Kamis, 13 Agustus 2026

TERANG YANG TERLIHAT MELALUI PERBUATAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

I PETRUS 2:11-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa kita harus menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa kita?
  2. Mengapa kita harus melakukan cara hidup yang baik di Tengah-tengah orang bukan pengikut Kristus?
  3. Kepada siapa kita harus menundukkan diri kepada semua Lembaga pemegang kekuasaan?
  4. Mengapa kita harus tunduk kepada mereka?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, sebagai bangsa yang terpilih, gereja berada di tengah-tengah orang-orang yang belum percaya kepada Yesus Kristus di dunia ini.

Rasul Petrus menyatakan :

1 Petrus 2:9 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”

Melalui tulisannya, Rasul Petrus hendak mendorong orang-orang percaya supaya bersaksi tentang perbuatan-perbuatan besar Allah.

Melalui Yesus Kristus, Allah telah memanggil bangsa-bangsa bukan Yahudi, yaitu bangsa-bangsa kafir atau Gentile.

Mereka yang sebelumnya bukan bangsa terpilih dan tidak disebut sebagai umat yang dikasihi, kini dipanggil menjadi bangsa pilihan karena percaya kepada anugerah Allah melalui Yesus Kristus.

Tuhan Allah sangat menghendaki supaya gereja menjadi saksi-saksi Kristus.

Gereja dipanggil untuk memberkati para bangsa-bangsa kafir atau Gentile yang belum mengenal Allah.

Mereka perlu mendengar tentang perbuatan-perbuatan besar Allah yang dinyatakan melalui Anak-Nya, Yesus Kristus.

Dengan demikian, bangsa-bangsa yang belum mengenal Allah dapat mengenal-Nya melalui Yesus Kristus.

Mereka juga dapat menjadi umat pilihan dan umat kepunyaan Allah di dalam Kristus.

Tuhan menghendaki supaya umat pilihan-Nya yang baru ini tidak hidup dalam kejahatan dan tidak mengikuti hawa nafsu daging.

Gereja bersaksi melalui berbagai perbuatan baik supaya masyarakat yang belum percaya kepada Yesus dapat melihat kehadiran Yesus Kristus di tengah-tengah mereka.

Rasul Paulus juga menyampaikan pewahyuan dari Roh Kudus melalui suratnya kepada jemaat di Galatia.

Galatia 6:7-9 “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”

Saudara, hal ini mendorong gereja untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar Allah melalui perbuatan baik yang dilakukan oleh orang-orang percaya dan murid-murid Yesus Kristus di tengah masyarakat yang belum percaya kepada-Nya.

Melalui kehidupan orang-orang percaya, masyarakat dapat melihat bahwa Tuhan Allah melalui Yesus Kristus hidup di tengah-tengah gereja-Nya.

Dengan demikian, masyarakat yang belum percaya dapat mengalami lawatan Roh Kudus melalui kesaksian-kesaksian gereja di tengah kehidupan mereka.

Rasul Yakobus juga pernah menuliskan bahwa jemaat harus dikenal oleh masyarakat di sekitarnya melalui perbuatan-perbuatan baik, bukan hanya melalui pengakuan iman.

Yakobus 2:15-17 “Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”

Dari kebenaran firman Tuhan ini, kita dapat belajar bahwa orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan Allah melalui Yesus Kristus sering menilai kita berdasarkan apa yang terlihat oleh mata mereka.

Mereka memperhatikan bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari.

Mereka melihat apakah kita ramah, murah hati, pelit, cerewet, kasar, suka berdebat, mudah marah, suka membentak orang lain dan sebagainya.

Semua sikap tersebut merupakan perbuatan yang dapat dilihat oleh orang-orang di sekitar kita.

Orang-orang yang belum percaya kepada Yesus umumnya mengetahui bahwa inti ajaran Kristen adalah kasih.

Mereka sangat kagum ketika mengetahui ajaran Kristus yang mulia seperti :

Matius 5:39-42 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.”

Namun, ketika mereka memahami ajaran tersebut, banyak di antara mereka juga merasa kecewa.

Kekecewaan itu muncul ketika mereka melihat orang Kristen yang secara nyata melanggar ajaran yang mereka percayai dan sampaikan.

Seorang sahabat saya pernah bertanya tentang hubungan saya dengan seseorang yang dahulu menjadi musuh saya ketika kami masih muda di Medan.

Saya menjelaskan kepadanya bahwa saya sudah mengampuni dan memaafkan orang tersebut.

Saya mengatakan bahwa setelah tinggal di Bandung, saya mengenal Yesus secara pribadi.

Sejak saat itu, saya belajar memaafkan dan mengampuni orang-orang yang bersalah kepada saya.

Karena itu, saya tidak lagi menganggap siapa pun sebagai musuh.

Teman saya bertanya, “Mengapa bisa seperti itu?” Pertanyaan tersebut menjadi kesempatan bagi saya untuk menjelaskan ajaran Yesus.

Saya menyampaikan bahwa apabila seseorang menampar pipi kiri kita, kita diajar untuk memberikan juga pipi kanan.

Ia sangat terkejut dan berkata bahwa ia belum pernah mengetahui adanya ajaran seperti itu.

Sejak saat itu, teman tersebut menjadi salah satu sahabat yang paling sering menghubungi saya melalui telepon.

Ketika kami masih duduk di bangku SMP, ia kurang menyukai saya karena menganggap saya sombong dan tidak mau bergaul dengan anak-anak kampung.

Namun, setelah saya pindah ke Bandung, hubungan kami menjadi semakin dekat.

Setiap kali pulang ke Medan, saya sering mencari dan menemuinya.

Ketika dia semakin mendalami agamanya dan sempat menjadi intoleran, namun ia tidak memusuhi saya.

Ia bahkan pernah meminta maaf atas tindakan kelompoknya yang sangat menyakitkan bagi kami sebagai orang-orang percaya.

Ketika saya menyampaikan dan mengirimkan ayat Firman Tuhan dari Matius 5:44 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”

Teman saya kemudian mengajukan beberapa pertanyaan.

Saya menjelaskan kepadanya bahwa kami diajar oleh Yesus Kristus untuk mengasihi semua orang seperti kami mengasihi diri sendiri.

Pada suatu hari, ketika saya sedang tidak berada di Medan, kakaknya menikah dan keluarganya mengadakan pesta.

Pada saat itu, sumur mereka kering dan air ledeng tidak mengalir sehingga mereka mengalami kesulitan mendapatkan air.

Ayah saya menyalurkan air dari sumur kami ke rumah mereka dengan menggunakan selang sepanjang lebih dari lima puluh meter.

Tindakan tersebut mengubah pandangan teman saya yang sebelumnya bersikap intoleran terhadap keluarga kami.

Ia benar-benar merasakan secara langsung makna dari ayat-ayat firman Tuhan yang pernah saya bagikan kepadanya.

Sampai hari ini, ia sangat menghormati saya dan keluarga saya.

Tindakan ayah saya memberikan pengaruh yang besar bagi dirinya dan keluarganya.

Saudara, marilah kita mengasihi melalui perbuatan kepada siapa pun yang berada di sekitar kita.

Perbuatan kasih dapat membuat masyarakat melihat dan merasakan kasih Allah melalui Yesus Kristus.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Apa yang menyebabkan banyak orang menolak Injil Yesus Kristus, Injil kebenaran, atau firman Allah?

Pembacaan Alkitab Setahun

Yeremia 4-6

INFORMASI REKENING BANK

Persembahan : BCA A Yani Ac 4373224149 An GKKD BDG PUSAT
Persepuluhan : BCA ac 437 3010475 an GKKD BDG PUSAT
Misi Luar/ dalam Kota : BCA A Yani Ac 4373224181 An GKKD BDG PUSAT
Gedung : BCA A Yani Ac 4373224165 an GKKD BDG PUSAT
Gedung Barat : BCA A Yani Ac 4373224173 an GKKD BDG PUSAT
Gedung Selatan : BCA A Yani Ac 4373224203 An GKKD BDG PUSAT
GOTA : BCA A Yani Ac 4373224211 An GKKD BDG PUSAT
PJPM : BCA A Yani Ac 4373224190 An GKKD BDG PUSAT
Iuran Kedukaan : BCA Cab A Yani An GKKD BDG PUSAT Ac 4373224220

Android App NEW UPDATE

Aplikasi pelaporan untuk Pemuridan dan Persekutuan.
Silahkan klik button dibawah ini untuk mengunduh file

QR CODE PERSEMBAHAN

QR Code GKKDBP

QR CODE PERPULUHAN

QR Code GKKDBP

OFFICE
Jalan Ahmad Yani Nomor 221-223
Komplek Segitiga Emas Kosambi Ruko F5 - Bandung 40113
Ph. +6222 - 7276 825 | Fx.+6222 - 723 6978
Email gkkdbp@gkkdbp.org