Kamis, 24 September 2026

UNGGUL KARENA HIKMAT DAN INTEGRITAS

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

DANIEL 1:3-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Daniel 1:4!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal apakah yang dimiliki oleh Daniel, Hananya, Misael dan Azarya sehingga mereka terpilih masuk ke istanan Babel?
  2. Menurut saudara bagaimanakah hikmat dan integritas yang mereka miliki sehingga mereka dipanggil ke istana Babel?
  3. Dibandingkan dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya, hikmat dan integritas siapakah yang kita miliki?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yesus adalah Tuhan dan Dia memiliki segala-galanya, berkuasa dan pencipta langit dan bumi.

Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN.” (Yesaya 11:2).

Dan ketika kita mengalami kelahiran kembali yang dilahirkan oleh air dan Roh Kudus maka kita memiliki Kristus.

”Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.” (Roma 8:10-11).

Sehingga tubuh kita adalah bait Allah dan kita memiliki segala hal yang dimiliki oleh Yesus Kristus, termasuk di dalamnya hikmat, keperkasaan, pengertian, roh nasehat, roh pengenalan dan takut akan Tuhan yaitu integritas dan karakter Kristus.

Itulah sebabnya kita memiliki hikmat dan integritas yang unggul seperti yang dimiliki oleh Daniel yang bukan bawaan dari lahir secara jasmani tetapi bawaan dari lahir secara rohani.

Pemahaman ini dialami oleh jemaat di Korintus dimana sebelum mereka percaya kepada Yesus mereka bukanlah orang yang bijak, bukan orang yang berpengaruh, bukan orang yang terpandang tetapi setelah mereka memiliki Kristus maka mereka memiliki hikmat dan integritas yang unggul dari dunia ini.

”Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah.” (1 Korintus 1:25-29).

Kita patut bersyukur karena Kristus Yesus kita memiliki hikmat dan integritas serta karakter yang unggul sehingga di dalam pekerjaan, bisnis, dalam kuliah dan sekolah, dalam pergaulan dan rumah tangga kita menjadi lebih unggul dari dunia ini sehingga kita dapat mengalirkan pekerjaan dan perbuatan Kristus bagi dunia ini.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana dalam kehidupan sehari-hari dalam pekerjaan, bisnis dan sekolah saudara memiliki hikmat dan integritas yang unggul!

Pembacaan Alkitab Setahun

Obaja-Yunus 4

Rabu, 23 September 2026

KEKUATAN UNTUK MEMPEROLEH KEKAYAAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ULANGAN 8:17-19

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Ulangan 8:18!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang memberi kekuatan kepada kita untuk memperoleh kekayaan?
  2. Oleh sebab itu kekuasaan dan kekuatan siapakah yang harus kita hindari untuk kita andalkan?
  3. Apakah akibatnya jika kita tidak mengandalkan Tuhan atau melupakan Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan ingin agar kita memahami bahwa Dialah sebagai sumber bagi kita untuk memperoleh kekayaan dan hidup berkelimpahan dalam segala hal bukan hanya kaya dalam hal uang dan harta, agar kita tidak berkata bahwa keberhasilanku karena kerja keras, pemikiranku dan kemampuanku.

Kristus adalah kekayaan Allah. Sorga yang kaya itu diberikan oleh Allah bagi dunia ini di dalam Yesus Kristus.

“Supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.” (Efesus 2:7).

Dan Allah telah memberikan kepada rasul Paulus dan juga bagi kita bahkan bagi setiap orang yang percaya kepada Allah di dalam Kristus Yesus.

“Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu.” (Efesus 3:8).

Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.” (2 Korintus 8:9).

Allah sendiri yang hidup di dalam kita akan mewujudkan kekayaan-Nya di dalam hidup kita dan ini merupakan kekuatan dan kuasa Allah yang bekerja dalam kita untuk merealisasikannya.

”Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:19).

Kekuatan dan kuasa untuk mewujudkan kekayaan itu diantaranya adalah kesehatan, hikmat, ide, tenaga yang berasal dari Tuhan juga relasi, pintu kerja dan kesempatan serta musim panen yang Tuhan bukakan bagi kita dalam pekerjaan, bisnis dan studi, rumah, dan lain-lain yang membuat kita selalu berhasil.

Oleh karena itu Tuhan ingin agar kita selalu tinggal dalam Pokok Anggur dan senantiasa mengandalkan Dia dalam segala hal melalui persekutuan yang mendalam dengan Dia.

Tujuannya adalah agar segenap janji-janji Tuhan digenapi dalam hidup kita seperti Allah menggenapi janji-Nya kepada Abraham.

”Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:57-58).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara kekuatan yang dari Tuhan yang saudara alami untuk mewujudkan kekayaan Kristus yang tidak terduga itu!

Pembacaan Alkitab Setahun

Amos 6-9

Selasa, 22 September 2026

TANGAN YANG RAJIN MEMBAWA BERKAT

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

AMSAL 10:3-6

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Amsal 10:4!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana perlakuan dan sikap Tuhan terhadap orang benar soal kehidupan makan dan minum mereka?
  2. Hal apakah yang harus dimiliki oleh orang benar agar mereka hidup berlimpah-limpah di dalam Tuhan?
  3. Apakah yang Tuhan limpahkan diatas kepala orang benar?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ishak ketika berada di negeri orang Filistin mengalami kelaparan besar namun dia mengikuti perintah Tuhan untuk tetap tinggal dengan orang Filistin dan tidak pergi ke Mesir.

Dan ia bekerja keras di negeri orang Filistin dan Tuhan membuat Ishak menjadi orang yang kaya.

Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.” (Kejadian 26:12-13).

Ada dua hal yang membuat Ishak berhasil yaitu bahwa ia bekerja dengan instruksi Firman Tuhan dan ia bekerja dengan tangannya dan dengan rajin.

Banyak anak-anak Tuhan yang gagal dalam pekerjaan dan usahanya bukan karena mereka tidak memiliki Firman Tuhan tetapi karena mereka tidak melakukan bagian mereka yaitu bekerja dengan rajin.

Tuhan berkata bahwa jika kita hidup dalam Firman Tuhan dan menghidupi perkataan Tuhan maka kita pasti berhasil.

”Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” (Mazmur 1:2-3).

Namun Tuhan juga ingin agar kita bekerja dengan tangan kita dan melakukannya dengan rajin.

”Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu.” (Amsal 10:4-5).

Ketika kita hidup di dalam Tuhan, kita mulai bekerja dengan rajin maka Tuhan membuat pekerjaan kita menjadi berhasil bahkan kita dapat memberkati orang-orang lain yang berkekurangan.

”Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.” (Efesus 4:28).

Oleh sebab itu marilah kita melakukan pekerjaan yang menjadi tanggungjawab kita baik dalam pekerjaan sekuler maupun dalam pelayanan, bahkan juga dalam kuliah dan sekolah kita dengan rajin dan tidak bermalas-malasan, bahkan dengan kreativitas dan hikmat dari Tuhan maka Tuhan akan membuat kita hidup berkelimpahan.

”Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.” (Amsal 13:4).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami berkat Tuhan karena bekerja dengan tangan yang rajin!

Pembacaan Alkitab Setahun

Amos 1-5

Senin, 21 September 2026

RAJIN BEKERJA BUKAN HIDUP DALAM KEMALASAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 TESALONIKA 3:10-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah 2 Tesalonika 3:10!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah peringatan yang diberikan kepada orang-orang yang malas bekerja di dalam jemaat di Tesalonika?
  2. Orang-orang yang bagaimanakah yang tidak tertib hidupnya di tengah jemaat di Tesalonika?
  3. Apakah nasehat rasul Paulus bagi orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan mengajarkan kita agar setiap umat Tuhan haruslah bekerja, apakah mereka seorang fulltimer atau bekerja dalam dunia sekuler, mereka harus menunjukkan sebagai pribadi-pribadi yang bertanggungjawab dalam pekerjaan mereka dan hal itu dilakukan dengan bertanggungjawab kepada Tuhan.

“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”  (Kolose 3:17,23).

Karena pekerjaan yang kita lakukan adalah untuk Tuhan maka hal tersebut dilakukan dengan rajin dan tidak malas sehingga kita menjadi orang yang berhasil.

”Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.” (Amsal 12:27).

”Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.” (Amsal 21:5).

Dan Tuhan tidak menyukai orang yang malas dan orang yang malas dapat disamakan seperti orang yang tidak fokus pada pekerjaannya dan suka mencampuri urusan orang lain, maka mereka menjadi orang yang suka bergosip karena tidak fokus untuk bekerja.

”Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?” (Matius 25:26).

”Lagipula dengan keluar masuk rumah orang, mereka membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas.” (1 Timotius 5:13).

Tuhan ingin agar umat-Nya bekerja dengan rajin dan tidak malas baik dalam pekerjaan sekuler, dalam pekerjaan fulltimer juga dalam sekolah, kuliah, sebagai usahawan dan profesional, sehingga Tuhan katakan kalau tidak bekerja maka tidak boleh makan dan pada akhirnya setiap umat Tuhan bertanggungjawab terhadap kehidupan mereka sehari-hari dan dapat menghidupi rumah tangga mereka dan tidak terjerat hutang.

Bahkan Tuhan ingin agar kita dapat memberikan kepada yang kekurangan, juga untuk pelayanan gereja serta pekerjaan misi.

”Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.” (2 Korintus 8:14).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara membangun kehidupan dengan bekerja dengan rajin dan tidak malas untuk kebutuhan hidup sehari-hari!

Pembacaan Alkitab Setahun

Yoel 1-3

Minggu, 20 September 2026

BEKERJA UNTUK TUHAN, BUKAN SEKEDAR MENCARI UANG

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 3:17-24

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dimaksud dengan “bekerja seperti untuk Tuhan, bukan untuk manusia” dalam kehidupan sehari-hari?
  2. Apa perbedaan antara bekerja hanya untuk mencari uang dan bekerja untuk Tuhan?
  3. Upah seperti apa yang dijanjikan Tuhan bagi orang yang bekerja dengan segenap hati untuk-Nya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kolose 3:23).

Kita menghabiskan sebagian besar hidup kita untuk bekerja.

Banyak orang bekerja karena terpaksa, hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ada yang merasa pekerjaannya tidak dihargai, atasan tidak adil, atau gaji tidak sebanding.

Akibatnya, pekerjaan terasa membosankan, melelahkan, dan tanpa makna.

Paulus menulis kepada jemaat di Kolose yang banyak di antaranya adalah budak—orang yang bekerja tanpa hak dan tanpa upah yang layak.

Mereka mungkin bertanya, “Apa gunanya bekerja keras jika hanya untuk orang lain?”

Tetapi Paulus memberikan jawaban yang mengubah segalanya: “Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Ini berarti, pekerjaan kita bukan hanya tentang uang; itu adalah kesempatan untuk melayani Tuhan.

Kita harus bekerja dengan motivasi untuk menyenangkan Tuhan, bukan hanya untuk menyenangkan manusia.

Paulus berkata, “Jangan hanya di hadapan mereka seperti orang yang mencari muka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.”

Artinya, kita tidak boleh bekerja hanya rajin saat diawasi, dan malas saat tidak ada yang melihat.

Jika kita bekerja untuk Tuhan, kita akan bekerja dengan integritas, karena kita sadar bahwa Tuhan selalu melihat.

Motivasi ini mengubah segalanya: ketika kita lelah, kita ingat bahwa kita sedang melayani Tuhan.

Ketika kita tidak dihargai, kita ingat bahwa Tuhan melihat dan akan memberi upah.

Bekerja untuk Tuhan membuat pekerjaan apa pun menjadi mulia dan bermakna.

Upah sejati berasal dari Tuhan, bukan dari manusia.

Paulus berkata, “Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah.”

Ini adalah kabar baik bagi kita yang sering merasa kurang dihargai di tempat kerja.

Ketika kita bekerja dengan setia, Tuhan tidak buta.

Ia melihat setiap jerih lelah kita, setiap pengorbanan kita, setiap kebaikan yang kita lakukan di tempat kerja.

Upah Tuhan tidak selalu berupa uang; bisa berupa kedamaian hati, kepuasan batin, hubungan yang baik, atau berkat-berkat lain yang tidak terduga.

Dan yang terpenting, ada upah kekal yang disediakan bagi mereka yang setia.

Karena itu, jangan pernah merasa rugi bekerja dengan jujur dan rajin, karena Tuhan adalah hakim yang adil.

Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman.

Pertama, Mulailah Hari Kerja dengan Doa.

Sebelum memulai aktivitas, luangkan waktu untuk berdoa: “Tuhan, hari ini aku bekerja untuk-Mu. Tolong aku bekerja dengan segenap hati, dengan jujur, dan dengan sukacita.

Biarlah melalui pekerjaanku, nama-Mu dimuliakan.”

Dengan memulai hari dengan doa, seluruh aktivitasmu menjadi ibadah.

Kedua, Lakukan Pekerjaan dengan Standar Terbaik yang Kamu Mampu.

Bekerja untuk Tuhan berarti memberikan yang terbaik, bukan setengah-setengah.

Jika kamu seorang pelajar, belajarlah dengan sungguh-sungguh.

Jika kamu karyawan, selesaikan tugas dengan tanggung jawab.

Jika kamu ibu rumah tangga, layani keluarga dengan kasih.

Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain; lakukan yang terbaik sesuai kemampuanmu, dan serahkan hasilnya kepada Tuhan.

Dengan cara ini, pekerjaanmu menjadi persembahan yang menyenangkan hati-Nya.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana mengetahui kita sudah bekerja atau belajar seperti untuk Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Hosea 8-14