Rabu, 27 Mei 2026

WASPADA MENJAGA HATI

Penulis : Budhi Setiawan

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 21:34-36

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana Bahaya “Hati yang Sarat”? (ayat 34)
  2. Bagaimana kekuatan dalam Doa? (ayat 36)
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Di tengah banyaknya ketidakpastian dalam hidup ini, ada satu kepastian yang kita pahami dan percaya sebagai pengikut Kristus, yaitu bahwa Tuhan Yesus akan datang untuk yang kedua kalinya.

Hanya saja kapan waktu itu tiba, tidak ada seorangpun yang dapat memprediksi.

Oleh karena itu, Yesus mengingatkan setiap pengikut-Nya untuk senantiasa siap menyambut kedatangan-Nya yang tak terduga ini dalam suasana hidup penuh kasih dan kekudusan.

Caranya adalah dengan menjaga hati.

Menjaga hati itu penting, karena semua perasaan (entah baik atau jahat) bersumber dari hati.

Di ayat 34, Yesus menggunakan kata ”sarat”, artinya: penuh dan berat. Berat karena terlalu banyak beban, yang membuat manusia akhirnya terjerat.

Tuhan Yesus menekankan tiga hal yang sering menyarati hati: pesta pora, kemabukan, dan kepentingan duniawi.

Ketiganya bisa membuat manusia lengah.

Lengah karena terlalu sibuk. Lengah karena tak lagi memfokuskan diri pada yang terutama dalam hidup, yaitu Tuhan.

Tuhan tergeser oleh hal-hal lain.

Pada Lukas 21:36, hal Ini bukan berarti kita menunggu kedatangan Tuhan yang kedua itu dengan diam, pasif, tanpa aktivitas.

Kita harus berjaga menanti kedatangan Tuhan, sehingga kapanpun Tuhan akan datang, kita siap.

Berjaga-jaga diwujudkan dengan tekun berdoa agar dikuatkan setia menjaga diri dan tidak lengah terjerumus dalam hal-hal duniawi.

Jaga hati, agar hati kita tidak penuh dengan pesta pora, kekecewaan, dendam, iri, dan persoalan hidup lainnya.

Tapi penuhilah hati dengan kehendak Tuhan dan pimpinanNya.

Dari tiga hal yang disebutkan (kesenangan, kemabukan, kekhawatiran), mana yang paling sering menyerang hidupmu? Mengapa? Apa tantangan terbesar untuk hidup “berjaga-jaga” di zaman sekarang? Bagaimana peran doa dalam menjaga hati tetap suci menurut pengalamanmu? Langkah konkret apa yang bisa kamu lakukan mulai minggu ini untuk menjaga kewaspadaan rohani?

Pembacaan Alkitab Setahun

Nehemia 8-9

Selasa, 26 Mei 2026

HATI YANG MENENTUKAN KEHIDUPAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MARKUS 7:20-23

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Markus 7:20.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa hal-hal yang keluar dari orang-orang berdosa dapat menajiskan orang yang mendengar atau menerimanya?
  2. Hal-hal apakah yang najis dapat keluar dari mulut orang yang hatinya masih dipenuhi oleh dosa?
  3. Menurut saudara dimanakah dalam diri manusia yang dapat menentukan kehidupan mereka?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Orang disebutkan berdosa bukan hanya perbuatan-perbuatannya yang penuh dengan dosa tetapi karena hatinya penuh dengan dosa sehingga karena hatinya penuh dosa maka perkataan dan perbuatannya selalu membuahkan dosa.

Tetapi jika hati manusia disucikan dari dosa maka perkataan dan perbuatan mereka pastilah menghasilkan perbuatan dan perkataan kebenaran, sehingga hati manusia sangat menentukan kehidupan yang dihasilkannya.

Oleh sebab itu agar kehidupan kita senantiasa di dalam kebenaran maka hati kita harus terlebih dahulu dibasuh oleh darah Kristus sehingga memiliki hati yang suci dan benar.

“Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” (Ibrani 9:14).

Namun kita harus menjaga hati kita dan senantiasa menanggalkan manusia lama kita dengan cara menerima kebenaran Firman Tuhan agar sehingga kita selalu diperbaharui.

Dengan demikian kita dapat hidup dalam kebenaran dan membuahkan hidup kebenaran.

“Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” (Efesus 4:21-24).

Sehingga kita tidak lagi memiliki sifat dosa di dalam hati kita dan hal itu membuat kita dapat berbuat kebenaran.

“Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka].” (Kolose 3:5-6).

Dan dari hati kita yang telah dibenarkan dan dikuduskan serta senantiasa dibaharui oleh Firman Tuhan membuat kita dapat mengalirkan kehidupan Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Efesus 4:31-32).

Marilah kita senantiasa hidup dalam Firman dan mengisi hati kita dengan Firman Tuhan yang akan membuahkan kehidupan Kristus dalam kehidupan sehari-hari baik perkataan maupun perbuatan yang membuat kita selalu mengalami realita Kristus.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara menikmati dan membuahkan kehidupan Kristus dari hati yang selalu dipenuhi oleh Firman Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Nehemia 7

Senin, 25 Mei 2026

HATI TULUS DIHADAPAN TUHAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MAZMUR 101:2-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Mazmur 101:2.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah kerinduan dari pemazmur agar dia hidup tidak bercela di hadapan Tuhan?
  2. Hal-hal apakah yang tidak diletakkan di depan matanya?
  3. Hati yang bagaimanakah yang ingin terus dibaharui di dalam hati pemazmur?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Allah menginginkan agar kita senantiasa memiliki hati yang tulus dihadapan-Nya karena Yesus telah menyucikan hati nurani kita dengan darah-Nya.

“Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” (Ibrani 9:13-14).

Karena kita telah memiliki hati nurani yang telah disucikan oleh darah Yesus maka kita dapat hidup dengan hati yang tulus dihadapan Allah.

“Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.” (Ibrani 10:22).

Setiap kita yang memiliki hati yang tulus ikhlas maka kita akan memiliki perbuatan, perkataan yang tulus ikhlas juga.

“Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.” (I Petrus 1:22).

Bahkan setiap aspek kehidupan kita selalu mengamalkan ketulusan demi ketulusan yang tidak mengenal pamrih.

“Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah.” (II Korintus 1:12).

Allah akan membalaskan ketulusan hati kita dihadapan-Nya dengan perlindungan dan kebaikan-kebaikan-Nya.

“Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik dan kepada orang-orang yang tulus hati; tetapi orang-orang yang menyimpang ke jalan yang berbelit-belit, kiranya TUHAN mengenyahkan mereka bersama-sama orang-orang yang melakukan kejahatan. Damai sejahtera atas Israel!”  (Mazmur 125:4-5).

“Jalan TUHAN adalah perlindungan bagi orang yang tulus, tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat.” (Amsal 10:29).

Bagi setiap kita yang hidup dalam ketulusan hati dihadapan Tuhan maka kita senantiasa hidup tidak bercela, tidak hidup dalam perkataan-perkataan yang dursila dan yang jahat serta memiliki pikiran dan perasaan seperti Yesus, tidak sombong, mau mengosongkan diri, rendah hati dan tidak mementingkan diri sendiri.

Oleh sebab itu, marilah kita senantiasa menjaga hati kita dengan Firman Tuhan agar tetap hidup dengan hati yang tulus.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara tetap konsisten hidup dalam hati yang tulus ikhlas sehingga tidak berbuat dosa dan kejahatan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Nehemia 4-6

Minggu, 24 Mei 2026

MENJAGA HATI

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

AMSAL 4:20-23

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Amsal 4:23.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Perkataan siapakah yang harus kita simpan dan perhatikan dalam kehidupan sehari-hari?
  2. Apakah yang akan kita alami jika senantiasa menyimpan dan memperhatikan perkataan-perkataan Tuhan?
  3. Oleh karena itu, apakah yang harus kita jaga supaya kehidupan ilahi senantiasa terpancar melalui kehidupan kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya suatu prinsip hidup bahwa apa yang keluar dari mulut dapat menajiskan orang karena apa yang keluar dari mulut berasal dari hati mereka dan jika hati mereka penuh dengan dosa maka akan menajiskan orang yang akan mendengar perkataan mereka.

“Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” (Matius 15:11,17-19).

Oleh sebab itu kita harus menjaga hati kita agar mengalir kehidupan Kristus yang dapat membangun kita dan membangun orang lain bahkan kita dapat mengalami realita Kristus.

”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23).

”Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” (Matius 5:8).

“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.” (Mazmur 24:3-4).

Ketika kita menjaga hati kita maka akan mengalirkan kehidupan Kristus yang tinggal di dalam hati kita diantaranya adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri dan kita tidak mungkin mengalirkan kehidupan kedagingan.

Oleh sebab itu, jalan yang terbaik untuk kita menjaga hati kita maka kita harus senantiasa mengisi hati kita dengan Firman Tuhan dan jika kita mengisinya dengan Firman Tuhan maka akan mengalirkan perkataan dan perbuatan Kristus sehingga kita dapat mengalami realita Kristus dengan hati yang diisi oleh Firman Tuhan.

”Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” (Mazmur 119:11).

”Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” (Mazmur 119:9).

Menjaga hati dengan Firman Tuhan membuat hati kita dipenuhi oleh Firman Tuhan maka Firman Tuhanlah yang menggerakkan kehidupan kita untuk mengalami realita Kristus sehingga perkataan, pikiran dan perbuatan kita membuahkan realita Kristus.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara senantiasa menjaga hati dengan memenuhinya dengan Firman Tuhan sehingga saudara selalu mengalami realita Kristus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Nehemia 1-3

Sabtu, 23 Mei 2026

KEKUDUSAN YANG MEMISAHKAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

WAHYU 22:12-15

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Wahyu 22:12.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Ketika Yesus datang kedua kalinya ke dunia ini apakah yang dilakukannya bagi kita?
  2. Siapakah orang-orang yang memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan?
  3. Siapakah orang-orang yang tinggal diluar dari pohon-pohon kehidupan dan diluar pintu-pintu gerbang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan berjanji bahwa pada akhirnya Dia akan memisahkan antara umat-Nya dan bukan umat-Nya ketika di dalam kekekalan, dimana orang-orang yang membasuh jubahnya dari kenajisan dan roh-roh dunia ini akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang kekekalan tetapi anjing-anjing dan tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukan dusta akan tinggal diluar pintu gerbang kekekalan. Tuhan sendiri yang membuat pemisahan.

Oleh sebab itu, Tuhan ingin agar kita hidup di dalam kekudusan karena kekudusan dapat membedakan antara orang benar dan orang berdosa.

Hidup kita dipisahkan dari pola hidup dunia ini dan menjadikan Tuhan sebagai Allah dan Bapa kita.

“Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.” (II Korintus 6:16-18).

Kita memang masih tinggal di dunia ini, namun kita harus memisahkan diri dari dunia ini maksudnya adalah kita harus memiliki pola pikir, gaya hidup, perkataan dan perbuatan yang berbeda dari dunia ini dimana kita merepresentasikan pola pikir, gaya hidup, perkataan dan perbuatan Bapa.

Dalam hal perkataan maka Tuhan ingin agar kita selalu memiliki perkataan jujur dan bukan dusta, demikian juga perbuatan.

Dunia mengajarkan bahwa dusta itu tidak apa-apa demi keselamatan atau demi ada jalan keluar di masa-masa atau keadaan yang terjepit.

Namun Tuhan dengan tegas mengatakan bahwa ”jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak karena selebihnya berasal dari si jahat”, bahkan di dalam kehidupan umat Tuhan pun Tuhan ingin supaya kita tidak saling berdusta.

”Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya.” (Kolose 3:9).

Dan kekudusan inilah yang memisahkan kita dari dunia ini walaupun kita masih tinggal di dunia ini yang membuat kita berbeda dari dunia ini.

”Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (I Petrus 1:15-16).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami pemisahan dari dunia ini karena hidup kudus dalam perkataan dan perbuatan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ezra 8-10