Selasa, 10 Februari 2026

MELIHAT KEMULIAAN ANAK MANUSIA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 1:43-51

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Ketika Yesus hendak pergi ke Galilea, dengan siapa Ia bertemu?
  2. Apa yang dikatakan Natanael kepada Filipus, dan apa maksud dari perkataannya itu?
  3. Apa yang Yesus katakan tentang Natanael, dan apa maksud perkataan Yesus tersebut?
  4. Sesuai perkataan Yesus, apa yang akan dilihat Natanael di kemudian hari?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika Yesus memanggil murid-murid-Nya, Ia menggunakan berbagai cara. Andreas, kakak Petrus, adalah salah seorang murid Yohanes Pembaptis.

Yohanes 1:35-42 “Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah!” Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat. Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).” Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).”

Menurut versi Matius, ceritanya berbeda:

Matius 4:18-22 “Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.”

Ketika Yesus memanggil Filipus dan Natanael, peristiwa ini diceritakan oleh Rasul Yohanes.

Yohanes 1:43-51 “Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus. Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” Kata Natanael kepada-Nya: “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.” Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

Saudara, ketika Yesus berdialog dengan Filipus dan Natanael, kita membaca bahwa Yesus menyatakan Natanael sebagai seorang Israel sejati, yang di dalam dirinya tidak ada kepalsuan.

Mengapa Yesus berkata demikian? Karena Natanael menyampaikan perkataan yang benar sesuai dengan keyakinan dan iman orang Yahudi atau Israel.

Inilah persoalan yang menyebabkan orang-orang Farisi dan ahli Taurat menentang Yesus Kristus.

Para pemuka, tua-tua Yahudi, dan banyak orang Israel juga menentang Yesus, karena pada waktu itu Ia disebut sebagai Mesias, yaitu Yesus anak Yusuf dari Nazaret.

Artinya, menurut pemahaman mereka, Yesus memiliki ayah bernama Yusuf dan berasal dari Nazaret.

Sementara itu, menurut keyakinan orang Yahudi, Mesias seharusnya lahir dari seorang perawan dan berasal dari Yudea, karena Mesias diyakini sebagai keturunan Raja Daud dari suku Yehuda.

Yesus yang disebut orang Nazaret diartikan bukan berasal dari suku Yehuda dan bukan dari keturunan raja-raja, seperti yang dinubuatkan dalam Hukum Taurat dan kitab para nabi.

Karena itulah Natanael dipuji oleh Yesus sebagai seorang Israel sejati, sebab apa yang dikatakan Natanael sesuai dengan apa yang dinubuatkan oleh Nabi Yesaya.

Yesaya 9:5-6 “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.”

Yesaya 7:14 “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.”

Nubuatan Yesaya ini digenapi pada saat kelahiran Yesus:

Matius 1:23 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita.”

Jadi, jelas bahwa apa yang dipikirkan dan diyakini oleh orang Yahudi didasarkan pada nubuatan-nubuatan Nabi Yesaya.

Kita pada masa kini dapat memahaminya karena kita memiliki Alkitab, yang mencatat bahwa nubuatan Yesaya digenapi dengan benar melalui apa yang dikatakan malaikat kepada para gembala di padang penggembalaan di Betlehem Efrata pada saat Yesus dilahirkan.

Lukas 2:10-12 “Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”

Namun ketika Yesus ada di Israel, Ia dikenal sebagai Yesus, anak Yusuf, orang Nazaret.

Karena itu, banyak orang Israel yang membaca Hukum Taurat dan kitab para nabi menolak Yesus anak Yusuf dari Nazaret sebagai Mesias.

Ketika Yesus berbicara seperti yang telah disebutkan di atas, hal itu membangkitkan rasa penasaran Natanael, sehingga ia bertanya, “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Yesus lalu memperlihatkan kemahatahuan-Nya dengan berkata, “Aku melihat engkau di bawah pohon ara.”

Mendengar hal itu, Natanael langsung berkata, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja Israel.”

Saudara, selanjutnya dalam dialog itu Yesus mengajak Natanael untuk mengikut Dia.

Yesus berkata, “Ikutlah Aku,” dan menyatakan bahwa Natanael akan melihat malaikat Tuhan turun dan naik dalam kehidupan Yesus Kristus.

Dengan perkataan ini, Yesus menyatakan bahwa Natanael akan menyaksikan perbuatan-perbuatan besar Yesus Kristus sebagai Mesias.

Dan hal itu benar-benar terjadi dalam pelayanan Yesus. Natanael hadir sebagai murid Yesus dan menyaksikan berbagai mujizat yang terjadi.

Ia melihat kemuliaan Yesus sebagai Anak Manusia, sebagai Mesias, Kristus, Raja Israel, dan Raja Damai.

Haleluya, puji Tuhan. Amin.

Mengapa pada waktu itu banyak orang Israel tidak percaya kepada Yesus, seperti Natanael?

Pembacaan Alkitab Setahun

Imamat 26-27

INFORMASI REKENING BANK

Persembahan : BCA A Yani Ac 4373224149 An GKKD BDG PUSAT
Persepuluhan : BCA ac 437 3010475 an GKKD BDG PUSAT
Misi Luar/ dalam Kota : BCA A Yani Ac 4373224181 An GKKD BDG PUSAT
Gedung : BCA A Yani Ac 4373224165 an GKKD BDG PUSAT
Gedung Barat : BCA A Yani Ac 4373224173 an GKKD BDG PUSAT
Gedung Selatan : BCA A Yani Ac 4373224203 An GKKD BDG PUSAT
GOTA : BCA A Yani Ac 4373224211 An GKKD BDG PUSAT
PJPM : BCA A Yani Ac 4373224190 An GKKD BDG PUSAT
Iuran Kedukaan : BCA Cab A Yani An GKKD BDG PUSAT Ac 4373224220

Android App NEW UPDATE

Aplikasi pelaporan untuk Pemuridan dan Persekutuan.
Silahkan klik button dibawah ini untuk mengunduh file

QR CODE PERSEMBAHAN

QR Code GKKDBP

QR CODE PERPULUHAN

QR Code GKKDBP

OFFICE
Jalan Ahmad Yani Nomor 221-223
Komplek Segitiga Emas Kosambi Ruko F5 - Bandung 40113
Ph. +6222 - 7276 825 | Fx.+6222 - 723 6978
Email gkkdbp@gkkdbp.org