Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Tuhan memberikan perintah agar umat-Nya bersukacita, apakah alasannya?
Mengapa Tuhan meminta agar kebaikan hati kita diketahui semua orang?
Tuhan menghendaki agar umat Tuhan bersukacita, bergembira oleh karena kita mengenal dan dikenal oleh Tuhan.
Kita bersukacita karena kita telah mengalami dan merasakan kasih-Nya, anugerah-Nya, kebaikan-Nya.
Dan bersukacita bahkan ditengah situasi yang sulit ini besar kuasanya.
Perasaan bahagia, hati yang gembira ini akan memicu hormon doparmin, oksitosin, serotonin, dan endorfin.
Dan efek dari zat kimiawi ini antara lain akan menyebabkan suasana hati yang positif, membangkitkan optimisme dan gairah.
Jika ini terus berlangsung, bukankah hal ini akan meningkatkan daya tahan tubuh.
Itulah sebabnya Salomo dengan hikmat yang Tuhan berikan dapat mengatakan: “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang”.(Amsal 17:22).
Orang yang berbahagia, terlebih dalam situasi yang sukar, juga akan membuat orang bertanya-tanya.
Dan bukankah hal ini adalah kesempatan yang baik untuk kita bersaksi.
Karena Tuhan juga menghendaki agar kebaikan kita diketahui oleh semua orang.
Tujuannya tentu bukan supaya kita pamer kebaikan, pamer bahwa kita diberkati Tuhan, khususnya berkat-berkat finansial.
Tuhan ingin agar kita mengabarkan, menceritakan kasih dan anugerah Tuhan yang telah kita alami.
Anugerah Tuhan yang telah membuat kita menjadi ciptaan baru dengan perilaku yang sudah Tuhan ubahkan dan yang sedang Tuhan ubahkan.
1 Timotius 3:7: “Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.”
Ayat ini memang ditujukan sebagai kriteria seorang penilik jemaat.
Artinya ini memang kriteria untuk para pemimpin, khususnya bagi penatua, gembala jemaat, pengkhotbah, pemimpin jemaat.
Tetapi secara umum, sangat baik jika kita juga mempunyai nama baik di luar jemaat.
Artinya kita bukan dikenal sebagai orang yang: pemalas, pemarah, kikir, pembohong dan sifat buruk lainnya.
Tetapi teman kita di kampus atau rekan di kantor atau tetangga, jika ada yang bertanya, maka mereka akan mengatakan bahwa kita adalah orang yang baik, misalnya: suka menolong, murah hati, rajin, di tempat kerja tidak pernah melakukan hal yang tercela.
Jadi, marilah kita berlomba dalam berbuat baik, bukan supaya kita terkenal dan orang memuji kita.
Tetapi supaya kita menjadi berkat bagi orang lain dan nama Tuhan dimuliakan. Sekali lagi, agar nama Tuhan yang ditinggikan, bukan kita yang dipuji.
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang arti dari: mencuri kemuliaan Tuhan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang dilakukan oleh Diotrefes sehingga dia dipandang sebagai orang yang jahat?
Apa tanda orang yang dikenal Allah?
Tuntutan menjadi orang yang baik tidak begitu sering dilontarkan oleh pemimpin Kristen.
Karena menjadi orang yang “baik” juga merupakan anjuran umum dari banyak orang, yang berlaku juga secara umum, untuk semua orang, tanpa memandang agama dan latar belakang.
Lalu kebaikan apa yang membedakan umat Tuhan dengan kebaikan universal yang biasa dipahami oleh masyarakat luas?
Umat Tuhan selayaknya memiliki kebaikan universal yang dipahami oleh masyarakat umum dan yang berpadanan dengan nilai-nilai Alkitab.
Misalnya: rajin, sopan, jujur, disiplin, ulet dalam bekerja, tidak mudah menyerah, ringan tangan dalam menolong sesama yang membutuhkan, berintegritas (apa yang diucapkan sama dengan apa yang dikerjakan).
Lalu sifat-sifat baik apakah yang dapat ditemukan dalam Firman Tuhan, antara lain:
Kisah Para Rasul 11:24: “karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.” Orang baik adalah orang yang penuh dengan Roh Kudus, artinya yang hidupnya dipimpin oleh Roh dan yang bertindak dengan iman. Bukan orang sembrono yang bertindak sembarangan.
Efesus 5:8-9: “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.” Orang yang baik adalah orang yang hidup di dalam terang, tidak suka menyembunyikan perbuatan dosa, tidak bersikap munafik atau memakai topeng untuk menyembunyikan kesalahannya.
Titus 2:12: “Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini.” Orang baik adalah orang yang tidak hidup dengan nilai-nilai duniawi, misalnya mengejar kekayaan dan kesenangan duniawi. Orang baik dalam pandangan Tuhan, akan memprioritaskan untuk mencari apa yang Tuhan suka, bukan apa yang dia suka. Mereka juga akan hidup bijaksana, bersikap adil, senang beribadah atau bersekutu dengan saudara seiman.
Galatia 6:10: “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” Tuhan juga menginginkan agar kita menaruh perhatian khusus kepada saudara seiman, memperhatikan kebutuhan mereka, berdoa bagi mereka.
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang pengalamanmu dalam melakukan berbagai kebaikan. Baik di rumah, di gereja, di sekolah/kampus dan di tempat kerja
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Selama kita hidup bermasyarakat, kepada siapakah kita harus tunduk dan hormat?
Apa tujuan Allah sehingga kita perlu berbuat baik?
Allah adalah Allah yang Baik, Allah yang berlimpah kebaikan-Nya.
Dan Dia menginginkan agar umat tebusan-Nya pun menjadi umat yang baik.
Dan kita tentu tidak bisa mengatakan bahwa kita adalah orang yang baik, tanpa ada konfirmasi dari lingkungan dimana kita tinggal, bekerja dan beraktivitas.
1 Petrus 2:13-14 “Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.”
Tuhan menghendaki agar kita menjadi warga negara yang baik: tunduk kepada pemerintah, yang memegang kekuasaan eksekutif.
Tunduk kepada aparat penegak hukum: kepolisian, kejaksaan dan semua lembaga yudikatif.
Sekali pun tidak ada lembaga yang ideal, tetapi Tuhan lah yang menetapkan pemerintahan di sebuah negara.
Roma 13:1 “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.”
Jadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Kita jangan ragu untuk menghormati pemerintah, aparat penegak hukum.
Misalnya, jika sudah bekerja maka kita taat dalam membayar pajak.
Di jalan raya kita taat pada peraturan lalu lintas.
Misalnya tidak menjalankan kendaraan ketika lampu lalu lintas pada posisi Merah, sekali pun lalu lintas sepi di malam hari.
Di sekolah atau di kampus kita menghormati guru dan dosen yang mengajar kita.
Di tempat kerja kita menghormati atasan kita atau pemilik perusahaan dimana kita bekerja.
Efesus 6:5-6 “Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah.”
Dan kita tidak boleh lupa untuk menghormati dan mentaati orang tua kita, berbuat baik bagi mereka.
Efesus 6:1-3 “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.”
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang pengalamanmu dalam ketaatan terhadap pemerintah dan semua lembaga sekuler: sekolah, kampus, dan sebagainya.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya saudara dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Situasi apakah yang dialami oleh petani?
Apakah yang dimaksud dengan jejak yang mengeluarkan lemak?
Membaca ayat-ayat di atas maka kita melihat bahwa Allah adalah yang Baik, Allah yang Pemurah.
Ketika petani membajak sawah, Allah mengairi alur tanah yang dibajak, sehingga tanah menjadi lunak dan lebih mudah dibajak.
Kemudian tanah disiram oleh air hujan, sehingga tunas pun bertumbuh subur.
Sehingga akhirnya petani pun dapat memperoleh panen melimpah, dikatakan “lembah-lembah berselimutkan gandum, semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi”.
Ini adalah gambaran bahwa Allah adalah Bapa kita yang sungguh baik, Bapa yang murah hati, Bapa yang melimpahkan berkat bagi anak-anak-Nya.
Siapakah anak-anak-Nya, ya kita, umat yang telah ditebus dengan darah Anak-Nya yang pada bulan yang lalu kita memperingati kematian dan kebangkitan-Nya.
Allah itu baik karena Dia mengasihi kita dan menginginkan yang terbaik untuk kita.
Kebaikannya ditunjukkan melalui tindakannya terhadap kita.
Bahkan, kita melihat bukti kebaikan Tuhan setiap hari. Kita melihatnya pada matahari yang terbit setiap pagi, pada hujan yang turun dari langit, dan pada bunga-bunga yang bermekaran.
Kita sangat patut berterima kasih kepada Tuhan untuk setiap pemberian baik yang kita terima dari-Nya.
Tuhan adalah Bapa yang murah hati, memberikan pemberian yang baik kepada anak-anak-Nya.
Anugerah pemberian ini meliputi kesembuhan, perlindungan, damai sejahtera, sukacita, kekuatan, kebijaksanaan, dan banyak berkat lainnya.
Tuhan telah memberi kita lebih dari yang pantas kita terima.
Dia mengutus Putera-Nya untuk mati di kayu salib untuk dosa-dosa kita, dan membangkitkan Dia dari kematian.
Ini berarti bahwa kita tidak perlu lagi takut akan hukuman kekal dan kematian.
Sebaliknya, kita dapat hidup dengan keyakinan karena mengetahui bahwa Tuhan akan menjaga kita.
Ada begitu banyak ayat-ayat Alkitab tentang kebaikan Tuhan, selain dari yang sudah kita baca.
Dan oleh karenanya, layaklah bagi kita untuk melayani Bapa yang baik dan penuh kasih, yang setia menyediakan kebutuhan bagi umat-Nya di saat mereka membutuhkan.
Mazmur 103:8: “TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.”
Ratapan 3:25: “TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.”
Saudara, dalam kelompok pemuridan diskusikan tentang pengalamanmu menerima kebaikan Tuhan.