.

Semuanya diterima karena Kristus, bukan karena kelayakan kita.

Oleh karena itu, kita dipanggil untuk hidup dalam kasih karunia Allah dan terus percaya kepada Kristus, bukan berusaha mendapatkan keselamatan melalui perbuatan baik.

Kita tetap melakukan apa yang benar dan hidup dalam kekudusan sebagai tanda bahwa kita telah menerima keselamatan.

Berkat Allah bukan terutama tentang kekayaan atau keberhasilan, tetapi tentang pengampunan dosa, hubungan yang benar dengan Allah, dan Roh Kudus yang diberikan kepada kita melalui iman kepada Kristus.

Ketika menghadapi masalah atau jatuh dalam dosa, kita tetap datang kepada Kristus dan bertobat.

Hidup dalam berkat berarti hidup dengan keyakinan bahwa Kristus telah menanggung kutuk dosa kita dan kita sekarang hidup dalam kasih karuniaNya. Amin.

Menurut kita saat ini, apa arti “Dibebaskan dari kutuk, hidup dalam berkat” bagi kehidupan kita, dan apa yang harus kita lakukan sebagai respons terhadap anugerah tersebut? Diskusikan dalam kelompok PA atau persekutuan kita.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 23-24

Sabtu, 5 September 2026

KUASA DAN TANDA-TANDA YANG MENYERTAI PEMBERITAAN INJIL

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MARKUS 16:15-18

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa peran tanda-tanda dalam pemberitaan Injil?
  2. Mengapa kita tetap harus mengandalkan kuasa Tuhan, bukan kemampuan manusia?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Markus 16:17 ”Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka.”

Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak mengutus murid-murid-Nya dengan kekuatan mereka sendiri.

Akan ada kuasa dan penyertaan Tuhan dalam menjalankan tugas tersebut.

Para murid menghadapi dunia yang tidak selalu menerima Injil.

Mereka akan menghadapi penolakan, tantangan, bahkan penderitaan.

Sedang tanda dan mujizat adalah hal yang menyertai pemberitaan Injil.

Tujuan utama tetaplah memberitakan Injil dan membawa manusia kepada Kristus.

Tanda dan mujizat berfungsi sebagai kesaksian bahwa Tuhan bekerja dalam pelayanan para murid.

Dengan demikian, kita tidak mengejar tanda dan mujizat demi tanda dan mujizat itu sendiri.

Kita mengejar Kristus. Kita memberitakan Injil.

Walaupun Markus 16 menyebut tanda-tanda yang menyertai orang percaya, tetapi sumber kuasa dalam kesaksian gereja adalah Roh Kudus.

“Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku…” (Kisah Para Rasul 1:8).

Dengan demikian, gereja atau umat Tuhan tidak menjalankan misi dengan kekuatan manusia semata.

Roh Kudus memberikan keberanian, hikmat, dan kemampuan untuk menjadi saksi Kristus.

Karena itu, sebelum memberitakan Injil, kita harus berdoa.

Sebelum melayani, kita perlu bergantung kepada Tuhan.

Sebelum berbicara kepada manusia, kita perlu meminta Roh Kudus memimpin kita.

Sekali lagi, tanda dan mujizat yang menyertai pemberitaan Injil menunjukkan bahwa Allah bekerja dalam misi-Nya.

Namun perhatian kita tidak boleh berhenti pada tanda dan mujizat tersebut.

Kristus tetap menjadi pusat. Injil tetap menjadi berita utama.

Keselamatan jiwa-jiwa terhilang tetap menjadi tujuan. Dan kemuliaan tetap bagi Tuhan.

Kiranya kita semua diberi keberanian untuk pergi, kerelaan untuk memberitakan Injil, iman untuk mengandalkan kuasa Tuhan, dan kerendahan hati untuk memberikan seluruh kemuliaan kepada Yesus Kristus.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan tentang tanda dan mujizat seperti apa yang pernah engkau saksikan dan hal itu membawa orang berdosa datang kepada Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 21-22

Jumat, 4 September 2026

MENYATAKAN KEBENARAN INJIL

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 KORINTUS 4:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang menjadi dasar ketekunan mereka dalam memberitakan Injil?
  2. Apa yang seharusnya menjadi karakter seorang pemberita Injil agar kesaksiannya dapat dipercaya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Injil adalah kabar baik tentang keselamatan yang Allah kerjakan melalui Yesus Kristus.

Namun, memberitakan Injil bukan sekadar menyampaikan sebuah informasi, sekali pun itu informasi yang baik.

Pemberitaan Injil menuntut kehidupan yang benar, hati yang tulus, dan kesetiaan terhadap kebenaran firman Allah.

Firman Tuhan menjelaskan bagaimana seorang pelayan Injil harus menjalankan tugasnya.

Rasul Paulus tidak memandang pelayanan sebagai kesempatan untuk mencari keuntungan atau meninggikan dirinya sendiri.

Sebaliknya, ia menyatakan kebenaran Injil dengan hati yang bersih dan mengarahkan orang kepada Kristus.

“Kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah.” (2 Korintus 4:2).

Paulus menyadari bahwa pelayanan yang dipercayakan kepadanya adalah kemurahan Allah.

Sehingga pelayanan bukan terutama tentang kedudukan, popularitas, atau penghargaan manusia.

Pelayanan adalah kepercayaan yang diberikan Tuhan.

Firman Allah tidak boleh diubah hanya supaya lebih disukai manusia.

Injil tidak boleh disesuaikan dengan kepentingan pribadi, popularitas, atau keuntungan tertentu.

Pemberita Injil dipanggil untuk menyampaikan kebenaran sebagaimana yang Tuhan nyatakan.

Kita boleh menggunakan bahasa yang sederhana dan berbagai metode komunikasi yang relevan, tetapi inti Injil tidak boleh diubah.

Cara kita memberitakan Injil sama pentingnya dengan berita yang kita sampaikan.

Tidak mungkin seseorang memberitakan kasih Kristus dengan cara yang penuh tipu daya.

Dengan demikian seorang pemberita Injil harus memiliki integritas.

Injil juga tidak disampaikan dengan menyembunyikan kebenaran atau memanipulasi pendengar.

Pemberitaan Injil harus dilakukan dengan kebenaran, kasih, keberanian, dan ketulusan.

Kita tidak perlu menggunakan tekanan atau manipulasi agar seseorang menerima Kristus.

Tugas kita adalah menyampaikan Injil dengan setia.

Roh Kuduslah yang bekerja membuka hati manusia.

Tegasnya, kita tidak dipanggil untuk memalsukan Injil agar diterima manusia.

Kita tidak dipanggil untuk menggunakan Injil demi kepentingan pribadi.

Kita juga tidak dipanggil untuk memberitakan diri sendiri.

Kita dipanggil untuk menyatakan kebenaran Injil dan meninggikan Yesus Kristus sebagai Tuhan.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan tentang apa yang harus diubah agar kesaksian hidup saudara dan saya semakin membawa orang kepada Kristus?

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 18-20

Kamis, 3 September 2026

INDAHNYA KEDATANGAN PEMBAWA BERITA KESELAMATAN

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 52:7-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa kedatangan orang yang membawa kabar baik dan memberitakan damai digambarkan sebagai sesuatu yang indah?
  2. Apa yang sepatutnya menjadi respons gereja ketika melihat kurangnya Injil diberitakan di suatu daerah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ada berita yang membuat hati manusia takut, tetapi ada juga berita yang membawa sukacita dan pengharapan.

Di tengah dunia yang penuh dengan ketidakpastian, manusia membutuhkan sebuah kabar yang memberikan damai, pengharapan, dan keselamatan.

Nabi Yesaya  menggambarkan betapa indahnya kedatangan seorang pembawa berita yang memberitakan kabar baik, damai sejahtera, keselamatan, dan pemerintahan Allah.

Kabar baik tersebut bukan sekadar berita bahwa keadaan akan menjadi lebih baik, tetapi ini tentang berita yang berkaitan dengan tindakan Allah yang menyelamatkan umat-Nya dan memulihkan hubungan mereka dengan Tuhan.

Keselamatan adalah kebutuhan terbesar manusia.

Manusia dapat memiliki keberhasilan, kekayaan, pendidikan, jabatan, dan berbagai pencapaian, tetapi semuanya tidak dapat menggantikan keselamatan yang berasal dari Allah.

Injil membawa berita bahwa keselamatan bukan hasil usaha manusia, melainkan anugerah Allah yang diterima melalui iman kepada Yesus Kristus.

Karena itu, berita keselamatan tidak boleh berhenti di dalam gereja, atau pada kita orang percaya.

Berita tersebut harus keluar dan menjangkau mereka yang belum mengenal Kristus.

Perhatian Allah tidak hanya kepada satu kelompok manusia.

Tindakan keselamatan-Nya dinyatakan di depan mata semua bangsa.

Ini memberikan gambaran tentang misi Allah yang bersifat universal.

Gereja tidak boleh hanya memikirkan dirinya sendiri. Gereja dipanggil untuk berdoa dan bersaksi bagi bangsa-bangsa.

Dengan demikian: keluarga adalah ladang pelayanan, kota adalah ladang pelayanan, bangsa-bangsa adalah ladang pelayanan.

Sehingga kita  dapat bertanya: “Siapakah orang yang Tuhan inginkan untuk saya jangkau dengan berita keselamatan?”

Saudara, dalam kelompok pemuridan, ceritakan pengalamanmu berdoa hingga memberitakan Injil kepada teman sekolah atau teman kantormu.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 16-17

Rabu, 2 September 2026

BERKASUTKAN KERELAAN MEMBERITAKAN INJIL

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

EFESUS 6:13-18

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah setiap perlengkapan senjata tersebut penting bagi kita dalam menghadapi pencobaan dan pergumulan rohani?
  2. Apa yang dapat membuat seorang percaya mudah jatuh atau menyerah dalam peperangan rohani?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Firman Tuhan menggambarkan kehidupan orang percaya sebagai sebuah peperangan rohani.

Karena itu, orang percaya dipanggil untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah agar dapat tetap berdiri teguh menghadapi berbagai tantangan.

Salah satu perlengkapan yang disebutkan adalah “kaki yang berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera” (Efesus 6:15).

Gambaran ini sangat penting.

Karena kaki digunakan untuk berjalan, bergerak, dan membawa seseorang menuju suatu tempat.

Demikian pula kehidupan orang percaya, tidak boleh berhenti pada menerima Injil untuk diri sendiri.

Kita dipanggil untuk bergerak membawa Injil kepada orang lain.

Firman Tuhan juga menyatakan bahwa bagaimana orang dapat percaya jika mereka tidak mendengar, dan bagaimana mereka dapat mendengar jika tidak ada yang memberitakan?

Karena itu, umat Tuhan tidak boleh hanya menjadi tempat orang berkumpul dan menerima berkat.

Kita juga harus menjadi komunitas yang diutus untuk membawa kabar keselamatan.

Setiap orang percaya memiliki kesempatan untuk menjadi pembawa Injil melalui perkataan, tindakan, kasih, pelayanan, dan kesaksian hidup.

Kerelaan berarti kesiapan hati untuk dipakai Tuhan.

Sering kali kita menunggu keadaan yang sempurna sebelum bersaksi: menunggu memiliki pengetahuan Alkitab yang lebih banyak, menunggu menjadi lebih percaya diri, menunggu kesempatan yang tepat, atau merasa bahwa memberitakan Injil adalah tugas pendeta dan penginjil.

Namun Efesus 6:15 mengingatkan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk memiliki kerelaan memberitakan Injil.

“Berkasutkan kerelaan memberitakan Injil” berarti memiliki hati yang siap diutus Tuhan ke mana pun kita berada.

Kita tidak dipanggil untuk menyimpan Injil bagi diri sendiri.

Kita dipanggil untuk membawanya kepada keluarga, sahabat, lingkungan kerja, masyarakat, dan bangsa-bangsa.

Kiranya ketika Tuhan melihat kehidupan kita, Dia menemukan hati yang berkata: “Aku siap, Tuhan. Ke mana pun Engkau mengutus aku, aku mau membawa Injil damai sejahtera-Mu.”

Saudara, dalam kelompok pemuridan, ceritakan pengalamanmu berdoa hingga memberitakan Injil kepada keluargamu.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 13-15

Selasa, 1 September 2026

DOA AGAR DUNIA DISELAMATKAN

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 10:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang dimaksud dengan “mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar”?
  2. Apa perbedaan antara “kebenaran yang berasal dari Allah” dan “kebenaran yang diusahakan sendiri”?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Dalam Kitab Roma yang sudah kita baca, meskipun banyak orang Israel telah menolak Yesus sebagai Mesias, Paulus tidak membalas mereka dengan kemarahan atau kekecewaan.

Sebaliknya, ia membawa mereka dalam doa.

Sikap Paulus menjadi contoh bagi kita umat Tuhan di masa kini dalam memandang dunia yang belum mengenal Kristus.

Roma 10:2  ”Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.”

Paulus tidak mengatakan bahwa orang Israel malas beribadah.

Sebaliknya, mereka sangat rajin, disiplin, dan penuh semangat menjalankan hukum Taurat.

Masalahnya bukan kurang semangat, tetapi arah semangat itu.

Seseorang dapat rajin beribadah, aktif melayani, hafal banyak ayat, bahkan menjadi pemimpin persekutuan misalnya.

Namun tetap belum sungguh-sungguh mengenal Kristus.

Karena kekristenan tanpa Kristus akan menghasilkan usaha manusia.

Tetapi Injil akan menghasilkan hubungan manusia dengan Allah melalui anugerah atau kasih karunia Tuhan.

Umat Tuhan masa kini juga perlu waspada agar tidak menggantikan hubungan dengan Kristus hanya dengan rutinitas rohani.

Firman Tuhan mengajarkan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah.

Tidak ada jumlah perbuatan baik yang mampu menghapus dosa.

Kebenaran sejati hanya berasal dari Allah dan diterima melalui iman kepada Kristus.

Dan karena kita tahu bahwa keselamatan bukan diperoleh melalui usaha manusia, melainkan melalui iman kepada Kristus.

Untuk itu lah kita tetap perlu untuk berdoa membuka hati kita untuk melihat dunia dengan mata Kristus.

Ketika kita berdoa, kita juga akan digerakkan atau mendapatkan panggilan untuk memberitakan Injil, mengasihi sesama, dan menjadi terang di tengah masyarakat.

Saudara setiap orang percaya dipanggil bukan hanya untuk menikmati keselamatan, tetapi juga menjadi bagian dari rencana Allah agar dunia mengenal Kristus.

Kasih Tuhan tertuju kepada manusia yang terhilang.

Karena itu, doa bagi keselamatan jiwa-jiwa merupakan salah satu pelayanan yang paling mulia dan akan memiliki dampak yang kekal.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, ceritakan pengalamanmu dalam berdoa bagi orang yang belum selamat?

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 9-12