Senin, 8 Juni 2026
HUKUM TERBESAR: MENGASIHI ALLAH DAN SESAMA
Penulis : Bernard Tagor

Pembacaan Alkitab Hari ini :
MATIUS 22:37–40
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa yang Yesus ajarkan sebagai hukum yang terutama dalam Matius 22:37–40?
- Bagaimana cara kita menunjukkan kasih kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari?
- Mengapa mengasihi sesama manusia tidak bisa dipisahkan dari mengasihi Allah?

Perikop Matius 22:37–40 disampaikan oleh Yesus Kristus dalam konteks perdebatan dengan para pemimpin agama Yahudi di Yerusalem, khususnya kelompok Farisi dan ahli Taurat yang berusaha menjebakNya dengan pertanyaan hukum yang paling utama dalam Taurat.
Injil Matius ditulis oleh rasul Matius kepada komunitas orang percaya, khususnya dari latar belakang Yahudi, untuk menegaskan bahwa Yesus adalah Mesias yang menggenapi seluruh hukum dan kitab para nabi.
Dalam bagian ini, jawaban Yesus mengacu langsung pada “Shema Israel” (Ulangan 6:4–5), yaitu pengakuan iman inti bangsa Israel: “Dengarlah, hai Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa.”
Shema menegaskan keesaan Allah dan tuntutan kasih total kepadaNya dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi.
Dengan mengutip Shema, Yesus tidak hanya mengulang tradisi, tetapi menyatakan otoritas ilahiNya dalam menafsirkan hukum Allah secara penuh dan benar.
Inti dari pengajaran ini adalah penegasan Yesus bahwa seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi bergantung pada dua perintah utama, yaitu: mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia.
Kasih kepada Allah dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi menunjukkan tuntutan totalitas hidup manusia bagi Allah, di mana seluruh keberadaan manusia diarahkan untuk memuliakanNya.
Kasih kepada Allah tidak terpisahkan dari kasih kepada sesama manusia, sehingga hubungan yang baik dan benar dengan Allah secara vertikal selalu dan otomatis menghasilkan hubungan horizontal yang benar dan harmonis dengan manusia.
Hukum ini menunjukkan bahwa inti ketaatan bukan sekadar tindakan lahiriah, tetapi perubahan hati yang diperbarui oleh anugerah Allah, sehingga manusia mampu mengasihi dengan benar.
Seluruh hukum dan tuntutan moral Allah dirangkum dalam kasih yang berpusat pada Allah sendiri dan meluas kepada sesama.
Kekristenan adalah agama yang mengajarkan dan berpusat pada kasih, bahkan menjadi perbedaan yang paling mendasar dan paling terlihat dengan agama lainnya, karena kasih menjadi inti hubungan antara Allah, manusia, dan sesama.
Kebenaran ini menuntut tindakan yang benar-benar dilakukan dan menyeluruh dalam kehidupan orang percaya.
Mengasihi Allah berarti menjadikan Dia pusat seluruh kehidupan, baik dalam pikiran, keputusan, motivasi, dan tindakan, bukan hanya dalam ibadah setiap minggu atau pertemuan rohani saja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, baik di tengah keluarga inti maupun keluarga besar, dalam kehidupan bertetangga atau masyarakat, di dunia kerja, di marketplace, di sekolah atau kampus, dan di mana pun orang percaya berada.
Sementara itu, mengasihi sesama diwujudkan melalui sikap pengampunan, kerendahan hati, keadilan, dan kepedulian nyata terhadap orang lain tanpa memandang latar belakang ekonomi, pendidikan, ras atau suku, agama, jenis kelamin, kelompok dan lain sebagainya.
Dalam kehidupan orang Kristen, kasih bukan hanya ajaran, tetapi identitas yang lahir dari persekutuan dengan Kristus, sehingga apa yang dilakukan seseorang merupakan cerminan dari siapa ia di dalam Kristus.
Orang percaya dipanggil untuk memeriksa dirinya apakah kasih kepada Allah benar-benar menjadi dasar hidupnya, yang tampak dalam cara ia memperlakukan sesama.
Di tengah dunia yang dipenuhi egoisme, sikap cuek, dan ketidakpedulian terhadap orang lain, gereja dipanggil menjadi kesaksian hidup dari hukum terbesar ini, sehingga melalui kasih yang nyata, dunia dapat melihat gambaran karakter Allah yang sejati, bahkan melalui kasih itu pula dunia dapat mengalami realitas Kristus (Kristus yang nyata hadir), hidup, dan berkuasa.

Diskusikan dalam kelompok PA dan persekutuan kita, apakah kita sudah benar-benar mengasihi Allah dengan segenap hidup kita dan mengasihi sesama sebagaimana Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita?
Pembacaan Alkitab Setahun
Ayub 24-28
Kamis, 4 Juni 2026
MEMPERTAHANKAN KELAKUAN YANG BERSIH Penulis : Pramadya Wisnu Pembacaan Alkitab Hari ini...
Rabu, 3 Juni 2026
MENGEJAR KEKUDUSAN SETIAP HARI Penulis : Pramadya Wisnu Pembacaan Alkitab Hari ini : ...
Selasa, 2 Juni 2026
HIDUP SEBAGAI UMAT PILIHAN ALLAH Penulis : Pramadya Wisnu Pembacaan Alkitab Hari ini : ...
Senin, 1 Juni 2026
DIPANGGIL MENJADI KUDUS Penulis : Pramadya Wisnu Pembacaan Alkitab Hari ini : 1 PETRUS...
Minggu, 31 Mei 2026
MENGEJAR KEKUDUSAN TANPA KOMPROMI Penulis : Budhi Setiawan Pembacaan Alkitab Hari ini : ...
INFORMASI REKENING BANK
Persembahan : BCA A Yani Ac 4373224149 An GKKD BDG PUSAT
Persepuluhan : BCA ac 437 3010475 an GKKD BDG PUSAT
Misi Luar/ dalam Kota : BCA A Yani Ac 4373224181 An GKKD BDG PUSAT
Gedung : BCA A Yani Ac 4373224165 an GKKD BDG PUSAT
Gedung Barat : BCA A Yani Ac 4373224173 an GKKD BDG PUSAT
Gedung Selatan : BCA A Yani Ac 4373224203 An GKKD BDG PUSAT
GOTA : BCA A Yani Ac 4373224211 An GKKD BDG PUSAT
PJPM : BCA A Yani Ac 4373224190 An GKKD BDG PUSAT
Iuran Kedukaan : BCA Cab A Yani An GKKD BDG PUSAT Ac 4373224220
Android App NEW UPDATE
Aplikasi pelaporan untuk Pemuridan dan Persekutuan.
Silahkan klik button dibawah ini untuk mengunduh file
QR CODE PERSEMBAHAN
QR CODE PERPULUHAN
OFFICE
Jalan Ahmad Yani Nomor 221-223
Komplek Segitiga Emas Kosambi Ruko F5 - Bandung 40113
Ph. +6222 - 7276 825 | Fx.+6222 - 723 6978
Email gkkdbp@gkkdbp.org

