Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa arti “mencari dan memikirkan perkara yang di atas” dalam kehidupan sehari-hari kita?
Hal-hal duniawi apa saja yang perlu kita “matikan” supaya hidup kita benar-benar mencerminkan Kristus yang hidup dalam kita?
Firman Tuhan menyatakan bahwa kita orang percaya adalah orang yang telah dibangkitkan bersama dengan Kristus.
Ini menunjukkan bahwa hidup rohani kita dimulai dari apa yang sudah Allah lakukan, bukan dari usaha manusia.
Orang percaya telah mati dan bangkit bersama Kristus, dan ini sesungguhnya sebuah perubahan status rohani yang radikal.
Karena itu, hidup orang percaya tidak lagi berpusat pada diri sendiri atau dunia, melainkan diarahkan kepada Kristus yang “duduk di sebelah kanan Allah”.
Kebangkitan bersama Kristus memberi dasar untuk cara hidup yang baru.
Tuhan juga meminta kita untuk mencari dan memikirkan perkara yang di atas.
Hal ini menekankan dua tindakan yang sesungguhnya sangat penting, yaitu agar kita mencari dan memikirkan perkara yang di atas.
Mencari berbicara tentang tujuan dan arah hidup kita.
Sedang memikirkan berbicara tentang pola pikir dan isi hati kita.
Dengan demikian umat percaya akan menjalani hidup “duniawi” tetapi dengan perspektif surgawi.
Kita tetap bekerja di mana pun sesuai dengan profesi kita, kita juga berinteraksi dengan rekan di kantor atau teman kuliah, dan melayani, tetapi dengan nilai dan motivasi yang berbeda, bukan demi diri sendiri, melainkan demi Kristus.
“Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” (Kolose 3:3).
Hidup yang tersembunyi berarti jati diri kita ada di dalam Kristus, nilai hidup kita tidak ditentukan oleh penilaian dunia, dan sumber kekuatan kita berasal dari hubungan kita dengan Tuhan.
Dengan hidup yang tersembunyi bersama Kristus maka kita akan hidup dan menjalaninya dengan ketaatan yang nyata.
Dunia mungkin tidak selalu melihat atau menghargainya, tetapi Allah mengenal hidup yang tersembunyi itu dengan sempurna.
Ketika hidup kita tersembunyi di dalam Kristus, kita tidak perlu takut kehilangan apa pun di dunia, karena kita telah memiliki hidup yang sejati di dalam Dia.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan bagaimana orang percaya belajar hidup bukan untuk terlihat, tetapi untuk setia; bukan untuk dunia, tetapi untuk Kristus.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa artinya hidup dalam Roh dan bukan dalam daging, dan bagaimana Roh Kristus yang diam di dalam kita mempengaruhi cara kita berpikir, memilih, dan bertindak setiap hari?
Bagaimana keyakinan bahwa Roh yang membangkitkan Yesus juga diam di dalam kita memberi pengharapan dan kekuatan dalam kehidupan kita saat ini?
Kitab Roma pasal 8 sering disebut sebagai “mahkota surat Roma”, bahkan salah satu pasal terpenting dalam seluruh Alkitab.
Keistimewaannya bukan hanya karena isinya yang tersusun dengan indah, tetapi karena Roma pasal 8 merangkum kehidupan Kristen dari awal hingga akhir: dari pembebasan, pimpinan Roh, penderitaan, sampai kemuliaan kekal.
Roma 8:9 menyatakan bahwa orang percaya tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika Roh Allah diam di dalamnya. Ini bukan berarti tubuh jasmani tidak lagi ada, tetapi pusat kendali hidup telah berubah.
Hidup dalam daging berarti dikendalikan oleh dosa, ego, dan keinginan manusia lama.
Hidup dalam Roh berarti hidup di bawah pimpinan Roh Kudus, dengan kehendak Allah sebagai arah hidup kita.
Jati diri orang percaya tidak lagi ditentukan oleh masa lalu, kegagalan, atau kelemahan, tetapi oleh kehadiran Roh Kristus di dalam diri kita.
Firman Tuhan bahkan menegaskan: jika seseorang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
Artinya, Roh Kudus bukan pelengkap iman, melainkan inti kehidupan Kristen.
Roma 8:10 berbicara dengan lugas tentang dua realita yang berjalan bersamaan: Tubuh masih berada dalam dunia yang dikuasai dosa dan kematian.
Tetapi roh orang percaya hidup oleh karena kebenaran.
Ini menjelaskan mengapa orang Kristen tetap mengalami pergumulan, penderitaan, dan kelemahan.
Namun perbedaannya adalah: hidup ilahi sudah bekerja di dalam kita.
Kristus tidak hanya menjadi teladan di luar, tetapi Sumber kehidupan di dalam.
Karena itu, kehidupan Kristen bukan soal berusaha menjadi benar dengan kekuatan sendiri, melainkan membiarkan kehidupan Kristus dinyatakan melalui ketaatan dan iman.
Roma 8:11 menjadi pemuncak: “…Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu….”
Ini berarti Roh Kudus adalah Roh kebangkitan.
Kuasa yang mengalahkan maut tidak jauh dari kita. Allah bekerja dari dalam untuk memberi kehidupan.
Janji ini memiliki dua dimensi: Janji masa depan, kebangkitan tubuh pada akhir zaman.
Dan kenyataan masa kini: hidup baru, kekuatan baru, dan pengharapan baru setiap hari.
Roh Kristus menolong kita berpikir menurut kebenaran, bukan dikuasai ketakutan, iri hati, atau hawa nafsu.
Kita belajar melihat hidup dari sudut pandang Allah.
Belajar hidup dipimpin Roh!
Dengan demikian orang yang hidup yang dipimpin oleh Roh akan memiliki sifat ini:
Peka terhadap suara Tuhan.
Cepat bertobat saat menyadari melakukan kesalahan.
Senang diajar dan mau dibentuk dari hari ke hari.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan bagaimana agar engkau bisa lebih konsisten hidup dipimpin oleh Roh.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa arti “kepenuhan Kristus” dalam hidup orang percaya, dan bagaimana kita mengalami “kasih karunia demi kasih karunia” secara nyata dalam kehidupan sehari-hari?
Apakah perbedaan antara hukum Taurat yang diberikan melalui Musa dan kasih karunia serta kebenaran yang datang melalui Yesus Kristus menolong kita mengenal Allah dengan benar?
Yohanes 1:16 “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.”
Bagian Firman Allah ini berarti kita sebagai umat percaya menerima kasih karunia yang terus-menerus, berlapis, dan tidak pernah habis.
Bukan satu kali pengalaman rohani, melainkan anugerah Allah yang datang silih berganti sepanjang hidup kita orang percaya.
Gambaran sederhananya: Bukan satu berkat lalu selesai, tetapi: satu kasih karunia digantikan oleh kasih karunia berikutnya.
Bukan hidup dari pengalaman rohani masa lalu, tetapi hidup dari aliran anugerah yang terus baru.
Dengan kata lain, Allah tidak hanya menyelamatkan kita oleh kasih karunia, tetapi memelihara, menuntun, menegur, dan menguatkan kita juga oleh kasih karunia dan anugerah-Nya.
Saudara, hukum Taurat menyadarkan manusia akan dosa, sedangkan kasih karunia di dalam Kristus memberi jalan pemulihan, bukan penghukuman.
Di dalam Yesus, kita mengenal Allah sebagai Bapa yang penuh kasih, bukan Hakim yang siap-siap menjatuhkan hukuman atas kita.
Karena kita hidup di dalam Kristus, maka hidup kita ditopang oleh kasih karunia yang terus mengalir.
Sehingga saat kita jatuh, ada kasih karunia pengampunan.
Karena sebagai orang percaya bukan berarti kita tidak pernah jatuh, tetapi ada anugerah untuk dosa kita diampuni, ada anugerah untuk kita bangkit kembali.
“Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.” (Amsal 24:16).
Saat musim atau periode kehidupan kita berganti, kasih karunia pun akan tetap mengalir.
Di masa muda: kasih karunia untuk belajar dan diarahkan
Di masa dewasa: kasih karunia untuk bertanggung jawab
Di masa sulit: kasih karunia untuk bertahan
Di masa berhasil: kasih karunia untuk kita tetap rendah hati
Kasih karunia Tuhan akan selalu relevan dengan musim hidup kita.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan sedang di periode atau musim mana engkau saat ini dan apakah engkau mengalami kasih karunia Tuhan di masa kini.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Apa makna menjadi anak Allah bagi orang yang menerima Yesus dan percaya dalam nama-Nya?
Bagaimana makna pernyataan bahwa “Firman itu telah menjadi manusia” dan dampaknya terhadap hubungan antara Allah dan manusia?
Kita semua terlahir dalam kondisi telah berdosa karena kita mewarisi dosa Adam, itulah sebabnya Firman Tuhan mengatakan semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan upah dosa adalah maut atau kematian kekal. (Lihat Roma 3:23 dan Roma 6:23)
Itulah alasan Bapa mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk turun ke bumi, mati disalibkan agar kita yang percaya, yang selayaknya mati karena dosa, kita dapat memperoleh pengampunan dosa, dipindahkan dari maut kepada kehidupan yang kekal bersama dengan Kristus.
Yohanes 1:12 “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;”
Bagi kita umat percaya, Firman Allah menyatakan bahwa kita diberi kuasa menjadi anak-anak Allah.
Apa artinya?
Kata kuasa di sini bukan terutama berarti kekuatan fisik atau kuasa mujizat, melainkan: hak yang sah dan otoritas yang diberikan Allah.
Artinya adalah bahwa Allah mengizinkan, Allah menetapkan, Allah mengakui secara resmi bahwa orang percaya menjadi milik-Nya dan bagian dari keluarga-Nya.
Jadi, kuasa ini adalah status rohani yang sah di hadapan Allah.
Sebagai anak Allah, umat percaya juga memiliki kuasa berupa:
Hak mendekat kepada Bapa (kita berdoa tanpa perantara manusia)
Hak menerima kasih dan pemeliharaan Allah (bukankah ini anugerah yang luar biasa!)
Hak warisan rohani (janji, pengharapan, hidup kekal)
Hak hidup dalam kasih karunia, bukan penghukuman (terima kasih Tuhan Yesus untuk pengorbanan-Mu di kayu salib)
Jadi, kuasa tersebut bukanlah kuasa untuk menyombongkan diri, tetapi jaminan bahwa kita diterima sepenuhnya.
Jika umat percaya sadar bahwa kita diberi kuasa, maka: Kita tidak hidup sebagai orang yang takut dan rendah diri, kita tidak lagi diperbudak rasa bersalah masa lalu, kita hidup dengan keberanian dan kepastian jati diri kita.
Saudara, dalam kelompok pemuridan, diskusikan apa yang patut kita lakukan setelah kita menyadari identitas rohani kita.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Siapakah Simon dalam Kisah Para Rasul 8 ini?
Mengapa banyak orang percaya kepada Filipus?
Respon apa yang diberikan orang-orang Samaria atas pemberitaan Injil Filipus?
Apa yang terjadi dengan Simon, dan apa yang dilakukan Simon bersama dengan Filipus?
Saudara-saudara..
Sebelum kedatangan Filipus ke kota Samaria, ada seorang yang bernama Simon seorang ahli sihir yang memukau orang banyak dengan ilmu gaibnya.
Simon berlagak seperti seorang yang sangat penting di kota itu.
Banyak orang yang mengikuti Simon karena ia terkenal sebagai kuasa Besar karena orang Samaria ditakjubkan dengan “kuasa Allah” oleh perbuatan sihirnya.
Realita Kristus yang berkuasa nyata atas diri Filipus dinyatakan ketika Filipus memberitakan Kristus di kota Samaria.
Lawatan Tuhan yang luar biasa terjadi bagi kota Samaria.
Secara khusus dialami oleh Simon ketika mendengar tentang pemberitaan Injil Filipus.
Mukjizat seperti kesembuhan atas orang lumpuh dan timpang, kelepasan atas orang yang kerasukan membuat Simon takjub atas semua hal yang terjadi.
Sehingga Simon menjadi percaya, memberi diri dibaptis dan senantiasa bersama-sama dengan Filipus.
Kebangunan Rohani selalu dimulai dari fokus kita kepada Kristus dan rencana-Nya bukan tentang hidup kita.
Realita kehadiran Kristus dalam diri kita sebagai orang percaya akan membawa kebangunan rohani yang tidak hanya mengubah diri kita secara pribadi tetapi juga membawa pemulihan untuk orang lain.
Realita Kristus dalam hidup kita tidak menjadikan kita hanya sebagai pengikut Kristus tetapi juga murid Kristus.
Murid yang berani untuk memberitakan Injil. Berita Injil membebaskan manusia dari pengaruh yang jahat, menyingkapkan hati yang salah, bahkan membuka selubung dalam pikiran manusia.
Injil yang adalah kekuatan Allah yang mampu menerobos setiap pikiran dan hati manusia, membuat manusia bertobat dan percaya kepada Kristus.
Kuasa Injil yang melebihi batas kemampuan manusia dinyatakan.
Tanda-tanda dan kuasa menjadi jaminan yang menyertai setiap pemberitaan Injil semua murid Kristus.
Jadi, jika Roh-Nya yang ada dalam diri kita bekerja, adakah kita takut untuk memberitakan Kristus pada dunia ini?
Ini waktunya bagi kita untuk meresponi panggilan-Nya untuk membawa terang di tengah kegelapan dunia.
Tuhan memberkati.
Ceritakan pada kelompok PA saudara, bagaimana Saudara memberitakan Injil sepanjang satu minggu ini.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Hal apa yang dilakukan oleh jemaat di Yerusalem ketika mereka tersebar menjelajahi seluruh negeri?
Apa yang dilakukan oleh Filipus di kota Samaria?
Respon apa yang diberikan orang-orang Samaria ketika mendengar pemberitaan Filipus?
Mengapa sangat besar sukacita yang dialami oleh orang-orang Samaria?
Saudara-saudara..
Penganiayaan yang terjadi setelah kematian Stefanus menyebabkan gereja mulai mengadakan perluasan dengan penjangkauan keluar.
Orang-orang percaya yang tercerai berai itu pergi memberitakan Injil yang adalah kabar baik.
Filipus pergi ke Samaria, memberitakan Injil dan mengalami keberhasilan yang begitu besar.
Orang-orang Samaria menjadi percaya kepada Yesus, mengalami kelepasan dan kesembuhan.
Di tengah krisis yang dialami oleh orang-orang percaya di Yerusalem terjadi kebangunan rohani.
Betapa luar biasa!! Orang-orang Yerusalem yang tersebar ini pergi memberitakan Injil Kerajaan Allah dan bukan tentang masalah mereka.
Mereka dan Filipus memberitakan Kristus tentang karya keselamatan-Nya bagi banyak orang.
Dan ketika Kristus diberitakan, Firman Tuhan digenapi bahwa tanda-tanda dan kuasa menyertai pemberitaan mereka.
Masa panen raya tiba di Samaria dan besarlah sukacita di kota Samaria.
Ini adalah REVIVAL bagi semua yang percaya bahwa di dalam diri setiap orang percaya mengalir aliran kehidupan.
Realita Kristus dalam hidup kita akan membuat kita tidak diam tetapi bertindak.
Masalah atau krisis seharusnya membawa kita melihat kebangunan rohani terjadi dalam kehidupan kita.
Nothing is impossible buat Tuhan.
Di tengah tantangan atau “penganiayaan” yang terjadi dalam hidup kita, apakah kita tetap memberitakan Kristus?
Apakah di masa-masa itu, kita berani melangkah keluar dari zona nyaman kita dan membagikan kabar baik tentang Yesus?
Apakah kita rindu untuk melihat banyak orang percaya kepada Yesus ketika kita sampaikan Injil kepada mereka?
Dan apakah kita punya sukacita yang sama ketika orang-orang yang kita beritakan Injil ini mengalami manifestasi kuasa-Nya?
Tidak ada cara lain untuk melihat kebangunan rohani terjadi yaitu kita mengalami realita kehadiran Tuhan, kita mengalami kebangunan rohani dalam diri kita dan kebangunan rohani inilah yang kita bawa kemana pun kita pergi.
Ada banyak suku, kaum, bangsa dan bahasa yang menantikan Yesus Kristus dinyatakan atas hidup mereka.
Kebangunan rohani itulah yang kita bawa kepada mereka.
Siapkan diri kita untuk masa panen raya.
Tuhan memberkati.
Diskusikan dalam kelompok PA saudara, bagaimana krisis dalam hidup saudara menjadi tempat kebangunan rohani bagi orang lain.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Ketika Yesus tiba di Betania, berapa harikah Lazarus telah berbaring di dalam kubur?
Hal apa yang dikatakan Yesus kepada Marta?
Apa yang dirasakan oleh Yesus dan apa respon Yesus ketika melihat Maria menangis?
Apa yang Yesus lakukan sehingga Lazarus bangkit?
Saudara-saudara..
Marta dan Maria mengalami kesedihan yang sangat dalam atas kematian Lazarus.
Yesus datang terlambat (setelah Lazarus 4 hari meninggal) dan Maria berkata: Tuhan, jikalau Engkau ada di sini, saudaraku tidak akan mati”.
Seringkali kita juga bertanya kepada Tuhan Yesus atas banyak hal dalam kehidupan kita.
Kenapa kita gagal terus, kapan hidupku pulih, aku mau mengalami terobosan dalam masalahku, dan pertanyaan lainnya yang membutuhkan jawaban sesegera mungkin dari Tuhan.
Kita menantikan kebangkitan atas banyak hal ini dalam kehidupan kita.
Kematian Lazarus diizinkan dengan satu tujuan menyatakan kemuliaan Allah.
Berulang kali kita melihat bagaimana mujizat Tuhan Yesus terjadi untuk menggenapi apa yang Yesus sampaikan tentang dirinya, kalau Yesus memberi kesaksian bahwa Ia dapat mengaruniakan kehidupan yang baru dan yang rohani kepada manusia.
Jaminan mana lagi yang lebih jelas selain dibangkitkannya Lazarus dari antara orang mati setelah empat hari dikubur?
Marta mengakui Yesus sebagai Mesias, Anak Allah.. tetapi ragu akan kebangkitan Lazarus saat itu.
Dan atas keraguan Marta, Yesus mendeklarasikan dirinya dengan berkata: Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup, walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku tidak akan mati selama-lamanya.
Dengan demikian kita dapat mempercayai kata-kata Yesus.
Baik murid-murid ataupun kedua saudara perempuan Lazarus itu tidak dapat mengerti perkataan Yesus pada saat itu.
Tetapi hasil akhirnya setelah Lazarus dibangkitkan, kepercayaan mereka dibaharui.
Kematian fisik bagi orang yang percaya kepada Yesus bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kuasa untuk memberikan hidup yang kekal kepada manusia karena Yesus mengatakannya.
Keraguan kita digantikan dengan kepercayaan bahwa kebangkitan kita menjadi nyata dalam Kristus.
Iman kita dalam Yesus juga semakin teguh bahwa dalam hidup kita di bumi ini, Yesus sanggup mengubah semua hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Supaya nama Tuhan dimuliakan dalam hidup kita.
Mari terus alami realita kehadiran-Nya yang membangkitkan kuasa-Nya bekerja dalam hidup kita, dan bukan hanya untuk kita saja, tetapi juga kebangkitan untuk dunia ini.
Tuhan memberkati.
Berikan kesaksian kepada kelompok PA saudara, bagian hidup mana yang Yesus bangkitkan ketika Saudara mengalami realita kehadiran-Nya dalam hidup Saudara?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Siapa yang digotong oleh 4 orang kepada Yesus?
Apa yang dilakukan oleh 4 orang ini ketika tidak dapat membawanya kepada Yesus?
Apa yang Yesus katakan ketika melihat iman mereka?
Hal apakah yang terjadi kemudian kepada orang lumpuh tersebut?
Saudara-saudara..
Ketika kita mendengar orang terkasih kita dinyatakan sakit, apalagi diagnosanya menyatakan keluarga kita mengalami sakit yang kritis, respon alamiah kita adalah: sedih, menangis, dan berpikir hal apakah yang akan kita usahakan untuk memberikan yang terbaik.
Rumah sakit mana yang terbaik, dokter mana yang terbaik, pengobatan terbaik apa yang bisa dilakukan bagi keluarga kita sehingga keluarga kita dapat mengalami kesembuhan bahkan mujizat sembuh total.
Kisah Matius 2 ini menceritakan seorang lumpuh yang dibawa oleh empat sahabatnya dengan cara membongkar atap dikarenakan tidak ada lagi tempat karena banyak orang berkerumun.
Mereka menunjukkan iman mereka dengan tekad yang luar biasa.
Disinilah Yesus menyatakan pribadi-Nya, melihat iman keempat sahabat orang lumpuh itu.
Yesus menyatakan kuasa-Nya dengan mengampuni dosa dan memberikan kesembuhan bagi orang yang lumpuh itu.
Sehingga mukjizat yang dialami orang lumpuh ini bukan hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani.
Yesus Kristus adalah penggenapan janji Allah bagi dunia ini.
Kehadiran-Nya dinanti-nantikan oleh dunia ini untuk dinyatakan.
Kehadiran-Nya memberikan pengharapan yang pasti akan kasih-Nya dan kuasa-Nya bagi seluruh umat manusia.
Setiap orang percaya adalah anak-anak Allah, sahabat Yesus.
“Sebab dengan sangat rindu semua makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan”.
Realita kehadiran Yesus dalam hidup kita yang akan menuntun kita untuk kita bisa menyatakan berkat jasmani dan berkat rohani bagi banyak orang. Kehidupan kita di dalam Yesus yang akan terus mengalirkan kehidupan Yesus.
Belas kasihan akan jiwa-jiwa yang membutuhkan kasih Yesus membuat kita tidak akan pernah diam tetapi bertindak dalam iman.
Mari terus menerus mengalami realita kehadiran Kristus dalam hidup kita yang membawa mukjizat kesembuhan.
Mukjizat yang menyembuhkan adalah tanda kerajaan Allah dinyatakan di tengah-tengah kita.
Bagian kita adalah terus terkoneksi dengan Roh Kudus sehingga kuasa mukjizat-Nya dinyatakan dimanapun kita berada.
Tuhan Memberkati.
Bagaimana respon kita ketika mendengar ada orang yang mengalami kebutuhan kesembuhan? Apa tindakan iman kita?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya.
Air yang mengalir menuju wilayah Timur, dan menurun ke Araba–Yordan dan bermuara di laut asin, mengandung apa? Dan menjadi apakah air ini?
Dampak apa dari sungai yang mengalir itu?
Apa dampak bagi oleh penangkap ikan di sepanjang En-Gedi sampai En-Eglaim? Dan daerah itu menjadi apa?
Hal apa yang terjadi dengan rawa-rawa dan paya-paya?
Apakah yang tumbuh pada kedua tepi sungai itu? Berfungsi sebagai apakah buah dan daun pada tumbuhan itu?
Saudara-Saudara..
Penglihatan Nabi Yehezkiel dalam Yehezkiel 47 dimulai dengan air yang mengalir dari ambang pintu bait suci Allah ke arah timur.
Air itu menjadi semakin dalam, mulai dari setinggi pergelangan kaki hingga menjadi sungai yang tidak dapat diseberangi.
Sungai ini mengalir, membuat airnya tawar dan penuh dengan kehidupan.
Di sepanjang tepi sungai itu tumbuh pohon-pohon yang buahnya dapat dimakan dan daun-daunnya dapat menyembuhkan penyakit.
Ya, Allah punya banyak cara untuk membawa umat-Nya untuk mengalami kasih dan kuasa-Nya sehingga setiap umat-Nya mengalami realita kehadiran-Nya.
Setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus, dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran kehidupan.
Aliran kehidupan Tuhan yang dilambangkan melalui air yang mengalir dari bait suci melambangkan kasih karunia-Nya dan peran Roh Kudus-Nya yang membawa kuasa keselamatan dalam kehidupan kita sebagai orang yang percaya.
Tidak hanya itu, kita dapat menaklukkan kedagingan kita, kita pulih, kita sembuh, mengalami terobosan dan dapat menghasilkan buah-buah rohani.
Buah-buah rohani inilah yang dilihat dan dirasakan banyak orang menjadi kesaksian yang hidup sehingga membawa kehidupan rohani bagi orang lain.
Di dalam Lukas 19:1-6, dalam Kisah Zakheus berjumpa dengan Yesus.
Inisiatif Yesus menumpang di rumah Zakheus, membawa terobosan dalam kehidupan Zakheus.
Zakheus sebagai kepala pemungut cukai yang dibenci dan dianggap berdosa mengalami pertobatan sejati.
Zakheus mengembalikan uang hasil pemerasan 4x lipat dan memberikan separuh hartanya kepada orang miskin.
Aliran kehidupan Yesus yang dialami oleh Zakheus menghasilkan respons pertobatan dan perubahan hidup yang radikal.
Aliran kehidupan Yesus yang kita dan Zakheus alami ini juga tersedia bagi dunia.
Realita kehadiran Tuhan dalam hidup kita akan membawa keselamatan yang memulihkan yang rusak, menyembuhkan yang sakit, memberikan pengharapan, membawa terobosan itulah yang kita alirkan bagi dunia yang saat ini sedang membutuhkannya; di sekolah, kampus, keluarga, tetangga kita.
Sehingga kemuliaan kuasa-Nya dinyatakan di tengah dunia ini. Mari memberikan hidup lebih lagi kepada Tuhan.
Tuhan memberkati.
Ceritakan kepada kelompok PA saudara, apa dampak dari aliran kehidupan Tuhan dalam hidup saudara yang dapat dirasakan sekitarmu?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya memahaminya dan secara khusus hafalkanlah Yesaya 58:12.
Apakah yang kita alami ketika kita berpuasa dengan pemahaman bukan hanya untuk menahan lapar tetapi mau menyerahkan kepada orang lapar yang kita inginkan juga ingin memuaskan hati orang yang tertindas?
Dan apakah yang Tuhan lakukan bagi kita ketika kita berpuasa dengan cara yang benar?
Apakah yang akan kita lakukan ketika melakukan puasa dengan cara yang benar?
Tuhan menegur bangsa Israel yang melakukan ritual agama tetapi dengan cara yang salah dalam hal berpuasa sehingga mereka tidak mengalami terobosan bahkan mereka selalu mengeluh kepada Tuhan.
“Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!”(Yesaya 58:6-7).
Dan ketika mereka melakukan ritual agama dengan cara yang benar maka mereka akan mengalami realita kehadiran Tuhan dan dipulihkan dari segala kekeringan secara rohani dan ketiadaan kasih.
“Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera;
kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku!”(Yesaya 58:8-9a).
”TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.”(Yesaya 58:11).
Ketika kita membangun ritual agama atau kerohanian melalui doa dan puasa yang benar kita bukan hanya mengalami realita Kristus dan encounter dengan-Nya tetapi kita dapat membangun reruntuhan berabad-abad dengan cara membawa realita Kristus kepada dunia ini, baik di kantor, di rumah, di sekolah dan di kampus serta dimana pun Tuhan menempatkan kita.
Kita membawa sorga di bumi untuk menggenapi doa Yesus yaitu: ”Datanglah kerajaan-Mu dan jadilah kehendak-Mu di bumi”, sehingga bumi ini penuh kemuliaan Tuhan, sehingga tidak ada lagi pembullyan di sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, pembunuhan dan bunuh diri, LGBT, kemaksiatan, korupsi dan pungli di kota dimana kita ada.
”Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni”(Yesaya 58:12).
Kita membawa kehidupan ilahi di segala sendi-sendi kehidupan masyarakat sehingga bumi ini penuh dengan pengenalan akan Tuhan.
”Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.”(Habakuk 2:14).
“Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus,
sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.”(Yesaya 11:9).
Kita ditetapkan oleh Allah untuk membangun kembali bumi ini dan komunitas dimana kita ada agar penuh dengan pengenalan akan Tuhan.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana kehidupan doa dan puasa yang saudara bangun dapat membawa terobosan dan membangun reruntuhan yang berabad-abad.