Selasa, 28 Oktober 2025

MEMILIKI BELAS KASIHAN

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 9:35-38

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang Yesus lakukan sementara Ia berkeliling kota dan desa?
  2. Apa yang dirasakan oleh Yesus ketika melihat orang banyak?
  3. Apa yang Yesus ajarkan kepada murid-muridNya untuk mereka minta kepada Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Hari-hari ini kita hidup di dunia yang mengalami kemajuan sangat pesat.

Begitu banyak yang ditawarkan kepada kita melalui teknologi, mulai dari youtube, aplikasi, film seri, games, informasi dan komunikasi dengan AI.

Dampak dari hal-hal tersebut adalah kehidupan yang semakin individualis.

Kita tidak lagi merasa perlu untuk berkunjung ke rumah orang lain atau berkumpul onsite. 

Kita puas memantau hanya melalui sosial media, padahal sosial media seringkali tidak menggambarkan yang sesungguhnya.

Namun, tidak bisa dipungkiri dalam hati yang terdalam, banyak orang yang tetap bertanya-tanya tentang apakah arti hidup yang sesungguhnya?

Apakah kasih yang tulus sungguh ada? Apakah rasa nyaman itu benar-benar bisa membuat bahagia?

Saudara bisa mencoba bertanya kepada AI tentang solusi-solusi hidup dan jawaban AI tersebut akan sangat bagus, tapi ada satu hal yang tidak bisa dikerjakan oleh AI.

AI tidak bisa melakukan kunjungan. AI ga punya inisiatif untuk bertanya dan memberi perhatian duluan.

AI ga bisa menyentuh secara fisik.

Jika kita sebagai anak-anak Tuhan tidak bisa melakukan lebih dari AI, maka kita tidak akan bisa menjangkau banyak orang yang membutuhkan kasih Kristus yang nyata.

Namun, kita tidak mungkin mau menjangkau, jika kita tidak punya belas kasihan dan kepedulian dalam hati kita.

Orang yang mencari kenyamanan saja, hatinya akan tumpul karena Kristus tidak menebus kita hanya untuk kenyamanan.

Ia mau supaya kita saling mengasihi dan menyatakan perbuatanNya.

Saudara, izinkan kasih Kristus menguasai Saudara.

Lihatlah kembali kepada pesan Salib, bahwa Ia datang ke dunia dengan belas kasihan yang membuatNya bergerak dan mati di Kayu Salib.

Bukalah mata Saudara untuk melihat sekeliling.

Adakah orang yang perlu dibantu? Adakah orang yang sedang kesusahan?

Tuaian banyak, tetapi pekerja sedikit.

Mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, agar Ia mengirimkan pekerja dan biarlah kita menjadi pekerja itu sendiri.

Pikirkanlah orang-orang di sekeliling Saudara dan doakan mereka. Ambilah satu langkah nyata untuk menunjukkan kasih dan kepedulian Saudara bagi mereka.

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 10-11

Senin, 27 Oktober 2025

MELAKUKAN PEKERJAAN YESUS

Penulis : Aris Handoko

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 14:11-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana hubungan antara Yesus dan Bapa?
  2. Apa yang terjadi bagi mereka yang percaya kepada Yesus?
  3. Apa janji Yesus bagi mereka yang meminta sesuatu kepadaNya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Yesus berkata kepada murid-muridNya “Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.”

Jika kita mencoba menempatkan diri kita di posisi murid-murid, kalimat tersebut bukanlah kalimat yang mudah untuk dimengerti dan diterima.

Kita mungkin akan berkata, ”Saya percaya Engkau Guru, tapi sampai bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Kau lakukan? Gimana caranya? Dan…dan apa maksudnya Engkau akan pergi? Saya ga mau ditinggal…”

Tapi Yesus terus berusaha menyiapkan murid-muridNya untuk saat tersebut.

Ia tahu bahwa suatu saat murid-muridNya akan paham dan sungguh-sungguh mengerjakan pekerjaan-pekerjaanNya.

Seringkali kita juga tidak memahami peristiwa hidup yang terjadi.

Kita tidak paham maksud Tuhan dan rencanaNya secara utuh.

Kita tidak bisa membayangkan melakukan pekerjaan Yesus itu seperti apa di zaman sekarang?

Lukas 4:43 menyatakan bahwa Yesus diutus ke dunia untuk memberitakan INJIL KERAJAAN ALLAH.

Mujizat yang dilakukanNya, pengajaran dan teladan hidup yang diberikanNya sampai kepada kematian dan kebangkitanNya, semua dilakukan untuk menyatakan kerajaan Allah di bumi.

Sebagai murid-muridNya, kita pun dapat menyatakan kerajaan Allah di bumi dengan jalan memberitakan Injil serta menjadi terang dan garam dimanapun kita berada.

Mulailah dengan menaati perintahNya satu demi satu dalam setiap situasi yang dihadapi.

Menyatakan kasih Bapa kepada orang-orang di sekitar kita.

Dimana kerajaan Allah dinyatakan, di situ kemurahan dan mujizatNya bekerja.

Diskusikanlah dengan rekan-rekan persekutuan Saudara bagaimana melakukan pekerjaan-pekerjaan Yesus di tempat di mana Saudara berada?

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 8-9

Minggu, 26 Oktober 2025

SEMAKIN BERTAMBAH HIKMAT

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

LUKAS 2:46-52

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Lukas 2:52.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah dilakukan oleh Yesus ketika Ia berada di Bait Allah dan berjumpa dengan alim ulama disana?
  2. Apakah respon dan tanggapan dari orang-orang yang mendengar ajaran dari Yesus?
  3. Mengapa Yesus semakin dikasihi oleh Allah dan manusia?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan ingin agar kita mengalami pertumbuhan seperti yang dialami oleh Yesus, baik secara rohani, jasmani, emosi maupun mental.

”Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lukas 2:52).

Alkitab telah mengajarkan kepada kita bahwa pertumbuhan yang Tuhan inginkan adalah ke arah Yesus dalam pengenalan yang benar sehingga kita mengalami kepenuhan Kristus.

”tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” (Efesus 4:15).

”Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” (2 Petrus 3:18).

Untuk kita mengalami pertumbuhan dalam hikmat maka kita harus memahami bahwa ketika kita mengalami kelahiran kembali maka kita telah menerima hikmat Allah yaitu Yesus Kristus.

”Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.” (1 Korintus 2:7).

”tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.” (1 Korintus 1:24).

Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal.

Tuhan ingin agar kita semakin bertambah hikmatnya dan seperti hikmat yang dimiliki oleh Yesus.

Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus kita lakukan diantaranya:

  1. Kita harus meminta hikmat dari Allah dengan rasa haus dan lapar serta dengan kerendahan hati. ”Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, –yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit–,maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.” (Yakobus 1:8-9).
  2. Kita harus membangun diri dengan persekutuan yang sangat mendalam dengan Roh Kudus dan firman Tuhan. Karena persekutuan dengan Roh Kudus dan firman Tuhan akan memenuhi kita dengan hikmat-hikmat Allah, sehingga pikiran kita semakin diperbaharui yang mengakibatkan respon kita terhadap masalah, orang-orang disekitar kita dan keputusan yang kita ambil seperti yang dilakukan oleh Yesus dan kita senantiasa dipenuhi oleh hikmat yang dari atas.

Diskusikanlah dalam komunitas Saudara bagaimana persekutuan Saudara dengan Roh Kudus dan firman Tuhan membuat Saudara semakin bertumbuh dalam hikmat.

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 6-7

Sabtu, 25 Oktober 2025

BERTINDAK HATI-HATI DAN MENGANDALKAN TUHAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOSUA 1:7-9

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Yosua 1:7.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal-hal apakah yang harus kita lakukan agar dalam perjalanan hidup kita mengikut Tuhan selalu beruntung?
  2. Hal-hal apakah yang harus kita perkatakan dan renungkan agar perjalanan rohani kita selalu berhasil?
  3. Coba sebutkan peranan firman Tuhan dalam hidup kita agar kita tidak tawar hati dan memiliki keteguhan hati?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Kita harus meyakini bahwa Allah memiliki rancangan damai sejahtera dalam perjalanan hidup kita dan bukan rancangan kesalahan.

”Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11).

Namun untuk memahami rancangan Tuhan buat kita harus kita pahami dan pemahaman tersebut dapat kita ketahui ketika kita selalu membangun persekutuan pribadi atau secret room dengan Tuhan.

”Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati” (Yeremia 29:12-13).

Hal-hal tersebut harus kita lakukan dengan taat sampai akhirnya kita dapat memahami rancangan Tuhan serta hari-hari yang akan kita jalani.

”Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.” (Mazmur 139:14-16).

Kita juga harus meyakini bahwa hal-hal yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan rancangan Tuhan adalah membuat kebaikan dan jalan-jalan Tuhan semakin kita pahami.

”Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28).

Agar kita dapat mewujudkan seluruh rancangan Tuhan bagi hidup kita, maka kita harus berjalan dengan kebenaran firman Tuhan dan mengandalkan Dia sehingga kita menjadi orang-orang yang bertindak hati-hati dan berhasil.

”Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8).

”Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” (Yeremia 17:7).

Diskusikanlah dalam komunitas Saudara bagaimana Saudara membangun kehidupan yang mengandalkan Tuhan sehingga Saudara bertindak hati-hati dan berhasil.

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 4-5

Jumat, 24 Oktober 2025

MENAKLUKAN DUNIA DENGAN KETAATAN AKAN KEBENARAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 16:17-20

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Roma 16:19.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Terhadap ajaran apakah yang harus kita waspada dan hindari sehingga tidak terjadi perpecahan dan penipuan?
  2. Bagaimanakah sikap kita terhadap ajaran kebenaran sehingga kita bersih dan bijaksana terhadap hal-hal yang jahat?
  3. Apakah akibat dari ketaatan kita terhadap ajaran dari jalan-jalan Tuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Pada hari-hari terakhir di akhir zaman ini dunia sedang mengalami masa-masa sukar, dimana hadirnya kehidupan duniawi di berbagai bangsa dimana mereka takluk kepada roh-roh dunia ini yang membuat dunia ini dikuasai oleh yang jahat.

”Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” (2 Timotius 3:1-5).

Roh-roh dunia yang sedang bekerja itu dapat mempengaruhi kehidupan kita jika kita tidak menyadarinya sehingga geng dapat bersikap yang sama seperti dunia ini.

Nasehat Tuhan agar kita menjauhi mereka.

Beberapa hal yang harus kita lakukan sehingga kita menang terhadap roh-roh dunia ini yang dapat membuat kita menjadi duniawi:

  1. Kita harus mau menderita dan memikul salib karena iman kita kepada Yesus Kristus. ”Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.” (2 Timotius 3:12-13).
  2. Kita harus berpegang dan berjalan dalam kebenaran firman Tuhan agar kita beroleh hikmat untuk menghadapi serta menaklukkan dunia ini. ”Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.” (2 Timotius 3:15).
  3. Kita harus hidup dalam ketaatan kepada Tuhan agar memiliki hidup saleh dan dapat menaklukkan dunia ini karena ketaatan kita seperti Yesus taat kepada Bapa. ”Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.” (2 Korintus 10:5-6).

Diskusikanlah dalam komunitas Saudara bagaimana Saudara senantiasa hidup dalam ketaatan kepada Tuhan dalam segala hal untuk menaklukkan dunia ini.

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 2-3

Kamis, 23 Oktober 2025

KEYAKINAN AKAN KEKUATAN ROH

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 KORINTUS 2:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah 1 Korintus 2:4.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah hal yang dirasakan oleh Rasul Paulus ketika datang kepada jemaat di Korintus?
  2. Dengan hikmat dan perkataan dari siapakah yang digunakan oleh Rasul Paulus untuk menghadapi jemaat Korintus?
  3. Kekuatan siapakah yang bekerja dan diandalkan oleh Rasul Paulus dalam menyampaikan kesaksian Allah kepada jemaat Korintus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan sedang membawa kita untuk menjadi kepala dan bukan menjadi ekor namun untuk mewujudkannya bukan karena kekuatan kita tetapi oleh kekuatan Roh Kudus.

Sebab kita harus menghadapi roh-roh dunia ini yang ingin menghambat kita dalam merealisasikannya.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus kita pahami untuk mewujudkannya:

  1. Kita harus bergerak dengan keyakinan bahwa didalam diri kita ada Roh Kristus yang posisinya lebih besar dari roh-roh di dunia ini sehingga kita dapat menyingkirkan kekuatan dunia ini, rasa tidak berdaya, tidak mampu, tidak mungkin dan tidak bisa. ”Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.” (Roma 8:9-10). ”Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” (Yohanes 4:4).
  2. Roh Kristus yang ada di dalam kita membuat kita dapat berjalan dalam kebenaran yang dapat membuat kita dapat bergerak dengan Imannya anak Allah. ”namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20). ”Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17:20).
  3. Kita berjalan, berkata-kata dan bertindak dengan kekuatan Roh yang senantiasa menyertai kehidupan kita. ”Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.” (2 Korintus 3:6).

Kita sudah memiliki Roh Kristus, Firman hidup untuk bergerak mewujudkan menjadi kepala bukan ekor namun marilah kita andalkan kekuatan Roh Allah untuk semua ketetapan Allah digenapi dalam hidup kita.

Diskusikanlah dalam komunitas Saudara bagaimana pengendalian Saudara terhadap kekuatan Roh Kudus untuk terwujudnya janji-janji Allah dalam hidup Saudara.

Pembacaan Alkitab Setahun

Lukas 1

Rabu, 22 Oktober 2025

MENGASIHI DUNIA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 2:15-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah 1 Yohanes 2:15.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Mengapa Allah melarang kita untuk mengasihi dunia dengan segala apa yang ada didalamnya?
  2. Berasal dari siapakah semua yang ada di dalam dunia ini, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup?
  3. Apakah yang akan dialami oleh orang-orang yang hidupnya melakukan kehendak Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya.

Oleh sebab itu, Tuhan melarang kita untuk mengasihi dunia ini dengan segala yang ada di dalamnya supaya kita tetap hidup selama-lamanya.

”Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” (1 Yohanes 2:15-17).

Agar kita tidak mengasihi dunia ini maka kita harus dipenuhi oleh pemahaman tentang bahwa Allah mengasihi kita.

Dengan dipenuhi oleh Kasih Allah maka kita tidak memerlukan kasih dari dunia ini dan juga tidak mengasihi dunia ini namun dipenuhi oleh pengenalan akan kasih Allah yang sempurna.

”Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.” (2 Tesalonika 2:16-17).

”Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” (Efesus 3:18-19).

Pemahaman akan kasih Allah kepada kita membuat kita tahu bahwa ketika kita lahir baru memiliki kemampuan ilahi yang membuat hati dapat mengasihi Allah dan luput dari hawa nafsu dunia ini.

”Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.” (Yehezkiel 36:27).

”Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” (2 Petrus 1:3-4).

Pemahaman ini membuat kita senantiasa terhubung dengan Roh Kristus yang membuat kita terus mencintai Tuhan dan membenci dunia ini dengan yang ada di dalamnya yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup.

”namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20).

Diskusikanlah dalam komunitas Saudara bagaimana Saudara tetap teguh dan konsisten tidak mengasihi dunia ini karena memahami tentang kehidupan Kristus dalam batin Saudara.

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 15-16

Selasa, 21 Oktober 2025

ROH KRISTUS YANG ADA DI DALAM KITA

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

GALATIA 4:3-9

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah ada area dalam hidupku dimana aku masih hidup seperti “hamba” yang takut, padahal Tuhan sudah mengangkatku sebagai “anak”?
  2. Bagaimana kehadiran “Roh Anak-Nya” dalam hatiku mempengaruhi caraku memandang dan memanggil Allah dalam doa sehari-hari?
  3. Aturan atau tradisi “agama” apa yang kuanggap wajib, yang sebenarnya justru menutupi kasih karunia dan kebenaran yang Kristus berikan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!” (Galatia 4:6).

Jemaat Galatia mengalami kebingungan identitas.

Mereka telah mengalami kebebasan yang membawa sukacita ketika pertama kali percaya kepada Kristus -Galatia 4:15.

Namun, kemudian datanglah orang-orang yang meyakinkan mereka bahwa pengalaman kasih karunia itu belum cukup.

Mereka diajar bahwa untuk benar-benar menjadi umat Allah, mereka harus memenuhi serangkaian aturan dan ritual keagamaan.

Pada dasarnya, mereka diajak untuk menukar hubungan yang hidup dan berdasarkan iman dengan sebuah sistem agama yang kaku dan berdasarkan performa.

Mereka seperti seorang anak angkat yang sudah diberi kebebasan dan warisan penuh, tetapi memilih untuk kembali hidup di bawah peraturan pengasuh yang ketat karena merasa tidak layak.

Paulus menjelaskan bahwa sebelum Kristus, seluruh umat manusia pada dasarnya berada dibawah “perwalian”.

Bagi orang non-Yahudi, itu adalah penyembahan berhala.

Bagi orang Yahudi, itu adalah Hukum Taurat.

Keduanya adalah sistem yang “lemah dan miskin” karena tidak dapat mengubah hati atau memberikan hidup yang kekal.

Mereka hanya menunjukkan dosa, tetapi tidak menyelesaikannya.

Namun, Kristus datang untuk “menebus” kita. Ia membayar lunas harga untuk kebebasan kita.

Hasilnya bukan sekadar kita dibebaskan dari penjara, tetapi kita diangkat menjadi anak-anak Allah.

Status kita berubah secara radikal: dari budak menjadi ahli waris yang berhak atas segala janji Allah.

Lalu, bagaimana kita bisa yakin bahwa status kita sudah berubah? Buktinya adalah kehadiran “Roh Anak-Nya” di dalam hati kita.

Roh Kudus adalah pribadi yang sama dengan Roh Kristus.

Ketika Kristus tinggal di dalam kita melalui Roh-Nya, Dia mengubah cara kita berhubungan dengan Allah.

Kita tidak lagi memandang-Nya sebagai Hakim yang menakutkan atau Majikan yang keras, tetapi sebagai “Abba, Bapa” yang penuh kasih.

Seruan “Abba” ini adalah karya Roh yang membuktikan bahwa kita adalah anak-anak-Nya.

Ini adalah bisikan Allah dari dalam hati yang meyakinkan kita bahwa kita diterima, dikasihi, dan dimiliki oleh-Nya.

Hidup dalam kebenaran ini berarti:

Pertama, hiduplah sesuai dengan statusmu. Anda adalah anak Raja, bukan budak yang hina.

Itu berarti Anda dapat menghadap Bapa dengan penuh kepercayaan diri dan keyakinan akan kasih-Nya, sekalipun mungkin Anda jatuh dalam dosa.

Kedua, andalkanlah Roh yang ada di dalammu.

Kekuatan untuk hidup kudus bukan berasal dari usaha kita menaati aturan, tetapi dari penyerahan diri kepada Roh Kristus yang tinggal di dalam.

Biarkan Dia yang memimpin dan mengubah Anda dari dalam.

Ketiga, jangan kembali kepada perhambaan.

Waspadalah terhadap kecenderungan untuk menjadikan kesalehan pribadi, tradisi, atau aktivitas agama sebagai ukuran penerimaan Allah.

Tuhan sudah menerima Anda bukan karena apa yang Anda lakukan, tetapi karena apa yang telah Kristus lakukan.

Tugas Anda adalah mempercayai-Nya dan membiarkan Roh-Nya mengubah Anda menjadi semakin serupa dengan Sang Anak.

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana supaya kehadiran Roh Kristus menjadi realita dalam kehidupan sehari-hari.

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 14

Senin, 20 Oktober 2025

ROH YANG MENJADIKAN KITA ANAK ALLAH

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:14-16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah dalam kehidupan sehari-hari saya lebih sering merasa seperti seorang “hamba” yang takut dihukum atau seperti seorang “anak” yang dikasihi dan dekat dengan Bapa?
  2. Kapan terakhir kali saya benar-benar merasakan keintiman untuk memanggil Allah “Abba, Bapa” dalam doa saya?
  3. Bagaimana Roh Kudus biasanya “bersaksi” dan meyakinkan saya bahwa saya adalah anak Allah, terutama saat saya merasa lemah dan gagal?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah”. (Roma 8:16).

Bagi banyak orang di jaman Rasul Paulus, hubungan dengan Allah adalah sesuatu yang jauh, formal, dan transaksional.

Mereka harus datang kepada Allah melalui perantara, mempersembahkan korban, dan taat pada banyak peraturan dengan harapan agar Dia berkenan.

Gambaran tentang Allah lebih seperti seorang Hakim yang agung atau Raja yang jauh.

Dalam konteks inilah Paulus menulis suratnya kepada jemaat di Roma. Ia ingin meluruskan pemahaman yang keliru ini.

Melalui Kristus, segalanya telah berubah.

Injil yang dibawa Paulus bukanlah tentang peraturan baru, tetapi tentang sebuah hubungan yang baru.

Sebuah hubungan yang begitu dekat dan intim, yang dipermudah oleh karya Roh Kudus di dalam hati setiap orang percaya.

Paulus menggunakan dua istilah yang bertolak belakang: “roh perhambaan” dan “Roh yang menjadikan kamu anak Allah”.

Hidup dalam “roh perhambaan” adalah hidup yang penuh beban.

Kita merasa harus membuktikan diri, takut melakukan kesalahan, dan selalu was-was akan penghukuman.

Itu adalah kehidupan yang melelahkan.

Tetapi, Roh yang diberikan Allah kepada kita adalah Roh yang membebaskan.

Dia tidak menjadikan kita hamba, tetapi anak-anak-Nya.

Seorang anak tidak perlu membuktikan apapun untuk dicintai ayahnya.

Kasih itu sudah pemberian. Statusnya sudah pasti.

Inilah yang Roh Kudus kerjakan: Dia mengubah mentalitas kita dari mentalitas hamba yang takut menjadi mentalitas anak yang tahu bahwa ia diterima dan dikasihi.

Bukti paling nyata bahwa kita adalah anak-anak adalah keintiman kita dengan Bapa.

Roh Kudus mengajarkan mulut kita untuk memanggil “Abba, ya Bapa!”.

Ini adalah seruan yang spontan, penuh kepercayaan, dan kasih.

Ini adalah doa yang keluar dari hati seorang anak yang tahu ia dipeluk oleh ayahnya.

Di saat-saat ketika kita ragu, ketika dosa membuat kita merasa tidak layak, atau ketika keadaan terasa berat, Roh Kudus tidak diam.

Dia “bersaksi bersama-sama dengan roh kita”.

Dia membisikkan kebenaran ke dalam hati kita, mengingatkan kita akan janji-janji Firman Tuhan, dan meyakinkan kita bahwa kita tetap adalah anak-anak Allah yang berharga, sekalipun perasaan kita berkata lain.

Lalu, bagaimana kita hidup sebagai anak-anak Allah sehari-hari?

Pertama, tolaklah mentalitas hamba.

Ketika Anda berdoa, ingatlah bahwa Anda datang kepada seorang Bapa, bukan kepada seorang hakim yang menunggu untuk menghakimi kesalahan Anda.

Kedua, praktikkan keintiman dengan memanggil “Abba, Bapa”.

Jadikan ini sebagai bagian dari doa-doa pribadi Anda.

Ungkapkan hati Anda kepada-Nya dengan jujur dan percaya, seperti seorang anak bercerita kepada ayahnya yang dikasihi.

Ketiga, peganglah kesaksian Roh.

Saat keraguan dan ketakutan datang, jangan andalkan perasaan.

Berpeganglah pada kebenaran Firman Tuhan dalam Roma 8:16. Katakan, “Roh Allah bersaksi bahwa saya adalah anak-Nya.”

Biarkan kebenaran ini yang membentuk identitas, harga diri, dan keberanian Anda.

Hidup dalam realitas sebagai anak Allah akan mengubah cara Anda menghadapi setiap tantangan kehidupan. 

Diskusikan dalam kelompok PA, bagaimana caranya menyadari posisi sebagai anak Allah secara konsisten.

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 12-13

Minggu, 19 Oktober 2025

ROH YANG MEMBANGKITKAN KEKUATAN, KASIH DAN KETERTIBAN

Penulis : Pdt. Saul Rudy Nikson

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 TIMOTIUS 1:3-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Karunia rohani apa yang Tuhan telah taruh dalam hidupku yang mungkin perlu “ku kobarkan kembali” untuk digunakan bagi kemuliaan-Nya?
  2. Di area kehidupanku yang mana rasa takut (akan penolakan, kegagalan, atau penderitaan) lebih sering menguasai diriku daripada kuasa Roh Kudus?
  3. Bagaimana praktiknya memiliki “pikiran yang tertib” (jernih dan terkendali) ketika menghadapi tekanan dan badai kehidupan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1:7).

Bayangkan diri Anda di posisi Timotius.

Anda adalah seorang pemimpin muda yang harus menggantikan figur sebesar Rasul Paulus.

Di luar, penganiayaan semakin menjadi. Di dalam jemaat, banyak yang menyimpang dari ajaran benar dan mulai meninggalkan Anda.

Perasaan takut, tidak mampu, dan sendiri pasti sangat besar.

Dalam situasi seperti inilah Paulus menulis surat ini.

Ia tidak menyalahkan Timotius, tetapi ia memahami betul pergumulan yang dihadapi anak rohaninya itu.

Surat ini adalah teriakan semangat dari seorang veteran pelayanan yang hampir selesai menjalani pertandingannya, kepada penerusnya yang sedang berada di tengah-tengah medan pertempuran yang paling sengit.

Seringkali ketika kita menghadapi masalah, kita berdoa meminta karunia atau kemampuan baru dari Tuhan.

Namun, nasihat Paulus justru berbeda: “mengobarkan kembali” karunia yang sudah ada.

Tuhan telah menaruh potensi dan karunia Roh dalam hidup setiap orang percaya, seringkali melalui doa dan peneguhan dari orang-orang rohani di sekitar kita (seperti penumpangan tangan Paulus).

Tantangan, rutinitas, dan kekecewaan bisa membuat “api” karunia itu meredup.

Tuhan tidak memanggil kita untuk menciptakan api baru, tetapi untuk mengipasi bara yang sudah ada hingga menjadi nyala api yang besar lagi.

Ini membutuhkan inisiatif kita: untuk berdoa, melayani, belajar, dan melangkah dalam iman meski ragu.

Ayat 7 adalah janji yang begitu menghibur.

Sumber masalah Timotius (dan seringkali kita juga) adalah “roh ketakutan”.

Ketakutan adalah musuh iman.

Itu membuat kita lumpuh, menarik diri, dan diam.

Tetapi Paulus dengan tegas menyatakan bahwa Roh yang ada di dalam kita adalah Roh yang sama yang membangkitkan Kristus dari kematian!

Roh itu memberikan kita:

(1) Kekuatan untuk menghadapi apa yang tidak bisa kita hadapi sendiri;

(2) Kasih untuk mengasihi orang yang sulit dikasihi dan tetap setia kepada Tuhan; dan

(3) Ketertiban (pikiran yang jernih dan terkendali) untuk tidak panik, tidak mengambil keputusan gegabah, dan tetap berfokus pada kebenaran Firman Tuhan di tengah kekacauan.

Lalu, bagaimana kita menerapkannya?

Pertama, ingatlah warisan imanmu.

Seperti Timotius yang diingatkan pada iman neneknya, ingatlah saat-saat Tuhan setia dalam hidupmu dan keluargamu.

Itu adalah fondasi yang kokoh.

Kedua, bertindaklah untuk mengobarkan karuniamu.

Jika karuniamu adalah mengajar, mulailah mempersiapkan sebuah renungan kecil.

Jika melayani, carilah kesempatan untuk menolong.

Jangan tunggu sampai rasa takut hilang, lakukanlah dengan mengandalkan Roh-Nya.

Ketiga, tolaklah roh ketakutan dengan mengklaim janji Firman Tuhan.

Ketika rasa takut datang, katakan dengan lantang, “Allah memberikan kepadaku bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban!”

Hadapi tantangan dengan keyakinan bahwa kuasa untuk melewatinya sudah ada di dalam dirimu, yaitu Roh Kudus sendiri.

Dengan demikian, kita bukan hanya akan bertahan, tetapi akan bertumbuh dan menjadi berani bagi Injil Kristus.

Diskusikan dalam kelompok PA saudara, diskusikan apakah yang dimaksud roh membangkitkan ketertiban.

Pembacaan Alkitab Setahun

Markus 10-11