Senin, 23 Februari 2026

TUBUH SEBAGAI MILIK ALLAH

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

I KORINTUS 6:15-20

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah I Korintus 6:19.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kepada siapakah kita mengikatkan diri sehingga kita menjadi satu roh dengan Dia?
  2. Sebagai apakah status diri kita karena mengikatkan diri dengan Roh Kristus?
  3. Menjadi milik siapakah tubuh kita setelah mengikatkan diri kepada Roh Tuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ketika kita mengalami kelahiran kembali kita harus memahami bahwa kita telah mengikatkan diri kepada Tuhan dan kita menjadi satu roh dengan Dia.

“Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” (I Korintus 6:17).

Akibatnya hidup kita bukan milik kita lagi melainkan milik Allah dan tubuh kita dijadikan sebagai bait Roh Kudus. Hal itu terjadi karena kematian Yesus di kayu salib telah membeli dan menebus kita dari dosa dan kuasa iblis.

”Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (I Korintus 6:19-20).

”Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.” (Ibrani 2:14-15).

Dengan pemahaman yang benar bahwa tubuh kita adalah milik Allah maka Tuhan ingin agar kita memberi respon yang benar terhadap kebenaran ini, yaitu:

  1. Kita harus menjauhkan diri dari mencintai dunia ini dan menjauhkan diri dari dosa percabulan, yang membuat kita dapat diikat oleh dunia ini. ”Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” (I Yohanes 2:15-16);
  2. Karena kita adalah milik Allah maka kita telah mati terhadap dosa. ”Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.” (Roma 6:11);
  3. Kita harus menyerahkan tubuh kita bagi Allah untuk memuliakan Allah dengan tubuh kita. ”Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.” (Roma 6:13). ”Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (I Korintus 6:20).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara apa yang saudara lakukan ketika menyadari bahwa tubuh saudara adalah milik Allah.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 28-30

Minggu, 22 Februari 2026

KITA SEBAGAI TEMPAT HADIRAT-NYA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

I KORINTUS 3:11-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah I Korintus 3:16.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang harus menjadi dasar kehidupan kita dan dari bahan apakah kita membangunnya?
  2. Mengapa harus dibangun dengan dasar Yesus Kristus dan bahan-bahannya emas, perak dan batu permata?
  3. Sebagai apakah kita ketika membangun kehidupan kita diatas dasar Yesus Kristus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan berkata bahwa Dia akan menggoncangkan bumi tetapi di masa yang akan datang Tuhan juga akan menggoncangkan langit juga.

Hal itu terjadi untuk membuktikan bahwa hanya yang dibangun dalam Kerajaan Allah yang tidak akan tergoncangkan.

“Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.” (Ibrani 12:26-27).

Oleh karena itu kita harus meletakkan dasarnya sebelum membangunnya.

Dan dasar yang utama adalah Yesus Kristus karena dasar-dasar yang lain pastilah tergoncangkan.

Dasar utamanya adalah Yesus Kristus dan bukti bahwa kita memiliki dasar Yesus Kristus adalah kita selalu mendengar dan melakukan perkataan-perkataan Kristus dimana kita membangunnya diatas dasar batu, tidak tergoncangkan.

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.” (Matius 7:24-25).

Kemudian kita juga harus memperhatikan bahan-bahan yang harus dipakai untuk membangunnya, haruslah emas, perak dan batu permata dan bukan kayu, rumput kering atau jerami supaya tidak hangus oleh api yaitu karakter dan kasih.

”Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.” (II Petrus 1:5-8).

Ketika kita membangun dengan benar dan sesuai dengan pola Tuhan, maka kita dijadikan rumah atau tempat kehadiran Tuhan baik secara pribadi maupun tubuh Kristus.

”Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.” (Keluaran 25:8).

”Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.” (Wahyu 21:3).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara membangun kehidupan rohani yang membuat saudara dapat merasakan bahwa saudara adalah tempat kehadiran Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 26-27

Sabtu, 21 Februari 2026

HATI YANG LURUS DIHADAPAN ALLAH

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 8:18-25

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Kisah Para Rasul 8:22.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dialami oleh orang-orang di Samaria ketika rasul-rasul menumpangkan tangan?
  2. Sikap hati yang bagaimanakah yang dimiliki oleh Simon sehingga dia ditegur oleh Rasul Paulus?
  3. Coba sebutkan kejahatan dari hati Simon sehingga disebutkan bahwa hatinya tidak lurus dihadapan Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Allah mencurahkan Roh Kudus kepada orang-orang yang ada di Samaria melalui pemberitaan Injil oleh Filipus dan penumpangan tangan oleh Petrus dan Yohanes.

Namun Simon yang sudah percaya dan dibaptis ingin memiliki kuasa Roh Kudus dengan cara menawarkan uang kepada rasul-rasul dan dia tidak mengalaminya karena memiliki hati yang tidak lurus dihadapan Tuhan dan memiliki hati yang jahat dan motivasi yang salah dalam bergerak bersama dengan Roh Kudus.

Sikap yang demikian dapat membuat Roh Kudus berduka dan bahkan melawan Tuhan seperti yang dialami oleh Ananias dan Safira dimana mereka mendustai rasul-rasul dalam hal penjualan tanah sehingga karena mereka juga mendustai Roh Kudus sehingga berakibat kepada kematian Ananias dan Safira.

Ketika kita bergerak dengan kuasa Roh Kudus maka Allah ingin agar kita juga bergerak dengan kekudusan Allah di dalam hati kita dimana kita tidak menyimpan dosa dan kejahatan dan memiliki hati nurani yang murni.

“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” (Matius 5:8).

“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.” (Mazmur 24:3-4).

”Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.” (Mazmur 66:18).

Agar kita memiliki hati yang lurus dan tidak menyimpan kejahatan dalam bergerak dengan kuasa Roh Kudus maka kita harus memperhatikan hal-hal:

  1. Kuasa Roh Kudus bukan untuk kepentingan memuliakan diri kita dan meninggikan diri kita dan pamer kemampuan kita tetapi hanya untuk memuliakan Allah karena hal tersebut diberikan kepada kita sebagai kasih karunia saja;
  2. Milikilah motivasi yang benar dimana ketika kuasa Roh Kudus dinyatakan hanya untuk kepentingan Tuhan dimana Tuhan memakai kita sebagai anugerah untuk orang-orang mengalami perjumpaan dengan Tuhan;
  3. Kita harus memahami bahwa demonstrasi kuasa Roh Kudus untuk membuat orang-orang dan jemaat Tuhan semakin memiliki rasa takut akan Tuhan dan semakin mengagumi Tuhan serta semakin banyak orang yang percaya kepada Tuhan.

”Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.” (Kisah Para Rasul 5:11).

”Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan.” (Kisah Para Rasul 5:14).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara senantiasa memiliki sikap hati yang lurus dalam bergerak dengan kuasa Roh Kudus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 23-25

Jumat, 20 Februari 2026

KEPENUHAN ROH KUDUS

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 8:14-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Kisah Para Rasul 8:17.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang didengar oleh rasul-rasul di Yerusalem sehingga mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke Samaria?
  2. Hal apakah yang dilakukan oleh Petrus dan Yohanes agar orang-orang Samaria beroleh Roh Kudus?
  3. Dengan cara bagaimanakah rasul Petrus dan Yohanes sehingga orang-orang di Samaria beroleh Roh Kudus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan sedang membawa setiap orang untuk mengalami keserupaan Kristus dan mengalami realita Kristus dan janji-janji Tuhan telah menunjukkan bahwa hal itu akan segera terjadi, mulai dari pemilihan-Nya bagi kita untuk menjadi anak-anak-Nya serta hidup yang dikuduskan-Nya sehingga tidak bercacat cela.

“Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.” (Efesus 1:4-5).

Orang-orang harus menerima Firman itu sebagai janji dari Allah dan mengalami kelahiran kembali.

Namun janji Tuhan tidak sampai memberikan Firman-Nya saja tetapi Allah juga memberikan Roh Kudus agar kita mengalami kepenuhan-Nya melalui kepenuhan Roh Kudus.

Itulah sebabnya orang-orang perlu mengalami pekerjaan Roh Kudus dan tidak hanya pekerjaan Firman Tuhan.

”Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.” (Kisah Para Rasul 2:17-18).

”Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” (II Korintus 3:17-18).

Dan Roh Kudus itu yang akan membawa kita terus menerus mengalami kepenuhan Kristus dan kepenuhan Allah.

Oleh sebab itu kita harus memulainya dengan bergaul dengan Firman Tuhan dan kemudian bergaul dengan Roh Kudus.

”Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” (II Korintus 13:14).

”Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.” (Efesus 1:14).

Oleh karena itu marilah kita senantiasa bersekutu dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus sehingga selalu mengalami kepenuhan Roh Kudus untuk mengalami hari-hari hidup yang penuh dengan kemenangan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara senantiasa mengalami kepenuhan Kristus dan Roh Kudus melalui persekutuan dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 21-22

Kamis, 19 Februari 2026

KUASA ALLAH MENGALAHKAN KUASA GELAP

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 4:9-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa perbedaan antara cara Simon menggunakan “kuasa”-nya (ayat 9-11) dengan cara Filipus menggunakan kuasa Allah (ayat 12-13)?
  2. Mengapa orang Samaria yang sebelumnya mengagungkan Simon (ayat 10) dapat beralih percaya kepada pemberitaan Filipus?
  3. Menurut pengamatanmu, “kuasa palsu” seperti apa yang masih “memesona” orang-orang di sekitarmu saat ini, dan bagaimana Injil dapat menjawabnya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan” (Kisah Para Rasul 8:12).

Sebelum Injil datang, kota Samaria telah lama hidup dalam pesona.

Simon, dengan sihirnya, telah menciptakan ilusi kuasa yang membuat orang takjub dan menyembahnya.

Ini adalah gambaran sempurna tentang dunia kita—banyak hal dan orang mengklaim memiliki “kuasa besar” untuk memberikan kepuasan, kesuksesan, atau pengalaman spiritual (kuasa uang, okultisme, ilmu gaib, kultus individu).

Kuasa-kuasa ini memesona tetapi pada akhirnya membelenggu.

Latar belakang ini mengingatkan kita bahwa pertempuran rohani bukanlah dongeng. Ia nyata dan hadir di tengah masyarakat.

Namun, kisah ini juga memberi kita pengharapan: di mana kuasa kegelapan berkuasa, di situlah Injil Kerajaan Allah paling dibutuhkan dan paling berkuasa untuk menerobos.

Perbedaan mendasar antara kuasa kegelapan dan Kuasa Allah.

Kuasa Simon (sihir) bertujuan untuk “memesona” (ayat 9, 11)—membuat orang terpukau, terhipnotis, tetapi tetap dalam kendalinya.

Hasilnya adalah kultus kepribadian (ayat 10).

Sebaliknya, Kuasa yang dibawa Filipus melalui pemberitaan Injil bertujuan untuk “membebaskan dan mengubah”.

Ia menyembuhkan yang sakit, mengusir roh jahat, dan membawa orang kepada iman dan baptisan—sebuah tindakan publik untuk memutuskan ikatan dengan masa lalu.

Kuasa Injil tidak membuat orang terkagum-kagum pada sang pemberita, tetapi membawa mereka kepada “nama Yesus Kristus” (ayat 12).

Kuasa Allah memerdekakan dan memusatkan penyembahan kepada Kristus, bukan kepada manusia.

Kuasa Allah tidak menghindari konfrontasi.

Filipus tidak berkhotbah di pinggiran kota; ia langsung masuk ke pusat pengaruh Simon.

Ketika Kuasa Kerajaan Allah yang sejati hadir dengan tanda-tanda otentik, kuasa palsu itu terbongkar dengan sendirinya.

Orang-orang yang tadinya terpesona oleh Simon, kini melihat sesuatu yang lebih besar: kuasa yang tidak hanya memukau, tetapi menyembuhkan dan menyelamatkan.

Hasilnya adalah pertobatan massal, termasuk Simon sendiri (meski nanti terungkap motivasinya belum tulus).

Terang tidak perlu berdebat dengan kegelapan; ia hanya perlu menyinari.

Kehadiran hidup yang dipenuhi Kuasa Allah dan pemberitaan Injil yang jelas akan secara alami mengungkapkan kesia-siaan kuasa palsu dan menarik orang kepada kebenaran.

Hal-hal Praktis untuk Melakukan Firman. Pertama, Kenali dan Tolak Segala “Pesona” Kuasa Palsu di Sekitarmu.

Evaluasi hidupmu: adakah hal-hal yang “memesona” dan mengklaim kuasa atas hidupmu selain Kristus?

Itu bisa berupa praktik spiritual yang tidak alkitabiah, ketergantungan pada ramalan, atau kultus terhadap pemimpin tertentu.

Ambil keputusan untuk menolaknya dan berpegang hanya pada Kristus.

Kedua, Beritakan Injil dengan Keyakinan akan Kuasa yang Menyertainya.

Saat membagikan iman, jangan takut atau merasa inferior.

Percayalah bahwa “Injil adalah kekuatan Allah” (Roma 1:16).

Berdoalah agar Tuhan menyertai pemberitaanmu dengan konfirmasi kuasa-Nya, baik melalui kata-kata hikmat, doa kesembuhan, atau perubahan hidup yang nyata.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana supaya dapat menyatakan kuasa Allah dalam penginjilan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Bilangan 18-20