Minggu, 22 Februari 2026

KITA SEBAGAI TEMPAT HADIRAT-NYA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

I KORINTUS 3:11-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah I Korintus 3:16.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang harus menjadi dasar kehidupan kita dan dari bahan apakah kita membangunnya?
  2. Mengapa harus dibangun dengan dasar Yesus Kristus dan bahan-bahannya emas, perak dan batu permata?
  3. Sebagai apakah kita ketika membangun kehidupan kita diatas dasar Yesus Kristus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan berkata bahwa Dia akan menggoncangkan bumi tetapi di masa yang akan datang Tuhan juga akan menggoncangkan langit juga.

Hal itu terjadi untuk membuktikan bahwa hanya yang dibangun dalam Kerajaan Allah yang tidak akan tergoncangkan.

“Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.” (Ibrani 12:26-27).

Oleh karena itu kita harus meletakkan dasarnya sebelum membangunnya.

Dan dasar yang utama adalah Yesus Kristus karena dasar-dasar yang lain pastilah tergoncangkan.

Dasar utamanya adalah Yesus Kristus dan bukti bahwa kita memiliki dasar Yesus Kristus adalah kita selalu mendengar dan melakukan perkataan-perkataan Kristus dimana kita membangunnya diatas dasar batu, tidak tergoncangkan.

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.” (Matius 7:24-25).

Kemudian kita juga harus memperhatikan bahan-bahan yang harus dipakai untuk membangunnya, haruslah emas, perak dan batu permata dan bukan kayu, rumput kering atau jerami supaya tidak hangus oleh api yaitu karakter dan kasih.

”Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.” (II Petrus 1:5-8).

Ketika kita membangun dengan benar dan sesuai dengan pola Tuhan, maka kita dijadikan rumah atau tempat kehadiran Tuhan baik secara pribadi maupun tubuh Kristus.

”Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.” (Keluaran 25:8).

”Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.” (Wahyu 21:3).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara membangun kehidupan rohani yang membuat saudara dapat merasakan bahwa saudara adalah tempat kehadiran Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 26-27

Sabtu, 21 Februari 2026

HATI YANG LURUS DIHADAPAN ALLAH

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 8:18-25

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Kisah Para Rasul 8:22.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dialami oleh orang-orang di Samaria ketika rasul-rasul menumpangkan tangan?
  2. Sikap hati yang bagaimanakah yang dimiliki oleh Simon sehingga dia ditegur oleh Rasul Paulus?
  3. Coba sebutkan kejahatan dari hati Simon sehingga disebutkan bahwa hatinya tidak lurus dihadapan Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Allah mencurahkan Roh Kudus kepada orang-orang yang ada di Samaria melalui pemberitaan Injil oleh Filipus dan penumpangan tangan oleh Petrus dan Yohanes.

Namun Simon yang sudah percaya dan dibaptis ingin memiliki kuasa Roh Kudus dengan cara menawarkan uang kepada rasul-rasul dan dia tidak mengalaminya karena memiliki hati yang tidak lurus dihadapan Tuhan dan memiliki hati yang jahat dan motivasi yang salah dalam bergerak bersama dengan Roh Kudus.

Sikap yang demikian dapat membuat Roh Kudus berduka dan bahkan melawan Tuhan seperti yang dialami oleh Ananias dan Safira dimana mereka mendustai rasul-rasul dalam hal penjualan tanah sehingga karena mereka juga mendustai Roh Kudus sehingga berakibat kepada kematian Ananias dan Safira.

Ketika kita bergerak dengan kuasa Roh Kudus maka Allah ingin agar kita juga bergerak dengan kekudusan Allah di dalam hati kita dimana kita tidak menyimpan dosa dan kejahatan dan memiliki hati nurani yang murni.

“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” (Matius 5:8).

“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.” (Mazmur 24:3-4).

”Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.” (Mazmur 66:18).

Agar kita memiliki hati yang lurus dan tidak menyimpan kejahatan dalam bergerak dengan kuasa Roh Kudus maka kita harus memperhatikan hal-hal:

  1. Kuasa Roh Kudus bukan untuk kepentingan memuliakan diri kita dan meninggikan diri kita dan pamer kemampuan kita tetapi hanya untuk memuliakan Allah karena hal tersebut diberikan kepada kita sebagai kasih karunia saja;
  2. Milikilah motivasi yang benar dimana ketika kuasa Roh Kudus dinyatakan hanya untuk kepentingan Tuhan dimana Tuhan memakai kita sebagai anugerah untuk orang-orang mengalami perjumpaan dengan Tuhan;
  3. Kita harus memahami bahwa demonstrasi kuasa Roh Kudus untuk membuat orang-orang dan jemaat Tuhan semakin memiliki rasa takut akan Tuhan dan semakin mengagumi Tuhan serta semakin banyak orang yang percaya kepada Tuhan.

”Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.” (Kisah Para Rasul 5:11).

”Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan.” (Kisah Para Rasul 5:14).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara senantiasa memiliki sikap hati yang lurus dalam bergerak dengan kuasa Roh Kudus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 23-25

Jumat, 20 Februari 2026

KEPENUHAN ROH KUDUS

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 8:14-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Kisah Para Rasul 8:17.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang didengar oleh rasul-rasul di Yerusalem sehingga mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke Samaria?
  2. Hal apakah yang dilakukan oleh Petrus dan Yohanes agar orang-orang Samaria beroleh Roh Kudus?
  3. Dengan cara bagaimanakah rasul Petrus dan Yohanes sehingga orang-orang di Samaria beroleh Roh Kudus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan sedang membawa setiap orang untuk mengalami keserupaan Kristus dan mengalami realita Kristus dan janji-janji Tuhan telah menunjukkan bahwa hal itu akan segera terjadi, mulai dari pemilihan-Nya bagi kita untuk menjadi anak-anak-Nya serta hidup yang dikuduskan-Nya sehingga tidak bercacat cela.

“Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.” (Efesus 1:4-5).

Orang-orang harus menerima Firman itu sebagai janji dari Allah dan mengalami kelahiran kembali.

Namun janji Tuhan tidak sampai memberikan Firman-Nya saja tetapi Allah juga memberikan Roh Kudus agar kita mengalami kepenuhan-Nya melalui kepenuhan Roh Kudus.

Itulah sebabnya orang-orang perlu mengalami pekerjaan Roh Kudus dan tidak hanya pekerjaan Firman Tuhan.

”Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.” (Kisah Para Rasul 2:17-18).

”Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” (II Korintus 3:17-18).

Dan Roh Kudus itu yang akan membawa kita terus menerus mengalami kepenuhan Kristus dan kepenuhan Allah.

Oleh sebab itu kita harus memulainya dengan bergaul dengan Firman Tuhan dan kemudian bergaul dengan Roh Kudus.

”Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” (II Korintus 13:14).

”Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.” (Efesus 1:14).

Oleh karena itu marilah kita senantiasa bersekutu dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus sehingga selalu mengalami kepenuhan Roh Kudus untuk mengalami hari-hari hidup yang penuh dengan kemenangan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara senantiasa mengalami kepenuhan Kristus dan Roh Kudus melalui persekutuan dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 21-22

Kamis, 19 Februari 2026

KUASA ALLAH MENGALAHKAN KUASA GELAP

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 4:9-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa perbedaan antara cara Simon menggunakan “kuasa”-nya (ayat 9-11) dengan cara Filipus menggunakan kuasa Allah (ayat 12-13)?
  2. Mengapa orang Samaria yang sebelumnya mengagungkan Simon (ayat 10) dapat beralih percaya kepada pemberitaan Filipus?
  3. Menurut pengamatanmu, “kuasa palsu” seperti apa yang masih “memesona” orang-orang di sekitarmu saat ini, dan bagaimana Injil dapat menjawabnya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan” (Kisah Para Rasul 8:12).

Sebelum Injil datang, kota Samaria telah lama hidup dalam pesona.

Simon, dengan sihirnya, telah menciptakan ilusi kuasa yang membuat orang takjub dan menyembahnya.

Ini adalah gambaran sempurna tentang dunia kita—banyak hal dan orang mengklaim memiliki “kuasa besar” untuk memberikan kepuasan, kesuksesan, atau pengalaman spiritual (kuasa uang, okultisme, ilmu gaib, kultus individu).

Kuasa-kuasa ini memesona tetapi pada akhirnya membelenggu.

Latar belakang ini mengingatkan kita bahwa pertempuran rohani bukanlah dongeng. Ia nyata dan hadir di tengah masyarakat.

Namun, kisah ini juga memberi kita pengharapan: di mana kuasa kegelapan berkuasa, di situlah Injil Kerajaan Allah paling dibutuhkan dan paling berkuasa untuk menerobos.

Perbedaan mendasar antara kuasa kegelapan dan Kuasa Allah.

Kuasa Simon (sihir) bertujuan untuk “memesona” (ayat 9, 11)—membuat orang terpukau, terhipnotis, tetapi tetap dalam kendalinya.

Hasilnya adalah kultus kepribadian (ayat 10).

Sebaliknya, Kuasa yang dibawa Filipus melalui pemberitaan Injil bertujuan untuk “membebaskan dan mengubah”.

Ia menyembuhkan yang sakit, mengusir roh jahat, dan membawa orang kepada iman dan baptisan—sebuah tindakan publik untuk memutuskan ikatan dengan masa lalu.

Kuasa Injil tidak membuat orang terkagum-kagum pada sang pemberita, tetapi membawa mereka kepada “nama Yesus Kristus” (ayat 12).

Kuasa Allah memerdekakan dan memusatkan penyembahan kepada Kristus, bukan kepada manusia.

Kuasa Allah tidak menghindari konfrontasi.

Filipus tidak berkhotbah di pinggiran kota; ia langsung masuk ke pusat pengaruh Simon.

Ketika Kuasa Kerajaan Allah yang sejati hadir dengan tanda-tanda otentik, kuasa palsu itu terbongkar dengan sendirinya.

Orang-orang yang tadinya terpesona oleh Simon, kini melihat sesuatu yang lebih besar: kuasa yang tidak hanya memukau, tetapi menyembuhkan dan menyelamatkan.

Hasilnya adalah pertobatan massal, termasuk Simon sendiri (meski nanti terungkap motivasinya belum tulus).

Terang tidak perlu berdebat dengan kegelapan; ia hanya perlu menyinari.

Kehadiran hidup yang dipenuhi Kuasa Allah dan pemberitaan Injil yang jelas akan secara alami mengungkapkan kesia-siaan kuasa palsu dan menarik orang kepada kebenaran.

Hal-hal Praktis untuk Melakukan Firman. Pertama, Kenali dan Tolak Segala “Pesona” Kuasa Palsu di Sekitarmu.

Evaluasi hidupmu: adakah hal-hal yang “memesona” dan mengklaim kuasa atas hidupmu selain Kristus?

Itu bisa berupa praktik spiritual yang tidak alkitabiah, ketergantungan pada ramalan, atau kultus terhadap pemimpin tertentu.

Ambil keputusan untuk menolaknya dan berpegang hanya pada Kristus.

Kedua, Beritakan Injil dengan Keyakinan akan Kuasa yang Menyertainya.

Saat membagikan iman, jangan takut atau merasa inferior.

Percayalah bahwa “Injil adalah kekuatan Allah” (Roma 1:16).

Berdoalah agar Tuhan menyertai pemberitaanmu dengan konfirmasi kuasa-Nya, baik melalui kata-kata hikmat, doa kesembuhan, atau perubahan hidup yang nyata.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana supaya dapat menyatakan kuasa Allah dalam penginjilan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 18-20

Rabu, 18 Februari 2026

INJIL DIBERITAKAN DENGAN KUASA

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 8:4-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Menurut ayat 4, siapa yang sebenarnya menjadi pengabar Injil utama saat penganiayaan terjadi? Apa implikasinya bagimu?
  2. Apa hubungan antara pemberitaan tentang “Mesias” (ayat 5) dengan “tanda-tanda” (ayat 6-7) yang menyertainya?
  3. Hasil akhir dari pemberitaan Filipus adalah “sukacita yang besar” (ayat 8). Apakah pelayanan/pemberitaanmu selama ini cenderung menghasilkan beban/rasa bersalah atau sukacita? Mengapa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. (Kisah Para Rasul 8:4).

Kitab Kisah Para Rasul mencatat pola kerja Allah yang sering kali paradoks.

Penganiayaan yang tampak seperti bencana bagi gereja mula-mula justru menjadi strategi Allah untuk memperluas wilayah Kerajaan-Nya.

Ketika gereja yang nyaman di Yerusalem dipaksa untuk berpencar, mereka tidak lari untuk bersembunyi, melainkan lari sambil “memberitakan Firman” (ayat 4).

Latar belakang ini mengajarkan kita bahwa rencana Tuhan untuk penginjilan seringkali berjalan melalui jalan yang tidak nyaman, penuh tekanan, dan bahkan menyakitkan.

Namun, di dalam setiap krisis dan penyerakan, tersembunyi sebuah mandat misi.

Ketika kita merasa “tersebar” karena tekanan hidup, pekerjaan, atau keadaan, Tuhan memanggil kita untuk menjadi saksi di tempat baru kita.

Injil yang sejati bukan hanya informasi tentang Kristus, tetapi juga demonstrasi kuasa Kerajaan Allah.

Filipus tidak hanya berbicara tentang Mesias; ia “memberitakan Mesias” disertai dengan pembebasan dan penyembuhan.

Kuasa ini adalah bagian integral dari pesan itu sendiri, karena ia membuktikan bahwa Yesus yang disalibkan dan bangkit itu adalah Tuhan yang berkuasa atas roh-roh jahat, penyakit, dan segala kutuk.

Kuasa ini menarik perhatian dan membuka hati (ayat 6), sehingga orang-orang “memperhatikan” pemberitaannya.

Prinsip ini mengoreksi kecenderungan kita untuk memisahkan pemberitaan verbal dari pelayanan kuasa. Injil yang diberitakan dengan kuasa adalah pesan yang mengubah realitas.

Kuasa Injil Menciptakan Sukacita yang Mengubah Masyarakat.

Kuasa Injil tidak hanya menyembuhkan individu, tetapi menciptakan atmosfer kolektif, sebuah transformasi sosial.

Kota yang sebelumnya mungkin diliputi oleh ketakutan, penyakit, dan penindasan roh-roh jahat, kini dipenuhi dengan sukacita karena mengalami pembebasan.

Sukacita ini adalah tanda kehadiran Kerajaan Allah (Roma 14:17).

Prinsipnya adalah bahwa pemberitaan Injil yang disertai kuasa ilahi tidak berhenti pada keselamatan pribadi, tetapi membawa pemulihan dan kegembiraan yang berdampak pada komunitas.

Injil yang penuh kuasa adalah berita baik yang menghasilkan kegembiraan yang nyata dan menular.

Hal Praktis untuk Melakukan Firman. Pertama, Jadilah Pemberita Injil di Tempat ” kamu terpencar”.

Apapun keadaanmu—baik karena pindah kerja, studi, atau tekanan—lihatlah dirimu sebagai seorang Filipus yang diutus.

Berdoalah untuk keberanian dan kesempatan untuk “memberitakan Firman” (secara verbal dan dengan hidup) di lingkungan barumu.

Kedua, Gabungkan Pemberitaan dengan Doa untuk Tanda-tanda Kuasa.

Saat memberitakan Kristus kepada orang lain, jangan hanya mengandalkan argumentasi.

Doakan juga secara spesifik untuk kebutuhan mereka—beban emosional, sakit fisik, atau ikatan dosa.

Percayalah bahwa Tuhan ingin menyatakan kuasa-Nya sebagai konfirmasi atas Firman-Nya.

Ketiga, Bawalah Injil yang Menghasilkan Sukacita ke Komunitasmu.

Tujuan pelayananmu bukan hanya “memenangkan jiwa” secara statistik, tetapi membawa atmosfer sukacita ilahi ke dalam komunitasmu.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana memiliki sikap hati yang “miskin dihadapan Allah” sehingga terus merasa haus dan lapar kepada Allah.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 16-17

Selasa, 17 Februari 2026

KUASA KRISTUS YANG MENYEMBUHKAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 5:12-16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Menurut ayat 12-13, apa hubungan antara kekudusan/rasa takut akan Tuhan dalam jemaat dengan kuasa mujizat yang dinyatakan?
  2. Respons orang banyak membawa orang sakit ke jalan (ayat 15) menunjukkan jenis iman seperti apa? Bagaimana kita bisa memiliki iman yang aktif seperti itu?
  3. “Mereka semua disembuhkan” (ayat 16). Bagaimana janji kuasa Kristus yang sempurna ini seharusnya memengaruhi doa dan pengharapan kita untuk orang-orang yang sakit dalam lingkup pengaruh kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan” (Kisah Para Rasul 5:16).

Kitab Kisah Para Rasul mencatat gereja yang lahir dalam kuasa Roh Kudus.

Setelah peristiwa Pentakosta, gereja bukan hanya bertumbuh dalam jumlah, tetapi juga dalam pengaruh dan otoritas spiritual.

Latar belakang perikop ini adalah gereja yang menjaga kekudusan (pelajaran dari Ananias dan Safira) dan karena itu menjadi saluran yang jernih bagi kuasa Allah.

Ketika gereja hidup dalam kesatuan, ketakutan akan Tuhan, dan integritas, kuasa Kristus untuk menyembuhkan dan membebaskan dapat mengalir dengan bebas.

Komunitas seperti ini menjadi magnet bagi orang-orang yang terluka dan sakit, tetapi sekaligus menciptakan rasa hormat dan takut akan kekudusan Allah.

Ini mengingatkan kita bahwa kuasa ilahi bekerja optimal dalam wadah yang kudus.

Kuasa Kristus yang menyembuhkan memancar melalui kehidupan orang-orang yang sepenuhnya berkomitmen kepada-Nya.

Para rasul tidak memiliki kuasa dari diri mereka sendiri; kuasa itu adalah milik Kristus yang bekerja melalui mereka.

Namun, kehidupan mereka yang penuh dedikasi, keberanian (di tengah ancaman), dan integritas menjadikan mereka “saluran” yang efektif.

Bahkan bayangan Petrus pun dipercaya membawa kesembuhan, yang menunjukkan betapa kuatnya kehadiran dan otoritas Kristus yang melekat pada hidupnya.

Prinsip ini menantang kita: seberapa jauh hidup kita dipersembahkan sebagai saluran yang kudus dan siap dipakai untuk menyatakan kuasa penyembuhan-Nya?

Kuasa itu tidak bekerja melalui kemampuan kita, tetapi melalui kesediaan dan kekudusan hidup kita.

Kuasa Penyembuhan Menarik Banyak Orang kepada Kristus dan Membawa Pemulihan Total.

Tanda dan mujizat bukan untuk sensasi atau meninggikan sang rasul.

Hasilnya adalah: (1) “jumlah orang yang percaya… bertambah” (ayat 14), dan (2) “mereka semua disembuhkan” (ayat 16).

Kuasa penyembuhan membawa buah penginjilan—orang datang dan percaya kepada Tuhan.

Selain itu, penyembuhan yang dilakukan bersifat menyeluruh dan tanpa kecuali.

Ini menunjukkan sifat Kerajaan Allah yang membawa pemulihan total—roh, jiwa, dan tubuh.

Kristus peduli dengan penderitaan manusia secara holistik. Ketika gereja dengan tulus mendoakan dan melayani orang sakit dengan iman, itu menjadi kesaksian nyata tentang kasih dan kuasa Kristus yang hidup, yang dapat melembutkan hati yang paling keras sekalipun.

Hal-hal Praktis untuk Melakukan Firman Pertama, Jadilah Komunitas yang Kudus dan Berintegritas.

Kuasa Allah mengalir dalam saluran yang bersih.

Evaluasi hidup pribadi dan komunitas imanmu: apakah ada kompromi, kemunafikan, atau dosa yang ditutup-tutupi? Bereskanlah di hadapan Tuhan.

Bangunlah hubungan yang jujur dan saling menguatkan dalam komunitasmu, karena ini adalah fondasi bagi pelayanan kuasa.

Kedua, Berdoalah dengan Iman bagi yang Sakit dan Terbelenggu.

Jangan ragu untuk mendoakan orang sakit dengan iman bahwa Kristus masih berkuasa menyembuhkan hari ini.

Lakukan dalam otoritas nama Yesus, bukan dengan mengandalkan kekuatan sendiri.

Ajaklah orang lain untuk sepakat dalam doa.

Percayalah bahwa doa orang benar sangat besar kuasanya.

Diskusikan dalam kelompok PA saudara, diskusikan bagaimana melayani dengan kuasa Allah.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 14-15