Kamis, 15 Januari 2026

YESUS BERDOA DALAM PERSEKUTUAN DENGAN BAPA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 17:20-24

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Yesus berdoa untuk siapa saja?
  2. Hal apa yang menyebabkan dunia mengetahui bahwa Yesus diutus oleh Bapa?
  3. Oleh iman, apakah yang ada di dalam tubuh seorang beriman itu?
  4. Apa bukti bahwa Allah mengasihi seseorang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, menjelang hari penyaliban, Yesus berdoa kepada Bapa-Nya.

Ia mendoakan murid-murid-Nya, dan juga berdoa bagi semua orang yang akan mendengarkan pemberitaan Injil kebenaran.

Yesus berdoa agar para murid hidup dalam kesatuan, sehingga kesatuan antara Bapa, Yesus, dan para murid nyata sebagai satu kesatuan.

Dengan demikian, dunia akan mengetahui bahwa Yesus adalah Mesias yang diutus bagi dunia ini.

Yesus berdoa agar para murid, di mana pun mereka berada, hidup dalam persekutuan dengan Yesus dan Bapa.

Melalui persekutuan itu, mereka dapat menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias yang diutus oleh Bapa, yang telah dijanjikan sejak zaman Adam masih berada di Taman Eden, sebelum manusia diusir oleh Tuhan Allah dari taman itu.

Kejadian 3:15 “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Telah dinubuatkan bahwa akan terjadi peperangan antara keturunan iblis dan keturunan perempuan, yaitu Yesus Kristus.

Oleh karena itu, Yesus datang untuk menyatakan firman Tuhan Allah, bahwa akan datang seorang keturunan perempuan yang akan meremukkan kepala ular tua. Inilah misi Yesus datang ke dunia ini.

Yesus datang untuk menggenapi janji Bapa-Nya dan menyatakan kasih Bapa kepada dunia.

Tuhan Allah rela mengorbankan Putra Tunggal-Nya sebagai korban penghapus dosa dunia.

Agar seluruh rencana ini digenapi, Yesus berdoa sebelum melaksanakan tugas yang Bapa kehendaki Ia selesaikan, sebagai Anak Domba Allah yang akan disembelih sebagai korban penghapus dosa dunia.

Yesus mendoakan murid-murid-Nya, mendoakan orang-orang yang akan memberitakan Kabar Baik, yaitu Injil keselamatan dan anugerah Bapa.

Ia juga berdoa bagi semua orang yang percaya kepada Injil Kerajaan, agar di mana pun mereka berada, mereka bersatu menjadi satu tubuh Kristus, sebuah komunitas Kristen yang saling mengasihi.

Dengan demikian, dunia mengetahui bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan oleh Bapa dan bahwa Yesus adalah Utusan Allah Bapa.

Melalui doa-doa-Nya, Yesus ingin menyatakan bahwa Ia bersatu dengan Bapa dalam seluruh karya dan pelayanan-Nya.

Yesus menunjukkan bahwa Ia dan Bapa berada dalam persekutuan yang kekal, sebagaimana sejak awal telah dituliskan oleh Yohanes:

Yohanes 1:1 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”

Tuhan, Firman dan Roh Kudus, bersama-sama dalam menciptakan semesta ini.

Yohanes 1:3 “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”

Yohanes 5:19 “Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.”

Dan Anak, yaitu Yesus Kristus, adalah utusan Bapa untuk menyatakan kasih-Nya kepada dunia ini.

Yohanes 3:16–17 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”

Dalam rangka penyelamatan dunia ini, terjadilah sebuah tragedi yang luar biasa, yaitu saat Yesus dan Bapa mengalami keterpisahan.

Dari kekekalan sampai kekekalan mereka senantiasa bersatu, namun peristiwa itu terjadi ketika Yesus menaati kehendak Bapa dan menggenapi rencana Bapa.

Di atas kayu salib, Yesus ditinggalkan oleh Bapa-Nya.

Markus 15:34 “Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Saudara, dapatkah engkau menyadari betapa besar kasih Bapa terhadap dirimu?

Betapa besar pula kasih Bapa terhadap orang-orang di sekitarmu?

Tuhan Allah, Bapa kita, rela meninggalkan Anak-Nya dalam keadaan sekarat di atas kayu salib demi menyelamatkan kita.

Yesus adalah 100% manusia dan 100% ilahi, Ia adalah Allah.

Namun, dalam ketaatan-Nya sebagai utusan, Ia berdoa kepada Bapa-Nya. Rasul Paulus menuliskan kebenaran ini dalam:

Filipi 2:5-11 “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!”

Dalam rangka melaksanakan tugas, inilah Yesus berdoa kepada Bapa-Nya.

Di dalam persekutuan tersebut, Yesus memperoleh kekuatan untuk menjalankan tugas-Nya. Penulis Alkitab menuliskan:

Markus 14:32-36 “Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku berdoa.” Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.” Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya. Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.”

Kita dapat melihat bahwa terdapat perbedaan kehendak antara Yesus Kristus dan Bapa-Nya.

Namun, kita juga melihat bagaimana Yesus sebagai Hamba Allah taat untuk melaksanakan kehendak Bapa-Nya.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Berapa kali kita tidak menaati perintah Yesus, dan apa yang saudara alami ketika tidak taat itu?

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 43-45

Rabu, 14 Januari 2026

KEHIDUPAN BANGKIT DARI RUANG DOA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 RAJA-RAJA 4:33-37

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dilakukan Nabi Elisa ketika ia tiba di rumah perempuan Sunem?
  2. Apa yang dilakukan Nabi Elisa terhadap mayat anak perempuan Sunem itu?
  3. Tindakan apa yang dilakukan Nabi Elisa sehingga anak itu bersin sampai tujuh kali?
  4. Apa yang dilakukan perempuan Sunem itu ketika ia mengetahui bahwa anaknya hidup kembali?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, kisah perempuan Sunem ini merupakan pelajaran yang dapat kita renungkan dengan seksama.

Ada saat-saat dalam hidup ketika segala usaha manusia berhenti.

Harapan memudar, logika tak lagi memberi jawaban, dan yang tersisa hanyalah keheningan yang menyakitkan.

Itulah yang dialami perempuan Sunem ketika anaknya meninggal.

Namun, kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa kebangkitan selalu dimulai dari ruang doa.

  1. Ruang doa adalah tempat penyerahan total

    “Sesudah masuk, ditutupnyalah pintu, lalu berdoa kepada Tuhan.” Elisa tidak langsung bertindak di hadapan banyak orang. Ia menutup pintu, memisahkan diri dari suara-suara di sekitarnya, dan membawa persoalan itu hanya kepada Tuhan. Doa bukan sekadar rangkaian kata-kata, melainkan sikap penyerahan total, pengakuan bahwa kuasa hidup dan mati ada di tangan Tuhan. Sering kali kita menginginkan solusi yang cepat, tetapi Tuhan rindu agar kita terlebih dahulu masuk ke ruang doa. Di sanalah iman kita diuji dan ketergantungan kita dimurnikan.
  1. Doa yang tekun mengundang kuasa Allah bekerja

    “Maka naiklah ia ke atas pembaringan itu, lalu membaringkan dirinya di atas anak itu.” Tindakan Elisa menunjukkan doa yang sungguh-sungguh dan tekun. Ia tidak menyerah ketika hasilnya belum terlihat. Bahkan saat belum ada tanda-tanda kehidupan, ia tetap melangkah dalam iman. Doa yang tekun bukan berarti memaksa Tuhan, melainkan menyatakan kepercayaan penuh bahwa Tuhan sanggup bekerja, sekalipun situasi tampak mustahil.
  1. Kehidupan dipulihkan oleh kuasa Allah

    “Anak itu bersin sampai tujuh kali, lalu membuka matanya.” Kebangkitan itu nyata yang mati menjadi hidup kembali. Tuhan bukan hanya Allah yang menghibur, tetapi Allah yang memulihkan kehidupan. Kuasa-Nya sanggup menghidupkan kembali apa yang kita anggap telah berakhir: iman yang mati, pengharapan yang pudar, bahkan panggilan hidup yang terkubur.
  1. Kebangkitan membawa penyembahan dan syukur

    “Perempuan itu masuk lalu sujud di depan kaki Elisa sampai ke tanah.” Respon perempuan Sunem itu bukan bersorak-sorai, melainkan penyembahan. Ketika Tuhan membangkitkan kehidupan, respon yang benar adalah kerendahan hati dan ucapan syukur. Doa yang dijawab seharusnya membawa kita semakin dekat kepada Tuhan, bukan menjauh dari-Nya.
  1. Masuklah ke ruang doa

    Renungan ini mengingatkan kita bahwa ruang doa bukanlah tempat pelarian, melainkan tempat kebangkitan. Mungkin hari ini ada bagian dalam hidup kita yang terasa mati relasi, pelayanan, iman, atau pengharapan.

Jangan berhenti dalam keputusasaan, masuklah ke ruang doa, tutup pintu, dan datanglah kepada Tuhan.

Sebab kehidupan yang sejati selalu bangkit dari ruang doa.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak anak-anak Tuhan sangat sulit keluar dari berbagai masalah dalam kehidupan mereka?

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 41-42

Selasa, 13 Januari 2026

TEROBOSAN DALAM KESULITAN

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

2 RAJA-RAJA 4:1-7

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa persoalan yang dialami janda seorang nabi sehingga ia mengadu kepada nabi Elisa?
  2. Apa jawaban nabi Elisa kepada janda itu?
  3. Apa perintah yang kemudian disampaikan oleh nabi Elisa kepada janda itu?
  4. Mujizat apa yang terjadi dalam keluarga janda itu?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, ketika kesulitan timbul dalam kehidupan seseorang, maka ia akan bertindak sesuai dengan apa yang diyakininya dan sesuai dengan kebiasaan yang telah ia miliki.

Saat seseorang menghadapi pencobaan seperti kesulitan, kesakitan, keraguan, dan sebagainya, tindakannya akan mencerminkan keyakinannya, pengenalannya akan Tuhan, serta pemahamannya.

Rasul Paulus pernah menyatakan bahwa:

Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Jadi, apapun yang terjadi dalam hidup kita, semuanya berlangsung sepengetahuan Allah, Bapa kita.

Hal ini juga dengan jelas disampaikan oleh Rasul Paulus kepada jemaat Tuhan di Korintus:

1 Korintus 10:13 “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Dari ayat-ayat firman Tuhan di atas, kita dapat belajar juga dari kisah janda seorang nabi itu bahwa ketika anaknya diambil sebagai jaminan hutang dan dijadikan budak, ia segera mendatangi Nabi Elisa.

Janda tersebut meminta agar nabi itu melakukan sesuatu supaya ia memperoleh pertolongan dan terbebas dari persoalan hutangnya.

Janda itu sangat berharap kepada Nabi Elisa agar ia memperoleh pertolongan.

Lalu Elisa bertanya, “Apakah yang kau miliki di rumah?” Janda itu menjawab, “Hambamu ini tidak mempunyai apa-apa di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.”

Nabi itu berkata, “Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari para tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.

Sesudah itu masuklah dan tutuplah pintu setelah engkau dan anak-anakmu masuk.

Tuangkanlah minyak itu ke dalam segala bejana; dan apabila ada yang penuh, angkatlah.”

Maka pergilah janda itu dari Elisa. Ia menutup pintu setelah ia dan anak-anaknya masuk.

Anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, dan ia terus menuang minyak.

Ketika semua bejana telah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya, “Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi.”

Tetapi anaknya menjawab, “Tidak ada lagi bejana.”

Lalu berhentilah minyak itu mengalir.

Kemudian pergilah janda itu kepada Nabi Elisa untuk memberitahukan hal tersebut.

Nabi itu berkata, “Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari sisanya, engkau serta anak-anakmu.”

Mujizat terjadi karena janda itu mau menaati perintah Nabi Elisa.

Demikian pula, ketika orang percaya mau menaati perintah-perintah Tuhan yang tertulis dalam Alkitab dan berdoa kepada Bapa dalam nama Yesus Kristus dengan iman, maka terobosan dapat terjadi.

Saat kita berdoa dengan iman serta menaati dan melakukan perintah Tuhan, mujizat sering dinyatakan.

Hingga saat ini, mujizat masih terjadi ketika seseorang berharap dan mempercayai firman Allah.

Tuhan melakukan terobosan sesuai dengan iman orang yang percaya dan berdoa.

Suatu janji Tuhan dalam Kitab:

Ibrani 4:16 “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”

Saudara, mujizat masih berlangsung.

Ketika seseorang percaya dan berharap kepada pertolongan Tuhan, mujizat sebagai terobosan masih terjadi untuk menghadapi berbagai persoalan hidup kita saat ini.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa banyak orang mencemooh ketika seseorang berharap terjadinya mujizat sebagai terobosan untuk mengatasi persoalan dalam hidupnya?

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 38-40

Senin, 12 Januari 2026

HIDUP DARI APA YANG DIPERINTAHKAN BAPA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 5:19-24

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang tidak dapat dikerjakan oleh Anak?
  2. Apa bukti bahwa Bapa mengasihi Anak?
  3. Siapa yang dihidupkan oleh Anak?
  4. Siapa yang diberi kuasa untuk menghakimi, dan mengapa?
  5. Dapatkah seseorang yang tidak mengasihi Anak dapat dikasihi oleh Bapa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Tuhan Yesus selalu menaati Bapa-Nya.

Ia bersaksi bahwa apapun yang Ia lakukan, semuanya karena Ia melihat Bapa mengerjakannya terlebih dahulu.

Tidak satu pun yang Ia kerjakan berdasarkan keinginan pribadi-Nya, melainkan semua yang Ia kerjakan adalah kehendak Bapa.

Oleh karena itu, Yesus pernah berkata, dan hal ini dituliskan oleh Rasul Yohanes:

Yohanes 14:21 “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

Saudara, dalam firman ini dengan jelas dinyatakan bahwa seseorang yang menaati Yesus berarti ia mengasihi Yesus.

Orang yang menaati Yesus akan dikasihi oleh Allah Bapa, dan Yesus sendiri akan mengasihi orang itu serta menyatakan diri-Nya kepadanya.

Dengan demikian, orang tersebut akan memiliki kuasa Yesus Kristus.

Saudara, dapatkah kita menaati semua perintah Yesus?

Yesus pernah berkata bahwa Roh Kudus adalah pernyataan dari Yesus Kristus.

Yohanes 14:15-17 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”

Saudara, Yesus sangat mengenal kita satu per satu.

Oleh karena itu, Ia memilih kita karena sangat mengasihi kita.

Yesus Kristus mengutus Roh Kudus sebagai Penolong dan Penghibur yang akan mengajar kita, mengingatkan kita akan firman yang telah kita pelajari dan pahami, serta menuntun kita untuk melakukan apa yang Ia perintahkan.

Haleluya, Puji Tuhan, Amin.

Mengapa ada orang percaya yang mengaku sebagai anak Tuhan, tetapi tidak mau menaati perintah Tuhan?

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 35-37

Minggu, 11 Januari 2026

MASUK KE RUANG RAHASIA BERSAMA BAPA

Penulis : Pdt. Robinson Saragih

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 6:5-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Larangan apa yang harus diingat saat kita berdoa?
  2. Bagaimanakah cara orang munafik berdoa?
  3. Mengapa kita harus mengunci kamar saat berdoa?
  4. Mengapa kita dilarang berdoa dengan bertele-tele?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara, Yesus melarang murid-murid-Nya berdoa seperti orang munafik yang berdoa supaya dilihat orang.

Tuhan mengatakan bahwa mereka telah menerima upah dari doa mereka, yaitu pujian dari manusia.

Oleh karena itu, Tuhan menganjurkan agar kita berdoa dengan cara yang benar: masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah.

Sangat penting bagi kita untuk memiliki tempat khusus untuk berdoa, agar kita dapat berdoa secara pribadi dan sungguh-sungguh tanpa dilihat oleh orang lain, termasuk orang di luar keluarga serumah.

Rasul Paulus mengajarkan kepada kita untuk melanjutkan ajaran Yesus Kristus tentang doa:

Roma 8:26 “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”

Ketika kita berdoa di dalam kamar dan berdoa dengan bahasa lidah atau bahasa Roh, maka kita sedang berdoa untuk membangun diri sendiri atau berdoa bagi orang-orang kudus.

Dalam doa seperti itu, Tuhan Allah Bapa kita mengerti apa yang kita doakan, dan Bapa akan mengabulkan doa kita melalui pertolongan Roh Kudus.

Dalam doa, Tuhan Yesus mengajarkan agar kita tidak berdoa dengan bertele-tele, tidak berdoa terlalu panjang, apalagi dengan banyak kata hanya untuk meminta atau memohon-mohon.

Berdoa sendirian di kamar doa merupakan bentuk doa pribadi yang konsisten dan teratur.

Doa ini dapat dilakukan setiap pagi, malam, siang, atau sore hari, namun sebaiknya dilakukan secara teratur setiap hari.

Matius 6:6-8 “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.”

Oleh karena kita memiliki Bapa yang sangat baik, dan Dia telah menyediakan segala kebutuhan kita di sorga, maka kita diajarkan doa Bapa Kami.

Melalui doa ini, kita mengerti bahwa Bapa menyediakan semua kebutuhan kita di sorga.

Efesus 1:3 “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.”

Sebagai Bapa yang baik dan Gembala yang baik, Dia telah menyediakan segala keperluan kita dalam bentuk rohani.

Di sorga sudah tersedia semua kebutuhan kita.

Oleh karena itu, kita tidak perlu khawatir, bimbang, ataupun takut.

Percayalah bahwa Dia adalah Bapa yang baik dan Gembala yang baik.

Oleh karena itu, sangat perlu bagi kita untuk mengenal Tuhan, agar kita tidak hidup dalam ketakutan.

Sebab kita memiliki Bapa di sorga yang sangat rindu melihat kita berdoa di tempat yang tersembunyi.

Haleluya, puji Tuhan, Amin.

Mungkinkah seseorang yang tidak mengenal Bapa tetap mau berdoa kepada Bapa di sorga?

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 32-34

Sabtu, 10 Januari 2026

REALITA KUASANYA DITENGAH BADAI

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MARKUS 4:35-41

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dimanakah peristiwa kejadian angin rebut itu terjadi?
  2. Mengapa para murid Yesus panik ketika peristiwa angin ribut terjadi?
  3. Apa yang Tuhan katakan kepada murid-muridNya, setelah Ia meredakan angin ribut itu?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Peristiwa ini terjadi setelah Yesus mengajar kepada orang banyak di tepi danau Galilea di daerah Kapernaum.

Lalu mereka menyebrang dengan tujuan ke daerah Gerasa (juga dikenal sebagai Gadara), yang terletak di pantai timur Danau Galilea.

Adapun Danau tersebut merupakan sebuah perairan yang indah, yang berada sekitar 209,6m atau 686 kaki di bawah permukaan laut.

Lokasinya yang unik, dikelilingi oleh perbukitan, membuatnya cukup rentan terhadap badai yang tiba-tiba datang.

Sesuai dengan karakteristik danau Galilea tersebut yang mana cukup rentan terjadi badai.

Tidak disangka dalam perjalanan mereka menyebrang, badai besar terjadi dengan tiba-tiba, yang membuat  perahu mereka hampir tenggelam.

Jika dilihat dari latar belakang beberapa murid Yesus, ada dari mereka yang berprofesi sebagai nelayan yang tentunya sudah berpengalaman untuk mengatasi badai di tengah danau maupun lautan, tetapi entah kenapa, ketika badai terjadi, sepertinya para murid yang berpengalaman itu panik luar biasa, seolah-olah pengalaman yang dimiliki mereka selama ini tidak ada gunanya.

Bahkan dengan terpaksa mereka membangunkan Yesus yang sedang tidur di buritan dengan tujuan supaya Yesus dapat menolong mereka.

Dengan peristiwa angin ribut diatas, terkadang mencerminkan diri kita sendiri.

Apa buktinya? dalam kita mengiring Tuhan, terkadang secara tiba-tiba masalah terjadi bertubi-tubi dalam hidup kita, belum selesai satu masalah, sudah timbul masalah lain.

Sepertinya masalah tidak pernah berhenti didalam hidup kita.

Memang Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa ketika kita ikut Tuhan, hidup kita pasti tenang dan baik-baik saja, hidup kita penuh dengan kedamaian tanpa masalah, dan Tuhan juga tidak pernah berjanji  bahwa hidup yang akan kita jalani sepanjang tahun 2026 ini pasti selalu baik dan mulus tanpa ada hambatan.

Jika kita mundur kebelakang, setiap masalah yang pernah terjadi atas hidup kita, akhirnya Tuhan menolong, itu artinya kita memiliki cukup pengalaman untuk menghadapi masalah yaitu Tuhan menyertai hidup kita.

Tetapi kenyataanya ketika ada masalah baru yang timbul, seolah-olah pengalaman kita bersama Tuhan sirna begitu saja. Ingat Kristus ada di dalam perahu!, Realita kuasaNya bersama kita dalam badai. Dia perlu dibangunkan.

Jangan biarkan Dia tertidur di buritan. Melalui pembacaan Alkitab dan menyelidiki Firman Tuhan, berdoa serta membangun hubungan pribadi yang intim bersama Dia, maka Iman kita semakin bertambah dan kita dapat mengingatkan diri kita bahwa Yesus ada di perahu bersama kita.

Bahwa Dia peduli kepada kita semua. Dan tidak ingin kita binasa.

Martin Luther pernah berkata “Jika kamu ingin menjadi seorang Kristen, kamu pasti akan mengalami cobaan. Namun, jika kamu berseru kepada Kristus di saat membutuhkan pertolongan, Dia akan mendengarmu, menyelamatkanmu, dan menjadikan cobaanmu menghasilkan buah yang diberkati dan kemuliaan yang besar. Untuk saat ini, segala kebutuhan terpenuhi; dan kemudian, hidup kekal akan menyusul.” 

Dalam pembacaan renungan kita diatas, makna apa yang kita dapat ambil dan pelajari? Diskusikan bersama kelompok PA dan dalam kelompok anggota persekutuan kita.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 30-31

Jumat, 9 Januari 2026

HIDUP SEBAGAI ANAK ALLAH

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:15–17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Syarat apa yang membuat status kita bukan lagi budak, melainkan kita diadopsi menjadi anak Allah? (ayat 14)
  2. Siapa yang bersaksi dengan roh kita, bahwa kita adalah anak Alah?
  3. Apa yang seharusnya kita lakukan, jika kita sudah diadopsi sebagai anak Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Jika ada pertanyaan, siapakah yang mau menjadi anak orang kaya, anak Sultan atau anak Presiden? Kemungkinan besar kita semua akan menjawab “Ya..saya mau”.

Kenapa banyak orang yang menjawab mau? Karena di pikiran kita atau sejauh mata memandang, anak orang kaya, anak Sultan atau anak Presiden itu hidupnya dijamin enak, tidak perlu capek bekerja karena semua kebutuhan sudah tersedia, punya banyak uang dan bebas membeli apa yang kita suka tanpa bekerja keras, bebas bepergian kemana saja kita mau dan dikenal serta dihormati orang banyak.

Jika di pikirkan, hal yang wajar anak-anak tersebut mendapat privilege atau keistimewaan semua itu, karena mereka adalah anak dari orang kaya, anak Sultan atau anak Presiden.

Begitu pula dengan pembacaan Firman hari ini menjelaskan, “semua orang  dipimpin oleh Roh Allah adalah anak Allah” (ayat 14).

Kita yang adalah makhluk ciptaan Allah dan sejak lahir status kita orang yang berdosa dan patut kena hukuman, oleh karena anugerahNya yang besar kita di angkat “di adopsi”  menjadi anak-anak Allah dan kita menjadi ahli waris janji-janji Allah.

Ini adalah sebuah proses yang luar biasa dan penuh kasih, yang memberikan kita keistimewaan dan kesempatan untuk memiliki hubungan yang intim dengan Allah dan menjadi bagian dari keluarga Allah.

Sehingga kita dapat berseru “ya Abba ya Bapa”.

Dalam budaya Yahudi, “Abba” adalah kata yang digunakan oleh anak-anak untuk memanggil ayah mereka, menunjukkan hubungan yang sangat dekat dan intim.

Dan karena itu sepatutnyalah kita bisa bersikap layaknya hidup sebagai anak Allah.

Namun demikian dalam prakteknya sering kali kita belum atau lalai menunjukkan dan bersikap seperti anak Allah.

Seringkali tutur kata kita, tindakan kita tidak mencerminkan bahwa kita anak Allah. Hari – hari ini, orang yang belum percaya kepada Kristus, mereka hidup sesuka mereka, bebas melakukan apa saja yang mereka suka, demi gaya hidup, juga demi kebutuhan hidup mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.

Saat ini sebagai anak-anak Tuhan seharusnya kita menjadi teladan dan contoh yang baik yang menunjukkan bahwa kita adalah anak Allah yang mewarisi sifat-sifat Allah.

Karena dunia sangat membutuhkan contoh atau role model yang nyata bagi mereka.

Dengan mengetahui bahwa status kita saat ini bukan lagi hamba melainkan anak-anak Allah, sikap apa yang harus kita lakukan agar sekitar kita mengetahui bahwa kita adalah anak-anak Allah yang mewarisi sifat-sifat Allah?

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 27-29

Kamis, 8 Januari 2026

KITA ADALAH BAIT ALLAH:KRISTUS TINGGAL DI DALAM KITA

Penulis : Bernard Tagor

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 KORINTUS 3:16–23

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapakah yang dimaksud “bait Allah” itu?
  2. Adakah konsekuensinya, jika kita membinasakan bait Allah? Jika ada, apa konsekuensinya? (Ayat 17)
  3. Apakah bait Allah itu kudus? Dan bagaimana caranya kita menjaga agar bait Allah itu tetap kudus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Dalam konteks kota Romawi, bait Allah adalah tempat yang besar dengan banyak kuil marmer, ruang paling suci di dalam kuil.

Namun pernyataan Paulus sangat berani dan mendalam, dia mendefinisikan bahwa Bait Allah bukan sekedar bangunan fisik, namun Bait Allah sebagai bangunan milik Allah di dalam diri manusia.

Dengan kata lain bait Allah adalah kita orang percaya.

Bait Allah harus dijaga kemurniannya dan tempat yang menyatakan kebenaran Allah.

Rasul Paulus menekankan tentang hidup kudus supaya jemaat Korintus tidak melenceng dari kebenaran Alkitab.

Dalam konteks ini sebenarnya Paulus tidak hanya membahas kehadiran Allah dalam diri setiap orang percaya secara individu.

Namun Paulus juga menjelaskan kehadiran Allah pada sekelompok orang (komunitas) yang beriman lainnya.

Jadi, jika kita mengaku bahwa kita adalah orang yang percaya kepada Kristus, itu berarti kita juga adalah bait Allah yaitu tempat kediaman Allah yang kudus dimana Kristus tinggal dalam hidup kita.

Sehingga dalam kita bertindak dan berperilaku secara individu/pribadi ataupun dalam berelasi dengan saudara seiman lain atau kelompok lainnya, seharusnya kita menunjukkan sikap bahwa kita adalah pengikutNya.

Contoh sederhana dimana kita dapat mempraktikkan kekudusan yang dilakukan secara pribadi/individu dalam kehidupan sehari-hari adalah menjaga kebersihan tubuh, menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga teratur, makan-minum yang sehat serta bergizi seimbang, yang sesuai dengan kondisi umur kita, tidur yang cukup, menjaga hati dan pikiran, atur dan kendalikan emosi dan stress, tidak iri hati, tidak sombong, serta mempergunakan waktu dengan bijak, dll.

Contoh tindakan praktis dalam menjaga kekudusan dalam kelompok atau relasi dengan banyak orang seperti; Menjaga perilaku dan tutur kata dengan orang lain, menjaga profesionalisme dalam bekerja, menjaga integritas dalam bekerja maupun di sekolah atau  kampus, menghargai orang lain, tidak iri hati dengan keberhasilan orang lain, bertutur kata yang baik dan sopan dengan tidak merendahkan orang lain, tidak boleh “membully” atau melakukan perundungan kepada orang lain dan tidak melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kekristenan.

Tindakan tersebut diatas memang mudah untuk diucapkan, namun tidak gampang untuk mempraktekkannya, bahkan di ayat 17 tercatat ada “konsekuensi” Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia.

Membinasakan disini bukan berarti kita beresiko untuk kehilangan keselamatan, tetapi konsekuensi serius atas tindakan yang merusak kekudusan Allah!, karena Allah sangat mengutamakan dan memerintahkan supaya setiap individu ataupun jemaat dapat menjaga kekudusan (1 Petrus 1:16).

Tetapi kabar gembiranya, kita tidak perlu takut karena Roh Kudus yang ada didalam kita, Dialah yang membantu kita agar kita dapat hidup kudus.

Bagaimana caranya? Salah satunya kita harus terus menerus membaca Firman dan menggali Firman itu, berdoa dan teruslah membangun hubungan dengan Tuhan secara pribadi.

Lakukanlah semua itu setiap hari, kapanpun dan dimanapun kita berada secara konsisten, maka Dia akan memberikan kita kepekaan secara rohani, untuk kita dapat hidup kudus.

Sebutkan contoh-contoh lain, tindakan menjaga kekudusan baik itu secara pribadi ataupun dalam kelompok yang belum disebutkan diatas? Dana alasan apa yang membuat kita anak Tuhan sulit untuk menjaga diri kita ataupun kelompok kita, supaya kita dapat senantiasa hidup dalam kekudusan? Diskusikanlah dengan kelompok PA dan juga di dalam kelompok persekutuan kita.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 25-26

Rabu, 7 Januari 2026

MENGALAMI KEHIDUPAN KRISTUS YANG HIDUP DI DALAM KITA

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 8:9-11

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Sesuai ayat ini, apakah yang seharusnya terjadi bila Roh Allah diam dalam kita?
  2. Apa yang terjadi  jika Kristus ada di dalam kita?
  3. Apa yang terjadi dengan tubuh kita yang fana dengan kehadiran RohNya?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Paulus menempatkan kehidupan Kristen dalam kerangka realitas rohani yang objektif, bukan sekadar pengalaman emosional.

Ia menggunakan istilah pneuma (Roh) secara konsisten—Roh Allah, Roh Kristus, dan Roh Dia yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati—untuk menegaskan satu kebenaran sentral: kehadiran Allah kini dinyatakan melalui Roh yang diam di dalam orang percaya.

Dalam konteks dunia Romawi yang sangat dipengaruhi dualisme (roh dianggap baik, tubuh dianggap rendah), Paulus justru menyatakan bahwa tubuh  tidak dibuang atau diabaikan.

Walaupun tubuh “mati karena dosa,” Roh yang diam di dalam orang percaya adalah Roh kebangkitan, yang memberi hidup sekarang dan menjamin kebangkitan tubuh kelak.

Secara bahasa dan teologi, Paulus tidak sedang berbicara simbolis, melainkan apa adanya atau sesungguhnya: orang percaya sungguh-sungguh hidup dalam domain baru, di mana Kristus yang bangkit berdiam dan bekerja melalui Roh-Nya.

Ayat ini menantang cara kita memaknai “hidup rohani.”

Banyak orang Kristen memahami kehidupan rohani sebatas aktivitas keagamaan atau pengendalian moral.

Paulus melangkah lebih jauh: hidup Kristen adalah kehidupan Kristus sendiri yang beroperasi di dalam kita.

Ini berarti pergumulan dengan kelemahan, kecenderungan dosa, kelelahan mental, atau tekanan hidup tidak menandakan ketiadaan Roh, melainkan arena di mana kuasa kebangkitan Kristus dinyatakan secara nyata.

Roh Kudus bukan sekadar penolong sesaat, tetapi aktif, yang memerdekakan kita dari kuasa “daging” (cara hidup lama yang berpusat pada diri).

Dengan perspektif ini, orang percaya tidak lagi ditentukan oleh latar belakang, kegagalan, atau keterbatasan, melainkan oleh kehadiran Kristus yang hidup dan bekerja dari dalam.

Karena itu, mengalami kehidupan Kristus yang hidup di dalam kita harus diwujudkan secara praktis.

Di dunia kerja, ini berarti kita menghadapi tekanan, konflik, dan ketidakadilan bukan dengan reaksi daging—amarah, manipulasi, atau keputusasaan—melainkan dengan hikmat, keteguhan, dan karakter Kristus.

Dalam studi, kehidupan Kristus dinyatakan melalui disiplin, kejujuran akademik, dan kerendahan hati untuk belajar, menyadari bahwa pertumbuhan intelektual juga bagian dari pembaruan hidup.

Langkah praktisnya sederhana namun konsisten: memulai hari dengan kesadaran bahwa Roh Kristus diam di dalam kita, melibatkan Tuhan dalam keputusan-keputusan kecil, dan menolak hidup berdasarkan dorongan daging semata.

Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan kita, mengenai topik ini dengan lebih mendalam. Bagaimana kita bisa praktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan berkat apa yang didapat dari melakukan Firman Tuhan ini.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 22-24

Selasa, 6 Januari 2026

RAHASIA BESAR:KRISTUS DI DALAM KITA

Penulis : Anang Kristianto

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 1:25-27

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa tugas yang dipercayakan Allah kepada Paulus untuk jemaat di Kolose?
  2. Apakah yang dimaksud Paulus sebagai rahasia tersembunyi dari abad ke abad?
  3. Kepada siapa sekarang rahasia itu dinyatakan?
  4. Apa isi rahasia yang mulia dan kaya itu?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Pada ayat ini Rasul Paulus menjelaskan pelayanannya sebagai “tugas resmi seorang pengelola rumah tangga yang bertanggung jawab menunaikan kehendak tuannya secara setia”.

Paulus memahami pelayanannya bukan sebagai inisiatif pribadi, melainkan mandat ilahi untuk “menyempurnakan pemberitaan firman Allah,” yaitu menyatakan rahasia” yang dahulu tersembunyi sepanjang zaman.

Dalam pemahaman budaya saat itu, mysterion bukan teka-teki esoterik, melainkan rencana Allah yang sebelumnya tidak tersingkap penuh dan kini dinyatakan secara terbuka.

Kejutan teologisnya terletak pada isi rahasia itu: bukan hukum baru, bukan ritual khusus, melainkan “Kristus di dalam kamu, pengharapan akan kemuliaan.”

Bagi jemaat non-Yahudi di Kolose, pernyataan ini radikal—kehadiran Allah tidak lagi dibatasi oleh bait, etnis, atau tanda lahiriah, tetapi berdiam di dalam diri orang percaya melalui Kristus.

Dalam konteks kehidupan masa kini, kebenaran “Kristus di dalam kita” menantang cara kita membangun identitas dan makna hidup.

Dunia modern sering menilai manusia dari capaian, produktivitas, dan pengakuan sosial.

Tanpa disadari, kita mudah memindahkan pusat pengharapan dari Kristus kepada prestasi, jabatan, atau keamanan materi.

Namun Paulus menegaskan bahwa sumber kemuliaan dan masa depan orang percaya bukanlah apa yang kita bangun dari luar, melainkan siapa yang berdiam di dalam.

Implementasi praktisnya berarti kita menjalani kehidupan dengan kesadaran bahwa Kristus hadir aktif—membentuk karakter, mengarahkan keputusan, dan memberi daya untuk hidup benar.

Di tengah tekanan kerja, studi, dan relasi yang kompleks, iman Kristen bukan sekadar nilai moral, tetapi kehidupan Kristus sendiri yang bekerja dari dalam, memampukan kita untuk tetap setia, rendah hati, dan penuh pengharapan meskipun situasi tidak ideal.

Karena itu, renungan ini mengajak kita untuk melakukan kebenaran secara nyata dalam keseharian.

Di tempat kerja, “Kristus di dalam kita” terpancar melalui integritas dan kejujuran yang bertanggung jawab, bukan demi pujian manusia, melainkan sebagai ibadah kepada Tuhan.

Dalam studi, kebenaran ini mendorong kita belajar dengan tekun, jujur, dan terbuka terhadap proses pembentukan karakter, bukan sekadar mengejar hasil instan.

Di rumah tangga, kehadiran Kristus diwujudkan melalui kesabaran, pengampunan, dan kasih yang konsisten dalam relasi suami-istri, orang tua-anak, maupun antar anggota keluarga.

Diskusikan dengan kelompok PA dan persekutuan kita, mengenai topik ini dengan lebih mendalam. Bagaimana kita bisa praktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan berkat apa yang didapat dari melakukan Firman Tuhan ini.

Pembacaan Alkitab Setahun

Kejadian 19-21