Kamis, 17 September 2026

MENGEMBALIKAN MILIK TUHAN DENGAN SETIA

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MALEAKHI 3:8-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dimaksud dengan “merampok Allah” dalam Maleakhi 3:8, dan bagaimana hal itu terjadi dalam kehidupan umat Israel?
  2. Mengapa Tuhan mengundang umat-Nya untuk “menguji” Dia dalam hal persembahan perpuluhan (ayat 10)? Apa maksud undangan ini?
  3. Apa janji Tuhan bagi mereka yang setia mengembalikan perpuluhan dan persembahan (ayat 10-12), dan bagaimana janji itu bisa menjadi pengharapan bagi kita hari ini?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Bangsa Israel telah kembali dari pembuangan, tetapi hati mereka masih jauh dari Tuhan.

Mereka sibuk dengan urusan sendiri, membangun rumah yang indah, sementara rumah Tuhan terbengkalai.

Mereka bertanya, “Di mana Allah yang adil?” tetapi mereka sendiri tidak adil dalam memberi kepada Tuhan.

Mereka membawa persembahan yang buta dan cacat, dan mereka tidak memberikan perpuluhan dengan benar.

Melalui Maleakhi, Tuhan menegur mereka dengan pertanyaan yang menyayat hati: “Bolehkah manusia merampok Allah?”

Umat Tuhan saat itu tidak menyadari bahwa dengan menahan perpuluhan dan persembahan, mereka sedang “merampok” Allah—bukan karena Tuhan butuh uang, tetapi karena itu adalah tanda ketidaksetiaan dan kurangnya kepercayaan pada penyediaan-Nya.

Mengembalikan perpuluhan  bagi orang Israel adalah tindakan iman dan pengakuan bahwa Tuhan adalah pemilik segala sesuatu.

Perpuluhan (10% dari hasil ternak dan pertanian) adalah milik Tuhan yang sudah ditetapkan sejak zaman Musa untuk bangsa Israel.

Memberikan perpuluhan bukan berarti “memberi” kepada Tuhan, tetapi mereka sedang “mengembalikan” apa yang sudah menjadi milik-Nya.

Ini adalah pengakuan bahwa segala yang mereka miliki berasal dari Tuhan.

Ketika  mereka setia mengembalikan perpuluhan, mereka sedang berkata, “Tuhan, Engkaulah pemilik hidupku.

Aku percaya bahwa Engkau akan menyediakan kebutuhanku.

Tuhan berjanji memberkati orang yang setia mengembalikan milik-Nya.

Tuhan berkata, “Ujilah Aku… apakah Aku tidak akan membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”

Ini adalah satu-satunya tempat dalam Alkitab di mana Tuhan mengundang kita untuk “menguji” Dia.

Ini bukan tentang “memberi untuk mendapat”—itu manipulasi.

Tetapi ini adalah janji bahwa ketika kita setia dalam hal-hal kecil (keuangan), Tuhan akan mempercayakan kita dengan lebih banyak berkat.

Berkat itu bisa berupa kesehatan, kedamaian, perlindungan, atau kelimpahan materi.

Yang penting, Tuhan berkomitmen untuk memelihara umat-Nya yang setia.

Mereka yang memberi dengan murah hati akan mengalami kebaikan Tuhan yang melimpah.

Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman.

Pertama, seluruh hidup dan hartamu adalah milik Tuhan, oleh karena itu seberapa besar Tuhan ingin saudara berikan, misalnya 10 persen, 20 persen atau sekian persen, berikanlah dengan sukacita.

Kedua, Berdoalah saat Memberi. Jangan jadikan memberi sebagai rutinitas tanpa makna.

Saat kamu memberikan perpuluhan atau persembahan, ucapkan doa: “Tuhan, ini adalah milik-Mu yang aku kembalikan.

Aku percaya Engkau akan memelihara hidupku dan keluargaku.

Berkatilah aku, dan jadikan aku saluran berkat bagi orang lain.”

Dengan memberi secara sadar dan bersyukur, kamu sedang membangun hubungan yang intim dengan Allah, dan pintu berkat-Nya akan terbuka dalam hidupmu.

Diskusikan dengan pembimbingmu, kalau Seluruh hidup kita dan kekayaan kita milik Tuhan, apakah 10 persen masih relevan? Mengapa tidak 20 atau 30 Persen?

Pembacaan Alkitab Setahun

Daniel 7-9

Rabu, 16 September 2026

KAYA DALAM KEBAJIKAN BUKAN KESOMBONGAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 TIMOTIUS 6:17-19

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa peringatan Paulus kepada orang kaya dalam ayat 17, dan mengapa kekayaan disebut “tidak pasti”?
  2. Apa perbedaan antara “kaya dalam harta” dan “kaya dalam kebajikan” (ayat 18)?
  3. Apa yang dimaksud dengan “mengumpulkan harta sebagai dasar yang baik untuk masa depan” (ayat 19), dan bagaimana kita bisa melakukannya hari ini?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Kekayaan adalah berkat, tetapi juga bisa menjadi jebakan.

Paulus tahu bahwa orang kaya di Efesus menghadapi godaan besar: menjadi sombong dan menganggap uang sebagai jaminan hidup.

Dunia ini memang mengajarkan kita bahwa uang adalah segalanya—uang memberi kekuasaan, keamanan, dan status.

Tetapi Paulus mengingatkan bahwa kekayaan itu “tidak pasti.”

Lihatlah bagaimana ekonomi bisa jatuh, bisnis bisa bangkrut, dan uang bisa lenyap dalam sekejap.

Jika kita menaruh pengharapan pada uang, kita akan kecewa.

Paulus tidak melarang orang kaya, tetapi ia memperingatkan mereka: jangan biarkan kekayaan membuatmu sombong dan melupakan Allah yang adalah sumber segala.

Harapan kita harus tertuju pada Allah, bukan pada kekayaan.

Paulus berkata, “Peringatkanlah mereka agar jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.”

Ini adalah perspektif yang mengubah cara pandang kita.

Allah adalah sumber segala berkat; kekayaan hanyalah saluran.

Ia memberi kita bukan hanya kebutuhan, tetapi juga hal-hal untuk dinikmati—artinya Allah bukanlah Tuhan yang kikir.

Ia senang memberi.

Ketika kita mengandalkan Allah, kita tidak perlu khawatir tentang kehilangan harta, karena sumber kita tidak pernah habis.

Kita menjadi orang yang bebas—bebas dari ketakutan dan bebas untuk memberi.

Kekayaan sejati diukur dari perbuatan baik, bukan dari jumlah uang.

Paulus memerintahkan orang kaya untuk “berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi, dan membagi.”

Ini adalah gambaran tentang seseorang yang kaya bukan karena rekening banknya, tetapi karena hatinya yang murah hati.

Orang seperti ini tidak pelit; ia dengan senang hati membantu orang yang membutuhkan.

Dan yang menarik, Paulus menyebut ini sebagai “mengumpulkan harta” di sorga—investasi yang tidak pernah hilang, tidak pernah dicuri, dan tidak pernah rusak.

Hidup sejati bukan tentang berapa banyak yang kita kumpulkan, tetapi tentang berapa banyak yang kita berikan dalam kasih.

Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman.

Pertama, Periksa Hati terhadap Uang.

Tanyakan pada dirimu: “Apakah aku terlalu cemas tentang keuangan?

Apakah aku merasa aman hanya jika punya banyak tabungan?

Ataukah aku percaya bahwa Allah yang memeliharaku?”

Jika ada rasa takut atau kesombongan terkait uang, datanglah kepada Tuhan dan minta Dia membarui hatimu.

Kedua, Belajarlah Memberi dengan Sukacita.

Mulailah dengan hal kecil: memberi untuk pekerjaan Tuhan, membantu saudara yang kekurangan, atau memberi hadiah kepada orang yang sedang bersedih.

Lakukan dengan sukacita, bukan dengan terpaksa.

Dengan melatih hati untuk memberi, kamu sedang menjadi “kaya dalam kebajikan” dan mengumpulkan harta yang kekal di sorga.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana cara praktis memberi dengan sukacita saat kebutuhan sangat banyak.

Pembacaan Alkitab Setahun

Daniel 4-6

Selasa, 15 September 2026

CUKUPKAN DIRIMU DENGAN APA YANG TUHAN BERIKAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 TIMOTIUS 6:6-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang menyebabkan bahwa ibadah itu memberikan keuntungan yang besar kepada kita?
  2. Apa saja sebenarnya yang sangat kita perlukan?
  3. Apa yang menyebabkan orang percaya masuk ke dalam berbagai pencobaan?
  4. Apa yang dapat terjadi ketika orang percaya menjadi cinta uang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika seseorang beribadah dengan benar kepada Tuhan Yesus Kristus, ia akan memiliki iman yang teguh dan pengharapan kepada Yesus serta firman-Nya.

Seseorang yang beribadah kepada Yesus Kristus tidak akan dikuasai oleh ketakutan, kekuatiran, dan kebimbangan karena ia beriman atau percaya kepada apa yang Yesus firmankan: 

Yohanes 10:10-11 “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya”

Saudara, Yesus sendiri yang menyatakan bahwa Dialah Gembala yang baik.

Seorang gembala yang baik rela memberikan nyawanya untuk membela domba-dombanya.

Sementara itu, gembala upahan akan lari meninggalkan domba-dombanya ketika ada serigala yang menyerang domba-dombanya.

Karena kita memiliki Gembala yang baik, kita tidak perlu khawatir, takut, dan gelisah.

Yesus pernah menyatakan bagaimana perhatian dan kasih Bapa terhadap kita, anak-anak-Nya:

Matius 6:25-27 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”

Saudara, Bapa kita yang di surga adalah Gembala yang baik.

Dia telah menyediakan semua keperluan anak-anak-Nya, yaitu semua orang yang percaya kepada Yesus sebagai Juru Selamat dan Tuhan.

Bapa kita telah menyediakan apa yang kita perlukan.

Oleh karena itu, marilah kita terus membangun hubungan yang intim dengan Roh Kudus supaya Dia mengarahkan, memimpin, dan mengajar kita agar kita mengerti apa yang telah disediakan oleh Bapa bagi kita.

Oleh karena itu, marilah kita belajar mengatur pengeluaran supaya kita tidak memboroskan apa yang telah Bapa sediakan.

Dengan demikian, kita dapat menggunakan secara maksimal manfaat dari apa yang telah Bapa sediakan.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak anak-anak Tuhan selalu mengalami kekurangan dalam hidup mereka?

Pembacaan Alkitab Setahun

Daniel 1-3

Senin, 14 September 2026

TIDAK DAPAT MENGABDI KEPADA DUA TUAN, ALLAH ATAU MAMON

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 6:24-27

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa seseorang tidak dapat mengabdi kepada dua tuan?
  2. Mengapa kita dilarang untuk kuatir akan makanan, minuman atau pakaian?
  3. Mengapa burung dijadikan sebagai pembanding bagi kita, manusia?
  4. Apa yang dapat mengurangi jalan hidup seseorang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Tuhan Allah adalah Tuhan yang cemburu.

Dia sangat tidak ingin diduakan.

Dia menghendaki supaya semua orang hanya menyembah Dia sebagai satu-satunya Tuhan.

Oleh karena itu, Dia juga mencurahkan seluruh perhatian dan kasih-Nya.

Rasul Paulus menuliskan bahwa Tuhan Allah sangat mengasihi umat-Nya:

Efesus 3:18-19 “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.”

Kasih-Nya yang tidak terbatas telah dinyatakan-Nya kepada kita, umat-Nya.

Dia menyatakan bahwa Tuhan Allah telah merencanakan pemulihan keadaan manusia.

Hal itu dilakukan melalui keturunan perempuan yang telah tertipu di Taman Eden:

Kejadian 3:15 “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Jadi, sejak semula Allah telah merencanakan bahwa Juru Selamat akan datang dan Mesias akan memulihkan anak-anak manusia agar kembali pulih sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh Allah sejak semula.

Kita dapat membaca dan melihat bahwa sejak semula Tuhan Allah yang sangat berkuasa telah bertindak sedemikian rupa demi keselamatan manusia.

Dia mendatangkan air bah dan menyelamatkan keluarga Nuh.

Dosa anak manusia menyebabkan Nuh marah dan mengutuk keturunannya.

Tuhan Allah memilih seorang anak manusia yang memiliki iman, kepercayaan, dan loyalitas yang tinggi, yaitu Abraham.

Namun, dosa manusia menyebabkan Abram menjadi Abraham dan melahirkan Ismael, seorang anak yang kecewa kepada ayahnya.

Anak Abraham, Ishak, adalah seorang yang taat kepada ayah dan ibunya.

Ishak kemudian melahirkan dua orang anak kembar, yaitu Yakub dan Esau.

Yakub, sekalipun dikenal sebagai penipu, tetapi Tuhan berkenan kepadanya karena ia memiliki iman kepada Tuhan Allah, Tuhan dari ayah dan kakeknya, Abraham.

Dalam pertemuannya dengan Malaikat Tuhan Allah, Yakub berjanji bahwa ia akan selalu mempersembahkan 10% dari semua pendapatannya kepada Allah yang akan memberkatinya.

Tuhan Allah mengkhususkan keturunan Abraham dari garis keturunan Ishak sebagai kelompok orang-orang yang dipilih menjadi umat-Nya.

Dari dua belas anak Yakub, Tuhan Allah memilih Yehuda sebagai seorang pilihan karena kerelaannya untuk membela adiknya, Benyamin, yang hendak disandera oleh Yusuf di Mesir.

Yehuda kemudian melahirkan Daud. Karena iman dan hubungan Daud dengan Tuhan Allah, ia dipilih untuk menjadi nenek moyang Mesias yang dijanjikan.

Hanya karena kasih karunia Tuhan Allah, Daud dipilih. Tuhan Allah dengan jelas menuliskannya dalam kitab Injil tentang kasih karunia:

Matius 1:5-6 “Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria”

Dalam satu ayat ini saja kita dapat melihat bahwa kedaulatan Tuhan Allah sangat dominan.

Semua itu bertujuan supaya Mesias dapat hadir di dunia untuk menyatakan bahwa hanya karena kasih karunia manusia dapat diselamatkan.

Oleh karena itu, kedaulatan Tuhan Allah sangat berperan dalam keselamatan manusia.

Kita dapat membaca bahwa dalam satu ayat ini terdapat dua nama perempuan yang bukan orang Israel, yaitu Rahab dan Rut.

Rahab adalah seorang perempuan yang melindungi Salmon, pengintai bangsa Israel yang datang untuk menyelidiki tembok Yerikho.

Rut adalah seorang perempuan Moab, menantu Elimelekh dan Naomi, yang memilih Tuhan Allah, Tuhan yang disembah oleh Naomi, menjadi Tuhannya. Ia beriman kepada Tuhan Allah.

Kita juga membaca dengan jelas bahwa Raja Daud memperanakkan Salomo dari istri Uria, seorang perempuan Kanaan, yaitu Batsyeba.

Dalam keutuhan kasih Tuhan Allah, Dia memperlihatkan anugerah kasih karunia kepada orang-orang yang diperkenankan-Nya untuk menjadi alat-Nya dalam mendatangkan Yesus Kristus ke dunia ini.

Oleh karena itu, Tuhan Allah hanya memperkenankan seseorang yang loyalitasnya hanya kepada Tuhan Allah untuk menjadi umat-Nya.

Seseorang yang beriman adalah seseorang yang hanya menyembah Allah yang diperkenan-Nya.

Dengan jelas, Tuhan Allah tidak menginginkan adanya ilah lain di hadapan seseorang yang dapat menjadi alat-Nya di dunia ini.

Ibrani 10:38 “Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.”

Jadi, dapat kita pelajari bahwa seseorang yang disebut beriman adalah seseorang yang tidak akan menyembah ilah-ilah lain.

Mereka juga bukan orang-orang yang mencintai dunia ini, apalagi memiliki kesukaan yang terlarang, yaitu mencintai uang atau menjadi mata duitan.

Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa kita tidak boleh memiliki dua tuan.

Kita harus memilih salah satunya, yaitu memilih Tuhan Yesus atau uang.

Uang sangat memengaruhi kehidupan manusia di dunia ini. Rasul Paulus menulis:

1 Timotius 6:10 “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”

Oleh sebab itu, Tuhan Yesus berkata dalam:

Matius 6:24 “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Yesus menyatakan dengan jelas, “Pilih salah satu: Tuhan Allah atau mamon.”

Yesus dengan tegas menyatakan bahwa mamon adalah musuh yang sering menggoda umat-Nya.

Banyak umat-Nya tergoda oleh mamon sehingga hidupnya rusak karena mencintai uang atau bahkan menyembah uang.

Saudara, putuskanlah bahwa diri kita tidak akan mencintai uang sehingga menyembah uang dan hidup dengan memburu uang.

Ada suatu pernyataan yang baik dan benar: segala sesuatu dapat dihargai dan dibeli dengan uang, tetapi uang bukanlah segalanya.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Seberapa besar peran kita dalam memperhatikan teman atau saudara kita agar mereka tidak tersesat dan kemudian mencintai uang?

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 46-48

Minggu, 13 September 2026

KITA BUKAN PEMILIK, KITA ADALAH PENGELOLA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 16:10-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dimaksud dengan perkara-perkara kecil?
  2. Mengapa mamon dikatakan tidak jujur?
  3. Apa yang dimaksud dengan perkara-perkara besar?
  4. Bagaimana caranya kita mengabdi kepada mamon?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, dari bagian firman ini kita dapat membaca dan merenungkan bahwa betapa tegasnya Tuhan berbicara mengenai uang.

Dia menyatakan bahwa ada dua tuan yang tidak dapat dipersekutukan, yaitu Tuhan Yesus Kristus dan mamon yang sering disebut sebagai uang.

Dengan tegas, firman Tuhan mengingatkan kita seperti yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada anak rohaninya, Timotius:

1 Timotius 6:6-10 “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”

Saudara, nasihat Rasul Paulus ini ditujukan kepada anak rohaninya, yaitu Timotius, agar Timotius terhindar dari berbagai perdebatan mengenai peribadatan.

Paulus menghendaki supaya Timotius mengerti bahwa ibadah yang disertai rasa syukur merupakan suatu keuntungan.

Ibadah tidak ditujukan untuk mencari uang.

Paulus juga menghendaki agar murid-muridnya tidak mencintai uang, apalagi sampai menjadi pemburu uang.

Mengenai rasa cukup dan nasihat untuk mencukupkan diri, Yohanes Pembaptis pernah menasihati para pemungut cukai dan para prajurit ketika mereka datang kepada Yohanes dan meminta untuk dibaptis:

Lukas 3:12-14 “Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: “Guru, apakah yang harus kami perbuat?” Jawabnya: “Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu.” Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”

Saudara, kelompok-kelompok orang yang mengalami pertobatan karena mendengar khotbah Yohanes Pembaptis datang dan menyerahkan diri untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis sebagai tanda pertobatan atas dosa dan kesalahan mereka sebelumnya.

Nasihat Yohanes Pembaptis ini merupakan nasihat yang patut diperhatikan oleh orang-orang yang mencintai uang dan menjadi pemburu uang.

Marilah kita mensyukuri rezeki atau berkat yang Tuhan anugerahkan melalui pekerjaan kita, baik berupa pemberian di luar pembayaran yang telah disepakati, bonus dari pekerjaan rutin, maupun imbalan atau fee dari pekerjaan yang kita lakukan sebagai jasa ketika seseorang merasa puas terhadap kinerja kita.  

Semua yang kita miliki dan yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita memang menjadi milik pribadi kita.

Namun, karena kita adalah hamba Tuhan Yesus Kristus, segala sesuatu yang kita miliki sepenuhnya adalah milik Sang Raja, yaitu Yesus Kristus.

Kita adalah orang yang mendapat kehormatan untuk mengelola milik Sang Raja.

Sebagai hamba, patutlah kita mengelolanya dengan baik supaya Sang Raja berkenan melihat pengelolaan kita terhadap semua anugerah-Nya.

Ketika kita mengatur semua anugerah yang kita terima dari Sang Pemberi Agung, Dia pernah menyatakan, “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

Tuhan menganugerahkan hidup yang berkelimpahan kepada kita.

Kita tidak pernah membawa apapun ke dunia ini, dan kita juga tidak akan membawa benda apapun ketika kita pulang ke surga. Kita membawa pahala dan jerih payah kita ketika kita melayani dan mengelola milik Sang Raja.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Sebagai pengelola milik Tuhan, bolehkah kita menggunakan uang dan harta sesuka hati serta menghabiskannya untuk memuaskan keluarga, istri, anak, dan cucu kita?

Pembacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 43-45