Kamis, 29 Oktober 2026

DOA YANG MEMBAWA PEMULIHAN DAN KESAKSIAN

Penulis : Budhi Setiawan

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 9:36-42

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah Tabita yang disebut dalam Kisah Para Rasul 9:36?
  2. Menurut Kisah Para Rasul 9:42, apa tujuan penting dari peristiwa tersebut?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ada saat-saat dalam kehidupan ketika kita berhadapan dengan keadaan yang begitu berat.

Sakit, kehilangan, kegagalan, masalah keluarga, pergumulan dalam pendidikan, maupun berbagai persoalan hidup dapat membuat kita merasa seolah-olah tidak ada lagi harapan.

Kisah Tabita dalam Kisah Para Rasul 9:36–42 mengingatkan kita bahwa dalam keadaan yang sulit sekalipun, Tuhan tetap bekerja.

Tabita adalah seorang murid Tuhan yang dikenal karena banyak melakukan kebaikan dan menolong orang lain.

Kehidupannya menjadi berkat bagi banyak orang. Ketika Tabita sakit dan kemudian meninggal, orang-orang yang mengenalnya merasa sangat kehilangan.

Mereka kemudian memanggil Petrus.

Ketika Petrus datang, ia tidak langsung bertindak dengan kekuatannya sendiri.

Petrus menyuruh semua orang keluar, kemudian berlutut dan berdoa.

Di sinilah kita belajar sesuatu yang penting bahwa doa harus menjadi bagian utama ketika kita menghadapi pergumulan.

Sering kali ketika menghadapi masalah, kita lebih dahulu panik.

Kita mencari jalan keluar dengan kekuatan sendiri, bertanya kepada banyak orang, atau merasa takut terhadap keadaan yang ada.

Namun Petrus menunjukkan bahwa ada saatnya kita harus berhenti sejenak, datang kepada Tuhan, berlutut, dan berdoa.

Doa bukan sekadar kata-kata yang kita ucapkan. Doa adalah ungkapan iman bahwa kita percaya Tuhan sanggup melakukan sesuatu yang tidak mampu kita lakukan dengan kekuatan kita sendiri.

Setelah berdoa, Petrus berkata kepada Tabita, “Bangkitlah!” Dan Tuhan menyatakan kuasa-Nya. Tabita hidup kembali.

Peristiwa tersebut kemudian diketahui oleh banyak orang di Yope.

Kisah Para Rasul 9:42 berkata bahwa banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.

ni menunjukkan bahwa pemulihan yang Tuhan kerjakan dapat menjadi kesaksian bagi orang lain.

Ketika Tuhan menjawab doa kita, jangan hanya melihatnya sebagai berkat untuk diri sendiri.

Kesaksian tentang pertolongan Tuhan dapat menguatkan iman orang lain.

Mungkin saat ini ada seseorang di sekitar kita yang sedang sakit.

Jangan hanya berkata, “Semoga cepat sembuh.”

Mari kita mengambil waktu untuk berdoa baginya.

Mungkin ada teman yang sedang mengalami tekanan dalam pendidikan, pekerjaan, keluarga, atau kehidupan pribadi.

Jadilah orang yang mau mendengarkan, menguatkan, dan mendoakannya.

Mungkin ada seseorang yang kehilangan pengharapan.

Kehadiran kita, doa kita, dan kasih kita dapat menjadi sarana Tuhan untuk membawa penghiburan.

Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk membawa berita kesembuhan.

Kita membawa orang yang membutuhkan kepada Tuhan yang berkuasa menyembuhkan dan memulihkan.

Kesembuhan dapat terjadi secara fisik, tetapi pemulihan Tuhan juga dapat menyentuh hati, pikiran, hubungan, iman, dan pengharapan seseorang.

Karena itu, jangan pernah meremehkan kekuatan sebuah doa.

Satu doa dapat menjadi awal dari sebuah pengharapan.

Satu tindakan kasih dapat menguatkan seseorang yang hampir menyerah.

Satu kesaksian dapat membawa seseorang semakin dekat kepada Tuhan.

Kisah Tabita mengajak kita untuk menjadi orang yang tidak hanya menerima kasih Tuhan, tetapi juga membagikan kasih itu kepada orang lain.

Marilah kita menjadi pribadi yang suka berdoa, suka menolong, dan berani bersaksi tentang kebaikan Tuhan.

Biarlah melalui kehidupan kita, orang lain melihat bahwa di dalam Tuhan masih ada pengharapan, pertolongan, dan pemulihan.

Apa yang dapat kita pelajari dari sikap Petrus ketika menghadapi keadaan yang sulit? Bagaimana pengalaman pertolongan Tuhan dapat menjadi sebuah kesaksian? Apa hubungan antara doa, pemulihan, dan kesaksian dalam kisah Tabita?

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 12-13

Rabu, 28 Oktober 2026

BERDOA BERSAMA BAGI MEREKA YANG SAKIT

Penulis : Budhi Setiawan

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YAKOBUS 5:13-16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang harus dilakukan seseorang ketika sedang mengalami penderitaan menurut Yakobus 5:13?
  2. Siapa yang harus dipanggil oleh orang yang sedang sakit menurut Yakobus 5:14?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sakit adalah bagian dari kehidupan manusia.

Ketika seseorang mengalami sakit, bukan hanya tubuh yang membutuhkan pertolongan, tetapi hati juga dapat mengalami ketakutan, kecemasan, kesepian, bahkan kehilangan harapan.

Dalam keadaan seperti itu, gereja dipanggil bukan hanya untuk memberitakan tentang kesembuhan, tetapi juga hadir bersama mereka yang sedang menderita.

Salah satu bentuk kehadiran yang paling kuat adalah berdoa bersama. Firman Tuhan dalam Yakobus 5:13–16 memberikan penghiburan bahwa orang yang sedang sakit tidak harus menghadapi pergumulannya seorang diri.

Tuhan menghendaki agar umat-Nya saling memperhatikan dan berdoa bersama.

Yakobus berkata, Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa.

Ini menunjukkan bahwa dalam keadaan apa pun, kita tetap dapat datang kepada Tuhan.

Ketika sehat kita berdoa, ketika mengalami masalah kita berdoa, bahkan ketika tubuh kita sakit pun kita tetap datang kepada Tuhan.

Doa adalah tanda bahwa kita percaya kepada Allah.

Namun, yang menarik dalam bagian ini adalah orang yang sakit diminta untuk memanggil para penatua jemaat.

Artinya, komunitas orang percaya mempunyai peranan penting dalam memberikan dukungan kepada mereka yang sedang sakit.

Kadang-kadang seseorang yang sakit tidak membutuhkan banyak kata-kata.

Ia hanya membutuhkan seseorang yang hadir, duduk di sampingnya, mendengarkan, memegang tangannya, dan berkata Mari kita berdoa bersama.

Kalimat sederhana itu dapat memberikan kekuatan dan pengharapan.

Yakobus 5:16 mengingatkan kita bahwa doa bukanlah sesuatu yang sia-sia.

Doa membawa kita kepada Allah yang berkuasa.

Kita boleh berdoa memohon kesembuhan, tetapi kita juga menyerahkan hasilnya kepada kehendak Tuhan.

Kita tidak selalu memahami mengapa seseorang harus mengalami sakit.

Kita juga tidak selalu mengetahui kapan kesembuhan akan terjadi.

Tetapi satu hal yang dapat kita Yakini bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya.

Karena itu, ketika ada saudara, teman, keluarga, atau anggota jemaat yang sakit, jangan hanya berkata, “Saya akan mendoakanmu.”

Jika memungkinkan, datanglah dan berdoalah bersama mereka.

Ketika kita melakukan hal itu, kita sedang membawa berita kesembuhan.

Bukan karena kita mempunyai kuasa untuk menyembuhkan, tetapi karena kita membawa mereka datang kepada Yesus Kristus, sumber pengharapan dan pertolongan kita.

Berita kesembuhan juga bukan hanya tentang kesembuhan secara jasmani.

Tuhan dapat memberikan damai sejahtera di tengah sakit, memberikan kekuatan ketika tubuh lemah, memberikan penghiburan ketika hati sedih, dan memberikan pengharapan ketika keadaan terlihat sulit.

Mungkin hari ini ada orang di sekitar kita yang sedang sakit.

Mungkin ada yang sedang menjalani pengobatan.

Mungkin ada keluarga yang sedang mengalami pergumulan karena sakit.

Jangan biarkan mereka merasa sendirian.

Mari kita hadir, mari kita peduli, mari kita berdoa, mari kita menguatkan, sebab melalui doa dan kepedulian kita, mereka dapat merasakan kasih Tuhan.

Anda mengalami atau melihat seseorang yang dikuatkan karena doa bersama? Ceritakan pengalaman tersebut. Menurut Anda, mengapa terkadang orang yang sakit membutuhkan kehadiran kita lebih daripada nasihat kita? Bagaimana gereja atau kelompok persekutuan dapat menjadi tempat penghiburan bagi orang yang sedang sakit?

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 10-11

Selasa, 27 Oktober 2026

DIBERI KUASA DAN OTORITAS UNTUK MELAYANI

Penulis : Budhi Setiawan

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 9:1-3

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang memanggil kedua belas murid dalam Lukas 9:1?
  2. Apa yang harus diberitakan oleh para murid menurut Lukas 9:2?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Setiap manusia pasti pernah mengalami pergumulan.

Ada yang sakit secara jasmani, ada yang terluka hatinya, kecewa, takut, kehilangan semangat, bahkan ada yang merasa hidupnya tidak memiliki harapan.

Di tengah keadaan seperti itu, Tuhan ingin memakai kita untuk menjadi pembawa berita kesembuhan dan pengharapan.

Dalam Lukas 9:1–3 kita membaca bahwa Yesus memanggil kedua belas murid-Nya.

Kemudian Yesus memberikan kepada mereka kuasa dan otoritas untuk melayani.

Mereka diutus untuk memberitakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang yang membutuhkan.

Hal ini menunjukkan bahwa ketika Tuhan memanggil seseorang untuk melayani, Tuhan tidak membiarkan orang tersebut berjalan sendirian.

Tuhan memberikan kuasa, kemampuan, dan penyertaan-Nya.

Kadang-kadang kita merasa tidak mampu melayani, Kita mungkin berkata, Saya bukan orang yang pandai berbicara.

Saya masih muda, Saya tidak mempunyai banyak kemampuan, Saya tidak layak, dsb.

Tetapi Tuhan tidak meminta kita menjadi sempurna terlebih dahulu, tetapi Tuhan hanya meminta kita bersedia dipakai oleh-Nya.

Para murid bukan orang-orang yang sempurna. Namun ketika Yesus memanggil mereka, mereka belajar berjalan dalam ketaatan.

Demikian juga dengan kita, mungkin kita tidak dapat melakukan hal-hal besar.

Tetapi kita dapat melakukan hal-hal sederhana yang membawa kesembuhan bagi orang lain.

Ketika seseorang sedang sedih, kita dapat memberikan penghiburan, ketika seseorang merasa sendirian, kita dapat hadir dan menunjukkan kasih.

Ketika seseorang sedang sakit, kita dapat mendoakannya.

Ketika seseorang kehilangan harapan, kita dapat mengingatkannya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkannya.

Ketika seseorang jatuh dalam pergumulan, kita tidak perlu menghakiminya. Kita dapat mengulurkan tangan dan membawanya kembali kepada Tuhan,dsb.

Inilah salah satu bentuk pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita.

Membawa berita kesembuhan bukan hanya berbicara tentang kesembuhan tubuh, tetapi juga membawa kasih, pengampunan, pengharapan, dan pemulihan dari Tuhan kepada orang-orang yang kita jumpai.

Saudara yang dikasihi Tuhan, Yesus memberikan kuasa kepada murid-murid bukan supaya mereka menjadi terkenal atau dipuji.

Kuasa itu diberikan supaya mereka melayani. Ini adalah hal yang penting untuk kita ingat bahwa Kuasa Tuhan bukan untuk meninggikan diri, tetapi untuk merendahkan diri dalam pelayanan.

Otoritas yang Tuhan berikan bukan alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain.

Sebaliknya, semakin Tuhan mempercayakan sesuatu kepada kita, semakin kita dipanggil untuk melayani dengan rendah hati.

Mungkin hari ini Tuhan sedang menempatkan seseorang di sekitar kita yang membutuhkan perhatian, mungkin teman kita sedang mengalami masalah tetapi tidak berani bercerita, mungkin ada anggota keluarga yang sedang terluka, mungkin ada seseorang yang sedang kehilangan iman dan pengharapan, jangan abaikan mereka.

Bisa jadi Tuhan sedang mengutus kita untuk menjadi jawaban atas doa mereka.

Kita tidak harus menunggu menjadi seorang pendeta, pengkhotbah, atau pemimpin gereja untuk melayani.

Dimanapun Tuhan menempatkan kita, di situlah kita dapat menjadi pembawa kasih Kristus, baik di sekolah, jadilah pembawa damai, di kampus, jadilah teladan, di tempat kerja, jadilah pribadi yang jujur dan penuh kasih, di dalam keluarga, jadilah sumber penguatan, di tengah masyarakat, jadilah pembawa pengharapan.

Karena itu, jangan takut untuk melayani, jangan menunggu sampai kita merasa cukup hebat, jangan menunggu sampai semuanya sempurna.

Mulailah dengan apa yang ada di tangan kita, mungkin hanya sebuah doa, mungkin hanya sebuah perkataan yang baik, mungkin hanya sebuah tindakan sederhana.

Tetapi ketika dilakukan dengan kasih dan ketaatan kepada Tuhan, Tuhan dapat memakai semuanya untuk menjadi berkat.

Apa yang Tuhan sudah berikan kepada saya yang dapat saya gunakan untuk melayani orang lain? Apa yang sering membuat saya takut atau ragu untuk melayani Tuhan? Apa satu tindakan nyata yang akan saya lakukan minggu ini untuk menjadi pembawa berita kesembuhan bagi seseorang?

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 8-9

Senin, 26 Oktober 2026

DIUTUS UNTUK MEMBAWA BERITA KESEMBUHAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 10:5-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Matius 10:8!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah perintah dari Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya ketika mengutus mereka kepada domba-domba yang terhilang?
  2. Selain memberitakan Kerajaan Allah hal-hal apakah yang harus mereka lakukan kepada domba-domba yang terhilang?
  3. Mengapa harus memberitakan hal-hal diatas dengan cuma-cuma?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah maka Allah menyatakan kasih-Nya yang besar kepada dunia ini dengan cara mengutus anak-Nya yang tunggal datang ke dunia ini.

Yesus datang dan mati di kayu salib untuk menebus manusia yang karena dosa menuju maut sehingga manusia dibebaskan dari dosa dan maut.

Oleh sebab itu Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk menjadi saksi bahwa Yesus telah mati di kayu salib dan menanggung dosa manusia, sehingga murid-murid harus menceritakan tentang perbuatan Yesus bagi orang-orang yang berdosa sehingga orang berdosa berhak dengan pengampunan dosa.

“Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.” (Lukas 24:46-48).

Bahkan Tuhan Yesus ingin agar berita keselamatan tersebut dipahami oleh bangsa-bangsa bukan hanya pengampunan atau dosa saja tetapi akibat-akibat dosa manusia juga dimerdekakan oleh Tuhan Yesus yaitu sakit penyakit, kuasa setan dan segala kutuk-kutuk.

Hal tersebut juga harus diberitakan kepada bangsa-bangsa.

”Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Markus 16:15-18).

Oleh karena itu kita harus mengupayakan dan mengusahakan agar berita pengampunan dosa dan kesembuhan jasmani dan rohani sampai kepada dunia ini, bahkan bukan hanya mereka disembuhkan tetapi juga dimuridkan agar mereka mengalami kesempurnaan di dalam Kristus yaitu sehat-sehat dalam segala hal.

Dan Tuhan telah memberi kuasa kepada kita untuk mengerjakannya.

”Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.” (Kolose 1:28-29).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara mengalami kuasa Tuhan untuk memberitakan berita kesembuhan bagi dunia ini!

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 6-7

Minggu, 25 Oktober 2026

YESUS DATANG MEMBAWA KESEMBUHAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 8:14-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Matius 8:17!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang menyembuhkan ibu mertua Petrus dan bagaimanakah caranya disembuhkan?
  2. Apakah yang dialami orang-orang yang dibawa kepada Yesus?
  3. Hal apakah yang telah dilakukan oleh Yesus ketika Ia mati di kayu salib?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebelum kedatangan Yesus ke dunia ini telah dinubuatkan tentang hal-hal yang akan dikerjakan oleh Yesus melalui nabi Yesaya dimana hal ini tidak dipahami oleh banyak orang.

“Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” (Yesaya 53:3-5).

Bahkan dalam Perjanjian Baru rasul Petrus juga menjelaskan kepada kita tentang kesembuhan yang dibawa oleh Yesus yang membuat dunia dan kita dapat mengalami kesembuhan.

“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (I Petrus 2:24).

Dan ketika Yesus ada di muka bumi selama 33 ½ tahun, ada banyak kesembuhan yang dilakukan oleh Yesus diantaranya perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun, ibu mertua dari Petrus, bahkan orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang tuli dapat mendengar.

Hal ini terjadi karena merupakan ketetapan dari Tuhan bahwa Yesus datang ke dunia untuk menyembuhkan sakit penyakit dan kelemahan kita.

“Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” (Matius 8:17).

Agar kita mengalami kesembuhan yang telah diberi oleh Yesus melalui kematian-Nya di kayu salib maka bagian kita adalah percaya kepada Dia, percaya terhadap apa yang telah Yesus kerjakan melalui karya-Nya di kayu salib, kemudian perkatakan dengan iman seluruh janji Allah kepada kita tentang kesembuhan maka Allah akan mewujudkan mukjizat kesembuhan itu.

“Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” (Yohanes 11:40).

Oleh sebab itu marilah kita berjalan dalam kebenaran Firman Tuhan supaya kita senantiasa menikmati kesembuhan yang sudah diberikan oleh Yesus melalui korban-Nya di kayu salib.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana dalam saudara mengalami kesembuhan oleh karena Yesus telah datang membawa kesembuhan!

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 4-5