Minggu, 27 September 2026

TUHAN GEMBALAKU, AKU TIDAK KEKURANGAN

Penulis : Budhi Setiawan

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MAZMUR 23:1-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dilakukan Tuhan sebagai Gembala menurut Mazmur 23:2?
  2. Apa arti dari perkataan “takkan kekurangan aku”?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Mungkin kita berpikir tentang kebutuhan hidup: makanan, pekerjaan, kesehatan, keluarga, keuangan, dan masa depan.

Kita sering mengukur kelimpahan berdasarkan apa yang kita miliki.

Kalau memiliki banyak, kita merasa berkelimpahan. Kalau sedang mengalami kekurangan, kita merasa Tuhan jauh.

Namun Mazmur 23 mengajarkan sesuatu yang berbeda. Daud berkata, “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”

Daud tidak mengatakan bahwa hidupnya selalu mudah. Ia pernah menghadapi bahaya, dikejar musuh, mengalami kesesakan, dan melewati masa-masa yang berat.

Tetapi di tengah semua keadaan itu, Daud memiliki satu keyakinan: Tuhan adalah Gembalanya.

Seekor domba tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.

Ia membutuhkan gembala untuk menunjukkan tempat yang memiliki makanan dan air, serta membawanya ke tempat yang aman.

Demikian juga dengan kita. Kita membutuhkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.

Ada kalanya kita merasa mampu mengatur semuanya sendiri.

Kita bekerja keras, merencanakan masa depan, mengandalkan kemampuan, dan berusaha memenuhi segala kebutuhan.

Tetapi pada akhirnya kita menyadari bahwa ada banyak hal yang berada di luar kendali kita.

Tuhan mengetahui apa yang kita perlukan. Ia tahu kebutuhan kita bahkan sebelum kita mengungkapkannya dalam doa.

Mungkin Tuhan tidak memberikan semua yang kita inginkan, tetapi Ia tidak pernah berhenti memberikan apa yang kita perlukan sesuai dengan kehendak-Nya

Ada orang yang memiliki rumah, pekerjaan, keluarga, dan berbagai fasilitas kehidupan, tetapi di dalam hatinya ada kekosongan. Mengapa?

Karena manusia bukan hanya membutuhkan makanan untuk tubuh, tetapi juga membutuhkan Tuhan untuk jiwanya.

Mungkin hari ini ada di antara kita yang sedang lelah.

Lelah menghadapi pekerjaan. Lelah menghadapi masalah keluarga.

Lelah memikirkan keuangan. Lelah menunggu jawaban doa.

Bahkan mungkin ada yang lelah karena merasa Tuhan belum menjawab pergumulannya.

Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa Tuhan sanggup menyegarkan jiwa kita.

Datanglah kepada-Nya. Ceritakan pergumulan kita. Jangan memikul semuanya seorang diri.

Ketika kekuatan kita habis, Tuhan memberikan kekuatan baru.

Ketika pengharapan kita mulai hilang, Tuhan menyalakan kembali pengharapan itu.

Ketika hati kita gelisah, Tuhan memberikan damai sejahtera.

Daud tidak berkata bahwa orang yang memiliki Tuhan tidak akan pernah mengalami lembah kekelaman.

Sebaliknya, Daud tahu bahwa lembah itu ada.

Ada masa ketika hidup terasa gelap. Ada masa ketika kita tidak mengerti mengapa sesuatu terjadi.

Ada masa ketika doa terasa seperti belum mendapatkan jawaban.

Tetapi Daud memiliki keberanian karena ia berkata: “Engkau besertaku.”

Inilah kelimpahan yang luar biasa.

Kelimpahan bukan berarti kita tidak pernah menangis, kelimpahan bukan berarti kita tidak pernah mengalami masalah, kelimpahan bukan berarti hidup kita selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita.

Kelimpahan adalah ketika di tengah air mata, kita tetap memiliki Tuhan. Di tengah kesulitan, kita tetap memiliki pengharapan. Di tengah lembah, kita tetap memiliki Gembala.

Apa yang dapat kita pelajari dari Daud tentang mempercayai pemeliharaan Tuhan? Bagaimana kita dapat mengalami kelimpahan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari? Apakah kelimpahan dari Tuhan selalu berarti memiliki banyak harta? Jelaskan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Habakuk-Zefanya 3

Sabtu, 26 September 2026

JANGAN BIARKAN KEKAYAAN MENGUASAI HATI

Penulis : Budhi Setiawan

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 TIMOTIUS 6:8-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dimaksud dengan “asal ada makanan dan pakaian, cukuplah” dalam 1 Timotius 6:8?
  2. Mengapa Paulus memperingatkan tentang cinta uang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Setiap pagi kita bangun, bersiap, dan pergi bekerja.

Mengapa kita melakukan rutinitas itu? Bagi sebagian besar orang, jawaban jujurnya adalah untuk mencari uang demi menyambung hidup.

Mencari nafkah adalah hal yang baik dan merupakan mandat dari Tuhan.

Namun, Rasul Paulus memberikan peringatan  mengenai bahaya yang mengintai di balik motivasi bekerja: ketika fokus kita bergeser dari bekerja untuk Tuhan menjadi bekerja untuk mengejar kekayaan.

Paulus memulainya dengan sebuah kalimat yang sangat sederhana namun radikal: “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.”

Di zaman modern yang penuh dengan budaya konsumtif ini, kata “cukup” menjadi barang langka.

Kita sering kali gagal membedakan antara kebutuhan (apa yang diperlukan untuk hidup) dan keinginan (apa yang memuaskan ego kita).

Ketika kita kehilangan rasa cukup, pekerjaan tidak lagi menjadi ladang ibadah, melainkan menjadi sebuah ambisi tanpa akhir.

Ayat 9-10 menjabarkan efek domino saat hati kita dikuasai oleh keinginan untuk kaya.

Perhatikan kata kerja yang digunakan: terjatuh, terjerat, tenggelam, menyimpang, dan menyiksa diri.

Ini adalah gambaran seseorang yang perlahan-lahan kehilangan kendali atas hidupnya sendiri.

Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa uang itu jahat. Uang bersifat netral. Yang menjadi akar dari segala kejahatan adalah cinta uang.

Ketika uang mulai menempati takhta tertinggi di dalam hati kita, saat itulah uang berubah menjadi “tuan” yang kejam.

Demi mengejar angka di rekening atau status sosial, manusia bisa dengan mudah mengorbankan integritas, kejujuran, waktu bersama keluarga, bahkan waktu persekutuan dengan Tuhan.

Kita mengira kita sedang mengejar kebahagiaan, padahal kita sedang menyiksa diri kita sendiri dengan berbagai duka.

Lalu apa hubungan semua ini dengan tema “Bekerja untuk Tuhan”?

Bekerja untuk Tuhan berarti kita menyadari bahwa pekerjaan bukan pusat hidup kita,Tuhanlah pusat hidup kita.

Pekerjaan adalah bagian dari panggilan kita, Kita bekerja dengan sungguh-sungguh karena Tuhan memberikan kemampuan, kita bekerja dengan jujur karena kita membawa nama Tuhan, kita bekerja dengan disiplin karena kita menghormati tanggung jawab yang Tuhan percayakan, kita bekerja bukan hanya untuk menerima gaji, tetapi untuk menjadi berkat.

Seorang pedagang dapat bekerja untuk Tuhan, seorang petani dapat bekerja untuk Tuhan, seorang pegawai dapat bekerja untuk Tuhan, seorang guru dapat bekerja untuk Tuhan, seorang pengusaha dapat bekerja untuk Tuhan, seorang ibu yang mengurus rumah dan keluarganya juga dapat bekerja untuk Tuhan, Sebab yang membuat pekerjaan kita menjadi pelayanan bukan terutama jenis pekerjaannya, tetapi untuk siapa kita melakukannya dan bagaimana kita melakukannya.

Ketika kita bekerja dengan disiplin, integritas dan jujur, kita sedang menyatakan karakter Tuhan, ketika kita menolak korupsi meskipun ada kesempatan, kita sedang menyatakan bahwa Tuhan lebih berharga daripada keuntungan.

Ketika kita tidak mengambil hak orang lain, kita sedang menunjukkan bahwa hati kita tidak dikuasai uang.

Ketika kita menggunakan penghasilan untuk menolong orang yang membutuhkan, kita sedang menunjukkan bahwa berkat Tuhan tidak berhenti pada diri kita.

Jangan biarkan hasil dari pekerjaanmu menjauhkanmu dari Tuhan.

Bekerjalah dengan giat, tetapi jagalah hatimu agar tetap tertuju hanya kepada Tuhan.

Apakah bekerja dan memiliki kekayaan merupakan sesuatu yang salah? Jelaskan. Apa arti “bekerja untuk Tuhan” dalam kehidupan sehari-hari? Setelah mendengar renungan ini, apa yang perlu Anda ubah dalam cara memandang pekerjaan, uang, dan kekayaan?

Pembacaan Alkitab Setahun

Nahum 1-3

Jumat, 25 September 2026

SETIA DALAM TANGGUNG JAWAB YANG TUHAN BERIKAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 25:21-26

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Matius 25:21!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah pujian dari Tuan kepada hamba yang diberikan lima dan dua talenta?
  2. Julukan apakah yang diberikan oleh Tuan tersebut kepada hamba yang memiliki satu talenta?
  3. Mengapa hamba yang dipercayakan Tuannya satu talenta disebut sebagai hamba yang malas dan jahat?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan sangat menginginkan kesetiaan daripada korban sembelihan karena dalam kesetiaan ada tanggungjawab untuk selalu taat sehingga dipercayakan hal-hal yang lebih besar.

Demikianlah juga dalam kehidupan manusia, orang-orang selalu menginginkan kesetiaan.

“Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.” (Hosea 6:6).

”Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.” (Amsal 19:22).

Tuhan ingin agar kita menjadi umat Tuhan yang dipercayai oleh Tuhan.

Karena jika kita dapat dipercayai oleh Tuhan dalam perkara-perkara yang kecil maka Tuhan akan mempercayakan kita hal-hal yang besar.

”Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.” (1 Korintus 4:1-2).

Tuhan mempercayakan banyak buat kehidupan kita dengan tujuan untuk memuliakan nama-Nya dan memperluas kerajaan-Nya dan ketika kita bertanggungjawab maka Tuhan akan percayakan perkara-perkara yang besar.

Marilah kita setia dengan perkara-perkara kecil yang Tuhan percayakan kepada kita: uang, harta dan kekayaan, talenta, waktu, karunia, pekerjaan, rumah tangga, bisnis, sekolah, kuliah, dan lain-lain.

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?” (Lukas 16:10-12).

Dan orang-orang yang tidak setia dari kepercayaan Tuhan maka Tuhan akan menyatakan bahwa mereka adalah hamba yang jahat dan malas sehingga Tuhan mengambil semua kepercayaan-Nya dari hamba yang tidak setia, tetapi kepada hamba yang bertanggungjawab Tuhan menyatakan bahwa mereka adalah hamba yang baik dan Tuhan akan mempercayakan hal-hal yang lebih besar.

”Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:23).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara hal dan perkara apakah yang saudara sudah setia dan hal perkara apakah yang saudara belum setia!

Pembacaan Alkitab Setahun

Mikha 1-7

Kamis, 24 September 2026

UNGGUL KARENA HIKMAT DAN INTEGRITAS

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

DANIEL 1:3-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Daniel 1:4!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal apakah yang dimiliki oleh Daniel, Hananya, Misael dan Azarya sehingga mereka terpilih masuk ke istanan Babel?
  2. Menurut saudara bagaimanakah hikmat dan integritas yang mereka miliki sehingga mereka dipanggil ke istana Babel?
  3. Dibandingkan dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya, hikmat dan integritas siapakah yang kita miliki?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yesus adalah Tuhan dan Dia memiliki segala-galanya, berkuasa dan pencipta langit dan bumi.

“Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN.” (Yesaya 11:2).

Dan ketika kita mengalami kelahiran kembali yang dilahirkan oleh air dan Roh Kudus maka kita memiliki Kristus.

”Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.” (Roma 8:10-11).

Sehingga tubuh kita adalah bait Allah dan kita memiliki segala hal yang dimiliki oleh Yesus Kristus, termasuk di dalamnya hikmat, keperkasaan, pengertian, roh nasehat, roh pengenalan dan takut akan Tuhan yaitu integritas dan karakter Kristus.

Itulah sebabnya kita memiliki hikmat dan integritas yang unggul seperti yang dimiliki oleh Daniel yang bukan bawaan dari lahir secara jasmani tetapi bawaan dari lahir secara rohani.

Pemahaman ini dialami oleh jemaat di Korintus dimana sebelum mereka percaya kepada Yesus mereka bukanlah orang yang bijak, bukan orang yang berpengaruh, bukan orang yang terpandang tetapi setelah mereka memiliki Kristus maka mereka memiliki hikmat dan integritas yang unggul dari dunia ini.

”Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah.” (1 Korintus 1:25-29).

Kita patut bersyukur karena Kristus Yesus kita memiliki hikmat dan integritas serta karakter yang unggul sehingga di dalam pekerjaan, bisnis, dalam kuliah dan sekolah, dalam pergaulan dan rumah tangga kita menjadi lebih unggul dari dunia ini sehingga kita dapat mengalirkan pekerjaan dan perbuatan Kristus bagi dunia ini.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana dalam kehidupan sehari-hari dalam pekerjaan, bisnis dan sekolah saudara memiliki hikmat dan integritas yang unggul!

Pembacaan Alkitab Setahun

Obaja-Yunus 4

Rabu, 23 September 2026

KEKUATAN UNTUK MEMPEROLEH KEKAYAAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ULANGAN 8:17-19

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Ulangan 8:18!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang memberi kekuatan kepada kita untuk memperoleh kekayaan?
  2. Oleh sebab itu kekuasaan dan kekuatan siapakah yang harus kita hindari untuk kita andalkan?
  3. Apakah akibatnya jika kita tidak mengandalkan Tuhan atau melupakan Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan ingin agar kita memahami bahwa Dialah sebagai sumber bagi kita untuk memperoleh kekayaan dan hidup berkelimpahan dalam segala hal bukan hanya kaya dalam hal uang dan harta, agar kita tidak berkata bahwa keberhasilanku karena kerja keras, pemikiranku dan kemampuanku.

Kristus adalah kekayaan Allah. Sorga yang kaya itu diberikan oleh Allah bagi dunia ini di dalam Yesus Kristus.

“Supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.” (Efesus 2:7).

Dan Allah telah memberikan kepada rasul Paulus dan juga bagi kita bahkan bagi setiap orang yang percaya kepada Allah di dalam Kristus Yesus.

“Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu.” (Efesus 3:8).

“Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.” (2 Korintus 8:9).

Allah sendiri yang hidup di dalam kita akan mewujudkan kekayaan-Nya di dalam hidup kita dan ini merupakan kekuatan dan kuasa Allah yang bekerja dalam kita untuk merealisasikannya.

”Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:19).

Kekuatan dan kuasa untuk mewujudkan kekayaan itu diantaranya adalah kesehatan, hikmat, ide, tenaga yang berasal dari Tuhan juga relasi, pintu kerja dan kesempatan serta musim panen yang Tuhan bukakan bagi kita dalam pekerjaan, bisnis dan studi, rumah, dan lain-lain yang membuat kita selalu berhasil.

Oleh karena itu Tuhan ingin agar kita selalu tinggal dalam Pokok Anggur dan senantiasa mengandalkan Dia dalam segala hal melalui persekutuan yang mendalam dengan Dia.

Tujuannya adalah agar segenap janji-janji Tuhan digenapi dalam hidup kita seperti Allah menggenapi janji-Nya kepada Abraham.

”Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:57-58).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara kekuatan yang dari Tuhan yang saudara alami untuk mewujudkan kekayaan Kristus yang tidak terduga itu!

Pembacaan Alkitab Setahun

Amos 6-9

Selasa, 22 September 2026

TANGAN YANG RAJIN MEMBAWA BERKAT

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

AMSAL 10:3-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Amsal 10:4!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana perlakuan dan sikap Tuhan terhadap orang benar soal kehidupan makan dan minum mereka?
  2. Hal apakah yang harus dimiliki oleh orang benar agar mereka hidup berlimpah-limpah di dalam Tuhan?
  3. Apakah yang Tuhan limpahkan diatas kepala orang benar?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ishak ketika berada di negeri orang Filistin mengalami kelaparan besar namun dia mengikuti perintah Tuhan untuk tetap tinggal dengan orang Filistin dan tidak pergi ke Mesir.

Dan ia bekerja keras di negeri orang Filistin dan Tuhan membuat Ishak menjadi orang yang kaya.

“Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.” (Kejadian 26:12-13).

Ada dua hal yang membuat Ishak berhasil yaitu bahwa ia bekerja dengan instruksi Firman Tuhan dan ia bekerja dengan tangannya dan dengan rajin.

Banyak anak-anak Tuhan yang gagal dalam pekerjaan dan usahanya bukan karena mereka tidak memiliki Firman Tuhan tetapi karena mereka tidak melakukan bagian mereka yaitu bekerja dengan rajin.

Tuhan berkata bahwa jika kita hidup dalam Firman Tuhan dan menghidupi perkataan Tuhan maka kita pasti berhasil.

”Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:2-3).

Namun Tuhan juga ingin agar kita bekerja dengan tangan kita dan melakukannya dengan rajin.

”Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu.” (Amsal 10:4-5).

Ketika kita hidup di dalam Tuhan, kita mulai bekerja dengan rajin maka Tuhan membuat pekerjaan kita menjadi berhasil bahkan kita dapat memberkati orang-orang lain yang berkekurangan.

”Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.” (Efesus 4:28).

Oleh sebab itu marilah kita melakukan pekerjaan yang menjadi tanggungjawab kita baik dalam pekerjaan sekuler maupun dalam pelayanan, bahkan juga dalam kuliah dan sekolah kita dengan rajin dan tidak bermalas-malasan, bahkan dengan kreativitas dan hikmat dari Tuhan maka Tuhan akan membuat kita hidup berkelimpahan.

”Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.” (Amsal 13:4).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami berkat Tuhan karena bekerja dengan tangan yang rajin!

Pembacaan Alkitab Setahun

Amos 1-5