Minggu, 26 April 2026

MENJAGA HIDUP TETAP KUDUS

Penulis : Budhi Setiawan

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MAZMUR 119:9-11

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa arti “menyimpan firman dalam hati” dalam kehidupan sehari-hari?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Pemazmur bertanya, “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?”

ertanyaan ini sebenarnya bukan hanya untuk orang muda, tetapi untuk semua orang yang hidup di tengah dunia yang penuh pilihan, pengaruh, dan godaan.

Di zaman sekarang, menjaga hati tetap bersih menjadi tantangan besar karena begitu banyak hal masuk melalui mata, telinga, dan pikiran setiap hari.

Ayat ini memberi jawaban yang sangat jelas: “Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.”

Artinya, firman Tuhan bukan hanya dibaca, tetapi menjadi ukuran dalam mengambil keputusan.

Banyak orang ingin hidup benar tetapi sering memakai ukuran perasaan, opini orang lain, atau keadaan sekitar. Padahal firman Tuhan adalah standar yang tetap.

Pada ayat 11, pemazmur berkata bahwa ia menyimpan firman dalam hati supaya tidak berdosa terhadap Tuhan.

Menyimpan berarti merenungkan, mengingat, dan memberi ruang bagi firman bekerja dalam batin.

Ketika firman tersimpan dalam hati, ia akan muncul saat kita menghadapi godaan, konflik, atau keputusan penting.

Hari ini banyak orang mudah kehilangan arah bukan karena kurang informasi, tetapi karena kurang menempatkan firman sebagai dasar hidup.

Kekudusan bukan soal penampilan rohani, melainkan kesediaan untuk terus dibentuk Tuhan setiap hari.

Apa yang paling banyak memenuhi hati kita akhir-akhir ini: kekhawatiran, ambisi, atau firman Tuhan? Dan Apa tantangan terbesar saat ini dalam menjaga hidup tetap sesuai firman Tuhan?

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Raja-Raja 15-17

Sabtu, 25 April 2026

MEMBANGUN DIATAS BATU KARANG

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 7:24-27

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Matius 7:24.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya diatas batu?
  2. Apakah yang akan dialami oleh orang yang mendirikan rumahnya diatas batu karang ketika mengalami turun hujan, banjir dan angin badai?
  3. Siapakah orang yang bodoh dan apakah yang dialaminya ketika rumah mereka dilanda banjir, angin dan hujan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan sedang menggoncangkan dunia ini termasuk gereja-Nya untuk menguji bagaimana dasar yang dibuat oleh gereja agar tidak tergoncangkan.

“Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.” (Ibrani 12:26-27).

Kegoncangan itu terjadi untuk penyucian, pemurnian dan pengujian terhadap setiap orang.

”Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.” (Daniel 12:10).

Oleh sebab itu, sebagai orang yang bijak maka kita harus membangun hidup kita diatas batu karang yaitu Yesus Kristus supaya ketika ada goncangan maka kita tidak akan tergoncangkan.

”Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.” (I Korintus 3:10-11).

Kemudian, dengan dasar Yesus Kristus itu maka kita harus membangunnya dengan Firman Tuhan yaitu perintah-perintah Tuhan.

Sebagai orang yang bijak maka terhadap Firman Tuhan kita bukan hanya pendengar saja tetapi pelaku-pelaku Firman Tuhan karena banyak umat Tuhan yang tahu tentang Firman Tuhan bahkan doktrin-doktrin tetapi tidak menghidupi Firman Tuhan sepenuhnya.

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” (Matius 7:24-27).

Oleh sebab itu, marilah kita membangun kehidupan kita diatas dasar batu karang yaitu Yesus Kristus dan Firman-Nya dengan menjadi pelaku-pelaku Firman Tuhan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana cara saudara membangun kehidupan di atas dasar Yesus dan Firman-Nya sehingga saudara tidak tergoncangkan.

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Raja-Raja 12-14

Jumat, 24 April 2026

BUKAN SEKEDAR BERSERU NAMA TUHAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 7:21-23

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Matius 7:21.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga?
  2. Menurut saudara, apakah alasan bagi Tuhan untuk menolak orang yang telah bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mukjizat demi nama Tuhan?
  3. Dengan apakah dapat disamakan bagi orang-orang yang tidak melakukan kehendak Bapa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yesus mengatakan bahwa pada hari-hari terakhir ada banyak orang yang berseru kepada-Nya: “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu,  tetapi Tuhan berkata: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Hal itu terjadi karena ternyata Tuhan lebih menginginkan pengenalan akan Tuhan daripada membuat mukjizat, karena setanpun dapat melakukan hal-hal mukjizat, karena orang yang kenal Tuhan adalah orang-orang yang melakukan kehendak Tuhan.

“Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?”  (Yakobus 2:19-20).

Jadi Tuhan ingin agar kita melakukan kehendak Tuhan dan sebelum melakukan kehendak Tuhan tentunya kita harus mengetahui kehendak Tuhan dan kehendak Tuhan adalah seluruh perkara atau hal dalam Alkitab, yang merupakan perintah-perintah Tuhan.

Dan perintah Tuhan yang utama adalah mengasihi Tuhan dan sesama termasuk musuh kita.

“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:36-39).

”Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5:44).

Dalam kehidupan umat Tuhan dalam gereja dan rumah tangga sering kali terjadi konflik yang membuat terjadinya perpecahan karena didalamnya masih ada iri hati, kesombongan, kebencian, trauma-trauma serta kehidupan kedagingan yang dapat memicu terjadinya konflik.

Dan konflik-konflik itu dapat menyebabkan kasih diantara umat Tuhan dan dunia ini semakin berkurang. ”Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” (Matius 24:12).

Itulah sebabnya Yesus memberikan perintah baru kepada kita di dalam kitab Yohanes yang sebetulnya hal itu merupakan perintah Allah yang lama karena sudah Allah perintahkan dalam kitab Ulangan.

”Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar.” (I Yohanes 2:7).

”Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34).

Oleh sebab itu, marilah kita melakukan perintah Tuhan bukan hanya melakukan mukjizat dan berseru: ”Tuhan, Tuhan”,  tetapi mengasihi orang dalam perbuatan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara hidup untuk mengasihi orang lain bukan hanya dengan perkataan tetapi perbuatan.

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Raja-Raja 9-11

Kamis, 23 April 2026

MENGHASILKAN BUAH YANG BAIK

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 7:17-20

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Matius 7:17.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Menurut saudara berasal dari pohon yang manakah buah yang baik dan buah yang tidak baik?
  2. Apakah resiko dari setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik?
  3. Darimanakah dapat kita ketahui tentang seorang yang mengikut Tuhan atau tidak?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebagai pengikut Yesus maka hidup kita harus membuahkan karakter seperti Yesus, karena dari buah-buah kehidupan kita orang-orang akan melihat apakah kita seorang pengikut Yesus yang sejati atau yang palsu, supaya kita tidak sekedar mengatakan diri kita sebagai anak Tuhan tetapi juga menunjukkan bahwa kita memiliki kehidupan sebagai anak Tuhan.

“Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.” (Matius 12:33).

Dan jika kita tidak menghasilkan buah seperti dimiliki oleh Yesus maka akan dibuang dan disingkirkan oleh Tuhan sendiri.

“Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.” (Matius 3:10).

Untuk menghasilkan buah yang baik maka kita harus tinggal dalam pokok anggur yang baik yaitu Yesus Kristus sebab dari Dialah kita menghasilkan kehidupan yang benar, baik dan sejati yaitu kehidupan Kristus sendiri.

”Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:4-5).

Cara hidup yang dapat menghasilkan buah yang baik adalah dengan tinggal dalam Firman Tuhan yaitu mendengar dan melakukan setiap Firman yang Tuhan berikan kepada kita, sebab masih banyak orang yang suka dengan Firman Tuhan tetapi tidak mau melakukan Firman Tuhan.

Dan jika kita tidak hidup dalam Firman Tuhan maksudnya tidak melakukan Firman Tuhan maka kita akan mengalami kekeringan rohani, tidak bertumbuh dan stagnasi serta kehilangan kaki dian yaitu aliran kehidupan Kristus.

”Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.” (Yohanes 15:6).

Oleh sebab itu, biarlah kita hidup di dalam Firman Tuhan senantiasa dengan cara mengutamakan Firman Tuhan diatas segala-galanya, membaca dan merenungkan dan melakukan setiap Firman Tuhan yang telah kita dengar sehingga kita membuahkan kehidupan dari Yesus Kristus, dengan demikian Tuhan akan dimuliakan di dalam dan melalui kehidupan kita dan dilihat dan dibaca orang.

”Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” (Yakobus 1:25).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara menghidupi Firman Tuhan sehingga selalu hidup menghasilkan buah yang baik.

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Raja-Raja 6-8

Rabu, 22 April 2026

WAJIB HIDUP SEPERTI KRISTUS HIDUP

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 2:3-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah 1 Yohanes 2:6.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah tanda-tanda orang yang mengenal Allah?
  2. Dikatakan seperti apakah orang-orang yang hidupnya tidak menurut perintah Tuhan?
  3. Dan seperti apakah orang-orang yang hidup menuruti Firman Allah?
  4. Seperti siapakah kita harus hidup jika kita mau hidup di dalam Tuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ekspektasi Tuhan bagi setiap orang yang percaya adalah bahwa mereka wajib hidup seperti Yesus, dan bukan hanya tahu mereka memiliki Roh Kristus, supaya mereka dapat mewakili Allah di muka bumi sehingga bumi ini tidak semakin hancur tetapi menjadi penuh kemuliaan Tuhan.

Untuk wajib hidup seperti Kristus hidup maka mereka harus memiliki pemahaman, diantaranya:

  1. Kita hidup hanya untuk melakukan kehendak Allah.
    “Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” (Yohanes 4:34). Kehendak Allah adalah agar bumi ini penuh kemuliaan-Nya dengan cara bahwa orang-orang percaya kepada Allah dan caranya orang-orang harus mendengar Injil Kerajaan Allah. Oleh karena itu mengerjakan kehendak Allah adalah memberitakan Injil, memuridkan setiap jiwa yang terhilang sehingga setiap orang menyembah kepada Bapa. Untuk hidup seperti Yesus maka kita harus memberitakan Injil. “Yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.” (Kisah Para Rasul 10:38).
  2. Memiliki komitmen hanya untuk mengenal Bapa dengan kebersatuan pribadi Yesus Kristus sampai mengalami keserupaan dan kepenuhan Kristus.
    “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” (Filipi 3:10-11). “Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.” (Yohanes 5:19). Jika kita mau hidup seperti Yesus maka kita harus memiliki komitmen untuk senantiasa mengalami kebersatuan dengan Bapa seperti Kristus yang terus menerus mengalami kebersatuan dengan Bapa sehingga melakukan pekerjaan Bapa.
  3. Kita harus memiliki pikiran dan perasaan Kristus.
    “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” (Filipi 2:5-7).

Untuk hidup seperti Kristus kita harus memiliki pikiran dan perasaan Kristus yaitu hidup dalam kerendahan hati dan tidak sombong serta mementingkan diri sendiri.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara pengalaman saudara untuk hidup seperti Yesus dalam segala hal.

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Raja-Raja 4-5

Selasa, 21 April 2026

BERBAHAGIA KARENA MELAKUKAN FIRMAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YAKOBUS 1:23-25

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Yakobus 1:25.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Seumpama seperti apakah bagi orang-orang yang mendengar Firman saja dan tidak melakukannya?
  2. Coba sebutkan tahapan hal-hal yang harus kita lakukan agar akhirnya kita benar-benar menjadi pelaku Firman Tuhan?
  3. Apa yang dialami oleh orang-orang yang sungguh-sungguh melakukan Firman Tuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Pada hari-hari terakhir ini Firman Tuhan sangat bebas untuk disampaikan melalui media-media sosial untuk mengajar umat Tuhan bertumbuh dan semakin mengenal Tuhan.

Bahkan karena orang-orang terlalu bebas menggunakan media sosial, ajaran-ajaran sesat pun diajarkan, sehingga banyak juga terjadi penyesatan.

Tuhan ingin agar Firman Tuhan yang diajarkan melalui media sosial, dan di dalam ibadah gereja, kelompok pemuridan, persekutuan termasuk seminar-seminar tidak hanya didengar melainkan dilakukan.

Karena masih banyak orang Kristen yang hidupnya masih duniawi dan dikuasai oleh kedagingan walaupun mereka sudah berkali-kali mendengarkan Firman Tuhan, sehingga Firman Tuhan dalam Matius 7:6 sangat relevan bagi zaman ini karena tidak menganggap Firman Tuhan menjadi utama buat hidup mereka.

“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.” (Matius 7:6).

”Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.” (Hosea 4:6).

Oleh sebab itu Tuhan ingin agar kita tidak hanya menjadi pendengar Firman Tuhan tetapi kita juga harus menjadi pelaku Firman Tuhan supaya tidak menjadi orang Kristen yang munafik yaitu tahu Firman Tuhan, tetapi tidak menghidupi Firman Tuhan.

Untuk menjadi pelaku Firman Tuhan maka kita harus meneliti Firman Tuhan dengan cara membaca, merenungkan dan memahami dan kita melakukannya dengan tekun, terus menerus melakukannya kemudian melakukan setiap Firman yang kita dengar dan pahami sampai hal tersebut menjadi kehidupan.

Dan ketika kita melakukannya dengan setia maka kita akan bertumbuh dan bahkan berbahagia karena perbuatan-perbuatan kita sesuai dengan kebenaran Tuhan dan kita juga menyenangkan hati Tuhan.

”Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” (Yakobus 1:25).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana pengalaman saudara berbahagia karena dapat taat melakukan Firman Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Raja-Raja 1-3