Senin, 6 Juli 2026

MENGENAL MESIAS DALAM PENYEMBAHAN

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 4:25-26

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang dinyatakan Yesus kepada perempuan Samaria dalam Yohanes 4:25–26?
  2. Mengapa pengenalan yang benar akan Yesus sebagai Mesias menjadi dasar penyembahan yang sejati?
  3. Bagaimana perubahan hidup perempuan Samaria setelah ia mengenal Yesus sebagai Mesias? (Yoh. 4:39–42)
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yohanes 4:25–26 tidak dapat dipisahkan dari konteks Yohanes 4:1–42 yang menceritakan perjumpaan Yesus dengan seorang perempuan Samaria di sebuah sumur di Sikhar.

Pada masa itu, orang Yahudi memandang rendah orang Samaria karena perbedaan sejarah, etnis, dan praktek keagamaan.

Bahkan, seorang rabi Yahudi umumnya tidak akan berbicara dengan seorang perempuan Samaria, terlebih lagi perempuan yang memiliki kehidupan moral yang buruk.

Namun, Yesus sengaja mendatanginya untuk menyatakan anugerah Allah kepada seorang berdosa.

Melalui kisah ini, Yohanes menunjukkan bahwa keselamatan tidak diberikan berdasarkan latar belakang, status sosial, atau kesalehan manusia, melainkan berdasarkan kasih karunia Allah yang mencari dan menyelamatkan orang yang tersesat.

Di tengah pembahasan tentang air hidup dan penyembahan yang benar, percakapan ini mencapai puncaknya ketika perempuan itu menyatakan harapannya akan kedatangan Mesias.

Dalam Yohanes 4:25–26, perempuan Samaria menyatakan keyakinannya bahwa Mesias yang dijanjikan akan datang dan memberitahukan segala sesuatu.

Yesus kemudian menjawab, “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau,” sebuah pernyataan yang dengan jelas menegaskan bahwa Dialah Mesias dan penggenapan seluruh janji keselamatan Allah.

Dalam konteks percakapan sebelumnya, Yesus telah menjelaskan bahwa penyembahan sejati tidak lagi ditentukan oleh tempat, baik di Gunung Gerizim maupun di Yerusalem, melainkan oleh hubungan yang benar dengan Allah melalui Kristus.

Karena itu, mengenal Mesias dalam penyembahan berarti memahami bahwa penyembahan yang sejati berpusat pada Kristus, lahir dari pengenalan yang benar akan Dia, dan menghasilkan kehidupan yang memuliakanNya.

Hal ini terlihat dari respons perempuan Samaria yang setelah mengenal Yesus, meninggalkan tempayannya dan pergi bersaksi kepada orang-orang di kotanya.

Melalui kesaksiannya, banyak orang datang kepada Yesus dan akhirnya mengakuiNya sebagai Juruselamat dunia.

Dengan demikian, pengenalan yang benar akan Kristus selalu menghasilkan penyembahan yang benar, kehidupan yang diubahkan, dan kerinduan untuk membawa orang lain datang kepadaNya.

Pelajaran apa yang dapat kita peroleh dari kisah dalam Injil Yohanes 4:25–26? Kisah ini mengajarkan bahwa penyembahan sejati bukan hanya soal rasa, emosi, melainkan respons hati yang tunduk kepada kebenaran Allah yang dinyatakan dalam Kristus.

Emosi bisa muncul saat kita menyembah Tuhan, baik melalui air mata, sukacita, maupun ekspresi lainnya, tetapi Ingat! emosi bukanlah ukuran utama penyembahan yang sejati.

Hal ini terlihat juga dalam 2 Samuel 6:21–22 ketika Daud menari di hadapan Tuhan.

Daud tidak sedang mencari perhatian manusia atau kepuasan dirinya sendiri, melainkan merendahkan dirinya dan meninggikan kebesaran Allah.

Demikian pula perempuan Samaria, setelah mengenal Mesias, tidak lagi berfokus pada dirinya, melainkan pada Kristus yang harus diberitakan kepada orang lain.

Karena itu, ketika kita beribadah, bernyanyi (Praise dan Worship), berdoa, dan mendengarkan firman Tuhan, fokus utama kita haruslah kemuliaan Allah, bukan pengalaman pribadi.

Beberapa contoh sederhana dalam mempraktekkanya, seperti; dengan mempersiapkan hati sebelum ibadah, merenungkan firman yang diberitakan, dan bertanya kepada diri sendiri: “Apakah melalui hidup dan penyembahan saya, Kristus semakin ditinggikan dan orang lain semakin melihat kemuliaanNya?”

Penyembahan yang sejati akan selalu membawa kita untuk merendahkan diri di hadapan Allah, meninggikan Kristus, dan hidup sebagai saksi yang memberitakan karya keselamatanNya kepada lingkungan sekitar kita.

Apakah selama ini kita sungguh-sungguh menyembah Kristus karena mengenal siapa Dia, ataukah kita hanya menjalankan rutinitas ibadah tanpa memiliki hubungan yang sangat dekat secara pribadi denganNya (Intimacy)?

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 115-118

Rabu, 1 Juli 2026

KASIH SEBAGAI PENGIKAT YANG MENYATUKAN Penulis : Pramadya Wisnu Pembacaan Alkitab Hari ini : ...

read more

INFORMASI REKENING BANK

Persembahan : BCA A Yani Ac 4373224149 An GKKD BDG PUSAT
Persepuluhan : BCA ac 437 3010475 an GKKD BDG PUSAT
Misi Luar/ dalam Kota : BCA A Yani Ac 4373224181 An GKKD BDG PUSAT
Gedung : BCA A Yani Ac 4373224165 an GKKD BDG PUSAT
Gedung Barat : BCA A Yani Ac 4373224173 an GKKD BDG PUSAT
Gedung Selatan : BCA A Yani Ac 4373224203 An GKKD BDG PUSAT
GOTA : BCA A Yani Ac 4373224211 An GKKD BDG PUSAT
PJPM : BCA A Yani Ac 4373224190 An GKKD BDG PUSAT
Iuran Kedukaan : BCA Cab A Yani An GKKD BDG PUSAT Ac 4373224220

Android App NEW UPDATE

Aplikasi pelaporan untuk Pemuridan dan Persekutuan.
Silahkan klik button dibawah ini untuk mengunduh file

QR CODE PERSEMBAHAN

QR Code GKKDBP

QR CODE PERPULUHAN

QR Code GKKDBP

OFFICE
Jalan Ahmad Yani Nomor 221-223
Komplek Segitiga Emas Kosambi Ruko F5 - Bandung 40113
Ph. +6222 - 7276 825 | Fx.+6222 - 723 6978
Email gkkdbp@gkkdbp.org