Minggu, 25 Oktober 2026

YESUS DATANG MEMBAWA KESEMBUHAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 8:14-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Matius 8:17!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang menyembuhkan ibu mertua Petrus dan bagaimanakah caranya disembuhkan?
  2. Apakah yang dialami orang-orang yang dibawa kepada Yesus?
  3. Hal apakah yang telah dilakukan oleh Yesus ketika Ia mati di kayu salib?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebelum kedatangan Yesus ke dunia ini telah dinubuatkan tentang hal-hal yang akan dikerjakan oleh Yesus melalui nabi Yesaya dimana hal ini tidak dipahami oleh banyak orang.

“Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” (Yesaya 53:3-5).

Bahkan dalam Perjanjian Baru rasul Petrus juga menjelaskan kepada kita tentang kesembuhan yang dibawa oleh Yesus yang membuat dunia dan kita dapat mengalami kesembuhan.

“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (I Petrus 2:24).

Dan ketika Yesus ada di muka bumi selama 33 ½ tahun, ada banyak kesembuhan yang dilakukan oleh Yesus diantaranya perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun, ibu mertua dari Petrus, bahkan orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang tuli dapat mendengar.

Hal ini terjadi karena merupakan ketetapan dari Tuhan bahwa Yesus datang ke dunia untuk menyembuhkan sakit penyakit dan kelemahan kita.

“Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” (Matius 8:17).

Agar kita mengalami kesembuhan yang telah diberi oleh Yesus melalui kematian-Nya di kayu salib maka bagian kita adalah percaya kepada Dia, percaya terhadap apa yang telah Yesus kerjakan melalui karya-Nya di kayu salib, kemudian perkatakan dengan iman seluruh janji Allah kepada kita tentang kesembuhan maka Allah akan mewujudkan mukjizat kesembuhan itu.

“Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” (Yohanes 11:40).

Oleh sebab itu marilah kita berjalan dalam kebenaran Firman Tuhan supaya kita senantiasa menikmati kesembuhan yang sudah diberikan oleh Yesus melalui korban-Nya di kayu salib.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana dalam saudara mengalami kesembuhan oleh karena Yesus telah datang membawa kesembuhan!

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 4-5

Sabtu, 24 Oktober 2026

IMAN KEPADA OTORITAS FIRMAN YANG MENYEMBUHKAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 7:6-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Lukas 7:7!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Karena perwira tersebut merasa tidak layak untuk menerima Yesus ke rumahnya, maka hal apakah permintaan perwira itu kepada Yesus agar hamba-Nya sembuh?
  2. Apakah pujian dari Tuhan Yesus kepada sikap dan perbuatannya untuk kesembuhan terjadi?
  3. Apakah yang dialami oleh hamba perwira tersebut ketika ia datang kepada Yesus dengan iman yang benar?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Hamba perwira di Kapernaum mengalami mukjizat kesembuhan oleh karena kepercayaan perwira tersebut kepada perkataan dari Tuhan Yesus, walaupun hamba tersebut tidak atau belum berjumpa dengan Yesus.

Perwira tersebut hanya mengiyakan perkataan Yesus bagi dia untuk kesembuhan hambanya dan Yesus memuji sikap dari perwira ini dengan mengatakan bahwa “Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai.”

Hal semacam ini pun akan terjadi bagi kehidupan kita karena kita mengalami otoritas Firman Tuhan untuk kehidupan kita dan kehidupan orang lain di sekitar kita.

Oleh sebab itu beberapa hal yang harus kita pahami adalah:

  1. Firman Tuhan adalah kehidupan dari Allah sendiri yang memiliki otoritas untuk menghidupkan manusia. ”Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” (Yohanes 6:63);
  2. Firman Tuhan memiliki otoritas penuh atas hidup kita dan dunia ini, yang membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12);
  3. Firman Tuhan yang keluar dari mulut Allah bagi kita tidak pernah kembali kepada Tuhan dengan sia-sia tetapi akan mengerjakan sesuai dengan maksud Firman Tuhan tersebut. “Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yesaya 55:11).

Bagian kita adalah terus senantiasa menanti-nantikan Tuhan sampai Dia berfirman kepada kita di tempat tersembunyi yaitu secret place.

Dan ketika Dia berfirman, dengarkanlah dan renungkanlah hal tersebut sampai menjadikan iman yang hidup di dalam kita.

Kemudian bertindaklah dan perkatakanlah Firman tersebut sehingga Tuhan menjadikan Firman tersebut menjadi nyata dan terwujud dalam kehidupan kita sehingga kita mengalami otoritas dari Firman Tuhan, sehingga kita mengalami mukjizat, kemenangan, kelepasan dan kelegaan serta mengalami kebangunan rohani seperti murid-murid yang berjalan menuju Emaus (Lukas 24:32).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami otoritas Firman Tuhan sehingga mengalami mukjizat kesembuhan!

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 2-3

Jumat, 23 Oktober 2026

IMAN YANG HIDUP SELALU BERTINDAK

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YAKOBUS 2:17-20

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Yakobus 2:17!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dimaksudkan oleh Tuhan tentang iman yang mati?
  2. Hal-hal apakah yang harus kita lakukan agar kita tidak hidup dalam iman yang mati?
  3. Coba sebutkan dalam hal apa sajakah dalam kehidupan saudara yang masih menunjukkan bahwa saudara masih memiliki iman yang mati?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan berkata bahwa segala sesuatu dalam hidup kita harus didasarkan pada iman.

Dan Tuhan sangat menghargai iman kita kepada Dia.

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1).

”Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibrani 11:6).

Munculnya iman di dalam kehidupan kita adalah saat kita mendengar Firman Tuhan dan kita percaya kepada Firman Tuhan.

Oleh sebab itu kita harus senantiasa mendengar dan merenungkan Firman Tuhan setiap saat.

”Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17).

Namun Tuhan ingin agar kita tidak hanya memiliki iman tetapi ada tindakan dari iman kita sehingga kita tidak memiliki iman yang mati.

Kita harus bertindak karena kepercayaan kita kepada Firman Tuhan baik melalui perkataan dan perbuatan kita.

”Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17:19-20).

”Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” (Yakobus 2:17).

Oleh sebab itu Tuhan ingin agar iman yang kita peroleh dari keyakinan akan Firman Tuhan harus disertai dengan tindakan melalui perkataan dan perbuatan sehingga terjadilah mukjizat, seperti yang dialami oleh perempuan yang menderita sakit pendarahan selama 12 tahun.

Dia telah mendengar tentang Yesus yang membuat dia beriman kepada Yesus, namun imannya tidak mati itulah sebabnya ia bertindak dengan cara mendekati Yesus walaupun dihalangi orang banyak dan dia juga berseru dan berkata-kata sehingga dia menjamah Yesus dan Yesus pun melihat dia, sampai pada akhirnya perempuan itu disembuhkan oleh Yesus (Markus 5:25-34).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami mukjizat Tuhan melalui iman yang bertindak!

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 1

Kamis, 22 Oktober 2026

PERCAYA TANPA BIMBANG KEPADA JANJI ALLAH

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 4:18-22

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Roma 4:20!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal apakah yang menjadi janji Tuhan kepada Abraham sehingga membuat Abraham tetap percaya?
  2. Bagaimanakah sikap dan respon Abraham terhadap janji Allah walaupun secara fakta bahwa banyak hal sepertinya janji Allah sulit untuk digenapi?
  3. Bagaimanakah sikap Allah terhadap respon dari Abraham untuk tetap percaya kepada janji Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Dalam pertumbuhan rohani kita ketika kita ingin berjalan bersama Tuhan maka antara janji Tuhan sering berbeda dengan apa yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh sebab itu kita tidak boleh berjalan dengan apa yang kita lihat tetapi kita harus meneguhkan hati kita untuk berjalan dengan janji-janji Tuhan.

“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” (II Korintus 4:18).

Tujuannya adalah agar kita tidak menjadi kecewa, panik, kuatir dan ketakutan yang membuat kita menjadi lemah dan mundur secara rohani.

Oleh karena itu beberapa hal yang harus kita pahami adalah:

  1. Kita harus berjalan dengan janji-janji Tuhan yang Tuhan berikan kepada kita secara spesifik dan percaya bahwa Tuhan sanggup menggenapi janji-janji-Nya. “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?” (Bilangan 23:19). Ketika kita percaya kepada janji-janji Tuhan maka mata dan pikiran kita selalu tertuju kepada Tuhan dan Firman-Nya supaya kita tidak mendengar intimidasi dan suara si jahat yang membuat kita bergeser dari janji Allah ketika janji Allah berbeda dengan fakta yang kita alami;
  2. Jangan berjalan dengan fakta yang kita lihat tetapi teguhkan hati kita untuk tetap percaya kepada Tuhan seperti yang dialami oleh Abraham dimana dia tidak melihat fisiknya yang sudah lemah, juga keberadaan Sara, istrinya, yang sudah tertutup rahimnya. “Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah.” (Roma 4:20);
  3. Biarlah pada akhirnya Tuhan memperhitungkan kepercayaan kita sebagai suatu kebenaran yaitu dibenarkan oleh Tuhan, sehingga kita mengalami mukjizat dan kuasa Firman Tuhan dan Tuhan berkata: “Jadilah seperti yang engkau percaya” (Lukas 18:7-8).

Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.” (Lukas 17:19).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami mukjizat Tuhan karena tidak bimbang tetapi tetap percaya kepada janji Allah!

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 15-16

Rabu, 21 Oktober 2026

HIDUP ARIF DAN PENUH ROH

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

EFESUS 5:15-19

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa artinya “mempergunakan waktu” dalam kehidupan sehari-hari?
  2. Apa bedanya mabuk anggur dengan penuh Roh Kudus?
  3. Bagaimana kita bisa memenuhi pikiran dan hati dengan Roh setiap hari?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,” (Efesus 5:15).

Kita hidup di zaman yang mirip dengan Efesus: ramai, penuh tawaran, hiburan, dan kesibukan.

anpa sadar, banyak orang hidup mengikuti arus—bangun, bekerja, scroll media sosial, tidur, lalu ulang lagi.

Paulus mengingatkan kita untuk “memperhatikan dengan saksama” bagaimana kita hidup.

Artinya, hidup orang percaya tidak boleh asal jalan. Kita dipanggil untuk hidup dengan sadar, sengaja, dan bijak.

Tuhan tidak ingin kita menjadi orang bebal yang menyia-nyiakan waktu, tetapi orang arif yang tahu bahwa setiap hari adalah kesempatan dari Tuhan.

Hidup arif berarti mengerti kehendak Tuhan dan mempergunakan waktu dengan bijak.

Kata “waktu” di sini bukan sekadar jam atau menit, tetapi kairos—kesempatan yang Tuhan berikan.

Hari-hari ini jahat, penuh distraksi dan tipuan, sehingga mudah bagi kita menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tidak kekal.

Orang arif bertanya: “Apakah yang aku lakukan ini menyenangkan Tuhan? Apakah ini membangun hidupku dan orang lain?” Ia tidak hanya tahu kehendak Tuhan, tetapi melakukannya.

Hidup arif bukan tentang pintar bicara, tetapi tentang memilih dengan benar di hadapan Tuhan.

Hidup penuh Roh Kudus adalah sumber kekuatan, sukacita, dan pengendalian diri yang sejati.

Paulus membandingkan mabuk anggur dengan penuh Roh.

Mabuk membuat orang dikendalikan oleh zat, kehilangan kontrol, dan melakukan hal yang memalukan.

Sebaliknya, penuh Roh membuat orang dikendalikan oleh Tuhan, sehingga hidupnya menghasilkan mazmur, kidung pujian, nyanyian rohani, dan ucapan syukur.

Bukti penuh Roh bukan hanya perasaan emosional, tetapi hati yang menyanyi bagi Tuhan, perkataan yang membangun, dan hidup yang bersyukur.

Orang yang penuh Roh akan makin mencintai firman, makin mengasihi sesama, dan makin taat kepada Tuhan.

Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman.

Pertama, Rencanakan dan Gunakan Waktumu dengan Sadar.

Buat jadwal harian yang mencakup waktu untuk Tuhan, keluarga, pekerjaan, dan istirahat.

Evaluasi kegiatan yang menghabiskan banyak waktu tetapi tidak membangun.

Sebelum melakukan sesuatu, tanyakan: “Apakah ini kehendak Tuhan? Apakah ini mempergunakan kesempatan dengan baik?”

Kedua, Isi Hidupmu dengan Roh Setiap Hari.

Bacalah firman Tuhan, berdoalah, pujilah Tuhan dengan nyanyian, dan ucapkan syukur dalam segala hal.

Jauhkan diri dari hal-hal yang membuatmu kehilangan kontrol, seperti hiburan berlebihan, atau kebiasaan yang menguasai.

Carilah komunitas yang suka memuji Tuhan, agar hatimu terus dipenuhi Roh.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana menggunakan waktu secara efektif setiap hari.

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 14

Selasa, 20 Oktober 2026

HIDUP DALAM AJARAN YANG MENYELAMATKAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 TIMOTIUS 4:12-16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dalam hal apa saja Timotius harus menjadi teladan menurut ayat 12?
  2. Mengapa Paulus menekankan pentingnya “mengawasi diri sendiri dan ajaran” (ayat 16)?
  3. Bagaimana hidup yang benar dapat “menyelamatkan” diri sendiri dan orang lain?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“…Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12).

Timotius adalah seorang pemimpin muda di tengah jemaat yang mungkin berisi orang-orang yang lebih tua dan berpengalaman.

Di zaman itu, usia sangat dihormati, dan seorang muda bisa dengan mudah diabaikan atau diragukan.

Tetapi Paulus tidak ingin Timotius mundur karena usianya. Ia berkata, “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda.”

Sebaliknya, Timotius dipanggil untuk menjadi teladan. Ini adalah pelajaran bagi kita semua, baik muda maupun tua: usia bukan penghalang untuk melayani Tuhan.

Yang penting bukan berapa umur kita, tetapi bagaimana kita hidup.

Tuhan memakai siapa saja yang mau dipakai, asalkan hidupnya berkenan kepada-Nya.

Integritas hidup adalah kunci pelayanan yang berkenan kepada Tuhan.

Paulus menyebut lima area di mana Timotius harus menjadi teladan: perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian.

Artinya, pelayanan bukan hanya tentang apa yang kita katakan dari mimbar, tetapi tentang bagaimana kita hidup sehari-hari.

Orang tidak akan mendengarkan ajaran kita jika hidup kita tidak sesuai dengan ajaran itu.

Seorang guru yang mengajarkan kejujuran tetapi berbohong akan kehilangan wibawa.

Seorang pemimpin yang mengajarkan kasih tetapi kasar kepada keluarganya akan diragukan.

Karena itu, sebelum kita berbicara tentang kebenaran, kita harus lebih dulu menghidupinya.

Hidup yang benar adalah “khotbah” yang paling kuat.

Ketekunan dalam firman dan ajaran yang benar membawa keselamatan bagi diri sendiri dan orang lain.

Paulus berkata, “Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu.

Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengarkan engkau.”

Ini bukan berarti kita diselamatkan oleh perbuatan baik, tetapi hidup yang tekun dalam firman menunjukkan bahwa iman kita sungguh-sungguh hidup.

Guru yang setia akan menjaga hidupnya sendiri dan ajarannya, sehingga ia tidak menyesatkan orang lain.

Sebaliknya, ajaran yang salah dapat menyesatkan banyak orang.

Karena itu, kita harus rajin membaca firman, merenungkannya, dan mengajarkannya dengan benar.

Dengan demikian, kita menjadi saluran berkat dan keselamatan bagi orang-orang di sekitar kita.

Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman.

Pertama, Jadilah Teladan di Lingkungan Terdekat.

Mulailah dari rumah, pekerjaan, atau sekolah.

Perhatikan perkataanmu—apakah membangun atau menyakiti?

Perhatikan tingkah lakumu—apakah jujur dan penuh kasih?

Perhatikan kesetiaanmu—apakah bisa dipegang janjinya?

Mintalah Roh Kudus menolongmu untuk hidup benar, bukan hanya di depan orang, tetapi juga saat tidak ada yang melihat.

Kedua, Bertekunlah dalam Firman Setiap Hari.

Jangan hanya membaca Alkitab saat ada waktu luang.

Jadwalkan waktu khusus untuk membaca, merenungkan, dan mempraktikkan firman.

Jika kamu seorang pengajar atau pemimpin, pastikan ajaranmu sesuai dengan Alkitab.

Jangan malas belajar dan berdoa.

Dengan tekun, hidupmu akan bertumbuh, dan orang lain akan diberkati melalui dirimu.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana hubungan antara integritas dan ketekunan mempelajari Alkitab.

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 12-13