Kamis, 27 Agustus 2026

MEMILIKI PIKIRAN KRISTUS

Penulis : Budhi Setiawan

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

FILIPI 2:5-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Menurut ayat 5, apa yang dimaksud Paulus dengan “memiliki pikiran dan perasaan Kristus”?
  2. Apa yang dikatakan ayat 6 tentang identitas Yesus sebelum Ia datang ke dunia?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Salah satu peperangan terbesar dalam kehidupan orang percaya bukanlah peperangan melawan keadaan, melainkan peperangan di dalam pikiran.

Dari pikiran lahir keputusan, perkataan, tindakan, bahkan arah hidup seseorang.

Karena itu Paulus tidak terlebih dahulu berkata, Bertindaklah seperti Kristus, tetapi, Milikilah pikiran Kristus.

Perubahan hidup yang sejati selalu dimulai dari perubahan cara berpikir.

Ketika pikiran diubahkan, karakter pun akan berubah.

Kata “pikiran” dalam ayat ini berasal dari kata Yunani phroneō, yang berarti memiliki pola pikir, sikap batin, orientasi hidup, dan cara memandang segala sesuatu.

Jadi Paulus sedang mengajak jemaat untuk mengadopsi cara pandang Kristus terhadap Allah, diri-Nya sendiri, dan sesama.

Pada ayat 6 Yesus adalah Allah yang kekal. Segala kemuliaan adalah milik-Nya.

Namun yang menarik, Kristus tidak menggunakan keilahian-Nya untuk keuntungan pribadi.

Inilah yang sangat berbeda dengan manusia.

Dimana manusia selalu ingin meninggikan diri : ingin diakui, ingin dihormati, ingin menang, ingin menjadi pusat perhatian, dsb.

Bahkan dalam pelayanan pun motivasi seperti ini dapat muncul.

Kita dapat melayani Tuhan tetapi diam-diam menginginkan pujian, posisi, atau penghargaan.

Kristus justru menunjukkan arah yang berlawanan. Ia tidak bertanya, “Apa yang bisa Aku dapat?” tetapi “Apa yang bisa Aku berikan?” Inilah pikiran Kristus.

Kerendahan hati bukan berarti merasa diri tidak berharga, melainkan tidak menjadikan diri sendiri sebagai pusat kehidupan.

Pada ayat 7 Ini bukan berarti Yesus berhenti menjadi Allah, Yesus tidak pernah kehilangan keilahian-Nya, Yang Ia lepaskan adalah hak-hak kemuliaan-Nya.

Ia memilih membatasi diri dan hidup sebagai manusia yang bergantung penuh kepada Bapa.

Ia lapar, Ia haus, Ia menangis, Ia merasakan penderitaan manusia, dsb.

Mengapa? Karena kasih selalu rela turun mendekat, Kasih sejati tidak menjaga jarak, Kasih masuk ke dalam penderitaan orang yang dikasihi, Ia datang sendiri.

Ini mengajarkan bahwa memiliki pikiran Kristus berarti bersedia meninggalkan zona nyaman demi melayani orang lain.

Kadang Tuhan memanggil kita: mengorbankan waktu, mengorbankan kenyamanan, mengorbankan ego, bahkan mengorbankan hak-hak pribadi demi pekerjaan Kerajaan Allah.

Pelayanan bukanlah aktivitas, Pelayanan adalah identitas.

Orang yang memiliki pikiran Kristus tidak bertanya, Apa posisi saya? melainkan, Siapa yang dapat saya layani?

Karena itu memiliki pikiran Kristus berarti hidup dengan pola salib yaitu rela mengampuni meski disakiti, rela melayani meski tidak dihargai, rela taat meski harus berkorban dan lain sebagainya.

Dalam situasi apa saya paling sulit memiliki pikiran Kristus?Bagaimana kita dapat memiliki pikiran Kristus di tengah budaya yang mendorong persaingan dan pencitraan diri?Apakah mungkin seseorang aktif melayani tetapi belum memiliki pikiran Kristus? Berikan alasan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Yeremia 51-52

Rabu, 26 Agustus 2026

KESAKSIAN MELALUI CARA HIDUP

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

I PETRUS 2:12-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah I Petrus 2:12!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa kita harus memiliki cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa yang tidak mengenal Tuhan?
  2. Siapakah yang dipermuliakan melalui kehidupan kita yang selalu memancarkan cara hidup yang baik?
  3. Coba sebutkan cara hidup yang baik menurut bacaan Firman Tuhan diatas?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan Yesus telah menetapkan kita sebagai terang yang akan menerangi seisi rumah juga kota atau komunitas dimana kita ada walaupun kekristenan adalah minoritas.

“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.” (Matius 5:14-15).

Hal yang sangat sederhana untuk menunjukkan terang kepada dunia ini adalah kesaksian melalui cara hidup kita sehari-hari.

Karena dunia tidak hanya butuh iman kita tetapi perbuatan-perbuatan yang lahir dari iman kepada Yesus, sehingga dunia melihat Kristus dalam hidup kita karena kita adalah surat Kristus yang dapat dibaca oleh semua orang.

Hal-hal yang praktis dimana dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya:

  1. Menghormati pemerintah dengan cara bayar pajak, berdoa untuk pemerintah dan tidak mencaci maki pemerintah tapi turut membangun negeri ini melalui pekerjaan dan profesi yang kita miliki serta tunduk pada aturan-aturan pemerintah;
  2. Mengasihi orang-orang disekitar kita dengan cara berbuat baik terhadap tetangga, teman-teman kuliah dan sekolah juga rekan-rekan dikantor dan dalam komunitas apapun dimana kita beraktifitas. Selain berdoa kita dapat membantu mereka dalam kesukaran-kesukaran hidup yang sedang mereka hadapi;
  3. Hidup senantiasa takut akan Allah dengan berbuat baik bukan untuk dilihat dan dipuji orang lain tetapi untuk Tuhan, walaupun kadang kala kita harus menderita terhadap pemerintah, atasan kita juga pemimpin rohani kita.

Kita melakukan hal-hal diatas sampai Allah melawat mereka dan mereka menjadi pribadi-pribadi yang memuliakan Allah melalui kesaksian hidup kita.

Karena ketika kita selalu menyatakan perbuatan baik maka kita sedang meletakkan bara api diatas kepala mereka.

Bahkan ketika kita menderita dan dimusuhi oleh dunia ini kita harus tetap berbuat baik dan menyatakan kesaksian yang baik kepada mereka sehingga mereka tidak bisa mencari kesalahan kita karena kita selalu menyalurkan perbuatan dan cara hidup yang baik, memberkati musuh kita, berdoa untuk musuh kita, dan mengalirkan kebaikan-kebaikan kepada musuh kita.

Ketika kita tidak jemu-jemu menyatakan cara hidup yang berbuat baik maka kita akan mendapat upahnya dan musuh-musuh kita pada akhirnya akan memuliakan dan percaya kepada Yesus melalui kehidupan kita.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana kesaksian cara hidup yang baik dari saudara dapat membawa orang-orang kepada Yesus!

Pembacaan Alkitab Setahun

Yeremia 49-50

Selasa, 25 Agustus 2026

BUKAN LAGI AKU MELAINKAN KRISTUS

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

GALATIA 2:18-20

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Galatia 2:20!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Terhadap apakah Rasul Paulus telah mati dan dengan siapakah Rasul Paulus telah disalibkan?
  2. Apakah tujuan dari Rasul Paulus disalibkan dengan Kristus?
  3. Jadi siapakah yang hidup dalam diri Rasul Paulus selain pribadinya dan melalui apakah keterhubungan Rasul Paulus dengan Yesus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Kita telah memiliki kehidupan ilahi karena kita telah menerima Yesus melalui kelahiran kembali untuk tinggal di dalam hati kita. Kehidupan itu adalah merupakan representasi Kristus sendiri.

“Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.” (Yehezkiel 36:27).

”Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.” (Kolose 3:4).

”Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.”  (I Yohanes 3:2).

Tuhan akan merealisasikannya di dalam hidup kita karena Dialah yang sepenuhnya berkuasa dan memegang seluruh kehidupan kita karena kita tidak sendiri lagi. Oleh karena itu beberapa hal yang harus kita pahami adalah:

  1. Kita harus menyadari bahwa kita telah mati supaya kita hanya hidup bagi Kristus. Kematian itu selalu terjadi ketika kita senantiasa menyalibkan seluruh keinginan daging kita; ”Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” (Kolose 3:3).”Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus.”(Galatia 2:19);
  2. Agar kehidupan Kristus senantiasa memancar dalam hidup kita maka kita harus terhubung dengan Yesus melalui iman kepada-Nya dan memiliki iman Yesus Kristus melalui persekutuan dengan Firman-Nya. ”Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:4-5);
  3. Ketika kita mati dan Yesus hidup dalam kita maka kita senantiasa mengalami sejahtera dari Bapa. ”Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.” (Roma 5:1).

Dalam pikiran, hati, perkataan dan perbuatan kita akan nyata bahwa Kristus hidup dalam kita demikian juga dari wajah kita karena Yesus hidup dalam diri kita.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana kehidupan Yesus nyata melalui saudara karena saudara menyadari bahwa saudara telah mati dan Yesus hidup dalam diri saudara!

Pembacaan Alkitab Setahun

Yeremia 46-48

Senin, 24 Agustus 2026

KRISTUS ADALAH HIDUPKU

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

FILIPI 1:20-23

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Filipi 1:21!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah komitmen dari Rasul Paulus ketika dia berfokus kepada Yesus?
  2. Apakah pemahaman yang perlu kita miliki dalam hal kematian dan kehidupan?
  3. Apakah komitmen kita kepada Tuhan jika masih diizinkan oleh Tuhan untuk hidup?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebagai pengikut Yesus kita selalu ingin agar Tuhan dipermuliakan didalam kehidupan kita dan tidak memalukan Kristus didalam seluruh kehidupan kita.

Dalam hal Yesus dimuliakan tidak dibatasi oleh hidup atau mati kita, tetapi dalam hidup dan mati kita juga Kristus selalu dimuliakan.

Itulah sebabnya kita harus berkata bahwa mati adalah keuntungan dan hidup adalah Kristus.

Tidak merasa takut dan rugi oleh kematian karena kematian bukanlah akhir dari segalanya.

Dan jika hidup kita adalah Kristus maka hidup bukan untuk mencari uang, kekayaan, keamanan dan ketenangan tetapi hidup ini betul-betul berfokuskan dan bertujuan bagi Kristus, sehingga jika ada penderitaan dan persoalan dan tantangan kita tidak akan mundur.

Ketika kita berkomitmen untuk hidup adalah Kristus maka beberapa hal yang harus kita pahami adalah:

  1. Percaya bahwa hidup kita tidak sendiri tetapi bersama dengan Yesus sehingga dalam segala hal kita selalu berpusatkan kepada Yesus dan selalu mengandalkan Dia (Galatia 2:20);
  2. Kita harus menyalibkan segala keinginan daging dan membebaskan kehidupan Kristus yang mengalir serta dimanifestasikan dalam kehidupan kita (Kolose 3:3-4);
  3. Memiliki kerinduan dalam kehidupan sehari-hari hanya untuk mengenal Yesus dan bersatu dalam kematian, kebangkitan serta menjadi sama dalam penderitaan Kristus (Filipi 3:10-11);
  4. Hidup hanya untuk memuliakan Yesus dengan cara berbuah lebat, berkarakter Yesus maupun membawa jiwa-jiwa kepada Yesus.

Apa yang menjadi tujuan dari Kristus selalu menjadi tujuan kita, karena kita bukan hanya memiliki pikiran dan perasaan Kristus,  dengan demikian kita wajib hidup seperti Yesus hidup.

Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (I Yohanes 2:6).

Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” (Yohanes 4:34).

Dan jika hidup kita adalah Kristus maka kita menjadi surat Kristus yang dibaca oleh setiap orang karena kita menjadi representasi Kristus dimuka bumi.

Dunia melihat Kristus dalam hidup kita dan kita pun hanya menceritakan nama Yesus kepada dunia ini melalui perkataan dan perbuatan kita sehingga semakin banyak orang yang percaya kepada Yesus melalui hidup kita.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana Kristus dimuliakan melalui hidup saudara ketika saudara berkomitmen bahwa hidup adalah Kristus!

Pembacaan Alkitab Setahun

Yeremia 42-45

Minggu, 23 Agustus 2026

HIDUP BERPADANAN DENGAN INJIL

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

FILIPI 1:27-30

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Filipi 1:27!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah keinginan Rasul Paulus bagi jemaat Filipi yang telah mengenal dan menerima Injil Kristus?
  2. Apakah bukti dari kehidupan jemaat Filipi yang menyatakan bahwa mereka hidup berpadanan dengan Injil Kristus?
  3. Selain percaya kepada Kristus, hal apakah juga yang Allah karuniakan kepada jemaat Filipi?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan ingin agar hidup kita berpadanan dengan Injil Kristus yang telah kita percaya dan terima.

Dimana hidup kita memiliki keteguhan iman baik secara pribadi maupun secara gereja dalam meresponi penderitaan, persoalan pribadi juga persoalan-persoalan yang terjadi di tengah jemaat sehingga tidak terjadi perpecahan dan kemunduran secara rohani namun terus mengalami kemenangan serta terus menyaksikan Injil bagi dunia ini.

Tuhan menganugerahkan kepada kita bukan hanya untuk percaya kepada Yesus tetapi juga menderita bagi Dia karena iman kita kepada Yesus.

“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.”  (Yohanes 16:1-3).

Penderitaan ringan dan berat ini akan kita alami dalam pekerjaan di kantor kita, dalam sekolah, kampus, dalam berbisnis dan dalam berhubungan dengan pemerintahan.

Penderitaan yang kita alami bisa terjadi lewat perkataan, perbuatan dan juga secara mental, emosi dan fisik.

Namun kita harus meresponi semuanya dengan Firman Tuhan yang sudah kita terima sebagai Injil Kristus sehingga kita tetap berpadanan dengan Injil Kristus, tidak kompromi dan berbuat dosa.

Bukan hanya terhadap orang dunia, tetapi kadang-kadang juga terjadi di tengah-tengah jemaat dalam gereja.

Terjadi gesekan-gesekan, gosip, salah paham juga penghakiman yang dapat menimbulkan pertengkaran bahkan perpecahan dan tidak jarang jemaat berpindah-pindah gereja.

Dalam hal ini juga kita harus meresponi semuanya dengan hidup yang berpadanan dengan Injil Kristus.

Bahkan hal ini juga dapat terjadi ditengah-tengah keluarga dan rumah tangga kita, antara suami dan istri juga anak-anak yang dapat menimbulkan keterlukaan, perpecahan bahkan perceraian.

Kita harus hidup berpadanan dengan Injil Kristus artinya keyakinan kita terhadap Firman Tuhan yang merupakan iman kita harus berpadanan dalam kehidupan sehari-hari dalam meresponi setiap situasi yang kita hadapi sehingga kita memiliki cara hidup yang benar dimanapun kita berada sebagai respon kita terhadap Injil Kristus yang kita sudah terima dan percaya.

Tujuannya adalah supaya dalam semua situasi penderitaan yang kita alami Tuhan dimuliakan oleh dunia ini dan orang-orang yang ada di sekitar kita setelah mereka melihat kehidupan kita yang berpadanan dengan Injil Kristus (I Petrus 2:2).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara kesaksian hidup saudara terhadap dunia ini dalam sekolah, kuliah, pekerjaan yang menunjukkan saudara hidup berpadanan dengan Injil Kristus!

Pembacaan Alkitab Setahun

Yeremia 38-41