Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apakah tandanya kita mengasihi Yesus?
Apa yang Yesus minta kepada Bapa untuk diberikan kepada kita?
Apa yang dikerjakan oleh pribadi Roh Kudus dalam kita?
Barangkali Saudara pernah mengalami ditinggalkan oleh seseorang yang berdampak bagi hidup Saudara.
Apa yang paling Saudara rasakan selain rasa sedih?
Kemungkinan besar rasa khawatir.
Bagaimana saya bisa melanjutkan hidup tanpa beliau?
Dengan siapa saya akan berbagi dan belajar hal-hal yang tidak saya mengerti?
Yesus tahu bahwa murid-muridNya mungkin akan merasakan hal tersebut saat Ia meninggalkan mereka.
Itu sebabnya Ia menjanjikan seorang Penghibur dan Penolong, yaitu pribadi Roh Kudus.
Pribadi Roh Kudus yang tidak terbatas dan selalu menyertai murid-murid Yesus, juga menyertai kita hari ini.
Itu sebabnya kita bisa berjalan dengan penuh iman dan kepercayaan diri.
Selama kita mengandalkan Roh Kudus, kita akan dimampukan menghadapi tantangan apapun dalam hidup dan membuat pilihan-pilihan yang bijaksana yang sesuai kehendakNya.
Pertanyaannya adalah apakah kita betul mengandalkan Roh Kudus dan mendengarkan Dia dalam setiap keadaan?
Ataukah kita lebih mementingkan pertimbangan dan perasaan kita sendiri?
Murid-murid Yesus berjalan dengan penuh kuasa dan mengguncangkan dunia saat itu lewat kesaksian mereka karena mereka memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus.
Coba ambil waktu sejenak, dan renungkan. Adakah tantangan yang sangat berat sedang Saudara alami saat ini?
Sejauh mana Saudara bersandar dan mengandalkan Roh Kudus?
Tanyakanlah kepada dirimu sendiri, bagaimana agar bisa terus dipimpin Roh Kudus dan menyatakan kerajaanNya di setiap tantangan itu?
Renungkanlah satu hal dalam hidup Saudara yang memerlukan intervensi Roh Kudus. Jika saudara belum melibatkanNya, Berdoalah libatkan Dia dan cari firman yang berhubungan dengan hal tersebut, sehingga hidup Saudara selaras kehendakNya.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Siapakah yang dimaksud dengan surat pujian Paulus?
Dengan apa surat itu ditulis?
Apa dasar keyakinan Paulus untuk pelayanannya?
Saudara, ketika orang melihat hidupmu, apa yang mereka baca dari hidupmu?
Mungkin saat ini surat menyurat bukanlah hal yang umum dilakukan, kebanyakan kita lebih memilih langsung menggunakan HP untuk mengirimkan pesan atau telepon jika ingin membangun relasi.
Beberapa orang bahkan lebih menggunakan sosial media untuk saling update kabar dan informasi.
Meskipun begitu, kita perlu memahami arti surat di masa rasul Paulus.
Surat di masa itu bukan hanya alat untuk saling memberi kabar dan menjalin hubungan.
Surat di masa itu adalah KEHIDUPAN yang dialirkan, satu-satunya kenangan yang tersimpan untuk menjadi sebuah pegangan.
Pada masa itu tidak ada foto, video, TV. Tidak ada alat lainnya untuk bisa menyambungkan kehidupan selain dari bertemu secara langsung atau lewat surat.
Butuh waktu berbulan-bulan untuk sebuah surat bisa sampai dan setelah sampai, tidak ada jaminan akan ada surat berikutnya karena belum tentu pengirim suratnya bisa datang atau mengirimkan surat lain, mengingat jarak yang jauh dan sulit untuk ditempuh.
Sekarang kita mengerti, betapa berharganya sebuah surat di masa itu.
Dengan pengertian itulah, kita mencoba memahami Paulus yang berkata bahwa jemaat di Korintus adalah surat Kristus yang ditulis dengan Roh Allah yang hidup di dalam hatinya.
Paulus sedang menyatakan betapa berharganya murid-murid di Korintus, betapa karya Kristus nyata di dalam kehidupan para murid, sehingga semua orang bisa membacanya secara langsung seperti membaca sebuah surat yang terbuka.
Pesan Kristus disampaikan lewat kehidupan yang nyata, sehingga sekalipun Yesus sudah bangkit dan tidak ada lagi di antara mereka, tapi orang-orang bisa mengenalNya lewat murid-muridNya.
Saudara, apakah kehidupan kita saat ini sudah menjadi surat Kristus yang terbuka dan dapat dibaca semua orang?
Apakah orang-orang di sekitar kita bisa semakin mengenal Kristus lewat hidup kita?
Inilah panggilan murid yang sejati!
Diskusikanlah dengan komunitas Saudara bagaimana praktek nyata menjadi surat Kristus yang terbuka dan dapat memberkati orang-orang di sekitar kita?
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Bagaimana sikap kita menghadapi pengajaran yang bertentangan dan memecah?
Apa yang bisa dilakukan oleh mereka yang hendak menipu murid-murid yang tulus hati?
Apa keinginan Paulus kepada murid-murid yang taat?
Paulus mendengar kabar tentang ketaatan jemaat dan ia bersukacita, tetapi ada satu peringatan yang ia berikan kepada mereka dalam Roma 16:19, yaitu “…Supaya kamu BIJAKSANA terhadap apa yang baik, dan BERSIH terhadap apa yang jahat.”
Saat itu ada penyesatan dan perpecahan yang terjadi di dalam jemaat.
Dikatakan bahwa orang-orang yang TULUS HATI tertipu oleh kata-kata dan bahasa manis dari mereka yang sesungguhnya tidak melayani Kristus.
Saudara, di masa ini, penyesatan sangat banyak dan mudah terjadi.
Kemajuan teknologi dan perkembangan sosial menyebabkan ada banyak kompromi, dan seringkali menyebabkan kita tidak sadar betapa sudah melenceng jauh dari ketetapan Tuhan.
Masalah kita bukanlah kita kurang baik atau kurang tulus hati, tapi seringkali kita tidak bijaksana maupun memahami kehendak Tuhan dalam hidup kita, sehingga sekalipun kita bermaksud baik, namun tertipu oleh dunia dan keinginan sendiri.
Bagaimana kita bisa menjadi murid-murid Kristus yang mengenali kehendak Tuhan dan tidak mudah terbawa kepada apa yang tidak sesuai kehendakNya?
Yang pertama kita perlu BIJAKSANA. Amsal berkata bahwa sumber segala hikmat adalah takut akan Tuhan.
Itu sebabnya kita perlu memiliki kerendahan hati untuk mau belajar dan ditegur.
Ada banyak pilihan dalam hidup kita, dan kadang-kadang pilihannya bukan antara yang baik atau jahat, tapi antara yang baik dan baik.
Namun, kita perlu mengingat bahwa yang baik dapat menghalangi yang terbaik.
Yang kedua adalah BERSIH. Jika pilihannya antara yang baik dan jahat, sudah tentu pilihannya adalah yang baik.
Tidak ada kompromi yang kita lakukan dalam rangka membenarkan apa yang jahat.
Contohnya praktek berbohong soal usia demi mendapatkan harga lebih murah.
Ada banyak orang yang melakukannya dan hal tersebut saat ini dianggap “wajar”, tetapi Tuhan tidak pernah membenarkan sebuah kebohongan.
Saudara, maukah Saudara mulai berkomitmen untuk senantiasa menjadi Bijaksana dan Bersih?
Pelajarilah Firman Tuhan, agar Saudara bisa tahu kehendak Allah yang baik, berkenan, dan sempurna.
Bagaimana Saudara bisa mempraktekan bijaksana dan bersih dalam hidup Saudara hari ini? Diskusikanlah dengan rekan kelompok PA Saudara.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang harus kita kenakan di atas semua karakter yang Kristus ingin kita miliki?
Mengapa damai sejahtera Kristus harus memerintah di dalam hati kita?
Apa yang menjadi dasar setiap perkataan baik ajaran maupun teguran?
Bacaan Alkitab kita hari ini mengingatkan kita akan kualitas sebagai MANUSIA BARU, di mana di dalamnya ada karakter Kristus yang bertumbuh, yaitu belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan saling mengampuni.
Ternyata, di ayat 14 dikatakan bahwa “…di atas semuanya itu, kenakanlah KASIH, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”
Mengapa KASIH menjadi begitu penting?
Karena kasih adalah jati diri Allah dan Ia berkata bahwa Kasih adalah yang terbesar (1 Korintus 13:13).
Kita dapat melakukan banyak perbuatan baik, tapi tanpa kasih, semuanya menjadi sia-sia.
Jika kasih menjadi begitu penting, bagaimana kita sebagai murid-murid Kristus dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari?
Dan apa dampaknya kalau kita tidak mempraktekkan kasih?
Kasih adalah sesuatu yang diinginkan semua orang, tapi juga mengundang banyak pertanyaan, konflik dan kegalauan hati karena standar mengasihi dan dikasihi setiap orang seringkali berbeda satu sama lain.
Karena itu, kita perlu memastikan, bahwa cara kita mengasihi bukan berdasarkan pendapat dan perasaan pribadi, bukan juga karena kebiasaan keluarga maupun budaya saja, tapi berdasarkan kasih Kristus dan kebenaranNya.
Contohnya bagi sebagian orang mengasihi artinya membela orang yang dikasihi bahkan sekalipun orang tersebut salah, namun Firman Tuhan mengajarkan kita bahwa menegur kesalahan seseorang adalah bagian dari kasih.
Kasih adalah pengikat yang mempersatukan, artinya ketika tidak ada kasih maka perpecahan terjadi.
Hari ini kita menyaksikan bagaimana keluarga terpecah, organisasi terpecah, bahkan negara terpecah karena tidak adanya kasih.
Saudara, mari kita kembali menghidupi apa yang Kristus rindukan, yaitu hidup dalam kasih.
Dunia akan tahu bahwa kita adalah murid-murid Kristus yang sejati ketika kita sungguh hidup dalam kasih Kristus dan bersatu memuliakanNya.
Pikirkanlah beberapa praktek kasih yang bisa Saudara kerjakan di minggu ini. Praktek kasih yang tidak biasa dan menantang Saudara untuk bergantung kepada Roh Kudus dalam mempraktekannya.
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.
Apa yang dilakukan oleh jemaat pertama setelah mereka diselamatkan dan dibaptis?
Bagaimana orang percaya saat itu bersikap terhadap kepunyaan mereka?
Bagaimana sikap hati mereka ketika melakukan kegiatan rohani?
Sebetulnya, apakah masih relevan mempelajari dan meneladani gaya hidup murid-murid Kristus?
Bukankah sudah ribuan tahun berlalu.
Dan jaman sudah banyak sekali berubah?
Bagaimana bisa di zaman sekarang, setiap hari kita berkumpul di gereja, atau membagi-bagi harta yang dimiliki?
Mungkin banyak orang menyadari bahwa setiap generasi punya gaya hidup dan kebiasaan yang sangat berbeda dengan generasi sebelum atau setelahnya, terutama jika kita berbicara tentang kehidupan manusia yang terbuka terhadap dunia luar (bukan masyarakat pedalaman).
Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kemajuan teknologi, keadaan sosial saat itu, tingkat pendidikan, dan banyak hal lainnya.
Lalu, pernahkah Saudara merenungkan bagaimana kita bisa mempraktekkan gaya hidup seperti murid-murid Yesus di zaman dahulu untuk masa sekarang yang jelas-jelas perbedaan generasinya sudah sangat banyak?
Puji Tuhan karena Alkitab bukan hanya mencatat sejarah, tapi juga prinsip dan esensi kehidupan yang tidak lekang oleh waktu.
Zaman boleh berubah, tapi Firman Tuhan dan seluruh kebenaranNya tetap sama.
Inilah yang kita mau sama-sama pelajari dan praktekkan di kehidupan kita saat ini.
Mari kita renungkan, kira-kira apa ESENSI dari cara hidup jemaat pertama yang bisa kita teladani di zaman sekarang?
Bertekun dan mau belajar kebenaran dengan mendengarkan para rasul.
Menyadari kasih Kristus dan kebutuhan mereka akan pribadiNya dengan berdoa dan melakukan perjamuan.
Tidak egois dengan kepemilikan, mereka saling membantu ketika melihat ada orang lain yang memerlukan
Hati mereka penuh sukacita dan ketulusan
Bukankah kehidupan seperti itu dibutuhkan di segala zaman?
Tidak seorangpun bisa memahami sesuatu secara mendalam tanpa ketekunan dan sikap hati mau belajar.
Tidak seorangpun bisa mendapatkan sesuatu yang berarti dengan mengandalkan diri sendiri dan hidup di luar kasih Kristus.
Semua orang tertarik dengan kasih yang nyata, ketulusan, dan sukacita bahkan terlebih lagi di masa sekarang, dimana orang semakin bergantung kepada AI (Artificial Intelligence = kecerdasan buatan).
Saudara, mari kita mewujudkan cara hidup tersebut di masa kita.
Kita dapat memikirkan cara-cara kreatif untuk mempraktekannya sesuai zaman sekarang, namun esensinya tetap sama.
Buktikan kepada dunia, bahwa tinggal dalam kasih dan kebenaran Kristus bukanlah sesuatu yang mustahil!
Pikirkanlah bagaimana praktek cara hidup jemaat mula-mula bisa diterapkan dalam kehidupan Saudara saat ini. Diskusikanlah dengan komunitas Saudara dan kerjakanlah!
Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Galatia 5:18.
Apakah akibatnya jika hidup kita selalu dipimpin oleh Roh Kudus?
Coba sebutkan bentuk-bentuk perbuatan daging yang berlawanan dengan keinginan Roh?
Hal apakah yang akan kita terima jika hidup kita selalu dipimpin oleh kedagingan?
Tuhan ingin agar kita tidak hanya hidup oleh Roh, tetapi kita juga harus dipimpin oleh Roh Kudus.
“Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.”(Galatia 5:24-25).
Perbuatan daging yang kita lakukan sebetulnya berasal dari apa yang kita pikirkan, oleh sebab itu Tuhan ingin agar kita memikirkan perkara-perkara dari Roh Kudus sehingga kita tidak lagi hidup dengan dosa di dalam perbuatan daging.
”Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.”(Roma 8:5).
”Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”(Filipi 4:8).
Pikiran kita diisi oleh perkara yang diatas dimana Kristus sebagai pusat pikiran kita yaitu apa yang telah Yesus kerjakan buat kita dan tentang keserupaan dengan Kristus dan kita selalu mencari-Nya.
”Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” (Kolose 3:1-2).
Dengan mengisi pikiran kita dengan perkara yang diatas dan mencarinya, maka perbuatan kita selalu dalam perbuatan-perbuatan yang diatas sehingga kita merdeka dari perbuatan-perbuatan daging, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora; dan kita hidup dalam perbuatan Roh yaitu buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.
Agar kita dipimpin oleh Roh Kudus maka selain kita memikirkan perkara-perkara yang diatas maka kita harus bergaul dan bersekutu dengan Roh Kudus selain direndam dengan Firman Tuhan, sehingga kita tunduk dan mau dipimpin oleh Roh Kudus dan mengalami penyertaan-Nya yang selalu membawa kita kepada kemenangan.
”Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.”(II Korintus 13:14).
Pada akhirnya kita tidak lagi hidup dalam perbuatan-perbuatan daging tetapi perbuatan-perbuatan Roh Kudus.
Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana saudara berkomitmen dan disiplin untuk mencari dan memikirkan perkara diatas sehingga selalu menghasilkan perbuatan Roh!