Sabtu, 12 September 2026

BERKAT MENGIKUT KETAATAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ULANGAN 28:1-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa mendengarkan suara Tuhan itu sangat penting dalam kehidupan orang percaya?
  2. Melakukan apa yang Tuhan nyatakan juga merupakan hal yang penting. Mengapa hal itu sangat penting?
  3. Apa saja yang akan Tuhan berkati jika kita mendengar dan melakukan Firman Tuhan?
  4. Apa yang menyebabkan Tuhan mau memuliakan kita di depan bangsa lain?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Tuhan Allah sejak dahulu menginginkan agar manusia ciptaan-Nya dipermuliakan oleh-Nya.

Namun, karena manusia telah jatuh ke dalam dosa, Iblis dapat melibatkan dirinya dalam hubungan antara Allah dan manusia.

Itulah sebabnya Tuhan Allah yang sangat baik merancangkan suatu cara agar manusia dapat kembali dipermuliakan.

Dengan kehadiran Tuhan Allah di tengah-tengah manusia, yaitu di tengah-tengah bangsa Israel, Tuhan Allah menyatakan diri-Nya melalui perantaraan nabi-nabi-Nya.

Ketika Tuhan mengangkat Musa sebagai nabi-Nya, Tuhan meminta agar Nabi Musa menuliskan semua pernyataan, perintah, dan petunjuk Ilahi di dalam Kitab Hukum Taurat.

Tuhan Allah adalah Tuhan yang sangat mengasihi anak-anak manusia.

Dia sangat ingin dekat dengan manusia.

Namun, hal yang membuat Dia tidak dapat mendekati manusia adalah dosa.

Roma 3:23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”

Dosalah yang menjadi masalah utama manusia sehingga manusia tidak dapat mendekati Tuhan Allah.

Oleh karena itu, Tuhan Allah menuliskan Hukum Taurat sebagai petunjuk bagi manusia dalam membangun hubungan dengan Tuhan Allah.

Di dalam Hukum Taurat terdapat petunjuk mengenai moral, ibadah, kehidupan sosial, dan hukum di antara sesama manusia.

Dalam Kitab Ulangan, khususnya pasal 28, pembahasannya dibagi menjadi dua bagian.

Ayat 1 sampai ayat 14 diberi judul “Berkat karena Ketaatan”, sedangkan ayat 15 sampai ayat 68 diberi judul “Kutuk-kutuk karena Tidak Taat”.

Saudara, oleh karena itu, marilah kita memahami bahwa peraturan dan perintah-perintah yang Tuhan berikan merupakan cara atau jalan yang menunjukkan bagaimana Tuhan Allah, Bapa kita di surga, sangat ingin memberkati dan memuliakan manusia.

Oleh karena itu, Tuhan dengan terus terang menuliskan bagian-bagian dalam Ulangan 28 supaya barang siapa yang membaca, merenungkan, dan melakukan perintah-perintah Tuhan akan diberkati sesuai dengan apa yang telah dituliskan dalam firman Tuhan.

Ketika seseorang percaya kepada janji-janji Tuhan yang menjanjikan keselamatan, maka orang itu disebut sebagai orang yang percaya. 

Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Oleh karena itu, setiap orang yang percaya kepada janji Tuhan akan menerima keselamatan atau kehidupan kekal.

Setiap orang yang mempercayai janji Tuhan disebut juga orang beriman.

Setiap orang yang percaya dan menaati perintah Tuhan akan diberkati.

Berbagai janji Tuhan, apabila dipercaya dan diimani, akan membawa kebahagiaan bagi orang yang mempercayai dan melakukan janji-janji Tuhan karena mereka akan menerima sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh Tuhan dalam bagian firman itu.

Begitu juga ketika orang-orang tidak percaya dan tidak berkehendak untuk melakukan janji-janji Tuhan, sesuai dengan apa yang Tuhan nyatakan dalam Ulangan 28:15-66, mereka akan menerima ganjaran sesuai dengan apa yang Tuhan nyatakan dalam bagian firman Tuhan itu.

Oleh karena itu, saya mengajak semua pembaca untuk mempercayai janji-janji Tuhan dan melaksanakan perintah-perintah-Nya supaya hidup kita diberkati.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apakah pernyataan tentang kutuk masih berlaku bagi seseorang yang sudah percaya kepada Yesus Kristus? Mengapa demikian?

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 40-42

Jumat, 11 September 2026

BERAKAR PADA TUHAN, BERBUAH DALAM KEHIDUPAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YEREMIA 17:5-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapa yang disebut terkutuk?
  2. Apakah ada orang yang tidak mengalami datangnya keadaan baik?
  3. Siapa yang akan diberkati?
  4. Siapa yang tidak akan kuatir pada masa kekeringan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ada sekelompok anak-anak Tuhan yang disebut sebagai murid-murid Kristus.

Mereka telah mengalami kelahiran baru, hidup dalam pemuridan, dan terus menjaga hubungan yang intim dengan Tuhan Yesus melalui kehidupan ibadah sehari-hari.

Mereka melakukannya melalui saat teduh, doa pagi, membaca Alkitab setiap hari, serta berusaha memiliki hubungan yang intim dengan Bapa melalui Yesus Kristus dan Roh Kudus.

Kolose 2:6-7 “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”

Yohanes 15:4-5 “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Dengan hubungan yang intim setiap hari, kita akan mengalami banyak pemulihan dalam kehidupan.

Melalui pembacaan firman, saat teduh, dan doa, kita semakin mengerti firman Tuhan yang menjadi dasar iman kita.

Melalui membaca dan merenungkan firman, kita akan memiliki iman dan pengharapan terhadap janji-janji Tuhan yang kita baca dan renungkan.

Kita semakin mengerti banyak perintah dan kasih karunia Tuhan.

Melalui firman Tuhan, kita semakin merasakan dan mengalami kasih karunia yang melimpah.

Hal itu juga mendorong kita untuk rela melakukan perintah Tuhan Yesus. 

Lewat merenungkan firman Tuhan, hubungan kita dengan Bapa dan firman-Nya akan semakin dalam.

Roh Kudus akan menyingkapkan betapa dalam kebaikan-Nya kepada kita.

Kita dapat merasakan kasih-Nya yang tidak terbatas, seperti yang Rasul Paulus tuliskan kepada jemaat di Efesus:

Efesus 3:16-19 “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.”

Kita dapat merasakan kebaikan Tuhan dan berkat-berkat-Nya yang melebihi apa yang kita doakan dan pikirkan.

Tuhan Yesus berjanji, “Barangsiapa hidup di dalam Yesus Kristus dan Yesus Kristus hidup di dalam seseorang itu, maka seseorang itu akan berbuah banyak.” 

Ketika seseorang melakukan apa yang Tuhan perintahkan yang dapat dirasakan serta dinikmati oleh orang-orang di sekitar kita, maka kesaksian itu dapat menghasilkan sesuatu yang menimbulkan pertanyaan bagi orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus.

Ketika kita menerapkan apa yang Rasul Paulus nyatakan kepada jemaat di Galatia:

Galatia 6:9-10 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”

Lewat hubungan kita dengan Bapa dan Yesus Kristus melalui Roh Kudus, maka iman kita akan semakin kokoh, pengharapan kita semakin berdasar, dan buah ketaatan semakin nyata.

Dengan demikian, hidup kita mengalami perubahan dan pemulihan serta semakin banyak orang di sekitar kita mengalami berkat yang Tuhan alirkan melalui kehidupan kita.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apa yang menyebabkan seseorang sebagai anak Tuhan tidak mengalami perubahan dalam hidupnya?

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 37-39

Kamis, 10 September 2026

SETIA MENGELOLA YANG TUHAN PERCAYAKAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 16:10-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dimaksud dengan perkara kecil dan perkara yang besar?
  2. Mengapa hal mamon dikatakan sebagai hal yang tidak jujur? 
  3. Apakah harta yang sesungguhnya? 
  4. Mengapa kita tidak mungkin mengabdi kepada dua tuan? 
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Tuhan Yesus dengan jelas menyatakan bahwa kepada kita dianugerahkan pemberian-pemberian yang menjadi milik kita.

Tuhan yang menganugerahkan kepada kita talenta, bakat, dan karunia-karunia rohani supaya kita dapat menjalani kehidupan di semesta ini.

Tuhanlah yang menganugerahkan ayah dan ibu kita. Kita tidak dapat memilihnya.

Tuhan juga mengaruniakan istri atau suami sebagai jodoh yang telah ditetapkan.

Saudara, Tuhan menyediakan semua keperluan kita.

Namun, Dia tidak menyediakan semua yang kita ingini atau memenuhi semua keinginan kita.

Tidak ada janji Tuhan yang menyatakan demikian. Rasul Paulus pernah menuliskannya:

Filipi 4:6 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

Kita boleh meminta apa pun, namun Tuhan akan memberikan kepada kita segala yang kita perlukan dan segala sesuatu yang baik menurut kehendak-Nya.

Dia adalah Tuhan yang Mahatahu.

Dalam hal ini, dengan cepat kita dapat memahami bahwa tidak semua keinginan kita dikabulkan.

Kita boleh menyampaikan semua kemauan dan keinginan kita, namun sebagai Bapa, Gembala, dan Sahabat yang baik, Dia akan memberikan segala sesuatu yang kita perlukan.

Semua permintaan dapat kita ajukan, tetapi sebagai Bapa yang baik, Dia akan menyeleksi setiap permintaan yang kita sampaikan.

Tuhan akan memberikan apa yang bermanfaat bagi kita, sesuai dengan keperluan kita.

Yesus adalah Gembala yang baik. Dia mengerti apa yang kita butuhkan sesuai dengan keperluan kita pada waktu tertentu.

Rasul Paulus pernah menuliskan bahwa Tuhan telah menganugerahkan kepada kita segala macam karunia rohani.

Bagi kita, semuanya telah disediakan oleh Allah Bapa sesuai dengan apa yang kita perlukan.

Efesus 1:3 “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.”

Tuhan telah menyediakan semua keperluan kita dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian juga dengan kebutuhan rohani kita. Daud sebagai pemazmur menyatakan iman dan mendeklarasikannya:

Mazmur 23:1-6 “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.”

Tuhan menganugerahkan kepada kita segala keperluan kita. Di dalam kitab Efesus, Rasul Paulus menuliskan:

Efesus 2:10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”

Semua anak manusia yang lahir adalah buatan Allah. Setiap anak dibekali oleh Allah dengan bakat atau talenta. Namun, ketika kita dilahirkan kembali oleh air dan darah, kepada kita dianugerahkan Roh Kudus. Oleh-Nya, kita memperoleh karunia Roh sebagai penyataan Roh di dalam diri kita.

1 Korintus 12:7 “Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.”

Tuhan menganugerahkan kepada orang percaya berbagai anugerah supaya kita dapat melakukan pekerjaan baik. Pekerjaan baik yang mana? Pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Tuhan bagi setiap anak-anak-Nya. Oleh karena itu, setiap pemberian yang baik dari Tuhan hendaknya kita kelola dengan baik supaya semua anugerah atau pemberian tersebut dapat bermanfaat bagi hidup kita, keluarga kita, dan pelayanan kita.

Saudara, marilah kita dengan setia mengelola semua yang Tuhan percayakan kepada kita. Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Bisakah bakat atau talenta kita menjadi mubazir dan karunia Roh di dalam diri kita tidak berfungsi? Mengapa hal itu bisa terjadi?

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 34-36

Rabu, 9 September 2026

HIDUP BERKELIMPAHAN BERSAMA SANG GEMBALA AGUNG

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 10:7-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa maksud Yesus mengatakan bahwa Dia adalah “pintu” ke domba-domba?
  2. Apa sebutan bagi “gembala-gembala” yang datang sebelum Yesus?
  3. Apa yang terjadi bila domba-domba itu masuk  melalui Yesus?
  4. Apa perbedaan pencuri dan Yesus sebagai gembala?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ilustrasi Yesus tentang gembala dan dombanya lahir dari sebuah gambaran yang sangat akrab bagi masyarakat Yahudi abad pertama, yaitu kehidupan gembala dan domba.

Pada masa itu, berdasarkan referensi, kandang domba di daerah pedesaan sering kali berupa pagar batu sederhana dengan satu pintu masuk.

Pada malam hari, gembala bahkan dapat tidur di pintu kandang untuk melindungi domba-dombanya dari pencuri dan binatang buas.

Ketika Yesus berkata, “Akulah pintu,” Ia sedang menyatakan bahwa hanya melalui Dia manusia memperoleh keselamatan, perlindungan, dan kehidupan yang sejati.

Dalam bahasa Yunani, kata ”thura” berarti pintu atau akses masuk yang sah.

Sebaliknya, pencuri dan perampok menggambarkan siapa pun yang menyesatkan umat Allah demi kepentingan diri sendiri.

Puncak pernyataan Yesus terdapat pada ayat 10: “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

Kata ”perissos” yang diterjemahkan “berkelimpahan” tidak terutama berbicara tentang kekayaan materi, melainkan kehidupan yang penuh, utuh, bermakna, dan sesuai dengan tujuan Allah.

Bagi para pendengar saat itu yang hidup di bawah tekanan ekonomi, politik Romawi, dan kepemimpinan rohani yang sering membebani warga dan orang percaya, perkataan Yesus memberikan pembedaan dengan penguasa dunia, Sang Mesias datang bukan untuk mengambil, melainkan untuk memberikan kehidupan yang sesungguhnya.

Hari-hari ini kita hidup di zaman yang menawarkan begitu banyak pilihan untuk mencapai kebahagiaan: karier, teknologi, hiburan, investasi, popularitas, dan pencapaian pribadi.

Namun berbagai survei global menunjukkan bahwa tingkat stres, kecemasan, dan kesepian terus meningkat, bahkan di negara-negara dengan tingkat kemakmuran yang tinggi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai lembaga penelitian kesehatan mental melaporkan bahwa ratusan juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan kecemasan dan depresi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kelimpahan materi tidak selalu menghasilkan kelimpahan hidup.

Manusia modern saat ini memiliki lebih banyak fasilitas dibanding generasi sebelumnya, tetapi tidak sedikit yang kehilangan arah, tujuan, dan kedamaian batin.

Dalam dunia digital, “pencuri” yang disebut Yesus dapat hadir dalam berbagai bentuk: keserakahan yang tidak pernah puas, budaya perbandingan di media sosial, kecanduan teknologi, atau nilai-nilai dunia yang menjanjikan kepuasan instan tetapi meninggalkan kehampaan.

Manusia modern sering mengejar kehidupan yang lebih besar, tetapi melupakan kehidupan yang lebih dalam.

Di tengah situasi ini, Yesus mengingatkan bahwa hidup berkelimpahan tidak ditemukan melalui materi yang kita miliki, melainkan melalui hubungan yang benar dengan Sang Gembala yang mengenal, memimpin, dan memelihara umat-Nya.

Hidup berkelimpahan berarti memiliki damai sejahtera, tujuan hidup, dan pengharapan yang tetap melimpah di tengah segala keadaan.

Bersama Sang Gembala Agung, kita belajar bahwa nilai hidup tidak ditentukan oleh jumlah harta, jabatan, atau pengakuan manusia, melainkan oleh kedekatan kita dengan Tuhan.

Dalam kehidupan modern, penerapan firman ini dapat dimulai dengan menyediakan waktu setiap hari untuk mendengar suara Tuhan melalui doa dan pembacaan firman-Nya, sebelum mendengar begitu banyak suara lain dari dunia digital.

etika keputusan-keputusan kita dipimpin oleh Kristus, kita akan lebih bijaksana dalam menggunakan waktu, mengelola sumber daya, dan memperlakukan sesama.

Hari ini, marilah kita merenungkan apakah kita sedang mengejar kelimpahan versi dunia atau kelimpahan yang diberikan Yesus.

Sebab hanya Sang Gembala Agung yang sanggup membawa kita kepada kehidupan yang utuh—kehidupan yang penuh kasih, damai sejahtera, sukacita, dan pengharapan yang tidak bergantung pada keadaan, melainkan pada hadirat-Nya yang setia menyertai kita setiap hari.

Renungan hari ini mengajak kita bertanya secara pribadi: siapakah yang sedang menggembalakan hidup saya? Apakah saya dipimpin oleh suara Kristus atau oleh tuntutan dunia yang tidak pernah berhenti meminta lebih banyak? Diskusikan bersama dalam kelompok PA atau persekutuan kita.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 31-33

Selasa, 8 September 2026

TUHAN ADALAH GEMBALAKU, TAKKAN KEKURANGAN AKU

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MAZMUR 23:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang digambarkan sebagai gembala dalam Mazmur 23, dan apa artinya bagi kita?
  2. Apa yang dilakukan Tuhan bagi orang percaya, seperti disebutkan di padang yang berumput hijau dan air yang tenang?
  3. Bagaimana Mazmur 23 mengajarkan kita menghadapi lembah yang gelap atau masa-masa sulit dalam hidup?
  4. Apa janji Tuhan bagi orang percaya sepanjang hidup, seperti yang tertulis di ayat terakhir Mazmur 23?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Mazmur 23 adalah salah satu kitab yang sering dikhotbahkan di mimbar maupun dalam persekutuan orang percaya, bahkan ayat-ayatnya dijadikan lirik lagu.

Mazmur ini ditulis oleh Daud, yang memiliki pengalaman sebagai gembala dan menghadapi berbagai ancaman dari musuh.

Mazmur ini menyatakan keyakinan Daud bahwa Tuhan adalah Gembala yang baik, yang memelihara, menuntun, dan melindungi umatNya, baik dalam keadaan damai maupun dalam bahaya.

Tuhan menyediakan ketenangan, menyegarkan jiwa, menuntun di jalan yang benar, dan tetap menyertai bahkan ketika melewati lembah kekelaman.

Karena itu, Daud dapat hidup tenang dan bersyukur, sebab ia tahu bahwa hanya Tuhan yang menjadi perlindungan sejati.

Bagi kita saat ini, Mazmur 23 mengajarkan bahwa Tuhan tetap menyertai kita dalam setiap pergumulan, baik dalam pekerjaan, kondisi kesehatan yang berkurang, usaha, kesulitan keuangan, studi, pergaulan, maupun berbagai persoalan lainnya.

Kita dapat merasa aman ketika bergantung kepadaNya, berdoa, merenungkan Firman, dan percaya bahwa kebaikan serta kemurahan Tuhan menyertai hidup kita.

Karena itu, kita dipanggil untuk berjalan bersama Tuhan sebagai Gembala yang setia, bukan mengandalkan kekuatan diri sendiri atau manusia.

“Takkan kekurangan aku” bukan berarti kita selalu memiliki semua yang kita inginkan atau semua doa kita dijawab sesuai keinginan kita, tetapi Tuhan akan selalu memelihara dan mencukupkan kita agar tetap dapat berjalan dalam jalan yang benar dan setia kepadaNya dalam setiap keadaan.

Ada saatnya Tuhan membawa kita ke padang yang berumput hijau dan ke air yang tenang, memberi ketenangan dan penyegaran bagi jiwa.

Namun, ada kalanya Tuhan mengizinkan kita melewati lembah yang kelam dan menghadapi berbagai kesulitan.

Karena itu, ketika keadaan hidup tidak baik, kita tidak perlu putus asa, stres, atau frustrasi, sebab Tuhan tetap hadir dan memelihara kita.

Yang terpenting bukan keadaan kita, baik berkecukupan maupun kekurangan, tetapi siapa yang menjadi Gembala kita, yaitu Tuhan sendiri, itu jauh lebih penting dan jauh lebih utama.

Kiranya dalam setiap keadaan, kita dapat berkata sama seperti Daud berkata “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Apakah kita sungguh percaya dan tetap mengandalkan Tuhan ketika berada dalam kekurangan, kesulitan, dan lembah kehidupan? Diskusikan bersama dalam kelompok PA atau persekutuan kita.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 28-30

Senin, 7 September 2026

KRISTUS MENJADI MISKIN SUPAYA KITA MENJADI KAYA

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 KORINTUS 8:7-11

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang Paulus gunakan dalam menjalankan pelayanannya kepada Allah?
  2. Bagaimana Paulus tetap menghadapi pujian, hinaan, dan berbagai perlakuan dari orang lain? (ayat 8–10)
  3. Siapa yang menjadi tujuan pelayanan dan kasih Paulus dalam konteks ayat yang kita baca diatas?
  4. Apa yang Paulus katakan tentang hatinya kepada jemaat Korintus? (ayat 11)
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Surat II Korintus 8 ditulis Paulus dalam konteks pelayanan pengumpulan bantuan bagi orang-orang percaya di Yerusalem yang sedang mengalami kekurangan.

Paulus mendorong jemaat di Korintus untuk mengambil bagian dalam pelayanan kasih tersebut.

Hal ini penting karena sebelumnya jemaat Korintus telah menunjukkan kesungguhan dalam iman, perkataan, pengetahuan, dan berbagai karunia, tetapi Paulus ingin agar semua itu juga terlihat dalam kasih yang nyata kepada saudara seiman.

Pelayanan kasih bukan sekadar memberikan kelebihan yang kita miliki, melainkan merupakan wujud nyata dari iman dan kasih kepada Kristus.

Karena itu, Paulus mengingatkan mereka melalui teladan jemaat Makedonia yang sekalipun berada dalam kekurangan, tetap rela memberi dengan sukacita.

Bagi Paulus, memberi bukanlah kewajiban untuk membeli kasih Allah, tetapi respons syukur dari orang yang terlebih dahulu menerima kasih karunia Allah.

Dalam ayat 9, Paulus memberikan dasar yang paling dalam dari pelayanan kasih itu “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.”

“Kristus menjadi miskin” bukan berarti Kristus kehilangan keilahianNya atau menjadi miskin secara materi, tetapi menunjuk kepada kerelaanNya meninggalkan kemuliaanNya, mengambil rupa seorang hamba, datang ke dalam dunia, dan menyerahkan diriNya diatas kayu salib bagi orang berdosa.

Sebaliknya, “supaya kamu menjadi kaya” bukan janji bahwa orang percaya pasti menjadi kaya secara materi.

Kekayaan yang dimaksud adalah kekayaan keselamatan dalam Kristus, menerima kasih karunia, pengampunan dosa, menjadi benar di hadapan Allah, dan memperoleh hidup yang kekal.

Jadi, Kristus yang kaya rela merendahkan diri dan menanggung penderitaan supaya orang berdosa yang miskin secara rohani menerima kekayaan keselamatan.

Karena itu, orang yang telah menerima kasih karunia Kristus seharusnya tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri, tetapi rela berbagi dan menjadi berkat bagi orang banyak.

Mari belajar dari teladan jemaat Makedonia yang sekalipun dalam kekurangan tetap rela memberi dengan sukacita dan menunjukkan kasih melalui tindakan nyata.

Paulus mendorong bukan hanya jemaat Korintus, tetapi setiap orang percaya untuk melihat apa yang kita miliki saat ini sebagai pemberian Tuhan yang dipercayakan untuk kita kelola.

Siapapun kita dan apa pun keberadaan kita saat ini tidak ada alasan untuk kita tidak dapat berkontribusi.

Kita bisa berbagi lewat banyak hal, baik itu waktu, tenaga, ilmu, keahlian, bakat atau talenta, perhatian maupun harta kita, untuk menolong mereka yang sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan kita sebagai ungkapan syukur atas kasih Kristus.

Ingat! Kita memberi bukan agar Allah mengasihi kita atau supaya menjadi kaya, melainkan karena kita telah lebih dahulu menerima kekayaan kasih karunia di dalam Kristus.

Sebagaimana Kristus rela memberikan diriNya bagi kita, demikian pula kita dipanggil untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Apakah saat ini masih ada kendala yang membuat kita sulit untuk berbagi atau berkontribusi dalam membantu jemaat maupun orang yang sedang sangat membutuhkan bantuan atau pertolongan kita? Diskusikan bersama dalam kelompok PA atau persekutuan kita.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 25-27