Senin, 29 September 2025

KRISTUS YANG ADALAH PENGHARAPAN AKAN KEMULIAAN

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KOLOSE 1:24-28

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang menjadi sukacita Paulus?
  2. Apa tugas pelayanan Paulus?
  3. Apa yang menjadi rahasia abad ke abad dan turunan ke turunan yang dinyatakan kepada orang kudus-Nya?
  4. Siapa yang diberitakan Paulus, tentang siapakah?
  5. Bagaimana cara Paulus menyampaikan berita itu kepada tiap-tiap orang?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Setiap kita pasti punya pengharapan.

Ada yang mau sukses, memiliki financial freedom, punya masa depan cerah, terkenal, dan banyak lagi lainnya.

Tapi seringkali standar yang dimiliki dunia ini terlalu tinggi sehingga pengharapan kita mengecewakan.

Merasa belum berlimpah secara materi, gagal tes, ditolak orang, masa depan yang terlihat suram, dan lain sebagainya. 

Paulus mengingatkan jemaat di Kolose bahwa harapan terbesar bukan ada di dunia, tetapi dalam Kristus yang hidup di dalam hidup kita.

Kristuslah satu-satunya pengharapan sejati bukan hanya di dunia ini saja tetapi di kehidupan yang akan datang nanti.

Pengharapan ini bukan hanya untuk kita pribadi, tapi juga untuk bangsa-bangsa.

Selama ribuan tahun bangsa-bangsa menantikan jawaban atas kerinduan terdalam mereka.

Dan Kristus adalah jawaban itu. 

Tugas rasul adalah memberitakan pesan Allah.

Para ahli filsafat menerka adanya rahasia, hal-hal yang dalam yang hanya diketahui oleh orang-orang yang diurapi.

Inilah rahasia Allah itu yang kini terbuka: Yesus Kristus tinggal di dalam diri setiap orang Kristen, mempersiapkannya bagi masa depan yang penuh dengan kemuliaan.

Dan Tuhan Yesus merupakan “rahasia yang berharga” yang layak untuk diketahui. 

Kalau Kristus ada di dalam kita, kita dipanggil bukan hanya hidup untuk diri sendiri, tapi untuk menjadi berkat untuk banyak orang dan sampai kepada bangsa-bangsa.

Kristus yang tinggal di dalam diri kita yang adalah harapan untuk dunia ini.

Ada orang yang mengalami pemulihan dan perubahan hidup karena berjumpa dengan Kristus yang ada dalam diri kita.

Hidup yang berubah karena Kristus ini akan terus menyebar kepada semakin banyak orang.

Sehingga pengharapan akan kemuliaan dialami oleh semakin banyak orang, tersebar ke seluruh suku, kaum, bangsa dan bahasa melalui hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Sebagai anak Tuhan kita memiliki Kristus yang menjadi rahasia bagi dunia ini. Maukah kita membuka rahasia ini kepada banyak orang di  sekitar kita untuk mereka mengalami pengharapan akan kemuliaan Kristus? Berikan langkah praktis yang akan Saudara lakukan hari ini untuk hal ini. 

Pembacaan Alkitab Setahun

Zakharia 1-7

Minggu, 28 September 2025

BUMI YANG PENUH PENGENALAN AKAN TUHAN

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

YESAYA 11:7-10

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apa yang dimakan oleh lembu, beruang dan singa?
  2. Apa yang akan dilakukan oleh anak yang sedang menyusu?
  3. Apa yang akan dilakukan oleh anak yang cerai susu?
  4. Seperti apa seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan?
  5. Pada waktu kapan taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi segala bangsa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara Saudari..

Berita hari-hari ini baik yang kita lihat maupun lewat yang kita dengar dari berbagai sumber yang ada, berisi tentang peperangan, konflik, perpecahan, kondisi ekonomi yang tidak stabil, dan hal yang lainnya lagi.

Yesaya menubuatkan suatu masa depan yang luar biasa yaitu dunia di mana tidak ada lagi kejahatan, di mana bumi yang penuh dengan pengenalan akan Tuhan.

Nubuatan yang diberikan oleh Yesaya sangat luar biasa.

Beruang dan lembu hidup bersama.

Anak kecil yang sedang menyusui dan yang berhenti menyusui hidup aman dari bahaya.

Dan seluruh bangsa datang untuk mencari Tuhan.

Nubuatan ini memberikan pengharapan. Sehingga ada damai sejahtera di dalamnya.

Setelah Yesus bangkit, berita Injil di mulai di Yerusalem, menyebar ke Yudea, Samaria, hingga ke ujung bumi.

Ini menjadi langkah awal bumi dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan.

Janji Allah yang dinubuatkan pada Yesaya digenapi oleh Allah sendiri melalui kedatangan Yesus Kristus ke bumi ini.

Yesus yang menjadi tanda ajaib bagi bangsa-bangsa dan kedatangan Yesus menjadi pusat harapan bagi banyak bangsa.

Yesus yang membawa kedamaian bagi semua orang. Semua suku, kaum, bangsa dan bahasa menantikan saatnya Yesus dinyatakan.

Tugas kita sebagai orang yang percaya untuk menjadi pembawa kabar baik dimanapun kita Tuhan tempatkan.

Injil yang adalah kekuatan Allah yang kita sampaikan akan membawa pengenalan akan Tuhan dimana-mana sehingga bumi ini akan penuh dengan pengenalan akan Allah.

Ada kebesaran-kebesaran Allah yang dilihat, didengar dan dialami di berbagai tempat oleh semakin banyak orang yang mendengar kabar baik.

Panji-panji-Nya ditegakkan di setiap tempat yang kita injak dan bumi ini penuh dengan kemuliaan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

Sudahkah saudara menjadi agen perubahan bagi tempat di mana saudara ditempatkan Tuhan? Berikan kesaksian saudara terlibat menjadi agen Kristus sepanjang minggu ini, memberitakan Injil di tempat saudara berada. 

Pembacaan Alkitab Setahun

Hagai 1-2

Sabtu, 27 September 2025

TANDA-TANDA AJAIB YANG MENYERTAI KEBANGUNAN ROHANI

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 8:5-13

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Kemana Filipus pergi dan apa yang Filipus lakukan di kota itu?
  2. Apa yang menjadi respon orang-orang di kota itu dengan hal yang dilakukan oleh Filipus?
  3. Tanda-tanda apa yang diadakan oleh Filipus?
  4. Siapakah Simon di mata rakyat Samaria?
  5. Apa yang terjadi dengan Simon setelah mendengar pemberitaan Filipus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara Saudari..

Filipus datang ke satu kota yang penuh dengan kuasa gelap, sihir dan penipuan.

Hasil dari perjalanan perginya Filipus dan memberitakan Injil adalah orang-orang di Samaria menyaksikan tanda-tanda ajaib menyertai pemberitaan Filipus.

Banyak orang disembuhkan, roh jahat diusir, dan mereka percaya kepada Yesus.

Kebangunan rohani terjadi di Samaria.

Ketika Injil diberitakan, Roh Kudus bekerja bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga diteguhkan oleh tanda-tanda ajaib yang dialami oleh orang-orang di Samaria.

Filipus tidak hanya berbicara, tetapi kuasa Allah nyata melalui mukjizat yang terjadi.

Hal inilah yang membuat orang-orang Samaria menjadi percaya bahwa Injil yang adalah kekuatan Allah benar-benar hidup.

Mukjizat yang dialami oleh orang-orang di Samaria bukanlah tujuan utama dari pemberitaan Injil Filipus.

Mukjizat adalah sarana supaya orang percaya kepada Yesus. Yang menjadi pusat pemberitaan Filipus adalah Yesus.

Tanda-tanda ajaib menguatkan kesaksian Filipus.

Kota Samaria yang dahulu dianggap musuh orang Yahudi, mengalami kebangunan Rohani.

Hal ini menjadi bukti bahwa hati Tuhan tertuju kepada semua bangsa.

Warisan rohani diberikan kepada kita; sampai semua suku, kaum, bangsa dan bahasa percaya kepada Yesus. 

Orang Samaria yang selama ini dipengaruhi oleh Simon si penyihir akhirnya berbalik percaya pada Kristus, setelah melihat kuasa Injil yang sejati.

Bahkan Simon juga menjadi percaya dan senantiasa bersama Filipus.

Kebangunan rohani juga terjadi dalam hidupnya Simon.

Mari kita hari ini hidup bukan hanya sebagai pendengar Firman, tetapi berani melangkah memberitakan Firman dalam kuasa Roh Kudus.

Percaya bahwa Tuhan terus bekerja di dalam diri orang percaya untuk menghadirkan kerajaan Allah dan melakukan tanda-tanda ajaib untuk meneguhkan pemberitaan Injil kita.

Sehingga kita menjadi saluran kebangunan rohani dimanapun Tuhan tempatkan kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Bagaimana cara kita menjangkau bangsa-bangsa sebagai warisan rohani kita? Buatkan 1-2 hal yang bisa dilakukan supaya kita bisa membawa kebangunan rohani kepada orang lain?

Pembacaan Alkitab Setahun

Habakuk-Zefanya 3

Jumat, 26 September 2025

PENGANIAYAAN YANG MEMBUAT INJIL TERSEBAR

Penulis : Rina Elisabeth

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 8:1-4

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Bagaimana cara mati-nya Stefanus?
  2. Apa yang dialami oleh jemaat di Yerusalem?
  3. Apa yang dilakukan oleh Saulus terhadap jemaat di Yerusalem?
  4. Pada saat itu, rasul-rasul tersebar kemana?
  5. Apa yang dilakukan oleh rasul-rasul pada saat tersebar?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Saudara Saudari..

Penganiayaan membuat injil tersebar.

Bisa kita bayangkan jika gereja mula-mula tidak pernah mengalami penganiayaan, kemungkinan besar Injil hanya tersebar di Yerusalem.

Tetapi saat Stefanus diseret, dilempari, dirajam dan penganiayaan melanda, murid-murid dibawa keluar dari zona nyaman mereka.

Mereka lari sambil memberitakan injil.

Apa yang awalnya menjadi hal yang buruk bagi murid-murid akhirnya membawa hal yang baik.

Baik bukan hanya bagi murid-murid, juga bagi banyak orang sampai pada hari ini. Kemenangan besar terjadi.

Banyak orang yang mendengar tentang Tuhan.

Injil mulai menjangkau Samaria dan akhirnya ke ujung bumi.

Ini adalah cara Tuhan untuk memperluas jangkauannya sampai ke bangsa-bangsa.

Tuhan bisa memakai setiap kondisi untuk membuat kita bisa menceritakan kabar baik, bahkan ketika kita mengalami kondisi yang tertekan.

Karena Tuhan merindukan bumi ini penuh dengan kemuliaan Tuhan, bumi penuh dengan pengenalan akan kemuliaan Tuhan, setiap mulut boleh mengaku dan setiap lutut boleh bertelut bahwa Yesus adalah Tuhan. 

Saat ini mungkin kita tidak mengalami “aniaya” secara fisik.

Saat ini dunia sedang mengalami krisis dan kesukaran yang besar.

Di momen inilah Tuhan ingin kita menyampaikan kabar baik. Bukan diam.

Setiap kesulitan yang ada dipakai untuk menjangkau jiwa. Kita memerlukan tuntunan Roh Kudus untuk menolong kita memiliki keberanian untuk menyampaikan injil yang adalah kekuatan Allah, karena bangsa-bangsa adalah warisan kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Apa yang menjadi peran kita sebagai anak Tuhan saat penganiayaan terjadi? Apakah kita perlu takut saat penganiayaan terjadi? Mengapa?

Pembacaan Alkitab Setahun

Nahum 1-3

Kamis, 25 September 2025

PENYERTAAN DAN PENGUTUSAN TUHAN

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KELUARAN 3:11-15

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Keluaran 3:12.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Hal apakah yang dirasakan oleh Musa ketika Allah mengutus dia untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir?
  2. Apakah jaminan dari Allah ketika Ia mengutus Musa untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir?
  3. Hal apakah yang Allah lakukan bagi Musa untuk membuktikan bahwa Ia menyertai Musa?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ketika Allah mengutus Musa untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir maka Allah menyertai Musa.

Penyertaan itu dibuktikan dengan keberadaan Allah yang menjaga dan melindungi Musa.

Ada beberapa hal yang membuktikan bahwa Allah menyertai Musa di dalam keragu-raguan dan kebimbangannya:

  1. Allah menyatakan Dia adalah benar-benar Allah yang mengutus Musa. “Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? — apakah yang harus kujawab kepada mereka?” Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.” (Keluaran 3:13-14);
  2. Allah menyertai Musa dengan kuasa yang tidak terbatas. “Lalu sahut Musa: “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?” TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.” Firman TUHAN: “Lemparkanlah itu ke tanah.” Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya.” (Keluaran 4:1-3);
  3. Allah menyertai Musa dengan menolong dia ketika dia tidak mampu berbicara dan berkata-kata. “Lalu kata Musa kepada TUHAN: “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.” Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: “Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN?” (Keluaran 4:10-11).

Penyertaan Tuhan yang telah mengutus Musa membuat dia keluar dari ketakutan, keragu-raguan dan tidak percaya diri.

Namun Musa menjadi memahami jati dirinya sehingga dia berani melangkah untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir.

Hal yang sama juga bagi kita yang diutus oleh Tuhan untuk menyampaikan Kabar Baik maka kita harus penuh keyakinan bahwa Allah pasti menyertai kita dalam segala hal untuk membawa Kabar Baik dan membawa kebangunan rohani bagi dunia ini.

“Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:20b).

Hal ini terjadi ketika kita mulai melangkah untuk mau diutus untuk membawa Kerajaan Allah bagi dunia ini sehingga kita tidak takut.

Diskusikanlah pengalaman saudara dalam penyertaan Tuhan ketika saudara mau diutus untuk melayani Tuhan dan menyampaikan Kabar Baik.

Pembacaan Alkitab Setahun

Mikha 1-7

Rabu, 24 September 2025

PERJUMPAAN ILAHI YANG MEMBAWA KEBANGUNAN ROHANI

Penulis : Pnt. Leonardo Mangunsong

This image has an empty alt attribute; its file name is D1.png

Pembacaan Alkitab Hari ini : 

KISAH PARA RASUL 9:3-8

Bacalah bagian Firman ini utuh dalam perikopnya, berulang-ulang, supaya Anda dapat mengikuti jalan ceritanya, dapat menangkap arti yang dikandungnya dan secara khusus hafalkanlah Kisah Para Rasul 9:6.

This image has an empty alt attribute; its file name is D2.png
  1. Apakah yang dialami oleh Saulus ketika ia melakukan perjalanan ke Damsyik?
  2. Siapakah yang dijumpai oleh Saulus ketika dia dalam perjalanan menuju Damsyik?
  3. Coba sebutkan tugas yang harus diperbuat oleh Saulus setelah ia berjumpa dengan Yesus?
This image has an empty alt attribute; its file name is D3.png

Ada kebangunan rohani secara pribadi dan ada pula kebangunan rohani secara massal.

Tetapi yang pasti bahwa pada hakikatnya kebangunan rohani terjadi karena sebuah perjumpaan dengan Tuhan.

Perjumpaan itu diinisiasi oleh Tuhan dan karena kedaulatan Tuhan.

Biasanya hal itu terjadi karena tugas sorgawi yang harus diemban oleh pribadi atau orang banyak.

Hal tersebut dapat kita lihat dari apa yang dialami oleh Rasul Paulus.

Perjumpaan dia dengan Yesus ketika menuju Damsyik membuat dia harus membawa kebangunan rohani.

Pengalaman perjumpaan kita dengan Tuhan membuat kita membawa kebangunan rohani.

Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.” (Kisah Para Rasul 9:15).

Hal ini juga dialami oleh Musa ketika ada tugas dari Allah bagi dia untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir maka Allah terlebih dahulu menjumpai Musa.

Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.” (Keluaran 3:2).

Kemudian Tuhan memberikan tugas kepada Musa untuk membawa kebangunan rohani bagi bangsa Israel agar mereka keluar dari perbudakan Mesir.

”Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.” (Keluaran 3:9-10).

Bagi gereja Tuhan di hari-hari yang terakhir ini karena Injil Kerajaan Allah harus diberitakan kepada seluruh dunia maka Tuhan sendiri dalam kedaulatan-Nya akan menjumpai umat-Nya sehingga umat Tuhan dikeluarkan dari rasa tidak berdaya, mencintai diri sendiri dan mencintai dunia ini sehingga keluar dari zona nyaman.

Dan bagian yang harus kita lakukan adalah membangun rasa lapar dan haus akan Tuhan dan berdoa untuk mencari Tuhan.

Dan ketika kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan maka kita akan mengalami kembali aliran air kegerakan dari sorga yang membuat kita mengalami kebangkitan.

”Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.” (Yohanes 7:37-39).

Marilah kita alami perjumpaan dengan Tuhan karena Tuhan pun sedang mencari umat-Nya untuk membawa kehidupan sorgawi bagi dunia yang sedang sekarat dan mati karena dosa dan pekerjaan iblis, dengan demikian Injil Kabar Baik dapat disampaikan ke seluruh dunia ini melalui gereja yang mengalami api Roh Kudus.

Diskusikanlah dalam komunitas saudara bagaimana upaya saudara untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan untuk membawa kebangunan rohani bagi dunia ini.

Pembacaan Alkitab Setahun

Obaja-Yunus 4