Minggu, 14 Juni 2026

KASIH YANG NYATA DALAM TINDAKAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 3:11-18

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa berita yang dari semula sudah di dengar oleh pengikut Kristus?
  2. Apa sebab Habil dibunuh oleh Kain?
  3. Mengapa kita dibenci oleh dunia ini?
  4. Mengapa seorang yang membenci saudaranya disebut sebagai pembunuh?
  5. Dengan apa kita dapat menyatakan kasih kita kepada saudara kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Yesus Kristus dengan jelas mengatakan bahwa dengan saling mengasihi, maka dunia akan mengetahui bahwa kita adalah murid-murid Kristus.

Murid Kristus diajar untuk selalu mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Kasih merupakan sifat Allah, yaitu Bapa dari Yesus Kristus.

Yesus ingin agar semua anak Allah menjadi serupa dengan diri-Nya yaitu gambar Allah yang tidak kelihatan.

Tuhan tidak hanya ingin anak-anak-Nya berbicara tentang kasih, tetapi juga menjadi alat Bapa untuk menyatakan kasih kepada dunia.

Karena itu, Yesus mengajarkan supaya murid-murid-Nya tidak hanya berteori tentang kasih, melainkan menjadi orang-orang yang mampu menyatakan kasih Allah melalui kehidupan mereka.

Mari kita terus belajar untuk saling mengasihi di antara sesama, baik dalam satu gereja, satu komsel, satu kelompok PA, satu persekutuan, satu wilayah, maupun satu divisi pelayanan.

Dengan demikian, kita tidak menjadi bahan tertawaan dan dianggap pendusta karena masih membenci seseorang di antara jemaat, teman sekantor, tetangga, teman PA, teman komsel atau teman sepersekutuan.

Rasul Yohanes menuliskan hal ini kepada jemaat Yesus Kristus:

1 Yohanes 4:20 “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.”

Karena itu, Rasul Yohanes mengajarkan agar kita sebagai orang percaya tidak hanya berbicara tentang kasih, tetapi juga melaksanakan dan mempraktikkan kasih kepada sesama yaitu orang-orang yang ada di sekitar kita.

Jangan sampai kita digolongkan sebagai pendusta karena sedang bermasalah dengan saudara sendiri, sesama anggota keluarga, kakak atau adik maupun keluarga yang lain.

Jangan pula kita bertikai dengan tetangga, teman sekantor, teman komunitas, pemimpin PA, teman sekelompok PA, teman sepersekutuan, bahkan dengan isteri, orang tua atau anak-anak kita karena sesuatu yang ada di sekitar kita.

Orang akan mengenal kita sebagai seseorang yang sangat mengasihi Tuhan, namun kita bermasalah dengan sesama.

Ada beberapa orang yang mempraktikkan kasih melalui tindakan memberi.

Pada waktu tertentu mereka membagikan sembako kepada pemulung, satpam atau pengemis di pinggir jalan, ada juga yang memberikan bantuan kepada penghuni panti jompo dan panti asuhan.

Mereka melakukannya dengan tulus, bukan untuk dipuji atau mencari nama supaya terkenal, bahkan ada yang menggunakan perantara agar perbuatannya tidak diketahui orang lain.

Itulah kasih yang nyata yang dilakukan tanpa mencari perhatian manusia.

Sikap seperti ini sangat berbeda dengan orang yang mengaku mengasihi Allah, tetapi membenci saudaranya sendiri.

Saudara, marilah kita bertobat dan memohon kepada Tuhan supaya Roh Kudus mengajar dan terus mengingatkan kita akan firman yang telah kita pelajari agar kita tidak hanya berteori tentang kasih.

Allah telah lebih dahulu mengasihi kita. Karena itu, marilah kita saling mengasihi sama seperti Bapa mengasihi Putra-Nya, Yesus Kristus, seperti Yesus juga telah dan terus mengasihi kita.

Biarlah kasih itu dimulai dari para penatua kepada para pendeta, kepada para diaken dan kepada seluruh jemaat gereja.

Marilah kita mengasihi bukan hanya dengan perkataan, tetapi juga dengan tindakan nyata sebagai bentuk kita menyatakan kasih kita.

Saya dan isteri menyatakan kasih kami dengan berdoa setiap malam bagi para penatua, para pendeta, para diaken, pengurus sinode dan para pemimpin gereja di Papua dan daerah-daerah lainnya.

Kasih juga dapat dinyatakan melalui doa, sapaan di media sosial, pemberian persembahan maupun berbagai tindakan sederhana lainnya, termasuk mengirim salam kepada seseorang.

Oleh karena itu, marilah kita tidak hanya berteori tentang kasih, tetapi benar-benar mempraktikkan tindakan kasih sebagai wujud nyata pelaksanaan kasih Bapa dan kasih Yesus kepada orang-orang di sekitar kita.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Siapa yang disebut pendusta oleh Rasul Yohanes dalam hal mengasihi sesama?

Pembacaan Alkitab Setahun

Mazmur 1-8

Rabu, 10 Juni 2026

MENGASIHI MUSUH SEPERTI KRISTUS Penulis : Pdt. Robinson Saragih Pembacaan Alkitab Hari ini : ...

read more

Senin, 8 Juni 2026

HUKUM TERBESAR: MENGASIHI ALLAH DAN SESAMA Penulis : Bernard Tagor Pembacaan Alkitab Hari ini...

read more

Sabtu, 6 Juni 2026

HIDUP KUDUS DENGAN MEMPERSEMBAHKAN TUBUH Penulis : Anang Kristianto Pembacaan Alkitab Hari ini...

read more

INFORMASI REKENING BANK

Persembahan : BCA A Yani Ac 4373224149 An GKKD BDG PUSAT
Persepuluhan : BCA ac 437 3010475 an GKKD BDG PUSAT
Misi Luar/ dalam Kota : BCA A Yani Ac 4373224181 An GKKD BDG PUSAT
Gedung : BCA A Yani Ac 4373224165 an GKKD BDG PUSAT
Gedung Barat : BCA A Yani Ac 4373224173 an GKKD BDG PUSAT
Gedung Selatan : BCA A Yani Ac 4373224203 An GKKD BDG PUSAT
GOTA : BCA A Yani Ac 4373224211 An GKKD BDG PUSAT
PJPM : BCA A Yani Ac 4373224190 An GKKD BDG PUSAT
Iuran Kedukaan : BCA Cab A Yani An GKKD BDG PUSAT Ac 4373224220

Android App NEW UPDATE

Aplikasi pelaporan untuk Pemuridan dan Persekutuan.
Silahkan klik button dibawah ini untuk mengunduh file

QR CODE PERSEMBAHAN

QR Code GKKDBP

QR CODE PERPULUHAN

QR Code GKKDBP

OFFICE
Jalan Ahmad Yani Nomor 221-223
Komplek Segitiga Emas Kosambi Ruko F5 - Bandung 40113
Ph. +6222 - 7276 825 | Fx.+6222 - 723 6978
Email gkkdbp@gkkdbp.org