Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Jika Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan dan Kepala atas segala sesuatu, bagaimana seharusnya hal ini mempengaruhi cara kita hidup dan prioritas kita sehari-hari?
Karena Kristus telah mendamaikan kita dengan Allah melalui kematian-Nya, apa langkah konkret yang perlu kita ambil untuk tetap bertekun dalam iman?
Kolose 1:15 “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.”
Saudara, Tuhan Yesus adalah gambar atau penyataan Allah yang sempurna.
Sehingga ketika kita mengenal Kristus berarti kita akan mengenal Allah.
Oleh sebab kekuatan iman dan pengharapan akan terletak pada hubungan kita dengan Pribadi Kristus.
Dan jika Kristus adalah gambar Allah yang sejati, maka nilai hidup kita akan ditentukan oleh Dia dan arah hidup kita selayaknya mengarah kepada Dia.
Kolose 1:18 “Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.”
Yesus adalah Kepala dari keseluruhan tubuh yaitu: Jemaat atau Gereja.
Kita orang percaya adalah anggota tubuh Kristus, kita adalah bagian kecil dari Gereja yang Am atau Gereja yang universal, gereja yang tidak dibatasi oleh denominasi, sinode dan apa pun atribut gereja.
Dan karena Yesus adalah yang utama dari segala sesuatu, maka Kristus sepatutnya menjadi Kepala, dimana gereja hidup dalam kesatuan, berbagai jenis pelayanan akan berjalan selaras menuju satu tujuan yang sama yaitu untuk memuliakan Tuhan saja dan setiap anggota menemukan fungsinya, perannya dalam kehidupan.
Saudara, ketika kita menjalani hidup dengan fokus yang terpecah: karier, keluarga, harta, pencapaian, dan pengakuan.
Ya, semua itu penting, tetapi ketika hal-hal tersebut menjadi pusat hidup, maka arah hidup kita menjadi kabur dan iman kehilangan kekuatannya.
Namun Firman Allah menegaskan dengan jelas bahwa Kristus bukan sekadar bagian dari hidup orang percaya, Ia adalah pusat dari segalanya.
Hidup yang berpusat pada Kristus adalah hidup yang memiliki arah tujuan, itu adalah hidup yang memiliki makna dan pengharapan.
Sehingga, ketika Kristus menjadi fokus hidup kita, maka segala sesuatu akan menemukan tempatnya yang benar.
Kiranya umat Allah dapat berkata dengan iman dan keyakinan:
“Bagi hidupku, Kristus adalah segalanya.”
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang menjadi penghalang sehingga engkau kurang fokus kepada Tuhan.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa yang menjadi halangan bagi Zakheus untuk berjumpa dengan Yesus? Dan adakah hal yang menghalangi Saudara untuk datang kepada Tuhan?
Setelah Zakheus bertemu dengan Yesus, hidupnya berubah secara nyata; perubahan apa yang seharusnya tampak dalam sikap, keputusan, dan tindakan kita setelah menerima keselamatan dari Kristus?
Zakheus adalah seorang kepala pemungut cukai, sebagai kepala maka Zakheus membawahi beberapa orang pemungut cukai.
Pemungut cukai pada masa itu bukanlah petugas pajak seperti yang kita kenal pada masa kini.
Pada masa itu Pemerintah Romawi tidak memungut pajak secara langsung dari rakyat.
Mereka melelang hak pemungutan pajak kepada pihak swasta, menetapkan jumlah setoran tetap kepada Kerajaan Romawi dan memberi kebebasan pemungut cukai untuk menarik lebih dari yang ditetapkan.
Itu sebabnya kepala pemungut cukai seperti Zakheus adalah seorang yang sangat kaya, tetapi sekaligus juga orang yang tidak disukai.
Tetapi Zakheus kemudian sadar bahwa dia adalah orang yang berdosa dan dia rindu agar dia bisa memperoleh pengampunan.
Sehingga Zakheus berkeinginan untuk bertemu Yesus, tetapi dia juga menyadari bahwa banyak orang yang tidak suka kepada dirinya, karena dia dianggap sebagai utusan penjajah Romawi untuk memungut pajak yang membuat rakyat sengsara.
Zakheus juga digambarkan bahwa dia seorang yang pendek sehingga sulit untuk terlihat oleh Yesus.
Tetapi karena kerinduannya yang besar, Zakheus akhirnya naik ke pohon hingga terlihat oleh Yesus.
Dan tidak menunggu lama karena Yesus sudah mengenali dan memanggil Zakheus, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
Kasih Kristus menembus stigma buruk tentang pemungut cukai, orang yang menjadi musuh masyarakat tetapi tetap Tuhan kasihi.
Pertemuan dengan Yesus menghasilkan keputusan nyata.
Zakheus berdiri dan berkata: setengah hartanya ia berikan kepada orang miskin, orang yang pernah ia peras dikembalikannya empat kali lipat.
Keputusan Zakheus, itu bukan keputusan impulsif atau dadakan, itu juga bukan paksaan, tetapi respon kasih dan rasa syukur oleh karena telah bertemu dengan Yesus.
Buktinya adalah karena janji keselamatan bagi isi rumah Zakheus baru diucapkan Yesus setelah Zakheus menyatakan komitmennya untuk memberikan sebagian hartanya tersebut.
Kata Yesus, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.”
Pertobatan sejati akan mengubah perilaku, akan mendorong orang untuk membuat komitmen atau keputusan dan tindakan yang penting.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa tindakan saudara jika saudara ada pada posisi sosial seperti Zakheus?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apakah peran Tuhan dalam memulihkan dan mengangkat umat-Nya, meskipun sebelumnya mereka telah memperoleh murka dan mengalami hajaran Tuhan?
Bagaimana seharusnya sikap hidup kita ketika Tuhan membuka banyak kesempatan untuk memberkati dan bagaimana supaya kita tetap setia kepada-Nya?
Kitab Yesaya pasal 60 dikenal sebagai kitab yang menceritakan bagaimana Allah akan bertindak memulihkan umat-Nya.
Bahwa Allah akan menyatakan kemuliaan-Nya, dan menarik bangsa-bangsa datang kepada terang-Nya.
Yesaya 60:9 ”Sungguh, Akulah yang dinanti-nantikan pulau-pulau yang jauh; kapal-kapal Tarsis berlayar di depan untuk membawa anak-anakmu laki-laki dari jauh, perak dan emasnya dibawa serta, untuk nama TUHAN, Allahmu, dan oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, sebab Ia mengagungkan engkau.”
Ada masa dimana pulau-pulau menantikan Tuhan, dalam hal ini tentu bukan pulau yang adalah benda mati yang sedang menantikan Tuhan, tetapi penduduk pulau-pulau sedang dan akan terjadi di masa depan, dan dengan intensitas yang lebih masif, mereka menantikan Tuhan.
Lalu apakah Tuhan akan datang dan menampakkan diri di pulau-pulau, mungkin saja Tuhan akan memperlihatkan diri kepada manusia dalam penglihatan seperti ketika Tuhan menampakkan diri kepada Saulus.
Tetapi bukankah Tuhan memiliki Tubuh di bumi ini, yaitu kita orang percaya yang adalah bagian dari tubuh Kristus.
1 Korintus 12:27 “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.”
Kita semua umat percaya adalah bagian dari tubuh Kristus yang Tuhan gunakan untuk melaksanakan pekerjaan-Nya di muka bumi.
Jadi siapakah yang dinantikan di pulau-pulau? Kita!
Sebagai anggota tubuh Kristus dan yang memiliki peran berbeda-beda sesuai dengan talenta, karunia yang Tuhan anugerahkan.
Ada orang yang mendapatkan panggilan untuk pergi keluar kota atau pulau sebagai utusan misi.
Banyak dari antara mereka yang awalnya karena berpindah kerja, misalnya sebagai pegawai negeri atau pegawai swasta mereka ditempatkan di Kalimantan, atau di pulau kecil seperti pulau Ternate di Maluku.
Jika seseorang tetap terbuka kepada pimpinan dan arahan Tuhan, maka Tuhan bisa memakai mereka menjadi pemberita Injil di kota dimana dia ditempatkan.
Dan bukankah cerita ini bukan sesuatu yang baru? Di gereja kita maupun di banyak gereja yang lain, Tuhan telah memakai mereka yang berpindah kerja untuk menjadi saksi Tuhan di tempat dia bekerja, khususnya di pulau-pulau yang jauh dari tempat asalnya.
Allah juga sudah dan sedang memanggil orang untuk melayani sebagai utusan misi sepenuh waktu, yang didukung oleh gereja pengutus.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang bisa kita mulai agar kita bisa memahami arahan dan pimpinan Tuhan, khususnya untuk melayani di ladang misi?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Jika pembawa kabar baik disebut “indah” karena pesan yang ia bawa, sejauh mana hidup dan langkah kita hari ini benar-benar menjadi kesaksian yang baik bagi orang di sekitar kita?
Ketika kita melihat pekerjaan Tuhan yang memulihkan dan menebus, apakah respon yang sepatutnya?
Dunia saat ini dipenuhi dengan berita buruk: bencana banjir, gempa bumi, perang, krisis ekonomi, ketidak percayaan pada pemerintah, dan berbagai ramalan tentang buruknya ekonomi di tahun 2026.
Dan berita itu, terutama yang beredar di media sosial, tentu tidak semuanya benar.
Tetapi akibat dari berita tersebut telah menyebabkan banyak orang termasuk orang percaya menjadi kehilangan harapan dan motivasi untuk masa depan.
Itulah sebabnya dibutuhkan pembawa kabar baik, yaitu orang yang dapat memberikan harapan yang baik bagi masa depan.
Kabar baik yang paling utama adalah Injil keselamatan.
Janji pengampunan dosa dan keselamatan kekal melalui karya Kristus di kayu salib.
Injil keselamatan ini dibutuhkan bagi orang yang belum percaya.
Lalu bagi orang yang sudah percaya, mereka juga membutuhkan kabar baik yang mereka butuhkan di tengah berbagai kabar-kabar yang kurang baik yang beredar terutama di media sosial.
Tetapi yang kita butuhkan sebagai umat percaya, bukan sekedar kabar baik misalnya tentang pertumbuhan ekonomi yang meningkat tajam sehingga banyak membuka kesempatan kerja, atau tentang ditemukannya vaksin baru yang bisa mengobati penyakit kronis.
Hal-hal tersebut adalah kabar baik yang menolong fungsi hidup, tetapi tidak menyelesaikan persoalan dosa dan hubungan dengan Allah.
Kabar baik yang berasal dari manusia bisa memperbaiki hidup, tetapi hanya Firman Allah yang mengubah manusia dari dalam.
Kabar baik yang sejati tidak lahir dari dunia, tetapi datang dari surga.
Ia bukan buatan manusia, tetapi anugerah Allah. Kabar baik bukan mengubah dari luar, tetapi mengubah kita dan dimulai dari dalam hati kita.
Dan hari ini, kabar baik itu dipercayakan kepada kita umat percaya untuk disampaikan kepada dunia.
Jika kita terlebih dulu menghidupi atau melakukan Firman dalam kehidupan sehari-hari, maka Firman itu akan memampukan kita untuk menjadi pemberita kabar baik.
Kehidupan kita yang berubah oleh karena Firman, adalah dasar yang kuat untuk kita menjadi pembawa kabar baik.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang bisa kita mulai agar kita bisa menjadi seorang saksi yang efektif dalam menyampaikan kebenaran Firman.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apakah yang Rasul Paulus maksudkan dengan penderitaan jaman sekarang?
Siapakah yang dimaksud dengan anak-anak Allah yang akan dinyatakan?
Roma 8:18 ”Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.”
Dari masa ke masa Allah mengizinkan umat manusia dan secara khusus umat Allah mengalami penderitaan.
Ada perang, bencana banjir, gempa yang dialami oleh masyarakat di seluruh dunia.
Tetapi ada penderitaan yang khusus dialami oleh karena kita sebagai pengikut Kristus, seperti juga yang dialami oleh rasul Paulus.
“tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.” (2 Korintus 11:25).
Hari ini adalah hari pertama di tahun 2026.
Dan sepanjang tahun 2025 kita semua melihat, mengalami dan merasakan bagaimana bencana terjadi, mungkin ada kehilangan anggota keluarga karena telah dipanggil Tuhan.
Itu adalah sebagian dari jenis penderitaan yang Tuhan izinkan.
Itulah sebab sehingga kita diingatkan agar kita menantikan terang Kristus dalam kehidupan kita.
Sehingga ketika kita Tuhan ijinkan mengalami penderitaan yang sama dengan orang yang belum mengenal Kristus, tetapi kita bisa merespon berbeda karena Kristus ada dan tinggal bersama dan di dalam kita.
Jika kita menyatakan bahwa kita menantikan terang Kristus, itu berarti kita merindukan Kristus mewujudkan kasih dan anugerah-Nya dalam hidup kita, termasuk ketika kita sedang mengalami musibah dan kedukaan.
Roma 8:19 ”Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.”
Oleh karena kejatuhan Adam, maka seluruh dunia ikut mengalami penderitaan.
Seluruh makhluk ikut mengalami penderitaan.
Ibu mengalami sakit bersalin ketika melahirkan, para bapak harus bekerja keras untuk mendapatkan bahan makanan.
Hewan menjadi buas sehingga mereka saling memangsa. Akan ada masanya semua itu akan dipulihkan.
Saat ini dunia sedang menunggu saat orang percaya dinyatakan, mereka tidak hanya disebut anak Allah, tetapi memiliki gaya hidup yang sungguh-sungguh selaras dengan Kristus, hidup seperti Kristus hidup.
Mereka memiliki karakter Kristus yang nyata; memiliki otoritas rohani untuk memamerkan kuasa dan kasih Allah, mereka hidup kudus dan sungguh berdampak.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang patut kita lakukan agar hidup kita semakin berdampak bagi sesama.