Minggu, 13 September 2026
KITA BUKAN PEMILIK, KITA ADALAH PENGELOLA
Penulis : Pdt. Robinson Saragih

Pembacaan Alkitab Hari ini :
LUKAS 16:10-13
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

- Apa yang dimaksud dengan perkara-perkara kecil?
- Mengapa mamon dikatakan tidak jujur?
- Apa yang dimaksud dengan perkara-perkara besar?
- Bagaimana caranya kita mengabdi kepada mamon?

Saudara, dari bagian firman ini kita dapat membaca dan merenungkan bahwa betapa tegasnya Tuhan berbicara mengenai uang.
Dia menyatakan bahwa ada dua tuan yang tidak dapat dipersekutukan, yaitu Tuhan Yesus Kristus dan mamon yang sering disebut sebagai uang.
Dengan tegas, firman Tuhan mengingatkan kita seperti yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada anak rohaninya, Timotius:
1 Timotius 6:6-10 “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”
Saudara, nasihat Rasul Paulus ini ditujukan kepada anak rohaninya, yaitu Timotius, agar Timotius terhindar dari berbagai perdebatan mengenai peribadatan.
Paulus menghendaki supaya Timotius mengerti bahwa ibadah yang disertai rasa syukur merupakan suatu keuntungan.
Ibadah tidak ditujukan untuk mencari uang.
Paulus juga menghendaki agar murid-muridnya tidak mencintai uang, apalagi sampai menjadi pemburu uang.
Mengenai rasa cukup dan nasihat untuk mencukupkan diri, Yohanes Pembaptis pernah menasihati para pemungut cukai dan para prajurit ketika mereka datang kepada Yohanes dan meminta untuk dibaptis:
Lukas 3:12-14 “Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: “Guru, apakah yang harus kami perbuat?” Jawabnya: “Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu.” Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”
Saudara, kelompok-kelompok orang yang mengalami pertobatan karena mendengar khotbah Yohanes Pembaptis datang dan menyerahkan diri untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis sebagai tanda pertobatan atas dosa dan kesalahan mereka sebelumnya.
Nasihat Yohanes Pembaptis ini merupakan nasihat yang patut diperhatikan oleh orang-orang yang mencintai uang dan menjadi pemburu uang.
Marilah kita mensyukuri rezeki atau berkat yang Tuhan anugerahkan melalui pekerjaan kita, baik berupa pemberian di luar pembayaran yang telah disepakati, bonus dari pekerjaan rutin, maupun imbalan atau fee dari pekerjaan yang kita lakukan sebagai jasa ketika seseorang merasa puas terhadap kinerja kita.
Semua yang kita miliki dan yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita memang menjadi milik pribadi kita.
Namun, karena kita adalah hamba Tuhan Yesus Kristus, segala sesuatu yang kita miliki sepenuhnya adalah milik Sang Raja, yaitu Yesus Kristus.
Kita adalah orang yang mendapat kehormatan untuk mengelola milik Sang Raja.
Sebagai hamba, patutlah kita mengelolanya dengan baik supaya Sang Raja berkenan melihat pengelolaan kita terhadap semua anugerah-Nya.
Ketika kita mengatur semua anugerah yang kita terima dari Sang Pemberi Agung, Dia pernah menyatakan, “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
Tuhan menganugerahkan hidup yang berkelimpahan kepada kita.
Kita tidak pernah membawa apapun ke dunia ini, dan kita juga tidak akan membawa benda apapun ketika kita pulang ke surga. Kita membawa pahala dan jerih payah kita ketika kita melayani dan mengelola milik Sang Raja.
Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Sebagai pengelola milik Tuhan, bolehkah kita menggunakan uang dan harta sesuka hati serta menghabiskannya untuk memuaskan keluarga, istri, anak, dan cucu kita?
Pembacaan Alkitab Setahun
Yehezkiel 43-45
Rabu, 9 September 2026
HIDUP BERKELIMPAHAN BERSAMA SANG GEMBALA AGUNG Penulis : Anang Kristianto Pembacaan Alkitab Hari...
Selasa, 8 September 2026
TUHAN ADALAH GEMBALAKU, TAKKAN KEKURANGAN AKU Penulis : Bernard Tagor Pembacaan Alkitab Hari...
Senin, 7 September 2026
KRISTUS MENJADI MISKIN SUPAYA KITA MENJADI KAYA Penulis : Bernard Tagor Pembacaan Alkitab...
Minggu, 6 September 2026
DIBEBASKAN DARI KUTUK, HIDUP DALAM BERKAT Penulis : Bernard Tagor Pembacaan Alkitab Hari ini...
Sabtu, 5 September 2026
KUASA DAN TANDA-TANDA YANG MENYERTAI PEMBERITAAN INJIL Penulis : Pramadya Wisnu Pembacaan...
INFORMASI REKENING BANK
Persembahan : BCA A Yani Ac 4373224149 An GKKD BDG PUSAT
Persepuluhan : BCA ac 437 3010475 an GKKD BDG PUSAT
Misi Luar/ dalam Kota : BCA A Yani Ac 4373224181 An GKKD BDG PUSAT
Gedung : BCA A Yani Ac 4373224165 an GKKD BDG PUSAT
Gedung Barat : BCA A Yani Ac 4373224173 an GKKD BDG PUSAT
Gedung Selatan : BCA A Yani Ac 4373224203 An GKKD BDG PUSAT
GOTA : BCA A Yani Ac 4373224211 An GKKD BDG PUSAT
PJPM : BCA A Yani Ac 4373224190 An GKKD BDG PUSAT
Iuran Kedukaan : BCA Cab A Yani An GKKD BDG PUSAT Ac 4373224220
Android App NEW UPDATE
Aplikasi pelaporan untuk Pemuridan dan Persekutuan.
Silahkan klik button dibawah ini untuk mengunduh file
QR CODE PERSEMBAHAN
QR CODE PERPULUHAN
OFFICE
Jalan Ahmad Yani Nomor 221-223
Komplek Segitiga Emas Kosambi Ruko F5 - Bandung 40113
Ph. +6222 - 7276 825 | Fx.+6222 - 723 6978
Email gkkdbp@gkkdbp.org

