Kamis, 15 Oktober 2026

KENAKAN KRISTUS, TINGGALKAN HIDUP YANG MERUSAK

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 13:11-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Melihat keadaan saat ini, apa yang dianjurkan oleh rasul Paulus?
  2. Dalam menghadapi keadaan saat ini, apa yang seharusnya kita tanggalkan dan apa yang sepatutnya kita kenakan?
  3. Untuk menghadapi apa kita harus selalu mengenakan Tuhan Yesus?
  4. Dalam hal apa, kita tidak perlu merawat tubuh kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, dalam masa-masa kegelapan ketika kejahatan merajalela dan orang-orang percaya terkena imbasnya, bahkan banyak yang ikut terlibat, kehidupan orang percaya menjadi tidak berbeda dengan kehidupan orang dunia.

Namun, nasihat Rasul Paulus dalam nas Alkitab yang kita renungkan pagi ini mengajarkan supaya orang-orang percaya hidup dengan mengenakan Yesus dan meninggalkan cara hidup yang tidak baik.

Perbedaan antara orang percaya dan orang yang tidak percaya terletak pada keadaan batin mereka.

Batin orang percaya didiami oleh Roh Kudus, sedangkan orang yang tidak percaya didiami oleh rohnya sendiri atau dikuasai oleh roh jahat.

Oleh karena itu, Rasul Paulus menasihati jemaat di Roma sebagaimana disampaikan dalam nats Alkitab pagi ini.

Dalam bagian kitab yang lain, ia juga menasihati jemaat:

Galatia 3:26-27 “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.”

Karena kita telah mengenakan Kristus, maka hendaklah kita juga hidup seperti Kristus supaya semua orang mengetahui bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Kita adalah pengikut atau murid-murid Kristus yang telah dimeteraikan dengan Roh Kudus di dalam batin kita.

Efesus 1:13 “Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.”

Yesus pernah menyatakan bahwa Roh Kudus adalah Pribadi Allah yang akan menggantikan kehadiran Yesus di muka bumi ini setelah Yesus Kristus naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Bapa.

Roh Kudus disebut sebagai Penolong bagi umat yang mengikut Yesus Kristus.

Yohanes 14:26 “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”

Dengan mengenakan Kristus, marilah kita hidup sesuai dengan apa yang Yesus Kristus kehendaki.

Biarlah Roh Kudus yang telah berdiam di dalam batin kita mengajar kita sesuai dengan tujuan kedatangan-Nya untuk tinggal dalam batin anak-anak Allah, yaitu murid-murid Yesus Kristus.

Rasul Paulus menuliskan suratnya kepada jemaat di Galatia:

Galatia 5:25 “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh”

Oleh karena kita telah mengenakan Kristus, maka sepatutnyalah hidup kita mengikuti pimpinan Roh Kudus dan tidak lagi dikendalikan oleh kedagingan kita, sehingga kita tidak lagi hidup sembarangan.

Pastikan kita harus menjauhi cara hidup orang berdosa, seperti berpesta pora, mengikuti pola hidup hedonisme dan konsumerisme, serta berbagai bentuk kehidupan yang dikuasai oleh kedagingan.

Cara hidup kita sebelum kita bertobat dan mengenakan Kristus:

Galatia 5:19-21 “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

Saudara yang terkasih di dalam Kristus, marilah kita hidup intim dengan Bapa melalui doa, pembacaan Firman yang teratur, saat teduh, dan senantiasa mengenakan Kristus.

Marilah kita hidup oleh Roh Kudus dan dipimpin oleh Roh Kudus sehingga orang-orang di sekitar kita dapat melihat terang Allah yang dipancarkan melalui kehidupan orang-orang yang dipimpin oleh Roh Kudus, yaitu mereka yang senantiasa mengenakan Kristus.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak orang percaya yang mengaku Yesus sebagai Tuhan, tetapi hidupnya tidak berbeda dengan orang-orang dunia, senang berpesta pora, memamerkan kekayaan, dan melakukan berbagai hal lainnya?

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 1-3

Rabu, 14 Oktober 2026

TUBUH DIPERSEMBAHKAN, PIKIRAN DIPERBAHARUI

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 12:1-2

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang menjadi dasar Rasul Paulus menuliskan nasehat kepada jemaat di Roma, dalam nats yang sedang kita baca ini?
  2. Apa yang sepatutnya kita persembahkan kepada Tuhan?
  3. Larangan apa yang dituliskan oleh Rasul Paulus?
  4. Perubahan apa yang dianjurkan supaya kita lakukan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, kita adalah manusia yang sangat beruntung karena kita menjadi orang-orang yang dipilih oleh Yesus Kristus.

Yohanes 15:16 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”

Tuhan Yesus berkenan memilih kita karena kasih karunia dan kasih-Nya yang tidak terbatas dan tidak bersyarat.

Rasul Paulus menulis dalam Alkitab:

Roma 5:8 “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”

Efesus 2:8-9 “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Dari kedua bagian Firman ini, kita dapat belajar bahwa kita adalah orang-orang yang beruntung karena dapat mendengar Injil keselamatan atau Injil kebenaran, yang olehnya kita memperoleh iman yang menyelamatkan kita.

Efesus 1:13-14 “Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”

Oleh karena itu, kita merupakan sebagian orang yang Tuhan pilih karena kemurahan-Nya semata-mata.

Saudara, dengan tegas Tuhan menyatakan bahwa Dia memilih kita dan telah menetapkan kita untuk pergi menghasilkan buah.

Dia menghendaki agar buah yang kita hasilkan adalah buah yang tetap, maksudnya buah yang tinggal tetap.

Alkitab menyatakan bahwa ada tiga hal yang dapat tinggal tetap, yaitu kasih, Firman Allah, dan jiwa manusia.

Ketiganya merupakan hal yang tinggal tetap atau kekal.

Oleh karena itu, ternyata Tuhan berkehendak memilih dan menyelamatkan kita supaya kita rela pergi untuk menghasilkan buah yang tinggal tetap.

Yohanes 13:34-35 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Nah, untuk memenuhi panggilan dan perintah inilah Rasul Paulus menasihatkan:

Roma 12:1-2 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Tuhan menginginkan kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup.

Tuhan menginginkan seluruh tubuh dan seluruh kehidupan kita yang kudus, yaitu kehidupan yang berkenan kepada Allah, sebagai ibadah yang sejati.

Jadi, yang diinginkan oleh Allah adalah seluruh kehidupan kita sebagai persembahan di dalam ibadah yang sejati.

Tuhan menginginkan supaya kita tidak menjadi serupa atau sama dengan dunia ini.

Tuhan menginginkan supaya kita berubah dan kehidupan kita mengalami perubahan budi.

Perubahan budi tersebut akan menyebabkan kita mampu membedakan manakah kehendak Allah, yaitu apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna.

Saudara, hanya karena kasih karunia kita dapat mengenal Yesus.

Dengan jelas Yesus mengatakan bahwa hal itu terjadi karena Yesus memilih kita.

Dia memilih kita supaya kita dianugerahi Roh Kudus yang akan memulihkan kita menjadi ciptaan yang baru dan menolong kita untuk pergi menghasilkan buah yang tinggal tetap.

Oleh karena itu, marilah kita membangun hubungan yang intim dengan Roh Kudus supaya kita diajar, ditolong, dan dipimpin oleh-Nya sehingga kita benar-benar mengalami kehidupan yang dapat menghasilkan buah yang tinggal tetap, seperti yang Yesus kehendaki.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa ada orang percaya yang menghasilkan buah yang banyak, sementara ada yang tidak berbuah sama sekali?

Pembacaan Alkitab Setahun

Matius 27-28

Selasa, 13 Oktober 2026

DAMAI SEJAHTERA YANG MEMELIHARA HATI DAN PIKIRAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

FILIPI 4:6-9

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kekuatiran apa yang dilarang oleh rasul Paulus dalam nats ini?
  2. Apa yang dapat memelihara hati dan pikiran kita, dan bagaimana caranya?
  3. Mengapa dengan memikirkan hal-hal yang mulia dapat menghalau kekuatiran kita?
  4. Seseorang pernah mengatakan, “Kekuatiran adalah menghina Tuhan!” Coba jelaskan!
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Rasul Paulus mengajarkan kita melalui nats Alkitab ini supaya kita tidak kuatir.

Ia juga mengajarkan agar damai sejahtera memelihara hati dan pikiran kita.

Yesus juga mengajarkan supaya kita tidak kuatir tentang makanan, minuman, dan pakaian.

Matius 6:31 “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?”

Kekuatiran, kecemasan, kebimbangan, bahkan ketakutan merupakan tanda bahwa kita tidak percaya atau kurang percaya atau dengan kata lain, kita tidak beriman.

Saudara, ketika kita sudah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, kita perlu memahami bahwa Yesus menjadi Gembala yang baik bagi kita.

Karena itu, berlakulah Firman yang ditulis oleh pemazmur ini bagi kita yang sudah percaya dan beriman kepada Yesus Kristus:

Mazmur 23:1-3 “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.”

Saudara, Yesus juga dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa:

Yohanes 10:11 “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”

Firman Tuhan dengan jelas menyatakan hubungan kita dengan Dia sehingga kita tidak perlu lagi cemas, kuatir, atau takut.

Kita tidak perlu terus hidup dalam keraguan, kekuatiran dan ketakutan, karena Tuhan Yesus telah menyatakan bahwa Dia adalah Gembala yang baik.

Saudara, ketika dalam kehidupan kita mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan, sangatlah perlu bagi kita untuk mengingat bahwa Tuhan adalah Gembala yang baik.

Gembala yang baik adalah Gembala yang rela mati bagi kita, sehingga kita tidak perlu takut.

Rasul Paulus juga pernah menulis kepada jemaat di Roma:

Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Saudara, percayalah bahwa Tuhan sedang merenda kehidupan kita.

Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Oleh karena itu, pelajarilah Firman Allah dan rajinlah membaca Firman Tuhan supaya kita tidak perlu hidup dalam kekuatiran, ketakutan, atau kebimbangan.

Dengan semakin mengenal dan memahami Allah sebagai Bapa kita, percayalah damai sejahtera dari Yesus Kristus memenuhi hati, pikiran, kemauan, dan jiwa kita.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apa yang menyebabkan seseorang senantiasa kuatir, bimbang, atau takut dalam menghadapi kehidupan ini?

Pembacaan Alkitab Setahun

Matius 26

Senin, 12 Oktober 2026

SEHAT ROHANI DIMULAI DARI KEINTIMAN DENGAN BAPA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 6:5-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Seperti apakah doa seorang munafik?
  2. Mengapa kita berdoa di tempat yang tersembunyi?
  3. Seperti apakah doa yang disebut bertele-tele?
  4. Mengapa tidak boleh berdoa dengan bertele-tele?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, dalam berdoa kepada Bapa di sorga, Yesus mengajarkan supaya kita berdoa di tempat yang tersembunyi.

Artinya, kita berdoa bukan untuk diketahui oleh orang banyak.

Marilah kita berdoa kepada Bapa di sorga di tempat yang tersembunyi, yaitu tempat di mana tidak dilihat dan diketahui oleh orang lain.

Biarlah Tuhan saja yang mengetahui bahwa kita sedang berdoa.

Sementara itu, orang-orang munafik justru memviralkan bahwa mereka sedang berdoa.

Apa maksudnya? Supaya Tuhan tahu? Atau supaya pemimpin tahu bahwa kita ikut berdoa?

Saudara, sejak masa muda kita telah belajar berdoa.

Kita berdoa dalam berbagai persekutuan doa.

Ada yang disebut doa pekerja, doa semalaman, doa wilayah, dan lain-lain.

Sebenarnya, semua kelompok doa ini dilakukan untuk melatih banyak orang agar rajin berdoa, sehingga timbul kehidupan doa dalam kehidupan masing-masing.

Siapa pun kita, diharapkan memiliki kehidupan doa yang baik, teratur, dan disiplin, dengan tujuan utama membangun hubungan dengan Tuhan.

Dalam hal ini, sangat perlu bagi kita untuk mendorong diri masing-masing agar membiasakan dan mendisiplinkan hidup untuk berdoa kepada Allah Bapa kita.

Dalam hal berdoa, hal ini sangat baik dan berguna untuk membangun kehidupan kita agar memiliki hubungan yang intim dengan Bapa, melalui petunjuk Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus.

Melalui doa-doa kita, kita juga dapat mengerti kesulitan pemimpin yang memimpin kita di gereja.

Oleh karena itu, marilah kita mendoakan pemimpin kita, para penatua, para gembala, dan pembimbing PA kita.

Rasul Paulus pernah berpesan:

Efesus 6:18-19 “dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil”

2 Tesalonika 3:1 “Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu”

Saudara, dari ayat-ayat Firman Tuhan ini, kita dapat belajar bagaimana berdoa dan mendoakan para pemimpin kita serta saudara-saudara kita yang membutuhkan pertolongan untuk didoakan.

Namun, jika ada saudara kita yang membutuhkan pertolongan, marilah kita bertanya terlebih dahulu, pertolongan seperti apa yang sebenarnya dia butuhkan?

Oleh karena itu, ketika kita berdoa dengan roh Kudus, Tuhan mengetahui apa yang Roh maksudkan.

Karena itu, marilah kita melakukannya sesering mungkin melakukannya.

Marilah kita berdoa supaya pertumbuhan rohani kita semakin baik dan sehat sehingga kehidupan rohani kita terus bertumbuh dengan baik dan semakin sehat.

Ada satu hal yang penting dalam berdoa yang diajarkan oleh Yesus Kristus:

Matius 5:23-24 “Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”

Dalam hal ini, marilah kita belajar untuk membuka hati dan pikiran kita.

Ternyata, Tuhan Yesus melarang kita berdoa ketika kita sedang bertikai dengan saudara kita.

Tuhan Yesus menyatakan agar kita menghentikan doa kita terlebih dahulu dan berdamai dengan saudara kita yang sedang mengalami persoalan dengan kita.

Saudara, jika berdoa saja disuruh berhenti, bolehkah kita tetap melayani di mimbar sebagai WL, singer, berkhotbah, atau melakukan pelayanan lainnya?

Hal ini sangat perlu kita pikirkan, sejalan dengan keinginan para pemimpin dan penatua kita yang menginginkan pertumbuhan jemaat GKKD BP menjadi 500% dalam empat tahun ini.

Kalau kita tidak hidup rukun, kita tidak dapat berdoa dengan benar karena Yesus mengatakan dengan jelas, “Hentikan doa itu.”

Nah, bagaimana kita dapat mencapai pertumbuhan yang spektakuler ini jika kita sendiri tidak dapat berdoa karena masih memiliki persoalan dengan saudara kita?

Marilah kita berdoa kepada Bapa di tempat yang tersembunyi, di kamar, atau di tempat lain yang memungkinkan kita berdoa tanpa terekspos supaya kesehatan rohani, jiwa, bahkan kesehatan tubuh kita menjadi semakin sehat dan baik.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak anak-anak Tuhan sering jatuh bangun dalam berbagai masalah, kesulitan, sakit penyakit, masalah keuangan, dan persoalan lainnya?

Pembacaan Alkitab Setahun

Matius 24-25

Minggu, 11 Oktober 2026

DIPELIHARA UTUH: ROH, JIWA DAN TUBUH

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 TESALONIKA 5:19-24

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Ketika kita mendengar suatu nubuatan, apa yang sepatutnya kita lakukan?
  2. Apa yang seharusnya kita jauhi?
  3. Apa yang akan dilakukan oleh Tuhan Allah bagi anak-anak-Nya ketika Yesus Kristus datang?
  4. Siapa yang akan menggenapi tujuan-Nya dalam pemilihan dan panggilan kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Rasul Paulus pernah menuliskan betapa mulianya Tuhan kita yang telah menyatakan kasih-Nya ketika memilih kita.

Yesus juga berkata:

Yohanes 15:16 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”

Ayat Firman Tuhan ini dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan Yesuslah yang memilih kita.

Rasul Paulus juga menyatakan bahwa:

Efesus 1:3-4 “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.”

Dari kedua ayat Firman Tuhan ini, kita dapat belajar bahwa Tuhanlah yang memilih dan Yesuslah yang menyatakan hal itu.

Tuhan memilih kita bukan karena kita layak atau memiliki kelebihan tertentu.

Namun, ketika kita merenungkannya, kita dapat menyadari bahwa Tuhan memilih kita semata-mata karena kasih karunia-Nya.

Saudara, Rasul Paulus juga menuliskannya:

1 Tesalonika 5:23-24 “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.”

Oleh karena itu, Saudara, marilah kita menyadari bahwa Tuhan Yesus dengan penuh kasih menghendaki agar kita hidup dalam rencana-Nya.

Itulah sebabnya Dia memilih kita, bukan karena kelebihan atau kebaikan kita, melainkan karena kasih dan kebaikan hati-Nya.

Ketika Dia memilih kita, maka Dia sudah merencanakan bagaimana caranya agar kita dapat mencapai apa yang Dia kehendaki dan melakukan kehendak-Nya.

Tuhan memilih dan menghendaki agar melalui hidup kita, Dia dapat melaksanakan rencana-Nya.

Di dalam kasih karunia-Nya, Dia telah melakukan karya-Nya yang sempurna melalui penyaliban, kematian, kebangkitan, kenaikan-Nya ke sorga dan duduk di sebelah kanan Bapa-Nya.

Yesus mengutus Roh Kudus-Nya kepada semua orang yang dipilih-Nya yaitu orang yang percaya kepada Yesus sebagai Juru Selamat dan Tuhan.

Melalui kehidupan orang-orang percaya ini, Yesus berkehendak menyelesaikan seluruh rencana-Nya dan melakukan seluruh kehendak-Nya melalui orang-orang pilihan-Nya.

Sementara orang-orang pilihan ini hidup dalam kehendak Dia, Yesus Tuhan dan Juru Selamat, Roh Kudus yang diberikan-Nya tinggal di dalam hati mereka.

Roh Kudus memimpin mereka untuk semakin mengenal Bapa, Yesus Kristus.

Roh Kudus juga menuntun orang-orang percaya ini untuk semakin setia dan semakin mencintai Firman Tuhan, sehingga mereka semakin rela melakukan rencana dan kehendak Allah.

Melalui proses mendengarkan arahan Roh Kudus dan semakin bersemangat melakukan perintah Tuhan, maka mereka semakin menjadi serupa dengan Yesus, Tuhan dan Juru Selamat mereka.

Dalam proses inilah mereka akan semakin rela dan taat kepada Tuhan.

Yesus memulai dengan memilih mereka dan melanjutkan seluruh rencana-Nya kepada mereka.

Dengan demikian, Tuhan Yesus juga yang akan menyelesaikan dengan sempurna rencana-Nya ketika Dia datang kembali.

Tuhanlah yang memilih mereka, dan Tuhanlah juga yang memimpin mereka.

Tuhan menguduskan hidup mereka sehingga mereka dapat mencapai apa yang Yesus kehendaki melalui kehidupan mereka sebagai orang percaya.

Bapa telah memilih mereka di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan, supaya hidup mereka di dalam Yesus Kristus menjadi kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya.

Semua itu berlangsung melalui bimbingan Roh Kudus yang Allah Bapa karuniakan kepada mereka ketika mereka mau percaya dan menyerahkan hidup untuk dipimpin oleh Roh Kudus.

Roh Kudus dianugerahkan untuk mengajar, menolong, menghibur, dan memimpin mereka.

Haleluya, puji Tuhan, Amin.

Mengapa ada banyak orang percaya yang tidak mencapai apa yang telah direncanakan Tuhan bagi mereka, yaitu hidup kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya?

Pembacaan Alkitab Setahun

Matius 22-23

Sabtu, 10 Oktober 2026

IMAN YANG MENJAMAH JUBAH YESUS

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MARKUS 5:25-29

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Berapa lama perempuan dalam perikop yang kita baca hari ini mengalami perdarahan?
  2. Apa saja yang telah diusahakannya demi menyembuhkan penyakitnya?
  3. Apa yang dia putuskan untuk dilakukan ketika mendengar kabar tentang Yesus?
  4. Apakah penyakitnya sembuh?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Markus 5:25–29 membawa kita kepada seorang perempuan yang selama dua belas tahun mengalami pendarahan.

Menurut Imamat 15:25–27, pendarahan berkepanjangan membuat seorang perempuan berada dalam keadaan najis secara ritual.

Kondisi tersebut membatasi partisipasinya dalam kehidupan ritual dan membuat apa yang disentuhnya menjadi najis menurut ketentuan Taurat.

Dua belas tahun bukan waktu yang singkat; Markus bahkan mengatakan bahwa ia telah berulang kali ditangani banyak tabib, menghabiskan seluruh miliknya, tetapi keadaannya justru semakin buruk.

Di tengah keputusasaan itu ia “mendengar berita-berita tentang Yesus” dan berkata, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Menurut logika kenajisan ritual yang dianut orang Yahudi, sentuhannya seharusnya membuat orang lain najis; tetapi ketika ia menjamah Yesus, arah pengaruh itu seolah dibalik: bukan kenajisan perempuan itu yang menguasai Yesus, melainkan kuasa Kristus yang membawa pemulihan kepadanya.

Ia datang tanpa status, tanpa kekayaan, bahkan tanpa keberanian untuk berbicara langsung kepada Yesus.

Yang dimilikinya hanyalah keyakinan sederhana: jika aku dapat datang kepada-Nya, masih ada pengharapan.

Dunia modern memiliki rumah sakit yang lebih maju, obat-obatan yang lebih efektif, dan teknologi diagnostik yang tidak pernah dibayangkan masyarakat abad pertama.

Ada orang yang bertahun-tahun menjalani pengobatan; ada yang kehabisan sumber daya; ada pula yang tampak sehat tetapi menyimpan luka, kecemasan, kesepian, atau pergumulan keluarga yang panjang.

Namun kisah ini tidak mengajarkan bahwa pengobatan harus ditinggalkan dan diganti dengan iman.

Alkitab justru memperlihatkan sesuatu yang lebih dalam: ketika kemampuan manusia mencapai batasnya, pengharapan kepada Tuhan tidak harus ikut berakhir.

Iman perempuan itu bukan kekuatan magis yang berada pada kain jubah Yesus.

Karena itu, pertanyaan bagi kita hari ini bukan sekadar, “Apakah saya percaya bahwa Yesus dapat melakukan mukjizat?” tetapi, “Ketika pergumulan berlangsung lama, apakah saya masih mau datang kepada Yesus?” Dua belas tahun penderitaan dapat membuat seseorang berhenti berharap.

Mungkin kita pun mempunyai “dua belas tahun” kita sendiri: doa yang belum terjawab, penyakit yang belum pulih, keluarga yang belum berubah, pelayanan yang terasa tidak berbuah, atau persoalan yang berulang kali membuat kita kecewa.

Perempuan itu mengajarkan bahwa iman tidak selalu tampil dalam tindakan spektakuler; terkadang iman hanyalah keberanian untuk mengambil satu langkah lagi menuju Kristus ketika semua alasan mengatakan untuk menyerah.

Datanglah kepada-Nya secara pribadi.

Sebab iman bukan sekadar mengetahui bahwa Yesus berkuasa; iman adalah keberanian untuk mendekat kepada-Nya dan mempercayakan hidup kita kepada kuasa, kasih, dan kehendak-Nya.

Renungkan dan diskusikan untuk menjawab pertanyaan ini : “Ketika pergumulan berlangsung lama, dan sudah banyak hal yang saudara lakukan demi kesembuhan, apakah saya masih mau datang kepada Yesus?”

Pembacaan Alkitab Setahun

Matius 20-21