Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah 1 Korintus 6:19!
Siapakah yang telah memiliki hidup kita karena telah membelinya dari kuasa si jahat?
Dijadikan apakah tubuh kita setelah dimiliki oleh Allah?
Apakah tujuan Allah menjadikan tubuh kita sebagai Bait Roh Kudus?
Rasul Petrus mengatakan Allah telah menebus hidup kita dari kehidupan yang sia-sia dan menjadikan kita adalah milik Allah.
”Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” (1 Petrus 1:18-19).
Penebusan itu yang menyebabkan hidup kita menjadi milik Allah dan tubuh kita dijadikan Bait Roh Kudus atau Bait Allah.
Dan tujuannya adalah agar kita menceritakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Allah.
”Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang Ajaib.”(1 Petrus 2:9).
Sebagai Bait Allah atau Bait Roh Kudus maka kita harus mengalirkan kehidupan Kristus dalam memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Allah, karena Roh Kudus tinggal di dalam kita.
Dan Yesus telah berjanji bahwa jika kita menerima Roh Kudus maka dari dalam hati kita akan mengalir aliran-aliran air hidup.
”Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.” (Yohanes 7:38-39).
Kita harus senantiasa membangun keintiman dengan Roh Kudus serta hidup dalam kekudusan agar aliran-aliran kehidupan dari Roh Kudus tidak terhambat oleh ketidakkudusan sehingga selalu ada aliran kehidupan Kristus yang mengalir keluar dari hidup kita yaitu kasih yang sangat mendalam kepada semua orang termasuk musuh kita sehingga setiap orang diberkati dan dibangun melalui kehidupan kita karena mereka mendengarkan Kabar Baik.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara membangun kehidupan yang senantiasa mengalirkan kehidupan Kristus kepada orang lain.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Yohanes 15:5!
Bapa sorgawi adalah pengusaha kebun anggur. Dan siapakah pokok anggurnya dan sebagai apakah kita?
Apakah yang dilakukan oleh Yesus agar ranting-ranting pokok anggur senantiasa berbuah?
Apakah yang menjadi bagian kita sebagai ranting pokok anggur agar senantiasa berbuah?
Bapa sorgawi adalah pengusaha kebun anggur dan Yesus adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-ranting-Nya. Bapa ingin agar kita berbuah lebat.
Untuk kita berbuah lebat maka kita harus mau dibersihkan oleh Tuhan dari setiap hal yang menghalangi kita untuk berbuah lebat, diantaranya: kehidupan duniawi, kedagingan, pola pikir yang salah, tujuan hidup yang salah, dimana hal tersebut dapat membuat kita tidak selaras dengan Tuhan.
”Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.”(Mazmur 1:1).
Itulah sebabnya kita tidak boleh berjalan, tidak boleh berdiri, tidak boleh duduk dengan pola-pola orang dunia sehingga kita tidak menampakkan kehidupan Kristus.
Tuhan Yesus akan membersihkan kita dari dasar-dasar kehidupan yang salah, dan kita harus memiliki hati yang mau dibersihkan.
Kita juga harus membangun kehidupan yang melekat kepada Yesus agar selalu berbuah lebat yaitu tinggal dan hidup di dalam Firman Tuhan.
”Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”(Mazmur 1:2-3).
Untuk senantiasa melekat dengan Tuhan maka kita harus hidup bersekutu dengan Firman Tuhan, selalu mau menerima Firman Tuhan dengan cara membaca dan merenungkan Firman Tuhan, kemudian melakukan dan mendeklarasikan Firman Tuhan sampai hati dan pikiran kita selalu dipenuhi oleh Firman Tuhan sehingga kita selalu berjalan dalam kebenaran Firman Tuhan dan Firman Tuhan yang senantiasa memerdekakan hidup kita sehingga kita memiliki iman yang berkemenangan untuk berbuah lebat.
Firman Tuhan yang kita miliki itu akan membuat kita senantiasa berbuah lebat dan dapat mengalirkan kehidupan Yesus dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara pengalaman saudara untuk membangun kehidupan yang melekat kepada Yesus.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Galatia 5:25!
Bagi barangsiapa yang menjadi milik Kristus Yesus, hal-hal apakah yang telah disalibkan?
Ketika kita telah menyalibkan keinginan daging maka siapakah sebenarnya yang memimpin kehidupan kita?
Sebutkan buah Roh sebagai representasi dari kehidupan kita yang dipimpin oleh Roh Kudus?
Bagi setiap orang yang percaya maka dari dalam batin mereka selalu mengalir kehidupan Kristus sebagai buah Roh diantaranya kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.
Hal ini meneguhkan Firman Tuhan dari Roma 14:17”Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”
Dimana karena kita memiliki Kerajaan Allah yaitu Kristus Yesus, kerajaan yang tidak tergoncangkan maka dari dalam diri kita selalu mengalir damai sejahtera, sukacita dan kebenaran demi kebenaran yang selalu memerdekakan kita.
Aliran tersebut akan menjamah banyak orang disekitar kita lewat perkataan dan perbuatan baik yang kita lakukan.
Agar kehidupan Kristus senantiasa mengalir keluar dari dalam kehidupan kita, maka kita tidak hanya hidup oleh Roh, tetapi juga harus dipimpin oleh Roh dengan cara senantiasa hidup menyalibkan keinginan daging dan memikirkan perkara-perkara dari Roh.
”Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.” (Roma 8:5-6).
Dan untuk kita senantiasa memikirkan hal-hal yang dari Roh maka kita harus hidup merenungkan, melakukan dan mendeklarasikan Firman Tuhan sehingga hidup kita dikuasai oleh Firman Tuhan dan dengan demikian kita senantiasa dipimpin oleh Roh.
”Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti.” (Yesaya 48:18).
Dengan senantiasa hidup dipimpin oleh Roh maka kita senantiasa mengalirkan kehidupan Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusikanlah di dalam komunitas saudara bagaimana kehidupan Kristus senantiasa mengalir melalui hidup saudara karena senantiasa membangun kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang diminta Yesus dari perempuan Samaria?
Apakah yang ditawarkan oleh Tuhan Yesus kepada perempuan Samaria?
Apakah yang dimaksud dengan air hidup itu?
“Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal “. (Yohanes 4:13-14).
Orang-orang Yahudi pada saat itu umumnya menganggap orang-orang Samaria adalah orang-orang yang kotor, oleh karena itu orang Yahudi tidak mau bergaul dengan orang Samaria.
Orang Samaria dahulunya adalah suku-suku bukan Yahudi yang dikirim Raja Asiria untuk menggantikan kesepuluh suku yang dibawa ke pembuangan dan campur baur dengan sisa orang yahudi yang ditinggalkan.
Namun orang Samaria belajar menyembah Allah seperti orang Yahudi dengan motivasi saat itu supaya selamat dari serangan binatang buas.
Mereka percaya kitab Musa, namun tidak percaya kitab para nabi seperti orang Yahudi.
Sekalipun orang Samaria dibenci orang Yahudi, tetapi Tuhan Yesus sekalipun orang Yahudi, dengan sengaja datang bertemu perempuan Samaria dan memberitakan injil kepada orang-orang Samaria.
Saudara, Tuhan Yesus menawarkan air hidup kepada perempuan Samaria, saat perempuan itu sedang mengambil air untuk kehidupannya.
Tanpa air semua manusia akan mati, oleh karena itu setiap hari orang memerlukan air.
Manusia selalu membutuhkan air. Tuhan Yesus adalah air hidup, semua orang tanpa Tuhan Yesus akan mati, oleh karena itu semua orang harus percaya Tuhan Yesus supaya tidak binasa.
Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus akan menerima Roh Kudus, sebagai mata air kehidupan yang terus menerus memancar.
Orang Kristen sejati adalah orang Kristen yang dari dalam hidupnya mengalir aliran-aliran air hidup.
Orang Kristen tidak akan kekurangan sukacita dan damai sejahtera, sebaliknya mereka akan mengalirkannya kepada orang-orang di sekitarnya.
Dunia membutuhkan sukacita dan damai sejahtera, kitalah yang diberikan anugerah untuk menjawab kebutuhan dunia.
Renungkanlah, apakah kita sudah mengalirkan sukacita dan damai sejahtera bagi lingkungan dekat kita.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya dan dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah yang di tawarkan Yesus kepada orang banyak saat itu?
Apakah yang akan terjadi saat mereka percaya Tuhan Yesus?
Apakah yang dimaksud dengan aliran air hidup?
“Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” (Yohanes 7:38).
Ketika Tuhan Yesus mengatakan bahwa dari hati orang percaya akan mengalir aliran air hidup, Tuhan Yesus kemungkinan sedang mengutip Yehezkiel 47:1-12.
Bagi para pendengar berlatar belakang orang Farisi tentu mereka pernah mendengar nubuatan ini.
Yehezkiel 47:8 “Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah”.
Air yang mengalir dari bait suci ini pada akhirnya menjadi sungai yang besar dan memberikan kehidupan.
Yehezkiel 47:9 “sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup”.
Jadi Tuhan Yesus sedang menjelaskan nubuatan dalam kitab Yehezekiel itu akan terjadi saat orang percaya kepada-Nya.
Saudara, kita adalah bait Allah.
Setelah percaya kepada Tuhan Yesus, kita menerima Roh Kudus di dalam hati kita, yang menjadi mata air kehidupan yang terus menerus memancar.
Seperti yang dicatat dalam Yehezekiel 47:9, dari bait Allah mengalir air dan menjadi sungai besar, kemana saja sungai itu mengalir disana ada kehidupan.
Kita semua seharusnya mengubah sekeliling kita menjadi daerah yang subur.
Kehadiran kita membawa kabar baik, dan Roh Kudus menggunakan kabar baik itu untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.
Roh Kudus melahir-barukan orang-orang berdosa.
Saudara, setiap orang dalam bidupnya akan mempengaruhi hidup orang lain, entah itu baik atau buruk.
Sebagai orang-orang yang sudah menerima Roh Kudus, kita diberikan potensi untuk mengubahkan keadaan sekeliling kita.
Melalui kesaksian gaya hidup kita dan kesaksian dari mulut, kita sedang mengalirkan kehidupan Kristus kepada orang-orang berdosa.
Diskusikan dengan rekan-rekan PA, bagaimana tetap mengalirkan air hidup dalam kehidupan sehari-hari.