Rabu, 25 Maret 2026

MEMENUHI PIKIRAN DENGAN KEBENARAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

FILIPI 4:6-9

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Filipi 4:7.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana caranya agar dimerdekakan dari segala bentuk kekuatiran?
  2. Hal-hal apakah yang Tuhan berikan kepada kita saat kita nyatakan keinginan kita kepada Dia melalui doa dan permohonan?
  3. Apakah yang harus kita lakukan terhadap setiap kebenaran Firman yang telah kita terima dan kita dengar agar hidup kita tidak kuatir?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Iblis selalu melemparkan ketakutan, kekuatiran serta intimidasi ke dalam pikiran kita sehingga kita dapat ditipu dan dijatuhkan oleh si jahat.

Namun Tuhan ingin kita mengisi pikiran kita dengan kebenaran Tuhan sehingga kita selalu berkemenangan dalam segala hal.

Dalam kehidupan sehari-hari iblis selalu melemparkan panah apinya dalam bentuk kekuatiran dan Tuhan ingin agar kita mengelola pikiran kita dengan benar sehingga kita tidak dikuasai dan dibelenggu oleh kekuatiran tetapi damai sejahtera Allah selalu memimpin dan mengendalikan kehidupan kita.

Beberapa hal yang Tuhan ajarkan kepada kita untuk menang dari rasa kuatir, diantaranya:

  1. Kita harus sadar bahwa iblis selalu melemparkan panahnya kepada kita sehingga kita dapat menjadi kuatir dan kita harus melawannya. ”Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.” (I Petrus 5:8-9).
  2. Kita harus menyerahkan segala kekuatiran kita kepada Tuhan dan percaya bahwa Dia sanggup pelihara kita. Penyerahan kekuatiran itu kita lakukan lewat permohonan dan doa. ”Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (I Petrus 5:7). ”Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7).
  3. Kita harus mengisi pikiran kita dengan setiap kebenaran Firman Tuhan sehingga panah api si jahat tidak dapat menembus pikiran kita lewat ketakutan dan kekuatiran dengan cara percaya dan melakukan setiap kebenaran Firman Tuhan yang telah kita terima dan dengar. “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.” (Filipi 4:8-9).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara berkemenangan dari rasa kuatir karena mengisi pikiran saudara dengan kebenaran Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Hakim-hakim 19-21

Selasa, 24 Maret 2026

MEMIKIRKAN HAL-HAL YANG DARI ROH KUDUS

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:5-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Roma 8:5.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal-hal apakah yang dipikirkan oleh orang-orang yang hidup menurut Roh dan juga orang-orang yang hidup menurut daging?
  2. Apakah ciri-ciri dari orang yang hidup dari keinginan daging dan keinginan Roh?
  3. Menurut saudara apakah yang harus kita kendalikan agar senantiasa hidup dipimpin oleh Roh Kudus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Segala hal yang kita pikirkan dan renungkan akan menghasilkan perbuatan dan perkataan serta karakter kita.

Dan sebagai orang percaya Tuhan ingin agar hal-hal yang kita pikirkan adalah berasal daripada Roh Kudus, supaya kita tidak hidup dalam kedagingan.

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8).

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” (Kolose 3:1-2).

Tuhan ingin agar kita memahami cara memiliki pikiran-pikiran yang berasal dari Roh Kudus, diantaranya adalah:

  1. Kita harus membuang setiap perkara-perkara yang membuat kita selalu berpikiran yang jahat diantaranya adalah trauma-trauma dalam pikiran kita dan opini-opini serta sudut pandang yang salah, sehingga kita hidup dengan pikiran yang duniawi dengan cara memiliki pikiran-pikiran Kristus. ”Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.” (Filipi 2:5).
  2. Kita selalu mau untuk diperbaharui pikiran kita sehingga pikiran yang salah diubahkan melalui persekutuan dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan yang kita dengar dan renungkan mencetak ulang pikiran kita menjadi sesuai dengan apa yang Firman Tuhan katakan sampai kita memiliki pikiran Allah. ”Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.” (I Korintus 2:16).
  3. Kita harus membangun persekutuan dengan Firman Tuhan agar selalu memiliki perkataan dan perbuatan Kristus dengan cara melakukan setiap Firman Tuhan yang kita renungkan dan dengan penuh ketaatan. ”Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” (Yakobus 1:25).

Ketika kita memikirkan hal-hal dari Roh Kudus maka kita melakukan perbuatan-perbuatan Kristus.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengelola pikiran saudara dengan Firman Tuhan sehingga saudara melakukan perbuatan Kristus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Hakim-hakim 16-18

Senin, 23 Maret 2026

MENYALIBKAN KEINGINAN DAGING

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

GALATIA 5:19-25

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Galatia 5:24.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Coba sebutkan hal-hal yang merupakan perbuatan-perbuatan kedagingan? Dan apakah akibatnya jika melakukan perbuatan tersebut?
  2. Coba sebutkan hal-hal yang merupakan buah Roh yang diinginkan oleh Tuhan untuk kita hadirkan dalam hidup kita?
  3. Sebagai milik Kristus hal apakah yang harus kita lakukan agar kita hidup menghasilkan buah Roh?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Hal yang utama harus kita pahami bahwa ketika kita lahir baru dan menerima Roh Kudus dalam hidup kita maka kita memiliki kehidupan yang baru yaitu kehidupan Kristus itu sendiri, maka manusia lama kita telah disalibkan sehingga dosa tidak dapat berkuasa lagi dalam hidup kita dan kita dimerdekakan dari dosa dan dosa tidak dapat berkuasa dalam hidup kita, karena Yesuslah yang berkuasa dalam hidup kita.

Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.” (Roma 6:5-7).

Akibatnya kita tidak lagi memiliki pikiran, perkataan dan perbuatan daging diantaranya percabulan, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora, dll dan kita memiliki kehidupan Kristus diantaranya adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelembahlembutan, penguasaan diri.

”Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.” (Kolose 3:3-4).

Namun pada kenyataaannya masih banyak kehidupan kedagingan yang terlihat dan terjadi didalam kehidupan anak-anak Tuhan juga didalam gereja.

Oleh sebab itu kita harus benar-benar dapat menanggulanginya dengan cara:

  1. Menyerahkan tubuh kita kepada Tuhan agar dipakai untuk memuliakan Tuhan, bukan untuk keinginan dan hawa nafsu kita. ”Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.” (Roma 6:13).
  2. Menyerahkan pikiran kita kepada Allah agar terus menerus diperbaharui dengan kita memiliki pikiran Kristus yang membuat kita memiliki perkataan dan perbuatan Kristus. ”Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2).

Dengan tubuh dan pikiran yang dipersembahkan kepada Tuhan maka kita dapat senantiasa hidup menyalibkan keinginan daging dan hidup untuk Tuhan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami kemenangan dan dapat senantiasa menyalibkan kedagingan melalui tubuh dan pikiran yang dipersembahkan kepada Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Hakim-hakim 13-15

Minggu, 22 Maret 2026

HIDUP DIPIMPIN OLEH ROH

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

GALATIA 5:16-18

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Galatia 5:18.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa kita harus hidup oleh Roh Kudus?
  2. Jika kita hidup oleh Roh Kudus maka siapakah sebenarnya yang harus memimpin kehidupan kita?
  3. Apakah akibat yang terjadi dalam hidup kita jika kita dipimpin oleh Roh Kudus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ketika kita mengalami kelahiran kembali oleh kuasa Roh Kudus dan Firman Tuhan maka kita memiliki kehidupan yang baru dimana kita hidup oleh Roh Allah, dimana tubuh kita dijadikan tempat tinggal Roh Allah, sehingga kita hidup oleh Roh.

Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.” (Roma 8:9-10).

”Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” (I Korintus 6:19).

Namun demikian pada kenyataannya banyak orang yang percaya masih hidup dalam keduniawian baik dalam berpikir, dalam mengambil keputusan dan dalam meresponi setiap hal yang terjadi dalam hidup mereka, tindak tanduk dan juga perkataan.

Oleh sebab itu kita harus hidup bukan hanya oleh Roh Kudus tetapi dipimpin oleh Roh Kudus. Hal-hal yang harus kita lakukan agar hidup dipimpin oleh Roh Kudus adalah:

  1. Membangun persekutuan dengan Firman Tuhan
    Setiap perkataan Firman Tuhan adalah Roh dan hidup.
    Dan ketika kita bersekutu dengan Firman Tuhan maka kita akan mengalami kehidupan dari Roh Kudus sehingga hidup kita mengikuti arahan dari Roh Kudus.
    ”Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” (Yohanes 6:63).
    ”Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (II Timotius 3:16-17).
    Melalui persekutuan dengan Firman Tuhan diharapkan hidup kita dikendalikan dan dituntun oleh Firman Tuhan sehingga hidup kita dipimpin oleh Roh.
  2. Membangun persekutuan dengan Roh Kudus
    Dalam persekutuan dengan Roh Kudus secara konsisten maka kita akan mengenali pribadi-Nya, berbicara dengan Roh Kudus dan berjalan bersama dengan Roh Kudus, maka hidup kita menjadi senantiasa dipimpin oleh Roh Kudus, setiap saat dan dalam kondisi apapun.
    ”Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” (II Korintus 13:14).
    ”Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.” (I Korintus 1:9).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara hidup senantiasa dipimpin oleh Roh Kudus ketika senantiasa bersekutu dengan Firman dan Roh Kudus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Hakim-hakim 10-12

Sabtu, 21 Maret 2026

BERDOA DI TEMPAT TERSEMBUNYI BERSAMA ROH KUDUS

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 6:5-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa perbedaan motivasi antara orang munafik (ayat 5) dengan orang yang berdoa di tempat tersembunyi (ayat 6)?
  2. Mengapa Yesus melarang kita berdoa bertele-tele seperti orang kafir (ayat 7), padahal Dia sendiri kadang berdoa sepanjang malam ?
  3. Apa artinya “Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya” (ayat 8) bagi kehidupan doamu sehari-hari?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:8).

Yesus melihat dua kebiasaan doa yang salah di sekitar-Nya.

Pertama, doa orang munafik: mereka berdoa di tempat umum agar dipuji orang.

Doa mereka seperti pertunjukan, bukan percakapan dengan Tuhan.

Kedua, doa orang kafir: mereka berpikir bahwa dengan mengulang-ulang kata-kata, dewa-dewa mereka akan mendengar.

Yesus berkata, jangan seperti mereka.

Lalu Dia memberi petunjuk sederhana: “Masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.”

Artinya, doa yang benar bukan soal tempat ramai atau kata-kata panjang, tapi soal hati yang sungguh-sungguh mencari Tuhan.

Ini undangan untuk memiliki hubungan pribadi yang akrab dengan Allah, bukan sekadar ritual agama.

Doa yang sejati lahir dari kerinduan untuk bertemu dengan Bapa, bukan untuk dilihat orang.

Orang munafik mendapat pujian manusia, tapi itu saja upah mereka.

Mereka kehilangan upah dari Tuhan.

Sebaliknya, ketika kita berdoa di tempat tersembunyi—bisa kamar kita, bisa hati kita yang sunyi—Bapa yang melihat hal tersembunyi itu akan memberi upah-Nya.

Ini bukan soal lokasi fisik saja, tapi soal fokus hati.

Apakah kita berdoa karena benar-benar rindu pada Tuhan, atau karena ingin terlihat kudus?

Roh Kudus membantu kita memiliki motivasi yang murni.

Doa di tempat tersembunyi adalah tempat kita belajar jujur di hadapan Tuhan, tempat kita melepas topeng, dan tempat Roh Kudus menolong kita mengungkapkan isi hati yang terdalam.

Doa bukanlah mantra untuk memaksa Tuhan.

Orang kafir berpikir dengan banyak kata, Tuhan akan tergerak.

Tapi Yesus berkata, “Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya”.

Ini melegakan! Kita tidak perlu merangkai kata-kata hebat atau memaksa Tuhan.

Doa adalah cara kita menempatkan diri dalam hadirat-Nya, menyadari bahwa Dia adalah Bapa yang peduli.

Roh Kudus mengajar kita berdoa dengan keyakinan bahwa Tuhan sudah tahu kebutuhan kita, dan Dia ingin kita datang kepada-Nya sebagai anak-anak yang percaya.

Doa bukan untuk memberitahu Tuhan sesuatu yang tidak Dia ketahui, tapi untuk membentuk hati kita agar bergantung penuh kepada-Nya.

Seperti C.S. Lewis berkata, doa mengubah kita, bukan mengubah Tuhan yang sudah tahu yang terbaik.

Hal Praktis untuk Melakukan Firman.

Pertama, Sediakan Waktu dan Tempat Khusus Setiap Hari.

Cari tempat di mana kamu bisa sendiri tanpa gangguan.

Bisa di kamar, di halaman, atau di mana saja.

Lakukan secara rutin, seperti Yesus yang sering pergi ke tempat sunyi untuk berdoa.

Kedua, Fokus pada Tuhan, Bukan pada Kata-Kata. Doa tidak perlu panjang dan indah.

Mulailah dengan mengucap syukur, akui kebergantunganmu, dan sampaikan isi hati dengan jujur.

Roh Kudus akan menolongmu. Ketiga, Percaya bahwa Bapa Tahu yang Terbaik.

Saat berdoa, jangan cemas. Serahkan kebutuhanmu dengan tenang, dan percayalah bahwa Bapa yang mengasihimu akan menjawab dengan cara dan waktu yang terbaik.

Ini melatih iman dan ketenangan hati.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana memiliki hati yang senantiasa haus kepada Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Hakim-hakim 8-9