KITA JUGA ADALAH AHLI WARIS

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:12-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dimaksud dengan berhutang kepada daging?
  2. Seperti apa contoh hidup menurut daging?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Kata “daging” dalam Alkitab memiliki berbagai makna.

Secara harfiah, daging adalah bagian lunak dari hewan, manusia yang terbungkus kulit dan menempel pada tulang.

Tetapi Alkitab juga memberikan makna rohani dari “daging”, antara lain:

  • Keadaan manusia sebagai makhluk berdosa dan lemah
  • Perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Allah

Lebih lanjut kata daging juga digunakan untuk membedakan dua kehidupan yang berbeda:

Hidup dalam daging:

  • Artinya memikirkan hal-hal yang dari daging, seperti materi, kekayaan, kesenangan duniawi dan kekuasaan
  • Bertentangan dengan hukum dan kehendak Allah
  • Menghasilkan maut
  • Ciri orang yang belum mengalami kelahiran baru

Hidup dalam Roh:

  • Memikirkan hal-hal rohani yang menghasilkan damai sejahtera dalam batin
  • Memusatkan pikiran pada hal-hal yang dari Tuhan
  • Mencari dan tunduk kepada pimpinan dan arahan Roh Kudus

Alkitab menyatakan bahwa “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah”, dan “jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus” (Roma 5:14,17).

Ya, oleh anugerah-Nya semata maka kita yang percaya dijadikan ahli waris yang berhak menerima janji-janji Allah.

Termasuk janji kemenangan terhadap dosa dan kelemahan daging.

Seorang anak raja akan mewarisi kekayaan sang raja, bahkan takhta, jika dia adalah anak sulung.

Anak seorang konglomerat, dia akan mewarisi harta, perusahaan mungkin hotel atau bank atau perrtambangan yang dimiliki orang tuanya.

Akan tetapi kita adalah anak dari Allah pencipta, yang mewariskan kekekalan, keselamatan jiwa, damai sejahtera dan kebahagian yang sejati dan berbagai janji-janji mulia yang bisa kita temukan di Alkitab.

Semoga kita terbilang sebagai orang yang lebih merindukan hal-hal yang kekal dibandingkan hal-hal yang bersifat sementara seperti kekayaan dan kesenangan.

Saudara, apakah cita-citamu? Coba diskusikan dalam kelompok pemuridan.

Pembacaan Alkitab Setahun

Ulangan 11-13