Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa yang menyebabkan bahwa ibadah itu memberikan keuntungan yang besar kepada kita?
Apa saja sebenarnya yang sangat kita perlukan?
Apa yang menyebabkan orang percaya masuk ke dalam berbagai pencobaan?
Apa yang dapat terjadi ketika orang percaya menjadi cinta uang?
Saudara, ketika seseorang beribadah dengan benar kepada Tuhan Yesus Kristus, ia akan memiliki iman yang teguh dan pengharapan kepada Yesus serta firman-Nya.
Seseorang yang beribadah kepada Yesus Kristus tidak akan dikuasai oleh ketakutan, kekuatiran, dan kebimbangan karena ia beriman atau percaya kepada apa yang Yesus firmankan:
Yohanes 10:10-11“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”
Saudara, Yesus sendiri yang menyatakan bahwa Dialah Gembala yang baik.
Seorang gembala yang baik rela memberikan nyawanya untuk membela domba-dombanya.
Sementara itu, gembala upahan akan lari meninggalkan domba-dombanya ketika ada serigala yang menyerang domba-dombanya.
Karena kita memiliki Gembala yang baik, kita tidak perlu khawatir, takut, dan gelisah.
Yesus pernah menyatakan bagaimana perhatian dan kasih Bapa terhadap kita, anak-anak-Nya:
Matius 6:25-27“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”
Saudara, Bapa kita yang di surga adalah Gembala yang baik.
Dia telah menyediakan semua keperluan anak-anak-Nya, yaitu semua orang yang percaya kepada Yesus sebagai Juru Selamat dan Tuhan.
Bapa kita telah menyediakan apa yang kita perlukan.
Oleh karena itu, marilah kita terus membangun hubungan yang intim dengan Roh Kudus supaya Dia mengarahkan, memimpin, dan mengajar kita agar kita mengerti apa yang telah disediakan oleh Bapa bagi kita.
Oleh karena itu, marilah kita belajar mengatur pengeluaran supaya kita tidak memboroskan apa yang telah Bapa sediakan.
Dengan demikian, kita dapat menggunakan secara maksimal manfaat dari apa yang telah Bapa sediakan.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Mengapa banyak anak-anak Tuhan selalu mengalami kekurangan dalam hidup mereka?
TIDAK DAPAT MENGABDI KEPADA DUA TUAN, ALLAH ATAU MAMON
Penulis : Pdt. Robinson Saragih
Pembacaan Alkitab Hari ini :
MATIUS 6:24-27
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Mengapa seseorang tidak dapat mengabdi kepada dua tuan?
Mengapa kita dilarang untuk kuatir akan makanan, minuman atau pakaian?
Mengapa burung dijadikan sebagai pembanding bagi kita, manusia?
Apa yang dapat mengurangi jalan hidup seseorang?
Saudara, Tuhan Allah adalah Tuhan yang cemburu.
Dia sangat tidak ingin diduakan.
Dia menghendaki supaya semua orang hanya menyembah Dia sebagai satu-satunya Tuhan.
Oleh karena itu, Dia juga mencurahkan seluruh perhatian dan kasih-Nya.
Rasul Paulus menuliskan bahwa Tuhan Allah sangat mengasihi umat-Nya:
Efesus 3:18-19“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.”
Kasih-Nya yang tidak terbatas telah dinyatakan-Nya kepada kita, umat-Nya.
Dia menyatakan bahwa Tuhan Allah telah merencanakan pemulihan keadaan manusia.
Hal itu dilakukan melalui keturunan perempuan yang telah tertipu di Taman Eden:
Kejadian 3:15“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
Jadi, sejak semula Allah telah merencanakan bahwa Juru Selamat akan datang dan Mesias akan memulihkan anak-anak manusia agar kembali pulih sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh Allah sejak semula.
Kita dapat membaca dan melihat bahwa sejak semula Tuhan Allah yang sangat berkuasa telah bertindak sedemikian rupa demi keselamatan manusia.
Dia mendatangkan air bah dan menyelamatkan keluarga Nuh.
Dosa anak manusia menyebabkan Nuh marah dan mengutuk keturunannya.
Tuhan Allah memilih seorang anak manusia yang memiliki iman, kepercayaan, dan loyalitas yang tinggi, yaitu Abraham.
Namun, dosa manusia menyebabkan Abram menjadi Abraham dan melahirkan Ismael, seorang anak yang kecewa kepada ayahnya.
Anak Abraham, Ishak, adalah seorang yang taat kepada ayah dan ibunya.
Ishak kemudian melahirkan dua orang anak kembar, yaitu Yakub dan Esau.
Yakub, sekalipun dikenal sebagai penipu, tetapi Tuhan berkenan kepadanya karena ia memiliki iman kepada Tuhan Allah, Tuhan dari ayah dan kakeknya, Abraham.
Dalam pertemuannya dengan Malaikat Tuhan Allah, Yakub berjanji bahwa ia akan selalu mempersembahkan 10% dari semua pendapatannya kepada Allah yang akan memberkatinya.
Tuhan Allah mengkhususkan keturunan Abraham dari garis keturunan Ishak sebagai kelompok orang-orang yang dipilih menjadi umat-Nya.
Dari dua belas anak Yakub, Tuhan Allah memilih Yehuda sebagai seorang pilihan karena kerelaannya untuk membela adiknya, Benyamin, yang hendak disandera oleh Yusuf di Mesir.
Yehuda kemudian melahirkan Daud. Karena iman dan hubungan Daud dengan Tuhan Allah, ia dipilih untuk menjadi nenek moyang Mesias yang dijanjikan.
Hanya karena kasih karunia Tuhan Allah, Daud dipilih. Tuhan Allah dengan jelas menuliskannya dalam kitab Injil tentang kasih karunia:
Matius 1:5-6“Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria”
Dalam satu ayat ini saja kita dapat melihat bahwa kedaulatan Tuhan Allah sangat dominan.
Semua itu bertujuan supaya Mesias dapat hadir di dunia untuk menyatakan bahwa hanya karena kasih karunia manusia dapat diselamatkan.
Oleh karena itu, kedaulatan Tuhan Allah sangat berperan dalam keselamatan manusia.
Kita dapat membaca bahwa dalam satu ayat ini terdapat dua nama perempuan yang bukan orang Israel, yaitu Rahab dan Rut.
Rahab adalah seorang perempuan yang melindungi Salmon, pengintai bangsa Israel yang datang untuk menyelidiki tembok Yerikho.
Rut adalah seorang perempuan Moab, menantu Elimelekh dan Naomi, yang memilih Tuhan Allah, Tuhan yang disembah oleh Naomi, menjadi Tuhannya. Ia beriman kepada Tuhan Allah.
Kita juga membaca dengan jelas bahwa Raja Daud memperanakkan Salomo dari istri Uria, seorang perempuan Kanaan, yaitu Batsyeba.
Dalam keutuhan kasih Tuhan Allah, Dia memperlihatkan anugerah kasih karunia kepada orang-orang yang diperkenankan-Nya untuk menjadi alat-Nya dalam mendatangkan Yesus Kristus ke dunia ini.
Oleh karena itu, Tuhan Allah hanya memperkenankan seseorang yang loyalitasnya hanya kepada Tuhan Allah untuk menjadi umat-Nya.
Seseorang yang beriman adalah seseorang yang hanya menyembah Allah yang diperkenan-Nya.
Dengan jelas, Tuhan Allah tidak menginginkan adanya ilah lain di hadapan seseorang yang dapat menjadi alat-Nya di dunia ini.
Ibrani 10:38“Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.”
Jadi, dapat kita pelajari bahwa seseorang yang disebut beriman adalah seseorang yang tidak akan menyembah ilah-ilah lain.
Mereka juga bukan orang-orang yang mencintai dunia ini, apalagi memiliki kesukaan yang terlarang, yaitu mencintai uang atau menjadi mata duitan.
Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa kita tidak boleh memiliki dua tuan.
Kita harus memilih salah satunya, yaitu memilih Tuhan Yesus atau uang.
Uang sangat memengaruhi kehidupan manusia di dunia ini. Rasul Paulus menulis:
1 Timotius 6:10“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”
Oleh sebab itu, Tuhan Yesus berkata dalam:
Matius 6:24 “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
Yesus menyatakan dengan jelas, “Pilih salah satu: Tuhan Allah atau mamon.”
Yesus dengan tegas menyatakan bahwa mamon adalah musuh yang sering menggoda umat-Nya.
Banyak umat-Nya tergoda oleh mamon sehingga hidupnya rusak karena mencintai uang atau bahkan menyembah uang.
Saudara, putuskanlah bahwa diri kita tidak akan mencintai uang sehingga menyembah uang dan hidup dengan memburu uang.
Ada suatu pernyataan yang baik dan benar: segala sesuatu dapat dihargai dan dibeli dengan uang, tetapi uang bukanlah segalanya.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Seberapa besar peran kita dalam memperhatikan teman atau saudara kita agar mereka tidak tersesat dan kemudian mencintai uang?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa yang dimaksud dengan perkara-perkara kecil?
Mengapa mamon dikatakan tidak jujur?
Apa yang dimaksud dengan perkara-perkara besar?
Bagaimana caranya kita mengabdi kepada mamon?
Saudara, dari bagian firman ini kita dapat membaca dan merenungkan bahwa betapa tegasnya Tuhan berbicara mengenai uang.
Dia menyatakan bahwa ada dua tuan yang tidak dapat dipersekutukan, yaitu Tuhan Yesus Kristus dan mamon yang sering disebut sebagai uang.
Dengan tegas, firman Tuhan mengingatkan kita seperti yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada anak rohaninya, Timotius:
1 Timotius 6:6-10“Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”
Saudara, nasihat Rasul Paulus ini ditujukan kepada anak rohaninya, yaitu Timotius, agar Timotius terhindar dari berbagai perdebatan mengenai peribadatan.
Paulus menghendaki supaya Timotius mengerti bahwa ibadah yang disertai rasa syukur merupakan suatu keuntungan.
Ibadah tidak ditujukan untuk mencari uang.
Paulus juga menghendaki agar murid-muridnya tidak mencintai uang, apalagi sampai menjadi pemburu uang.
Mengenai rasa cukup dan nasihat untuk mencukupkan diri, Yohanes Pembaptis pernah menasihati para pemungut cukai dan para prajurit ketika mereka datang kepada Yohanes dan meminta untuk dibaptis:
Lukas 3:12-14“Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: “Guru, apakah yang harus kami perbuat?” Jawabnya: “Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu.” Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”
Saudara, kelompok-kelompok orang yang mengalami pertobatan karena mendengar khotbah Yohanes Pembaptis datang dan menyerahkan diri untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis sebagai tanda pertobatan atas dosa dan kesalahan mereka sebelumnya.
Nasihat Yohanes Pembaptis ini merupakan nasihat yang patut diperhatikan oleh orang-orang yang mencintai uang dan menjadi pemburu uang.
Marilah kita mensyukuri rezeki atau berkat yang Tuhan anugerahkan melalui pekerjaan kita, baik berupa pemberian di luar pembayaran yang telah disepakati, bonus dari pekerjaan rutin, maupun imbalan atau fee dari pekerjaan yang kita lakukan sebagai jasa ketika seseorang merasa puas terhadap kinerja kita.
Semua yang kita miliki dan yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita memang menjadi milik pribadi kita.
Namun, karena kita adalah hamba Tuhan Yesus Kristus, segala sesuatu yang kita miliki sepenuhnya adalah milik Sang Raja, yaitu Yesus Kristus.
Kita adalah orang yang mendapat kehormatan untuk mengelola milik Sang Raja.
Sebagai hamba, patutlah kita mengelolanya dengan baik supaya Sang Raja berkenan melihat pengelolaan kita terhadap semua anugerah-Nya.
Ketika kita mengatur semua anugerah yang kita terima dari Sang Pemberi Agung, Dia pernah menyatakan, “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
Tuhan menganugerahkan hidup yang berkelimpahan kepada kita.
Kita tidak pernah membawa apapun ke dunia ini, dan kita juga tidak akan membawa benda apapun ketika kita pulang ke surga. Kita membawa pahala dan jerih payah kita ketika kita melayani dan mengelola milik Sang Raja.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Sebagai pengelola milik Tuhan, bolehkah kita menggunakan uang dan harta sesuka hati serta menghabiskannya untuk memuaskan keluarga, istri, anak, dan cucu kita?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Mengapa mendengarkan suara Tuhan itu sangat penting dalam kehidupan orang percaya?
Melakukan apa yang Tuhan nyatakan juga merupakan hal yang penting. Mengapa hal itu sangat penting?
Apa saja yang akan Tuhan berkati jika kita mendengar dan melakukan Firman Tuhan?
Apa yang menyebabkan Tuhan mau memuliakan kita di depan bangsa lain?
Saudara, Tuhan Allah sejak dahulu menginginkan agar manusia ciptaan-Nya dipermuliakan oleh-Nya.
Namun, karena manusia telah jatuh ke dalam dosa, Iblis dapat melibatkan dirinya dalam hubungan antara Allah dan manusia.
Itulah sebabnya Tuhan Allah yang sangat baik merancangkan suatu cara agar manusia dapat kembali dipermuliakan.
Dengan kehadiran Tuhan Allah di tengah-tengah manusia, yaitu di tengah-tengah bangsa Israel, Tuhan Allah menyatakan diri-Nya melalui perantaraan nabi-nabi-Nya.
Ketika Tuhan mengangkat Musa sebagai nabi-Nya, Tuhan meminta agar Nabi Musa menuliskan semua pernyataan, perintah, dan petunjuk Ilahi di dalam Kitab Hukum Taurat.
Tuhan Allah adalah Tuhan yang sangat mengasihi anak-anak manusia.
Dia sangat ingin dekat dengan manusia.
Namun, hal yang membuat Dia tidak dapat mendekati manusia adalah dosa.
Roma 3:23“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”
Dosalah yang menjadi masalah utama manusia sehingga manusia tidak dapat mendekati Tuhan Allah.
Oleh karena itu, Tuhan Allah menuliskan Hukum Taurat sebagai petunjuk bagi manusia dalam membangun hubungan dengan Tuhan Allah.
Di dalam Hukum Taurat terdapat petunjuk mengenai moral, ibadah, kehidupan sosial, dan hukum di antara sesama manusia.
Dalam Kitab Ulangan, khususnya pasal 28, pembahasannya dibagi menjadi dua bagian.
Ayat 1 sampai ayat 14 diberi judul “Berkat karena Ketaatan”, sedangkan ayat 15 sampai ayat 68 diberi judul “Kutuk-kutuk karena Tidak Taat”.
Saudara, oleh karena itu, marilah kita memahami bahwa peraturan dan perintah-perintah yang Tuhan berikan merupakan cara atau jalan yang menunjukkan bagaimana Tuhan Allah, Bapa kita di surga, sangat ingin memberkati dan memuliakan manusia.
Oleh karena itu, Tuhan dengan terus terang menuliskan bagian-bagian dalam Ulangan 28 supaya barang siapa yang membaca, merenungkan, dan melakukan perintah-perintah Tuhan akan diberkati sesuai dengan apa yang telah dituliskan dalam firman Tuhan.
Ketika seseorang percaya kepada janji-janji Tuhan yang menjanjikan keselamatan, maka orang itu disebut sebagai orang yang percaya.
Yohanes 3:16“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Oleh karena itu, setiap orang yang percaya kepada janji Tuhan akan menerima keselamatan atau kehidupan kekal.
Setiap orang yang mempercayai janji Tuhan disebut juga orang beriman.
Setiap orang yang percaya dan menaati perintah Tuhan akan diberkati.
Berbagai janji Tuhan, apabila dipercaya dan diimani, akan membawa kebahagiaan bagi orang yang mempercayai dan melakukan janji-janji Tuhan karena mereka akan menerima sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh Tuhan dalam bagian firman itu.
Begitu juga ketika orang-orang tidak percaya dan tidak berkehendak untuk melakukan janji-janji Tuhan, sesuai dengan apa yang Tuhan nyatakan dalam Ulangan 28:15-66, mereka akan menerima ganjaran sesuai dengan apa yang Tuhan nyatakan dalam bagian firman Tuhan itu.
Oleh karena itu, saya mengajak semua pembaca untuk mempercayai janji-janji Tuhan dan melaksanakan perintah-perintah-Nya supaya hidup kita diberkati.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Apakah pernyataan tentang kutuk masih berlaku bagi seseorang yang sudah percaya kepada Yesus Kristus? Mengapa demikian?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Siapa yang disebut terkutuk?
Apakah ada orang yang tidak mengalami datangnya keadaan baik?
Siapa yang akan diberkati?
Siapa yang tidak akan kuatir pada masa kekeringan?
Saudara, ada sekelompok anak-anak Tuhan yang disebut sebagai murid-murid Kristus.
Mereka telah mengalami kelahiran baru, hidup dalam pemuridan, dan terus menjaga hubungan yang intim dengan Tuhan Yesus melalui kehidupan ibadah sehari-hari.
Mereka melakukannya melalui saat teduh, doa pagi, membaca Alkitab setiap hari, serta berusaha memiliki hubungan yang intim dengan Bapa melalui Yesus Kristus dan Roh Kudus.
Kolose 2:6-7“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”
Yohanes 15:4-5“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
Dengan hubungan yang intim setiap hari, kita akan mengalami banyak pemulihan dalam kehidupan.
Melalui pembacaan firman, saat teduh, dan doa, kita semakin mengerti firman Tuhan yang menjadi dasar iman kita.
Melalui membaca dan merenungkan firman, kita akan memiliki iman dan pengharapan terhadap janji-janji Tuhan yang kita baca dan renungkan.
Kita semakin mengerti banyak perintah dan kasih karunia Tuhan.
Melalui firman Tuhan, kita semakin merasakan dan mengalami kasih karunia yang melimpah.
Hal itu juga mendorong kita untuk rela melakukan perintah Tuhan Yesus.
Lewat merenungkan firman Tuhan, hubungan kita dengan Bapa dan firman-Nya akan semakin dalam.
Roh Kudus akan menyingkapkan betapa dalam kebaikan-Nya kepada kita.
Kita dapat merasakan kasih-Nya yang tidak terbatas, seperti yang Rasul Paulus tuliskan kepada jemaat di Efesus:
Efesus 3:16-19 “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.”
Kita dapat merasakan kebaikan Tuhan dan berkat-berkat-Nya yang melebihi apa yang kita doakan dan pikirkan.
Tuhan Yesus berjanji, “Barangsiapa hidup di dalam Yesus Kristus dan Yesus Kristus hidup di dalam seseorang itu, maka seseorang itu akan berbuah banyak.”
Ketika seseorang melakukan apa yang Tuhan perintahkan yang dapat dirasakan serta dinikmati oleh orang-orang di sekitar kita, maka kesaksian itu dapat menghasilkan sesuatu yang menimbulkan pertanyaan bagi orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus.
Ketika kita menerapkan apa yang Rasul Paulus nyatakan kepada jemaat di Galatia:
Galatia 6:9-10“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”
Lewat hubungan kita dengan Bapa dan Yesus Kristus melalui Roh Kudus, maka iman kita akan semakin kokoh, pengharapan kita semakin berdasar, dan buah ketaatan semakin nyata.
Dengan demikian, hidup kita mengalami perubahan dan pemulihan serta semakin banyak orang di sekitar kita mengalami berkat yang Tuhan alirkan melalui kehidupan kita.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Apa yang menyebabkan seseorang sebagai anak Tuhan tidak mengalami perubahan dalam hidupnya?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apakah yang dimaksud dengan perkara kecil dan perkara yang besar?
Mengapa hal mamon dikatakan sebagai hal yang tidak jujur?
Apakah harta yang sesungguhnya?
Mengapa kita tidak mungkin mengabdi kepada dua tuan?
Saudara, Tuhan Yesus dengan jelas menyatakan bahwa kepada kita dianugerahkan pemberian-pemberian yang menjadi milik kita.
Tuhan yang menganugerahkan kepada kita talenta, bakat, dan karunia-karunia rohani supaya kita dapat menjalani kehidupan di semesta ini.
Tuhanlah yang menganugerahkan ayah dan ibu kita. Kita tidak dapat memilihnya.
Tuhan juga mengaruniakan istri atau suami sebagai jodoh yang telah ditetapkan.
Saudara, Tuhan menyediakan semua keperluan kita.
Namun, Dia tidak menyediakan semua yang kita ingini atau memenuhi semua keinginan kita.
Tidak ada janji Tuhan yang menyatakan demikian. Rasul Paulus pernah menuliskannya:
Filipi 4:6 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
Kita boleh meminta apa pun, namun Tuhan akan memberikan kepada kita segala yang kita perlukan dan segala sesuatu yang baik menurut kehendak-Nya.
Dia adalah Tuhan yang Mahatahu.
Dalam hal ini, dengan cepat kita dapat memahami bahwa tidak semua keinginan kita dikabulkan.
Kita boleh menyampaikan semua kemauan dan keinginan kita, namun sebagai Bapa, Gembala, dan Sahabat yang baik, Dia akan memberikan segala sesuatu yang kita perlukan.
Semua permintaan dapat kita ajukan, tetapi sebagai Bapa yang baik, Dia akan menyeleksi setiap permintaan yang kita sampaikan.
Tuhan akan memberikan apa yang bermanfaat bagi kita, sesuai dengan keperluan kita.
Yesus adalah Gembala yang baik. Dia mengerti apa yang kita butuhkan sesuai dengan keperluan kita pada waktu tertentu.
Rasul Paulus pernah menuliskan bahwa Tuhan telah menganugerahkan kepada kita segala macam karunia rohani.
Bagi kita, semuanya telah disediakan oleh Allah Bapa sesuai dengan apa yang kita perlukan.
Efesus 1:3“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.”
Tuhan telah menyediakan semua keperluan kita dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian juga dengan kebutuhan rohani kita. Daud sebagai pemazmur menyatakan iman dan mendeklarasikannya:
Mazmur 23:1-6“TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.”
Tuhan menganugerahkan kepada kita segala keperluan kita. Di dalam kitab Efesus, Rasul Paulus menuliskan:
Efesus 2:10“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Semua anak manusia yang lahir adalah buatan Allah. Setiap anak dibekali oleh Allah dengan bakat atau talenta. Namun, ketika kita dilahirkan kembali oleh air dan darah, kepada kita dianugerahkan Roh Kudus. Oleh-Nya, kita memperoleh karunia Roh sebagai penyataan Roh di dalam diri kita.
1 Korintus 12:7“Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.”
Tuhan menganugerahkan kepada orang percaya berbagai anugerah supaya kita dapat melakukan pekerjaan baik. Pekerjaan baik yang mana? Pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Tuhan bagi setiap anak-anak-Nya. Oleh karena itu, setiap pemberian yang baik dari Tuhan hendaknya kita kelola dengan baik supaya semua anugerah atau pemberian tersebut dapat bermanfaat bagi hidup kita, keluarga kita, dan pelayanan kita.
Saudara, marilah kita dengan setia mengelola semua yang Tuhan percayakan kepada kita. Haleluya, Puji Tuhan, Amin.
Bisakah bakat atau talenta kita menjadi mubazir dan karunia Roh di dalam diri kita tidak berfungsi? Mengapa hal itu bisa terjadi?