Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Sebutkanlah daftar buah Roh dan cobalah untuk menghafallkannya!
Apa yang seharusnya terjadi ketika kita menjadi milik Kristus Yesus?
Bagaimana sikap kita kalau hidup oleh Roh?
“REAL”?
Istilah ini banyak dipakai oleh gen Z yang masih usia pelajar untuk menyatakan kepastian atau kesungguhan akan sesuatu.
Sesungguhnya istilah tersebut tidak terlalu baru, karena bicara tentang realita.
Istilah REALITA KRISTUS sudah lama dipakai oleh banyak hamba Tuhan.
Namun, apa sesungguhnya arti dari REALITA KRISTUS?
Sama dengan istilah REAL, Realita bicara tentang sesuatu yang benar-benar terjadi, bisa dirasakan oleh kelima panca indera kita, bukan sesuatu yang khayalan dan mengawang-awang.
Kekristenan banyak berbicara tentang pribadi Tuhan yang ga kelihatan, tentang Surga yang indah tapi juga belum bisa dipahami dan jelas tidak terlihat saat ini di bumi.
Hari ini, melalui kemajuan teknologi apa yang tidak real bahkan menjadi real, seperti foto zaman dahulu yang bisa “dihidupkan” menjadi video, lalu AI yang begitu mendekati asli sampai tidak bisa dibedakan apakah itu real atau hanya buatan.
Di tengah dunia yang menuntut bukti dan berusaha membuat real segala sesuatunya, iman menjadi sesuatu yang sangat menantang.
Tahukah Saudara apa yang bisa membuat kasih Tuhan dan iman menjadi sesuatu yang REAL di tengah dunia yang seperti ini? Ya, buah ROH!
Orang mungkin tidak bisa melihat Roh Kudus, tapi karyaNya yang kelihatan akan menunjukkan dengan jelas bahwa Dia ada.
Jika hidup kita sungguh mengalami realita Kristus, maka buah Roh akan menjadi sesuatu yang tampak jelas dalam hidup kita dan bisa dinikmati oleh orang lain.
Tidak ada kekuatan manusia dan AI yang sanggup membuat kita memiliki buah Roh dalam keseharian kita.
Cobalah renungkan kembali kesembilan buah Roh tersebut, bahkan tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu karena hal tersebut terlalu luar biasa dan ajaib jika terjadi dalam hidup seseorang.
Hanya pribadi Roh Kuduslah yang memampukan kita untuk memilikinya.
Dari kesembilan buah Roh, manakah yang Saudara sangat rindukan terjadi dalam kehidupan Saudara? Diskusikanlah dengan rekan persekutuan Saudara bagaimana agar realita Kristus menjadi semakin nyata dan dinyatakan melalui buah Roh tersebut.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa saja perbuatan daging yang dinyatakan di perikop ini?
Apakah ada perbuatan daging dalam daftar tersebut yang menjadi godaan bagi Saudara?
Apa yang terjadi ketika kita melakukan perbuatan daging tersebut?
Kebanyakan orang Kristen memahami bahwa sebagai pengikut Kristus, kita seharusnya tidak mengikuti perbuatan daging dan hidup dalam ketaatan.
Kebanyakan orang pun tahu bahwa perbuatan daging tidak membawa kebaikan.
Namun yang menjadi masalah adalah: Sekalipun kita tahu bahwa perbuatan daging tidak baik, kita masih tergoda dan mengalami pergumulan untuk tidak mengikutinya.
Ada jarak yang terbentang antara pengetahuan dan keinginan.
Jarak yang Paulus pahami karena ia pun mengalami pergumulan yang sama ketika ia dengan jujur mengungkapkan perasaan dan pemikirannya di Roma 7:13-25.
Hari-hari ini perbuatan daging menjadi lebih berbahaya dan mematikan karena dibungkus dalam sesuatu yang tidak tampak berbahaya serta rohani, belum lagi akses untuk mendapatkan hal-hal yang mendukung kedagingan menjadi jauh lebih mudah.
Penyembahan berhala tidak hanya dalam bentuk patung, tapi dalam semua kenyamanan yang kita kejar.
Iri hati dan perselisihan tidak harus terjadi lewat pertemuan, tapi bisa dilakukan melalui sosial media.
Percabulan, kecemaran, dan hawa nafsu bahkan dilegalkan melalui gerakan LGBTQ dan pejuang hak asasi atas nama kemanusiaan.
Daftar perbuatan daging akan menjadi sangat panjang jika kita harus membuatnya.
Mengatasinya bukanlah dengan menghafalkan apa saja yang tidak boleh, tapi dengan memberi diri dipimpin oleh Roh Allah yang tinggal dalam kita.
Bertanyalah dan izinkan Dia menuntun kita dalam setiap langkah hidup kita, setiap saat.
Mari kita menyadari bahwa ketika kita membiarkan kedagingan menguasai, kita tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Bukan sekedar tidak masuk surga, tapi juga tidak bisa menikmati kerajaan Allah di bumi ini.
Seluruh berkat, kebenaran dan kebaikan yang disediakanNya tidak bisa dinikmati ketika kita lebih memilih untuk hidup dalam daging, bukankah ini adalah kesedihan terbesar yang bisa dirasakan oleh seorang anak Tuhan?
Diskusikanlah dengan pembimbing Saudara 2 perbuatan daging yang masih Saudara gumuli. Apa langkah untuk mengatasinya?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Bagaimana keadaan kita sebelum diperdamaikan?
Untuk apa kita diperdamaikan dengan Allah?
Apa yang harus kita lakukan setelah diperdamaikan denganNya?
Saudara, bagaimana kehidupan Saudara sebelum mengalami kelahiran baru dan didamaikan denganNya?
Apapun latar belakang kita, baik hidup sangat bertentangan denganNya maupun hidup yang tampak baik-baik saja, sesungguhnya kita jauh dari Allah.
Namun, Yesus datang untuk mengadakan perdamaian dengan Allah melalui salibNya.
Ia rindu menempatkan kita kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapanNya, suatu kondisi yang mustahil untuk terjadi di tengah keterbatasan dan keinginan manusiawi kita.
Puji Tuhan, keadaan kudus, tak bercela dan tak bercacat menjadi mungkin karena karya Yesus. Bukan oleh kuat dan gagah kita bisa hidup kudus. Bagian kita adalah bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang.
Namun walaupun kita tahu Injil adalah kabar baik yang luar biasa, bukankah masih banyak manusia yang tidak hidup seturut Injil?
Mungkin kita tidak langsung menentang Injil, tapi bagaimana kalau kita bergeser? Hanya sekali berbohong, hanya sekali mencuri, hanya sekali melihat film porno, hanya sekali tidak ke gereja karena malas, dan seterusnya.
Tahukah Saudara pergeseran 1 mm akan menjadi sangat berarti jika diteruskan ? Awalnya tidak kelihatan, namun semakin panjang akan terlihat betapa jauhnya titik tujuan sudah bergeser.
Inilah strategi iblis untuk membuat kita hidup diluar kuasa Injil!
Itu sebabnya, penting bagi kita untuk menjaga kemurnian hati.
Hidup dalam kekudusan karena kasih dan kuasa Roh Kudus yang menguatkan kita. Hidup senantiasa dalam perdamaian denganNya.
Mari Saudara, jangan mau digeser dari pengharapan Injil yang telah kita dengar!
Diskusikanlah dengan rekan pemuridan Saudara bagaimana langkah praktis untuk hidup kudus dan bertekun dalam iman?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Siapakah Kristus menurut perikop ini?
Bagaimana kita perlu memandang segala sesuatu?
Siapakah yang sudah ada terlebih dahulu dari segala sesuatu?
“Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu…segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”
Pernyataan rasul Paulus ini adalah sebuah pengakuan yang luar biasa tentang keutamaan Kristus, betapa Yesus Kristus adalah Allah yang menguasai segalanya.
Kita dengan segala keterbatasan kita mungkin tidak akan pernah bisa memahaminya kalau tidak diwahyukan oleh RohNya sendiri.
Lalu, apa artinya kalau segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia?
Hal ini akan menjadi berarti jika disertai kepercayaan bahwa Ia adalah Allah yang baik dan selamanya baik.
Segala sesuatu diciptakan oleh Dia, Ya, tapi segala sesuatu yang BAIK. Jadi jika sesuatu itu tidak baik, maka bukan Allah sumbernya.
Segala sesuatu diciptakan untuk Dia, Ya, artinya Dia layak untuk menerima segala sesuatu yang kita miliki dan perjuangkan.
Tidak mudah untuk mengingat ini karena sebagai manusia daging, kita cenderung memikirkan apa yang baik menurut kita, segala sesuatu adalah tentang aku dan aku..
Namun, ketika Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat kita, Ia mau mentransformasi kita untuk menyadari bahwa Ia adalah yang terutama dalam hidup dan bahwa segala sesuatu adalah bukan tentang kita, melainkan tentang Dia.
Hari ini, kita punya pilihan apakah mau mengutamakan Kristus dalam segala sesuatu atau mengutamakan yang lainnya?
Mari berhati-hati dengan jawaban pertanyaan ini, karena kalau bukan Kristus yang terutama, maka mustahil untuk mengalami perdamaian sejati denganNya dan memahami segala sesuatu.
Diskusikanlah dengan rekan persekutuan atau pemuridan Saudara bagaimana bisa menjadikan Kristus yang terutama dan apa yang mencegah Saudara untuk menjadikan Dia yang utama?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Efesus 1:23.
Coba sebutkan berapa hal yang diberikan oleh Yesus kepada setiap orang yang percaya?
Hal-hal apa sajakah yang sudah diletakkan di bawah kaki Yesus dan sebagai apakah Yesus bagi kita?
Apakah posisi kita setelah kita memahami bahwa Yesus adalah Kepala Gereja?
Ketaatan Yesus kepada Bapa melalui kematian-Nya di kayu salib menyebabkan segala kekuasaan iblis atas manusia telah dihancurkan, sehingga maut telah dipatahkan atas manusia termasuk di dalamnya kuasa dosa, kutuk kemiskinan dan kegagalan, kutuk-kutuk kelemahan dan sakit penyakit, termasuk kuasa si jahat. Dan manusia dimerdekakan dari kuasa maut.
“Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”(I Korintus 15:55-57).
Allah telah memberikan segala kuasa atas segala pemerintahan dunia ini dan Yesus telah diberikan kepada kita sebagai Kepala. Dan kita adalah tubuh Yesus yang akan merepresentasikan kepenuhan Kristus itu sendiri.
”Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.”(I Korintus 15:24-25).
”Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.”(Matius 28:18).
”Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.”(Efesus 1:22).
”Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.”(Kolose 1:18).
Hal yang utama yang Bapa inginkan ketika kita memahami bahwa gereja adalah kepenuhan Kristus, diantaranya:
Allah ingin kita memiliki pikiran dan perasaan Kristus sehingga perkataan, perbuatan serta tindakan kita menjadi seperti perbuatan Kristus;
Kita mengalami keserupaan dengan Kristus. ”Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”(Roma 8:29);
Kita mengalami kebersatuan yang dalam dengan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. ”Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”(Yohanes 17:21).
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara memahami sebagai gereja yang adalah kepenuhan Kristus dan dampaknya dalam kehidupan saudara.