Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Ketika Yesus tiba di Betania, berapa harikah Lazarus telah berbaring di dalam kubur?
Hal apa yang dikatakan Yesus kepada Marta?
Apa yang dirasakan oleh Yesus dan apa respon Yesus ketika melihat Maria menangis?
Apa yang Yesus lakukan sehingga Lazarus bangkit?
Saudara-saudara..
Marta dan Maria mengalami kesedihan yang sangat dalam atas kematian Lazarus.
Yesus datang terlambat (setelah Lazarus 4 hari meninggal) dan Maria berkata: Tuhan, jikalau Engkau ada di sini, saudaraku tidak akan mati”.
Seringkali kita juga bertanya kepada Tuhan Yesus atas banyak hal dalam kehidupan kita.
Kenapa kita gagal terus, kapan hidupku pulih, aku mau mengalami terobosan dalam masalahku, dan pertanyaan lainnya yang membutuhkan jawaban sesegera mungkin dari Tuhan.
Kita menantikan kebangkitan atas banyak hal ini dalam kehidupan kita.
Kematian Lazarus diizinkan dengan satu tujuan menyatakan kemuliaan Allah.
Berulang kali kita melihat bagaimana mujizat Tuhan Yesus terjadi untuk menggenapi apa yang Yesus sampaikan tentang dirinya, kalau Yesus memberi kesaksian bahwa Ia dapat mengaruniakan kehidupan yang baru dan yang rohani kepada manusia.
Jaminan mana lagi yang lebih jelas selain dibangkitkannya Lazarus dari antara orang mati setelah empat hari dikubur?
Marta mengakui Yesus sebagai Mesias, Anak Allah.. tetapi ragu akan kebangkitan Lazarus saat itu.
Dan atas keraguan Marta, Yesus mendeklarasikan dirinya dengan berkata: Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup, walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku tidak akan mati selama-lamanya.
Dengan demikian kita dapat mempercayai kata-kata Yesus.
Baik murid-murid ataupun kedua saudara perempuan Lazarus itu tidak dapat mengerti perkataan Yesus pada saat itu.
Tetapi hasil akhirnya setelah Lazarus dibangkitkan, kepercayaan mereka dibaharui.
Kematian fisik bagi orang yang percaya kepada Yesus bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kuasa untuk memberikan hidup yang kekal kepada manusia karena Yesus mengatakannya.
Keraguan kita digantikan dengan kepercayaan bahwa kebangkitan kita menjadi nyata dalam Kristus.
Iman kita dalam Yesus juga semakin teguh bahwa dalam hidup kita di bumi ini, Yesus sanggup mengubah semua hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Supaya nama Tuhan dimuliakan dalam hidup kita.
Mari terus alami realita kehadiran-Nya yang membangkitkan kuasa-Nya bekerja dalam hidup kita, dan bukan hanya untuk kita saja, tetapi juga kebangkitan untuk dunia ini.
Tuhan memberkati.
Berikan kesaksian kepada kelompok PA saudara, bagian hidup mana yang Yesus bangkitkan ketika Saudara mengalami realita kehadiran-Nya dalam hidup Saudara?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Siapa yang digotong oleh 4 orang kepada Yesus?
Apa yang dilakukan oleh 4 orang ini ketika tidak dapat membawanya kepada Yesus?
Apa yang Yesus katakan ketika melihat iman mereka?
Hal apakah yang terjadi kemudian kepada orang lumpuh tersebut?
Saudara-saudara..
Ketika kita mendengar orang terkasih kita dinyatakan sakit, apalagi diagnosanya menyatakan keluarga kita mengalami sakit yang kritis, respon alamiah kita adalah: sedih, menangis, dan berpikir hal apakah yang akan kita usahakan untuk memberikan yang terbaik.
Rumah sakit mana yang terbaik, dokter mana yang terbaik, pengobatan terbaik apa yang bisa dilakukan bagi keluarga kita sehingga keluarga kita dapat mengalami kesembuhan bahkan mujizat sembuh total.
Kisah Matius 2 ini menceritakan seorang lumpuh yang dibawa oleh empat sahabatnya dengan cara membongkar atap dikarenakan tidak ada lagi tempat karena banyak orang berkerumun.
Mereka menunjukkan iman mereka dengan tekad yang luar biasa.
Disinilah Yesus menyatakan pribadi-Nya, melihat iman keempat sahabat orang lumpuh itu.
Yesus menyatakan kuasa-Nya dengan mengampuni dosa dan memberikan kesembuhan bagi orang yang lumpuh itu.
Sehingga mukjizat yang dialami orang lumpuh ini bukan hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani.
Yesus Kristus adalah penggenapan janji Allah bagi dunia ini.
Kehadiran-Nya dinanti-nantikan oleh dunia ini untuk dinyatakan.
Kehadiran-Nya memberikan pengharapan yang pasti akan kasih-Nya dan kuasa-Nya bagi seluruh umat manusia.
Setiap orang percaya adalah anak-anak Allah, sahabat Yesus.
“Sebab dengan sangat rindu semua makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan”.
Realita kehadiran Yesus dalam hidup kita yang akan menuntun kita untuk kita bisa menyatakan berkat jasmani dan berkat rohani bagi banyak orang. Kehidupan kita di dalam Yesus yang akan terus mengalirkan kehidupan Yesus.
Belas kasihan akan jiwa-jiwa yang membutuhkan kasih Yesus membuat kita tidak akan pernah diam tetapi bertindak dalam iman.
Mari terus menerus mengalami realita kehadiran Kristus dalam hidup kita yang membawa mukjizat kesembuhan.
Mukjizat yang menyembuhkan adalah tanda kerajaan Allah dinyatakan di tengah-tengah kita.
Bagian kita adalah terus terkoneksi dengan Roh Kudus sehingga kuasa mukjizat-Nya dinyatakan dimanapun kita berada.
Tuhan Memberkati.
Bagaimana respon kita ketika mendengar ada orang yang mengalami kebutuhan kesembuhan? Apa tindakan iman kita?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Air yang mengalir menuju wilayah Timur, dan menurun ke Araba–Yordan dan bermuara di laut asin, mengandung apa? Dan menjadi apakah air ini?
Dampak apa dari sungai yang mengalir itu?
Apa dampak bagi oleh penangkap ikan di sepanjang En-Gedi sampai En-Eglaim? Dan daerah itu menjadi apa?
Hal apa yang terjadi dengan rawa-rawa dan paya-paya?
Apakah yang tumbuh pada kedua tepi sungai itu? Berfungsi sebagai apakah buah dan daun pada tumbuhan itu?
Saudara-Saudara..
Penglihatan Nabi Yehezkiel dalam Yehezkiel 47 dimulai dengan air yang mengalir dari ambang pintu bait suci Allah ke arah timur.
Air itu menjadi semakin dalam, mulai dari setinggi pergelangan kaki hingga menjadi sungai yang tidak dapat diseberangi.
Sungai ini mengalir, membuat airnya tawar dan penuh dengan kehidupan.
Di sepanjang tepi sungai itu tumbuh pohon-pohon yang buahnya dapat dimakan dan daun-daunnya dapat menyembuhkan penyakit.
Ya, Allah punya banyak cara untuk membawa umat-Nya untuk mengalami kasih dan kuasa-Nya sehingga setiap umat-Nya mengalami realita kehadiran-Nya.
Setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus, dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran kehidupan.
Aliran kehidupan Tuhan yang dilambangkan melalui air yang mengalir dari bait suci melambangkan kasih karunia-Nya dan peran Roh Kudus-Nya yang membawa kuasa keselamatan dalam kehidupan kita sebagai orang yang percaya.
Tidak hanya itu, kita dapat menaklukkan kedagingan kita, kita pulih, kita sembuh, mengalami terobosan dan dapat menghasilkan buah-buah rohani.
Buah-buah rohani inilah yang dilihat dan dirasakan banyak orang menjadi kesaksian yang hidup sehingga membawa kehidupan rohani bagi orang lain.
Di dalam Lukas 19:1-6, dalam Kisah Zakheus berjumpa dengan Yesus.
Inisiatif Yesus menumpang di rumah Zakheus, membawa terobosan dalam kehidupan Zakheus.
Zakheus sebagai kepala pemungut cukai yang dibenci dan dianggap berdosa mengalami pertobatan sejati.
Zakheus mengembalikan uang hasil pemerasan 4x lipat dan memberikan separuh hartanya kepada orang miskin.
Aliran kehidupan Yesus yang dialami oleh Zakheus menghasilkan respons pertobatan dan perubahan hidup yang radikal.
Aliran kehidupan Yesus yang kita dan Zakheus alami ini juga tersedia bagi dunia.
Realita kehadiran Tuhan dalam hidup kita akan membawa keselamatan yang memulihkan yang rusak, menyembuhkan yang sakit, memberikan pengharapan, membawa terobosan itulah yang kita alirkan bagi dunia yang saat ini sedang membutuhkannya; di sekolah, kampus, keluarga, tetangga kita.
Sehingga kemuliaan kuasa-Nya dinyatakan di tengah dunia ini. Mari memberikan hidup lebih lagi kepada Tuhan.
Tuhan memberkati.
Ceritakan kepada kelompok PA saudara, apa dampak dari aliran kehidupan Tuhan dalam hidup saudara yang dapat dirasakan sekitarmu?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Yesaya 58:12.
Apakah yang kita alami ketika kita berpuasa dengan pemahaman bukan hanya untuk menahan lapar tetapi mau menyerahkan kepada orang lapar yang kita inginkan juga ingin memuaskan hati orang yang tertindas?
Dan apakah yang Tuhan lakukan bagi kita ketika kita berpuasa dengan cara yang benar?
Apakah yang akan kita lakukan ketika melakukan puasa dengan cara yang benar?
Tuhan menegur bangsa Israel yang melakukan ritual agama tetapi dengan cara yang salah dalam hal berpuasa sehingga mereka tidak mengalami terobosan bahkan mereka selalu mengeluh kepada Tuhan.
“Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!”(Yesaya 58:6-7).
Dan ketika mereka melakukan ritual agama dengan cara yang benar maka mereka akan mengalami realita kehadiran Tuhan dan dipulihkan dari segala kekeringan secara rohani dan ketiadaan kasih.
“Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera;
kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku!”(Yesaya 58:8-9a).
”TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.”(Yesaya 58:11).
Ketika kita membangun ritual agama atau kerohanian melalui doa dan puasa yang benar kita bukan hanya mengalami realita Kristus dan encounter dengan-Nya tetapi kita dapat membangun reruntuhan berabad-abad dengan cara membawa realita Kristus kepada dunia ini, baik di kantor, di rumah, di sekolah dan di kampus serta dimana pun Tuhan menempatkan kita.
Kita membawa sorga di bumi untuk menggenapi doa Yesus yaitu: ”Datanglah kerajaan-Mu dan jadilah kehendak-Mu di bumi”, sehingga bumi ini penuh kemuliaan Tuhan, sehingga tidak ada lagi pembullyan di sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, pembunuhan dan bunuh diri, LGBT, kemaksiatan, korupsi dan pungli di kota dimana kita ada.
”Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni”(Yesaya 58:12).
Kita membawa kehidupan ilahi di segala sendi-sendi kehidupan masyarakat sehingga bumi ini penuh dengan pengenalan akan Tuhan.
”Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.”(Habakuk 2:14).
“Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus,
sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.”(Yesaya 11:9).
Kita ditetapkan oleh Allah untuk membangun kembali bumi ini dan komunitas dimana kita ada agar penuh dengan pengenalan akan Tuhan.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana kehidupan doa dan puasa yang saudara bangun dapat membawa terobosan dan membangun reruntuhan yang berabad-abad.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Lukas 19:8.
Orang-orang yang bagaimanakah yang dicari oleh Tuhan Yesus dan apakah tujuannya?
Siapakah yang diterima oleh Zakheus untuk menunjukkan bahwa dia mau meninggalkan dosa-dosanya?
Apakah komitmen dari Zakheus untuk menunjukkan bahwa dia telah bertobat dan mengalami Kristus?
Tuhan ingin agar kita mengalami pertobatan yang sejati sehingga mengalami perubahan hidup yang sangat signifikan bukan tobat dan kumat, artinya bertobat dan tetap melakukan dosa dan tidak memiliki komitmen yang kuat untuk mengikut Yesus.
Itulah sebabnya kita tidak hanya bertobat dengan cara menerima Yesus sebagai Tuhan tetapi mau berubah dan memberi hidup sepenuhnya kepada Tuhan.
Beberapa hal yang harus kita pahami diantaranya:
Kita harus mati terhadap diri sendiri dan kita membiarkan Kristus yang hidup dalam diri kita, kita mati terhadap semua kehidupan dunia ini dan kita sepenuhnya dimiliki oleh Kristus. “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.”(Kolose 3:3-4).
Mati bersama Kristus itu dinyatakan dengan cara mempersembahkan tubuh kepada Tuhan dan mau diubahkan oleh Firman Tuhan dalam hal pola pikir kita sehingga tidak seperti dunia ini. “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”(Roma 12:1-2).
Dengan fokus sepenuhnya kepada Kristus maka kita akan mengalami realita Kristus.
“Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.”(I Yohanes 3:2).
Pengalaman dengan realita Kristus membuat kita mengalami pertobatan yang sejati, pikiran kita, tujuan hidup diarahkan kepada Yesus sehingga kita menyerahkan seluruh kehidupan kita kepada Kristus.
”Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.”(Lukas 19:8-9).
Dari pengalaman perjumpaan dengan Yesus membuat kita mengalami buah-buah kehidupan baru dari hasil pertobatan itu sampai kita mengalami keserupaan dan kepenuhan Kristus, memiliki pikiran, tujuan, perasaan dan kehendak Kristus.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana buah pertobatan dalam hidup saudara karena mengalami perjumpaan dan realita Kristus