Rabu, 20 Mei 2026

MENANGGALKAN DUSTA, MENGENAKAN KEBENARAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 3:8-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Menurut Kolose 3:8-9, hal-hal apa saja yang termasuk dalam “manusia lama” yang harus kita buang?
  2. Apa perbedaan antara manusia lama dan manusia baru yang Paulus gambarkan dalam ayat 9-10?
  3. Mengapa dusta tidak bisa ditoleransi dalam kehidupan orang percaya, meskipun hanya dusta “kecil”?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,” (Kolose 3:9).

Misalkan kamu memiliki pakaian yang sudah lama dipakai, kotor, robek, dan bau.

Tentu kamu tidak akan betah memakainya.

Kamu pasti ingin segera melepasnya dan mengganti dengan pakaian yang bersih dan wangi.

Paulus menggunakan gambaran seperti ini untuk menjelaskan kehidupan rohani kita.

Sebelum mengenal Kristus, kita semua memakai “manusia lama” yang penuh dengan dosa: kebiasaan marah-marah, iri hati, berkata kotor, dan juga berdusta.

Dusta sering kita anggap sepele, tapi Paulus memasukkannya ke dalam daftar hal yang harus dibuang.

Mengapa? Karena dusta adalah kebiasaan dari manusia lama yang tidak layak dipakai oleh anak-anak Allah yang baru lahir.

Dusta Merusak Gambar Allah dalam Diri Kita.

Prinsip pertama dari ayat ini adalah bahwa dusta adalah bagian dari manusia lama yang harus kita tinggalkan total.

Banyak orang berpikir dusta kecil tidak masalah asalkan tidak merugikan orang lain.

Tapi Paulus tidak memberi ruang untuk kompromi.

Dusta, sekecil apa pun, adalah kebiasaan dari sifat lama yang sudah mati bersama Kristus.

Alasan Paulus tegas: kita sudah “menanggalkan manusia lama” dan “mengenakan manusia baru”.

Manusia baru ini diciptakan menurut gambar Allah, dan Allah adalah Kebenaran.

Tidak mungkin seorang anak Allah yang baru lahir terus hidup dalam kebohongan.

Seperti pakaian kotor yang tidak cocok dipakai di pesta pernikahan, dusta tidak cocok dengan identitas baru kita sebagai anak-anak Terang.

Manusia Baru Terus Diperbaharui dalam Kebenaran.

Prinsip kedua adalah bahwa manusia baru tidak statis, tetapi terus diperbaharui setiap hari.

Paulus berkata manusia baru itu “terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya”.

Ini berarti meninggalkan dusta bukan sekali jadi, tetapi proses seumur hidup.

Setiap hari kita belajar lagi untuk jujur, setiap hari Roh Kudus mengingatkan kita ketika kita tergoda untuk berbohong.

Semakin kita mengenal Kristus, semakin kita mencintai kebenaran.

Dan semakin kita hidup dalam kebenaran, semakin kita serupa dengan gambar Allah.

Proses ini memang tidak mudah, tetapi kita tidak sendirian.

Roh Kudus tinggal di dalam kita untuk menolong kita melepas kebiasaan lama dan mengenakan kebiasaan baru yang mulia.

Dua Hal Praktis untuk Melakukan Firman.

Pertama, Lakukan “cek Pakaian” Setiap Malam.

Sebelum tidur, luangkan waktu sebentar untuk merenung: “Apakah hari ini aku berkata jujur dalam setiap perkataanku? Apakah aku menyembunyikan kesalahan atau memutarbalikkan fakta?”

Jika kamu menemukan dusta, sekecil apa pun, segera minta ampun kepada Tuhan dan kepada orang yang terkena dampak dustamu.

Kebiasaan introspeksi ini akan membuatmu semakin peka terhadap kebenaran.

Kedua, Biasakan Bilang “Ya” atau “Tidak” Tanpa Tambahan. Mulai dari hal-hal sederhana.

Jika ditanya “Kamu sudah mengerjakan tugas itu?” jangan mengelak atau memberi alasan berbelit.

Jawab jujur: sudah atau belum. Jika kamu terlambat, katakan “Aku terlambat”, jangan cari-cari alasan.

Dengan latihan kecil setiap hari, karakter jujur akan terbentuk dalam dirimu, dan kamu benar-benar menjadi manusia baru yang mencerminkan gambar Allah yang benar.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana memiliki sikap hati yang selalu suka dikoreksi atau ditegur.

Pembacaan Alkitab Setahun

2 Tawarikh 35-36

Sabtu, 16 Mei 2026

TUHAN MENDENGAR SETIAP PERKATAAN Penulis : Pdt. Robinson Saragih Pembacaan Alkitab Hari ini...

read more

Jumat, 15 Mei 2026

FIRMAN YANG MENJADI SUKACITA HATI Penulis : Pdt. Robinson Saragih Pembacaan Alkitab Hari ini...

read more

Kamis, 14 Mei 2026

IMAN YANG BERBICARA DAN MUJIZAT TERJADI Penulis : Pdt. Robinson Saragih Pembacaan Alkitab...

read more

Rabu, 13 Mei 2026

MENJAGA KEPERCAYAAN ROHANI Penulis : Pdt. Robinson Saragih Pembacaan Alkitab Hari ini : ...

read more

Selasa, 12 Mei 2026

MULUT YANG DIPENUHI UCAPAN SYUKUR Penulis : Pdt. Robinson Saragih Pembacaan Alkitab Hari ini...

read more

INFORMASI REKENING BANK

Persembahan : BCA A Yani Ac 4373224149 An GKKD BDG PUSAT
Persepuluhan : BCA ac 437 3010475 an GKKD BDG PUSAT
Misi Luar/ dalam Kota : BCA A Yani Ac 4373224181 An GKKD BDG PUSAT
Gedung : BCA A Yani Ac 4373224165 an GKKD BDG PUSAT
Gedung Barat : BCA A Yani Ac 4373224173 an GKKD BDG PUSAT
Gedung Selatan : BCA A Yani Ac 4373224203 An GKKD BDG PUSAT
GOTA : BCA A Yani Ac 4373224211 An GKKD BDG PUSAT
PJPM : BCA A Yani Ac 4373224190 An GKKD BDG PUSAT
Iuran Kedukaan : BCA Cab A Yani An GKKD BDG PUSAT Ac 4373224220

Android App NEW UPDATE

Aplikasi pelaporan untuk Pemuridan dan Persekutuan.
Silahkan klik button dibawah ini untuk mengunduh file

QR CODE PERSEMBAHAN

QR Code GKKDBP

QR CODE PERPULUHAN

QR Code GKKDBP

OFFICE
Jalan Ahmad Yani Nomor 221-223
Komplek Segitiga Emas Kosambi Ruko F5 - Bandung 40113
Ph. +6222 - 7276 825 | Fx.+6222 - 723 6978
Email gkkdbp@gkkdbp.org