Jumat, 16 Oktober 2026

BERTUMBUH SEMAKIN BERHIKMAT SEPERTI YESUS

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 2:49-52

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa menjadi persoalan ketika Yesus tetap berada di bait Allah, dan tidak kembali ke Galilea, tempat tinggal Yusuf dan Maria, ibu-Nya?
  2. Mengapa ayah dan ibu-Nya tidak mengerti apa yang Yesus katakan?
  3. Mengapa Yesus kemudian bersedia pulang bersama dengan orang tua-Nya ke Nazaret?
  4. Apa yang Yesus alami setelah Ia pulang bersama dengan orang tua-Nya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Yesus Kristus adalah 100% Allah dan 100% manusia.

Dialah Firman yang menjadi manusia.

Dalam kemanusiaan-Nya, sebagai seorang anak, Ia hidup seperti anak-anak manusia lainnya.

Namun, oleh Roh Bapa-Nya dan malaikat yang dikhususkan untuk menjaga-Nya, Yesus Kristus dipastikan tidak pernah berbuat dosa atau melakukan kesalahan seperti anak manusia lainnya.

Tidak banyak data mengenai kehidupan Yesus ketika masih kecil.

Namun, Dia pasti dilindungi oleh ayah dan ibu-Nya, dan terlebih lagi oleh Bapa-Nya di sorga.

Sebagai anak manusia, Yesus bertumbuh seperti anak-anak lainnya.

Ia dapat menangis, merasa lapar, mengalami kelelahan, dan bertumbuh dalam pengenalan-Nya akan Tuhan Allah sebagai Bapa-Nya.

Yesus Kristus mengalami pertumbuhan dalam kehidupan-Nya, baik secara tubuh maupun jiwa dan akal budi-Nya.

Ada sebuah cerita tentang Yesus ketika Ia berusia dua belas tahun, Ia mengikuti kebiasaan keluarga-Nya untuk pergi beribadah ke Bait Allah dan merayakan Paskah:

Lukas 2:41-52 “Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.”

Saudara, melalui tulisan Rasul Yohanes, kita dapat belajar bagaimana Yesus ketika berumur dua belas tahun dan memasuki masa remaja, memiliki pemikiran seperti anak remaja lainnya.

Ia kurang memahami kekuatiran orang tua-Nya karena Ia berpikir dan merasa tidak melakukan kesalahan.

Ia merasa benar dengan tindakan-Nya karena Ia sedang berada di rumah Tuhan Allah, Bapa-Nya.

Namun, ketika Ia menyadari bahwa orang tua-Nya tidak mengerti apa yang Ia katakan, dengan tulus Ia rela kembali ke Nazaret bersama orang tua-Nya.

Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Yesus bertambah besar, bertambah hikmat-Nya, dan semakin dicintai oleh Tuhan Allah, Bapa-Nya, serta manusia yang mengenal Dia.

Kita juga dapat melihat kesetiaan Bapa yang mengasihi Yesus dan juga mengasihi kita sebagai pengikut Yesus.

Tuhan Allah memelihara Yesus dalam keberadaan-Nya sebagai manusia.

Kita dapat belajar bagaimana Yesus menghadapi pencobaan ketika Ia dicobai oleh Iblis:

Lukas 4:9-11 “Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

Iblis mengetahui bahwa Yesus Kristus, sebagai Anak Manusia, sangat dilindungi oleh Bapa-Nya.

Yesus tidak akan jatuh ke dalam dosa karena kelalaian atau kesalahan sedikit pun.

Meskipun Ia adalah manusia, Bapa-Nya menjaga Dia supaya tidak jatuh ke dalam dosa sedikit pun.

Untuk itu, Bapa melindungi Dia dengan pasukan malaikat-malaikat Allah.

Sejak berada dalam kandungan ibu-Nya, Ia telah penuh dengan Roh Kudus.

Dari kehidupan Yesus, kita dapat belajar untuk tetap rendah hati dan tidak arogan, sekalipun berhadapan dengan Iblis, musuh besar-Nya.

Yesus selalu mengandalkan Firman Tuhan, bukan hikmat dan pengetahuan-Nya sendiri, tetapi Dia senantiasa mengandalkan Firman Bapa-Nya.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak anak-anak Tuhan terlihat arogan dalam kehidupan mereka, apalagi ketika sudah memiliki jabatan?

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 4-5

INFORMASI REKENING BANK

Persembahan : BCA A Yani Ac 4373224149 An GKKD BDG PUSAT
Persepuluhan : BCA ac 437 3010475 an GKKD BDG PUSAT
Misi Luar/ dalam Kota : BCA A Yani Ac 4373224181 An GKKD BDG PUSAT
Gedung : BCA A Yani Ac 4373224165 an GKKD BDG PUSAT
Gedung Barat : BCA A Yani Ac 4373224173 an GKKD BDG PUSAT
Gedung Selatan : BCA A Yani Ac 4373224203 An GKKD BDG PUSAT
GOTA : BCA A Yani Ac 4373224211 An GKKD BDG PUSAT
PJPM : BCA A Yani Ac 4373224190 An GKKD BDG PUSAT
Iuran Kedukaan : BCA Cab A Yani An GKKD BDG PUSAT Ac 4373224220

Android App NEW UPDATE

Aplikasi pelaporan untuk Pemuridan dan Persekutuan.
Silahkan klik button dibawah ini untuk mengunduh file

QR CODE PERSEMBAHAN

QR Code GKKDBP

QR CODE PERPULUHAN

QR Code GKKDBP

OFFICE
Jalan Ahmad Yani Nomor 221-223
Komplek Segitiga Emas Kosambi Ruko F5 - Bandung 40113
Ph. +6222 - 7276 825 | Fx.+6222 - 723 6978
Email gkkdbp@gkkdbp.org