Senin, 26 Januari 2026

MEMBANGUN RERUNTUHAN BERABAD-ABAD

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 58:10-12

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Yesaya 58:12.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang kita alami ketika kita berpuasa dengan pemahaman bukan hanya untuk menahan lapar tetapi mau menyerahkan kepada orang lapar yang kita inginkan juga ingin memuaskan hati orang yang tertindas?
  2. Dan apakah yang Tuhan lakukan bagi kita ketika kita berpuasa dengan cara yang benar?
  3. Apakah yang akan kita lakukan ketika melakukan puasa dengan cara yang benar?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan menegur bangsa Israel yang melakukan ritual agama tetapi dengan cara yang salah dalam hal berpuasa sehingga mereka tidak mengalami terobosan bahkan mereka selalu mengeluh kepada Tuhan.

“Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!” (Yesaya 58:6-7).

Dan ketika mereka melakukan ritual agama dengan cara yang benar maka mereka akan mengalami realita kehadiran Tuhan dan dipulihkan dari segala kekeringan secara rohani dan ketiadaan kasih.

“Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera;

kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku!” (Yesaya 58:8-9a).

”TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.” (Yesaya 58:11).

Ketika kita membangun ritual agama atau kerohanian melalui doa dan puasa yang benar kita bukan hanya mengalami realita Kristus dan encounter dengan-Nya tetapi kita dapat membangun reruntuhan berabad-abad dengan cara membawa realita Kristus kepada dunia ini, baik di kantor, di rumah, di sekolah dan di kampus serta dimana pun Tuhan menempatkan kita.

Kita membawa sorga di bumi untuk menggenapi doa Yesus yaitu: ”Datanglah kerajaan-Mu dan jadilah kehendak-Mu di bumi”, sehingga bumi ini penuh kemuliaan Tuhan, sehingga tidak ada lagi pembullyan di sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, pembunuhan dan bunuh diri, LGBT, kemaksiatan, korupsi dan pungli di kota dimana kita ada.

”Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni” (Yesaya 58:12).

Kita membawa kehidupan ilahi di segala sendi-sendi kehidupan masyarakat sehingga bumi ini penuh dengan pengenalan akan Tuhan.

”Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.” (Habakuk 2:14).

“Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus,

sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.” (Yesaya 11:9).

Kita ditetapkan oleh Allah untuk membangun kembali bumi ini dan komunitas dimana kita ada agar penuh dengan pengenalan akan Tuhan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana kehidupan doa dan puasa yang saudara bangun dapat membawa terobosan dan membangun reruntuhan yang berabad-abad.

Pembacaan Alkitab Setahun

Keluaran 25-27

Minggu, 25 Januari 2026

MENGALAMI KRISTUS DAN MEMBAWA PERTOBATAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 19:6-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Lukas 19:8.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Orang-orang yang bagaimanakah yang dicari oleh Tuhan Yesus dan apakah tujuannya?
  2. Siapakah yang diterima oleh Zakheus untuk menunjukkan bahwa dia mau meninggalkan dosa-dosanya?
  3. Apakah komitmen dari Zakheus untuk menunjukkan bahwa dia telah bertobat dan mengalami Kristus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan ingin agar kita mengalami pertobatan yang sejati sehingga mengalami perubahan hidup yang sangat signifikan bukan tobat dan kumat, artinya bertobat dan tetap melakukan dosa dan tidak memiliki komitmen yang kuat untuk mengikut Yesus.

Itulah sebabnya kita tidak hanya bertobat dengan cara menerima Yesus sebagai Tuhan tetapi mau berubah dan memberi hidup sepenuhnya kepada Tuhan.

Beberapa hal yang harus kita pahami diantaranya:

  1. Kita harus mati terhadap diri sendiri dan kita membiarkan Kristus yang hidup dalam diri kita, kita mati terhadap semua kehidupan dunia ini dan kita sepenuhnya dimiliki oleh Kristus. “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.” (Kolose 3:3-4).
  2. Mati bersama Kristus itu dinyatakan dengan cara mempersembahkan tubuh kepada Tuhan dan mau diubahkan oleh Firman Tuhan dalam hal pola pikir kita sehingga tidak seperti dunia ini. “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:1-2).

Dengan fokus sepenuhnya kepada Kristus maka kita akan mengalami realita Kristus.

“Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.” (I Yohanes 3:2).

Pengalaman dengan realita Kristus membuat kita mengalami pertobatan yang sejati, pikiran kita, tujuan hidup diarahkan kepada Yesus sehingga kita menyerahkan seluruh kehidupan kita kepada Kristus.

”Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.” (Lukas 19:8-9).

Dari pengalaman perjumpaan dengan Yesus membuat kita mengalami buah-buah kehidupan baru dari hasil pertobatan itu sampai kita mengalami keserupaan dan kepenuhan Kristus, memiliki pikiran, tujuan, perasaan dan kehendak Kristus.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana buah pertobatan dalam hidup saudara karena mengalami perjumpaan dan realita Kristus

Pembacaan Alkitab Setahun

Keluaran 22-24

Sabtu, 24 Januari 2026

MENANGGALKAN SEGALA PENGHALANG

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

FILIPI 3:7-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Filipi 3:8.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal apakah yang menjadi tujuan dari Rasul Paulus sehingga ia berani melepaskan segala sesuatu dan menganggapnya sebagai sampah?
  2. Hal-hal apakah yang dikehendaki oleh Rasul Paulus yang dimiliki dan yang dialami oleh Kristus?
  3. Apakah yang dilakukan oleh Rasul Paulus agar dia dapat menangkap dan mengalami realita Kristus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan ingin agar kita mengalami keserupaan dengan Kristus serta mengalami kepenuhan Kristus sehingga kita senantiasa dapat menikmati realita Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Namun kadang kali kita mengalami rintangan untuk mengalaminya, baik tantangan dari si jahat juga tantangan dari dalam diri kita.

Oleh sebab itu kita harus menanggalkan segala penghalang tersebut.

Hal-hal yang harus kita tanggalkan diantaranya:

  1. Kesenangan dunia yang menyebabkan kita merasa diuntungkan oleh dunia ini sehingga kerinduan dan cinta akan Tuhan menjadi berkurang. ”Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” (I Yohanes 2:15-17).
  2. Ketakutan dan trauma-trauma merasa gagal dan tidak berdaya sehingga suam-suam kuku dan cenderung kehilangan kasih yang mula-mula yang membuat hilangnya rasa antusias dan cenderung pasif. ”Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.”  (I Yohanes 4:18). ”Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (II Timotius 1:6-7).

Dengan menanggalkan setiap penghalang-penghalang yang ada maka Tuhan membangkitkan di dalam diri kita suatu kerinduan untuk mengenal Dia dengan benar dimana kita semakin bersatu dengan Kristus dengan demikian kita memiliki semangat untuk mengenal Dia.

”Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,  supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” (Filipi 3:10-11).

Selain memiliki komitmen dan kerinduan untuk mengenal Kristus dan kebersatuan dengan Kristus, kita pun memiliki roh yang antusias untuk mencapai pengenalan akan Tuhan secara sempurna sehingga senantiasa mengalami realita Kristus.

”Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:13-14).

Oleh karena itu marilah kita menanggalkan setiap rintangan dan halangan yang membuat kita mengalami karam dan kendor dalam mengalami realita Kristus tetapi terus fokus dan membangun semangat untuk mengenal Kristus dan mengalami kepenuhan Kristus sampai kita senantiasa mengalami realita Kristus.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara menanggalkan setiap penghalang untuk senantiasa mengalami realita Kristus.

Pembacaan Alkitab Setahun

Keluaran 19-21

Jumat, 23 Januari 2026

MENCARI KRISTUS SEPERTI HARTA TERPENDAM

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

AMSAL 2:1-9

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Amsal 2:4.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal-hal apakah yang harus kita lakukan agar menunjukkan sikap yang membutuhkan Firman Tuhan?
  2. Seperti apakah sikap kita dalam hal mencari dan mengejar Firman Tuhan dan realita kehadiran-Nya?
  3. Apakah yang kita alami jika menyimpan Firman Tuhan serta mengejarnya seperti mengejar harta terpendam?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Keselamatan yang kita peroleh dari Bapa adalah merupakan anugerah atau kasih karunia melalui Yesus Kristus namun kita perlu mengalami realita Kristus dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam rumah tangga, di sekolah, di kampus, dalam bisnis dan pekerjaan sehingga kita dibedakan oleh Allah dari bangsa-bangsa lain yang tidak mengenal Tuhan.

“Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.” (Maleakhi 3:17-18).

Untuk mengalami realita Kristus dalam kehidupan sehari-hari maka kita perlu membangun kerinduan yang besar untuk mengalaminya dengan cara seperti orang-orang yang mengejar harta terpendam dan mencari perak, terus menerus mencarinya dan menggalinya sehingga memperolehnya.

”Jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah.” (Amsal 2:4-5).

Kesungguhan hati ini dibuktikan dengan keuletan, kegigihan, pantang menyerah dan berani menyingkirkan setiap penghalang atau rintangan dan senantiasa setia dan konsisten dalam melakukannya dan tidak pernah lalai serta tidak cepat merasa puas diri sebelum mengalami realita Kristus dan penggenapan janji-janji-Nya.

Di dalam setiap aktivitas rohani yang kita lakukan tetaplah kita kerjakan walaupun kita belum mengalami penggenapan janji-janji Tuhan.

Dalam berdoa, baik pagi, siang dan malam, dalam hal perenungan Firman Tuhan, dalam hal persekutuan dan hidup dalam komunitas, dalam pemuridan, dalam hal ibadah raya, dalam hal pelayanan, dalam hal pekerjaan dan studi maka kita harus tetap antusias dan semangat karena pada masanya kita akan menuai dan pencarian kita akan pengalaman realita Kristus dalam setiap aktivitas yang kita lakukan yaitu mengalami Kristus.

”Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (I Korintus 15:58).

Kita harus menambahkan kerinduan hati kita untuk mengenal Tuhan serta mengalami realita Kristus sehingga kita menjadi berhasil.

”Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.” (II Petrus 1:8).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara hal-hal apakah yang perlu ditambahkan dalam diri saudara untuk semakin mengejar realita Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Pembacaan Alkitab Setahun

Keluaran 16-18

Kamis, 22 Januari 2026

BERSERU DENGAN SEGENAP HATI

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MAZMUR 119:145-152

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Mazmur 119:145.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana sikap hati dari pemazmur untuk berpegang kepada kebenaran Firman Tuhan?
  2. Kapankah waktu yang terbaik bagi pemazmur untuk bersekutu dengan kebenaran Firman Tuhan sebagai wujud kesungguhan hatinya kepada Tuhan?
  3. Apakah yang dirasakan dan dialami pemazmur ketika dia membangun kesungguhan hati untuk bersekutu dengan Tuhan dan Firman-Nya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan ingin mencari dan menemukan orang-orang yang bersungguh-sungguh hati untuk mengalami realita kehadiran Tuhan serta kuasa Firman Tuhan. Dan Tuhan akan melimpahkan keberadaan-Nya kepada kita.

“Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.”  (II Tawarikh 16:9a).

“Dan baru di sana engkau mencari TUHAN, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.” (Ulangan 4:29).

”Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN.” (Yeremia 29:12-14a).

Karena pemazmur menunjukkan kesungguhan hatinya untuk mencari dan mengalami realita Tuhan yang hidup dengan cara bersekutu dengan Firman Tuhan pada waktu pagi hari dan malam hari.

”Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu. Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu.” (Mazmur 119:147-148).

”Tuhan memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.” (Mazmur 42:8).

Maka pemazmur selalu mengalami realita Tuhan serta penyertaan Tuhan yang sangat luar biasa.

”Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.” (Mazmur 23:5-6).

Oleh sebab itu marilah kita dengan sungguh-sungguh hati untuk mencari Tuhan sampai mengalami realita kehadiran-Nya sehingga kita selalu mengalami terobosan berapa pun harga yang harus kita bayar.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Yesus selama Ia ada di dunia ini, dimana Yesus pagi-pagi benar berdoa kepada Bapa dan bahwa Dia selalu berdoa semalaman.

Hal ini dilakukan-Nya untuk menunjukkan kesungguhan hati-Nya kepada Bapa.

”Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” (Markus 1:35).

”Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.” (Lukas 6:12).

Pada akhirnya kita dapat mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang pernah dilakukan oleh Yesus bahkan lebih besar dari apa yang telah dikerjakan oleh Yesus.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana kesungguhan hati saudara dalam mencari Tuhan dari segi waktu maupun dari sikap hati yang merindukan Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Keluaran 13-15