Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Wahyu 7:9!
Hal apakah yang dilakukan oleh orang banyak di hadapan tahta Anak Domba?
Coba sebutkan latar belakang orang yang banyak yang menyembah Anak Domba tersebut?
Bagaimana sikap mereka dalam menyembah Anak Domba Allah itu?
Janji pencurahan Roh Kudus sehingga orang-orang menyembah Tuhan diberikan kepada semua orang bukan hanya bagi orang-orang yang berada dalam gereja mula-mula tetapi bagi banyak generasi setelah gereja mula-mula akan Tuhan lakukan juga pencurahan Roh-Nya.
“Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.”(Kisah Para Rasul 2:17).
“Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.”(Kisah Para Rasul 2:5).
”Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.”(Kisah Para Rasul 2:39).
Tujuannya adalah supaya setiap orang di muka bumi ini sebanyak-banyaknya akan percaya dan menyembah Yesus.
Dan hal ini akan menggenapi janji Tuhan bahwa setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah akan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan.
“Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!”(Filipi 2:9-11).
Bahkan rasul Yohanes melihat hal yang terjadi di sorga ada banyak orang menyembah Anak Domba Allah sebagai penggenapan janji Tuhan bahwa semua orang akan menyembah kepada Yesus.
“Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.”(Wahyu 5:9).
Karena penyembahan dari segala suku dan bangsa akan terjadi maka marilah kita bekerjasama dalam jemaat dan dengan Roh Kudus untuk giat, penuh keberanian dan belas kasihan untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah agar dari hati setiap orang yang percaya dari berbagai suku bangsa ada nyanyian baru, nyanyian penyembahan kepada Anak Domba Allah.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengupayakan dan mengusahakan Injil sampai kepada bangsa-bangsa agar dari hati bangsa-bangsa ada penyembahan kepada Yesus!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Kisah Para Rasul 16:34!
Apakah yang diperbuat oleh kepala penjara setelah melihat dan mengalami kuasa puji-pujian yang dilakukan oleh Paulus dan Silas?
Apakah yang dilakukan oleh Paulus dan Silas kepada kepala penjara sehingga kepala penjara menjadi percaya?
Siapakah yang menerima Kabar Baik selain kepala penjara? Dan apakah yang dirasakan oleh mereka?
Tuhan berkata bahwa ketika umat Tuhan berkumpul bersama dan bersepakat dalam doa maka Tuhan hadir serta mendengar doa mereka.
“Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”(Matius 18:19-20).
Tuhan ingin agar umat-Nya selalu berkumpul menaikkan doa dan pujian penyembahan.
Dan kehadiran Tuhan dalam pujian umat-Nya membawa orang-orang melihat kemuliaan Tuhan serta mengalami kemuliaan Tuhan yang membuat banyak orang bertobat dan mengalami revival.
”Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.”(Mazmur 40:4).
Dan Tuhan juga telah berfirman bahwa Dia akan memulihkan Pondok Daud yaitu kehidupan pujian dan penyembahan di dalam rumah Tuhan yang membuat semua orang mencari Tuhan serta bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah akan mencari dan berjumpa dengan Tuhan.
”Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali Pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula.”(Kisah Para Rasul 15:16-18).
Ada dua hal yang harus kita fokuskan adalah menjadikan rumah Tuhan menjadi rumah doa bagi segala bangsa dan bukan sarang penyamun.
”Dan berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.”(Matius 21:13-14).
Serta menjadikan pujian penyembahan yang agresif, penuh kehausan serta gairah sampai mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan mengalami realita kehadiran Tuhan lewat pujian dan penyembahan baik secara pribadi maupun korporat.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana pengalaman saudara dalam pujian dan penyembahan yang membuat orang-orang datang kepada Tuhan dan bertobat!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Kisah Para Rasul 16:26!
Hal apakah yang dilakukan oleh Paulus dan Silas ketika mereka berada di dalam penjara? Dan seberapa nyaringkah suara mereka?
Apakah yang terjadi ketika mereka berdoa dan menyanyikan puji-pujian dengan nyaring?
Hal apakah yang terjadi terhadap penjara, pintu-pintu penjara dan juga terhadap belenggu yang mengikat mereka?
Peristiwa yang dialami oleh Rasul Paulus dan Silas di dalam penjara membuktikan bahwa kehadiran Tuhan di dalam pujian dari umat Tuhan dan dimana ada kehadiran Tuhan disana ada kemerdekaan dan mukjizat Tuhan.
“Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.”(Mazmur 22:4).
”Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.”(II Korintus 3:17).
Iblis selalu ingin melepaskan panah apinya kepada kita bahkan iblis berjalan kian kemari untuk mendapatkan mangsanya sehingga dipastikan kita selalu masuk pada area peperangan dengan si jahat.
”Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.”(Efesus 6:16).
”Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.”(I Petrus 5:8-9).
Kita harus senantiasa menggunakan selengkap senjata Allah supaya kita siap untuk berperang melawan si jahat dan Tuhan memberikan kepada kita senjata pujian dan penyembahan.
Ketika kita masuk hadirat Tuhan dalam pujian dan penyembahan maka Tuhan hadir dan membebaskan kita dari belenggu atau penjara-penjara dosa, masalah-masalah dalam ekonomi, keluarga, sekolah dan kuliah, sakit penyakit, kelemahan yang selalu mengintimidasi dan menghakimi kita.
Oleh sebab itu Tuhan ingin agar pujian dan penyembahan menjadi gaya hidup kita, supaya ketika belenggu dan penjara si jahat lewat masalah-masalah yang ada dapat disingkirkan.
Oleh sebab itu biarlah pujian dan penyembahan kepada Allah harus selalu ada dalam mulut kita sehingga setiap saat kita dapat menghadirkan Kerajaan Allah melalui pujian dan penyembahan kita dan iblis mencoba memenjarakan kita dihancurkan.
”Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka, untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa.”(Mazmur 149:6-7).
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami kelepasan dari belenggu iblis melalui pujian dan penyembahan!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Mikha 4:7!
Dengan siapakah kita harus berjalan untuk selama-lamanya?
Selain sebagai Tuhan, sebagai apakah Tuhan bagi kehidupan kita untuk selama-lamanya?
Menurut saudara apakah peranan Tuhan sebagai raja di dalam kehidupan kita?
Allah telah menyatakan bahwa Ia adalah Tuhan dan Raja segala raja.
Dan sebagai Raja, Ia akan memerintah bangsa-bangsa, berkuasa penuh untuk mengatur pemerintahan dunia ini dan pemerintahan sorga.
“Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel.”(Yesaya 43:15).
”TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.”(Mazmur 29:10).
”Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.”(Mazmur 47:8).
”Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.”(Wahyu 19:16).
Karena Dia adalah Raja maka sebagai umat-Nya kita harus membangun dan hidup dalam sikap yang benar terhadap seorang raja, diantaranya:
Kita harus membangun kehidupan yang semakin memuji, menyembah dan bermazmur bagi Dia dalam segala keadaan. Dengan demikian kita memiliki sikap hidup yang senantiasa menjadikan Dia sebagai Raja dalam segala hal dan dalam segala keadaan. ”Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!”(Mazmur 47:5-7). Penyembahan yang kita lakukan adalah dengan rasa hormat dan takut akan Dia sehingga dunia pun akan tahu bahwa Dia adalah Raja segala raja. ”Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”(Mazmur 96:8-10).
Kita harus yakin bahwa kita akan hidup dalam kemenangan karena di dalam Tuhan sebagai Raja kita memiliki kerajaan yang tidak tergoncangkan. ”Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.”(Ibrani 12:28).
”Sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu.”(Ulangan 20:4).
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara senantiasa mengalami berkemenangan karena menjadikan Tuhan sebagai Raja!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa yang akan terjadi pada “gunung rumah Tuhan” di hari-hari terakhir, dan mengapa semua bangsa datang ke sana?
Menurut Yesaya 2:3, apa yang akan diajarkan Tuhan kepada bangsa-bangsa, dan bagaimana itu mengubah hidup mereka?
Apa makna “pedang ditempa menjadi mata bajak” dan “tombak menjadi pisau pemangkas” (ayat 4) bagi dunia saat ini?
“Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana”. (Yesaya 2:2).
Pada zaman Yesaya, bangsa Israel sedang dalam kegelapan rohani.
Mereka sibuk dengan urusan sendiri, mengejar kekayaan, dan melupakan Allah.
Namun di tengah kegelapan itu, Yesaya melihat cahaya masa depan.
Ia melihat sebuah gambaran yang indah: gunung rumah Tuhan menjadi gunung yang tertinggi, dan semua bangsa datang berbondong-bondong.
Ini adalah visi tentang pemulihan total. Tuhan tidak membatasi keselamatan hanya untuk Israel; semua bangsa dipanggil untuk datang kepada-Nya.
Latar belakang ini mengingatkan kita bahwa tidak peduli betapa gelapnya situasi kita, Tuhan selalu memiliki rencana pemulihan yang melampaui batas-batas kita.
Isi Nubuat Yesaya adalah bahwa keselamatan Allah terbuka bagi semua orang, tanpa kecuali.
Banyak orang pada zaman itu berpikir bahwa Tuhan hanya peduli pada Israel.
Tetapi Yesaya melihat lebih jauh: semua bangsa akan datang dan berkata, “Mari kita naik ke gunung Tuhan.”
Ini menunjukkan bahwa hati Tuhan sejak awal adalah untuk menjangkau seluruh dunia.
Bukan hanya satu suku atau satu negara, tetapi semua suku, bahasa, dan bangsa.
Prinsip ini penting bagi kita: gereja Tuhan tidak boleh menjadi kelompok eksklusif yang hanya menerima orang-orang tertentu.
Kita dipanggil untuk menjadi terang bagi semua bangsa, membuka pintu bagi siapa pun yang haus akan kebenaran.
Ketika bangsa-bangsa datang kepada Tuhan, mereka belajar firman-Nya dan hidup dalam keadilan, yang menghasilkan perdamaian.
Yesaya menggambarkan hasil dari penyembahan sejati: “Mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas.”
Ini adalah gambaran transformasi total. Senjata perang diubah menjadi alat pertanian.
Tidak ada lagi perang, tidak ada lagi permusuhan.
Semua bangsa hidup dalam damai karena mereka dipimpin oleh firman dan keadilan Tuhan.
Prinsip ini mengajar kita bahwa kedatangan bangsa-bangsa kepada Tuhan bukan hanya tentang ritual keagamaan, tetapi tentang perubahan hidup yang nyata.
Ketika kita benar-benar mengenal Tuhan, kita akan menjadi pembawa damai, bukan pembawa konflik.
Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman.
Pertama, Buka Hatimu untuk Semua Orang.
Periksa sikapmu terhadap orang-orang yang berbeda latar belakang, suku, atau agama.
Apakah kamu cenderung menutup diri atau bahkan merendahkan mereka? Ingatlah bahwa Tuhan memanggil semua bangsa.
Mulailah dengan mendoakan orang-orang yang berbeda denganmu, dan carilah kesempatan untuk menunjukkan kasih Kristus kepada mereka.
Kedua, Jadilah Pembawa Damai di Lingkunganmu.
Perdamaian dunia dimulai dari langkah kecil di sekitarmu.
Jika ada konflik di keluarga, di tempat kerja, atau di komunitasmu, jadilah orang yang pertama mengambil inisiatif untuk mendamaikan.
Dengan menjadi pembawa damai, kamu sedang mewujudkan kerajaan Allah di bumi, dan membantu semua bangsa melihat terang Kristus melalui hidupmu.
Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana mengasihi bangsa-bangsa yang menindas umat Tuhan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Nubuat apa yang dikutip Yakobus dari kitab Amos (ayat 16-17), dan bagaimana ia menggunakannya untuk menyelesaikan perselisihan?
Apa arti “pondok Daud yang roboh” dalam konteks Perjanjian Baru, dan bagaimana itu digenapi dalam Yesus dan gereja?
Mengapa penting bagi kita untuk memahami bahwa pemulihan Tuhan menjangkau “semua bangsa” (bukan hanya satu kelompok)?
“Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan.” (Kisah Para Rasul 15:16).
Coba bayangkan situasi di gereja mula-mula.
Ada orang Yahudi yang sejak kecil diajarkan bahwa mereka adalah umat pilihan Allah, dan orang non-Yahudi dianggap najis.
Sekarang, banyak orang non-Yahudi yang percaya Yesus.
Pertanyaan besar muncul: “Apakah mereka harus menjadi Yahudi dulu sebelum menjadi Kristen?” Ini adalah perdebatan sengit yang bisa memecah belah gereja.
Namun, Roh Kudus memimpin mereka melalui Yakobus untuk melihat kebenaran yang lebih besar: keselamatan adalah anugerah bagi semua orang, tanpa kecuali.
Yakobus mengingatkan bahwa nubuat Amos sudah meramalkan hal ini: Tuhan akan memulihkan kerajaan Daud, dan melalui pemulihan itu, bangsa-bangsa lain akan mencari Tuhan.
Kisah Para Rasul 15:15-18 mencatat pemulihan Allah tidak pernah eksklusif, tetapi inklusif bagi semua bangsa.
Banyak orang mungkin berpikir pemulihan “pondok Daud” hanya untuk bangsa Israel.
Tetapi Yakobus menunjukkan bahwa nubuat Amos berbicara tentang “segala bangsa yang disebut dengan nama-Ku” (ayat 17).
Artinya, sejak awal, rencana Allah adalah menjangkau seluruh dunia.
Gereja tidak boleh menjadi klub eksklusif yang hanya menerima orang-orang tertentu.
Kristus mati untuk semua orang, dari segala suku, bahasa, dan bangsa.
Prinsip ini mengingatkan kita bahwa kita dipanggil untuk menjadi gereja yang terbuka, merangkul semua orang tanpa memandang latar belakang, status, atau etnis.
Segala nubuat Perjanjian Lama menemukan penggenapannya dalam Yesus Kristus dan gereja-Nya.
Pemulihan “pondok Daud” tidak hanya berarti kerajaan Israel secara politis.
Itu menunjuk pada Kerajaan Allah yang didirikan melalui Yesus, keturunan Daud, dan diteruskan melalui gereja yang terdiri dari semua orang percaya.
Dalam Kristus, tembok pemisah antara Yahudi dan non-Yahudi telah roboh (Efesus 2:14).
Semua orang yang percaya kepada Yesus adalah sama di hadapan Allah.
Ini adalah kabar baik yang luar biasa: kita tidak perlu menjadi “sempurna” atau memenuhi syarat-syarat tertentu untuk diterima.
Kita datang kepada Kristus dengan iman, dan Dia memulihkan kita serta menjadikan kita bagian dari umat-Nya.
Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman.
Pertama, Jangan Pernah Menutup Pintu bagi Siapa Pun. Periksa sikap hatimu terhadap orang-orang yang berbeda latar belakang.
Apakah kamu cenderung memilih-milih teman? Apakah kamu merasa lebih rohani dari orang yang baru percaya?
Prinsip pemulihan yang menjangkau semua bangsa mengajarkan kita untuk menjadi inklusif, seperti Tuhan.
Buka hatimu untuk menerima semua orang, tanpa prasangka.
Kedua, Jadilah Jembatan bagi Mereka yang Jauh dari Tuhan.
Berdoalah untuk orang-orang yang belum percaya di sekitarmu.
Carilah kesempatan untuk membagikan kasih Kristus kepada mereka, baik melalui perkataan maupun tindakan.
Ingatlah bahwa pemulihan yang Tuhan mulai dalam hidupmu juga harus menjangkau orang lain.
adilah saluran berkat yang mengalir kepada semua bangsa.
Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana dapat terlibat dalam pemulihan pondok daud.