Rabu, 3 Desember 2025

BEBAS DARI DOSA

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 6:1-7

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Jika Firman Tuhan menyatakan bahwa kita telah mati bagi dosa karena bersatu dengan Kristus, dalam hal apa saat ini saudara masih mengalami kesukaran untuk menang dari pencobaan?
  2. Bagaimana makna kesatuan bahwa kita telah mati dan bangkit bagi Kristus mempengaruhi cara saudara memandang diri, dan kehidupan rohani saudara hari ini?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Banyak umat Tuhan berkata bahwa mereka percaya kepada Yesus dan sudah diselamatkan, tetapi faktanya tidak sedikit yang masih hidup dalam ikatan dosa yang berulang: marah yang tak terkendali, kebiasaan buruk, kecemaran, kebohongan, keserakahan, atau hidup kompromi terhadap dosa.

Firman Tuhan menyatakan dengan tegas: “Bolehkah kita bertekun dalam dosa supaya semakin bertambah kasih karunia itu?” Lalu jawabannya sangat tegas: “Sekali-kali tidak!”

Mengapa? Karena keselamatan bukan hanya membebaskan kita dari hukuman dosa, tetapi juga membebaskan kita dari kuasa dosa.

Firman Tuhan menyatakan bahwa mereka yang percaya dan disatukan dengan Kristus telah mati bagi dosa.

Artinya, kita tidak lagi berada di bawah kendali, tekanan, atau tuntutan dosa.

Setan tidak lagi memiliki hak legal artinya tuduhannya tidak lagi memiliki “kekuatan hukum” atas hidup kita.

Jika kita telah mati terhadap dosa, mengapa kita masih harus hidup di dalamnya?

Seorang yang mati tidak lagi merespons panggilan, rayuan, atau tekanan apa pun.

Demikian pula, orang yang sudah mati bagi dosa tidak lagi tunduk pada kehendaknya.

Menurut Alkitab, baptisan bukan sekadar upacara rohani, tetapi deklarasi bahwa: yang pertama manusia lama kita telah dikuburkan bersama Kristus, dan yang kedua kita bangkit untuk hidup dalam hidup yang baru.

Baptisan adalah penguburan masa lalu, dan kita dibangkitkan dengan kuasa kebangkitan Kristus untuk hidup dalam kemenangan.

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” (Roma 6:6).

Saudara, seorang hamba tidak memiliki hak memilih, tetapi seorang yang dibebaskan memiliki kuasa untuk berkata “tidak”.

Melalui salib: Dosa tidak lagi berkuasa; rantai masa lalu telah diputus; Iblis tidak bisa lagi menuntut kita; kita bukan budak, tetapi pemenang di dalam Kristus.

Saudara, orang percaya bukanlah orang yang tidak pernah jatuh, tetapi orang yang tidak tinggal dalam kejatuhan. Kristus tidak mati agar kita hidup dalam rasa bersalah terus-menerus, tetapi agar kita berjalan dalam kemerdekaan ilahi.

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Korintus 15-16

Selasa, 2 Desember 2025

MELAKUKAN KEHENDAKNYA TETAP HIDUP SELAMANYA

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 2:15-17

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Dalam kehidupan sehari-hari apa makna “mengasihi dunia”?
  2. Bagaimana caranya agar kita bisa selalu mengasihi Tuhan dibandingkan mengasihi dunia?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.” (1 Yohanes 2:15).

Dunia sebagai sistem nilai yang menentang Allah adalah dunia dengan gaya hidup yang berpusat pada ego dan dosa.

Tiga keinginan dunia yang telah kita baca, yaitu:

  1. Keinginan daging: ini adalah hasrat untuk memuaskan hawa nafsu, kesenangan sesaat tanpa mempedulikan nilai-nilai Firman Tuhan.
  2. Keinginan mata: adalah ambisi akan materi, yang bisa menyebabkan iri hati, rakus, mengejar apa yang dilihat untuk kebanggaan diri.
  3. Keangkuhan hidup: adalah kesombongan atas posisi, harta, kekuasaan dan pencapaian pribadi.

Semua ini tampak menyenangkan dan memikat, tetapi ujungnya adalah kehampaan dan kebinasaan.

Itu adalah kebahagiaan semu, prestasi semu yang hanya akan memuaskan ego kita.

Karena segala yang tampak mengagumkan di dunia, apakah itu popularitas, kekayaan, kekuasaan, teknologi, kemewahan, tren dan budaya, itu semuanya hanya sementara.

Banyak orang, pejabat, pengusaha yang hari ini dipuja, besok dilupakan, bahkan dikucilkan.

Prestasi yang dibangun dengan sudah payah, besok bisa hilang dalam sekejap, apalagi kalau prestasi dan kedudukan itu dibangun dengan melakukan hal-hal yang menyimpang.

Misalnya seseorang bisa segera dipromosikan menjadi manajer dalam perusahaan oleh karena memiliki paman yang menjabat sebagai direktur.

Ketika sang paman pensiun, maka manajer tersebut bisa saja kemudian diacuhkan bahkan dikucilkan.

Manusia membangun kerajaan sementara di bumi, tetapi tanpa Tuhan semua akan hancur.

Dunia yang dicari banyak orang seperti pasir di padang gurun yang segera lenyap ditiup oleh angin.

Karena itu adalah kebodohan jika seseorang menukar kehidupan kekal dengan kenikmatan sesaat.

Setiap hari kita akan berada dalam persimpangan:

  • Mengikuti keinginan dunia atau mengikuti kehendak Tuhan.
  • Hidup dengan perspektif sementara atau hidup dengan perspektif pada kekekalan.
  • Mengejar kesenangan sesaat atau menyenangkan hati Allah.

Dunia mengajak kita mengejar apa yang cepat terlihat namun Tuhan memanggil kita untuk mengejar apa yang akan bertahan selamanya.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang patut kita lakukan agar kita selalu memiliki kerinduan untuk menyenangkan hati Tuhan.

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Korintus 12-14

Senin, 1 Desember 2025

SEMUA YANG LAHIR DARI ALLAH MENGALAHKAN DUNIA

Penulis : Pramadya Wisnu

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

1 YOHANES 5:1-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Manakah yang lebih penting: mengalahkan dunia atau mengasihi sesama?
  2. Apakah bukti bahwa kita benar-benar mengasihi Allah?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

“Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah.” (1 Yohanes 5:1a).

Saudara, kelahiran baru bukan lah sekadar perubahan perilaku, tetapi transformasi kehidupan kita sebagai manusia.

Kita tidak lagi hidup sebagai manusia lama yang mudah ditaklukkan oleh dosa, tekanan dunia, atau ketakutan.

Kita adalah anak-anak Allah, yang dilahirkan oleh Roh Kudus.

Perubahan status rohani kita ini sangat penting, sebab kemenangan dimulai dari siapa kita, bukan dari apa yang kita lakukan.

Banyak dari kita umat percaya yang gagal hidup berkemenangan karena mencoba menang dengan kekuatan sendiri.

Firman Allah ini  mengingatkan: kemenangan bukan dimulai dari usaha, melainkan dari kelahiran baru.

Sebenarnya apakah yang dimaksud Firman Allah dengan “dunia”?

Dunia dalam konteks ini tentu bukanlah ciptaan fisik, tetapi sistem nilai yang menentang Allah:

a. Keinginan daging; b. Keinginan mata; c. Keangkuhan hidup; d. Godaan untuk bersikap kompromi terhadap dosa.

Hal-hal inilah yang berusaha mengendalikan manusia.

Namun Firman Tuhan menyatakan: “Semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia.”

Artinya, kita sebagai umat percaya, tidak tunduk pada nilai dunia, tetapi menundukkan dunia di bawah kehendak Tuhan.

“Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.” (1 Yohanes 5:4b).

Dasar kemenangan itu: bukan kekuatan pribadi, bukan kecerdasan, bukan pengalaman, tetapi iman.

Iman di sini bukan sekadar percaya bahwa Tuhan ada, tetapi adalah kepercayaan aktif yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Roh Kudus ada di dalam kita yang akan menjadi penolong bagi kita yang percaya.

Dengan demikian kita dapat berkata, jika kita lahir dari Allah, kita pasti mengalahkan dunia.

Bukan mungkin. Bukan kadang-kadang. Tetapi pasti.

Karena Tuhan yang telah memberikan keselamatan kepada kita adalah Tuhan yang telah mengalahkan dunia.

Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang patut kita lakukan agar iman kita bertumbuh.

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Korintus 9-11

Minggu, 30 November 2025

YESUS TELAH MENGALAHKAN DUNIA, KUATKAN HATIMU

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YOHANES 16:29-33

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapa yang datang dari Allah?
  2. Siapa yang menyertai Yesus?
  3. Apa yang kita peroleh saat kita percaya kepada Yesus?
  4. Apa yang kita alami dalam dunia ini?
  5. Hal apakah yang harus kita lakukan ketika kita mengalami menderita penganiayaan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara saudari..

Kematian Yesus di kayu salib mendatangkan kesedihan, tetapi hanya untuk sementara waktu.

Kebangkitan Kristus mendatangkan sukacita yang abadi. Yesus sudah menang atas maut.

Kemenangan-Nya yang membuat kita juga pasti mengalami kemenangan-kemenangan di bumi ini.

Yesus bilang, Ia telah mengalahkan dunia. Kita tinggal berjalan dalam kemenangan itu.

Setiap orang percaya saat ini hidup di tengah dunia yang penuh masalah, tantangan, tekanan dan pergumulan.

Banyak yang pada akhirnya kehilangan arah, jatuh dalam dosa, mengikuti arus dunia, dan jika tidak mampu bertahan, mereka meninggalkan Tuhan.

Yesus memberi pesan sebelum Ia naik ke surga untuk menguatkan hati kita sebagai orang percaya karena Yesus telah mengalahkan dunia.

Ini adalah jaminan kemenangan bagi kita orang percaya sehingga kita juga dapat mengalahkan dunia ini bersama dengan Yesus.

Yesus tidak pernah bilang hidup kita akan mudah. Yesus tahu kalau kita tidak akan bisa menjalani hidup ini tanpa kehadiran-Nya dalam hidup kita.

Oleh karena itu, Ia menjanjikan penghibur yaitu Roh Kudus yang akan selalu bersama-sama dengan kita setiap harinya untuk mengalahkan dunia yang jahat ini.

Yesus berkata: Kuatkan hatimu! Artinya, marilah punya iman yang teguh bukan tumbang dengan keadaan yang ada.

Yusuf adalah contoh nyata orang yang menang atas dosa dan mengalahkan dunia.

Ketika Yusuf digoda oleh istri Potifar, Yusuf menolak dan tidak mengikuti arus dunia. Yusuf memilih untuk takut akan Tuhan dan mengalahkan dunia.

Hasilnya adalah Tuhan meninggikannya dan membuatnya menjadi berkat bukan hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi banyak orang.

Kemenangan Yusuf bukan karena dia kuat, tetapi karena fokusnya Yusuf hanya kepada Tuhan saja di tengah tekanan yang dia alami.

Kemenangan yang Yesus berikan dengan kematian-Nya di kayu salib adalah satu-satunya alasan kita bisa tetap berdiri teguh di tengah dunia yang sedang tidak baik-baik saja ini.

Jadi, mari kita mengingat kematian dan kebangkitan-Nya yang memberikan kita kemenangan.

Hal ini jugalah yang menjadi berita kesaksian bagi banyak orang di dunia ini bahwa ada kekuatan Tuhan yang menguatkan hati setiap orang yang percaya.

Sehingga ada banyak orang yang percaya kepada Tuhan, dan berduyun-duyun orang datang kepada untuk untuk dapat mengalami kemenangan atas dunia ini.

Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Menurut saudara, apakah saudara dapat mampu bertahan mengalahkan dunia ini, mengalami kemenangan dan tetap kuat tanpa pertolongan dari Roh Kudus? Ceritakan apa tantangan dunia ini yang saudara alami dan hal apa yang membuat Saudara dapat menguatkan hati bersama  dalam Tuhan?

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Korintus 5-8

Sabtu, 29 November 2025

MENANGGALKAN SEMUA BEBAN DAN DOSA

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

IBRANI 12:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang harus kita semua tanggalkan?
  2. Dengan cara yang bagaimana kita menanggalkannya?
  3. Apa akibat ketika kita selalu mengingat Dia?
  4. Mengapa kita tidak boleh menganggap enteng didikan Tuhan dan tidak boleh putus asa ketika kita diperingatkan Tuhan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara Saudari..

Saat sekarang ini, kita sedang diperhatikan oleh tokoh-tokoh iman yang besar pada zamannya.

Mereka berkumpul di sepanjang jalur pertandingan untuk menonton kita berlari.

Marilah kita menyingkirkan segala sesuatu yang menghalangi, dan ikut berlari dalam perlombaan orang-orang Kristen ini dengan segala kemampuan yang ada pada kita.

Kristus tidak menyerah ketika segala sesuatunya menjadi sulit.

Kita juga tidak boleh menyerah.

Jika kita mengalami penderitaan, itu bukan karena Allah tidak peduli kepada kita, tetapi karena Allah sangat peduli untuk  mendidik kita dan membuat kita tertib demi kebaikan kita sendiri.

Kita tidak boleh putus asa dan menyerah.

Coba kita bayangkan ketika kita sedang mengikuti lomba lari.

Kita membawa tas yang berisi banyak banget barang di punggung kita.

Apakah kita dapat berlari dengan cepat? Tentu saja tidak. 

Begitupun dengan kehidupan rohani kita sebagai orang percaya.

Kita semua yang sedang ada dalam perlombaan iman menuju garis akhir,  seringkali beban hidup dan dosa membuat langkah kita berat dan lemah.

Sehingga kita tidak dapat berlari dengan cepat.

Kita tidak dapat mengambil kemenangan yang Allah sediakan bagi kita.

Jadi apakah yang harus kita lakukan dengan semua beban dan dosa yang merintangi? TANGGALKAN.

Sadar dan kenali beban dan dosa yang menghambat kita itu apa?

Apakah tantangan pergaulan muda-mudi, ketakutan tentang masa depan, kesombongan, iri hati atau lain sebagainya.

Kita harus sadar beban yang bukan berasal dari Tuhan (beban palsu yang iblis coba panahkan kepada orang percaya).

Kita harus menyerahkan segala beban dan dosa yang sudah kita kenali tadi kepada Yesus.

Sehingga fokus hidup kita beralih dari beban dan dosa, kepada Yesus yang memberikan kelegaan, sukacita dan damai sejahtera yang sejati kepada kita.

Kemenangan atas masalah dan pencobaan ini bukanlah karena kita kuat, tetapi karena kita melepaskan apa yang memberatkan dan menatap kepada Yesus.

Sehingga kita boleh berlari-lari kepada panggilan yang Yesus sudah sediakan bagi kita.

Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Menurut saudara adakah beban dan dosa yang merintangi kita saat ini sehingga kita tidak dapat berlari dalam panggilan yang Allah sediakan bagi kita? Ceritakan kepada rekan dalam kelompok PAmu dan ambil keputusan untuk menanggalkannya.

Pembacaan Alkitab Setahun

1 Korintus 1-4

Jumat, 28 November 2025

MEMIKUL KUK YANG DIPASANG DAN BELAJAR KEPADA YESUS

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

MATIUS 11:28-30

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang sebaiknya kita lakukan ketika sedang mengalami letih lesu dan berbeban berat?
  2. Apa yang harus kita pikul?
  3. Kepada siapa kita perlu belajar?
  4. Mengapa kita perlu belajar kepada Yesus?
  5. Kuk yang seperti apa yang Yesus pasang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara Saudari..

Tak mudah berjalan di tengah dunia, tapi denganMu ku dapat melakukanNya.

Yesus tahu bahwa tidak mudah untuk berjalan di tengah dunia yang semakin jahat ini.

Ada banyak tekanan hidup dan pergumulan di sekolah, kampus, komunitas, keluarga, bahkan sosial media.

Masalah dan pencobaan setiap harinya membuat setiap kita mencoba menyelesaikan dengan kekuatan kita sendiri dan akhirnya membuat kita letih lesu dan berbeban berat.

Tuhan Yesus menawarkan dirinya: “Marilah kepada-Ku”

Dalam Alkitab, “kuk” secara harfiah adalah palang kayu yang dipasang di leher dua hewan untuk bersama-sama menarik beban.

Secara simbolis, kuk digunakan untuk menggambarkan penindasan, perbudakan, atau beban hidup yang berat.

Namun, dalam konteks rohani, Yesus menawarkan “kuk-Nya” yang bukan beban berat, melainkan simbol ketaatan yang penuh kasih, sehingga beban kehidupan bisa terasa ringan karena dibagikan dengan-Nya. 

Jadi, Tuhan Yesus mau bilang, sini datang kepada Tuhan dan belajar dari-Nya.

Melibatkan Tuhan untuk berjalan bersama kita setiap harinya. Tuhan ingin menuntun kita dan tidak akan membiarkan kita sendiri dalam setiap masalah dan pergumulan kita.

Pada waktu Yesus memikul salib menuju Golgota, Simon dari Kirene dipanggil untuk menolong Yesus memikul salib Yesus.

Simon ikut menanggung beban itu, dan membawa Simon belajar mengenal Yesus dengan lebih dalam lagi. 

Demikian juga dengan kita, jikalau Tuhan mengizinkan kita memikul kuk, Tuhan mau kita berjalan bersama-Nya dan Tuhan mau mengajar kita untuk berbagi masalah dan pergumulan dengan Dia serta Tuhan mau kita mengenal-Nya lebih dalam lagi.

Kita perlu datang pada Yesus yang  memiliki sikap lemah lembut dan rendah hati, sebab Yesus berjanji memberikan kelegaan dan beban kita menjadi ringan.

Kelegaan sejati hanya datang dari Yesus dan hal ini sifatnya kekal. Sehingga kemenangan gilang gemilang menjadi milik bagian orang yang percaya kepada-Nya.

Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Beban dan pergumulan hidup apa yang masih kita pegang sendiri dan belum kita bagikan kepada Yesus? Maukah kita menerima panggilan-Nya untuk datang pada-Nya dan menyerahkan seluruh beban dan pergumulan kita kepada-Nya?

Pembacaan Alkitab Setahun

Roma 14-16

Kamis, 27 November 2025

IMAM BESAR YANG TURUT MERASAKAN KELEMAHAN KITA

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

IBRANI 4:14-16

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Siapa Imam Besar kita, dan apakah yang harus kita lakukan ketika kita memiliki Imam Besar dalam hidup kita?
  2. Apa yang sama yang dialami oleh Imam Besar yang juga kita alami dalam hidup kita?
  3. Hal apa yang dapat kita lakukan ketika kita merasa lemah?
  4. Apa hasil ketika kita menghadap tahta kasih Karunia?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara Saudari..

Harun adalah imam besar Israel yang pertama, yang diangkat oleh Allah.

Ia menjadi perantara Allah yang kudus dengan manusia yang berdosa, perantara yang mewakili pihak yang satu dengan pihak yang lainnya.

Tetapi dalam Kristus kita mempunyai seorang Imam Besar yang memenuhi semua persyaratan hukum, dan bahkan lebih daripada itu.

Ia tidak perlu menebus dosa-Nya sendiri sebab Ia tidak berdosa.

Tuhan Yesus adalah Imam Besar yang sempurna yang diangkat Allah sebagai Pengantara sepanjang masa. 

Imam Besar yang turun menjadi manusia, tau banget bagaimana menjadi manusia.

Tuhan Yesus pernah mengalami pencobaan ketika di padang gurun, ditolak oleh banyak orang, dikhianati oleh beberapa muridnya, ketakutan ketika hendak diserahkan untuk disalib, bahkan pernah mengalami kesendirian saat sisa hidupnya.

Tuhan Yesus mengalami semua yang kita alami di bumi ini. Imam Besar yang turut merasakan kelemahan kita.

Tuhan Yesus tau rasanya semua itu.

Tuhan Yesus menunjukkan sekalipun ia mengalami kelemahan-kelemahan itu, Ia berhasil menang bukan dengan kekuatan manusia tetapi dengan Firman Tuhan.

Tuhan Yesus mengutamakan kehendak Allah dalam hidupnya, sehingga Tuhan Yesus berhasil taat dan menyelesaikan agenda Bapa dalam hidupnya.

Saat Iblis memanahkan panah apinya dan membuat kita kalah terhadap kelemahan kita, saat hidup kita merasa hampa dan sepertinya tidak ada jalan keluar, atau bahkan saat kita tidak kuat dengan semua tantangan hidup hari-hari ini yang sedang terjadi, mari belajar seperti Yesus yang menang dengan kekuatan Firman.

Dengan penuh keberanian menghampiri tahta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia-Nya, sehingga ada pertolongan-pertolongan Tuhan di setiap musim hidup kita.

Hal inilah yang akan membuat kita menang dan menjadi kesaksian bagi banyak orang bahwa segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku.

Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Berikan kesaksian kuasa kasih karunia yang Saudara alami, ketika Saudara datang pada Tuhan Yesus ketika mengalami pergumulan sepanjang satu minggu ini.

Pembacaan Alkitab Setahun

Roma 11-13

Rabu, 26 November 2025

BERSABAR DALAM KESESAKAN, BERTEKUN DALAM DOA

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

ROMA 12:11-14

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah kerajinan kita boleh kendor? Apa yang membuat kerajinan itu tidak kendor?
  2. Apa yang harus kita lakukan dalam pengharapan kita?
  3. Apa yang harus kita lakukan ketika dalam kesesakan?
  4. Hal apa yang kita bisa dilakukan untuk terus memiliki pengharapan dan bisa terus memiliki ketekunan ketika mengalami kesesakan?
  5. Apa yang dapat kita lakukan kepada orang-orang kudus?
  6. Apa yang Firman sampaikan untuk kita lakukan ketika ada orang yang menganiaya kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara-Saudari..

Oleh karena kasih Allah yang besar serta murni, dan dengan membayar harga yang mahal, Allah telah menyelamatkan hidup kita.

Nah, masih adakah motivasi yang lain pada diri kita yang lebih kuat untuk kita menyerahkan hidup kepada Allah mulai dari sekarang?

Ini artinya secara penuh kita menyadari untuk memberikan hidup kita kepada Allah dan keputusan ini akan mempengaruhi seluruh karakter kita, motivasi kita dan tingkah laku kita.

Nah, disinilah dimulainya perubahan, ketika setiap orang menempati kedudukan dalam “keluarga” baru, yaitu Keluarga Kristus.

Kebanggaan atas diri sendiri memudar. Penghargaan terhadap orang lain meningkat.

Dan karunia-karunia Roh yang kita terima secara pribadi dimanfaatkan untuk kebaikan sesama kita.

Kita menyediakan diri untuk dipakai oleh Allah, dan kita tidak menarik diri ketika keadaan menjadi sulit. 

Sikap-sikap lama kita berubah; kerajinan kita tidak kendor karena Roh Allah menolong kita untuk menyala-nyala terus untuk mengasihi dan melayani Allah.

Paulus mengingatkan kita melalui jemaat Roma untuk tetap berapi-api dalam semangat, tidak akan menyerah ketika dalam penderitaan dan terus berdoa ketika mengalaminya.

Kesesakan zaman sekarang bisa berupa: kegagalan dalam studi atau pekerjaan, pergumulan untuk memiliki pasangan hidup, tekanan media sosial, masalah keluarga, kondisi ekonomi, sakit penyakit, dsb.

Firman Tuhan hari ini menegaskan untuk kita terus memiliki kesabaran ketika kesesakan terjadi dan terus bertekun dalam doa sebagai bukti kita berserah  dan percaya kepada Allah.

Ketika Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya, digoda dan difitnah oleh istri Potifar, bahkan sampai harus dipenjara, Yusuf tidak kehilangan pengharapan.

Ia sabar melewati setiap proses yang ada, terus tekun dalam doa.

Ia juga dapat mengampuni saudara-saudaranya dan tetap setia mengasihi dan melayani Tuhan.

Alkitab mencatat buah dari tindakan Yusuf adalah Allah mengangkat Yusuf menjadi pemimpin besar di Mesir. 

Allah tidak pernah janji jalan hidup kita akan selalu mudah dan mulus saat kita menyerahkan hidup kita kepada-Nya.

Tapi DIA Allah Imanuel selalu berjanji untuk menyertai kita dengan roh-Nya sampai IA datang untuk kedua kalinya.

Sehingga kita menjadi umat Allah yang menang dan selalu menang atas masalah dan pencobaan, dan lewat hal ini nama Tuhan dimuliakan.

Amin. Tuhan Yesus memberkati. 

Apa yang akan kita lakukan saat kita stres atau mungkin kecewa terhadap orang lain, apa yang akan menjadi komitmen kita ketika menghidupi Firman hari ini?

Pembacaan Alkitab Setahun

Roma 8-10

Selasa, 25 November 2025

ANGGAP SEBAGAI SUATU KEBAHAGIAAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YAKOBUS 1:2-5

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Yakobus 1:2!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana sikap kita ketika mengalami berbagai-bagai pencobaan?
  2. Apakah hasil dan ujian terhadap iman kita melalui pencobaan-pencobaan yang kita alami?
  3. Apakah yang Tuhan janjikan bagi kita yang tekun dalam menghadapi ujian atau pencobaan?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan mengajar kita agar menganggap sebagai suatu kebahagiaan ketika kita mengalami berbagai-bagai macam pencobaan, karena pencobaan-pencobaan tersebut akan membawa kita naik level dalam pengenalan akan Tuhan, membuat kita semakin memiliki otoritas, kapasitas yang lebih besar dan akan menjadi orang kepercayaan Tuhan karena kita telah tahan uji.

Kebahagiaan tersebut sangat bergantung terhadap pemahaman kita terhadap pencobaan-pencobaan yang kita alami, diantaranya:

  1. Kita berbahagia karena kita mendapat bagian dalam penderitaan yang dialami oleh Yesus Kristus.
    “Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.” (I Petrus 4:12-13).
  2. Tuhan sedang membawa kita naik level dalam segala hal ketika kita mengalami ujian lewat pencobaan yang ada supaya kita dimuliakan oleh Allah.
    “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” (Roma 8:17-18).
  3. Kita berbahagia karena Allah membawa kita mengalami keserupaan dengan Kristus dan pengenalan yang lebih dalam melalui ujian dalam pencobaan-pencobaan yang kita alami.
    “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” (Filipi 3:10-11).
  4. Kita berbahagia karena Allah akan memberikan mahkota kehidupan ketika kita menang terhadap ujian melalui pencobaan-pencobaan yang kita alami.
    “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” (Yakobus 1:12).

Itulah sebabnya Allah sendiri akan membawa kita kepada kemenangan-Nya saat kita mengalami pencobaan dan menganggap pencobaan-pencobaan tersebut sebagai suatu kebahagiaan.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana pengalaman saudara terhadap setiap pencobaan yang saudara alami adalah merupakan kebahagiaan!

Pembacaan Alkitab Setahun

Roma 4-7

Senin, 24 November 2025

SERAHKANLAH SEGALA KEKUATIRANMU KEPADA-NYA

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

I PETRUS 5:6-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah I Petrus 5:7!

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kepada siapakah kita harus menyerahkan segala kekuatiran kita? Mengapa?
  2. Kepada siapakah kita harus merendahkan diri? Mengapa?
  3. Bagaimana sikap kita terhadap iblis yang selalu melemparkan panah api kekuatiran kepada kita?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Tuhan telah menjanjikan kepada kita bahwa negeri ini dan ujung bumi adalah milik pusaka kita dan kita ditetapkan untuk membawa kemuliaan-Nya atas bangsa-bangsa, memberitakan Injil, memuridkan serta membangun gereja lokal.

Namun iblis mencoba menghalangi kita untuk menggenapi dengan cara melemparkan panah api kekuatiran kepada kita.

Sama seperti sepuluh pengintai yang merasa kuatir untuk masuk Kanaan karena penduduknya terlalu kuat buat mereka namun Kaleb dan Yosua penuh keberanian dan tidak kuatir untuk masuk Kanaan walaupun orang Kanaan terlalu kuat buat mereka.

Kita pun dapat mengalami kemenangan untuk menggenapi rencana Allah bagi negeri kita dan bangsa-bangsa.

Namun untuk menang atas kekuatiran maka kita harus memahami kebenaran yang membuat kita merdeka dari kekuatiran, diantaranya:

  1. Kita harus bergantung penuh kepada kuasa dan otoritas Tuhan dalam seluruh kehidupan kita dan percaya kepada Dia.
    “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu,maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan.” (Amsal 3:5-7). “Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” (Mazmur 37:3-4).
  2. Kita harus menyerahkan seluruh aspek kehidupan kita termasuk juga kekuatiran kita.
    “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.” (Mazmur 37:5-6).”Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.” (Mazmur 55:23).“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” (Matius 6:25).”Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (I Petrus 5:7).
  3. Kita harus menyatakan tentang apapun juga termasuk kekuatiran kita maka kita akan melihat Tuhan bertindak serta melawan setiap kekuatiran yang berasal dari kebohongan iblis.
    ”Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7).

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara bebas dari kekuatiran karena dimerdekakan oleh kebenaran Firman Tuhan!

Pembacaan Alkitab Setahun

Roma 1-3